<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>terluka &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/terluka/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "terluka"</description>
	<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 00:00:06 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Burning Me Slowly]]></title>
<link>http://rumahkecilkita.wordpress.com/2009/11/25/burning-me-slowly/</link>
<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 16:45:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>Rinahasan</dc:creator>
<guid>http://rumahkecilkita.wordpress.com/2009/11/25/burning-me-slowly/</guid>
<description><![CDATA[aku mulai merasakan ketiadaan menghilangkan hampir seluruh perasaan kehampaan ini tidakkah kamu tahu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>aku mulai merasakan ketiadaan</p>
<p>menghilangkan hampir seluruh perasaan</p>
<p>kehampaan ini</p>
<p>tidakkah kamu tahu, perlahan jiwa ini meninggalkan raga</p>
<p>berlari mengejarmu</p>
<p>namun setiap langkah hanya ketiadaan</p>
<p>aku hanya ingin menemuimu</p>
<p>sekali saja</p>
<p>&#160;</p>
<p>you are burning me slowly, can&#8217;t you see?</p>
<p>&#160;</p>
<p>25 November 2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sang Banci]]></title>
<link>http://asrarudin.wordpress.com/2009/11/23/sang-banci/</link>
<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 11:26:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>asrarudin</dc:creator>
<guid>http://asrarudin.wordpress.com/2009/11/23/sang-banci/</guid>
<description><![CDATA[Tak mampu urai kata Jemari mati rasa Otak tak ubah gumpalan daging nista Semua tak miliki harga Lela]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Tak mampu urai kata Jemari mati rasa Otak tak ubah gumpalan daging nista Semua tak miliki harga Lela]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Maafkan Aku Sepi!!!]]></title>
<link>http://worldlife.wordpress.com/2009/11/19/158/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 23:43:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>vie</dc:creator>
<guid>http://worldlife.wordpress.com/2009/11/19/158/</guid>
<description><![CDATA[salahku mungkin&#8230; tak seharusnya aku mengeluh kesepeian ketika sunyi dan kesendirian menjadi sa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[salahku mungkin&#8230; tak seharusnya aku mengeluh kesepeian ketika sunyi dan kesendirian menjadi sa]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pertapa Muda Dan Kepiting]]></title>
<link>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/06/pertapa-muda-dan-kepiting/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 23:11:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>reeleks</dc:creator>
<guid>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/06/pertapa-muda-dan-kepiting/</guid>
<description><![CDATA[Suatu ketika di sore hari yang terasa teduh, nampak seorang pertapa muda sedang bermeditasi di bawah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Suatu ketika di sore hari yang terasa teduh, nampak seorang pertapa muda sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai. Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar tidak beraturan.</p>
<p>Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai di mana sumber suara tadi berasal. Ternyata, di sana nampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang deras.</p>
<p>Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan. Karena itu, ia segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Melihat tangan terjulur, dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa muda. Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa itu puas karena bisa menyelamatkan si kepiting.</p>
<p>Kemudian, dia pun melanjutkan kembali pertapaannya. Belum lama bersila dan mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi suara yang sama dari arah tepi sungai. Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama. Maka, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan jarinya dicapit oleh kepiting demi membantunya.</p>
<p>Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret arus lagi. Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya makin membengkak karena jepitan capit kepiting.</p>
