<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>think-about &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/think-about/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "think-about"</description>
	<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 11:25:13 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[SAAT KIAMAT JADI HIBURAN DAN AZAB JADI DONGENGAN]]></title>
<link>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/12/20/saat-kiamat-jadi-hiburan-dan-azab-jadi-dongengan/</link>
<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 15:08:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>arulchandrana</dc:creator>
<guid>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/12/20/saat-kiamat-jadi-hiburan-dan-azab-jadi-dongengan/</guid>
<description><![CDATA[Masih sangat terasa pengaruh dari film 2012 yang direlease tak lama ini. Orang-orang membicarakannya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/12/kiamat.jpg"><img src="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/12/kiamat.jpg?w=150" alt="" title="kiamat" width="150" height="104" class="alignleft size-thumbnail wp-image-666" /></a>Masih sangat terasa pengaruh dari film 2012 yang direlease tak lama ini. Orang-orang membicarakannya, tua muda, anak-anak dan dewasa, mereka ramai-ramai membincangkan dan mendiskusikannya. Saat pembahasan itu berlangsung, komentar yang sering kita dengar adalah, “ah, kiamat <em>gitu yah</em>.” Atau “seru juga adegannya,” atau “hiii, lumayan syerem.” Atau “adegan itu <em>lho</em> yang bagus.” Apakah yang telah luput dari kesadaran kita? Apakah yang telah terjadi dengan tanpa kita sadari? Pikiran dan hati kita telah diperdaya hingga merasa seakan kiamat tak lebih dari sekedar hiburan semata.<!--more--></p>
<p><strong>Penipuan besar</strong><br />
Banyak hal yang tampaknya remeh beredar di skeitar kita, tapi sebenarnya memiliki konskwensi besar bagi generasi kita, atau bahkan bagi diri kita sendri. Sebagai contoh sederhana, beredarnya film 2012 atau film-film bertema <em>“kehancuran dunia lainnya.”</em> Film tersebut beredar dan ditonton dengan leluasa. Semua usia mengonsumsinya, padahal efeknya—bahkan—bisa menggerus akidah. Bagaimana bisa?</p>
<p>Film 2012 merupakan film yang dinisbatkan pada hari kiamat. Film itu digarap dengan persepsi bahwa kurang lebih beginilah kiamat akan terjadi. Digambarkan di sana kehancuran dan kerusakan maha dahsyat yang menimpa umat manusia. Tapi apa yang justru dirasakan para penontonnya? Hiburan. Para penonton film-film seperti itu justru merasa terhibur dan senang, bahkan kadang puas dengan akhir dari film kiamat tersebut, atau mungkin kecewa karena kiamatnya kurang seru.<br />
Di sinilah masalahnya, masyarakat lambat laun mulai menganggap tema kiamat dalam agama sebagai tema hiburan. Orang-orang senang  mendengar ceramah kehancuran, menikmati tiap gambaran kerusakan yang dipaparkan para kyai sambil menghayalkan kira-kira seperti apa semua itu terjadi. Dan yang lebih buruk lagi, anak-anak yang menonton tanpa bimbingan orang tua akan meremehkan hari kiamat dan kedahsyatannya. Mereka akan merasa santai tiap kali diperingatkan dengan hari kiamat. Kenapa bisa terjadi? Karena dalam film-film tersebut selalu digambarkan bagaimana manusia berhasil mengatasi kiamat yang didatangkan oleh-Nya. Hal ini akan menggerus keimanan sedikit demi sedikit.</p>
<p>Sayangnya, tidak banyak umat yang tanggap. Kita sedang dalam perangkap penipuan besar-besaran. Kita disuguhi tayangan dan cerita-cerita bohong yang mana telah berhasil merasuk kedalam dada. Berita dari al-qur’an berkurang nilainya gara-gara kebohongan dari sebuah film. Banyak kita saksikan di televisi kepanikan akibat ramalan kiamat dan film 2012, seakan itu adalah kepastian yang datangnya dari Tuhan. Tapi, apakah tindakan nyata kita umat islam dalam meresponnya? MUI mana saja yang mengharamkannya?</p>
<p><strong>Jika hanya sebuah dongeng, maka…</strong><br />
Jangan meremehkan televisi dan apa yang bisa dia lakukan pada kita. Media informasi mengisi hampir seratus persen hidup kita selama 24 jam dalam 7 hari selama 12 bulan penuh. Kita menyerap begitu banyak informasi—tak perduli benar atau salah—dan tanpa sadar mempercayainya. Kita mengutip info-info tesebut tanpa sadar dalam pembicaraan kita. Mengapa? Karena ia sudah tertanam dalam pikiran kita, dan itu berpotensi menjadi keyakina kita!</p>
<p>Bagaimana jadinya jika kisah dan berita yang dikhabarkan al-qur’an atau nabi saw sudah dianggap sebagai hiburan atau dongengan semata? Pada Rabu (11/9) lalu, mahasiswa Fakultas Adab jurusan Sejarah Dan Pemikiran Islam IAIN Sunan Ampel Surabaya menggelar seminar untuk mendukung homoseksualitas. Astaghfirullah, di sebuah kampus Islam justru digelar acara untuk mendukung perbuatan yang diharamkan Islam; ini sama dengan kampanye penghalalan babi atau sejenisnya. Dalam argumentasi mereka, kaum nabi Luth—kaum Sodom yang dibinasakan Allah karena prilaku homo dan lesbian—bukan diazab karena penyimpangan seksualnya. Mereka meyakini tidak ada kaitannya antara gunung meletus dan homoseksualitas, Allah tidak mengazab mereka, itu cuma kebetulan semata. Atau cerita yang dilebih-lebihkan (dongengan).</p>
<p>Demikianlah apa yang menimpa begitu banyak orang pinter di negeri ini. Mereka menganggap azab Allah tak lebih dari kisah dongeng belaka yang bisa diutak-atik seenaknya. Sama sekali tidak ada keyakinan apa lagi rasa takut dalam hati mereka.</p>
<p><strong>Waspadalah</strong><br />
Oleh karena itu, sudah tiba masanya bagi kita untuk waspada. Allah mengancam mereka yang bermain-main dengan ayat-ayat-Nya, hukum dan azab-Nya. Begitu banyak ketetapan Allah yang belum bisa kita laksanakan, maka janganlah kita nekad menambah masalah dengan mempermainkannya. Sebelum akhirnya kita mendapat giliran teguran. Na’udzubillah. </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[THE DRAGONFLY EFFECT <em>(MENGUBAH MASA KINI DENGAN MENGUBAH MASA LALU)</em>]]></title>
<link>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/12/20/the-dragonfly-effect-mengubah-masa-kin-dengan-mengubah-masa-lalu/</link>
<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 14:51:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>arulchandrana</dc:creator>
<guid>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/12/20/the-dragonfly-effect-mengubah-masa-kin-dengan-mengubah-masa-lalu/</guid>
<description><![CDATA[Anda mungkin pernah mendengar bahkan menonton film the butterfly effect yang dibintangi akor hebat a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/12/giant-dragonfly.jpg"><img src="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/12/giant-dragonfly.jpg?w=150" alt="capung raksasa" title="giant dragonfly" width="150" height="112" class="alignleft size-thumbnail wp-image-660" /></a>Anda mungkin pernah mendengar bahkan menonton film <em>the butterfly effect </em>yang dibintangi akor hebat ashton kutcher, itu filma tentang kembali ke masa lalu untuk memperbaiki masa kini. Baiklah, anda pastinya menduga itu mustahil, setidaknya masih mustahil. Tapi apa yang saya sebut sebagai the dragonfly effect berikut ini, adalah sesuatu yang nyata dan bisa anda buktikan sekarang juga. Saya akan membawa anda mengalami pengalaman sebagaimana yang dialami mr. kutcher dalam filmnya itu, tapi ini adalah realita. Benar terjadi. Bahkan anda bisa mengkalkulasinya. Prinsip mendasar the dragonfly effect berpijak pada fakta bahwa: apa yang anda miliki saat ini adalah buah dari yang anda kerjakan di masa lalu.<!--more--></p>
