<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>teknologi-pendidikan &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/teknologi-pendidikan/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "teknologi-pendidikan"</description>
	<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 11:55:51 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Teknologi - Pasar - Pendidikan]]></title>
<link>http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/2009/11/26/teknologi-pasar-pendidikan/</link>
<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 08:11:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>rumahbelajaribnuabbas</dc:creator>
<guid>http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/2009/11/26/teknologi-pasar-pendidikan/</guid>
<description><![CDATA[Abu Khaulah Zainal Abidin Dahulu kala manusia harus berenang untuk menyeberangi hanya sebuah sungai.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:center;">Abu Khaulah Zainal Abidin</p>
<p style="text-align:justify;"><em> Dahulu kala manusia harus berenang untuk menyeberangi hanya sebuah sungai. Mereka harus -dan hanya bisa- berlari sekencang-kencangnya untuk tiba segera di tempat yang dituju. Bersusah payah melompat setinggi-tingginya hanya untuk meraih buah yang hendak dipetik. </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> Kini mereka mampu berlayar bahkan mengarungi samudra. Cukup memacu kendaraannya untuk tiba di tempat dalam sekejap. Terbang bahkan menembus awan dengan pesawat. </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> Semua itu karena manusia tak henti berupaya; <strong>mengatasi tantangan</strong>,  <strong>mempermudah cara</strong>, dan <strong>meningkatkan hasil</strong>. Berbagai ilmu mereka kembangkan, berbagai cara mereka lakukan, dan berbagai alat mereka ciptakan. Itulah teknologi.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em></p>
<p></em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Teknologi</strong>…</p>
<p style="text-align:justify;">adalah yang juga hewan telah mengenalnya sejak awal, jauh sebelum istilah itu diciptakan. Hewan memanipulasi dirinya di dalam rangka menghadapi tantangan alam yang mengancam kehidupannya. Mereka berupaya mempermudah cara untuk melanjutkan kehidupannya,  bahkan bersiasat untuk meningkatkan hasil buruannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, teknologi bukan monopoli manusia,  apalagi harus identik dengan moderen. Ya, fitrah makhluq hidup -yang punya keinginan; mengatasi tantangan atau rintangan, mempermudah cara, dan  meningkatkan hasil atau kualitas hidup- itulah yang menjadi sebab mengapa teknologi ada,  sesederhana apapun bentuk dan cara kerjanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia berupaya mengatasi tantangan, sehingga  menjadi punya dari sebelumnya tak punya, menjadi bisa dari sebelumnya tak bisa. Setelah itu, manusia berupaya mempermudah berbagai cara, sehingga lebih mudah untuk punya, lebih mudah untuk bisa, serta lebih mudah meraih hasrat dan menyampaikan maksud,. Tidak cukup sampai di situ, kemudian manusia berupaya meningkatkan apa yang telah  dihasilkan atau diperolehnya, sehingga hidupnya menjadi lebih baik;  tidak sekedar punya…, tidak sekedar bisa….<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">Dan ketika tahap <em>meningkatkan hasil</em> telah manusia lampaui, ia akan menemukan lagi<em> tantangan</em> baru yang harus <em>diatasi</em>, begitu seterusnya. Juga boleh jadi apa yang bagi seseorang sebagai <em>upaya meningkatkan hasil</em> ternyata bagi yang lain sebagai<em> upaya</em> <em>mengatasi tantangan</em>. Ya, karena dunia senantiasa berubah dan manusia berbeda di dalam kesempatan atau kemampuan. Akan tetapi prioritasnya tetap. Mengatasi tantangan, mempermudah cara, -terakhir-, meningkatkan hasil. Inilah yang logis dan berlaku di dalam segala urusan; makan, pakaian, tempat tinggal, pekerjaan, kesehatan, pendidikan, informasi, transportasi, telekomunikasi, dan….</p>
<p style="text-align:justify;">
<p><em> </em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Pasar…</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">adalah tempat bertemunya pembeli dengan penjual. Pasar hidup karena penawaran bertemu dengan permintaan.  Pasar hidup selagi pembeli dan penjual sama-sama untung.</p>
<p style="text-align:justify;">Persaingan adalah nafas pasar, sedangkan tawar-menawar denyut nadinya. Dan produk-produk teknologi -ketika masuk pasar- juga tidak luput darinya; persaingan dan tawar-menawar.  Tentu saja pada asalnya pembeli menginginkan  produk  yang:</p>
<ol>
<li>Paling Tinggi atau Besar Kemampuannya.</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Teknologi yang paling tinggi / besar kemampuannya adalah jawaban untuk mengatasi tantangan, mempermudah cara, dan meningkatkan hasil. Setiap orang menginginkannya dan setiap penjualpun menjanjikannya. Di dalam perkara inilah produk teknologi pertama kali saling bersaing. Tetapi yang menikmati persaingan di tingkat ini hanya segelintir orang yang memang sudah mengerti produk dan sudah waktunya untuk menikmati. Selebihnya, hanya yang terbawa arus  menjadi korban peradaban.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Paling Mudah Mengoprasionalkannya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong>Paling mudah menggunakannya, ringan, atau praktis menjadi alasan berikutnya. Dan para produsen -setelah sama unggul dalam hal kualitas-  berlomba di dalam hal ini. Yang rumit, berat, <em>lemot</em>, dan <em>ribet </em> akan dicampakkan dan tak akan laku di pasaran. Alasan pembeli di dalam perkara ini sangat logis.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Paling Murah Harganya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bahwa  lebih banyak  yang  memiliki kendala daya beli dari pada yang tidak itulah asal mula prinsip ini. Kalau bukan karena mantera para pedagang, manusia tak akan mabuk barang-barang mewah dan lupa dengan kemampuan daya belinya. Iklan dan promosi yang menyesatkan telah menyihir mereka sehingga tidak lagi berpikir &#8220;murah&#8221;, bahkan berpikir &#8220;pokoknya mahal&#8221;, karena yang mahal itu pasti bagus!</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi tetap saja yang terbanyak adalah para pecinta barang murah. Terbukti, banyak sekali yang gampang terpancing membeli barang &#8220;asal murah&#8221;, meski mereka belum terlalu -bahkan mungkin tidak- membutuhkannya.  Karena alasan &#8220;murah&#8221; pula lah terkadang pembeli menjadi tidak terlalu rewel terhadap masalah praktis-tidaknya barang.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Paling Aman atau Sedikit Efek Sampingannya</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Berpikir tentang efek sampingan bukan monopoli karakter manusia &#8220;<em>posmo</em>&#8220;. Orang jaman <em>baheula</em> pun punya kearifan itu. Teknologi yang mereka ciptakan, mulai dari rumah sampai ke persenjataan,  menunjukkan hal itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya saja &#8220;moderenisasi&#8221; telah membius manusia menjadi tak lagi peka, Selama lebih dari satu abad manusia moderen sempat dibuat mati rasa oleh slogan &#8221; <em>stronger and faster</em>&#8220;. Sampai akhirnya ketika berbagai dampak mulai tampak, dan manusia berpikir, &#8220;<em>Ada</em><em> yang salah dengan moderenisasi selama ini</em>&#8220;, kesadaran dan kearifan itu pun pulih.</p>
