<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>taufik-rahzen &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/taufik-rahzen/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "taufik-rahzen"</description>
	<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 12:44:15 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[AGENDA PERBUKUAN SEPTEMBER 2009]]></title>
<link>http://duniabuku.wordpress.com/2009/09/01/agenda-perbukuan-september-2009/</link>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 00:01:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>oktawiguna</dc:creator>
<guid>http://duniabuku.wordpress.com/2009/09/01/agenda-perbukuan-september-2009/</guid>
<description><![CDATA[DISCLAIMER: Acara-acara ini mungkin tertutup atau terbatas untuk undangan. Mohon mengecek kembali da]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>DISCLAIMER: Acara-acara ini mungkin tertutup atau terbatas untuk undangan. Mohon mengecek kembali dan meminta informasi kepada panitia jika Anda tertarik untuk menghadirinya.</p>
<p>30/9<br />
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Indonesia mengadakan peluncuran dan diskusi buku <em>Kejahatan Negara: Pemerintahan, Kekerasan, dan Korupsi</em> di Aula Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, pukul 09.30. Acara menghadirkan pembicara berikut: Al. Andang L. Binawan, Eny Soeprapto, Lukman Hakim, Jhonson Panjaitan, dan H. S. Dillon.</p>
<p>29/9<br />
Pusat Studi Konstitusi, Hukum, dan Hak Asasi Manusia UIN Syarif Hidayatullah bekerja sama dengan the Asia Foundation meluncurkan buku <em>Demi Keadilan dan Kesetaraan: Dokumentasi Program Sensitivitas Jender Hakim Agama di Indonesia</em> di Kstaria Aria Wira Room, Hotel Atlet Century park, pukul 08.30. Buku akan didiskusikan oleh Direktur Puskumham UIN Syarif Hidayatullah Arskal Salim, Guru Besar Hukum Islam IAIN Ar Raniry Aceh Rusjdi Ali Muhammad, dan Yunianti Khuzaefah.<br />
<!--more--><br />
17/9<br />
Aliansi Jurnalis Independen dan Article 19 meluncurkan buku <em>Camden Principles on Freedom of Expression and Equality</em> di Hotel Nikko Jakarta, pukul 15.00. Acara diisi diskusi buku membahas kebebasan berekspresi oleh Senior Legal Counsel Article 19 United Kingdom, Toby Mendel; Editor in Chief Majalah Berita Mingguan Tempo, Bambang Harymurti; dan Direktur Yayasan SET, Agus Sudibyo.</p>
<p>15/9<br />
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meluncurkan biografi Menteri Riset pertama RI Soedjono Djoened Poesponegoro,<em>Tahun Penuh Tantangan</em>  yang ditulis Dhurorudin Mashad dan Ketua LIPI pertama, Sarwono Prawirohardjo, <em>Pembangunan Institusi Ilmu Pengetahuan di Indonesia</em> yang dikarang Asvi Warman Adam. Keduanya diluncurkan di gedung Widya Graha LIPI, Jalan Gatot Subroto, pukul 11.00</p>
<p>Unilever menyelenggarakan talkshow &#8220;Suka Menulis bisa Menumbuhkan Kreativitas dan Membentuk Karakter Anak&#8221; di Kantor Pusat Unilever, Jakarta.</p>
<p>Peluncuran buku <em>Seri Muslimah Berbusana Nusantara </em>di Ballroom Hotel Dharmawangsa, Jakarta, pukul 15.00.</p>
<p>Masyarakat Transportasi Indonesia mengadakan diskusi buku <em>Memacu Infrastruktur Di Tengah Krisis</em> yang ditulis Deputi Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Industri, Bambang Susantono, di News Museum, pukul 15.00. Acara menghadirkan Agus Pambagio dan Taufik Rahzen sebagai pembahas serta dimoderatori oleh Danang Parikesit.<br />