<p><a href="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/12/capung-hebat1.jpg"><img src="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/12/capung-hebat1.jpg?w=150" alt="capung, gelatik makan capung" title="capung hebat" width="150" height="111" class="alignleft size-thumbnail wp-image-662" /></a>Pikirkan, semua yang anda miliki rasakan adalah hasil dari apa yang anda lakukan sebelumnya. Jika sekarang anda seorang siswa sma kelas dua belas, itu karena tiga atau empat tahun lalu—mungkin dua tahun lalu—anda memutuskan untuk meneruskan sekolah ke SMA. Bagaimana jika—katakanlah—tiga tahun lalu anda memutuskan untuk tidak melanjutkan ke SMA, anda pilih untuk mengamen misalnya, maka tentu anda hari ini bukan seorang siswa SMA, anda mungkin sekarang adalah seorang pengamen atau entah apalah. Anda sekarang memiliki rambut yang panjang dan lurus, kenapa? Karena enam atau delapan bulan yang lalu anda memutuskan untuk memelihara rambut anda. Bahkan, jika anda sekarang kelaparan, itu karena lima atau enam jam yang lalu anda belum juga makan sampai sekarang. Artinya apa? Jelas sekali, apa yang anda dapat hari ini adalah hasil dari apa yang anda lakukan di masa lalu. Itu kuncinya.</p>
<p>Anda sudah memiliki gambaran besar the dragonfly effect, sekarang kita kan masuk ke alam bawah sadar anda dengan perlahan dan menawan. Anda akan mengubah <strong>masa kini anda</strong>, anda akan melakukan lompatan parallel yang menembus waktu, anda akan mengubah keadaan sebagaimana ashton kutcher melakukannya, tapi bedanya, anda tidak menanggung resiko sama sekali dalam proses ini, saya jamin. Dan anda akan menyadari betapa penting the dragonfly effect ini bagi anda. Baik, mari kita lakukan, dalam hitungan ketiga, anda harus sudah memusatkan segala pikiran dan konsentrasi anda pada bacaan ini. Anda sudah menemukan keyakinan anda dan sekarang anda tengah memperbaiki kehidupan anda.</p>
<p>Ingin jadi seperti apakah anda di masa depan? Kehidupan masa depn seperti apa yang anda dambakan? Pencapaian seperti apa yang anda inginkan empat atau lima tahun ke depan? Anda sudah berhasil. Anda sudah mewujudkan cita-cita anda. Selamat, anda telah menjadi seperti apa yang anda inginkan. Hasrat dan keinginan anda akhirnya menjadi kenyataan. Anda bahagia dan anda sangat puas. Anda tersenyum. Anda sangat puas dan penuh percaya diri. Anda telah berhasil dan anda tahu anda orang sukses. Anda telah menang dan anda dikagumi begitu banyak orang. Dengarkan tepuk tangan yang begitu riuh di sekitar anda. Anda telah membuat keinginan anda menjadi kenyataan.</p>
<p>Bagaimana caranya keinginan anda di masa depan itu telah terwujud sekarang? Itu karena hari ini anda telah menetapkan langkah untuk mencapainya. Sekarang perhatikan kenyataan anda hari ini. Apapun cita-cita anda, perhatikan diri anda hari ini. Apakah yang anda kerjakan akan membawa anda menuju tercapainya dita-cita anda? Apakah waktu yang anda luangkan akan membantu anda mewujudkan impian anda? Apakah perencanaan kegiatan anda akan menggriring pada terwujudnya semua keinginan yang anda harapkan? Ingat, anda sudah berhasil, anda sudah mewujudkan semua keinginan anda, anda sudah berhasil, yang perlu anda lakukan hanya kembali mengingat proses keberhasilan anda. Anda tahu bahwa anda akan berhasil jika apa yang anda putuskan dan anda lakukan hari ini mengarah pada terwujudnya cita-cita anda itu.</p>
<p>Sekarang bangunlah, bangun dan buka mata anda. Lihat diri anda dengan kesadaran yang besar. Pikirkan cita-cita dan keinginan masa depan anda, lalu renungkan, apakah aktifitas anda hari ini mengarah pada tercapainya cita-cita tersebut? Jika anda ternyata belum menentukan langkah strategisnya, maka sekarang juga, ambillah kertas dan bolpoin untuk merancangnya. Sekarang, buatlah langakah-langkah itu. Lakukan sekarang!</p>
<p>Friday, December 18, 2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[HEALING THE OLD AND SICK WORLD]]></title>
<link>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/12/20/healing-the-old-and-sick-world/</link>
<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 14:36:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>arulchandrana</dc:creator>
<guid>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/12/20/healing-the-old-and-sick-world/</guid>
<description><![CDATA[Who poisons our blood? It runs throughout our head and run down below our lung, heart and control us]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/12/as2.jpg"><img src="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/12/as2.jpg?w=150" alt="war, destruction" title="perang" width="150" height="100" class="alignleft size-thumbnail wp-image-656" /></a>Who poisons our blood? It runs throughout our head and run down below our lung, heart and control us to ruin. Who poisons our mind? It makes us see unclearly; sins seem fine, evil seems alright, betraying seems just acceptable, everything confusing. Who poisons our life? Then we prefer to leave everything we had in mess and mess another life we bestowed. Who poisons our memory? That we can easily forget all goodness we received from men and this single life? Who? Who?<!--more--></p>
<p>We can never imagine, we can never believe, we can never understand, how can man do this all violence? What teaches us that killing is a must? What washes our brain so that we think colonizing others are interesting? What? What? What fools our humanity?</p>
<p>Let’s think, let’s think, and let’s understand. It is a very short life, it is a very short time, don’t waste it, don’t let it gone like we never live before. Do something to heal this old and sick world. Help people around us, help others live next door to us. Don’t close your eyes. Don’t, don’t, don’t ever blind your heart and love. You can make this life and world so much healthier if you just want to. If you just want to do good things. Do it right now.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Khayalan suatu bangsa]]></title>
<link>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/12/20/khayalan-suatu-bangsa/</link>
<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 14:07:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>arulchandrana</dc:creator>
<guid>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/12/20/khayalan-suatu-bangsa/</guid>
<description><![CDATA[Sekitar 250 tahun yang lalu kita umat manusia baru menyadari bahwa kita hidup bersama milyaran makhl]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/12/star_trek_03_1024.jpg"><img src="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/12/star_trek_03_1024.jpg?w=150" alt="perang bintang" title="perang bintang, ufo, star trek, perang galaksi,  melawan alien" width="150" height="112" class="alignleft size-thumbnail wp-image-650" /></a>Sekitar 250 tahun yang lalu kita umat manusia baru menyadari bahwa kita hidup bersama milyaran makhluk kecil lainnya. Makhluk itu sangat kecil sehingga tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang, kita membutuhkan bantuan mikroskop untuk melihatnya—kita menyebut mereka makhluk mikroskopis. Makhluk itu ada di mana-mana. Mereka ada di dalam udara yang kita hirup, ada dalam air yang kita minum, ada dalam makanan yang kita telan, ada di pakaian yang kita kenakan. Dan bukan hanya itu, kita juga tahu makhluk-makhluk kecil itu juga berperang melawan kita. Mereka mencoba untuk masuk dan merusak jaringan tubuh kita. Saat ini, yang ada dalam benak kita adalah, sebuah perang melawan makhluk yang ada jauh di luar tata surya kita.<!--more--></p>
<p>Di atas adalah gambaran khayalan yang datangnya bukan dari kebudayaan kita, tapi dari kebudayaan barat yang jelas-jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ide tentang alien dan segala macam akibat yang dimunculkan oleh makhluk asing itu barulah sebatas imajinasi dan tidak ada bukti ilmiah untuk mendukungnya. Namun demikian, ide tentang alien dan segala macam pernik kehidupan ruang angkasa tidak berarti bisa kita kesampingkan dan dibuang begitu saja. Kita harus mengakui kecerdasan di balik khayalan itu. Kita harus mengakui keunggulan intelektualitas pengkhayalnya. Dan dari situlah kita coba membuat analisa tajam yang tidak biasa—seperti biasa dilakukan oleh Arul Chandrana.</p>
<p>Bayangkan, apa jadinya jika kita mencoba untuk mengukur tingkat kemajuan suatu bangsa dari khayalan masyarakatnya? Sangat menarik meski tak bisa dipertanggung jawabkan. Tapi yang jelas, tak dapat dikesampingkan.</p>
<p>Mari kita lihat, kita ambil contoh yang paling dekat, yaitu Negara kita Indonesia. Kualitas khayalan kita masih sangat primitive. Hal ini terefleksi dari sedikitnya dua hal: 1) khayalan kita masih dipenuhi dengan hal-hal mistik, 2) khayalan kita masih berkutat ditataran masalah-masalah primer.</p>