<p style="text-align:justify;">Mulailah &#8220;<em>Back to nature</em>&#8220;. Dari makanan, pakaian, rumah, sampai ke teknologi kedokteran dan pengobatan. Orang mulai memilih minum obat-obat herbal sebelum memutuskan untuk ke dokter, mencoba dibekam dulu sebelum menyerahkan diri ke rumah sakit.</p>
<p style="text-align:justify;">Teknologi Ramah Lingkungan pun menjadi pilihan penting. Daun pisang kembali dilirik untuk mengambil alih fungsi Styrofoam sebagai pembungkus makanan, emisi otomotif mulai dipersoalkan, sampai ke alat tulis dan mainan anak-anak menjadi harus yang non-toxin.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi untuk kebanyakan orang kesadaran ini terlalu mewah dan dianggap mengada-ada, meski samar-samar mereka telah mendengar Borax, Formalin, atau Formaldehyde serta bahayanya.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Paling Bagus atau Indah Penampilannya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Logisnya ini adalah pertimbangan yang terakhir setelah empat prinsip terdahulu. Tetapi kenyataannya malah ini yang sering mendominasi pertimbangan. Wajar saja, karena yang pertama kali dilihat orang adalah penampilan, karena kebanyakan manusia suka bermegah-megah, suka dilihat dan dipuji. Sifat semacam inilah yang dimanfaatkan para produsen dan pedagang.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, kira-kira begitulah urutan logis -alasan masyarakat- memilih sebuah produk. Maka jika semua produk bersaing secara sehat, tentu yang laku adalah yang paling canggih, paling praktis, paling murah, paling aman, dan paling indah. Ini artinya kemenangan bagi pembeli.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi, pembeli tidak boleh jadi pemenang. Dan iklan, promosi, serta cara pembayaran telah menjadi perkara yang tidak bisa dipisahkan dari pasar, bahkan sangat menentukan, sehingga mampu mengubah-ubah urutan di atas sesuai dengan kemauan penjual.</p>
<p style="text-align:justify;">Pasar memang -dan selalu- berpihak kepada pembeli, dan pembeli adalah &#8220;raja&#8221; bagi mereka. Hanya sayang, &#8220;raja&#8221; ini sering tak berdaya menghadapi kepandirannya sendiri dan kecerdikan (baca: kelicikan) para &#8220;pelayannya&#8221;, pedagang. Gempuran bertubi-tubi iklan yang memikat dan menyilaukan, bujuk rayu promosi yang menggiurkan -mulai dari diskon, hadiah, sampai ke <em>layanan purna jual</em>-, ditambah lagi dengan kemudahan pembayaran lewat cara-cara angsuran telah membuat &#8220;raja&#8221; tak lagi mampu berpikir logis dan murni berpihak kepada kebutuhannya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih dari itu, para pelayan (baca: pedagang) -yang kelihatannya berseteru dan saling bersaing- ini ternyata punya kepentingan bersama; memaksa &#8220;raja&#8221; melihat dunia sebagaimana mereka melihatnya. Mereka menjadikan iklan bukan lagi semata alat untuk membuat produk jadi terkenal. Lebih dari itu, mereka menjadikannya alat untuk mempengaruhi sistim nilai sang &#8220;raja&#8221; dan mengarahkannya kepada gaya hidup tertentu. Maka jadilah &#8220;raja&#8221; -yang tertawan ini- ibarat pemabuk yang keburu <em>teler</em> sebelum minum. Meski jasadnya masih di tahap &#8220;<em>mengatasi tantangan</em>&#8220;, namun jiwanya sudah jauh melayang ke tahap &#8220;<em>meningkatkan hasil&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, kualitas, <em>brand image, </em>dan alasan gaya hidup telah membuat &#8220;raja&#8221; meremehkan harga dan skala prioritas. &#8220;<em>Murah dan Praktis</em>&#8221; membuat &#8220;raja&#8221; tak mempedulikan faktor keamanan atau efek sampingan, juga  telah menyihirnya membeli produk yang belum tentu ia butuhkan. Dan sebodoh-bodoh &#8220;raja&#8221; adalah yang tertipu oleh kemasan. Ya, di dalam budaya pasar semacam inilah kita dibesarkan dan dibiasakan.</p>
<p><strong> Pendidikan…</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">adalah upaya menjadikan yang dididik bisa berprilaku sesuai dengan harapan terbaik dan cita-cita termulia. Karenanya, pendidikan selalu punya harapan dan keyakinan, bahwa setelah melalui proses pendidikan seseorang akan menjadi lebih baik dari sebelumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Lewat pendidikan manusia berharap bisa mengatasi tantangan, mempermudah, dan meningkatkan kualitas hidupnya. Untuk itu, berbagai ilmu tentangnya dikembangkan, berbagai cara dilakukan, dan berbagai alat diciptakan. Maka lahirlah teknologi pendidikan (-walaupun lebih tepat kalau saya katakan teknologi pengajaran-).</p>
<p style="text-align:justify;">Jadilah kemudian; gedung, kelas, jejeran bangku menghadap papan tulis, termasuk taman bermain dengan ayunan berwarna-warni, juga pakaian seragam. Diadakanlah kemudian sekolah, kursus, seminar, atau pelatihan-pelatihan. Disusunlah kurikulum, dicetaklah buku-buku pegangan, disiapkan alat peraga dan laboraturium, diciptakan berbagai metode pembelajaran, serta dibuat alat pengukur hasil belajarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan ketika teknologi pendidikan ini -dalam bentuk perangkat keras dan lunaknya- ditawarkan (baca: dipasarkan) , ia berhadapan dengan harapan-harapan masyarakat -yang sama seperti harapan mereka terhadap produk-produk teknologi lainnya- selama ini: yang paling berkualitas, paling murah, paling mudah, paling aman, dan paling cantik.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan lagi-lagi budaya pasar ikut bermain. Bukan pedagang namanya kalau tak punya jurus menaklukkan pembeli. Mulai dari brosur serta pamplet bergambar gedung megah dan suasana belajar yang menyenangkan, bermacam-macam pelayanan, sampai ke janji-janji prestasi dan kemudahan mencari lapangan kerja selepas masa belajar menjadi bagian dari promosi pendidikan. Dan sebagaimana slogan &#8220;<em>Kesehatan itu Mahal</em>&#8221; telah dijadikan pembenaran filosofis mahalnya berobat, &#8220;<em>Pendidikan Itu Mahal</em>&#8221; juga dijadikan pembenaran filosofis ; pendidikan adalah komoditi.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, sekarang giliran orang tua murid menjadi &#8220;raja&#8221;.  Dibujuk untuk melompat jauh dari tahap &#8220;<em>mengatasi tantangan</em>&#8221; langsung ke tahap &#8220;<em>meningkatkan hasil</em>&#8220;, padahal belum waktunya. Terhuyung-huyung menapakkan langkahnya di bumi yang baru. Terbius oleh slogan-slogan atau <em>brand image</em> yang membuatnya tak punya pilihan selain menerima gaya hidup yang ditawarkan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p><strong> Tanggung Jawab Para Pendidik…</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">dewasa ini bukan hanya mempersiapkan generasi terpelajar. Para pendidik juga bertanggung jawab membebaskan &#8220;raja&#8221; dari tawanan para pelayannya (pedagang), bukan malah ikut-ikutan menggiring &#8220;raja&#8221; masuk ke dalam budaya pasar. Mereka bertanggung jawab; mengajak &#8220;raja&#8221; kembali menapaki buminya sendiri, memulihkan kesadaran dan rasa percaya dirinya, mengajarinya kembali cara melihat skala prioritas -sebagaimana fitrah telah mengajarinya- agar bisa mengambil keputusan sesuai dengan kebutuhan dan hati nuraninya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya budaya pasar ini telah menelan banyak korban; terfitnahnya ketulusan belajar-mengajar, pengharapan yang berlebihan kepada lembaga pendidikan, dan   -yang terparah-  berapa banyak cita-cita telah ditenggelamkan dan bakat-bakat telah dibunuh olehnya. Maka membebaskan pendidikan dari budaya pasar bukan semata bertujuan menghindari komersialisasi pendidikan.  Lebih penting dari itu, membangun budaya tulus di dalam belajar-mengajar, menghilangkan ketergantungan kepada lembaga pendidikan, serta menyelamatkan bakat dan cita-cita generasi masa depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, ini adalah juga tanggung jawab para pendidik. Dan tentu saja -kita percaya- masih banyak orang tulus, yang tidak berniat sama sekali menjadikan pendidikan sebagai komoditi. Namun kebanyakan mereka terikat secara sistim, bahkan terbelenggu secara struktural. Apalagi terbukti bahwa tidak ada satupun model lembaga pendidikan dewasa ini yang aman dari sergapan budaya pasar; tidak sekolah, tidak pesantren, tidak juga <em>home schooling</em>, apalagi sekedar lembaga kursus. Karenanya para pendidik juga harus pandai-pandai menjaga jarak dari perangkap pasar. Ya, jika kurang waspada dan tak menjaga jarak, tidak mustahil setiap usaha mulia ini (pendidikan) akan ditangkap oleh para &#8220;<em>Impresario</em>&#8221; untuk kemudian disulap jadi peluang bisnis.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Teknologi Pendidikan Kearah Teknologi Instruksional]]></title>