<p>Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian datang menghampiri dan menegur si pertapa muda, &#8220;Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik. Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepiting engkau membiarkan capit kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih. Maka, saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa mahluk lain, walaupun itu hanya seekor kepiting,&#8221; jawab si pertapa muda dengan kepuasan hati karena telah melatih sikap belas kasihnya dengan baik.</p>
<p>Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungut sebuah ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali melawan arus sungai. Segera, si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya. &#8221; Lihat Anak muda. Melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik, tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik, yakni untuk menolong mahluk lain, bukankah tidak harus dengan cara mengorbankan diri sendiri. Ranting pun bisa kita manfaatkan, betul kan?&#8221;</p>
<p>Seketika itu, si pemuda tersadar. &#8220;Terima kasih paman. Hari ini saya belajar sesuatu. Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan. Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang paman ajarkan.&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kerajaan Sang Dan Sing]]></title>
<link>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/05/kerajaan-sang-dan-sing/</link>
<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 08:13:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>reeleks</dc:creator>
<guid>http://reeleks.wordpress.com/2009/11/05/kerajaan-sang-dan-sing/</guid>
<description><![CDATA[Suatu ketika di atas sebuah pulau, berdiri dua buah kerajaan yang sama – sama berusaha untuk menguas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Suatu ketika di atas sebuah pulau, berdiri dua buah kerajaan yang sama – sama berusaha untuk menguasai pulau tersebut. Masing – masing raja dari ke dua kerajaan adalah raja yang ambisius dan menghalalkan segala cara untuk menjadi yang terkuat. Karena ambisi mereka, telah banyak rakyat dan prajurit kerajaan yang menjadi korban, tapi mereka tidak mau peduli dengan pertumpahan darah yang terjadi. Mereka adalah raja yang kejam dan tidak mempedulikan nasib rakyatnya demi ambisi mereka.</p>
<p>Sebut saja dua kerajaan ini, kerajaan Sang dan kerajaan Sing. Suatu ketika raja dari kerajaan sing di karuniai seorang putra, yang di beri nama shin. Berbeda dengan ayahnya raja kerajaan sing, shin adalah anak yang tidak suka dengan pertumpahan darah dan memikirkan orang lain. Karena tumbuh dengan didikan agama di dalamnya, maka dia tumbuh menjadi seorang pemuda yang bijaksana, dan pada usianya yang ke 17, ayahnya meninggal, dan dia di nobatkan menjadi seorang raja mengantikan ayahnya, karena dia satu – satunya anak tunggal pewaris tahta kerajaan sing.</p>
<p>Kabar bahwa raja kerajaan sing meninggal ternyata sampai ke telinga raja kerajaan sang, dan tanpa mengulur waktu raja kerajaan Sang mengerahkan seluruh pasukannya untuk mengempur kerajaan sing. Dalam waktu sekejap, jatuh korban dari ke dua kerajaan tersebut. Karena jumlah prajurit kerajaan sing lebih banyak dan raja barunya yang cakap, maka kerajaan Sang pun dapat di pukul mundur. Karena pertempuran ini, banyak prajurit dari ke dua kerajaan yang terluka. Raja kerajaan sang tidak mau mempedulikan prajuritnya yang terluka, dia malah menyalahkan kerja keras para prajuritnya, menurutnya kegagalannya menjadi yang terbaik disebabkan oleh para prajuritnya, dia pun memperketat jadwal latihan para prajuritnya dan para prajurit yang dianggap sudah tidak berguna lagi akan di kucilkan dan di asingkan ke hutan. Lain halnya dengan raja Shin, dia merawat pasukannya yang terluka dan mempedulikan kesejahteraan mereka yang sudah tidak dapat aktif lagi karena alasan usia atau pun cacat karena perang. Karena kebaikannya, nama raja Shin terdengar sampai ke seluruh penjuru pulau tersebut.</p>
<p>Tahun demi tahun pun berlalu, karena kekejaman raja Sang, rakyat kerajaan Sang pun satu persatu melarikan diri dan meminta perlindungan kepada raja Shin. Terutama para prajurit yang sudah tua dan tidak bisa aktif lagi.</p>
<p>Merasa sudah cukup kuat, raja Sang mengerahkan pasukannya untuk menyerang kerajaan Sing. Namun betapa terkejutnya raja Sang saat sampai ke kerajaan Sing, ternyata para prajurit dan orang – orang yang di kucilkannya menjadi pemanah di kerajaan Sing, sehingga pasukan kerajaan Sang sulit untuk mendekati benteng kerajaan Sing. Rupanya para prajurit yang mengalami cacat akibat perang dilatih menjadi pemanah, sedangkan para lansia sebagian di latih menjadi pembuat panah dan busurnya. Raja Sang benar – benar tidak pernah menyangka orang – orang yang dianggapnya tidak berguna, ternyata adalah orang yang paling menghambat langkahnya.</p>
