<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>syawalan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/syawalan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "syawalan"</description>
	<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 16:57:00 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Syawalan di Sukoharjo]]></title>
<link>http://bimasakti85.wordpress.com/2009/10/13/syawalan-di-sukoharjo/</link>
<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 22:03:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>BimaSakti85</dc:creator>
<guid>http://bimasakti85.wordpress.com/2009/10/13/syawalan-di-sukoharjo/</guid>
<description><![CDATA[Kemarin minggu, 11 okt 2009 aku ikut ke sukoharjo ket4 kerabat disana lagi ada acara 1000 harinya ad]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kemarin minggu, 11 okt 2009 aku ikut ke sukoharjo ket4 kerabat disana lagi ada acara 1000 harinya ad]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Puasa Syawal-an]]></title>
<link>http://hazimahmadi.wordpress.com/2009/10/05/puasa-syawal-an/</link>
<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 09:14:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>hazimahmadi</dc:creator>
<guid>http://hazimahmadi.wordpress.com/2009/10/05/puasa-syawal-an/</guid>
<description><![CDATA[Bulan Syawal 1430H sudah melewati pertengahan. Namun ritual puasa Syawalan yang dulu biasa dilakukan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bulan Syawal 1430H sudah melewati pertengahan. Namun ritual puasa Syawalan yang dulu biasa dilakukan hingga in the middle of the month belum juga selesai. Apakah makin bertambah usia makin malas ya ibadahnya, naudzubillahi mindzalika.</p>
<p>Hari ini baru dapat dua hari, dari enam hari yang disunnahkan. Semoga tetap istiqomah, diberi kekuatan ruhani untuk menyelesaikannya. Amien.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Silaturahmi Keluarga Besar Yayasan Al Ishlah Insan Mulia]]></title>
<link>http://ummunashrullah.wordpress.com/2009/10/04/silaturahmi-keluarga-besar-yayasan-al-ishlah-insan-mulia/</link>
<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 14:00:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>ummunashrullah</dc:creator>
<guid>http://ummunashrullah.wordpress.com/2009/10/04/silaturahmi-keluarga-besar-yayasan-al-ishlah-insan-mulia/</guid>
<description><![CDATA[Selain siswa yang syawalan di sekolah, para orang tua dan wali siswa juga mengikuti syawalan khusus ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><span style="color:#cca300;"><span style="font-family:Tahoma;">Selain siswa yang syawalan di sekolah, para orang tua dan wali siswa juga mengikuti syawalan  khusus orang tua. Tahun-tahun sebelumnya syawalan diadakan dengan dua acara dalam waktu yang bersamaan, tetapi dengan pengisi dan tempat yang terpisah. Syawalan dilaksanakan di Gedung  Korpri. Syawalan ini diselenggarakan oleh Yayasan Al-Ishlah Insan Mulia. Yang terdiri dari orang tua / wali siswa  KB-TK-SDIT Insan Mulia. Kegiatan ini sudah rutin dilangsungkan secara berkelanjutan dari tahun ke tahun. Tahun ini menghadirkan Bu Pihasni, Psi dari Yogyakarta. Yang mengangkat tema &#8221; Setiap Anak Istimewa&#8221;.<!--more--><br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#cca300;"><img src="http://ummunashrullah.files.wordpress.com/2009/10/102309_1122_silaturahmi1.jpg" alt="" /><span style="font-family:Tahoma;"><br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#cca300;"><span style="font-family:Tahoma;">Mbak Hasni banyak menyoroti masalah komunikasi antara orang tua dan anak. Sering orang tua menyalahkan kenapa anak mereka nakal, tidak sopan, dan label-label yang sering ditempelkan pada anak mereka. Orang tua tidak melihat, bahwa mungkin apa yang mereka lakukan adalah cermin dari orang  tua sendiri. Sehingga terkadang dalam kehidupanya orang tua hanya menuntut dan menuntut saja, tanpa adanya perubahan dan  komunikasi yang akan  membuat anak lebih  mandiri, dan luar biasa.<br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#cca300;"><img src="http://ummunashrullah.files.wordpress.com/2009/10/102309_1122_silaturahmi2.jpg" alt="" /><span style="font-family:Tahoma;"><br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#cca300;"><span style="font-family:Tahoma;">Untuk Sesi terakhir diakhiri dengan doa dan bersalam-salaman bersama. InsyaAllah ini akan menguatkan tali silaturahmi dan ukhuwah diantara pihak orang tua dengan sekolah dan juga  yayasan.<br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#cca300;"><img src="http://ummunashrullah.files.wordpress.com/2009/10/102309_1122_silaturahmi3.jpg" alt="" /><span style="font-family:Tahoma;"><br />
</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#cca300;"><span style="font-family:Tahoma;">Tidak ketinggalan, para ustadzah juga mengabadikan moment ini, walaupun tidak lengkap tapi bisa mewakili…<br />
</span></span></p>
<p><span style="color:#cca300;"><img src="http://ummunashrullah.files.wordpress.com/2009/10/102309_1122_silaturahmi4.jpg" alt="" /></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SYAWALAN]]></title>
<link>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2009/10/03/syawalan/</link>
<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 03:46:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>Pengurus</dc:creator>
<guid>http://alikhlaskebonduren.wordpress.com/2009/10/03/syawalan/</guid>
<description><![CDATA[Syawalan, dari kata Syawal, nama bulan sesudah Ramadhan, ialah amalan yang dilakukan di bulan Syawal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><!-- reporter start--><!-- reporter end--> <!-- contents lainnya start--> <!-- lainnya dalem start--></p>
<div><img class="alignleft" src="http://www.republika.co.id/images/news/2009/09/20090928155049.jpg" alt="SYAWALAN " width="267" height="201" />Syawalan, dari kata Syawal, nama bulan sesudah Ramadhan, ialah amalan yang dilakukan di bulan Syawal, jelasnya puasa enam hari di bulan Syawal. Orang Jawa menyebutnya &#8216;nyawal&#8217;. Puasa ini dibandingkan dengan puasa-puasa sunat lainnya mempunyai sedikit keunikan, yaitu bisa menyempurnakan nilai puasa Ramadhan menjadi setahun penuh. Sebagaimana disabdakan baginda Rasulullah saw, &#8221;Siapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti puasa enam hari di bulan Syawal, maka (nilainya) sama dengan puasa setahun penuh,&#8221; (HR Muslim).</div>
<p>Di samping itu, puasa Syawal dapat menutup berbagai kekurangan dalam puasa Ramadhan, sebagaimana umumnya amalan-amalan sunat. Ini ditegaskan dalam sebuah hadis, &#8221;Pertama-tama amalan manusia yang akan dihisab oleh Allah di hari kiamat ialah shalatnya. Tuhan berkata kepada malaikat-Nya, padahal Dia Maha Tahu, &#8216;Lihatlah shalat hamba-Ku, apakah sudah sempurna ataukah masih ada kekurangannya? Kalau sudah sempurna maka tulislah &#8216;&#8217;sempurna&#8221;, dan kalau ada kekurangnnya barang sedikit, maka lihatlah apakah dia mempunyai cadangan sunat. Kalau ada, sempurnakanlah kekurangannya itu dengan cadangan sunatnya tadi. Setelah itu, semua amal akan diambil (diperhitungkan) dengan perhitungan seperti ini&#8217;.&#8221; (HR Abu Dawud).</p>
<p>Hadis di atas sekalipun berbicara dalam konteks shalat, tetapi karena diakhiri dengan &#8221;kemudian semua amal akan diambil/diperhitungkan dengan perhitungan seperti ini&#8221;, maka oleh para ulama fikih dijadikan acuan bahwa semua amalan wajib dalam Islam akan diperiksa dengan standar nilai dasar, kemudian jika ada kekurangannya akan ditutup dengan pahala amalan sunat.</p>
<p>Sayid Sabiq, dalam Fiqhus Sunnah, mengatakan, &#8221;Disyari&#8217;atkannya amalan sunat adalah untuk menutupi kekurangan yang barangkali ada dalam amalan wajib.&#8221; (Juz I, hlm 153). Justru itu dalam semua amalan wajib pasti di sana ada amalan sunatnya. Sehingga, dalam daftar ibadah wajib pasti akan kita jumpai ibadah sunat, misalnya: Shalat wajib juga shalat sunat, puasa wajib juga puasa sunat, haji wajib juga haji sunat, zakat wajib juga sedekah sunat, dsb.</p>