<link>http://retnopuji09.wordpress.com/2009/11/24/teknologi-pendidikan-kearah-teknologi-instruksional-4/</link>
<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 02:02:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>Retno Puji Astuti</dc:creator>
<guid>http://retnopuji09.wordpress.com/2009/11/24/teknologi-pendidikan-kearah-teknologi-instruksional-4/</guid>
<description><![CDATA[A. Pengertian Teknologi Pendidikan Sebelum membahas teknologi pendidikan terlebih dahulu perlu diket]]></description>
<content:encoded><![CDATA[A. Pengertian Teknologi Pendidikan Sebelum membahas teknologi pendidikan terlebih dahulu perlu diket]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[KONSEP TEKNOLOGI PENDIDIKAN]]></title>
<link>http://guruandikahendra.wordpress.com/2009/11/23/konsep-teknologi-pendidikan/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 08:36:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>guruandikahendra</dc:creator>
<guid>http://guruandikahendra.wordpress.com/2009/11/23/konsep-teknologi-pendidikan/</guid>
<description><![CDATA[KONSEP TEKNOLOGI PENDIDIKANKONSEP TEKNOLOGI PENDIDIKAN]]></description>
<content:encoded><![CDATA[KONSEP TEKNOLOGI PENDIDIKANKONSEP TEKNOLOGI PENDIDIKAN]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[DEFINISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN ]]></title>
<link>http://guruandikahendra.wordpress.com/2009/11/23/definisi-teknologi-pendidikan/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 08:21:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>guruandikahendra</dc:creator>
<guid>http://guruandikahendra.wordpress.com/2009/11/23/definisi-teknologi-pendidikan/</guid>
<description><![CDATA[DEFINISI TEKNOLOGI PENDIDIKANDEFINISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN]]></description>
<content:encoded><![CDATA[DEFINISI TEKNOLOGI PENDIDIKANDEFINISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TEKNOLOGI PENDIDIKAN]]></title>
<link>http://guruandikahendra.wordpress.com/2009/11/23/teknologi-pendidikan/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 08:04:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>guruandikahendra</dc:creator>
<guid>http://guruandikahendra.wordpress.com/2009/11/23/teknologi-pendidikan/</guid>
<description><![CDATA[TEKNOLOGI PENDIDIKAN]]></description>
<content:encoded><![CDATA[TEKNOLOGI PENDIDIKAN]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[E-learning, Internet untuk Pembelajaran]]></title>
<link>http://zamrishabib.wordpress.com/2009/11/13/e-learning-internet-untuk-pembelajaran/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 13:10:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>zamris habib</dc:creator>
<guid>http://zamrishabib.wordpress.com/2009/11/13/e-learning-internet-untuk-pembelajaran/</guid>
<description><![CDATA[Di bawah ini power point pengantar E-learning (Internet untuk Pembelajaran), klik di bawah ini : Int]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Di bawah ini power point pengantar E-learning (Internet untuk Pembelajaran), klik di bawah ini : Int]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Information and Communication Technology (ICT)]]></title>
<link>http://zamrishabib.wordpress.com/2009/11/13/information-and-communcation-technology-ict/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 12:44:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>zamris habib</dc:creator>
<guid>http://zamrishabib.wordpress.com/2009/11/13/information-and-communcation-technology-ict/</guid>
<description><![CDATA[TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi melip]]></description>
<content:encoded><![CDATA[TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi melip]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Januari 2010, 17.500 Sekolah Terkoneksi Internet]]></title>
<link>http://zamrishabib.wordpress.com/2009/11/12/januari-2010-17-500-sekolah-terkoneksi-internet/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 07:27:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>zamris habib</dc:creator>
<guid>http://zamrishabib.wordpress.com/2009/11/12/januari-2010-17-500-sekolah-terkoneksi-internet/</guid>
<description><![CDATA[Hingga Januari 2010 Mendiknas Mohammad Nuh menargetkan sudah bisa menyediakan internet masal di 17.5]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hingga Januari 2010 Mendiknas Mohammad Nuh menargetkan sudah bisa menyediakan internet masal di 17.5]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Islamic Clock: allahmuh01_wpd]]></title>
<link>http://yherpansi.wordpress.com/2009/11/12/islamic-clock-allahmuh01_wpd/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 01:32:45 +0000</pubDate>
<dc:creator>yherpansi</dc:creator>
<guid>http://yherpansi.wordpress.com/2009/11/12/islamic-clock-allahmuh01_wpd/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Telah Terbit CD Kompilasi Software Pendidikan : TEACHNOLOGY Vol.1, Gratis Ongkos Kirim ke Seluruh Indonesia!!!]]></title>
<link>http://gora.wordpress.com/2009/11/11/telah-terbit-cd-kompilasi-software-pendidikan-teachnology-vol-1-gratis-ongkos-kirim-ke-seluruh-indonesia/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 14:29:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>gora</dc:creator>
<guid>http://gora.wordpress.com/2009/11/11/telah-terbit-cd-kompilasi-software-pendidikan-teachnology-vol-1-gratis-ongkos-kirim-ke-seluruh-indonesia/</guid>
<description><![CDATA[Untuk memudahkan para pendidik/guru/instruktur/dosen mengaplikasikan dan memanfaatkan Teknologi Info]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://gora.wordpress.com/files/2009/11/teachnology-1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-562" title="teachnology-1" src="http://gora.wordpress.com/files/2009/11/teachnology-1.jpg?w=209" alt="teachnology-1" width="167" height="240" /></a>Untuk memudahkan para pendidik/guru/instruktur/dosen mengaplikasikan dan memanfaatkan Teknologi Informasi dalam mendukung kegiatan pembelajaran khususnya memanfaatkan aplikasi gratis baik yang sifatnya Freeware maupun Opensource &#8220;<strong><span style="color:#ff0000;">T</span></strong><strong><span style="color:#ff0000;">anpa Harus Repot Mendownload</span></strong>&#8220;, The Indiebrainer menerbitkan CD (Compact Disc) yang berisi kumpulan/kompilasi freeware (software gratis) berukuran 700 MB untuk mendukung kegiatan pembelajaran di dalam kelas. CD Kompilasi Freeware ini kami beri nama <strong><span style="color:#0000ff;">TEACHNOLOGY Vol.1</span></strong>. CD volume pertama ini berisi berbagai aplikasi gratis siap pakai berupa aplikasi perkantoran, astronomi (perbintangan), digital story telling, kamus/dictionary, aplikasi komunikasi dan kolaborasi, matematika, pemodelan/modelling, pengolah audio, pengolah video, game interaktif, geografi, pemetaan konsep/concept mapping, simulasi dan laboratorium virtual. <strong><span style="color:#ff0000;">Dapatkan berbagai bonus konten berupa E-Book dan Permainan Interaktif PowerPoint yang dapat Anda manfaatkan untuk mengaktifkan kelas Anda hanya dengan memanfaatkan penggunaan satu komputer di dalam kelas</span></strong>. <strong><span style="color:#0000ff;">Pesan sekarang juga!!!</span></strong></p>