<p>Pertama, hampir semua khayalan produk Indonesia yang bisa kita saksikan di televise diwarnai dengan mistik yang sangat amat terlalu kental dan telanjang. Film-film kita berisi kisah setan-setan yang konyol dan kurang kerjaan, menghantui orang dan membunuh seakan itulah jati diri para setan—dan konyol sekali kita begitu perduli dengan kerjaan setan? Film-film kita, khususnya sinetron, amat banyak yang mengangkat tema orang hebat secara mistis dan ajaib. Bahkan, dalam film-film tersebut digambarkan jika mistik adalah jalan keluar dalam menghadapi masalah-masalah real umat manusia. Huff, menyedihkan.</p>
<p>Ke dua, <em>khayalan kreatif</em> kita masih berputar-putar dalam urusan primer yang sebenarnya tanpa diutak-atik justru membuat semuanya lebih baik. Contoh untuk ini bisa kita lihat paling gambling di sinetron-sinetron yang beredar di tv. Pacaran, urusan makan, perpecahan keluarga dengan masalah yang absurd dan tak logis. Ini memalukan. Dalam beberapa hal, sinetron-sinetron itu justru menjadi inspirasi keburukan dari pada menjadi sumber pelajaran. Aneh, hampir dari semua yang kutemukan menggemari sinetron anak negeri, tidak ada yang berubah lebih baik—baik pemikiran maupun cita-cita dan sikapnya—karena setiap malam menonton sinetron kesayangannya itu. Pemikiran masih berputar-putar di <em>situ</em>, si anu mencuri pacarnya si ina, si itu mengkhianati suaminya sendiri, si ita merebut harta bapaknya. Ini memalukan! Dalam beberapa taraf tertentu, mayarakat kita perlu menonton smalville, perlu menonton film perang bintang, perlu menonton alien, perlu menonton monster laut yang bangkit karena efek radiasi. Kenapa? Agar khayalan mayoritas kita lebih kreatif dan beranjak dari tempatnya jalan di tempat selama ini.</p>
<p>Khayalan itu penting, aku percaya itu dan saya sarankan anda mulailah untuk percaya. Seorang ilmuwan muslim untuk pertama kalinya berkhayal untuk terbang bukan dengan jin atau setan tapi dengan teknologi, kemudian ide pendobrak ini diteruskan oleh orang-orang barat kemudian hari. Muncullah Wright bersaudara dengan pesawat terbang pertamanya. Dan khayalan itu terus berlanjut, orang membayangkan pesawat yang bisa digunakan untuk perang karena mengajak naga untuk perang adalah mustahil dan hanya kebohongan belaka. Muncullah kemudian pesawat-pesawat tempur yang mengubah cara perang dalam perang dunia ke dua. Dan, orang barat masih berkhayal lagi, bagaimana jika mereka bisa terbang melebihi kecepatan suara? Atau, bagaimana jika mereka menaiki pesawat yang bisa mengantar mereka ke luar angkasa? Mengunjungi planet dalam sebuah safari antar planet? Itu pastinya menakjubkan! Khayalan telah membimbing mereka untuk bekerja keras dan memacu kreatifitas dalam benak mereka. Dan sekarang, Concorde telah mewujudkan khayalan itu, dan pesawat ulang alik Rusia dan Amerika telah mengantar manusia ke luar angkasa beberapa kali.</p>
<p>Sekarang, mari kita tingkatkan kualitas khayalan kita, mari berhenti mengkhayalkan hal yang mustahil dan tidak membuka peluang untuk perbakan kualitas hidup kita. Mari khayalkan tentang sumber energi yang baru, mari khayalakn tentang suatu alat daur ulang yang akan membantu kita membersihkan bumi, mari kita khayalkan suatu alat yang membuat kita bisa ngenet gratis selamanya! Selamanya! Selamanya!</p>
<p>Friday, December 18, 2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TAKDIRNYA PUN SUDAH DATANG (TETANGGAKU PELAUT MISKIN YANG KINI SEMAKIN MISKIN)]]></title>
<link>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/12/13/takdirnya-pun-sudah-datang-tetanggaku-pelaut-miskin-yang-kini-semakin-miskin/</link>
<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 13:45:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>arulchandrana</dc:creator>
<guid>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/12/13/takdirnya-pun-sudah-datang-tetanggaku-pelaut-miskin-yang-kini-semakin-miskin/</guid>
<description><![CDATA[Masih ingat tentang tetanggaku yang pelaut miskin? Yang tidak mau hadir di tiap pertemuan wali murid]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/12/pelaut-miskin.jpg"><img src="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/12/pelaut-miskin.jpg?w=150" alt="pelaut melarat" title="pelaut miskin" width="150" height="98" class="alignleft size-thumbnail wp-image-644" /></a>Masih ingat tentang <a href="http://arulchandrana.wordpress.com/2009/08/07/tetanggaku-seorang-pelaut-miskin/">tetanggaku yang pelaut miskin</a>? Yang tidak mau hadir di tiap pertemuan wali murid yang diadakan sekolah anaknya karena <em>minder </em>akan kemiskinannya? Ya, itu kisah yang lalu. Beberapa bulan lalu. Sekarang, takdirnya sudah terjadi. Apa yang memang sudah dikhawatirkan sebelumnya telah terjadi menimpanya. Anaknya sudah berakhir, dia bukan lagi anak sekolah, dia seorang pembantu di sebuah warung soto di Sidoarjo.<!--more--></p>
<p>Kemiskinan, besarnya tuntutah untuk biaya hidup, kecilnya pemasukan, membuat orang harus memangkas kebutuhan-kebutuhan sekunder. Yang menjadi pokok utama urusan rumah adalah: adakah yang bisa dimakan hari ini atau esok hari? Kebutuhan selalin itu akan diusir jauh-jauh sebelum yang pertama tadi beres. Rasional memang, tapi sungguh amat ironis, kalau mau tahu.</p>
<p>Negara kita, Indonesia, adalah Negara dengan kekayaan alam yang sangat berlimpah. Hampir tidak ada bagian dari tanah negeri ini yang tidak bisa berubah menjadi uang, atau menjadi sumber kehidupan. Kita bisa menanam hampir semua jenis tanaman yang ada di muka bumi di tanah Indonesia, kita juga bisa menemukan hampir seluruh barang tambang di bumi di dalam perut tanah Indonesia. Batu, pasir, pohonan, air, ikan, gurita, ternak darat, semuanya bisa kita temukan di tanah keajaiban ini. Dan hebatnya, di atas segala kekayaan ini berjejalan orang-orang yang bahkan tidak makan kecuali sekali, atau tidak makan kecuali sisa orang yang telah dibuang, atau tidak memakai baju kecuali apa yang telah mereka miliki semenjak hampir empat tahun lalu. Dan apalagi soal pendidikan, seakan hampir <em>tabu </em>untuk merasa heran jika ada yang putus sekolah karena terganjal masalah biaya. Orang-orang hampir di semua tempat sedang menunggu datangnya giliran. Mereka seakan menghitung hari, kapan akan terdepak dari bangkus ekolah dengan kutukan yang sama: tidak ada biaya.</p>
<p>Jadi begitulah, si nelayan miskin itu telah terjungkal. Apa yang dia perjuangkan beberapa lama ini akhirnya mencapai bagian akhirnya. Anak pertamanya berakhir di smp, tidak lulus. Begitu pula putra keduanya itu, dia berakhir di smp. Apakah ini karena anak-anak itu tidak punya minat belajar yang tinggi? Apakah karena, seperti kata sebagian orang, bahwa anak-anak Indonesia tidak punya keinginan berubah? Atau seperti tuduhan pemerintah bahwa kesadaran berpendidikan rakyat Indonesia sangat rendah? Omong kosong! Bukan itu masalahnya! Mereka kehilangan semangat belajar bukan karena mereka tidak bersemangat tapi karena mereka kasihan melihat penderitaan orang tuanya dalam mencarikan biaya sekolah! Anak-anak itu adalah, bagaimanapun juga, manusia yang berperasaan. Mereka hancur hatinya melihat bagaimana kesusahan menimpa keluarga mereka karena ingin membiayai sekolahnya. Mereka pun akhirnya mengambil jalan keluar yang paling dibenci para orang tua tapi tidak bisa ditolak: putus sekolah dan bekerja. Bekerja menjadi apa saja. Jadi, sudah tahukah anda sekarang yang sebenarnya terjadi, saudara? Ini bukan tentang  pelanggaran hak anak, bukan, ini adalah tentang kemiskinan yang <em>membunuh!</em></p>