<p>Dari segi lain, amalan sunat juga dapat mengangkat derajat ke posisi yang lebih baik bagi orang-orang yang amalan wajibnya sudah sempurna, sebagai penghargaan Allah untuk hamba-Nya yang muttaqin.</p>
<p>Dilihat dari segi ini, maka puasa enam hari di bulan Syawal (syawalan) mempunyai tiga fungsi: melipatkan pahala, menggenapi kekurangan, dan menempatkan seseorang pada posisi lebih tinggi. Dan, kalau kita kaitkan dengan tujuan puasa serta makna Id adalah peningkatan takwa, maka puasa enam hari Syawal merupakan indikator ketakwaan. Dan, kalau kita kaitkan dengan arti Syawal, yaitu &#8216;bangkit&#8217;, maka puasa enam hari Syawal adalah indikator kebangkitan dalam mengemban misi agama, yang dalam pelaksanaannya tidak &#8216;pilah&#8217; dan &#8216;pilih&#8217;. Semuanya akan dilaksanakan dengan tuntas.</p>
<p>Kini, Syawal masih beberapa hari lagi, sementara pelaksanaan nyawal tidak harus langsung sesudah Id dan berturut-turut. Mari kita lipatkan pahala, tutup kekurangan dan raih posisi yang tinggi. <em>(By Mu&#8217;ammal Hamaidy &#8211; Republika)</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hewan pun Mampu Shaum!]]></title>
<link>http://binekas.wordpress.com/2009/10/02/hewan-pun-mamapu-shaum/</link>
<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 12:51:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>binekas</dc:creator>
<guid>http://binekas.wordpress.com/2009/10/02/hewan-pun-mamapu-shaum/</guid>
<description><![CDATA[shaumDibulan Ramadhan sebagai seorang muslim kita diwajibkan melakukan shaum selama sebulan penuh da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[shaumDibulan Ramadhan sebagai seorang muslim kita diwajibkan melakukan shaum selama sebulan penuh da]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Syawalan=Halal bil halal ]]></title>
<link>http://iapky.wordpress.com/2009/10/02/syawalanhalal-bil-halal/</link>
<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 00:04:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>iapky</dc:creator>
<guid>http://iapky.wordpress.com/2009/10/02/syawalanhalal-bil-halal/</guid>
<description><![CDATA[Setelah sebulan penuh menjalankan puasa dan ibadah2 lainnya dalam bulan Rmdhn 1430 H, maka memasuki ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft size-full wp-image-480" title="jabatTangan" src="http://iapky.wordpress.com/files/2009/10/jabattangan.jpg" alt="jabatTangan" width="200" height="200" />Setelah sebulan penuh menjalankan puasa dan ibadah2 lainnya dalam bulan Rmdhn 1430 H, maka memasuki bulan Syawal, sudah menjadi tradisi di masyarakat kita utk mengadakan kegiatan syawalan  sbg wahana untuk bertemu kembali dan saling maaf-memaafkan. Bahkan di beberapa Sekolah &#38; Perguruan Tinggi,  momentum syawalan ini menjadi waktu yang tepat utk menggelar acara Temu Alumni/Reuni.</p>
<p>Pelaksanaan ibadah2 Rmdhn diharapkan dapat menjadi sarana penghapusan dosa secara vertikal  yg kita perbuat kpd Allah SWT, sedangkan kegiatan syawalan/halal bil halal diharapkan dapat menjadi sarana penghapusan dosa kita secara horizontal kpd teman, sdr, handai tolan, rekan kerja, tetangga, dll.</p>
<p>Dengan saling memaafkan secara ikhlas maka beban perasaan bersalah/dosa kepada orang lain &#38; kesempitan hidup yg dirasakan insya Allah akan hilang, hatipun akan terasa seluas samudera, hidup pun akan terasa ringan.</p>
<p>Bagi rekan2 alumni Poltekkes Depkes Ykt, Ada usul kapan, dimana IAPKY bisa menggelar acara syawalan/halal bil halal ini? Atau usulan kira2 apa bentuk kegiatan lain yg perlu diadakan bersamaan dgn kegiatan tsb?</p>
<p>Oya, Trima kasih atas usulannya ya &#8230; Bravo Alumni Poltekkes Yk!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Syawalan Pecinta Alam Yogyakarta 2009 M/1430 H]]></title>
<link>http://kpayonline.wordpress.com/2009/09/28/syawalan-pecinta-alam-yogyakarta-2009-m1430-h/</link>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 12:59:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>sulastama</dc:creator>
<guid>http://kpayonline.wordpress.com/2009/09/28/syawalan-pecinta-alam-yogyakarta-2009-m1430-h/</guid>
<description><![CDATA[Syawalan Pecinta Alam Yogyakarta 2009 M/1430 H oleh Mak Aby Zamri Kusaini Minggu 27 september 2009 d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;"><strong>Syawalan Pecinta Alam Yogyakarta 2009 M/1430 H<br />
</strong>oleh Mak Aby Zamri Kusaini</p>
<p style="text-align:left;">
Minggu 27 september 2009 di Ledok Sambi Pakembinangun Yogyakarta, untuk kedua kalinya diselenggarakan Syawalan Keluarga Besar Pecinta Alam Yogyakarta, dihadiri sekitar 110 orang yang sebagian kecilnya adalah anggota keluarga /isteri dan anak</p>
<p>Kalau Syawalan 2008 lalu penjajagan kemungkinan untuk secara periodik berkumpul serta temu kangen yang betul-betul sudah sangat lama tidak tersalurkan, karena itu acara Syawalan tahun lalu lebih diwarnai oleh temu kangen para sahabat dan sedulur pecinta alam Yogyakarta</p>
<p>Pada 2009 ini kita mencoba untuk menjadikan arena temu kangen sekaligus ngudar gagasan agar untuk masa datang, setiap temu kangen dalam bentuk apapun menghasilkan suatu nilai tambah bagi semuanya<br />
Tampak hadir aktifis lumuten ada Djamzuri, Bambang Poespo, John Poni, Kupret, Pak El, Heru BJ, Nande, Punpun, Jabrik, Samer, Cahyo, Kentir, Om Pitc, C.menx mewakili yang muda ada mantan Sekjen Bungsu, Sekjen definitive Dangku dan banyak sahabat tua dan muda lainnya</p>
<p>Dalam tukar gagasan dan berbagai sumbang saran yang disampaikan oleh para sahabat dicapailah titik temu sementara dari beberapa gagasan yang muncul:</p>
<p>1. Disepakati adanya Pertemuan Periodik Bulanan yang akan diisi dengan pemutaran film kegiatan pecinta alam yogyakarta serta dan atau presentasi dan sarasehan untuk berbagai isu yang erat kaitannya dengan keberadaan pecinta alam sebagai sebuah komunitas<br />
2. Dirintis pembentukan sebuah Badan Usaha yang usaha intinya kegiatan wisata minat khusus alam bebas, badan usaha ini berbentuk Perseroan Terbatas dengan mengeluarkan 100(seratus) lembar saham dengan nilai nominal per saham Rp.10.000.000,-(sepuluh juta rupiah) sehingga akumulasi modal menjadi satu miliar rupiah<br />
3. Pembuatan jalur pendakian lereng selatan Gunung Merapi dikoordinasikan oleh Sekber PPA DIY<br />
4. Dalam pertemuan periodik bulanan diharapkan akan muncul gagasan-gagasan yang berbobot untuk dijadikan aktifitas pecinta alam Yogyakarta<br />
5. Untuk seluruh kegiatan temu kangen berikutnya akan dilaksanakan oleh Sekretariat Bersama Perhimpunan Pecinta Alam DIY<br />
6. Pertemuan pertama akan diselenggarakan bulan Oktober 2009 bertempat di Ledok Sambi Pakembinangun Yogyakarta</p>
<p>Kesepakatan sudah dibuat, beberapa rencana sudah dicanangkan, marilah kita bersama berusaha untuk mewujudkan rencana ini dalam perbuatan.<br />
Sumbang saran dari para sahabat dimanapun anda berada senantiasa kami tunggu demi masa depan yang lebih baik untuk kita semua beserta generasi penerus nantinya</p>
<p>“ Cinta Alam Bakti Negeri “</p>
<p>Yogyakarta 27 September 2009</p>
<p style="text-align:left;">Sumber: http://www.facebook.com/topic.php?uid=96199600701&#38;topic=11574</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Syawalan Trah Pawirodkromo-Kumendung]]></title>
<link>http://aakuntoa.wordpress.com/2009/09/28/syawalan-trah-pawirodkromo-kumendung/</link>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 09:05:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>aakuntoa</dc:creator>
<guid>http://aakuntoa.wordpress.com/2009/09/28/syawalan-trah-pawirodkromo-kumendung/</guid>
<description><![CDATA[Bukan cerita tentang trah darah biru, melainkan trah petani. Selasa, 22 September lalu, keluarga bes]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em><span style="color:#339966;">Bukan cerita tentang trah darah biru, melainkan trah petani. Selasa, 22 September lalu, keluarga besar Trah Pawirodikromo menyelenggarakan halal bi halal dan syawalan di sebuah kampung di Pakem, lereng selatan Merapi. Menurut panitia, keluarga yang hadir mencapai lebih dari 700-an orang, belum termasuk keluarga Trah Gunopawiro yang menjadi tuan rumah.<br />