<p><!--more--></p>
<h2><span style="color:#0000ff;">KONTEN CD TEACHNOLOGY VOL.1</span></h2>
<p>Berikut adalah daftar aplikasi gratis (<strong><em>freeware dan opensource</em></strong>) yang terdapat dalam <strong><span style="color:#0000ff;">CD TEACHNOLOGY Vol.1</span></strong> antara lain : <strong>Celestia</strong> (simulasi 3 dimensi ruang angkasa yang real-time dengan koleksi 1000 bintang), <strong>Stellarium</strong> (aplikasi planetarium gratis, untuk melihat langit dan bintang secara 3 dimensi), <strong>WorldWide Telescope</strong> (aplikasi teleskop virtual, yang memungkinkan kita dan siswa melakukan perjalanan virtual ke ruang angkasa), <strong>Stykz</strong> (aplikasi animasi badan manusia berbentuk stik/batang sebagai sarana bercerita dan belajar konsep dasar animasi/gambar gerak), <strong>Paint.NET</strong> (aplikasi ringan untuk editing foto/gambar), <strong>Photo Story</strong> (aplikasi perangkai cerita video memanfaatkan foto/gambar diam), <strong>Kamus 2.03</strong> (aplikasi penerjemah/kamus Indonesia-Inggris atau Inggris-Indonesia), <strong>Yahoo Messenger</strong> dan <strong>Skype</strong> (aplikasi komunikasi teks/chat, suara dan video gratis), <strong>A+ Math Multiply</strong> (aplikasi untuk belajar tentang perkalian matematika), <strong>GeoGebra</strong> (aplikasi untuk belajar matematika yang lengkap meliputi geometri, aritmatika, aljabar dan kalkulus), <strong>Hot Potatoes </strong>(aplikasi penyusun kuis/soal latihan/teka-teki), <strong>Graph </strong>(kalkulator grafik), <strong>Win Times Attack</strong> (permainan interaktif untuk tabel perkalian matematika), <strong>Lego Designer</strong> (aplikasi pemodelan dan permainan bangun 3 dimensi), <strong>Audacity</strong> (aplikasi pengolah audio), <strong>MediaCoder</strong> (aplikasi konversi video kedalam berbagai format), <strong>OpenOffice</strong> (aplikasi perkantoran gratis dan opensource, yang terdiri dari pengolah kata, spreadsheet dan penyusun presentasi), <strong>FoxitReader</strong> (pembaca file PDF/e-book), <strong>IrfanView</strong> (aplikasi pengolah gambar dan desktop image capture), <strong>K9 Web Protection</strong> (aplikasi keamanan untuk membatasi akses konten Internet untuk anak-anak), <strong>GCompris</strong> (berbagai permainan interaktif untuk siswa), Sebran (kumpulan permainan matematika dan umum untuk anak-anak), <strong>Google Earth</strong> (peta dunia virtual), <strong>Asia Puzzle</strong> (permainan puzzle untuk benua Asia), <strong>Australia &#38; SE Puzzle</strong> (permainan puzzle untuk benua Australia dan Asia Tenggara), <strong>Europe Puzzle</strong> (permainan puzzle benua Eropa),<strong> World Geography</strong> (puzzle peta dunia), <strong>USA Puzzle</strong> (permainan puzzle benua Amerika), <strong>World Monumen Puzzle</strong> (permainan puzzle monumen di dunia), <strong>Freemind</strong> (aplikasi pemetaan konsep), <strong>XMind</strong> (aplikasi kolaborasi pemetaan konsep), <strong>Virtual Labs Electric </strong>(laboratorium virtual rangkaian elektronik), <strong>Chemistry</strong> (laboratorium kimia virtual), <strong>Phun</strong> (aplikasi simulasi fisika).</p>
<h2><span style="color:#ff0000;">BONUS KONTEN!!!</span></h2>
<p><a href="http://gora.wordpress.com/files/2009/11/free_bonus.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-551" style="margin:2px;" title="free_bonus" src="http://gora.wordpress.com/files/2009/11/free_bonus.gif" alt="free_bonus" width="139" height="135" /></a>Selain itu kami juga memberikan bonus tambahan berupa koleksi E-Book/Buku Elektronik yaitu : <strong>Tutorial OpenOffice</strong> (buku penggunaan OpenOffice Writer, Impress dan Calc), <strong>Tutorial Produksi Video Pembelajaran</strong> (kumpulan buku elektronik tentang produksi video yang juga dimuat dalam blog The Indiebrainer meliputi Teknik Pengambilan Gambar/Camera Mata Produksi, Video Editing Menggunakan Adobe Premiere Pro, dan Video Editing Menggunakan Windows Movie Maker), Buku Elektronik &#8220;<strong>Area Kognitif Taksonomi Bloom</strong>&#8220;, <strong>Pengelolaan</strong><strong> Kelas dengan Jumlah Komputer Terbatas</strong> (membahas tentang pemanfaatan komputer dengan jumlah terbatas di dalam kelas), <strong>Mengintegrasikan Teknologi Informasi dalam Ruang Kelas</strong> (membahas bagaimana pemanfaatan Teknologi  Informasi dalam pembelajaran dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar).</p>
<p>Anda juga akan mendapatkan berbagai koleksi permainan interaktif memanfaatkan PowerPoint untuk dapat digunakan mengaktifkan siswa menggunakan satu buah komputer di kelas. Permainan tersebut meliputi<strong> Jeopardy</strong>, <strong>Analody Quiz</strong>, <strong>Correct Order</strong>, <strong>DiagramIt!</strong>, <strong>Millionaire</strong>, <strong>Squares</strong>, <strong>TrianQuad</strong>, <strong>Wheel</strong> dan permainan lainnya. Permainan presentasi PowerPoint ini dapat Anda rubah kontennya sesuai dengan konteks dan mata pelajaran.</p>
<h2><span style="color:#0000ff;">HARGA : Rp. 40.000/keping (termasuk ongkos kirim ke seluruh Indonesia)</span></h2>
<p><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="color:#ff0000;">Cara Pembelian/Order via SMS atau Email :</span></strong></span></p>
<ol>
<li><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#0000ff;">Kirim SMS pemesanan ke nomor HP : </span><strong><span style="color:#0000ff;">08119201779</span></strong><span style="color:#0000ff;"> atau Email ke alamat : </span><strong><span style="color:#0000ff;">indiebrainer [at] yahoo [dot] com</span></strong><span style="color:#0000ff;"> dengan pesan : &#8220;</span><em><span style="color:#0000ff;">Pesan CD TEACHNOLOGY Vol.1 sejumlah &#8230;. keping. Atas Nama : &#8230; Alamat pengiriman : &#8230;</span></em><span style="color:#0000ff;">&#8220;</span></span></span></li>
<li><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#0000ff;">Transfer pembayaran ke Rekening Bank Mandiri KCP Kepodang, Semarang, a/n </span><strong><span style="color:#0000ff;">Winastwan Gora Swajati</span></strong><span style="color:#0000ff;">, No. Rekening : </span><strong><span style="color:#0000ff;">1350004251680 </span></strong><span style="color:#0000ff;">via ATM, Transfer Bank atau E-Banking.</span></span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Lakukan konformasi pembayaran via SMS atau Email, kirim dengan pesan &#8220;</span><em><span style="color:#0000ff;">Telah Melakukan Pembayaran dengan Jumlah : Rp&#8230;&#8230;.. , Dari Rekening Bank &#8230;. dengan Nomor Rekening : &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Atas Nama : &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</span></em><span style="color:#0000ff;">&#8220;</span></li>
<li><span style="color:#0000ff;">Jika kami telah menerima transfer dana tersebut, kami akan langsung mengkonfirmasi dan memberitahukannya ke Anda via SMS dan Email. Selanjutnya kami akan melakukan pengiriman barang via paket pos.</span></li>
