<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>teknoifo &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/teknoifo/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "teknoifo"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 14:42:21 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI PERPUSTAKAAN]]></title>
<link>http://memans.wordpress.com/2008/06/02/pengantar-teknologi-informasi/</link>
<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 09:15:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>memans</dc:creator>
<guid>http://memans.wordpress.com/2008/06/02/pengantar-teknologi-informasi/</guid>
<description><![CDATA[Oleh : Lamang *) “ Over the last few hundred years, librarians have become skilled at finding the go]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:right;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Oleh : Lamang *)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>“ Over the last few hundred years, librarians have become skilled at finding the good stuff, organizing it, and making it easier for people to find and use. Librarians also figth for important ideas like fredoom of expression and thought, equality of access to information, and literary. “(Onno W. poerbo, 1999, mantan Kepala Perpustakaan ITB, dan pakar Teknologi InformasiAsia).<span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-45.6pt;text-align:center;margin:0 0 0 45.6pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> =</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Selama beberapa ratus tahun terakhir, perpustakaan telah menjadi terampil dengan adanya koleksi yang baik pengelolahannya dan membuat orang lebih mudah menemukan dan menggunakannya. Perpustakaan juga berperan untuk ide-ide penting, seperti kebebasan berekspersi dan berpikir, kebebasan menerima informasi dan literatur lainnya (b.p) translate by lamang.</span><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">I. PENDAHULUAN</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-14.25pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.25pt;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span> </span></strong>Perpustakaan merupakan tempat penyimpanan buku-buku, majalah, dan informasi aktual lainnya, yang dibutuhkan pada saat seseorang ingin menambah pengetahuan dari tulisan tersebut. Kehadiran perpustakaan bagi masyarakat bukan hanya menambah pengetahuan saja tetapi juga dapat membantu mencipatakan teknologi sederhana di dalam melakukan pekerjaannya.<span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-14.25pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.25pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>Konsep perpustakaan yang komvensioanal seperti di atas telah berubah secara dramatik pada beberapa tahun belakangan ini. Di negara-negara yang sudah maju, informasi yang ada pada suatu perpustakaan dapat di akses di rumah, di kantor, di ruang kuliah, atau di tempat-tempat lain, dan pada waktu kapanpun kita mau. Hal ini dapat terjadi karena perpustakaan konvensioanal, yang sebelumnya hanya merupakan tempat penyimpanan buku-buku yang secara pasif menunggu pembaca, menjadi suatu pusat informasi yang secara proaktif berada dimana-mana.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-14.25pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.25pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>Berdasarkan visi perkembangan perpustakaan di Indonesia ke depan bahwa yang menjadi acuan perkembangan perpustakaan adalah terciptanya jaringan (Networking) antar perpustakaan, baik antar unit yang ada di Indonesia, maupun akses kepada dunia global. Dan juga terciptannya konsep perpustakaan yang baru, yaitu yang asalnya perpustakaan yang fasif, terisolasi, dan tidak popular, menjadi suatu pusat informasi yang bersifat proaktif, dapat menyediakan informasi global secara lengkap, dan dibutuhkan oleh setiap orang. Ini pertanda bahwa pergeseran nilai-nilai masyarakat dalam aktivitas kehidupannya semakin mengikuti trend zaman, yang dibarengi dengan kemajuan teknologi dan ledakan informasi yang semakin mengglobal.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-14.25pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.25pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-14.25pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.25pt;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-14.25pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.25pt;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">II. Pengertian</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-14.25pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.25pt;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span> P</span></strong>enulis membagi beberapa pengertian TI, baik secara umum maupun secara khusus agar dapat terperinci seperti yang disampaikan oleh, G. Widiadnyana Merati (1997), bahwa teknologi informasi adalah teknologi yang menyediakan wahana transportasi informasi sehingga informasi tersebut dapat disalurkan dalam waktu yang cepat, tanpa mempermasalahkan jarak tempu dan waktu, kepada jumlah alamat yang banyak, dengan akurasi yang tinggi, serta modus yang interaktif. Perkembangan teknologi informasi yang sedemikian majunya sekarang ini, tidak dapat dipisahkan dari pesatnya perkembangan teknologi dan kecepatan perubahan yang diakibatkannya, telah mempengaruhi seluruh kehidupan masyarakat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-14.25pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.25pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>Ray Pritherch (1995), dalam buku Harro’s Librarians’ Glossary E.d. 8, menguraikan bahwa information technology: ageneral term to cover the acquation, processing, storage and dissemination of information of all types textual, numerical, graphical andsoud,- and in all application areas e.g. bangking, bussines, science, technology- not just libirarianship and information science. The term is restricted to sistem dependent on amicroelectronics-based combination of komputing and telecominications technology.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-14.25pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.25pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>Sedangkan Sulistyo-Basuki (1998), memberikan batasan teknologi informasi adalah aplikasi computer dan teknologi lain untuk pengadaan, penataan, simpan, temu balik, (retrieval) dan penyebaran informasi. Adul Ma’in juga memberikan pengertian tentang teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilakn, mengolah, serta menyebarkan informasi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-14.25pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.25pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>Lebih lanjut yang dikemukakan oleh Abd. Rahman Saleh, bahwa penerapan teknologi komputer di bidang perpustakaan dan informasi menjadi semakin penting, karena teknologi ini menjanjikan peningkatan mutu layanan perpustakaan terutama kecepatan dan efesiensi kerja.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-14.25pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.25pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-14.25pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.25pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-14.25pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.25pt;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">III. Sistem Komputer Otomasi Perpustakaan</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-14.25pt;text-align:justify;margin:0 0 0 14.25pt;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 32.25pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">a.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Hardware</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 32.25pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Hardware dalam bahasa Indonesia adalah perangkat keras yaitu suatu sarana komputer yang terdiri dari input device, processingdevice, output device, dan mass strorage sehingga perintah atau instruksi yang diberikan kepadanya dapat terlaksana dengan baik sehingga mencapai hasil yang diinginkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 32.25pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 32.25pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">b.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Sofware adalah merupakan perangkat lunak yang dijadikan oleh perangkat <span> </span><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 32.25pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">keras dalam melaksanakan instruksi-instrusi untuk memerintah mesin melakukan tugas tertentu. Lebih terperinci apa yang dinyatakan oleh Saydan (1992), bahwa perangkat yang diperlukan dalam sistem pengolahan data berupa instuksi, program, prosedur, metode kerja, dan lain-lain sebagainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 32.25pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">c.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Brainware</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 32.25pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Disamping ada perangkat keras dan lunak dalam sistem komputer otomasi ada juga perangkat yang sangat berperanan di dalam mencapai suatu tujuan sistem jaringan otomasi, yakni perangkat pemikir (Otak) yang lazim disebut sumber daya manusia. Karena perangkat sumber daya manusialah yang akan merencanakan, melaksanakan, mengndalikan, dan mengevaluasi serta menindak lanjuti suatu program otomasi perpustakaan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Sondang P. Siagian, bahwa komputer itu mesin hitung-tik yang cepat, mahal, tetapi dungu, komputer dikatakan sebagai alat yang dungu karena tidak mengambil keputusan, tidak dapat berpikir seperti manusia. Adanya paradigma komputer ini, sehingga peranan manusia dalam proses komputerisasi menjadi semakin penting dalam menggerakkan seluruh fasilitas teknologi informasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 32.25pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">d.