</span></em></p>
<p><em><span style="color:#339966;">Dan untuk menghimpun banyaknya anggota trah, untuk kesekian kali, pengurus trah menerbitkan buku daftar keluarga, lengkap dengan nomor induk yang melekat pada masing-masing orang. Kebetulan, kali ini, saya yang berkesempatan menuliskan pengantar untuk buku yang berisi sekitar 1.200 nama tersebut. Tahun-tahun sebelumnya pengantar menggunakan bahasa Jawa, sekarang menggunakan bahasa Indonesia untuk mengakomodasi generasi muda.</span> </em></p>
<h2><span style="color:#ff9900;"><strong> </strong></p>
<div id="attachment_233" class="wp-caption alignleft" style="width: 257px"><strong><strong><img class="size-medium wp-image-233" title="syawalan trah pawirodikromo 2009c" src="http://aakuntoa.wordpress.com/files/2009/09/syawalan-trah-pawirodikromo-2009c.jpg?w=300" alt="isi daftar hadir dulu ya" width="247" height="196" /></strong></strong><p class="wp-caption-text">isi daftar hadir dulu ya</p></div>
<p><strong>Mengingat Mbah Pawirodikromo</strong></p>
<p></span></h2>
<p><span style="color:#ff9900;"><strong><span style="color:#cc99ff;">oleh AA Kunto A (3.7.1.1)</span><br />
</strong></span></p>
<p>Lebaran selalu menjadi hari yang istimewa bagi keluarga besar Trah Pawirodikromo. Pasalnya, seluruh putra-cucu-buyut-canggah Kyai-Nyai Pawirodikromo berkumpul. Di tempat yang selalu berpindah-pindah pada “tanggal merah kedua” Hari Raya Idul Fitri, pertemuan keluarga yang dibingkai dalam acara halal bi halal digelar. Tak kurang dari 700-1.000 orang menyatu.</p>
<p class="MsoNormal">Sebegitu banyak orang? Benar.  Bagaimana tidak, Kyai-Nyai Pawirodikromo memiliki 18 putra. Mereka terdiri dari:</p>
<ol>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]--><span style="color:#993300;">Kyai Pawirodiryo (Kumendung)</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="color:#993300;">Kyai Pawiroyudo (Joholanang)</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="color:#993300;">Kyai  Wiropawiro (Kumendung)</span><!--[endif]--></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="color:#993300;">Kyai Gunodiharjo (Pakem Tegal)</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="color:#993300;">R. Ngt. Sutodiryo (Kledokan)</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="color:#993300;">Kyai Mertodiharjo (Maknorejo)</span><!--[endif]--></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="color:#993300;"><span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>Kyai Kromodiharjo (Pakem Tegal) </span><!--[endif]--></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="color:#993300;"><span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>R. Ngt. Pawirodinomo (Tegal Telan)</span><!--[endif]--></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="color:#993300;">Kyai Cokroatemo (Kumendung)</span><!--[endif]--></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="color:#993300;">Kyai Sutopawiro (Cemoroharjo)</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="color:#993300;"><span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>Kyai Notoutomo (Pakem Gede)</span><!--[endif]--></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="color:#993300;">R. Ngt. Harjowinoto</span><!--[endif]--></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="color:#993300;">–</span></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="color:#993300;"><span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>Kyai Pawirosentono (Kumendung)</span><!--[endif]--></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="color:#993300;"><span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>Kyai Partodimejo (Baratan)</span><!--[endif]--></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="color:#993300;"><span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>–</span><!--[endif]--></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="color:#993300;"><span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>–</span><!--[endif]--></li>
<li><!--[if !supportLists]--><span style="color:#993300;"><span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span>Kyai Gunopawiro (Cemoroharjo)</span><!--[endif]--></li>
</ol>
<p class="MsoNormal">
<div id="attachment_234" class="wp-caption alignleft" style="width: 247px"><img class="size-medium wp-image-234" title="syawalan trah pawirodikromo 2009a" src="http://aakuntoa.wordpress.com/files/2009/09/syawalan-trah-pawirodikromo-2009a.jpg?w=300" alt="antri sungkeman" width="237" height="178" /><p class="wp-caption-text">antri sungkeman</p></div>
<p>Luar biasa. Dari 2 orang menjadi 18, lalu menjadi ribuan. Dari dusun kecil Kumendung di lereng selatan Gunung Merapi menyebar hingga seluruh negeri, bahkan ada yang di luar negeri. Dari sepasang petani berturun-temurun menjadi guru, pegawai negeri, pengusaha, dosen, tentara, politisi, petani, dan beraneka profesi lainnya.</p>
<p class="MsoNormal">Jika Mbah Pawirodikromo masih “sugeng”, tentulah beliau akan bangga melihat keturunannya beranak-pinak sedemikian banyak.  Beliau pasti lebih bangga lagi ketika menyaksikan putra-wayahnya hidup rukun, pintar, dan memiliki kiprah yang besar bagi masyarakat.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color:#ff9900;">Ngumpulke balung pisah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">Pertemuan trah setiap Hari Raya Idul Fitri, sedari awal digagas untuk merawat tali persaudaraan sebagai sesama putra-wayah Mbak Pawirodikromo. Dan lebaran dipilih karena orang punya tradisi mudik, pulang kampung, menengok orangtua, dan saling bermaafan di antara saudara yang jarang bersua. Dengan kata lain, pertemuan trah menjadi simpul dari jejalin hubungan sosial dan spiritual.</p>
<p class="MsoNormal">Supaya simpul itu makin erat, pengurus trah merintis penyusunan buku silsilah keluarga. Sudah sejak lama rintisan ini dijalankan. Pengurus menghimpun data keluarga secara lengkap, mulai dari nama (termasuk nama suami/istri), nama anak dan cucu, alamat tempat tinggal, dan keterangan tahun kematian. Pendataan dan penyusunan buku ini diharapkan membantu keluarga besar trah untuk saling mengenal satu sama lain.</p>
<p class="MsoNormal">Bukan pekerjaan yang mudah. Persoalan mendasar, tradisi mencatat nama keluarga tidak ada. Hampir semua berdasarkan ingatan. Maka, acapkali, nama orang mengalami perbaikan karena salah penulisan. Nama tempat tinggal pun tidak lengkap. Alhasil, kita akan banyak menjumpai penulisan nama panggilan saja tanpa nama lengkap seperti Wawan, Alek, atau Nuri. Juga, penyebutan alamat yang hanya “Jakarta”, “Jabar”, “Palembang”,  tanpa kejelasan lebih.</p>
<p class="MsoNormal">
<div id="attachment_236" class="wp-caption alignright" style="width: 155px"><img class="size-medium wp-image-236" title="syawalan trah pawirodikromo 2009b" src="http://aakuntoa.wordpress.com/files/2009/09/syawalan-trah-pawirodikromo-2009b1.jpg?w=225" alt="canggah mbah ketiga" width="145" height="194" /><p class="wp-caption-text">canggah mbah wiropawiro [ki-ka: gustav (3.6.1.2.1), leo (3.6.1.1.3), glori (3.6.1.3.1), dan si cantik rindang (3.6.1.2.2)</p></div>
<div id="attachment_237" class="wp-caption alignright" style="width: 179px"><img class="size-medium wp-image-237" title="220909 mbak mulyowiyono n chandra usai syawalan trah wiropawiro" src="http://aakuntoa.wordpress.com/files/2009/09/220909-mbak-mulyowiyono-n-chandra-usai-syawalan-trah-wiropawiro.jpg?w=225" alt="chandrasena (3.7.1.3) menuntut mbah mulyowiyono (3.7)" width="169" height="226" /><p class="wp-caption-text">chandrasena (3.7.1.3) menuntun mbah mulyowiyono (3.7)</p></div>