<!--more--></p>
<p>13/9<br />
Penerbit Salamadani menggelar diskusi buku <em>Indigostar: Sumberdaya Manusia Unggul dalam Rekacita</em> yang ditulis N. Syamsuddin Ch. Haesy di toko buku Gramedia Grand Indonesia, pukul 15.30.</p>
<p>Penerbit Mizan mengadakan diskusi buku <em>Mukjizat Shalat Malam</em> di Masjid Daarut Tauhid, Bandung, pukul 10.00, bersama Ust. Lily Chumaedi</p>
<p>5/9<br />
Diskusi proses kreatif penulis Pidi Baiq dan peluncuran buku terbarunya <em>Drunken Marmut</em> di gedung Indonesia Menggugat, pukul 16.00.</p>
<p>4/9<br />
Penerbit Hikmah (grup Mizan) meluncurkan buku <em>Akhirnya Tertawa Juga</em> yang ditulis penyiar radio kawakan Krisna Purwana, di Pasar Festival Kuningan, Jakarta pukul 15.30. </p>
<p>Peluncuran buku <em>Keuangan Mikro Indonesia </em> di Auditorium Soeria Atmadja FEUI, Universitas Indonesia, Depok, pukul 15.00.</p>
<p>3/9<br />
Diskusi buku <em>Api Sejarah; Peran Ulama dan Santri Dalam Menegakkan Negara Kesatuan RI</em> di toko buku Gramedia Matraman Jakarta, pukul 15.30.</p>
<p>1/9<br />
Dalam rangka memperingati 80 tahun pakar sejarah maritim Adrian B. Lapian, penerbit Komunitas Bambu meluncurkan buku <em>Orang Laut &#8211; Bajak Laut &#8211; Raja Laut; Sejarah Kawasan Laut Sulawesi Abad XIX</em> dan <em>Kembara Bahari: Esei kehormatan 80 Tahun Adrian B. Lapian</em>. Acara diadakan di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, pukul 16.00.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Didalam gudang sejarah]]></title>
<link>http://cacatotak.wordpress.com/2008/04/12/didalam-gudang-sejarah/</link>
<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 04:04:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>otakkiri</dc:creator>
<guid>http://cacatotak.wordpress.com/2008/04/12/didalam-gudang-sejarah/</guid>
<description><![CDATA[11 April, 2008 Untuk yang kedua kali, saya terdampar di tempat itu lagi. Sebuah tempat penyimpanan l]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>11 April, 2008</p>
<p>Untuk yang kedua kali, saya terdampar di tempat itu lagi. Sebuah tempat penyimpanan literatur-literatur, buku-buku, dan kumpulan tulisan-tulisan kuno. Kembali ke tempat tersebut rasanya menyenangkan. Waktu terasa berhenti, sesat. Dan ruh saya pun, serasa dilempar kedalam sejarah-sejarah masa lalu. Waktu berhenti, dan mundur secara cepat.</p>
<p>Agenda saya untuk kemarin itu, hanyalah untuk menziarahi 2 tempat saja. Yakni Jln Veteran &#8211;Tempat perpustakaan tersebut&#8211; Dan TIM. Di TIM ada kenduri cinta, pimpinan dari budayawan kondang : cak nun itu. Tapi saya sekarang ini sudah malas untuk menonton acara tersebut. Sudah basi, dan terlalu monoton buat saya. Yang dibahas selalu yang ituitu saja, selalu mengeluh tentang indonesia yang bla bla, tentang kepemimpinan yang bla bla, tapi minim dengan suatu tindakan yang real. Menjemukan.</p>
<p>Perpustakaan itu adalah milik seorang budayawan, Taufik rahzen. Saya selalu mentakzimi sepak-terjang beliau dalam berbagai hal, baik itu seni, budaya, dan humanisme beliau yang tinggi. Mendengar cerita-cerita orang tentang sejarah dirinya, membuat bulu kuduk saya berdiri ngeri. Ngeri, sekaligus terpesona. Betapa manusia seperti dia itu ternyata masih ada di bumi ini, dan di jakarta gilanya !.</p>