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Pedoman Standar</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 32.25pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Jika kita ingin bekerja maksimal dan terarah untuk mencapai suatu tujuan tertentu, maka perlu ada arah pandang tersendiri. Di dalam melaksanakan kegiatan otomasi perpustakaan harus memiliki pedoman standar kerja pengolahan yang jelas agar pelaksanaan pekerjaan terorganisir, terarah, dan ada keseragaman kerja yang terpadu. Pedoman standar ini dibagi dua macam, yaitu untuk pedoman standar pengolahan deskripsi bahan pustaka secara manual, maka menggunakan Pedoman Katalogasi AACR2, ISBD(S) dan peraturan katalogasi yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional RI.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 32.25pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Sedangkan pedoman standar untuk pengolahan deskripsi bahan pustaka yang akan di otomatisasikan adalah menggunakan Pedoman IndoMARC.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 32.25pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">e.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Data dan Informasi</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 32.25pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Data adalah suatu fakta atau keterangan yang benar dan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian. Sedangkan informasi adalah data yang telah diproses ke dalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi penerima dan memiliki nilai nyata yang dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan saat ini maupun saat mendatang (Gordon B. Davis, 1995). Namun yang dimaksud data dan informasi dalam system otomasi perpustakaan adalah segala bentuk yang dapat memberikan keterangan atau informasi kepada pengguna perpustakaan, sehingga kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dapat terpenuhi dengan menggunakan sarana yang ada di perpustakaan,. Saran yang memiliki informasi dan paling banyak diperlukan di perpustakaan adalah koleksi bahan pustaka dalam bentuk buku, majalah, surat kabar, jurnal, dan informasi-informasi terseleksi lainnya, baik dalam bentuk manual (hardcopy) maupun elektronik (Rekaman).<span> </span><span> </span><span> </span><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:11pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 32.25pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">f.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Telekomunikasi</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 32.25pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Fungsi telekomunikasi adalah untuk menghubungkan titik-titik lokasi sehingga terjadi hubungan dan kemudahan menyalurkan informasi antar titik-titik tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 32.25pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Dalam sistem otomasi perpustakaan yang berbentuk jaringan atau menggunakan perangkat komputer secara multi user tentu harus di lengkapi dengan sarana telekomunikasi yang memadai, agar proses akses dan penyaluran data dari terminal ke terminal lainnya atau dari komputer client ke komputer server.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 32.25pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Perangkat ini adalah sarana penghubung akses data baik antar ruangan maupun ke tempat yang lebih jauh lagi. Sarana untuk komunikasi setiap sistem telekomunikasi memiliki beberapa komponen yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 50.25pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Telepon</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 50.25pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Radio</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 50.25pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">3.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Pemancar (VSAT), Waplan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 32.25pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 32.25pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Sarana transmisi telekomunikasi ini yang akan menghubungkan data analog ke data digital melalui komputer ke komputer lain, atau antara satu wilayah ke wilayah lebih luas dengan istilah jaringan global informasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">IV. Manfaat Teknologi Informasi di Perpustakaan</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 17.1pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Manfaat penerapan teknologi informasi bagi pemakai perpustakaan menurut Henderson<span> </span>(1992) adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 35.1pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Menyediakan akses yang cepat dan mudah pada informasi ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 35.1pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Menyediakan akses jarak jauh bagi pemakai ; <span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 35.1pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">3.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Menyediakan akses 24 jam (bila TI dioperasikan atau jasa layanannya sudah dalam bentuk web browsher) bagi pemakai :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 35.1pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">4.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Menyediakan akses informasi yang tidak terbatas dari berbagai jenis sumber ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 35.1pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">5.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Menyediakan informasi yang lebih mutakhir ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 35.1pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">6.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Menyediakan informasi yang dapat digunakan secara luwe bagi pemakai sesuai dengan kebutuhannya ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 35.1pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">7.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">meningkatkan keluwesan , dan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 35.1pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">8.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Memudahkan informasi ulang dan kombinasi data dari berbagai sumber.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 17.1pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Lebih jauh Cohrane (1992), menyebutkan beberapa keuntungan teknologi informasi bagi perpustakaan sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 35.1pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Memudahkan itegrasi berbagai kegiatan perpustakaan ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 35.1pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Memudahkan kerjasama dan pembentukan jaringan perpustakaan ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 35.1pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">3.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Membantu menghindari duplikasi kegiatan di perpustakaan ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 35.1pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">4.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Menghilangkan pekerjaan yang bersifat mengulang (Repetitif) dan karenanya tidak menarik dan membosangkan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 35.1pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">5.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Membantu perpustakaan memperluas jasa perpustakaan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 35.1pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">6.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Menimbulkan berbagai peluang untuk memasarkan jasa perpustakaan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 35.1pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">7.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Dapat menghemat uang dan malahan menjadi menghasilakn uang, dan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 35.1pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">8.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Meningkatkan efesiensi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 17.1pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Namun disis lain teknologi informasi memiliki kerugian/kelemahan atau kendala dalam penerapannya di Indonesia, misalnya menyangkut biaya, ketersediaan prasarana, seperti jaringan telekomunikasi, sikap pimpinan yang kurang menyadari keberadaan komputer bagi perputakaan serta adanya sikap gagap teknologi di kalangan pustakawan [GATEK].</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">V. Kegiatan Perpustakaan yang di Otomasikan</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.1pt;text-align:justify;margin:0 0 0 17.1pt;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span> </span></strong>Program teknologi informasi di bidang perpustakaan, telah berkembang melalui beberapa tahapan yang sejalan dengan perkembangan teknologi informasi. Perkembangan teknologi ternyata sangat berpengaruh terhadap konsep otomasi perpustakaan. Kalau pada awal kegiatan perpustakaan secara terpisah, perkembangan selanjutnya dicoba suatu konsepsi pengembangan sistem secara terpadu. Bambang Setiarso (1997), berpendapat bahwa ada tiga fungsi utama dengan adanya sistem terpadu pada perpustakaan yaitu, pengadaan bahan pustaka /informasi, pengolahan informasi yang didapat , dan layanan informasi berupa sajian yang layak dipakai. Selanjutnya ketiga fungsi tersebut diatas perlu ditunjang atau didukung oleh administrasi, secara teknis dan penelitian/ pangembangan yang mantap.