<p>Syukurlah, sedikit demi sedikit ada kesadaran untuk melengkapi data di atas. Lewat komisaris perwakilan trah kecil, pembaruan data dikumpulkan. Meski tidak setiap tahun, buku silsilah ini pun terus dianyari. Seiring perkembangan teknologi, ketidakkompletan alamat, misalnya, bisa ditebus dengan informasi tentang nomor telepon rumah/selular yang bisa dihubungi.</p>
<p class="MsoNormal">Besar harapan kita, setiap anggota trah mau memberikan informasi tentang data diri dan keluarga ini demi semakin sempurnanya buku ini. Bagi sedulur-sedulur muda, atau yang makin akrab dengan teknologi komunikasi, data tentang alamat e-mail, facebook, twitter, atau jejaring sosial lainnya kami anjurkan untuk dibagikan. Tujuannya konkret, supaya hubungan persaudaraan makin erat. Jarak pun makin tipis. Kita jadikan perangkat-perangkat maya tersebut sebagai medium bersilaturahmi.</p>
<p class="MsoNormal">Usaha gigih pengurus pun terbukti membuahkan hasil. Berkat kerjasama dari keluarga besar trah yang membantu mengumpulkan data, kalau kita perhatikan, ada yang sungguh-sungguh baru di buku trah kali ini. Coba bandingkan dengan buku trah sebelumnya.</p>
<p class="MsoNormal">Panjenengan benar. Sebelum ini, dari 18 nama putra/putri Mbah Pawirodikromo, baru 13 yang diketahui identitas dan keluarganya. Yang 5, yakni nomor 13-17 kosong-mlompong. Yang terlacak hanya nomor 1-12 dan 17.</p>
<p class="MsoNormal">Kini kita boleh sedikit berlega hati. Dua nama yang “hilang” telah ditemukan, yakni  Kyai Pawirosentono, putra nomor 14 yang lenggah di Kumendung, dan Kyai Partodimejo, putra nomor 15 yang lenggah di Baratan. Sejatinya, putra-wayah dari kedua Mbak sudah mengikuti pertemuan trah. Namun, silsilah mereka baru berhasil dirampungkan.</p>
<p class="MsoNormal">Berdasarkan pengalaman ini, maka besar harapan kita, silsilah keluarga 3 Mbah yang belum juga tuntas bisa lekas dipungkasi. Dengan begitu, makin kompletlah daftar keluarga besar Trah Pawirodikromo.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color:#ff9900;">Ngopeni manfaat</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">Banyak dari kita sudah membuktikan manfaat dari kelengkapan data di buku ini. Saat hendak “ngulemi” entah untuk mantu, sunatan, atau hajatan lain, buku ini menjadi acuan dalam penyusunan daftar tamu undangan. Berkat buku ini, pernyataan “mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan, nama, gelar, dan alamat” bisa diminimalkan. Nama dan alamat akan tertulis dengan tepat.</p>
<p class="MsoNormal">Situasi lain yang perlu disebutkan adalah ketika terjadi “sripah”. Biasanya, sripah selalu diselimuti suasana serba mendadak dan kemrungsung. Juga kesedihan. Padahal, kabar duka harus segera disampaikan kepada kerabat dan handai taulan. Berdasarkan pengalaman, penyusunan berita lelayu bukanlah pekerjaan yang enteng. Tidak setiap keluarga duka tahu persis siapakah yang harus dilayati. Tetangga kiri-kanan pun kerap tidak paham keluarga besar dari almarhum/almarhumah yang perlu dikabari. Kalau pun tahu, selain namanya tidak lengkap, alamat tujuan pun tidak jelas. Ini sangat membingungkan bagi petugas yang diutus menyebar berita lelayu. Untunglah ada buku trah ini. Tidak ada lagi nama yang terlewat untuk dikabari.</p>
<p class="MsoNormal">
<div id="attachment_239" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-239" title="syawalan trah pawirodikromo 2009d" src="http://aakuntoa.wordpress.com/files/2009/09/syawalan-trah-pawirodikromo-2009d.jpg?w=300" alt="trah petani, penggarap sawah dan tegalan" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">trah petani, penggarap sawah dan tegalan</p></div>
<p>Bagi kita yang memiliki mobilitas antarkota yang tinggi, faedah buku ini pun begitu melimpah. Kita punya saudara yang tersebar di hampir seluruh daerah di Indonesia. Betapa ayemnya hati kita ketika menyadari bahwa di suatu kota kita punya saudara. Kita bisa mampir, baik sekadar beranjangsana, hingga syukur-syukur bisa mendapatkan tumpangan tidur. Saudara yang kita singgahi pun pasti tak kalah girangnya. Sebagai perantau, mendapat kunjungan dari saudara se-simbah tentulah seperti mendapatkan setetes air pelega dahaga. Di tanah rantau, persaudaraan itu mahal.</p>
<p class="MsoNormal">Yang tak kalah pentingnya adalah guyonan yang pernah disampaikan almarhum Bp Sigit Wruhantoro di suatu kesempatan pertemuan trah di Pakem Tegal beberapa waktu sebelum beliau meninggal. Kurang lebih beliau mengatakan, “Salah satu tujuan ikut trah adalah mengenali saudara kita. Jangan gara-gara tidak kenal, suatu saat menggoda wanita cantik di lampu merah eee… ternyata <em>pernahe</em> bulik.”</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="color:#ff9900;">Monumen Kumendung</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">Nama Kumendung sangat legendaris bagi keluarga besar Trah Pawirodikromo. Ada rasa hormat dan takzim tatkala mengaku diri sebagai “putra wayah Mbak Mendung”. Juga, ada rasa tanggung jawab untuk melestarikan pesan Simbah agar senantiasa hidup rukun sebagai saudara.</p>
<p class="MsoNormal">
<div id="attachment_238" class="wp-caption aligncenter" style="width: 182px"><img class="size-medium wp-image-238" title="240909 syawalan wiropawiro-monumen" src="http://aakuntoa.wordpress.com/files/2009/09/240909-syawalan-wiropawiro-monumen.jpg?w=225" alt="tugu, tetenger untuk mengingatkan pesan simbah" width="172" height="230" /><p class="wp-caption-text">tugu, tetenger untuk mengingatkan pesan simbah</p></div>
<p>Untuk semakin memudahkan ingatan kita akan Mbah Pawirodikromo, pengurus trah telah mendirikan monumen batu di Kumendung. Monumen itu berdiri kokoh di halaman joglo Bapak Kismorejo (3.8). Bentuknya tinggi bulat, menandakan semangat untuk <em>nggayuh</em> cita-cita setinggi langit, dan bulat sebagai simbol ikatan persaudaraan yang solid. Monumen itu dirancang oleh Bapak Murjiyo, kakak ipar Bapak Gunawan (3.8.2).</p>
<p class="MsoNormal">Monumen itu hanyalah batu. Namun, itu batu penjuru, tempat spirit Simbah tersimpan. Dengan begitu, ke mana pun kita pergi, ke mana pun kita bertugas melaksanakan amanat kehidupan, kita selalu mengingat betapa mewah harta peninggalan Simbah. Kita bisa seperti sekarang berkat pengorbanan Simbah semasa sugengnya. Semoga kita sanggup memikul dhuwur amanat Mbah Pawirodikromo.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Awal Yang Bagus (Salaman Massal ala Tentara)]]></title>
<link>http://serdadu95.wordpress.com/2009/09/28/awal-yang-bagus-salaman-massal-ala-tentara/</link>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 04:22:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>serdadu95</dc:creator>
<guid>http://serdadu95.wordpress.com/2009/09/28/awal-yang-bagus-salaman-massal-ala-tentara/</guid>
<description><![CDATA[Mungkin beberapa hari ini, ritual mudik masih menyisakan ber-bait cerita, tapi defacto hari ini adal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Mungkin beberapa hari ini, ritual mudik masih menyisakan ber-bait cerita, tapi defacto hari ini adalah awal kembali ke rutinitas semula. Jelas, diantara kita ada yang memperoleh kemenangan, ada yang impas… ada pula yang mengalami kekalahan &#8212; bahkan telak. Mau mengungkapkan kejujuran (terkadang) memang susah. Namun… sudahlah, masih ada tahun depan. Semoga saja di tahun 2010 yang akan datang… kita semua akan memperoleh kemenangan yang (lebih) gilang-gemilang &#8212; ndak ada yang kalah. Sehingga <em>grade </em>kita sebagai manusia bisa meningkat. Kepekaan dan kepedulian terhadap sesama pun menunju ke arah perbaikan yang menggembirakan<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Pagi ini, saiya dan seluruh rekan sejawat saiya baru saja mengawali kerja setelah libur bersama dalam rangka Idul Fitri 1430 H. Sebuah awal yang bagus, karena didahului dengan bermaaf-maafkan. Melupakan perasaan ndak enak, membersihkan hati dari segala kotoran – menghapus semua kesalahan yang (mungkin) pernah terjadi diantara kita. Dan itu diwujudkan dengan bersalam-salaman, seraya menebar senyum sambil berkata…” <em>Maafkan saiya yakk…</em>”. Dan balasan, “<em>Yakk sama-sama, maafkan saiya juga yaa..</em>” – tentu saja tak lupa dengan lemparan senyuman yang lebih <em>sumringah</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Hmmm… sangat indah. Sementara, ndak usah dipertanyakan seberapa lama kata “maaf” itu bisa bertahan – sebelum akhirnya kesalahan yang baru akan muncul kembali. Namanya juga manusia&#8230;, gudangnya salah dan lupa. Adab itu emang susah diingkari. Betoolll..??</p>