</ol>
<p><a href="http://gora.wordpress.com/files/2009/11/partners.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-560" title="partners" src="http://gora.wordpress.com/files/2009/11/partners.jpg" alt="partners" width="400" height="70" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[]]></title>
<link>http://yherpansi.wordpress.com/2009/11/06/12/</link>
<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 03:10:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>yherpansi</dc:creator>
<guid>http://yherpansi.wordpress.com/2009/11/06/12/</guid>
<description><![CDATA[VIDEO SEBAGAI MEDIA DALAM PEMBELAJARAN Oleh : Yudi Herpansi A. PENDAHULUAN Saat ini pendidikan di In]]></description>
<content:encoded><![CDATA[VIDEO SEBAGAI MEDIA DALAM PEMBELAJARAN Oleh : Yudi Herpansi A. PENDAHULUAN Saat ini pendidikan di In]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengertian dan Unsur-unsur Pendidikan]]></title>
<link>http://yherpansi.wordpress.com/2009/11/04/pengertian-dan-unsur-unsur-pendidikan/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 04:12:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>yherpansi</dc:creator>
<guid>http://yherpansi.wordpress.com/2009/11/04/pengertian-dan-unsur-unsur-pendidikan/</guid>
<description><![CDATA[Pengertian dan Unsur-Unsur Pendidikan Seorang calon pendidik hanya dapat melaksanakan tugasnya denga]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Pengertian dan Unsur-Unsur Pendidikan Seorang calon pendidik hanya dapat melaksanakan tugasnya denga]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mana yang Lebih Dominan, Otak kanan atau Otak Kirimu ?]]></title>
<link>http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/2009/10/30/mana-yang-lebih-dominan-otak-kanan-atau-otak-kirimu/</link>
<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 10:13:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>tpb114</dc:creator>
<guid>http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/2009/10/30/mana-yang-lebih-dominan-otak-kanan-atau-otak-kirimu/</guid>
<description><![CDATA[Dalam kegiatan Entrepreneurship Event tahun 2008 beberapa bulan yang lalu, salah satu pembicara meng]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><em><strong><span style="font-family:Georgia,&#38;">D</span></strong></em>alam kegiatan Entrepreneurship Event tahun 2008 beberapa bulan yang lalu, salah satu pembicara mengatakan bahwa faktor penentu kesuksesan seorang wirausahawan diantaranya adalah lebih dominannya otak kanan daripada otak kiri. Menurutnya, dengan berpikir memakai otak kiri yang serba rasional, orang akan cenderung ragu untuk melangkah dan tidak berani mengambil keputusan untuk memulai berbisnis. Sebaliknya, orang yang lebih dominan menggunakan otak kanannya dinilai lebih peka menangkap peluang, lebih encer menuangkan ide atau gagasannya, lebih kreatif, inovatif dan lebih berani mewujudkan gagasan atau idenya, bahkan terkesan tidak banyak pertimbangan dalam menangkap peluang. Seorang wirausahawan biasanya cepat mengambil keputusan, tangkap dulu peluang, bagaimana mewujudkannya itu urusan nanti. Informasi ini terus terang menggelitik saya untuk mengetahui lebih jauh tentang otak kanan dan otak kiri. Apa benar sich ?</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/files/2009/10/2520865182_25822d3b1d.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-116 alignleft" title="2520865182_25822d3b1d" src="http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/files/2009/10/2520865182_25822d3b1d.jpg?w=150" alt="2520865182_25822d3b1d" width="150" height="140" /></a> Beginilah anatomi otak kita. Ada dua belahan otak kita, yaitu belahan otak kanan dan otak kiri. Setiap belahan otak kita, baik otak kiri ataupun otak kanan, mempunyai fungsi yang berbeda. Belahan otak kiri berhubungan dengan logika, analisa, bahasa, rangkaian (sequence), dan matematika. Otak kiri biasanya diidentikkan dengan kecerdasan analitik. Jadi, belahan otak kiri kita berhubungan dengan hal-hal yang kuantitatif, berpikir teoritis, intelektual, logis, linier dan rasional. Otak kiri kita akan merespon terhadap masukan-masukan yang membutuhkan kemampuan mengupas, menelaah atau meninjau (critiquing), menyatakan (declaring), menganalisa, menjelaskan, berdiskusi dan memutuskan (judging). Cara kerja otak kiri sangat rapi, terstruktur dan sistematis. Biasanya otak kiri ini sangat bermanfaat saat digunakan untuk memahami hal-hal yang kompleks dan perlu pemikiran yang mendetail. Orang yang biasanya lebih mengandalkan otak kiri adalah seorang peneliti atau scientist.</p>
<p style="text-align:justify;">Ciri-ciri orang yang lebih dominan otak kirinya adalah :<br />
•Mampu menghasilkan sesuatu dengan matang dan terstruktur<br />
•Sering dapat juara / rangking di kelas atau IP tiap semester bagus.<br />
•Menyukai matematik dan sesuatu yang berhubungan dengan logika<br />
•Berfikir analitis,tajam dan jelas<br />
•Serius dalam segala hal<br />
•Enterprener yang sukses lewat perhitungan matang<br />
•Lebih disiplin dalam segala hal<br />
•Belajar terus-jarang keluar kamar, urusan akademik melulu.<br />
•Bersifat tertutup, kurang bergaul (kuper),<br />
•Tidak menyukai petualangan / tantangan</p>
<p>Tidak bisa dipungkiri bahwa pada umumnya dominasi fungsi otak kiri jauh lebih besar daripada otak kanan, karena kemampuan analisis, logika dan matematika (hitungan kuantitatif) lebih dominan diajarkan dalam proses pembelajaran kita dibandingkan fungsi belahan otak kanan yang sangat kurang dioptimalkan. Sejak awal pendidikan tidak lebih dari 10 % mata pelajaran yang memakai fungsi belahan otak kanan, misalnya untuk pengembangan kreativitas, keberanian, inovasi, dan berkesenian.</p>
<p>Kalau saya pikir-pikir, apa yang dilakukan UGM akhir-akhir ini melalui pengembangan soft skill mahasiswa, sistem pembelajaran Active Learning, SCL ataupun RBL, serta pengembangan semangat entrepreneurship di  kalangan mahasiswa merupakan upaya untuk memberdayakan atau mengoptimalkan fungsi otak kanan, sehingga tercapai keseimbangan fungsi otak kanan dan otak kiri. Dengan program-program tersebut, diharapkan mahasiswa mempunyai kemampuan berkomunikasi, berani mengambil resiko, berani menghadapi tantangan, semakin kreatif – inovatif , dan sebagainya.</p>
<h6><em>(dikutip dari priwit.wordpress.com)</em><em><a href="http://ochanbhancine.wordpress.com/files/2009/10/game-otak-kiri-otak-kanan-by-ochan.ppt"><img class="aligncenter size-full wp-image-162" title="Clik Here" src="http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/files/2009/10/clik-here.png" alt="Clik Here" width="188" height="86" /></a></em></h6>
<p><strong><em><span style="color:#ff0000;"><a href="http://ochanbhancine.wordpress.com/files/2009/10/game-otak-kiri-otak-kanan-by-ochan.ppt">&#8220;Download Game&#8221;</a></span></em></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengetahuan dan Metode ilmiah dalam konteks Epistemologi]]></title>
<link>http://yulinda02.wordpress.com/2009/10/29/pengetahuan-dan-metode-ilmiah-dalam-konteks-epistemologi/</link>
<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 08:24:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>yulinda sari</dc:creator>
<guid>http://yulinda02.wordpress.com/2009/10/29/pengetahuan-dan-metode-ilmiah-dalam-konteks-epistemologi/</guid>