<p>Aku melihat, para nelayan sedang menghadapi kiamatnya seorang diri. Para juragan—pemilik perahu, yang memiliki abk untuk menjalankan perahunya—satu persatu tumbang. Jatuh dari orang yang berada menjadi orang yang dililit hutang. Bagaimana bisa terjadi? Kita tahu harga solar—bahan bakar untuk menggerakkan perahu nelayan—sangat melambung. Dengan demikian, konsekwensinya adalah para pelaut harus mendapat tangkapan yang banyak (para pelaut menyebutnya <em>along</em>) untuk menutupi semua pengeluaran untuk melaut. Masalahnya, laut kita tidak lagi sekaya dulu kala.laut Indonesia saat ini benar-benar kurus, hampir semua sumber daya laut telah dirampas habis mulai dari permukaan laut sampai kelumpurnya. Bukan hal aneh jika pelaut sampai tiga kali melaut dan mereka <em>tidak mendapatkan apapun</em>. Pulang dengan tangan hampa. Dan jika itu terjadi, para juragan akan gulung tikar dan terjerat hutang untuk menutupi semua cost yang dikeluarkan. Bahkan tak jarang sampai menjua perahu dan segala peralatannya. Lantas, apa yang kita dapatkan kemudian? Jumlah orang miskin yang bertambah. Dan apa yang kita dapatkan kemudian? Anak-anak para pelaut yang harus copot dari sekolahnya.</p>
<p>Mungkin ada yang menganggap ini berlebihan, tiga kali <em>gagal</em> melaut bagaimana bisa membuat juragan bangkrut? Ini penjelasannya. Untuk melaut, para pelaut membutuhkan solar, minyak tanah, es (untuk mengawetkan ikan tangkapan), onderdil mesin, dan konsumsi abk untuk waktu tujuh sampai sepuluh hari di laut. Pengeluaran untuk perahu pancing rawe kecil dengan abk enam orang, juragan mengeluarkan modal kurang lebih tujuh juta, sedangkan untuk perahu rawe besar dengan sembilan orang abk, juragan mengeluarkan modal kurang lebih sepuluh juta. Sekarang silahkan anda kalkulasi, anda hitung dalam hati, tiga kali pelayaran dan tiga kali pula tidak mendapatkan hasil, berapa kerugian yang ditangung? Masalahnya, ini adalah pengusaha kelas kacang, orang yang berusaha dengan modal yang amat terbatas. Mereka bukan jutawan, mereka—apalagi—bukan milyarder, kerugian tiga kali saja sudah dapant menghancurkan lapangan kerja yang mereka buat. Dan para abk adalah korban berikutnya.</p>
<p>Dan tetanggaku pelaut miskin itu, dia akhirnya terkena pula <em>kutukan sebagai warga Indonesia</em>—kutukan paling kubenci sepanjang masa, yaitu hidup makin lama tak makin sejahtera tapi makin sengsara. Ini kutukan turun temurun sejak jaman penjajahan. Apa ada yang mau berkata: mereka miskin karena mereka malas berusaha? Apa ada yang terbersit kalimat itu di dalam hati? Astaga! Tetanggaku itu orang paling gigih yang pernah kutahu. Saat laut tenang, dia melaut dengan perahu rawe. Menjelajah laut yang maha jauh dan maha luas karena sudah tidak ada lagi ikan di perairan dekat—dan inilah penyebab mahalnya modal melaut, harga solar. Di musim barat, di mana laut menggila dan berubah menjadi pembunuh tua yang mengancam para nelayan, tetanggaku itu beralih menjadi penjaring ikan di perairan dangkal. Dia adalah pelaut yang tidak pernah berhenti! Dia adalah pelaut yang tidak memiliki hari libur kecuali hari raya dan saat jatuh sakit! Dia adalah pelaut yang tidak bisa berhenti sejenak untuk bernafas lega! Dia aalah pelaut yang hidupnya telah terjaring dalam perangkap kemiskinan akibat buruknya pemerintah kita mengelola sumber daya alam, akibat buruknya pemerintah kita mengatur negara, akibat korup dan diskriminatifnya pemerintah kita! Aku lelah memikirkannya. Tetanggaku itu bukan pemalas, bukan pula orang yang meremehkan pendidikan, bukan pula orang yang mudah menyerah. Tetanggaku itu adalah pelaut yang terkutuk di tanahnya sendiri oleh pemerintahnya sendiri. Aku sangat berharap ada yang bisamenunjukkan padaku bahwa pendapatku salah.</p>
<p>Sebelum tulisan ini berakhir, kakakku datang dan mengatakan jika tetanggaku itu telah menjual rumah dan tanahnya. Dia pindah ke pinggiran desa, membeli sepetak kecil tanah dan membangun sebuah gubuk bambu reot di sana. Astaghfirullah, astaghirullah, aku hanya bisa menulis tentangnya, berharap ada anggota DPR yang masih waras membaca tulisan ini dan terketuk hatinya. Atau siapa saja yang mau perduli.</p>
<p>Catur Amrullah, Saturday, December 12, 2009 </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[every moments we left, last forever]]></title>
<link>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/12/13/every-moments-we-left-last-forever/</link>
<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 13:37:48 +0000</pubDate>
<dc:creator>arulchandrana</dc:creator>
<guid>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/12/13/every-moments-we-left-last-forever/</guid>
<description><![CDATA[Let the dandelion flies around us. Its how life should be. This is more than what we can imagine, in]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/12/bocah-bermain.jpg"><img src="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/12/bocah-bermain.jpg?w=150" alt="" title="bocah bermain" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-641" /></a>Let the dandelion flies around us. Its how life should be. This is more than what we can imagine, in fact. Life comes and goes, nobody knows when it will be off. Children are playing with them selves and barely not realize the waves hammering behind their lives. They don’t count on every second they spent, they don’t think of every breath they inhale, they don’t realize on every moment they step, are every stages to the end.<!--more--></p>
<p>We have gone this far, we’ve through these so many obstacles, and we’re not kids anymore, we’re just simply teens with so many dreams within. We are the embryo of this world future. by this point, we should understand the importance of our existence.</p>
<p>I still have and keep a flock of memories of my childhood. I remember I used to “mandi” at a natural pool at the border of my village, I used to collect woods from the jungle with my family or my friends, I used to—almost everyday—play hide and seek with my neighbor kids. We’re so alive. We’re so healthy. We’re so strong. We’re so free. And above of all, we’re so satisfied enjoying the life we bestowed.</p>
<p>Sometime I miss those all sweet moments, I miss the freedom within. This matureness made me isolated from some of my previous lives. Yeah, it’s true, and happened to every body in this world. Now please give me a little more seconds, I want to close my eyes, I want to feel my heart beating, I want to feel my lung pumping the oxygen into my blood, I want to feel how alive I am. Please, <em>gimme </em>alittle more seconds.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ALAN IS GONE]]></title>
<link>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/12/13/alan-is-gone/</link>
<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 13:34:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>arulchandrana</dc:creator>
<guid>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/12/13/alan-is-gone/</guid>
<description><![CDATA[Alan sudah memikirkan bagaimana caranya untuk mengucapkan selamat tinggal. Tapi semakin dipikirkan, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/12/perjalanan.jpg"><img src="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/12/perjalanan.jpg?w=150" alt="meninggalkan seseorang" title="perjalanan" width="150" height="99" class="alignleft size-thumbnail wp-image-640" /></a>Alan sudah memikirkan bagaimana caranya untuk mengucapkan selamat tinggal. Tapi semakin dipikirkan, semakn dia tahu itu sangat sulit untuk diucapkan, atau apalagi untuk ditunjukkan. Alan tak bisa membayangkan bagaimana jadinya dia jika harus menyaksikan Terry menangis di depannya, Alan tak sanggup untuk mendengar permohonan <em>“jangan pergi” </em>dari Terry. Atau, karena Terry sudah pasti tidak akan pernah mengeluarkan kalimat keberatannya—Terry sungguh <em>tinggi hati</em> untuk menampakkan perasaannya, Alan tahu dirinya tidak akan sanggup untuk sekedaar melihat sirat mata kesedihan darinya. Alan pun akhirnya menemukan caranya sendiri dalam mengucapkan selamat tinggal. Tidak mengucapkannya.<!--more--></p>
<p>Untuk suatu urusan, Alan harus pergi ke Rwanda. Dia harus pergi ke sana, karena dia tidak bisa menolaknya. Terry tahu hal itu, tahu bahwa Alan akan pergi, tapi yang tidak diketahuinya adalah kapan Alan akan pergi. Alan berusaha memberi tahu Terry tapi selalu dia tidak sanggup melakukannya ampai akhirnya saat keberangkatan itu pun tiba.</p>