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.1pt;text-align:justify;margin:0 0 0 17.1pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>Dari batasan tersebut di atas penulis, menguraikan kegiatan-kegiatan yang sangat perlu diotomatisasikan dalam pengelolaan perpustakaan:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.1pt;text-align:justify;margin:0 0 0 17.1pt;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-17.1pt;text-align:justify;margin:0 0 0 17.1pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>a. Akuisisi</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-28.5pt;text-align:justify;margin:0 0 0 28.5pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>Bagian pengadaan di perpustakaan sering disebut akuisisi termasuk bagian seleksi bahan pustaka. Namun dalam otomasi perpustakaan. Kegiatannya hanya memberikan informasi pertimbangan pengadaan bahan pustaka yang dibutuhkan oleh pengguna perpustakaan, baik dari hasil kegiatan verifikasi deskripsi bahan pustaka yang sudah ada maupun yang belum ada atau akan dipesan. Menurut Muh. Najib (1993), dalam Boss dan Maecum, menyatakan bahwa sistem pengadaan bahan pustaka dengan menggunakan komputer yang ideal meliputi sebagai berikut :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 46.5pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Mampu mengetahui bahan-bahan yang sudah ada di perpustakaan sehingga mudah memesan ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 46.5pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Memungkinkan pustakawan dalam memesan tambahan bahan pustaka bila masih di perlukan ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 46.5pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">3.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Mampu mengetahui keadaan penjual dan penyalur buku ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 46.5pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">4.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Mudah menentukan apakah materi tertentu yang dipesan sudah tidak terbit lagi atau belum terbit.<span> </span><span> </span><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 46.5pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">5.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Memudahkan Pustakawan memesan langsung ke penjual buku lewat </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 48.45pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">komputer dan mengatur perincian biayanya ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 46.5pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">6.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Memungkinkan bahan yang dipesan bila tersedia di kirim oleh penjual buku dalam jangka waktu 24 jam ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 46.5pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">7.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Memungkinkan untuk mengetahui judul-judul penting yang tersedia di database sehingga bisa digunakan untuk menyeleksi buku, dll.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:19.95pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">b. Pengolahan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:31.35pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kegiatan pegolahan yang dimaksud adalah kegiatan rutin/pokok pegolahan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:4.65pt;text-align:justify;margin:0 0 0 31.35pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Bahan pustaka yakni, penetapan nomor klasifikasi dan pembuatan deskripsi <span> </span>data bibiografis bahan pustaka yang lazim disebut katalogisasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 31.35pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Fungsi kegiatan klasifikasi bahan pustaka dalam sistem otomasi perpustakaan adalah untuk menyeragamkan nomor-nomor klas buku yang sudah ada di dalam pangkalan data (T082). Sedangkan kegiatan katalogisasi bahan pustaka yang baru diolah dalam pangkalan data, harus terlebih dahulu dibuatkan deskripsinya baik melalui worksheet manual maupun langsung pada lembar kerja sistem yang ada di pangkalan data komputer server. (T020-T999)<span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 19.95pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 19.95pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">c. Sirkulasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 19.95pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>Untuk kegiatan sirkulasi merupakan keluar dan masuknya bahan pustaka atau </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 34.2pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">dengan kata lain peminjaman, pengembalian , denda, tagihan, dan pendaftaran anggota perpustakaan secara terintegrasi secara cepat. Di samping kecepatan transaksi peminjaman dan pengembalian buku, komputer dapat membantu pustakawan pada bagian sirkulasi dalam hal-hal sbb :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 52.2pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">1)</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Menentukan judul buku yang tersedia dan dimana lokasi buku tersebut di simpang ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 52.2pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">2)</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Menentukan apakah seseorang pengguna dapat meminjam atau tidak ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 52.2pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">3)</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Menyiapkan surat peringatan pada peminjam buku-buku yang sudah melampaui batas-batas pengembaliannya ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 52.2pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">4)</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Memungkinkan seseorang pengguna dapat memesan bahan pustaka tertentu yang sedang tidak berada di perpustakaan ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 52.2pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">5)</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Dapat menghitung denda apabila seseorang terlambat mengembalikan buku ; <span> </span><span> </span><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 22.8pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">d. Statistik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-11.4pt;text-align:justify;margin:0 0 0 34.2pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>Kata statistik mempunyai dua macam pengertian, yakni dalam arti luas dan dalam arti sempit. Dalam pengertin luas adalah cara-cara ilmiah yang dipersiapkan untuk mengumpulkan, menyusun, menyajikan, dan menganalisa, data penyelidikan yang berwujud angka-angka. Dalam pengertian sempit adalah cara menunjukkan semua kenyataan yang berwujud angka-angka tertentu suatu kejadian atau gejala tertentu. Lebih jauh statistik diharapkan dapat menyediakan dasar-dasar yang dapat dipertanggungjawabkan untuk <span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span>menarik kesimpulan yang benar dan untuk mengambil keputusan yang layak. Statistik perpustakaan dalam otomasi adalah pengetahuan tentang cara mengelola data yang berupa angka-angka, table, grafik, mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan keadaan terutama kondisi aktivitas pengolahan bahan pustaka dan pelayanan sirkulasi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;text-align:justify;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;text-align:justify;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>e. Penulusuran Informasi</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Penulusuran informasi dengan istilah asing, <em>information retrieval, search information, seeling information.</em> Paulina Atherton (1986), mengemukakan bahwa penemuan kembali informasi adalah suatu operasi dimana butir-butir dipilih dari suatu koleksi, tidak hanya katalog perpustakaan, tetapi juga indeks atau bibliografi. Proses penumuan kembali berulang-ulang pada setiap penelusuran informasi. Sementara H.S. Lasa (1997) dalam kamus istilah perpustakaan, memberikan batasan penemuan kembali informasi sebagai proses pencarian kembali informasi yang disimpang suatu perpustakaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Penelusuran informasi di dalam sistem jaringan otomasi yang dimaksud adalah pencarian an penemuan informasi melalui catalog yang terpasang pada computer serves atau melalui webbrowsher internet.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>f. Jaringan Kerjasama Informasi</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 32.25pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kerjasama ini bisa diartikan dengan kerjasama antara dua atau lebih organisasi (dalam hal ini perpustakaan) untuk mengadakan layanan perpustakaan bersama untuk keperluan bersama dengan menggunakan falitas komputer yang ditunjang oleh tersedianya data base bibliografi bahan pustaka yang dipakai bersama. Jaringan kerjasam informasi yang dimaksud adalah layanan silang informasi khususnya deskripsi data bibliografi bahan pustaka yang dimiliki masing-masing perpustakaan baik yang sudah diolah dalam bentuk CD ROM (Off Line), maupun dalam bentuk Katalog Online di Internet dengan memiliki metadata format data base yang sama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">VI. Pemilihan dan Pemeliharaan Sistem Otomasi Perpustakaan <span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;text-align:justify;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>Di dalam penerapan sistem otomasi perpustakaan yang baik, maka perlu pertimbangan dan pemikiran yang matang di dalam merencanakan baik penyediaan perangkat maupun penentuan sistem manajeman yang akan dipakai. Khusus untuk pengadaan perangkat keras dan lunak serta sistem pengelolaannya harus memperhatikan beberapa faktor dan indikator yang akan menjadi subtansi pelaksanaan pekerjaan. Statemen ini bertujuan agar di dalam pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dengan baik sesuai yang diinginkan dengan berdasarkan prinsip efesiensi, efektifitas, dan peningkatan produktifitas kerja.