<description><![CDATA[PENDAHULUAN Pengetahuan merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung atau tak langsung tu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[PENDAHULUAN Pengetahuan merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung atau tak langsung tu]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengertian Metode, sasaran, target, teknik, taktik, model pembelajaran]]></title>
<link>http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/2009/10/27/pengertian-metode-sasaran-target-teknik-taktik-model-pembelajaran/</link>
<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 10:16:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>tpb114</dc:creator>
<guid>http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/2009/10/27/pengertian-metode-sasaran-target-teknik-taktik-model-pembelajaran/</guid>
<description><![CDATA[Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran. Dalam proses pembel]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran.<br />
</strong></p>
<p><strong><img title="disiniann" src="http://ochanbhancine.files.wordpress.com/2009/10/disiniann.gif?w=125&#038;h=70#38;h=70" alt="disiniann" width="125" height="70" />Dalam </strong>proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.</p>
<p>Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).<br />
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu :<br />
1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan……….. <em><a href="http://ochanbhancine.files.wordpress.com/2009/10/f_rosesbackgrm_60564441.gif?w=436&#38;h=226">baca selanjutnya&#8230;.</a> </em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[40 Tahun Internet, 1969 - 2009]]></title>
<link>http://zamrishabib.wordpress.com/2009/10/27/40-tahun-internet-1969-2009/</link>
<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 01:22:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>zamris habib</dc:creator>
<guid>http://zamrishabib.wordpress.com/2009/10/27/40-tahun-internet-1969-2009/</guid>
<description><![CDATA[* AFP/HO Leonard Kleinrock, ilmuwan komputer, memperlihatkan alat pertama yang menyambungkan kompute]]></description>
<content:encoded><![CDATA[* AFP/HO Leonard Kleinrock, ilmuwan komputer, memperlihatkan alat pertama yang menyambungkan kompute]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pengertian Pendidikan]]></title>
<link>http://yulinda02.wordpress.com/2009/10/24/pengertian-pendidikan/</link>
<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 13:17:54 +0000</pubDate>
<dc:creator>yulinda sari</dc:creator>
<guid>http://yulinda02.wordpress.com/2009/10/24/pengertian-pendidikan/</guid>
<description><![CDATA[Dengan perkembangan zaman di dunia pendidikan yang terus berubah dengan signifikan sehingga banyak m]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Dengan perkembangan zaman di dunia pendidikan yang terus berubah dengan signifikan sehingga banyak m]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Potensi TekPend]]></title>
<link>http://cafeajar.wordpress.com/2009/10/20/potensi-tekpend/</link>
<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 03:47:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>cafeajar</dc:creator>
<guid>http://cafeajar.wordpress.com/2009/10/20/potensi-tekpend/</guid>
<description><![CDATA[Bebagai formulasi tentang Teknologi Pendidikan : Teknologi Pendidikan merupakan suatu proses yang ko]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bebagai formulasi tentang Teknologi Pendidikan :</p>
<ol>
<li>Teknologi Pendidikan merupakan suatu proses yang kompleks dan terintegrasi meliputi manusia,alt, dan system, termasuk di antaranya gagasan, prosedur, dan organisasi.</li>
<li>Teknologi pendidikan memakai pendekatan yang sistematis dalam rangka menganalisa dan memecahkan persoalan proses belajar.</li>
<li>Teknologi pendidikan merupakan suatu bidang yang berkepentingan dengan pengembangan secara sistematis berbagai macam sumber belajar, termasuk di dalamnya pengelolaan dan penggunaan sumber tersebut.</li>
<li>Teknologi Pendidikan merupakan suatu bidang profesi yang terbentuk dengan adanya usaha terorganisasikan dalam mengembangkan teori, melaksanakan penelitian, dan aplikasi praktis perluasan, serta peningkatan  sumber belajar.</li>
<li>Teknologi Pendidikan beroperasi dalam seluruh bidang pendidikan secara integrative, yaitu secara rasional berkembang dan berintegrasi dalam berbagai kegiatan pendidikan.</li>
</ol>
<p>Pada umumnya teknologi pendidikan dianggap mempunyai potensi untuk :</p>
<ol>
<li>Meningkatkan produktivitas pendidikan, dengan jalan :</li>
</ol>
<ul>
<li>Mempercepat tahap belajar <em>(rate of learning)</em></li>
<li>Membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik</li>
<li>Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga guru dapat lebih banyak membina dan mengembangkan kegairahan belajar anak.</li>
</ul>
<ol>
<li>Memberikan kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual, dengan jalan :</li>
</ol>
<ul>
<li>Mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional,</li>
<li>Memberikan kesempatan anak berkembang sesuai kemampuannya.</li>
</ul>
<ol>
<li>Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pengajaran, dengan jalan :</li>
</ol>
<ul>
<li>Perencanaan program pengajaran yang lebih sistematis</li>
<li>Pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi penelitian tentang perilaku</li>
</ul>
<ol>
<li>Lebih memantapkan pengajaran, dengan jalan :</li>
</ol>
<ul>
<li>Meningkatkan kapabilitas manusia dengan berbagai media komunikasi</li>
<li>Penyajian informasi dan data secara lebih konkret</li>
</ul>
<ol>
<li>Memungkinkan belajar secara seketika <em>(immediacy of learning) </em>karena dapat :</li>
</ol>
<ul>
<li>Mengurangi jurang pemisah antara pelajaran di dalam dan di luar sekolah</li>
<li>Memberikan pengetahuan langsung</li>
</ul>
<ol>
<li>Memungkinkan penyajian pendidikan lebih luas, terutama adanya media massa, dengan jalan :</li>
</ol>
<ul>
<li>Pemanfaatan bersama (secara lebih luas) tenaga atau kejadian yang langka.</li>
<li>Penyajian informasi menembus batas geografi (Ely, 1979).</li>
</ul>
<p>Mengenai pentingnya Teknologi Pendidikan ini, Dr. Daoed Joesoef (8 Januari 1980) dalam pidato pengarahan Lokakarya Nasional Teknologi Pendidikan di Yogyakarta menyatakan antara lain :</p>
<p>“Teknologi pendidikan perlu di pikirkan dan dibahas terus menerus karena adanya kebutuhan riil yang mendukung pertumbuhan dan perkembangannya, yaitu : <em>(i) tekad mengadakan perluasan dan pemerataan kesempatan belajar, (ii) keharusan meningkatkan mutu pendidikan, berupa antara lain penyempurnaan kurikulum, penyediaan berbagai sarana pendidikan, dan peningkatan kemampuan tenaga pengajar lewat berbagai sarana pendidikan serta pelatihan, (iii) penyempurnaan system pendidikan dengan penelitian dan pengembangan sesuai dengan tantangan zaman dan kebutuhan, (iv) peningkatan partisipasi masyarakat dengan pengembangan dan pemanfaatan berbagai wadah dan sumber-sumber pendidikan, (v) penyempurnaan pelaksanaan interaksi penyelengaraan pendidikan”.</em></p>
<p align="right"><strong>(Sumber : Miarso, 2004:6-7)</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tentang PakYusufhadi Miarso]]></title>
<link>http://cafeajar.wordpress.com/2009/10/20/tentang-pakyusufhadi-miarso/</link>
<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 03:41:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>cafeajar</dc:creator>
<guid>http://cafeajar.wordpress.com/2009/10/20/tentang-pakyusufhadi-miarso/</guid>
<description><![CDATA[Suatu kali ada kegiatan seminar yang diadakan himpunan dengan salah satu narasumbernya adalah beliau]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong> </strong></p>