<p>Tentang Taufik Rahzen,</p>
<p>Anak-anak veteran disana memanggil beliau dengan sebuah panggilan kesayangan sekaligus kehormatan, cukup menyingkat inisialnya saja. TR. Unik bagi saya.</p>
<p>TR adalah sebuah saksi hidup dari indonesia, tentang sebuah seni perang teluk di irak. Bersama dengan 2 orang dari indonesia (Salah satu yang saya ingat adalah adik dari andi malarangeng, yakni Rizal Mallarangeng) Mereka ke irak untuk rela dijadikan &#8220;Human shield&#8221;. Perisai manusia. Gila. Mungkin pengalaman dari dia yang menarik untuk saya, salah satunya adalah ketika sebuah cruise missile mendarat tepat di sebelah kanan kamp dia. Hahaha. Dan untungnya, waktu itu dia selamat.</p>
<p>Mendengarkan cerita-cerita dari beberapa orang yang mengenal baik dengan TR, sangat menarik. Bagai sebuah dongeng dengan cerita-cerita tentang sebuah petualangan layaknya novel-novel seperti Tom Sawyer, Lima Sekawan. Ah, sungguh mengasyikan.</p>
<p>Syahdan, TR ini dulu pernah sesumbar. Apabila nanti ia selamat dari perang teluk kelak, ia ingin pulang melalui jalur darat. Gilanya, jalur darat yang ia maui itu adalah dengan jalan kaki. Ya !, jalan kaki, dari irak ke indonesia. Rute yang ia tempuh melalui india, lalu indonesia. Entah berapa daerah dan negara yang sudah ia tempuh dengan berjalan, saya kurang mengetahuinya. Konon butuh 2 tahun, untuk melakukan perjalanan tersebut.</p>
<p>TR, terlahir di sumbawa.</p>
<p>Di masa kecilnya dulu buku adalah sesuatu yang sangat sekali berharga, dan harus melalui suatu proses perjuangan dulu untuk bisa mendapatkan dan membacanya. Ia harus berjalan jauh, untuk bisa menebus sebuah buku saja. Kelak, inilah yang membuatnya sangat mencintai buku, Dan saking cintanya, sekarang ini TR sudah mengkoleksi ber-ton2 buku yang tersebar mulai dari jogja-jakarta-bandung, dan kota-kota lainnya yang belum saya ketahui.</p>
<p>Dan bagi saya, buku memang sesuatu yang sangat berharga. Saya bisa merasakan bagaimana rasanya kehilangan sebuah buku yang kita cintai itu. Waktu itu kostan tempat saya tinggal kebanjiran. Saya lupa, bahwa buku kesayangan saya, saya simpan di laci bawah rak meja. Saya sedang tidak ada dikostan waktu itu, dan kamar saya kunci. Air sudah masuk kedalam kamar, dan dengan mulus, satu laci kerendam air.</p>
<p>Sejak itulah, saya mulai berhati-hati sekali dalam hal penyimpanan buku.</p>
<p>12 April, 2008</p>
<p>Sekarang ini jam 11. Tepat 3 jam pantat saya telah tertempel di kursi kantor. Semalam baru sempat tertidur jam 4, itupun karena kecapekan. Sungguh, saya capek seharian itu. Kemarin, bersama dengan para anggota geng veteran itu, kami angkat2 buku perpustakaan. Kalau dihitung secara total, mungkin ada sekitar 2 ton lebih. Rencananya oleh pak TR, buku tersebut akan di pindahkan ke perpustakaan beliau yang ada di jogja. Mungkin untuk bahan riset sejarah lagi.</p>
<p>Hari ini baru saja kelar menyelesaikan kerjaan kantor,  seperti biasa menghadapi client besar (lagi) di hari libur : coca-cola, dan essar.  Duh, sial banget hari ini. Yah seperti biasa, troubleshooting aplikasi proxy mereka yang lagi ngadat. Belum selesai satu, yang lainnya nambah lagi. Selang beberapa menit, ada email dari pihak ritz calton bali, tentang mail server kali ini.</p>
<p>Sial, kenapa di hari libur seperti ini banyak trouble yah ?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