<p>Perang pun terjadi 3 hari lamanya, akhirnya karena kerja sama yang solid tentara kerajaan Sang pun dapat dikalahkan dan raja kerajaan Sang pun di tawan beserta beberapa prajurit lainnya dan di bawa menghadap raja Shin. Mendengar raja kerajaan Sang tertangkap, para rakyat dan prajurit yang merasa terbuang dari kerajaan Sang yang kemudian menetap sebagai penduduk di kerajaan sing pun datang ke depan istana kerajaan dan meminta raja Shin untuk mengeksekusi mati raja dari kerajaan Sang.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sayang.........]]></title>
<link>http://asrarudin.wordpress.com/2009/10/15/sayang/</link>
<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 12:24:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>asrarudin</dc:creator>
<guid>http://asrarudin.wordpress.com/2009/10/15/sayang/</guid>
<description><![CDATA[(Sisi lain Asrarudin Hamid) Sayang&#8230; Adakah kau terbangun pagi buta Kala mentari mencium manja ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[(Sisi lain Asrarudin Hamid) Sayang&#8230; Adakah kau terbangun pagi buta Kala mentari mencium manja ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[3 Jurus Penghilang Duka]]></title>
<link>http://irvanhabibali.wordpress.com/2009/10/15/3-jurus-penghilang-duka/</link>
<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 05:55:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>irvandedy</dc:creator>
<guid>http://irvanhabibali.wordpress.com/2009/10/15/3-jurus-penghilang-duka/</guid>
<description><![CDATA[Setiap kita mendapat musibah tentu akan ada duka yang mendalam dalam hati kita. Takkan hilang sampai]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://irvanhabibali.wordpress.com/files/2009/10/wanita2.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-850" title="wanita2" src="http://irvanhabibali.wordpress.com/files/2009/10/wanita2.jpeg" alt="wanita2" width="121" height="124" /></a>Setiap kita mendapat musibah tentu akan ada duka yang mendalam dalam hati kita. Takkan hilang sampai kapanpun dan akan selalu terkenang dimanapun. Apalagi kalau yang kita alami adalah sesuatu yang tidak kita duga sama sekali. Tapi kita juga harus ingat, bahwa hidup ini harus terus kita jalani walaupun akan selalu ada rintangan yang menghadang. Bukankah manusia adalah makhluk yang sempurna ??? tentu manusia akan mampu mengatasi duka yang melandanya.</p>
<p>Mungkin ini ada jurus yang selalu saya pakai ketika saya sedang sedih dan berduka akan suatu hal. Mudah – mudahan berguna.<!--more--></p>
<ol>
<li><em>Don’t look back!</em> Jangan selalu mengingat masa lalu, tataplah ke depan. Kita memang pantas bersedih, tapi jauh lebih penting mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Allah sengaja menyelamatkan kita supaya jadi orang yang makin tegar. Ingat, banyak orang yang menjadi manusia hebat setelah aneka musibah yang menimpanya.</li>
<li><em>Stop crying!</em> Jangan keterusan menangis. Yang sudah berlalu dan berpulang padaNya tidak akan bisa kembali lagi. Syukuri apa yang Allah masih berikan pada kita. Bahwa kita masih survive dan juga orang-orang terdekatmu, atau mungkin sebagian harta keluargamu. Nangis terus menambah berat masalah.</li>
<li><em>Positive Thinking!</em> Tetap berpikir positif. Alhamdulillah, kamu masih sehat dan selamat, masih banyak orang yang tertimpa musibah lebih parah dan mereka masih baik-baik saja. Yakinlah bahwa ini adalah ujian dari Allah – bukan hinaan apalagi kezhaliman – yang kalau kita bisa melewatinya dengan baik bakal menuai pahala yang besar.</li>
</ol>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Galau Hati Sang Daeng!!!]]></title>
<link>http://asrarudin.wordpress.com/2009/10/10/galau-hati-sang-daeng/</link>
<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 15:45:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>asrarudin</dc:creator>
<guid>http://asrarudin.wordpress.com/2009/10/10/galau-hati-sang-daeng/</guid>
<description><![CDATA[Galau Hatiku..Jiwaku!!! Senyap lantunan sepiku meruak penuhi langit kamarku Tempat raga ringkihku se]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Galau Hatiku..Jiwaku!!! Senyap lantunan sepiku meruak penuhi langit kamarku Tempat raga ringkihku se]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Quake Hits Southren Sumatera]]></title>
<link>http://davidjuly.wordpress.com/2009/10/07/quake-hits-southren-sumatera/</link>
<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 01:53:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>davidjuly</dc:creator>