<p style="text-align:justify;">Ahhsyuuuu&#8230;.dahlah. Saiya yakin, pagi ini sampiyan-sampiyan juga melaksanakan ritual yang sama seperti yang barusan saiya lakukan. Bermaafan dengan rekan sejawat ditempat sampiyan-sampiyan menjalankan ”rutinitas” di dunia kerja sampiyan-sampiyan. Tapih apakah sampiyan pagi ini juga bersalam-salaman dengan lebih dari 700 orang dalam satu waktu seperti saiya?</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1236" title="#halal-bi-halal" src="http://serdadu95.wordpress.com/files/2009/09/halal-bi-halal.jpg" alt="#halal-bi-halal" width="457" height="545" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[UNDANGAN SILATURAHIM SYAWAL - HALAL BI HALAL]]></title>
<link>http://kualamadu.wordpress.com/2009/09/28/undangan-silaturahim-syawal-halal-bi-halal/</link>
<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 01:27:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>kualamadu</dc:creator>
<guid>http://kualamadu.wordpress.com/2009/09/28/undangan-silaturahim-syawal-halal-bi-halal/</guid>
<description><![CDATA[Assalamualaikum, Wr.Wb.Diharapkan kehadirannya pada acara Silaturrahim Syawal (halal bi halal) Alumn]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Assalamualaikum, Wr.Wb.Diharapkan kehadirannya pada acara Silaturrahim Syawal (halal bi halal) Alumn]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sejarah Kota Kendal]]></title>
<link>http://wongkendal.wordpress.com/2009/09/03/sejarah-kota-kendal/</link>
<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 07:00:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>Misro Tech</dc:creator>
<guid>http://wongkendal.wordpress.com/2009/09/03/sejarah-kota-kendal/</guid>
<description><![CDATA[Kali kita bahas tentang Sejarah yang bermanfaat yang bisa menambah semangat kita untuk menjadi lebih]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kali kita bahas tentang Sejarah yang bermanfaat yang bisa menambah semangat kita untuk menjadi lebih baik&#8230;he&#8230;., sesuai dengan nama blog ini dan karena saya lahir di kota Kendal juga jadi lebih baiknya kalau kita belajar sedikit tentang Sejarah Kota Kendal. coba dech liat nich&#8230;&#8230;.<br />
<a href="http://wongkendal.wordpress.com/files/2009/09/logo-kendal.jpg"><img src="http://wongkendal.wordpress.com/files/2009/09/logo-kendal.jpg?w=121" alt="logo kendal" title="logo kendal" width="121" height="150" class="aligncenter size-thumbnail wp-image-33" /></a><br />
<strong>UMUM</strong><br />
Nama Kendal diambil dari nama sebuah pohon yakni Pohon Kendal. Pohon yang berdaun rimbun itu sudah dikenal sejak masa Kerajaan Demak pada tahun 1500 &#8211; 1546 M yaitu pada masa Pemerintahan Sultan Trenggono. Pada awal pemerintahannya tahun 1521 M, Sultan Trenggono pernah memerintah Sunan Katong untuk memesan Pusaka kepada Pakuwojo.<!--more--></p>
<p>Peristiwa yang menimbulkan pertentangan dan mengakibatkan pertentangan dan mengakibatkan kematian itu tercatat dalam Prasasti. Bahkan hingga sekarang makam kedua tokoh dalam sejarah Kendal yang berada di Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu itu masih dikeramatkan masyarakat secara luas. Menurut kisah, Sunan Katong pernah terpana memandang keindahan dan kerindangan pohon Kendal yang tumbuh di lingkungan sekitar. Sambil menikmati pemandangan pohon Kendal yang nampak &#8220;sari&#8221; itu, Beliau menyebut bahwa di daerah tersebut kelak bakal disebut &#8220;Kendalsari&#8221;. Pohon besar yang oleh warga masyarakat disebut-sebut berada di pinggir Jln Pemuda Kendal itu juga dikenal dengan nama Kendal Growong karena batangnya berlubang atau growong.</p>
<p>Dari kisah tersebut diketahui bahwa nama Kendal dipakai untuk menyebutkan suatu wilayah atau daerah setelah Sunan Katong menyebutnya. Kisah penyebutan nama itu didukung oleh berita-berita perjalanan Orang-orang Portugis yang oleh Tom Peres dikatakan bahwa pada abad ke 15 di Pantai Utara Jawa terdapat Pelabuhan terkenal yaitu Semarang, Tegal dan Kendal. Bahkan oleh Dr. H.J. Graaf dikatakan bahwa pada abad 15 dan 16 sejarah Pesisir Tanah Jawa itu memiliki yang arti sangat penting.</p>
<p>Sejarah berdirinya kta Kendal adalah seorang pemuda bernama Joko Bahu putra dari Ki Ageng Cempaluk yang bertempat tinggal di Daerah Kesesi Kabupaten Pekalongan. Joko Bahu dikenal sebagai seorang yang mencintai sesama dan pekerja keras hingga Joko Bahu pun berhasil memajukan daerahnya. Atas keberhasilan itulah akhirnya Sultan Agung Hanyokrokusumo mengangkatnya menjadi Bupati Kendal bergelar Tumenggung Bahurekso. Selain itu Tumenggung Bahurekso juga diangkat sebagai Panglima Perang Mataram pada tanggal 26 Agustus 1628 untuk memimpin puluhan ribu prajurit menyerbu VOC di Batavia. Pada pertempuran tanggal 21 Oktober 1628 di Batavia Tumenggung Bahurekso beserta ke dua putranya gugur sebagai Kusuma Bangsa. Dari perjalanan Sang Tumenggung Bahurekso memimpin penyerangan VOC di Batavia pada tanggal 26 Agustus 1628 itulah kemudian dijadikan patokan sejarah lahirnya Kabupaten Kendal.</p>
<p><strong>BUDAYA DAN PAKAIAN ADAT</strong><br />
Kabupaten Kendal kaya dengan kegiatan budya baik yang bersifat tradisional maupun agamis seperti Syawalan Kaliwungu (event ini sudah terkenal hampir diseluruh Pulau Jawa), Sedekah Laut Tanggul Malang, Pesta Laut Tawang dan Pantai Bandengan. Disamping itu terdapat beberapa makam dari tokoh-tokoh adat maupaun penyebar Agama Islam diantaranya adalah Makam Pangeran Djuminah, Kyai Asyari, Sunan Katong, Paku Wojo yang terletak di Kecamatan Kaliwungu, Makam Pangeran Benowo di Kecamatan Pegandon dan Makam Kyai Seapu di Kecamatan Boja. Di cepiring juga ada pasar cepiring dan berbagai macam padagang di antara toko sepeda BMS yang dari dulu sudah ada di sana.<br />
Sedangkan pakaian adatnya dapat kita lihat di bawah ini.<br />
Putra: Blangkon model Mataram mondol trepes, jebeh nutup telinga. Busana bagian atas menggunakan beskap Sutowijayan (bagian depan nutup ke kanan dan jatuh lurus kebawah dengan 3 saku, bagian belakang landung dan belahan disamping kiri dan kanan). Bagian bawah menggunakan nyamping/ kain pesisiran menggunakan sabuk, epek timang, memakai keris/ duwung. Menggunakan selop tertutup.</p>
<p>Putri: Sanggul khas Kendal, rambut disasak dan dirapikan seperti halnya membuat sanggul jawa dan bagian samping kanan dan kiri dibentuk mepet telinga (tanpa sunggar). Kemudian untuk bentuk sanggulnya menggunakan sanggul Jawa Solo ukuran kecil dengan 3 tusuk konde model lingkar.</p>
<p>Nah sekarang kita lihat pada bagian Pariwisata, dan tidak kalah bagusnya dengan Kota lain di Jawa Tengah Kota Kendal juga terdapat Pariwisata yang nyaman dan aman seperti halnya dibawah ini :<br />
Salah satu obyek wisata terkenal di Kabupaten Kendal adalah Curug Sewu, yakni air terjun tiga tingkat setinggi 80 meter, terletak di Kecamatan Patean (perbatasan dengan Kabupaten Temanggung).</p>
<p>Beberapa obyek pariwisata lain di Kabupaten Kendal:</p>
<p>    * Pemandian air panas Gonoharjo Nglimut di lereng Gunung Ungaran<br />
    * Pantai Jomblom di Kecamatan Cepiring<br />
    * Pantai Sendang Sekucing di Kecamatan Weleri.<br />
    * Agrowisata kebun teh Medini di Kecamatan Limbangan, dimana tampak pemandangan Kota Semarang dari atas di Gunung Ungaran yang berketinggian 2.100 meter<br />
    * Goa Kiskendo di Kecamatan Singorojo; goa ini mempunyai legenda tentang kera putih Anoman<br />
    * Kolam Renang Boja di Kecamatan Boja. Di tempat ini ada tersedia dua kolam yaitu kolam olympic dan kolam untuk anak anak. Wisata ini .berada di pusat Kecamatan Boja.<br />