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;text-align:justify;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>M.B. Line, dalam laporannya kepada British Menyatakan bahwa penerapan otomasi perpustakaan mempunyai dua tujuan utama yaitu :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;text-align:justify;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>1) Untuk pelayanan yang lebih baik dengan biaya yang lebih murah</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;text-align:justify;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>2) Untuk mendapatkan keuntungan<span> </span>(kelebihan) yang lebih besar.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;text-align:justify;margin:0 0 0 25.65pt;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Syarat-syarat sistem komputer yang memudahkan pemakai di perpustakaan adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 43.65pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Efektif biaya, artinya pengguaan sistem berbantuan komputer tidak berbeda biaya dengan metode manual ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 43.65pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Nyaman, artinya mudah diperoleh ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 43.65pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">3.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Penggunaannya mudah, artinya instruksi yang diberikan jelas, prosedur yang digunakan langsung tidak berbelit-belit ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 43.65pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">4.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Penggunaan syistem berbantuan komputer dianggap lebih mentereng, dan secara ekonomis menarik serta lebih bergensi ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 43.65pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">5.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Menghibur, artinya komputer merupakan mainan baru bagi pemakai ;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 43.65pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">6.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Cara mengguanakannya tidak berbeda dengan cara pemakai memperoleh informasi melalui sistem manual artinya tidak jauh menyimpang dari prosedur yang digunakan pemakai (Sulistyo-Basuki, 1991).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 43.65pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">a.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Harga Murah</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 43.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Indikator ini merupakan suatu perkiraan biaya yang dapat dijangkau oleh Platfon anggaran perpustakaan yang akan dipakai untuk membelinya. Namun tidak mengabaikan kwalitas perangkat yang akan diadakan dengan standar built up.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 43.65pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">b.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">User Friendly</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 43.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Pengadaan perangkat lunak selayaknya mempertimbangkan dengan keramahan di dalam pemakaiannya. Keramahan yang dimaksud adalah kemudahan di dalam mengoperasikan serta tidak membuat operator merasa canggung/asing menggunakannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 43.65pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">c.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Instans dan terientegrity</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 43.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Perangkat instans adalah perangkat lunak yang sudah siap pakai dikalagan umum dan sudah memenuhi persyaratan standarnisasi nasioanal atupun internasioanal. Perangkat lunak ini pula harus dirancang sedemikian rupa menurut kebutuhan aktivitas perpustakaan, agar nantinya di dalam pengopersiannya secara terpadu sampai menghasilkan sesuatu yang maksimal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 43.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 43.65pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">d.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">fleksibel</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 43.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Keflesibelan suatu perangkat yang akan diimplementasikan di perpustakaan, memang suatu tuntutan dan kebutuhan pustakawan sebagai tenaga operator dan pengguna perpustakaan sebagai pemakai jasa layanan otomasi yang setiap saat menggunakannya. Disamping itu, perangkat keras yang dipakai akan mudah up grade di masa akan datang apabila sudah tiba waktunya untuk dikembangkan secara spesifikasi dan tingkat kemampuan kerjanya dibutuhkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 43.65pt;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span><span style="font-size:small;">e.</span><span style="font:7pt;"> </span></span><span style="font-size:small;">Kompatibilitas dengan perangkat lunak lainnya (Compatibility)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 43.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Penyesuaian antara program yang ada dengan program lain yang akan dipergunakan dalam melaksanakan suatu pekerjaan, tampa ada pengaruh yang sifatnya akan menghambat proses kerja yang sedang berlangsung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">VII. Penutup</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;text-align:justify;margin:0 0 0 25.65pt;"><strong><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><strong><span> </span></strong>Demikian beberapa uraian makalah ini, kiranya dapat menjadi bahan informasi di dalam rencana penerapan sistem otomasi perpustakaan, agar perpustakaan yang dikelola dapat lebih menghasilakan produk informasi yang lebih cepat, dan tepat serta memiliki akurasi yang tinggi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;text-align:justify;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span> </span>Dengan menggunakan komputer beserta peralatan telekomunikasi lainnya, diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran informasi secara cepat, terpadu, baik melalui jaringan offline maupun jaringan online yang lebih luas (Internet).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;text-align:justify;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">DAFTAR PUSTAKA</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">ATHERTON, Pauline<strong><em>. Sistem dan Pelayanan Informasi. </em></strong>Penerjamah, Bambang Hartono. Jakabar : Aneka Kencana Abadi, 1986.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">BOSS, R.W. dan MARCUM, <strong><em>Online Acquisition System for Libraries.</em> </strong>Library Tecnology reports, 17, No.2, Marc-April 1981.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">HARININGSIH, S.P. <strong><em>Teknologi Informasi.</em></strong> Yogyakarta : Graha Ilmu, 2005.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">HENDARSON, F. “ <em>Ralation <strong>With User</strong></em> “ <strong><em>Dalam Information Tecnology in special Libraries.</em></strong> London : Routledge, 1992.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><strong><em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">http://www.geocities.com/HotSprings/</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">INDONESIA. Depdikbud. <strong><em>Kamus Besar Bahasa Indonesia.</em></strong> Ed. Kedua. Jakarta : Balai Pustaka, 1996.<span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">LAMANG. <strong><em>Efektifitas</em></strong> <strong><em>Penerapan Sistem Otomasi Perpustakaan Dalam Peningkatan Jasa Layanan Perpustakaan Nasional Propinsi Jawa Barat.</em></strong> Skripsi Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fak. Komunikasi Universitas Padjajaran Bandung, 1999.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">MERATI, G. Widadnyana. <strong><em>Perpustakaan dalam Era Teknomogi Informasi.</em></strong> Makalah Seminar Internet di Bandung, 1997. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">PRYTHERICH, Ray. <strong><em>Harrod’s Librarians Glossary</em></strong>. Eight. England : Gower, 1995. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">PUTRANTA, Hastha Dewa. <strong><em>Pengantar Sistem dan Teknologi Informasi</em></strong>. Yogtakarta : Ames 2004.<span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">RAHARJO, Budi. <strong><em>Memahami Teknologi Informasi</em></strong>. Jakarta : Elex Media Komputindo, 200.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">SADJA, Rhiza S.<strong><em> Perpustakaan Digital di Era Informasi Golobal.</em></strong> Makalah seminar sehari Digital Library di Era Global. 17 Januari 2005, dilaksanakan HNJ Ilmu Perpustakaan Unhas bekerjasama PD IPI Sulsel. <span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">SULISTYO-BASUKI. <strong><em>Periodesasi Perpustakaan.</em></strong> Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 1995. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-25.65pt;margin:0 0 0 25.65pt;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">_____________, <strong><em>Teknik dan Jasa Dokumentasi.</em></strong> Jakarata : Gramedia Pustaka, 1992.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">SUTEJO, Budi. <strong><em>Kamus</em> ++ <em>Jaringan Komputer.</em></strong> Yogyakarta : Andi, 2003<span> </span></span></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[50 ORANG TERPENTING DALAM DUNIA WEB]]></title>
<link>http://memans.wordpress.com/2008/06/02/50-orang-terpenting-dalam-dunia-web/</link>