<guid>http://davidjuly.wordpress.com/2009/10/07/quake-hits-southren-sumatera/</guid>
<description><![CDATA[6.8 magnitude earthquake stroke South Sumatra on Thursday last week at 8.52 am after the 7.6 magnitu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>6.8 magnitude earthquake stroke South Sumatra on Thursday last week at 8.52 am after the 7.6 magnitude Wednesday&#8217;s earlier quake.</p>
<p>More than 700 people are dead. It is feared that the death toll will rise into thousands.</p>
<p>The second quake was smaller than the first, said <b>Meteorologi</b> Official Fauzi, who uses only a single name. There were no damage reports yet.<!--more--></p>
<p>related search: gempa bumi sumatera barat padang sumatra selatan pariaman mati korban meninggal jumlah keluarga bantuan hilang longsor evakuasi terkini indonesia skala richter meteorologi geofisika rihter sctv metro tv rcti tvone foto gambar download photo picture video film tertimbun runtuh hotel ambacang dan ambachang</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[7 Oktoberku..,]]></title>
<link>http://asrarudin.wordpress.com/2009/10/06/7-oktoberku/</link>
<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 13:54:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>asrarudin</dc:creator>
<guid>http://asrarudin.wordpress.com/2009/10/06/7-oktoberku/</guid>
<description><![CDATA[7 Oktober 1986 Aku terlahir ke bumi Sepasang bola mata binal mungilku melihat buana fana Sedang eran]]></description>
<content:encoded><![CDATA[7 Oktober 1986 Aku terlahir ke bumi Sepasang bola mata binal mungilku melihat buana fana Sedang eran]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[anti-FITNAH, sebuah renungan...]]></title>
<link>http://asrarudin.wordpress.com/2009/10/03/anti-fitnah-sebuah-renungan/</link>
<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 10:02:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>asrarudin</dc:creator>
<guid>http://asrarudin.wordpress.com/2009/10/03/anti-fitnah-sebuah-renungan/</guid>
<description><![CDATA[Kiranya ini adalah sebuah &#8220;sharing&#8221; semalam dengan seorang teman.Sebut saja namanya ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kiranya ini adalah sebuah &#8220;sharing&#8221; semalam dengan seorang teman.Sebut saja namanya ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kadensus 88 Enggan Komentari Soal Baku Tembak di Jawa Tengah]]></title>
<link>http://luminousreload.wordpress.com/2009/09/17/kadensus-88-enggan-komentari-soal-baku-tembak-di-jawa-tengah/</link>
<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 21:42:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>luminous25</dc:creator>
<guid>http://luminousreload.wordpress.com/2009/09/17/kadensus-88-enggan-komentari-soal-baku-tembak-di-jawa-tengah/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Polisi yang diduga anggota dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri kini masih ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Jakarta &#8211; Polisi yang diduga anggota dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri kini masih ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Baku Tembak Berhenti, 1 Polisi Terluka]]></title>
<link>http://luminousreload.wordpress.com/2009/09/17/baku-tembak-berhenti-1-polisi-terluka/</link>
<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 21:24:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>luminous25</dc:creator>
<guid>http://luminousreload.wordpress.com/2009/09/17/baku-tembak-berhenti-1-polisi-terluka/</guid>
<description><![CDATA[Kamis, 17/09/2009 03:32 WIB Polisi mulai menghentikan tembakan yang diarahkan kepada sebuah rumah di]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kamis, 17/09/2009 03:32 WIB Polisi mulai menghentikan tembakan yang diarahkan kepada sebuah rumah di]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Terluka]]></title>
<link>http://operahujan90.wordpress.com/2009/09/14/terluka/</link>
<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 20:25:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>trian</dc:creator>
<guid>http://operahujan90.wordpress.com/2009/09/14/terluka/</guid>
<description><![CDATA[Kalau tak bisa memuji janganlah mencaci Lebih baik diam dan tutup mulutmu Kalau memang tak suka jang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kalau tak bisa memuji janganlah mencaci Lebih baik diam dan tutup mulutmu Kalau memang tak suka jang]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lelaki dan Facebook]]></title>