<p>Namun, pada hari keberangkatannya itu Alan merasa harus menemui Terry, apapun caranya. Alan menyadari dirinya tak sanggup untuk pergi begitu saja tanpa melihat Terry untuk penghabisan kali. Dia meminta Terry untuk datang ke tempat penampungan sementara orang-orang yang akan berangkat ke Rwanda—untuk menghadiri upacara pemberangkatan yang tidak dia sebutkan. Tapi Terry tidak datang. Terry memilih untuk tidak datang. Terry hanya berkata, <em>kita masih bisa bertemu lain waktu, Alan</em>. Maka sore itu, ketika semua kemeriahan pesta keberangkatan berakhir, ketika semua tawa telah usai dan berganti ketegangan di wajah dan air mata yang mengambang di pelupuk mata, Alan berangkat ke Rwanda tanpa ada yang melambaikan tangan buatnya. Alan berlayar seorang diri. Di atas kapal besar itu, di antara ratusan orang lainnya, Alan terpaku menyaksikan ratusan keluarga pengantar melambaikan tangan pada mereka. Melemparkan sapu tangan dan meneriakkan doa-doa. Tapi Alan tahu, tak satupun dari lambaian tangan, sapu tangan yang terbang terbawa angin, dan doa yang diteriakkan itu ada yang tertuju padanya. <em>Selamat tinggal Terry, semoga ada lain waktu.</em></p>
<p>Beberapa waktu sudah dilewati Alan di Rwanda, dan tetap Terry tak tahu. Alan pun sengaja menyembunyikannya. Tiap kali dia menelpon Terry, dia gambarkan dirinya sedang berada di rumah. Dia katakan dirinya sedang memperbaiki mobil tua ayahnya seperti biasa, atau membantu membersihkan gudang yang entah bagaimana cepat sekali kotornya. Dan Terry tidak tahu, Terry sama sekali tidak tahu bahwa Alan tidak lagi di rumah, Alan tidak bisa dia temui hanya dengan menaiki bis, Alan sudah pergi, Alan sudah pergi, Alan sudah pergi <em>tanpa ada</em> yang mengetahui.</p>
<p>Suatu ketika di malam hari, ketika angin keras bertiup, dan Alan masih terjaga, dia menelpon Terry. Hanya untuk mendengar suaranya. Dan Alan berkata, <em>di sini angin sangat kencang, awan juga tebal di luar, sepertinya akan hujan</em>. Terry terenyum di sana, dan berkata, <em>ayah pasti sangat senang kalau hujan benar-benar turun, dia petani yang ulet</em>. Alan menjawab, <em>iya, tentu saja. Ah, hujan mulai turun dengan deras di sini.</em></p>
<p>Beberapa menit kemudian mereka menutup telepon dan tidur. Dalam hati sebelum terlelap dalam kehampaan, Alan berkata, <em>hujan di sini Terry, di sini,  di Rwanda, Terry. Semoga ada lain waktu.</em></p>
<p><strong>*</strong><br />
<em>Sebelum Alan  ke Rwanda, dia terpisah dari Terry hanya sekitar 45 mil, atau lebih sedikit. Dan mereka hanya perl;u naik bis jika ingin bertemu. Sekatang, mereka harus membelah samudera dan pulau jika ingin bertemu.</em><br />
                                                         Sunday, December 13, 2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[A Classe Média]]></title>
<link>http://tatibrown.wordpress.com/2009/11/27/a-classe-media/</link>
<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 21:07:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>tatibrown</dc:creator>
<guid>http://tatibrown.wordpress.com/2009/11/27/a-classe-media/</guid>
<description><![CDATA[&nbsp; O estilo classe média Você delira quando Caetano Veloso diz que Lula é grosseiro e não sabe f]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#160;</p>
<div id="_mcePaste">O estilo classe média</div>
<div id="_mcePaste"></div>
<div id="_mcePaste">Você delira quando Caetano Veloso diz que Lula é grosseiro e não sabe falar? Não perde uma coluna de Danuza Leão? Coleciona os livros de Ali Kamel? Parabéns, você é um típico representante da classe média brasileira, fiel integrante da elite branca, como definiu o ex-governador de São Paulo Cláudio Lembo. Pierre do Brasil, criador do blog The Classe Media Way of Life, conseguiu captar a essência desses seres que trafegam (raramente, pois quase sempre o trânsito está engarrafado) pelos Jardins paulistanos, a zona sul carioca, os bairros ditos nobres das capitais e os cada vez mais numerosos condomínios fechados. A seguir, um resumo de alguns dos textos do blog (<a href="http://http://classemediawayoflife.blogspot.com/" target="_blank">classemediawayoflife.blogspot.com</a>).</div>
<div></div>
<h1>Genial,  leia.</h1>
<div></div>
<div>
<div>MORAR EM APARTAMENTO</div>
<div>O modus vivendi de nossos heróis médio-classistas, cuja característica mestra consiste no “morar em apartamento”, contribuiu para a instituição de uma nova realidade urbana não apenas pela geração dos “filhos de apartamento”. Outra esquisitice daí proveniente mudaria de figura as nossas cidades: os empreendimentos imobiliários.</div>
<div></div>
<div>A evolução do “morar em apartamento” causou profundas mudanças na maneira como se constrói uma cidade. Se antigamente um edifício era projetado e implantado por um arquiteto, sobre uma malha urbana determinada por um urbanista, e colocado de pé por um engenheiro, atualmente a classe média só compra imóveis projetados por publicitários. O publicitário é uma figura de extrema relevância para a classe. É algo como um guru. Sua função extrapola a mera tradução dos valores do médio-classista e sua consequente materialização em forma de produto, para na verdade formatar a preferência desse cidadão e impor-lhe tudo aquilo que ele deve gostar. Se você quer ser um médio-classista normal, terá de gostar dessa situação. Do contrário será convencido por um publicitário.</div>
<div></div>
<div>Com a cidade sendo construída pelos empreendimentos do departamento de marketing, o desenho urbano e as relações sociais vão tomando a cara da classe média. Todo prédio tem um nome, que quando não é o nome de um médio-classista falecido (com sobrenome italiano), é um estrangeirismo. Os idiomas preferenciais são o inglês, o francês e o próprio italiano.</div>
<div></div>
<div>Tendo este meio de vida se instaurado e solidificado no seio da classe média, o “filho de apartamento” passou a ser considerado uma espécie de instituição, de forma que os empreendimentos agora tentam redefinir as condições. Médio-classistas hoje em dia podem escolher morar em um empreendimento chamado Château De Douceur, onde estão disponíveis nas áreas comuns o “Espaço Kids”, para os pequenos brincarem o dia inteiro, o “Espaço Teen”, para os adolescentes, o “Garage Band”, para os filhos terem o direito de ser rebeldes, enquanto a empregada leva suco e biscoitos.</div>
<div></div>
<div>Também há o “Woman’s Space”, para ficar vazio, enquanto você frequenta o salão do momento. O “Espaço Gourmet”, para dizer aos outros que você é refinado e cozinha por prazer, enquanto a empregada deixa tudo pré-pronto em segredo, e ainda lava as panelas. O “Fitness Center”, para ficar vazio, enquanto você paga uma academia perto do trabalho, e muitas outras salas com nomes estrangeiros. O objetivo disso, além de encarecer absurdamente o condomínio, é fornecer argumentos ao publicitário para que o tamanho dos apartamentos seja cada vez mais diminuto, no pressuposto de que ninguém ficará lá dentro com tantas atividades dando sopa no pilotis.</div>
<div></div>
<div>Por fim, neste novo jeito de morar, uma coisa é imprescindível: grades. O mundo lá fora é mau. A gente de bem está do lado de dentro. Por isso, no espaço urbano todas as características da classe média convergem para um único organismo, que é o “lado de dentro”. Médio-classista evita sair na rua. Rua é para pobre, é onde passa ônibus e onde estão os assaltantes. O médio-classista anda de garagem em garagem. Sem contato nem com o ar do lado de fora. Filho de apartamento tem alergia a fumaça, poeira, plantas de verdade e pobre. Assim, a cidade da classe média é hoje um núcleo fortificado, à espera de um ataque bárbaro a qualquer momento. Para isso, métodos de segurança dos mais modernos foram desenvolvidos, como lanças e homens armados. Dizem que em São Paulo uma construtora aguarda autorização do Ibama para construir um sistema de fosso com jacarés.</div>
<div></div>
<div>Será o primeiro Eco-Security-Residence do Brasil.</div>
</div>
<p>&#160;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[cinderella]]></title>
<link>http://krasavita.wordpress.com/2009/11/19/1444/</link>