    * Agrowisata Sekatul. Terletak di Kecamatan Limbangan, sekitar 30 km ke arah selatan dari Kendal. Terdapat perkebunan buah stroberi dan buah-buahan lainnya, pemancingan, serta taman bermain untuk anak anak.<br />
    * Srendeng Agrowisata. Terletak di Desa Curugsewu, Kecamatan Patean, merupakan wisata Agro berbasis pendidikan terdiri dari Wisata Kebun, Peternakan, Pertanian, Outbound, Mebel dan village tour.</p>
<p>Nah itulah sedikit Sejarah tentang Kota Kendal&#8230;Artikel saya ambil dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Kendal">Wikipedia</a> dan saya edit seperlunya. Semga bermanfaat dan menambah wawasan tentang kota Kendal.</p>
<p>Wassalam&#8230;&#8230;Kendal Beribadat&#8230;..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Foto Syawalan 2008]]></title>
<link>http://arsip96ugm.wordpress.com/2008/11/07/foto-syawalan-2008/</link>
<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 14:58:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ariyadi</dc:creator>
<guid>http://arsip96ugm.wordpress.com/2008/11/07/foto-syawalan-2008/</guid>
<description><![CDATA[Buat teman2 yang ingin melihat foto kita saat syawalan kemarin silahkan klik foto Muzaki berikut:]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Buat teman2 yang ingin melihat foto kita saat syawalan kemarin silahkan klik foto Muzaki berikut:</p>
<p><a href="http://s522.photobucket.com/albums/w344/Ariyadie/007%20Arch96/"></a><a href="http://s522.photobucket.com/albums/w344/Ariyadie/007%20Arch96/" target="_blank"><img class="aligncenter size-medium wp-image-96" title="muzaki-anwar" src="http://arsip96ugm.wordpress.com/files/2008/11/muzaki-anwar.jpg?w=225" alt="muzaki-anwar" width="225" height="300" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Syawalan PPI UTP 2008 &amp; Temu bual dengan Atase Pendidikan KBRI Malaysia]]></title>
<link>http://ppiutp.wordpress.com/2008/10/26/syawalan-ppi-utp-2008-temu-bual-dengan-atase-pendidikan-kbri-malaysia/</link>
<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 14:41:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>ppiutp</dc:creator>
<guid>http://ppiutp.wordpress.com/2008/10/26/syawalan-ppi-utp-2008-temu-bual-dengan-atase-pendidikan-kbri-malaysia/</guid>
<description><![CDATA[Pocket D Academic Complex UTP Pada Sabtu, 25 Oktober 2008 lalu diadakan syawalan alias halal bil hal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_275" class="wp-caption alignleft" style="width: 190px"><a href="http://ppiutp.wordpress.com/files/2008/10/syawalanppi08_1.jpg"><img class="size-medium wp-image-275" title="syawalanppi08_1" src="http://ppiutp.wordpress.com/files/2008/10/syawalanppi08_1.jpg?w=300" alt="" width="180" height="119" /></a><p class="wp-caption-text">Pocket D Academic Complex UTP</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pada Sabtu, 25 Oktober 2008 lalu diadakan syawalan alias halal bil halal pelajar Indonesia di UTP beserta keluarga, yang juga dihadiri oleh beberapa dosen UTP yang berasal dari Indonesia. Acara ini berlangsung di Lecture Hall D2, Pocket D Academic Complex UTP.</p>
<p style="text-align:justify;">Inti acara yang dimulai sekitar pukul 2 siang ini adalah makan-makan, horeeeeee. Tersedia menu rendang kantin V1 yang sangat dikenal oleh pelajar Indonesia dan menjadi tempat kumpul makan siang bersama. Lengkapnya: Menu makan siang: nasi, telor dadar V1 (mak&#8217;nyus), rendang daging + sambal ijo, sayur daun singkong, kerupuk, buah-buahan, dan minuman. Snack : tahu isi and friend (surprise). <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Acara juga diselingi dengan penjelasan oleh Pak Joko Waluyo mengenai pemilihan calon Postgraduate Student Representative Indonesia di UTP. Acara dilanjutkan dengan temu bual bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Bp. Imran Hanafi. Berbagai persoalan yang berhubungan dengan kehidupan pelajar Indonesia di sini, seperti masalah akreditasi ijazah, legalisasi fotokopi ijazah, pelaporan diri, perpanjangan paspor, bebas fiskal bagi pelajar, validitas penggunaan SIM Indonesia di sini, pembuatan akta kelahiran anak yang dilahirkan di sini, pengurusan jenazah kalau ada yang meninggal di sini, dsb; semua dikupas tuntas. Acara diakhiri dengan pemberian cindera hati dari PPI UTP untuk Bp Imran.</p>
<div id="attachment_277" class="wp-caption alignleft" style="width: 190px"><a href="http://ppiutp.wordpress.com/files/2008/10/syawalanppi08_3.jpg"><img class="size-medium wp-image-277" title="syawalanppi08_3" src="http://ppiutp.wordpress.com/files/2008/10/syawalanppi08_3.jpg?w=300" alt="" width="180" height="119" /></a><p class="wp-caption-text">Bp. Imran Hanafi &#38; Ketua PPI UTP</p></div><br />
<div id="attachment_276" class="wp-caption alignleft" style="width: 129px"><a href="http://ppiutp.wordpress.com/files/2008/10/syawalanppi08_2.jpg"><img class="size-medium wp-image-276" title="syawalanppi08_2" src="http://ppiutp.wordpress.com/files/2008/10/syawalanppi08_2.jpg?w=199" alt="" width="119" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Antri ambil rendang</p></div><br />
<div id="attachment_278" class="wp-caption alignleft" style="width: 190px"><a href="http://ppiutp.wordpress.com/files/2008/10/syawalanppi08_4.jpg"><img class="size-medium wp-image-278" title="syawalanppi08_4" src="http://ppiutp.wordpress.com/files/2008/10/syawalanppi08_4.jpg?w=300" alt="" width="180" height="119" /></a><p class="wp-caption-text">Antusias mendengarkan penjelasan</p></div><br />
<div id="attachment_279" class="wp-caption alignleft" style="width: 209px"><a href="http://ppiutp.wordpress.com/files/2008/10/syawalanppi08_5.jpg"><img class="size-medium wp-image-279" title="syawalanppi08_5" src="http://ppiutp.wordpress.com/files/2008/10/syawalanppi08_5.jpg?w=300" alt="" width="199" height="119" /></a><p class="wp-caption-text">Foto bersama</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Syawalan PPI UTP 2008]]></title>
<link>http://ppiutp.wordpress.com/2008/10/21/syawalan-ppi-utp-2008/</link>
<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 06:12:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>ppiutp</dc:creator>
<guid>http://ppiutp.wordpress.com/2008/10/21/syawalan-ppi-utp-2008/</guid>
<description><![CDATA[PERSATUAN PELAJAR INDONESIA UNIVERSITI TEKNOLOGI PETRONAS &#8211; MALAYSIA 20 Oktober 2008 No       ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p align="center"><strong>PERSATUAN PELAJAR INDONESIA</strong></p>
<p align="center"><strong><span style="text-decoration:underline;">UNIVERSITI TEKNOLOGI PETRONAS &#8211; MALAYSIA</span></strong></p>
<p align="right">20 Oktober 2008</p>
<p>No                     : 06/E/01/X/2008</p>
<p>Perihal             : Undangan Halal Bihalal PPI-UTP dan Atase Pendidikan RI</p>
<p>Lampiran         : 1 (satu) lembar</p>
<p>Kami selaku pengurus PPI-UTP bermaksud untuk menyelenggarakan kegiatan halal bihalal sekaligus silaturahim dan diskusi antara PPI-UTP, Dosen dan Atase Pendidikan Republik Indonesia. Dengan diselenggarakannya kegiatan ini kami mengharapkan selain terbangunnya bangunan silaturahim yang lebih kokoh, maka diharapkan pula adanya titik terang dari beberapa permasalahan seputar pelajar Indonesia di UTP melalui forum diskusi.</p>
<blockquote><p><strong>Hari, Tanggal     : Sabtu, 25 Oktober 2008</strong><br />
<strong> Tempat              : Lecture Hall D2, Pocket D</strong><br />
<strong> Waktu                : 13.30 &#8211; 16.30</strong><br />
<strong> Acara                 : Halal Bihalal PPI-UTP dan Atase Pendidikan RI</strong></p></blockquote>
<p><strong> </strong><em>(Susunan acara terlampir) </em><br />
<strong> </strong><br />
Mengingat pentingnya acara ini, kami menghimbau Anda untuk menghadiri acara ini tepat pada waktunya. Sekian dari kami. Kami meminta maaf bila ada kesalahan. Terima kasih atas perhatian dan kerjasama Anda.</p>
<p>Hormat kami</p>
<p>Ketua Panitia                                                Ketua Umum PPI-UTP</p>