<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 05:30:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>memans</dc:creator>
<guid>http://memans.wordpress.com/2008/06/02/50-orang-terpenting-dalam-dunia-web/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Siapa saja yang memberi pengaruh terbesar dalam jaringan online? Berdasarkan analisis PC Worl]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">&#8220;<strong>Siapa saja yang memberi pengaruh terbesar dalam jaringan online? Berdasarkan analisis PC World, terdapat tenaga broker Web, blogger, kalangan intelektual, dan pengusaha untuk menemukan kontribusi mengenai siapa yang menentukan cara pemanfaatan layanan Web orang di dunia</strong>.&#8221;<strong>Berikut daftar orang-orang penting dan berpengaruh dalam dunia web: </strong></span></p>
<p>1. Eric Schmidt, Larry Page, dan Sergey Brin, Eksekutif Google<br />
Jika harga saham Anda mencapai USD 500 per lembarnya, Anda berarti berhasil mengumpulkan uang sebanyak USD 33 miliar. Anda dapat menjalankan mesin pencari yang paling ramai trafiknya di Internet. Proyek kecil-kecilan Sergey Brin dan Larry Page asal Stanford berkembang menjadi gardu Web yang paling banyak dibicarakan dan salah satu dari beberapa nama pada daftar ini berubah menjadi verba. Schmidt meninggalkan Novell untuk bergabung dalam jajaran direktur Google pada tahun 2001 dan segera menjadi CEO perusahaan itu. Dengan mendominasi dunia periklanan online, Google sepertinya siap melakukan perjalanan akuisisi dan membeli YouTube menandakan langkah besar terhadap dominasi menyeluruh dalam bisnis Web. <!--more--></p>
<p>2. Steve Jobs, CEO Apple<br />
Tidak ragu lagi Anda pasti bosan dengan penghargaan media seputar aksi CEO Apple ini. Tetapi ketika seseorang mengaplikasikan gema musik gratis DRM ke seluruh dunia, sulit mengacuhkan kekuatan pengaruh pria tersebut. Jobs mempopulerkan download musik, acara TV, dan film secara legal. Melalui iPhone yang akan dirilis dalam waktu kurang dari lima bulan lagi, demonstrasinya pada MacWorld Expo memberi saran bahwa produk ini kemungkinan mempopulerkan Internet browsing menggunakan perangkat mobile.<br />
Jika harga saham Anda mencapai USD 500 per lembarnya, Anda berarti berhasil mengumpulkan uang sebanyak USD 33 miliar. Anda dapat menjalankan mesin pencari yang paling ramai trafiknya di Internet. Proyek kecil-kecilan Sergey Brin dan Larry Page asal Stanford berkembang menjadi gardu Web yang paling banyak dibicarakan dan salah satu dari beberapa nama pada daftar ini berubah menjadi verba. Schmidt meninggalkan Novell untuk bergabung dalam jajaran direktur Google pada tahun 2001 dan segera menjadi CEO perusahaan itu. Dengan mendominasi dunia periklanan online, Google sepertinya siap melakukan perjalanan akuisisi dan membeli YouTube menandakan langkah besar terhadap dominasi menyeluruh dalam bisnis Web.Tidak ragu lagi Anda pasti bosan dengan penghargaan media seputar aksi CEO Apple ini. Tetapi ketika seseorang mengaplikasikan gema musik gratis DRM ke seluruh dunia, sulit mengacuhkan kekuatan pengaruh pria tersebut. Jobs mempopulerkan download musik, acara TV, dan film secara legal. Melalui iPhone yang akan dirilis dalam waktu kurang dari lima bulan lagi, demonstrasinya pada MacWorld Expo memberi saran bahwa produk ini kemungkinan mempopulerkan Internet browsing menggunakan perangkat mobile.</p>
<p>3. Bram Cohen, Cofounder BitTorrent<br />
Sistem P2P seperti KaZaA dan eDonkey adalah produk tahun lalu. Masa depan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan BitTorrent, penggagas ahli matematika dan anak ajaib dalam dunia pemrograman Bram Cohen. BitTorrent dikembangkan pada 2001 dan mendapatkan popularitas sebagai cara pen-download-an file besar (seperti film) dengan pembagian beban melalui hardware dan bandwidth. Kecakapan teknologi ini menangani file besar membawa Cohen berselisih dengan Motion Picture Association of America, yang meminta BitTorrent memindahkan konten berhak cipta dari jaringannya. Tetapi penarikan itu tidak menghambat kerjanya. Dilaporkan lebih dari sepertiga trafik Web saat ini berasal dari klien BitTorrent. BitTorrent dan kalangan raksasa dunia hiburan sejak lama telah menggabungkan kekuatan mereka. BitTorrent Entertainment Network yang baru saja dilansir mengeluarkan ribuan film standar industri, acara televisi, game, dan lagu-lagu untuk dijual dan disewa.</p>
<p>4. Mike Morhaime, Presiden Blizzard Entertainment<br />
Dalam dunia online gaming, terdapat World of Warcraft, dll. Dengan jumlah pemain sebanyak 8 juta di seluruh dunia, Blizzard meraup keuntungan sebesar USD 1,5 miliar setahun dari WoW. Setiap pemain dengan terengah-engah terus memperhatikan Mike Morhaime bila ada kesempatan untuk mendapatkan Blade of Eternal Justice. Seperti dengan Second Life, keseluruhan bisnis dunia nyata berdasarkan teknologi game. Tidak seperti Second Life, walaupun bisnis ini mengeksploitasi ekonomi dan permainan game WoW, keseluruhannya tidak memberikan sambutan yang baik.</p>
<p>5. Jimmy Wales, Founder Wikipedia<br />
Banyak pengunjung online menganggap ensiklopedi Internet Wikipedia sebagai penghentian pertama dan terakhir dalam pencarian sebuah topik. Konten yang dihasilkan penggunanya menjadi sangat dapat diandalkan sehingga majalah Nature mendeklarasikannya sebagai &#8220;sumber yang hampir seakurat [Encyclopedia].&#8221; Situs tersebut dikutip sebagai sumber informasi dalam lebih dari 100 keputusan pengadilan di AS sejak 2004. Tetapi popularitasnya juga menjadikan Wikipedia sebagai target oleh para spammer, kasusnya sangat banyak sehingga Wikipedia untuk sementara waktu memblokir akses dari seluruh negara Qatar untuk aksi pengeditan. Untuk menggagalkan usaha spammer, Wales putuskan penghapusan tag &#8220;nofollow&#8221; pada link eksternal, memberitahukan mesin pencari untuk mengacuhkan link dalam mencegah peningkatan buatan terhadap peringkat mesin pencari target link ini. Strategi ini menjamin keunggulan Wikipedia bahwa pencarian akan terus meningkat. Tetapi Wikipedia hanyalah langkah awal Wales. Ia juga meluncurkan mesin pencari pribadi bernama WikiSeek yang melakukan pencarian terhadap situs-situs yang disebutkan dalam Wikipedia.</p>
<p>6. John Doerr, Venture capitalist pada Kleiner, Perkins, Caulfield &#38; Byers<br />
Mantan salesman Intel, John Doerr telah menjadi raja aset enterprise di Silicon Valley sejak 27 tahun lalu dan melakukan investasi dalam bisnis teknologi mulai dari Sun Microsystems, Amazon.com, hingga Google. Jeff Bezos (lihat nomor 24) pernah menggambarkan Doerr sebagai &#8220;pusat gravitasi Internet.&#8221; Doerr juga menyertakan uang untuk menyokong kampanye politik, mendukung inisiatif pemilihan suara negara bagian yang cukup kontroversi di California terkait energi alternatif, dan penelitian stem-cell.</p>
<p>7. Craig Newmark, Founder Craigslist<br />
Dalam situsnya tidak terdapat iklan, mengenakan biaya sangat rendah terhadap sebagian kecil pengunjungnya, memiliki domain &#8220;.org,&#8221; dan memiliki 23 pekerja. Saat ini meskipun memiliki tampilan sederhana, Craigslist mengakumulasikan 14,1 juta tampilan halaman Desember lalu dan menjadi situs ke-52 yang paling banyak dilihat Desember lalu berdasarkan comScore Media Metrix. Craigslist milik Newmark menjadi candu bagi banyak pihak yang secara spontan menyegarkan kembali daftar barang-barang gratis, &#8220;bersambutan hangat,&#8221; dan iklan pribadi selagi lari dari pekerjaan sehari-hari. Hal yang paling penting, situs itu dengan kekuatannya sendiri hampir menghancurkan bisnis iklan yang dikategorikan sebagai offline. Di area pantai San Francisco saja, satu penelitian menemukan, situs tersebut menguras USD 65 juta per tahun dengan porsi iklan pendukung kelangsungan hidup surat kabar lokal.</p>
<p>8. Peter Levinsohn, Presiden Fox Interactive Media<br />
Fox Interactive Media, bagian dari News Corporation milik Rupert Murdoch, adalah salah satu unit Web terkuat dan mengendalikan 13 situs dengan jangkauan mulai dari MySpace.com hingga yang paling kontroversial FoxNews.com., pelengkap bagi siaran film tradisional dan properti televisi News Corp. Divisi yang berfokus pada Internet meliputi top 10 properti yang dikunjungi di dunia pada Desember 2006, berdasarkan comScore World Metrix. Menurut TechCrunch, kemungkinan akan terdapat tambahan lainnya, ketika Fox Interactive memiliki USD 2 miliar uang pengakuisisian untuk digulirkan.</p>
<p>9. Marissa Mayer, Vice president Google untuk search products &#38; user experience<br />
Ratu produk Google mengawasi berbagai daftar layanan Web dan perangkat raksasa pencarian ini, seperti Google Maps, Google Desktop, dan Google Base, serupa layanan e-commerce eBay. Wanita nomor satu di Google ini bergabung dalam perusahaan tersebut sebagai insinyur perempuan pertama pada 1999. Ia sebelumnya adalah pegawai perusahaan di nomor Alibaba.com dan bekerja mengembangkan tampilan minimalis Google yang saat ini cukup familiar. Tetapi jangan menyalahkannya atas semua pekerjaan dan jangan main-main terhadapnya. Menurut situs Google, ia mengorganisasi pegawai tugas malam.</p>
<p>10. Chad Hurley dan Steve Chen, Founder YouTube<br />
Walaupun Google mengakusisi perusahaannya, founder YouTube, Chad Hurley (CEO) dan Steve Chen (CTO) sepertinya mengkampanyekan semua hal agar bisa terealisasi. Tokoh video Internet ini memperkenalkan rencana pembayaran user atas video, dan perusahaan ini juga menandatangani beberapa kemitraan konten media besar (dengan MTV, NBC, Warner Music, dll). Rekan co-founder, Jawed Karim malah meninggalkan perusahaan itu dan mengejar gelar master dalam bidang sains komputer di Stanford University.</p>
<p>11. Kevin J. Martin, Chairman Federal Communications Commission AS<br />
Ia mungkin berpenampilan lugu dan biasa saja, tetapi Martin tidak diragukan lagi adalah birokrat Web yang paling berpengaruh. Ia mengambil alih kendali FCC pada 2005, dan saat ini ia menghadapi sedikit kontroversi dan tidak adanya skandal seperti dialami pendahulunya Michael Powell. Tetapi tidak berarti ia tidak dapat menghentikan koneksi Internet Anda seperti keinginan terbesarnya.</p>