<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 08:50:58 +0000</pubDate>
<dc:creator>krasavita</dc:creator>
<guid>http://krasavita.wordpress.com/2009/11/19/1444/</guid>
<description><![CDATA[C O P Y R I G H T © A L I C E D R O G O R E A N U 2009]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://insunnyty.deviantart.com/art/cinderella-144082367"><img src="http://krasavita.wordpress.com/files/2009/11/cinderella.jpg" alt="" title="cinderella" width="450" height="322" class="alignnone size-full wp-image-1443" /></a></p>
<p>C O P Y R I G H T © A L I C E D R O G O R E A N U 2009 </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[fang]]></title>
<link>http://krasavita.wordpress.com/2009/11/18/fang/</link>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 18:07:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>krasavita</dc:creator>
<guid>http://krasavita.wordpress.com/2009/11/18/fang/</guid>
<description><![CDATA[C O P Y R I G H T © A L I C E D R O G O R E A N U 2009]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://insunnyty.deviantart.com/art/fang-144012597"><img src="http://krasavita.wordpress.com/files/2009/11/fang-1.jpg" alt="" title="fang " width="450" height="610" class="alignnone size-full wp-image-1440" /></a></p>
<p>C O P Y R I G H T © A L I C E D R O G O R E A N U 2009 </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[George Michael - Killer/Papa Was A Rolling Stone]]></title>
<link>http://krasavita.wordpress.com/2009/11/13/george-michael-killerpapa-was-a-rolling-stone/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 00:53:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>krasavita</dc:creator>
<guid>http://krasavita.wordpress.com/2009/11/13/george-michael-killerpapa-was-a-rolling-stone/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/N_9i-1kLFek&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/N_9i-1kLFek&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ma bukarest IV]]></title>
<link>http://krasavita.wordpress.com/2009/11/12/ma-bukarest-iv/</link>
<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 11:08:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>krasavita</dc:creator>
<guid>http://krasavita.wordpress.com/2009/11/12/ma-bukarest-iv/</guid>
<description><![CDATA[C O P Y R I G H T © A L I C E D R O G O R E A N U 2009]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://insunnyty.deviantart.com/art/ma-bukarest-IV-143301214"><img src="http://krasavita.wordpress.com/files/2009/11/ma_bukarest_iv.jpg" alt="ma_bukarest_IV" title="ma_bukarest_IV" width="450" height="319" class="aligncenter size-full wp-image-1435" /></a></p>
<p>C O P Y R I G H T © A L I C E D R O G O R E A N U 2009 </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[something to get off my chest]]></title>
<link>http://krasavita.wordpress.com/2009/11/11/something-to-get-off-my-chest/</link>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 15:13:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>krasavita</dc:creator>
<guid>http://krasavita.wordpress.com/2009/11/11/something-to-get-off-my-chest/</guid>
<description><![CDATA[C O P Y R I G H T © A L I C E D R O G O R E A N U 2009]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://insunnyty.deviantart.com/art/something-to-get-off-my-chest-143250765"><img src="http://krasavita.wordpress.com/files/2009/11/something-to-get-off-my-chest.jpg" alt="something to get off my chest" title="something to get off my chest" width="449" height="590" class="aligncenter size-full wp-image-1432" /></a></p>
<p>C O P Y R I G H T © A L I C E D R O G O R E A N U 2009 </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ditemukan Monster Dari Era Carnivortressian]]></title>
<link>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/07/ditemukan-monster-dari-era-carnivortressian/</link>
<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 16:26:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>arulchandrana</dc:creator>
<guid>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/07/ditemukan-monster-dari-era-carnivortressian/</guid>
<description><![CDATA[Friday, November 06, 2009. Kismisherfahd High Land Seorang professor muda pakar karnivora Era Carniv]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Friday, November 06, 2009. Kismisherfahd High Land</strong></p>
<p><a href="http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/07/ditemukan-monster-dari-era-carnivortressian/alien-laut/" rel="attachment wp-att-579"><img src="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/11/alien-laut.jpg?w=150" alt="alien, binatang purba" title="alien laut" width="150" height="112" class="alignleft size-thumbnail wp-image-579" /></a>Seorang professor muda pakar karnivora <strong>Era Carnivortressian</strong>, prof. Arul Chandrana, menemukan fosil binatang purba dalam sebuah penggalian arkeologi di dataran tinggi <strong>Kismisherfahd</strong>, sebelah utara <strong>Kerbuto</strong>. Penemuan tersebut diklaim sebagai<!--more--> penemuan purba terpenting abad ini.</p>
<p>Dalam penggalian tersebut, <strong>ditemukan dua fosil binatang purba</strong> yang kemungkinan besar adalah seekor <a href="http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/07/ditemukan-monster-dari-era-carnivortressian/binatang-purba-hidup/" rel="attachment wp-att-583"><img src="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/11/binatang-purba-hidup.jpg?w=150" alt="binatang purba hidup" title="binatang purba hidup" width="150" height="112" class="alignleft size-thumbnail wp-image-583" /></a><strong>Paritocipterix</strong>—karnivora laut berbentuk mirip ikan pari modern, dan yang satunya lagi adalah seekor <strong>Grantocipterix</strong>—karnivora laut yang memiliki tanduk di kepalanya.<br />
“Penemuan dua fosil dari era carnivortressian ini adalah penemuan terbaik dan terpenting dalam kurun satu decade ini setelah penemuan blackberry beberapa bulan yang lalu.” Kata prof. Arul di sela-sela acara makan siang pesta pernikahan tetangganya.</p>
<p><a href="http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/07/ditemukan-monster-dari-era-carnivortressian/monster-laut/" rel="attachment wp-att-585"><img src="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/11/monster-laut.jpg?w=150" alt="alien, monster, binatang purba, monster laut" title="monster laut" width="150" height="112" class="alignleft size-thumbnail wp-image-585" /></a>Penemuan dua fosil ini akan menjelaskan pada kita mengenai keterkaitan antara mahluk purba dengan alien dan sinyal radio x yang sering tertangkap oleh satelit militer milik sebuah perusahaan pengemasan kacang tanah di Amerika Selatan. Selama ini banyak pakar luar angkasa yang dibingungkan dengan kemungkinan adanya jaringan komunikasi purba yang masih berlanjut hingga sekarang di kalangan makhluk kelas dua (para binatang). Kecurigaan ini didasarkan pada kebiasaan beberapa spesies binatang membuat suara-suara aneh setiap menjelang bencana datang.</p>
<p><a href="http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/07/ditemukan-monster-dari-era-carnivortressian/ocean-dinosaur/" rel="attachment wp-att-586"><img src="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/11/ocean-dinosaur.jpg?w=150" alt="alien, monster, binatang purba, monster laut" title="ocean dinosaur" width="150" height="112" class="alignleft size-thumbnail wp-image-586" /></a>“Kita sudah lama tidak memiliki petunjuk tentang kehidupan asing yang melingkupi kita. Kehidupan yang lebih cerdas dan mungkin berbahaya. Penemuan professor Arul ini akan membantu kita untuk memiliki pengetahuan yang lebih konkret mengenai kehawatiran kita itu.” Kata <strong>dr. Mortaloon</strong>—burung beo cerdas peliharaan prof. David July, rekan professor Arul dalam bisnis pembuatan sabun cuci.</p>