<p><strong> Syahrir Ridha                                            Redhata G A Rangkuti</strong></p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><em>Lampiran:</em></span></p>
<p align="center"><strong>SUSUNAN ACARA </strong></p>
<p align="center"><strong>Halal Bihalal PPI-UTP dan Atase Pendidikan RI</strong></p>
<p align="center"><strong>25 Oktober 2008</strong></p>
<p>13.30-14.30   Pembukaan dan Makan Siang Bersama<br />
14.30-16.30   Diskusi dengan Atase Pendidikan RI<br />
16.30-16.45   Penutup</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Syawalan Jakarta]]></title>
<link>http://namce8081.wordpress.com/2008/10/14/syawalan-jakarta/</link>
<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 01:49:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>namce8081</dc:creator>
<guid>http://namce8081.wordpress.com/2008/10/14/syawalan-jakarta/</guid>
<description><![CDATA[BILA TIDAK ADA ARAL MELINTANG, RENCANA AKAN MENGADAKAN SYAWALAN SEGENAP KELUARGA BESAR ALUMNI 6C, YA]]></description>
<content:encoded><![CDATA[BILA TIDAK ADA ARAL MELINTANG, RENCANA AKAN MENGADAKAN SYAWALAN SEGENAP KELUARGA BESAR ALUMNI 6C, YA]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[My Fren is U_Reuni Casello alumni 2006]]></title>
<link>http://siwimilk.wordpress.com/2008/10/13/my-fren-is-u_reuni-casello-alumni-2006/</link>
<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 05:12:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>ranger siwi</dc:creator>
<guid>http://siwimilk.wordpress.com/2008/10/13/my-fren-is-u_reuni-casello-alumni-2006/</guid>
<description><![CDATA[Siang itu hari Sabtu, 5 Oktober 2008 bertempat di (parkiran) SMA N 1 Wates CaseLLo 212 dimulailah ac]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">Siang itu hari Sabtu, 5 Oktober 2008 bertempat di (parkiran) SMA N 1 Wates CaseLLo 212 dimulailah acara reuni alumni 2006 yang bertajuk ‘My Friend is You’. Sebuah reuni yang pertamakali diadakan oleh angkatanku.</p>
<p>The two presenters; viva &#38; stovika mulai menyapa sana sini, mencoba meramaikan suasana. Setelah sekian lama molor, acara dibuka dg basmalah, dan dimas (ketua panitia) memberi sedikit kata ‘sambutan’. Diundang pula mas Hasan Basri (alumni 2005) sebagai pengisi acara. Dia mulai bercerita tentang perjuangan seorang laki-laki dalam menyelematkan lele bakar dari hujan, demi istrinya yang lagi sakit, kurang lebih begitu. Pastinya banyak hal yang ingin disampaikan lewat kisah itu,,namun,,ya namun,, begitulah. Kita yang sekian lama nggak bertemu dgn mantan tmen sekelas tak bisa menahan godaan untuk ngobrol sendiri. Maaf mas,,maaf..</p>
<p style="text-align:center;"><a href="../files/2008/10/img_5796.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-212" title="img_5796" src="../files/2008/10/img_5796.jpg?w=225" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Acara dilanjutkan dengan game makan donat,, pembagian dorprize, nostalgia, ishoma, live acoustic dll lupa. Gak ada ikrar,, gak ada salam2an, gak ada pemutaran film (lhoohh??) hehe..tapi cukup berterimakasih ma panitia dah dikasih ajang ketemuan temen2 semua.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="../files/2008/10/img_58111.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-214" title="img_58111" src="../files/2008/10/img_58111.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="../files/2008/10/img_5827.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-215" title="img_5827" src="../files/2008/10/img_5827.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
Sebetulnya khusus aku dan sebagian (kecil) anak ex 2.3 dah berencana untuk menciptakan tirani minoritas,,namun apa daya..semua tak berjalan dgn lancar,,adanya dominasi mayoritas panitia.. Hahaha.. Sudah cukup senang memandang wajah mereka yang kadang aku tak ingat namanya.
</p>
<p style="text-align:center;">Jam 1.45pm acara ditutup dengan nyanyi bareng ‘kemesraan ini janganlah cepat berakhir, hatiku damai, jiwaku tenang di sampingmu…’.</p>
<p>Anak2 ex 2.3 tak mau pulang begitu saja; harus ada gambar yang diabadikan, maka dibuatlah sebuah acara eksklusif ex 2.3 bertajuk ‘hidup narsisme’.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="../files/2008/10/img_5844.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-218" title="img_5844" src="../files/2008/10/img_5844.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="../files/2008/10/img_5843.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-219" title="img_5843" src="../files/2008/10/img_5843.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="../files/2008/10/img_5873.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-220" title="img_5873" src="../files/2008/10/img_5873.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="../files/2008/10/img_5864.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-221" title="img_5864" src="../files/2008/10/img_5864.jpg?w=300" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Mulai dari say ‘hai’, ‘aaaa’, ‘hooo’, pose ‘imut’,’gila’,’manis’ telah dilakukan. Dan adzan asar pun berkumandang, tandanya kita dah kebanyakan narsis. Udah cukup lelah ketawa2 sama mereka.. Kapan2 kumpul lagi ya???</p>
<blockquote><p>Harus..</p></blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tradisi Syawalan]]></title>
<link>http://risalahrasul.wordpress.com/2008/10/13/tradisi-syawalan/</link>
<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 02:12:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://risalahrasul.wordpress.com/2008/10/13/tradisi-syawalan/</guid>
<description><![CDATA[Setiap tradisi yang mampu bertahan lama, pastilah melalui proses evolusi kebudayaan yang panjang dan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Setiap tradisi yang mampu bertahan lama, pastilah melalui proses evolusi kebudayaan yang panjang dan]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pesta Lomban Terganggu Hujan]]></title>
<link>http://kaktotok.wordpress.com/2008/10/11/pesta-lomban-terganggu-hujan/</link>
<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 16:36:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>kaktotok</dc:creator>
<guid>http://kaktotok.wordpress.com/2008/10/11/pesta-lomban-terganggu-hujan/</guid>
<description><![CDATA[Rabu 10 Oktober 2008, pesta lomban yang berlangsung dan dipusatkan di Pantai Kartini, benar-benar me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Rabu 10 Oktober 2008, pesta lomban yang berlangsung dan dipusatkan di Pantai Kartini, benar-benar menjadi magnet kunjungan wisata. Salah satu aktivitas yang menarik dan masih dipertahankan nelayan sehingga bisa menambah daya tarik orang berkunjung adalah  larung sesaji berupa kepala kerbau.<!--more--></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong> </strong>Ribuan warga Jepara Rabu 10 Oktober 2008, mengikuti pesta lomban yang merupakan bagian dari tradisi tahunan Syawalan. Puncak Syawalan itu dimeriahkan dengan larung sesaji ke laut dan perang ketupat yang dilakukan masyarakat nelayan.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Didahului doa-doa, sesajen kemudian dilarung di tengah laut. Sontak para nelayan terjun ke laut saling berebut sesajen. Sebagian nelayan mengambil air laut tempat sesajen dilarung untuk disiramkan ke perahunya agar ikan tangkapan mereka melimpah.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial;">Kemeriahan belum usai. Saat perang klepet dan ketupat, para nelayan melemparkan makanan itu ke para penumpang sebuah kapal yang baru merapat di pelabuhan. Meski kaget dan sebagian terkena lemparan tidak ada penumpang kapal yang marah mendapat serangan mendadak ini.</span></p>
<p>Perang klepet ketupat menggambarkan konflik antarmasyarakat pada zaman penjajahan yang kemudian dilerai pemimpin masyarakat saat itu. Rebutan tumpeng yang disusun klepet dan ketupat mengakhiri pesta lomban. Warga berdesak-desakan untuk mendapatkan ketupat.</p>