<link>http://asrarudin.wordpress.com/2009/09/05/lelaki-dan-facebook/</link>
<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 07:36:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>asrarudin</dc:creator>
<guid>http://asrarudin.wordpress.com/2009/09/05/lelaki-dan-facebook/</guid>
<description><![CDATA[Facebook,.mungkin bahkan bocah umur 9 tahunan hutan pedalaman Papua sudah familiar.Facebook,dari ora]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Facebook,.mungkin bahkan bocah umur 9 tahunan hutan pedalaman Papua sudah familiar.Facebook,dari ora]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Coretan ku...,]]></title>
<link>http://asrarudin.wordpress.com/2009/09/04/coretan-ku/</link>
<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 05:57:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>asrarudin</dc:creator>
<guid>http://asrarudin.wordpress.com/2009/09/04/coretan-ku/</guid>
<description><![CDATA[Untuk apa mencoba mengenal dia jika tak layak dikenali.Untuk dia yang sejak satu purnama silam hadir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Untuk apa mencoba mengenal dia jika tak layak dikenali.Untuk dia yang sejak satu purnama silam hadir]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kedua...Kedua...Kedua]]></title>
<link>http://asrarudin.wordpress.com/2009/09/03/kedua-kedua-kedua/</link>
<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 12:29:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>asrarudin</dc:creator>
<guid>http://asrarudin.wordpress.com/2009/09/03/kedua-kedua-kedua/</guid>
<description><![CDATA[Lelaki itu kebingungan,cemas Nampak dia tersenyum,terbahak,tertawa Gembira&#8230;kegembiraan tanpa s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Lelaki itu kebingungan,cemas Nampak dia tersenyum,terbahak,tertawa Gembira&#8230;kegembiraan tanpa s]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ramadhan Lelaki]]></title>
<link>http://asrarudin.wordpress.com/2009/09/02/ramadhan-lelaki/</link>
<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 11:29:05 +0000</pubDate>
<dc:creator>asrarudin</dc:creator>
<guid>http://asrarudin.wordpress.com/2009/09/02/ramadhan-lelaki/</guid>
<description><![CDATA[Adakah Ramadhan masih seperti tahun lewat Bulan kemuliaan nan barokah Penuh karomah,limpahan pahala,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Adakah Ramadhan masih seperti tahun lewat Bulan kemuliaan nan barokah Penuh karomah,limpahan pahala,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lost of My Boss!!!]]></title>
<link>http://asrarudin.wordpress.com/2009/08/31/lost-of-boss/</link>
<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 10:27:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>asrarudin</dc:creator>
<guid>http://asrarudin.wordpress.com/2009/08/31/lost-of-boss/</guid>
<description><![CDATA[Boss!!! Lelaki itu paruh baya hitam manis Alisnya bagus nian,matanya,bibirnya Matanya bak elang Jawa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Boss!!! Lelaki itu paruh baya hitam manis Alisnya bagus nian,matanya,bibirnya Matanya bak elang Jawa]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bimaku,Bimamu.Bima kita semua!!! ]]></title>
<link>http://asrarudin.wordpress.com/2009/08/30/bimakubimamu-bima-kita-semua/</link>
<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 04:12:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>asrarudin</dc:creator>
<guid>http://asrarudin.wordpress.com/2009/08/30/bimakubimamu-bima-kita-semua/</guid>
<description><![CDATA[Menjejakkan kaki ringkihku kembali di Bumi &#8220;MAJA LABO DAHU&#8221;, di bumi Ulama-Ulama.Di BUmi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Menjejakkan kaki ringkihku kembali di Bumi &#8220;MAJA LABO DAHU&#8221;, di bumi Ulama-Ulama.Di BUmi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Manusia telah mati!!]]></title>
<link>http://asrarudin.wordpress.com/2009/08/30/manusia-telah-mati/</link>
<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 04:05:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>asrarudin</dc:creator>
<guid>http://asrarudin.wordpress.com/2009/08/30/manusia-telah-mati/</guid>
<description><![CDATA[Manusia mungkin telah mati, Telah berkubang bumi Lapuk oleh waktu Termakan rayap-rayap,mati Manusia ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Manusia mungkin telah mati, Telah berkubang bumi Lapuk oleh waktu Termakan rayap-rayap,mati Manusia ]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