<p><a rel="attachment wp-att-100" href="http://cafeajar.wordpress.com/2009/10/20/tentang-pakyusufhadi-miarso/95bd0c9f1e14dadd45e963c29bfc753c/"><img class="size-thumbnail wp-image-100 alignleft" title="pak yusufhadi" src="http://cafeajar.wordpress.com/files/2009/10/95bd0c9f1e14dadd45e963c29bfc753c.jpg?w=98" alt="pak yusufhadi" width="98" height="150" /></a>Suatu kali ada kegiatan seminar yang diadakan himpunan dengan salah satu narasumbernya adalah beliau. Karena saya seksi konsumsi waktu itu dan lumayan banyak yang harus di kerjakan dengan rekan-rekan lainnya, maka banyak berkutat di dapurlah saya (sibuk nyicip &#38; nyelundupin <em>snack</em> maksudnya ^^), jadinya tak begitu bisa mengikuti acara seminarnya,deh. Barulah pas Pak Yusufhadi bergegas meninggalkan auditorium beberapa rekan Tekpend mengerumuninya.</p>
<p>Dengan keramahan senyum, beliaupun bersedia memenuhi permintaan para mahasiswa untuk menandatangani buku Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Sebelum menandatangani ditanyakannya terlebih dahulu siapa nama kami masing-masing yang mengerumuninya. Sama halnya kepada yang lain, pas giliran saya beliau juga menuliskan kata <em>“Untuk Ela” </em>yang ditandatangani beliau di bawahnya … Euheuheuh3x, <em>so sweet</em>, dan pak Yusufhadi juga wangi,lho farfumnya masih kecium sampe sekarang .^^.</p>
<p><strong>Bapak Tekpend</strong>. Itulah jawaban yang pertama kali saya dapatkan dari kakak angkatan saya sewaktu menanyakan siapa beliau ini. <strong>Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M. Sc </strong>memang menjadi tokoh paling populer di dunia Teknologi Pendidikan negara kita dibandingkan tokoh-tokoh pendidikan lainnya.</p>
<p>Siapa sosok pak Yusufhadi itu, berikut sekilas pandangan tentang beliau menurut beberapa tokoh yang memberikan sambutan dalam bukunya “Menyemai Benih Tekpend”:</p>
<p><strong>Dr. Arief Sadiman (Direktur Sekertariat SEAMEO* Bangkok 2004 dan mantan Kepala Pustekom Dikbud, Jakarta): </strong></p>
<p>“Berbicara perkembangan Tekonologi Pendidikan di Indonesia rasanya sulit dipisahkan dari nama Yusuf Hadi Miarso. Sepak terjangnya jelas mencerminkan seorang pembaharu dalam dunia pendidikan di Indonesia yang selalu gelisah memikir dan menggagas hal-hal baru yang belum terfikirkan oleh orang lain”.</p>
<p><strong>Prof. Dr. Atwi Suparman, M. SC (Rektor Universitas Terbuka 2004)</strong></p>
<p><strong>“</strong>Prof. Dr. Yusufhadi Miarso merupakan salah satu dari generasi pertama yang mempelopori berkembangnya teknologi pendidikan di Indonesia sejak awal tahun 1960-an. Beliau juga yang memelopori pembentukan asosiasi profesi teknologi pendidikan di Indonesia akhir tahun 1980-an. Beliau merupakan satu-satunya orang non Amerika yang pernah meraih <em>Distinguished Service Award for Outstanding Activities and Achievment in Educational Technology dari Association for Education Communication and Technology (AECT) </em>pada tahun 1987”.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Harina Yuhetty (Kepala Pustekom-Depdiknas 2004)</strong></p>
<p>“Peran Pak Yusuf dalam mengembangkan Teknologi Pendidikan di Indonesia boleh dikatakan fenomenal; beliau menerima penghargaan internasional dari <em>Association for Education Communication and Technology (AECT)</em> dengan <em>Distinguished Service Awards</em> atas jasanya “mengembangkan teknologi pendidikan di Indonesia yang dapat dijadikan contoh untuk negara berkembang”, beliau juga menerima penghargaan dari pemerintah, Kalyanakretya Utama, dalam bidang Teknologi Pendidikan pada tahun 1997”.</p>
<p><strong>Drs. H. Sinwari Natakusumah </strong></p>
<p>“Peranan Pak Yusuf, baik dalam mengembangkan Pustekom sebagai Pusat Pertama, maupun dalam membina pendidikan keahlian Teknologi Pendidikan dapat dikatakan legendaries. Komitmennya yang sungguh-sungguh disertai itikad tekad yang besar dan kegigihan yang tak mengenal lelal, telah menghasilkan penghargaan nasional maupun internasional … tidak terhitung lagi kontribusinya dalam berbagi bentuk penerapan konsep dan prinsip Tekpend, seperti SMP Terbuka, Universitas Terbuka, dan lain-lain”.</p>
<p><strong>Prof. Dr. Sutjipto (Rektor UNJ 2004)</strong></p>
<p>“Program studi Teknologi Pendidikan merupakan program yang penting artinya dalam rangka pembangunan pendidikan di tanah air. Oleh karena itu, saya bangga akan peran Prof. Yusufhadi Miarso yang telah mepelopori pembukaan program studi tersebut, yang dilakukan beliau semasa menjabat sebagai Kepala Pusat TKPK (sekarang Pustekom)”.</p>
<p>Nah, menurut saya sendiri (melalui bukunya), beliau memanglah berperan besar dalam memelopori perkembangan Teknologi Pendidikan di pengalaman yang kaya dari berbagai macam penugasan di lingkungan Departemen Pendidikan.</p>
<p>Banyak hal yang bisa kita teladani dari beliau ini. Tak hanya perjuangannya dalam bidang ketekpendan tapi juga inspirasi tentang bagaimana menata kehidupan personal dan sosial yang lebih baik. Sudah selayaknya sebagai bagian (meskipun bagian  sangat kecil) dari masyarakat Tekpend, kita menjadikan beliau sebagai salah satu panutan khususnya dalam menjalani profesi kita nanti. Apapun profesinya. Apapun posisinya.</p>
<p>Bapak … terimaksih, pak semoga 4JJI memberkahi … doakan kami semua ^^!.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sejarah Tekpend (I)]]></title>
<link>http://cafeajar.wordpress.com/2009/10/20/sejarah-tekpend-i/</link>
<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 03:37:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>cafeajar</dc:creator>
<guid>http://cafeajar.wordpress.com/2009/10/20/sejarah-tekpend-i/</guid>
<description><![CDATA[Nama jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan merupakan nama yang diberikan oleh Ditjen Dikti atas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Nama jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan merupakan nama yang diberikan oleh Ditjen Dikti atas masukan dari Konsorsium Ilmu Pendidikan. Di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) jurusan Kurtek hanya ada satu bidang atau program studi, yaitu Teknologi Pendidikan. Namun, di LPTK lain mungkin jurusan ini mungkin terdiri dari program studi “Kurikulum” dan “ Teknologi Pendidikan”. Jurusan ini di buka sejak tahun 1976 sebagai pengganti dari jurusan Pendidikan Umum.</p>
<p>Terdapat fokus yang berbeda antara “kurikulum” dan “teknologi pendidikan”, yaitu bahwa bidang kurikulum lebih mengutamakan pada falsafah dan isi “seluruh pengalaman yang direncanakan yang diperoleh anak didik”, sedangkan bidang teknologi pendidikan mengutamakan pada bagaimana (proses) pengalaman itu dapat diperoleh masing-masing anak didik”. Disamping itu Tekpend juga berkepentingan dengan proses di mana terjadi tindak belajar dalam situasi yang tidak sengaja dirancang dan dikelola (misalnya pemanfaatan siaran televisi dan radio, museum, dan lain-lain), serta proses yang berhubungan dengan pengelolaan kegiatan pembelajaran (misalnya evaluasi formatif, analisis efektivitas biaya, dan lain-lain).</p>
<p>Pembukaan bidang studi Teknologi Pendidikan di IKIP Jakarta (UNJ sekarang) merupakan respon atas rencana pembangunan pendidikan yang tertuang dalam GBHN 1969-1973, di mana antara lain terdapat kebijakan penggunaan siaran radio dan televisi untuk peningkatan mutu pendidikan. Pimpinan BAPPENAS dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada waktu itu memang menekankan agar penggunaan teknologi dalam pendidikan dapat dilakukan dengan tenaga ahli sendiri – tidak mengimpor tenaga asing sebagaimana banyak terjadi di Negara berkembang lain.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PROCESS COST METHOD, by  ASNIDAWATI]]></title>