<p><span style="font-family:Arial;">Pesta lomban adalah bagian dari tradisi tahunan Syawalan yang digelar sepekan setelah Hari Raya Idulfitri. Konon pesta lomban ini dimulai sejak tahun 1883</span></p>
<p>Mereka yang datang tidak hanya datang dari Jepara saja, tetapi masyarakat dari kabupaten tetangga juga banyak berdatangan ke tempat itu. Seperti Kudus, Demak, Semarang,  Grobogan dan Pati.</p>
<p>Bagi warga Jepara sendiri sebenarnya menyempatkan diri untuk menikmati suasana lomban di Pantai kartini maupun Pantai Bandengan selepas waktu ashar, sehingga semakin sore pengunjung semakin padan, namun sayang sekali pada pesta lomban Rabu kemaren hujan cukup deras mengguyur kedua obyek wisata tersebut, sehingga pengunjung yang akan datang ke Pantai Kartini maupun Bandengan menjadi malas, disamping para engunjung yang telah datang lebih awal berhamburan berteduh lalu pulang meninggalkan obyek wisata yang belum tuntas mereka nikmati.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Laporan syawalan 2008]]></title>
<link>http://namce8081.wordpress.com/2008/10/09/laporan-syawalan-2008/</link>
<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 05:13:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>namce8081</dc:creator>
<guid>http://namce8081.wordpress.com/2008/10/09/laporan-syawalan-2008/</guid>
<description><![CDATA[Aku jg nyuwun ngapuro sedoyo kalepatan. alhamdulillah sdh kembali ke rutinitas&#8230; Semua lancar. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Aku jg nyuwun ngapuro sedoyo kalepatan. alhamdulillah sdh kembali ke rutinitas&#8230; Semua lancar. ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tradisi Syawalan di Kampung ]]></title>
<link>http://relawandesa.wordpress.com/2008/10/08/tradisi-syawalan-di-kampung/</link>
<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 05:48:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>suryokoco adiprawiro</dc:creator>
<guid>http://relawandesa.wordpress.com/2008/10/08/tradisi-syawalan-di-kampung/</guid>
<description><![CDATA[Perpaduan Budaya dan Religi yang Tak Pernah Mati KabarIndonesia &#8211; Malam takbiran telah tiba. S]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Perpaduan Budaya dan Religi yang Tak Pernah Mati KabarIndonesia &#8211; Malam takbiran telah tiba. S]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[]]></title>
<link>http://alumnihmimpo.wordpress.com/2008/10/06/109/</link>
<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 02:32:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>alumnihmimpo</dc:creator>
<guid>http://alumnihmimpo.wordpress.com/2008/10/06/109/</guid>
<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum Wr.wb.. Taqobalallahu minna wa minkum.. Minal aidzin wal faidzin, Selamat Ied]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="margin-bottom:0;" align="justify"><a href="http://alumnihmimpo.files.wordpress.com/2008/10/ketupat.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-110" title="ketupat" src="http://alumnihmimpo.wordpress.com/files/2008/10/ketupat.jpg" alt="" width="550" height="299" /></a></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Assalamu&#8217;alaikum Wr.wb..</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Taqobalallahu minna wa minkum..</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Minal aidzin wal faidzin, Selamat Iedul Fitri 1429 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin..</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Semoga puasa kita berbuah Taqwa, amin..</p>
<p><!--more--></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">kepada segenap Alumni HMI MPO, kami mengundang segenap alumni HMI MPO dan keluarga besar HMI MPO untuk hadir pada Syawalan Keluarga Besar HMI MPO pada tanggal 25 Oktober 2008 pukul 09.00 sampai selesai. Bertempat di : Gedung Dharma wanita persatuan, Kuningan Jakarta..</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">demikian, semoga forum silaturahmi Syawalan 2008/1429 H keluarga besar HMI MPO semakin menguatkan ukhuwah diantara kita.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Wassalamu&#8217;alaikum wr.wb..</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KEhangatan Syawalan Waskita]]></title>
<link>http://eshape.wordpress.com/2008/10/05/kehangatan-syawalan-waskita/</link>
<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 19:42:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>eshape</dc:creator>
<guid>http://eshape.wordpress.com/2008/10/05/kehangatan-syawalan-waskita/</guid>
<description><![CDATA[Akhirnya syawalan Waskita terlaksana juga pada tanggal 3 Oktober 2008 di Mang Engking Castle Soragan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_oMKg-L5dMD4/SOfDmEQUqLI/AAAAAAAAA90/NzQQbRO9lO8/s1600-h/syawalan+waskita+03.JPG"><img style="display:block;text-align:center;cursor:hand;margin:0 auto 10px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oMKg-L5dMD4/SOfDmEQUqLI/AAAAAAAAA90/NzQQbRO9lO8/s400/syawalan+waskita+03.JPG" border="0" alt="" /></a><br />
Akhirnya syawalan Waskita terlaksana juga pada tanggal 3 Oktober 2008 di Mang Engking Castle Soragan.</p>
<p>Dari getok tular via SMS, ternyata yang datang lebih dari perkiraan [tahun lalu]. Pak Pius, kembali jadi host dan kembali datang &#8220;agak&#8221; terlambat. Hanafi, sebagai &#8220;co host&#8221; tampil nggak mengecewakan [datang duluan]</p>
<p>Pak Joni JA, bu Tyas yang tadinya kejebak macet di Jalan Yogya Magelang, akhirnya dapat juga nyampe dengan selamat.</p>
<p>Pak Didi, sampai malem nggak juga dateng, karena terjebak macet di Jalan Yogya Solo. Di depan pak Didi, yang lolos dari macet adalah pak Widi dan pak Lantip.</p>
<p>Herwidiakto yang tahun lalu &#8220;kepancal&#8221;, kali ini bisa hadir lengkap. Karyono Prayudi, seperti biasa datang dengan istri tercinta [anak-anaknya gak pernah ikut, sudah pada gedhe 'kali].</p>
<p>Pak Yoga, hampir pulang karena tidak ada nama Waskita yang &#8220;reserved&#8221; di RM itu. Rupanya pelayan di situ belum hafal dengan Waskita.</p>
<p>Pak Kristadi datang &#8220;on time&#8221;. Pak Margono, seperti biasa datang di awal waktu [in time].</p>
<p>Aku sendiri, karena cuma perlu waktu 3 menit untuk sampai RM, datang setelah pak Yoga, pak Bayu [sorangan wae pak?] dan pak Margono.</p>
<p>Tahun depan semoga dapat kumpul lagi di tempat yang lebih baik [he..he..he... pelayanan resto ini gak seperti di pusatnya yang lancar dan toiletnya penuh air].
<div>Insya Allah. Amin.</div>
<div>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_oMKg-L5dMD4/SOfDl87ZwJI/AAAAAAAAA9s/7AisZctiaPM/s1600-h/syawalan+waskita+01.JPG"><img style="display:block;text-align:center;cursor:hand;margin:0 auto 10px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oMKg-L5dMD4/SOfDl87ZwJI/AAAAAAAAA9s/7AisZctiaPM/s400/syawalan+waskita+01.JPG" border="0" alt="" /></a><br />
<a href="http://4.bp.blogspot.com/_oMKg-L5dMD4/SOfDmcv946I/AAAAAAAAA98/3n8Rg8fxxRk/s1600-h/syawalan+waskita+04.JPG"><img style="display:block;text-align:center;cursor:hand;margin:0 auto 10px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oMKg-L5dMD4/SOfDmcv946I/AAAAAAAAA98/3n8Rg8fxxRk/s400/syawalan+waskita+04.JPG" border="0" alt="" /></a></p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ Hukum dalam puasa Sunnah 6 hari bulan Syawal]]></title>
<link>http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/10/04/hukum-dalam-puasa-sunnah-6-hari-bulan-syawal/</link>
<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 08:30:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>Abu Umar</dc:creator>
<guid>http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/10/04/hukum-dalam-puasa-sunnah-6-hari-bulan-syawal/</guid>
<description><![CDATA[Penulis: Al-Lajnah Ad-Da&#8217;imah lil Buhuts wal Ifta&#8217; Dalil-dalil tentang Puasa Syawal Dari]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Penulis: Al-Lajnah Ad-Da&#8217;imah lil Buhuts wal Ifta&#8217; Dalil-dalil tentang Puasa Syawal Dari]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
