<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>terima-telepon-mati &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/terima-telepon-mati/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "terima-telepon-mati"</description>
	<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 03:53:50 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Terima Telepon bisa mati]]></title>
<link>http://collonies.wordpress.com/2008/05/10/teriama-telepon-mati/</link>
<pubDate>Sat, 10 May 2008 01:05:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>collonies</dc:creator>
<guid>http://collonies.wordpress.com/2008/05/10/teriama-telepon-mati/</guid>
<description><![CDATA[Sebelum akhirnya merebak menjadi sms santet dan telepon setan di sejumlah kota di Sumatera, isu ilmu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sebelum akhirnya merebak menjadi sms santet dan telepon setan di sejumlah kota di Sumatera, isu ilmu hitam di jaringan seluler bermula dari informasi miring mengenai Axis, layanan seluler yang baru diluncurkan Natrindo Telepon Seluler (NTS) ahir Maret lalu. Informasi yang menyebar melalui forum diskusi di internet dan blog menyebut Axis sebagai kartu setan. Bahkan, informasi yang meresahkan tersebut mulai merambah dari SMS ke SMS.</p>
<p style="text-align:justify;">“Pi jangan pki axis. Ktnya axis di blk jd sixa n di luncr ke dari gereja setan/anti kristus. N klu ada yg pki ntar di siksa setan,” demikian cuplikan SMS yang dikirimkan seorang anak kepada bapaknya. Di Lhoksuemawe dan Palembang, nama Axis sudah tidak muncul, namun berkembang menjadi SMS yang lebih meresahkan yakni informasi mengenai panggilan dari telepon setan yang dapat membunuh penerimanya.</p>
<p style="text-align:justify;">hari gini masi percaya setan. mang setan tu ada tapi masak kita kalah ma gosip murahan ampe kata disms tu kita bisa mati ditelpon dari axis hahahahaha nyawa ditangan sang pencipta</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more--></p>
<p style="text-align:justify;">ada berbagai macam versi</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Salah satu SMS itu berbunyi: ”Kalo ada telepon yang NOMORNYA BERWARNA MERAH jangan diangkat, karena bisa menelan jiwa. Hari ini sudah disiarkan di berita, terjadi di Jakarta dan Duri dan sudah terbukti. Sekarang masih diusut oleh pihak KEPOLISIAN. Dugaan sementara adalah kasus PEMBUNUHAN JARAK JAUH MELALUI TELEPON GENGGAM (HP) oleh dukun ILMU HITAM/si penelepon adalah ROH GENTAYANGAN yang mencari MANGSA. Harap dimengerti dan kirim ke teman atau saudara semua. Harap saling membantu sesama umat manusia.”</p>
<p>Sedangkan Yeni, pembaca Warta Kota, menyebutkan bahwa SMS yang ia terima berbunyi: ”Informasi, kalau ada nomor HP yang 0866 atau 0666 masuk berwarna merah, mohon jangan diangkat, karena ada virus kematian. Soalnya di Jakarta dan di Sumatera sudah ada yang meninggal gara-gara masalah ini, orang bilang lagi uji ilmu hitam.”</p>
<p style="text-align:justify;">Pesan lain berbunyi: ”Tolong diperhatikan serius. Jika menerima telp masuk dari HP dengan kepala no 0866 atau 066 dengan warna tulisannya merah, mohon dengan sangat jangan diterima. Sama sekali jangan memencet tombol apa pun karena telah memakan korban 1 orang di Medan dan 3 orang di Pekanbaru yang hangus karena HP-nya meledak. Mohon beritahu teman-teman lain”.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada juga yang berbunyi seperti ini: ”Mengenai ‘Ring in Red” yang terjadi di banyak negara, kepdik WHO Prof Dr Adi Mok telah menytakn bhw, kjdian tsb bkn ulah ilmu hitam. Tap, radiasi infra merah yangsengaja dipancarkan scr berlebihan ke HP no yg dituju yg mmg bnr dpt menyebabkan penerima tewas bbrp saat stlh mendengar telp. Walaupun tdk dijawab, HP yng terletak dkt jg berbhy, dpt timbulkan penyakit perlahan seperti kanker. Sebaiknya kurangi pengaktifan/pemakaian HP sampai dinyatakan aman kmbl olh WHO.”</p>
<p style="text-align:justify;">tanggapan BANG ROY SURYO yang diambil dalm sebuah harian nasional</p>
<p style="text-align:justify;">Menanggapi isu santet via SMS, pengamat telematika Roy Suryo yakin isu itu merupakan upaya untuk meresahkan masyarakat dengan mendompleng kemajuan teknologi. ”Saya bisa pastikan, dari sisi teknologi, hal itu tidak mungkin. Apalagi sampai ada keterangan bahwa nomor yang muncul ada 666 dan berwarna merah. Itu tidak mungkin bisa membuat nyawa seseorang melayang,” ujarnya saat dihubungi Warta Kota, semalam.</p>
<p style="text-align:justify;">Roy tidak menampik jika ada kemungkinan santet dilakukan dengan perantaraan ponsel. ”Saya bukan ahli santet, tapi kalau ponsel jadi perantara santet, itu mungkin saja. Itu kan sama halnya dengan santet lewat perantaraan batu, pisau, sendok, garpu, atau benda lainnya,” ucapnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Roy juga menyangsikan kebenaran isi SMS teror tersebut. ”Selama ini testimoni yang muncul, baik di Riau, Jambi, atau kota lain cuma katanya-katanya saja. Sampai saat ini tidak ada bukti konkret,” katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu, dari sisi teknis, kata Roy, tidak mungkin nomor yang muncul di layar ponsel kemudian berubah warna jadi merah. ”Apalagi kalau ponselnya monochrome (bukan layar berwarna—Red),” jelasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentang dugaan radiasi ponsel sehingga penggunanya mengalami gangguan kesehatan bahkan sampai meninggal dunia, Roy mementahkan dugaan ini. ”Soal radiasi, itu memang sudah ada sejak ponsel diciptakan. Tapi kan sudah ada badan yang mengawasi soal itu. Kalau di tingkat dunia ada Federal Communication Comission (FCC) yang mengawasi. Mereka punya standar sehingga orang tidak celaka karena hal itu,” ujarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Terkait masalah ini, Roy bersedia menjadi orang pertama yang meneliti korban meninggal akibat santet lewat ponsel. ”Saya berani menjadi orang pertama yang menyelidiki ini kalau memang betul ada korban karena santet lewat ponsel, kecuali ada orang yang disantet ketika sedang terima panggilan lewat ponsel. Ini hal lain. Kalau memang seperti itu, bukan salah ponselnya, memang kebetulan saja si korban, misalnya, kena santet saat pegang ponsel,” ucapnya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