<p><a href="http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/07/ditemukan-monster-dari-era-carnivortressian/ancient-animal/" rel="attachment wp-att-587"><img src="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/11/ancient-animal.jpg?w=150" alt="alien, monster, binatang purba, monster laut" title="ancient animal" width="150" height="112" class="alignleft size-thumbnail wp-image-587" /></a>Sejauh ini, orang-orang merujuk pada hasil penemuan Bio Ahmed Ph.D jika ingin membicarakan mahluk-mahluk Era Carnivortressian. Tapi, semenjak terbongkar skandal Golromspur, kredibilitas Bio Ahmed Ph.D dipertanyakan (skandal Golromspur terkait penemuan fosil binatang langka di padang rumput Golromspur yang diklaim sebagai Cowrobirestrian, herbivore yang mendominasi padang rumput era carnivortressian dan diduga sebagai nenek moyang kelinci. Di kemudian hari, terbongkar jika fosil itu adalah boneka Barbie yang dipermak).<br />
“Bagi saya, menemukan Paritocipterix dan Grantocipterix adalah penemuan dari sebuah awal yang panjang,” lanjut prof. Arul, “pentingnya nilai penemuan saya ini sama halnya dengan pentingnya penemuan kulkas bagi industri es krim dewasa ini.”</p>
<p>Ke dua fosil langka tersebut akan diserahkan kepada Chef. Mu Gin Tao untuk dimasak dan dihidangkan bagi raja Kartografallop sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 123. Tapi para ilmuwandari dari beberapa laboratorium terkenal di Amerika dan Eropa merampas fosil tersebut untuk dijadikan campuran shampoo varian baru.</p>
<p><a href="http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/07/ditemukan-monster-dari-era-carnivortressian/monster-purba/" rel="attachment wp-att-588"><img src="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/11/monster-purba.jpg?w=150" alt="alien, monster, binatang purba, monster laut" title="monster purba" width="150" height="112" class="alignleft size-thumbnail wp-image-588" /></a>Untuk penemuan spektakulernya ini, prof. Arul mendapat hadiah senilai $200.000 dari dinas kebersihan pemerintah Uganda. Dengan uang sebesar itu, prof. Arul bahkan bisa membeli pulau di Uganda.<br />
“saya tidak akan membeli pulau,” terang professor muda itu waktu ditanya mau apa dengan uang sebanyak itu. “saya akan menyerahkan seratus ribu dolar untuk perbaikan sekolah di desa-desa terpencil di planet mars dan sisanya, akan kugunakan untuk menikah dengan gadis pujaan saya, dia yang dengan setia menanti.”</p>
<p>Ke depan, pencarian serupa akan ditingkatkan seiring dengan meningkatnya kebutuhan obat penghapus nyawa yang banyak dicari oleh orang-orang frustasi di jaman ini. Binatang purba dari era carnivortressian memiliki kadar racun sangat tinggi yang mana satu tetesnya bisa membunuh delapan ekor gajah sekaligus—dengan syarat, gajah-gajah itu ditembaki dengan senapan otomatis selama sepuluh menit terlebih dahulu.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Zukunftslabor des Föhrenbergkreis Finanzwirtschaft]]></title>
<link>http://mareikemareike.wordpress.com/2009/11/04/zukunftslabor-des-fohrenbergkreis-finanzwirtschaft/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 11:34:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mareike Wueste</dc:creator>
<guid>http://mareikemareike.wordpress.com/2009/11/04/zukunftslabor-des-fohrenbergkreis-finanzwirtschaft/</guid>
<description><![CDATA[Am 24.11.2009 findet in Salzburg das &#8220;Zukunftslabor 2&#8243; des Föhrenbergkreis Finanzwirtsch]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Am 24.11.2009 findet in Salzburg das &#8220;Zukunftslabor 2&#8243; des Föhrenbergkreis Finanzwirtschaft statt.</p>
<p>Nähere Informationen erhalten Sie direkt beim FBK unter <a title="Blog des FBK" href="http://www.fbkfinanzwirtschaft.wordpress.com" target="_blank">www.fbkfinanzwirtschaft.wordpress.com</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[arti dari sesuatu tentang sesuatu]]></title>
<link>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/04/arti-dari-sesuatu-tentang-sesuatu/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 03:04:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>arulchandrana</dc:creator>
<guid>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/04/arti-dari-sesuatu-tentang-sesuatu/</guid>
<description><![CDATA[Apakah yang begitu berarti dalam hidupmu? Kau mulai merenungkannya. Kau mulai mencoba mendapatkan ja]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/04/arti-dari-sesuatu-tentang-sesuatu/perenungan/" rel="attachment wp-att-572"><img src="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/11/perenungan.jpg?w=150" alt="sendiri" title="perenungan" width="150" height="112" class="alignleft size-thumbnail wp-image-572" /></a>Apakah yang begitu berarti dalam hidupmu? Kau mulai merenungkannya. Kau mulai mencoba mendapatkan jawaban sebenarnya. Kau mulai berhitung. Satu persatu, kau sebut dalam benakmu segala hal yang kau duga memiliki arti dalam hidupmu. Tapi kau kecewa, karena segelanya menolak. Segalanya telah bersekongkol untuk<!--more-->  membuatmu tercenung dan diam tanpa kata. Membisu oleh ekecewaan yang menyumpal tenggorokanmu. Kau gemetar, kau merinding, mengetahui semua yang kau anggap berarti bagimu ternyata menolak untuk menjadi bagian penting hidupmu.</p>
<p>Ini malam yang tak biasanya. Malam ini berbeda. Benar kau saksikan rembulan bertengger di langit tua, tapi, aduhai alangkah hambarnya, alangkah hampa, alangkah kosong semua itu. Rembulan baru saja berpaling muka. Kau mencoba menjelaskan beberapa hal tapi akhirnya kau tahu kau sama sekali tak berhak untuk menentukan kemana arah dia harus mengalir. Di bawah awan kelabu yang merayap bisu, kau tahu, kau tahu jika ternyata kau adalah sesuatu dan rembulan itu adalah sesuatu yang lain lagi. Kau terdiam dan berkaca-kaca.</p>
<p>Malam itu, kau menangis saat mangajukan pertanyaan tentang apa yang benar-benar berarti dalam hidupmu</p>
<p>04-11-09/dini hari, dalam sepi yang sempurna</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Why Women Are Still Crazy For High End Burberry Handbags]]></title>
<link>http://veryhardest26.wordpress.com/2009/11/02/why-women-are-still-crazy-for-high-end-burberry-handbags/</link>
<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 22:21:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>veryhardest26</dc:creator>
<guid>http://veryhardest26.wordpress.com/2009/11/02/why-women-are-still-crazy-for-high-end-burberry-handbags/</guid>
<description><![CDATA[The same company that invented the trench coat, and the fabric called Gabardine, is still inventing ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>The same company that invented the trench coat, and the fabric called Gabardine, is still inventing today. When we think about the great inventions in the world we don&#8217;t normally think about people who make clothing and fashion accessories, but the truth is that a lot of thought goes into designing new fashions that serve new and special purposes. Where would we be without the great innovations of designers who have created new types of clothing and accessories that make our life so much easier?</p>
<p>The Prosum, Heritage, Nova, Zip Hobo and Baby Messenger bags are new lines that have come out of this company recently, and among those styles there are many new innovations that make a purse much easier to work with. Special kinds of trim, flaps, snap fasteners that make it easy to open and close the bag with one hand and many other innovations are included in this company&#8217;s accomplishments.</p>
<p>Burberry bags come in several colors including tan, beige, white, wine, alligator, light brown, cognac, and black. The special colors make interesting combinations as accessories for outfits, and a wide variety of colors make these bags more useful for the consumer.</p>
<p>PVC, leather, brass, canvass, nickel, alligator and other materials are all incorporated into the manufacture of their hand bags. Pockets, trim, straps, hidden pockets, fittings, buckles, linings, handles, keys, locks, buckles, zippers and piping are all some of the interesting parts that you might never expect to find in a purse, but which can be found on some of the models made by Burberry. </p>