<link>http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/2009/10/17/process-cost-method-by-asnidawati-2/</link>
<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 09:13:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>tpb114</dc:creator>
<guid>http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/2009/10/17/process-cost-method-by-asnidawati-2/</guid>
<description><![CDATA[Metode HP Proses adalah cara penentuan harga pokok produk di mana biaya produksi dibebankan kepada p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Metode HP Proses adalah cara penentuan harga pokok produk di mana biaya produksi dibebankan kepada proses atau kegiatan produksi selama periode tertentu dan dibagikan sama rata kepada produk yang dihasilkan pada periode tersebut, <a href="http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/files/2009/10/process-cost1.pptx">baca selanjutnya</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Proses sosial dan interaksi sosial, Elvri TS]]></title>
<link>http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/2009/10/17/proses-sosial-dan-interaksi-sosial-elvri-ts/</link>
<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 07:52:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>tpb114</dc:creator>
<guid>http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/2009/10/17/proses-sosial-dan-interaksi-sosial-elvri-ts/</guid>
<description><![CDATA[by Elvri simbolon Interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Apa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#ff0000;"><em><strong>by Elvri simbolon</strong></em></span></p>
<p><img class="size-full wp-image-62 alignright" title="AddEmoticons11917" src="http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/files/2009/10/addemoticons11917.gif" alt="AddEmoticons11917" width="150" height="150" /></p>
<p>Interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Apabila dua orang bertemu interaksi sosial dimulai pada saat itu juga, Walaupun orang-orang tersebut tidak saling berbicara, interaksi sosial telah terjadi, <em><a href="http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/files/2009/10/pwr-point-sosiologi.pptx">baca selanjutnya</a></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Analisis Situasional dan Penjajagan Kebutuhan Pelatihan (TNA) ]]></title>
<link>http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/2009/10/15/analisis-situasional-dan-penjajagan-kebutuhan-pelatihan-tna/</link>
<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 15:25:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>tpb114</dc:creator>
<guid>http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/2009/10/15/analisis-situasional-dan-penjajagan-kebutuhan-pelatihan-tna/</guid>
<description><![CDATA[Analisis Situasional dan Penjajagan Kebutuhan Pelatihan ((TNA) Perkenalan Analisis Situasional Prakt]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2 style="text-align:center;"><span style="color:#888888;"><strong><img class="size-thumbnail wp-image-54 alignleft" title="speed-e" src="http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/files/2009/10/speed-e.jpg?w=150" alt="speed-e" width="150" height="60" />Analisis Situasional dan Penjajagan Kebutuhan Pelatihan ((TNA)</strong></span></h2>
<p><span style="color:#888888;"><strong><br />
</strong></span></p>
<h1><span style="color:#888888;"> </span></h1>
<p><strong>Perkenalan Analisis Situasional<br />
Praktek Analisis Situasional<br />
Kenapa TNA<br />
Perkenalan TNA<br />
Analisis Komuniti dan Organisasi<br />
Analisis Pembelajar<br />
Analisis Kebutuhan Pelatihan<br />
Rencana Aksi TNA<br />
Sharing Temuan TNA<br />
Pelaporan TNA<br />
Permainan Tender TNA</strong></p>
<p><strong><a href="http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/files/2009/10/analisis-situasional-dan-penjajagan-pelatihan.pdf"><span style="color:#ff9900;"><em>download here..</em></span></a><br />
</strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar Desain Grafis]]></title>
<link>http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/2009/10/10/belajar-desain-grafis/</link>
<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 11:48:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>tpb114</dc:creator>
<guid>http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/2009/10/10/belajar-desain-grafis/</guid>
<description><![CDATA[Bagaimana memulai belajar Desain Grafis? Bagaimana memulai belajar Desain Grafis? Memang itu sebuah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2 style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;">Bagaimana memulai belajar Desain Grafis?</span></h2>
<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/files/2009/10/spiderman-21.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-128" title="spiderman-21" src="http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/files/2009/10/spiderman-21.jpg?w=150" alt="spiderman-21" width="150" height="110" /></a>Bagaimana memulai belajar Desain Grafis?</strong> Memang itu sebuah pertanyaan yang sangat mendasar bagi seorang desiner pemula.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Definisi Desain Grafis</strong>: adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau fotografi.Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa tokoh menyatakan pendapatnya tentang desain grafis yang saya ambil dari situs <a href="http://id.wikipedia.org/" target="_blank">http://id.wikipedia.org/</a></p>
<p style="text-align:justify;">Menurut <strong>Suyanto</strong> desain grafis didefinisikan sebagai ” <em>aplikasi dari keterampilan <a title="Seni" href="http://slametriyanto.web.id/wiki/Seni" target="_blank">seni</a> dan <a title="Komunikasi" href="http://slametriyanto.web.id/wiki/Komunikasi" target="_blank">komunikasi</a> untuk kebutuhan <a title="Bisnis" href="http://slametriyanto.web.id/wiki/Bisnis" target="_blank">bisnis</a> dan <a title="Industri" href="http://slametriyanto.web.id/wiki/Industri" target="_blank">industri</a></em>“. Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi <a title="Periklanan" href="http://slametriyanto.web.id/w/index.php?title=Periklanan&#38;action=edit" target="_blank">periklanan</a> dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi, dan secara <a title="Visual" href="http://slametriyanto.web.id/w/index.php?title=Visual&#38;action=edit" target="_blank">visual</a> menyempurnakan pesan dalam <a title="Publikasi" href="http://slametriyanto.web.id/w/index.php?title=Publikasi&#38;action=edit" target="_blank">publikasi</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan Jessica Helfand dalam situs <a title="http://www.aiga.com" href="http://www.aiga.com/" target="_blank">http://www.aiga.com/</a> mendefinisikan desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata dan <a title="Gambar" href="http://slametriyanto.web.id/wiki/Gambar" target="_blank">gambar</a>, angka-angka dan grafik, <a title="Foto" href="http://slametriyanto.web.id/wiki/Foto" target="_blank">foto</a>-foto dan <a title="Ilustrasi" href="http://slametriyanto.web.id/wiki/Ilustrasi" target="_blank">ilustrasi</a> yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut <strong>Danton Sihombing</strong> desain grafis mempekerjakan berbagai elemen seperti&#8230;.. <a href="http://teknologipendidikanb114.wordpress.com/?p=127"><em>read more</em></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