<p>12. Brad Templeton, Chairman of the board Electronic Frontier Foundation<br />
Jika pernah menemukan diri Anda berada di sisi yang salah terkait hak cipta elektronik dan persaingan kebebasan pribadi, perlu diketahui Brad Templeton dan Electronic Frontier Foundation adalah teman Anda. Mereka membela pendistribusi file yang digugat oleh Recording Industry Association AS dan mengajukan komplain melawan American Online untuk mengungkap masalah pencarian pelanggan. Saat ini mereka tengah memerangi blogger yang tidak mau diam dengan pembuat publikasi bocoran dokumen sehubungan salah presentasi pihak-pihak tertentu terhadap Eli Lilly dengan efek samping obat Zyprexa. Nafsu besar Templeton terhadap hak cipta dan kebebasan berbicara tidak mengherankan. Veteran yang mempublikasikan Web ini mulai melancarkan aksinya sejak 1989 ketika mendirikan ClariNet, perusahaan yang mempublikasikan layanan yang disebut Templeton sebagai &#8220;surat kabar pertama di Internet.&#8221;</p>
<p>13. Henry Chon, CEO Cyworld<br />
Jangan sebut Cyworld sebagai MySpace-nya Korea. MySpace justru adalah Cyworld-nya AS. Di Korea Selatan, berdasarkan perkiraan 25 % populasi (dan 90 % penduduk remajanya) memiliki akun Cyworld. Situs ini memiliki desain individu berupa miniatur avatar animasi mewakili mereka dalam dunia online unik. Pada 2006, CEO Henry Chon menawarkan Cyworld ke kawasan AS. Walaupun Cyworld saat ini mendapat kesuksesan sebanding, MySpace tidak dengan mudah dapat beristirahat jika catatan profil Chon memberikan indikasi adanya kompetisi di masa depan.</p>
<p>14. Shana Fisher, Senior vice president IAC/InterActiveCorp untuk strategi dan M&#38;A,<br />
Chairman dan CEO IAC/InterActiveCorp<br />
Barry Diller, mencintai online enterprise miliknya. Setelah perayaan pembelian, IAC saat ini memiliki Ask.com, Citysearch, Expedia, Match.com, Ticketmaster, dan host bisnis Web berorientasi layanan. Tetapi siapa yang menganjurkan Diller untuk menginvestasikan uangnya? Tentu saja penasehat merger dan akuisisinya, senior VP, Shana Fisher, yang menentukan ke mana dan kapan saatnya IAC harus berinvestasi. Pengawasannya atas serentetan aksi akuisisi IAC menjadikannya tanpa ragu sebagai wanita paling kuat dalam bisnis Internet.</p>
<p>15. Niklas Zennstrom dan Janus Friis, Founder Skype dan KaZaA<br />
Sepertinya Niklas Zennstrom dan Janus Friis tidak dapat berhenti membuat inovasi. Pertama mereka membuat jaringan distribusi file peer-to-peer (walaupun dikacaukan malware) KaZaA. Lantas mereka meningkatkan usaha dengan membuat software VoIP yang sangat terkenal, Skype. Setelah menjual Skype ke eBay seharga USD 2,6 miliar, pasangan ini kembali memproduksi Joost (awalnya bernama &#8220;The Venice Project&#8221;), sebuah layanan distribusi video P2P yang saat ini masih dalam bentuk beta untuk kalangan sendiri. Akankah Zennstrom dan Friis membuat aplikasi peruntungan pembunuh? Setelah diwajibkan menyelesaikan perkara hukum RIAA sehubungan KaZaA dengan nilai USD 100 juta, mereka langsung menegosiasikan dengan penyedia konten saat persiapan peluncuran Joost secara resmi.</p>
<p>16. Matt Mullenweg, Developer software dan situs blogging WordPress<br />
Matt Mullenweg hampir tidak membeli minuman (beralkohol), tetapi penggila open source berusia 22 tahun ini berhasil mengembangkan WordPress, software publikasi open source yang disukai oleh peminat blogging di seluruh dunia. Pada 2004, WordPress sudah cukup dikenal sehingga rumah penerbit Web, CNet, menarik Mullenweg untuk menangani proyek ini. Mullenweg mengundurkan diri pada 2005, meninggalkan tawaran untuk bekerja penuh buat WordPress, yang dewasa ini lebih menyerupai content-management system, dengan berbagai template, widget, dan plugin, dan perlindungan antispam Askismet.</p>
<p>17. Philip Rosedale, CEO Linden Lab<br />
Philip Rosedale menggunakan konsep MMORPG (massively multiplayer online role-playing game) dan menghadirkannya dalam destinasi Web virtual yang paling sering dibicarakan, Second Life. Tetapi jangan menganggapnya hanya sebagai sebuah permainan. Bagi makin banyak &#8220;penggunanya,&#8221; Second Life menjadi kehidupan pertama, di mana mereka dapat melakukan apa saja dalam dunia virtual mulai dari menikah hingga peluncuran bisnis yang berfungsi secara eksklusif sesuai batasan yang dimiliki situs tersebut. Banyak pebisnis dunia nyata membuka cabang di layanan Second Life juga. Faktanya, Second Life menjadi sangat terkenal karena serangan telak mulai dilancarkan. Nick Denton dari Valleywag membandingkan sistem finansialnya dengan skema piramida</p>
<p>18. Jon Lech Johansen, Creator DeCSS decryption program<br />
Lebih dikenal sebagai DVD-Jon, Jon Lech Johansen adalah hacker asal Norwegia yang mengungkap sistem enkripsi yang digunakan pada film DVD, tetapi memberi kemungkinan penyalinannya. Johansen merilis DeCSS decryption program pada 2002 dan saat itu ditawarkan secara nasional. Akhirnya lebih disebarluaskan, Johansen melancarkan pemecahan DRM iTune buatan Apple (kembali) selagi ia bekerja sebagai software developer di AS. Jika terjadi kekacauan dengan pemukulan dalam membongkar format high-definition DVD dengan muslix64 yang masih anonim, pembuat program &#8220;backup&#8221; untuk HD DVD akhir tahun lalu dan untuk Blu-ray Disc pada Januari lalu. Johansen tetap pembelot yang paling ditakuti media besar.</p>
<p>19. Jerry Yang, David Filo, dan Terry Semel, Kalangan Eksekutif Yahoo<br />
Inovasi produk Google dan pembelian YouTube seharga USD 1,65 miliar mungkin mengacuhkan Yahoo dari kalangan publik, tetapi raksasa Web tersebut dipimpin oleh founder Yang dan Filo serta CEO Terry Semel yang melancarkan serangan balik. Dua tahun lalu, Yahoo mengambil alih situs photo-sharing Flickr dan situs bookmark sosial Del.icio.us. Perusahaan ini juga melanjutkan aksinya dengan peluncuran properti baru seperti Yahoo Food dan Yahoo Pipes (untuk pembuatan custom data feed). Pergeseran Yahoo ke platform iklan Panama mewakili usaha lain menarik pendapatan iklan yang telah dikuasai Google.</p>
<p>20. Jack Ma, COO Alibaba.com<br />
Ingin melakukan bisnis di China tanpa memesan tiket pesawat ke Shanghai? Alibaba.com adalah pertaruhan terbaik. Didirikan oleh Jack Ma pada 1999, e-marketplace business-to-business yang sangat sukses ini adalah tempat online terbaik untuk bertemu dengan pihak-pihak dan memasarkan tawaran proposal dan produk. (Ma dikutip ketika mengatakan bahwa perusahaan itu mendapatkan kesuksesannya sejak ia diculik di Malibu dan muncul keadaan di mana ia harus membantu penahannya memulai bisnis di China.) Pada tahun 2005, Yahoo membuat investasi bernilai miliaran pada Alibaba yang saat ini menjalankan Yahoo China. Perusahaan itu sekarang terperosok dalam skandal, ketika menyediakan informasi penyebab penahan seorang wartawan China akibat pembongkaran rahasia negara.</p>
<p>21. Brewster Kahle, Direktur Internet Archive<br />
Sejak 1996, Internet Archive nirlaba ini mengumpulkan ribuan byte data—buku tua, film, musik, dan tayangan televisi. Sementara itu, fitur lainnya bernama Wayback Machine, sedikit mengambil gambar sejarah Web untuk catatan aksi browsing. Kunjungilah gambar lama situs kesukaan Anda melalui Internet, mungkin akan terasa kaget betapa berbedanya halaman itu dahulu. Kahle ikut membuat Internet Archive dengan tujuan &#8220;memelihara warisan digital,&#8221; tetapi jangan biarkan kalangan kurator yang sederhana membodohi Anda. Kahle juga bersaing untuk hak cipta AS dalam kasus Kahle melawan Gonzales, kasus hukum amendemen pertama yang mengesankan.</p>
<p>22. Ray Ozzie, Chief software architect Microsoft<br />
Pada 2006, saat Bill Gates melepaskan posisinya sebagai chief software architect pada Microsoft setelah dipegangnya selama 30 tahun, pengamat menyambut pengganti pilihannya dengan tepuk tangan: software visionary, Ray Ozzie. Kreator software kolaborasi Lotus Notes dan Groove kini bertugas menjamin relevansi teknologi Microsoft dalam era di mana Web menjadi ancaman yang akan menggantikan desktop OS tradisional. Perintis dalam kolaborasi berbasis komputer, Ozzie sepertinya siap untuk menangani pekerjaan itu. Satu saran spontan untuk Ray: Ia perlu memikirkan peng-update-an blog miliknya dahulu.</p>
<p>23. Markos Moulitsas Zuniga, Blogger Daily Kos<br />
Suara kiri yang paling berkumandang mengenai Web, adalah Markos &#8220;Kos&#8221; Moulitsas, seorang tokoh politik tanpa identis online. Blog miliknya menampilkan komentar kalangan liberal mulai dari Nancy Pelosi hingga Jimmy Carter, dan Moulitsas bahkan pernah melansir sebuah konferensi (disiarkan menjadi bagian aksi C-Span) bagi para aktifis politik berpikiran serupa. Dukungan Kos tidak selalu berupa kesuksesan, tetapi dukungannya terhadap Ned Lamont mempengaruhi lawannya, Joe Lieberman, yang mengalami kekalahan dalam pemilihan pendahuluan Senat Partai Demokrat di Connecticut tahun lalu, walaupun Lieberman menang telak dalam pemilihan umum sebagai kalangan independen. Kos tidak mengindikasikan hasrat apapun terkait kepemilikan kantor sendiri.</p>
<p>24. Jeff Bezos, CEO Amazon<br />
Ia mungkin melansir Amazon.com dengan tujuan pengembangan situs itu menjadi toko buku online terbesar, tetapi Bezos menunjukkan bahwa bisnis buku dan CD di seluruh negara itu hanyalah aksi pertama. Putaran berikutnya: merambah barang mainan, kaus, dan perangkat berat. Dan saat ini, sebagai cabang bisnisnya, Bezos melemparkan dirinya sendiri ke dalam layanan Web. Artinya? Hanya sebagai awal dari framework terbaru pengembangan situs, termasuk layanan &#8220;utilitas komputasi&#8221; yang mungkinkan Anda membeli server time dengan harga 10 sen untuk selama satu jam. Sementara menanti ditemukannya cara strategi grid computing inovasinya bekerja, jangan lupa bahwa Bezos akan menawari Anda Barbie Fashion Fever Grow &#8216;N Style Styling Head dengan potongan harga hingga 50 %.</p>
<p>25. Robert Scoble, Vice president of media development untuk PodTech.net<br />
Anda tahu aktivitas para pekerja adalah suatu kesuksesan jika pebisnis besar ingin ikut bergabung. Bagi bisnis besar itu —yang menyandang nama Microsoft— telah melakukan segalanya dengan benar. Semuanya ini menyangkut Robert Scoble. Saat menjadi pekerja Microsoft, ia membuat blog tentang perusahaan itu dan memperkenalkan sisi kemanusiaan dari kerajaan Redmond. Pandangan sekilas terhadap pekerjaan inti Microsoft, teknologi hebatnya, dan orang-orang cerdasnya menghancurkan (atau paling tidak merentakan) stereotype Microsoft. Blog Microsoft lantas menjadi bagian integral komunikasi perusahaan itu dengan para penggunanya. Pada 2006 Scoble meninggalkan Microsoft untuk PodTech.net, di mana video podcast Scoble Show berisi wawancaranya dengan para gaek. Bintang tamu terbarunya adalah editor in chief PC World, Harry McCracken, yang berhenti memperdebatkan pertanyaan abadi: Mac atau PC? Scoble juga pernah mewawancarai kandidat presiden AS 2008 John Edwards, yang terang-terangan mempersulitnya blogger itu.</p>
<p>26. John Battelle, Entrepreneur dan chairman Federated Media Publishing<br />
Pengusaha dan wartawan John Battelle mendapatkan posisi di sisi arena saat berlangsungnya pembukaan Web 1.0, 2.0 (ia menjadi cohost acara konferensi Web 2.0 Summit dengan Tim O&#8217;Reilly—lihat nomor 36), dan (dalam fase awal) 3.0. Sebagai tambahan, ia menemukan sesuatu yang dianggap sebagai Vanity Fair dan People Magazine sebagai era Internet: Wired Magazine dan The Industry Standard. Proyek teranyarnya, Federated Media Publishing, mewakili daftar utama konten online. Daftarnya sebanyak lebih dari 50 situs menyertakan 43 Folders, Ars Technica, BoingBoing, dan TechCrunch. Buku Battelle terbitan 2005 berjudul The Search: How Google and Its Rivals Rewrote the Rules of Business and Transformed Our Culture dan blog miliknya, Searchblog, dapat dibaca oleh siapa saja yang ingin memahami kestabilan perkembangan dunia industri teknologi.</p>
<p>27. Lawrence Lessig, CEO Creative Commons<br />
Pernyataan statusnya yang bagaikan raja dalam bidangnya, Wired bahkan pernah menjulukinya sebagai &#8220;Elvis of Cyberlaw&#8221;—dan beberapa nama lainnya. Lawrence Lessig adalah profesor pada Stanford University Law School serta founder dan ketua Creative Commons (CC), inisiatif nirlaba yang mempromosikan sistem lisensi gratis tetapi tanpa pembatalan untuk karya online. Dirancang memungkinkan pemegang hak cipta untuk mendistribusikan konten dan mengontrolnya karena lisensi CC menginterpretasikan apakah pemegang hak tersebut masih membutuhkan atribusi lain, pembatasan penggunaan komersil, atau memungkinkan karya salinan mendapat perhatian khusus. Aktivitas musik seperti DangerMouse dan David Byrne menyediakan lagu-lagunya dalam lisensi Sampling Plus CC untuk distribusi nonkomersil dan contoh komersil, sementara terdapat pembatasan pemasangan iklan untuk itu. Properti media yang dilisensi Creative Commons tersimpan dalam bentuk yang dapat dicari ulang pada halaman Creative Commons Search.</p>
<p>28. Meg Whitman, CEO eBay<br />
Jika ada industri yang tidak terjamah eBay, saat ini kita tidak akan menemukannya. Entah berusaha menyertakan produk PlayStation 3 pada minggu yang sama dengan publikasinya atau berusaha melengkapi setelan gambaran aksi Thundercats, Anda mungkin akan mengunjungi raja segala lelang yang patut dimuliakan. Tetapi Meg Whitman, yang berperan sebagai CEO eBay saat ini usianya menjelang 9 tahun (berdasarkan era standar dot-com) dan memiliki banyak ide dari sejak masa boneka GI Joe dan masalah kantor pusat. Ia juga menjadi bos sistem pembayaran online Web terbesar, PayPal, dan bangga terhadap kepemilikan terbarunya atas sistem VoIP paling terkenal, Skype.</p>
<p>29. Ron Wyden, Senator AS asal Oregon<br />
Senator senior AS asal Oregon dari partai Demokrat, memiliki peringkat panjang sebagai salah satu suara Capitol Hill yang paling berpengaruh dalam bidang teknologi. Selama jabatannya, Wyden menjadi penulis dan anggota penulis Science and Technology Emergency Mobilization Act, Cyber Security Research and Development Act, dan CAN-SPAM Act yang kontroversi. Baru-baru ini, Wyden memperkenalkan rancangan undang-undang bernama Internet Nondiscrimination Act, yang mencegah perusahaan telekomunikasi membayar lebih besar untuk distribusi konten yang lebih cepat.</p>
<p>30. Michael Arrington, Blogger/publisher asal TechCrunch<br />
Pengusaha dan mantan pengacara yang ikut membuat jawaban pemerintah Kanada untuk pihak Netflix (Zip.ca), Michael Arrington, alihkan perhatiannya pada 2005 ke masalah blogging tentang perusahaan Web anyar. Hampir setiap malam ia menjadi sensasi, memperoleh bermacam perhatian, menjilat dari calon dot-com yang biasanya dipesan oleh nama-nama seperti Gates dan Jobs. Dengan properti TechCrunch yang saat ini berkembang hingga mencapai 6 domain, Arrington yang kadang pemarah ini tidak diragukan lagi adalah pekerja blogger yang paling hebat dewasa ini.</p>
<p>31. Bruce Schneier, Cryptographer<br />
Entah fokusnya adalah Transportation Security Administration prosedur keamanan terbaru atau pertanyaan kepastian keamanan password dengan 12 karakter, Bruce Schneier tawarkan renungan paling logis (dan paling sangat berpengaruh) pada keamanan komputer yang sepertinya dapat ditemukan secara online atau offline. Tulisan Schneier terbaru tentang masalah keamanan terkait dengan perang melawan teroris—luar negeri, di rumah, dan secara online—perlu dibaca.</p>
<p>32. Kevin Rose, Founder Digg<br />
Semua orang yang memiliki cerita di jaringan Web ingin agar user Kevin Rose &#8220;menggalinya.&#8221; Mantan pembawa acara TechTV (dan kolega Leo Laporte—lihat nomor 47) mendirikan Digg.com pada 2004, menghadirkan kekuatan jaringan sosial untuk bidang pemberitaan. Algoritma Digg mungkinkan user mengajukan berita kesukaan mereka dan memilihnya. Ekspansi Digg hingga ke luar berita teknologi hingga kategori berita mainstream pada Juni 2006 mendorong BusinessWeek memilih gambar Rose yang terlihat bodoh pada bagian depan bersama dengan estimasi penawaran dengan alis mata yang naik sebesar USD 60 juta. Entah Rose seorang multijutawan atau bukan, situsnya ternyata hanya memiliki sedikit pengaruh dalam jaringan Internet.</p>
<p>33. David Farber, Founder Interesting-People.org<br />
Sejak awal 1990, David Farber telah menjalankan mailing list Interesting-People. Mulanya hanya berupa beberapa e-mail sederhana untuk kalangan teman dan kolega (orang-orang yang tertarik) dan berubah menjadi deposit mailing list online. Interesting-People mengetengahkan topik mulai dari 9/11 hingga netralitas Digital Millennium Copyright Act to Net dan selanjutnya menjadi matang dengan komentar opini dari beberapa orang berpengaruh. Farber saat ini adalah profesor sains komputer dan public policy pada Carnegie Mellon University. Posisi sebelumnya juga sebagai petugas chief technologist untuk Federal Communications Commission.</p>
<p>34. John Hinderaker, Scott Johnson, dan Paul Mirengoff, Author PowerLine<br />
Kandidat politik tidak mampu lebih lama mengacuhkan blog politik, dan PowerLine adalah salah satu blog khusus kalangan politik yang paling berpengaruh. Tiga serangkai neo konservatif tersebut—tiga pengacara yang bertemu saat menimba ilmu pada Dartmouth College— mulai mendapat kepercayaan dari &#8220;RatherGate,&#8221; ketika mereka menyusun argumen paksaan di mana dokumen Killian tersebut, yang digunakan Dan Rather selama siaran berita 60 Minutes pada layanan National Guard milik George W. Bush, ternyata tipuan. Awalnya, Rather dan CBS News tidak mengindahkan blogger PowerLine; tetapi akhirnya, CBS mengakui adanya pemalsuan tersebut dan Rather mengundurkan diri.</p>
<p>35. Vinton G. Cerf, Chairman ICANN Board of Directors, serta vice president dan chief Internet evangelist untuk Google<br />
Memiliki peran dalam pengembangan protokol TCP/IP sarana bergantung jaringan. Vinton G. Cerf adalah salah satu bapak pendiri Internet. Sebagian besar karyanya sehubungan protokol muncul selama era 1970-an dan awal 1980-an sementara pada masa itu ia bekerja untuk DARPA (Department of Defense&#8217;s Advanced Research Projects Agency, agen proyek penelitian mutakhir departemen pertahanan, red). (Untuk menghargai usahanya, Cerf dan mitranya Robert Kahn dianugerahi Presidential Medal of Freedom pada 2005.) Saat ini, Cerf memimpin ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers), dan sejak tahun 2005 ia menjadi vice president dan chief Internet evangelist Google. Ia menjadi pembela tangguh untuk masalah netralitas Internet, terutama sebelum diajukan ke pihak Senate Judiciary Committee. Ia juga bekerja dengan NASA dalam Jet Propulsion Laboratory pada sebuah Interplanetary Internet bagi kepentingan sistem komunikasi luar angkasa yang lebih luas.</p>
<p>36. Tim O&#8217;Reilly, Founder dan CEO O&#8217;Reilly Media<br />
O&#8217;Reilly adalah pencipta frase &#8220;Web 2.0,&#8221; dan ia juga ikut menjadi pembawa acara (bersama dengan John Battelle—lihat nomor 26) ajang konferensi industri Web 2.0 Summit yang wajib diikuti. Penerbit keluaran Harvard ini membuat yayasan dengan fokus pada manual komputer. Banyak peminat komputer segera dapat mengenali keruwetan garis hitam dan putih gambar binatang yang menghiasi sampul buku O&#8217;Reilly. Tetapi perusahaan ini tumbuh mengintegrasikan media baru—blog, podcast, dan barita online—dukungannya.</p>
<p>37. Drew Curtis, Founder Fark.com<br />
Vulgar, kasar, dan menghasilkan trafik, itulah cara yang ditempuh Fark.com dalam mengundang komunitas komentator khususnya untuk berpartisipasi dalam pembedahan yang selalu brutal. Akan tetapi hal ini sering kali kocak tentang berita hangat yang terkadang menjadi berita baru. Ketika situs ini memberikan lampu hijau untuk berita dengan baris kepala deskriptif &#8220;Anna Nicole Smith&#8217;s condition downgraded to dead,&#8221; Reuters dan media pemberitaan internasional lainnya lantas melaporkan faktanya. Enterprise ini masih dijalankan oleh seorang pria, founder dan asisten cerdas Drew Curtis. Pada Januari 2007, ia meluncurkan FarkTV pada situs video komedi SuperDeluxe. Ia juga dijadwalkan akan merilis buku berjudul It&#8217;s Not News, It&#8217;s Fark: How Mass Media Tries to Pass Off Crap as News pada bulan Mei 2007.</p>
<p>38. Gabe Rivera, Creator Techmeme<br />
Gabe Rivera mengkreasikan content-analysis algorithm kuat yang mampu memindai media berita dan blog tradisional, mengidentifikasi narasi penting, dan mengkategorisasikannya dengan tanda berupa hal yang mudah dibaca. Tujuannya untuk menemukan narasi berita besar selanjutnya yang saat ini belum dimiliki. Itulah mengapa blogger berpengaruh, decision maker, dan kutu berita menganggap situs Techmeme harus dibaca. Sementara Digg menyusun narasi berita berdasarkan pilihan, dan Slashdot (lihat nomor 44) melakukannya berdasarkan opini editorial, teknologi yang mendasari Techmeme—dan situs turunannya WeSmirch, Memeorandum, dan Ballbug—menyediakan cara paling hebat dalam pemanfaatan kekuatan investigasi blogosphere.</p>
<p>39. Dave Winer, Blogger dan author RSS 2.0<br />
Jika Anda menghabiskan waktu berjam-jam sehari untuk membaca podcast, maka Anda dapat berterima kasih atau menyalahkan Dave Winer (semua itu tergantung Anda sendiri). Ia adalah salah satu inventor podcasting—dan salah satu blogger angkatan pertama. Winer mulai dengan blog miliknya bernama Scripting News, yang masih dapat dibaca dengan jelas, pada 1997. Ia juga ikut menulis protokol SOAP, sebuah elemen instrumental dalam Web service tanpa operating system. Tetapi, RSS karyanya—yang merupakan teknologi di belakang feed konten Web—adalah yang mampu melambungkan namanya. Produk itulah, ditambah kemampuannya meyakinkan New York Times untuk melakukan RSS dan karyanya yang dapat dimodifikasi sehingga dapat mendukung file media (melahirkan podcast), menjadikannya sebagai bapak distribusi konten era modern.</p>
<p>40. Mike Schroepfer, Vice president of engineering Mozilla<br />
Dalam kelangsungan perang browser, Mike Schroepfer adalah jenderal bintang lima yang memimpin raksasa tentara open-source tetapi secara desentral yang terdiri dari para anggota dan relawan insinyur. Misinya: mengimprovisasikan Web browser terbaik di dunia, Firefox. Lingkungan open-source Firefox mungkinkan siklus pengembangan yang lebih cepat untuk pengintegrasian fitur baru dan keamanan tambahan. Verifikasi kesuksesannya adalah adopsi Internet Explorer 7 terhadap fitur FireFox seperti tabbed browsing.</p>
<p>41. Perez Hilton, Hollywood blogger<br />
Suka atau tidak, blogger kontroversi ini (bernama asli: Mario Lavandeira) mengubah wajah wartawan selebritis. Situs Hilton yang sangat terkenal sepanjang waktu tawarkan akses tentang berita dan foto selebritis, tetapi itu bukan salah satu alasan mengapa ia masuk dalam daftar ini. Hilton mengalami perseteruan hukum dengan agen foto X17, yang menuduhnya menggunakan foto berhak cipta tanpa izin. Hilton mengklaim posting foto pada situsnya adalah hal yang sah, sesederhana mudahnya penggunaan gambar dalam berita. Selanjutnya, perkara hukum federal senilai USD 7,6 juta akan sangat berpengaruh cara blogger di manapun untuk memanfaatkan foto digital secara online.</p>
<p>42. Paul Graham, Trevor Blackwell, Robert Morris, dan Jessica Livingston, Founder Y Combinator<br />
Daripada menanamkan modal besar dalam perusahaan-perusahaan yang mungkin (atau tidak) kelak akan menjadi perusahaan lain sekelas Google, perusahaan penanam modal seperti Y Combinator melakukan kalkulasi yang lebih kecil dengan potensi menjadi Google mini. Y Combinator melakukan 2 putaran biaya dan pengeluaran dengan jumlah kurang dari USD 20.000 untuk para coder dalam usaha mendanai pembuatan prototype yang kelak menghasilkan keuntungan lebih besar. Dalam aksi timbal baliknya, Y Combinator meminta porsi 2 % hingga 10 % saham perusahaan itu. Perusahaan-perusahaan kecil yang dibiayai adalah Reddit (telah diakuisisi oleh CondeNast), Kiko, dan Weebly. Nama-nama tersebut terdengar lucu, jelas, tetapi Anda pasti masih ingat waktu pertama kali mendengar nama YouTube?</p>
<p>43. Mikko H. Hypponen, Direktur penelitian antivirus dari F-Secure<br />
Blog berita keamanan F-Secure, yang ditulis oleh direktur penelitian antivirus-nya, Mikko H. Hypponen, adalah salah satu tempat di Internet yang dapat dikunjungi untuk mempelajari tentang ancaman keamanan terbaru. Sayangnya Sony BMG tidak berpikir seperti itu. Ketika secara langsung diamati oleh F-Secure, Sony BMG mengacuhkan peringatan Hypponen sehubungan rootkit yang tersembunyi dalam software anti pembajakan yang digunakan dalam CD audio SonyBMG. Walaupun F-Secure tidak menyebarluaskan masalah tersebut, ahli Windows, Mark Russinovich, merinci proses penemuan rootkit tersebut dalam blog miliknya. Perasaan malu yang muncul (dan perkara hukum pihak ketiga tentang rootkit itu) kemungkinan mendorong Sony untuk menganggap Hypponen lebih serius lain kali.</p>
<p>44. Rob Malda, Founder Slashdot.org<br />
Pada 1997, Rob Malda (aka CmdrTaco) pencipta Slashdot, blog yang aslinya memiliki konten berita dengan prioritas didiskusikan dalam kirimannya oleh pembaca penjerat (dan kadang sangat teknis). Faktanya, narasi berita aslinya sering kali tersedia berupa pokok sederhana lompatan saja untuk isi komentar dan diskusi situs itu (feed untuk link ke beberapa narasi berita). Bahkan jika Anda memilih Digg (lihat nomor 32), Techmeme (lihat nomor 38), Technorati, atau beberapa blog agregasi berita lainnya, jangan lupa semuanya mengawali dengan Slashdot. Penulis dan editor masih mempertimbangkannya dengan sebuah penghargaan jika narasi berita mereka &#8220;dipenggal,&#8221; walaupun terjadi peningkatan kompetisi dari situs lain yang mencuri sedikit gemuruh Slashdot.</p>
<p>45. Nick Denton, Founder Gawker Media<br />
Kerajaan blog Nick Denton sangat berpengaruh dan sangat blog bahwa Anda mungkin paling tidak mengunjungi salah satu dari 15 propertinya setiap hari melalui sebuah rute atau lainnya. Dengan judul-judul yang menyertakan 6 Gawker alternatif halaman New York City, Washington, D.C., berita buruk Wonkette, L.A. sepadan dengan Defamer, dan situs berita teknologinya, Gizmodo, kerajaan Denton tidak perlu dipertanyakan lagi sebagai perusahaan blogging mandiri yang paling sukses di dunia Web saat ini, memiliki pengaruh signifikan dalam industri mulai dari bidang automobile Hollywood hingga teknologi mutakhir.</p>
<p>46. Sir Tim Berners-Lee, Direktur World Wide Web Consortium (W3C)<br />
Apa yang akan Anda lakukan setelah menciptakan World Wide Web dan menawarkan secara cuma-cuma? Mendirikan konsorsium yang bertujuan mengimprovisasikannya. Ilmuwan Inggris ini merancang Web browser, editor, dan language protocol (HTTP) pertama sementara juga bekerja sebagai ilmuwan untuk CERN (European Organization for Nuclear Research), dan ia mendirikan W3C pada 1994. Ia saat ini menyuarakan dukungannya terhadap netralitas Internet. Dan seperti kata kalangan perusahaan finansial terbilang tua bernama E.F. Hutton, jika Berners-Lee berbicara, semua orang akan mendengarkan.</p>
<p>47. Leo Laporte, Creator podcast This Week in Tech (TWiT)<br />
Paling tidak 15 tahun lalu, seorang pria di belakang Leoville menciptakan, memandu, dan menulis acara radio dan televisi, hal yang paling melambungkan mantan TechTV ini adalah penampilan Screen Savers. Gaya sesuai personalitasnya didemonstrasikan kepada dunia bahwa media teknologi bisa juga menyenangkan. Aksi penanaman modal terbarunya adalah jaringan podcast TWiT.tv, enterprise yang didukung pemirsanya ini mengumpulkan mantan kru TechTV lain dan mempekerjakan mereka untuk pembuatan lebih dari lusinan podcast, termasuk tajuk &#8220;This Week in Tech.&#8221;</p>
<p>48. Mohammed dan Omar Fadhil, Blogging Suara Iraq<br />
Tidak terbilang banyaknya blogger yang tertahan karena masalah kebebasan berbicara dengan opini tentang Perang Iraq. Tetapi Fadhil bersaudara, yang membuat blog tentang Iraq, menjadi model yang memunculkan perspektif bahwa beberapa blogger lainnya dapat juga berkompetisi dengan mereka. Mereka adalah orang Iraq yang berbasis di Baghdad. Seseorang akan mendapati ketidakmungkinan membaca posting Fadhil tanpa mengakuisisi pemahaman lebih dalam tentang perang tersebut, implikasinya, dan efek setelahnya. Tidak ada contoh yang lebih baik di manapun tentang cara wartawan pribumi berusaha mengubah dunia.</p>
<p>49. Jesse James Garrett, Presiden Adaptive Path<br />
Garrett, presiden butik desain Web di San Francisco, AS, bernama Adaptive Path, tidak menciptakan Ajax, kumpulan teknologi dan teknik pemrograman yang menyediakan aplikasi berbasis Web seperti aplikasi produktifitas Zoho dan Google Maps interaktifitas dan kecepatan serupa software desktop. Tetapi Ajax tidak benar-benar bangkit hingga Garrett mengidentifikasikan dan menyebutkannya dalam sebuah uraian yang cukup berpengaruh—dan ia tetap melakukan pembelaan dengan lancar untuk teknik inovatif lagi efektif yang digunakan dalam banyak situs dan layanan Web 2.0 terbaik.</p>
<p>50. Tila Tequila, Tokoh MySpace<br />
Jika Anda berteman dengan penyanyi dan model Tila Tequila (nee Nguyen), Anda bukan satu-satunya. Sebanyak 1,6 juta user MySpace mengidentifikasikan diri mereka serupa dengan Anda. Tequila membuktikan persahabatan MySpace ini dapat memberinya kekuatan (dukungan), kemasyuran, dan kekayaan. Nyatanya, ia mendefisi ulang kata &#8220;teman&#8221; untuk menjangkau individu yang bahkan tidak pernah ditemui. Meskipun apa yang Anda pikirkan tentang talenta Ms. Tequila, ia jelas dapat mengajarkan kursus melalui Web tentang ekonomi, menjadikan saluran komunikasi popularitas online-nya berada dalam ketenaran tingkat A (lebih tepat, tingkat C). Ia berpose untuk majalah Stuff dan ia ikut dalam film yang dibintangi Adam Sandler dan saat ini tengah dalam fase produksi. Halaman MySpace miliknya mengalami peningkatan tajam dengan tampilan lebih dari 56 juta halaman dan komentar sebanyak 1.734.374 buah.</p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;color:#333333;">Sumber: PC World/20/04/2008/lmg*)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