<p>Designers put a lot of thought into how they make their bags, and the industry is very competitive. Each part of the bag receives special care and attention, and experts think about ways to make them better. Every model makes improvements on models that existed before as the designers try to make their purses better and better.</p>
<p>If the bags that are on the market at any moment cause trouble for the people that use them, the innovators get to work thinking about ways to avoid those problems in the next design. If they tear or break easily, or if they are hard to open, or if the items inside fall out easily, these are problems that the designers need to consider as they plan the next model. They look at the processes where the old bags fail, and they find new ways to make bags so that these problems cannot occur.</p>
<p>The amount of time and energy that goes into making these bags is also reflected in the price. How do you feel about paying five hundred to a thousand dollars for a single designer bag? The materials that go into the manufacture of these bags are the best, and they are expensive on their own. Above this, designers must be paid top dollar by the company for their service, and for all the thought and concentration that goes into finding new designs. In the end this translates to a very high cost for consumer, and it is without a doubt that consumers find these high priced bags well worth the cost.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[4 Rules for LIFE!]]></title>
<link>http://jjuniversal.wordpress.com/2009/11/01/ants-philosophy-for-life/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 16:30:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>Jagath Jayasekera</dc:creator>
<guid>http://jjuniversal.wordpress.com/2009/11/01/ants-philosophy-for-life/</guid>
<description><![CDATA[1. ANTS NEVER QUIT If they’re headed somewhere and you try to stop them, they’ll look for another wa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>1. ANTS NEVER QUIT<br />
If they’re headed somewhere and you try to stop them, they’ll look for another way. They’ll climb over, they’ll climb under, they’ll climb around. They keep looking for another way.</p>
<p>Lesson 1:<br />
To never quit looking for a way to get where you’re supposed to go.</p>
<p>2. ANTS THINK WINTER ALL SUMMER.<br />
You can’t be so naive as to think summer will last forever. So ants are gathering their winter food in the middle of summer. You’ve got to think rocks as you enjoy the sand and sun.</p>
<p>Lesson 2:<br />
It is important to be realistic. Think ahead.</p>
<p>3. ANTS THINK SUMMER ALL WINTER<br />
During the winter, ants remind themselves, “This won’t last long; we’ll soon be out of here.” At the first warm day, the ants are out. If it turns cold again, they’ll dive back down, but then they come out the first warm day.</p>
<p>Lesson 3:<br />
Stay positive at all times.</p>
<p>4. ALL-THAT-YOU-POSSIBLY-CAN<br />
How much will an ant gather during the summer to prepare for the winter?<br />
All that he possibly can.</p>
<p>Lesson 4:<br />
Do all you can….and more!</p>
<p>Summary</p>
<p>1. Never Give Up<br />
2. Look Ahead<br />
3. Stay Positive<br />
4. Do All You Can</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[JARINGAN KESUKSESAN]]></title>
<link>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/01/jaringan-kesuksesan/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 08:20:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>arulchandrana</dc:creator>
<guid>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/01/jaringan-kesuksesan/</guid>
<description><![CDATA[Ada pertanyaan yang jarang kita utarakan pada—bahkan—orang terdekat kita. Padahal itu adalah sebuah ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/01/jaringan-kesuksesan/kerjasama/" rel="attachment wp-att-569"><img src="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/11/kerjasama.jpg?w=150" alt="kerjasama" title="kerjasama" width="150" height="105" class="alignleft size-thumbnail wp-image-569" /></a>Ada pertanyaan yang jarang kita utarakan pada—bahkan—orang terdekat kita. Padahal itu adalah sebuah pertanyaan yang sangat penting, <strong>pertanyaan yang menjadi alasan mengapa seseorang bertahan untuk hidup</strong>. Bukan hanya itu, pertanyaan itu sendiri bahkan menunjukkan <strong>seberapa kualitas hidup kita bagi orang lain—bagi saudara kita, sahabat kita, kawan, rekan, dan lain-lain</strong>. Nah, pertanyaan apakah itu? Sederhana saja. <strong>Pertanyaannya adalah</strong>: <em>apakah anda punya rencana keberhasilan?</em><!--more--><br />
Benar, pertanyaan sederhana itu adalah semangat hidup bagi seseorang. Bisa kita bandingkan dengan mudah bagaimana kualitas hidup seseorang yang penuh dengan semangat mencapai keberhasilan dengan orang yang hidupnya biasa-biasa saja. Kita ingat kita punya berbagai macam teman waktu di sekolah, atau waktu di universitas. Sebagian dari mereka tampak <strong>sangat bergairah dalam hidupnya,</strong> mereka belajar dengan gigih, mereka menentukan target, mereka menentukan prestasi apa yang harus mereka capai selama masa belajar itu. Sebagian yang lain, menjalani masa belajar itu biasa-biasa saja. Datang, duduk, diam. Tidak ada gelora keberhasilan yang ingin diraihnya. Entah bentuk kehidupan apa yang tengah dia persiapkan bagi dirinya dan keluarganya. Dari kedua jenis itu, kita tahu teman-teman kita yang memiliki <strong> rencana keberhasilan</strong> dan melakukannya jauh lebih terarah dan bersemangat hidupnya dari pada jenis sahabat kita yang kedua.<br />
Yang tidak kita tahu adalah, <em>apakah rencana keberhasilan teman-teman kita itu saling mendukung atau tidak?</em> Kita tidak sadar bahwa sebenarnya kita bisa mencapai keberhasilan bersama! Ya, kita bisa mencapai keberhasilan bersama-sama! Ini luar biasa. Di saat dunia penuh dengan persaingan dan penjegalan, kita tak mampu melihat suatu kualitas menakjubkan yang tersimpan dalam rasa kepedulian. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Anda tidak akan bisa memahaminya dengan sempurna sebelum anda benar-benar mengubah kecuekan anda menjadi aliran kasih sayang dan kepedulian yang tulus.<br />
Bayangkan kita kembali ke masa sekolah dulu. Lalu kita mulai menanyakan rencana keberhasilan teman-teman kita. kita memulainya dari si A. A berencana untuk menguasai matematika dengan lebih baik semester ini, unggul dalam bahasa inggris saja belum cukup baginya. B berencana untuk menguasai fisika, mumpuni dalam biologi belum cukup baginya. K ingin menguasai bahasa Inggris lebih dalam lagi, dan dia ahli matematika. M terkenal pintar dalam fisika, tapi dia butuh bantuan yang serius dalam fisika. Nah, bisakah anda lihat sekarang, bagaimana <strong>sebenarnya kita bisa sukses bersama? Kita bisa!</strong> Yang membuat kita terkatung-katung penyebabnya adalah kecuekan kita sendiri. Ketidak pedulian kita sendiri. Jika saja teman-teman kita di atas mau saling berbagi <strong>rencana keberhasilan</strong>, maka masalah mereka akan beres hanya dalam waktu sepuluh menit saja. Teman-teman kita itu akan tersadar bahwa mereka bisa saling menolong. A akan bekerja sama dengan K. B akan saling bantu dengan M. Begitu seterusnya, membentuk suatu lingkaran yang utuh, suatu simbiosis mutualisme yang indah dan penuh ketulusan. Bukankah ini indah? Bukankah berbagi keberhasilan itu menyenangkan? <strong>Bukankah menjadi orang yang bermakna bagi orang lain membuat kita sepuluh kali lipat lebih bermakna lagi?</strong> Ya, yang perlu kita lakukan hanyalah meluangkan tiga menit yang ikhlas untuk menanyakan rencana keberhasilan saudara, sahabat, teman, atau rekan kita.<br />
Ada sesorang kawan yang ingin memulai suatu usaha baru. Bisnis lamanya terhenti dan semua orang tahu jika dia itu orang yang jujur dan bisa diandalkan. Kawan yang lain, sedang mencari partner untuk diajak mengembangkan bisnisnya. Keduanya bisa saja bekerja sama dan meraih keberhasilan bersama, tapi mereka lupa untuk saling bertanya rencana keberhasilan. Ada kawan yang lain, dia mulai tertarik untuk bisa menulis. Dia suka membaca, dan banyak buku dari berbagai jenis yang telah dibacanya, tapi dia punya masalah dalam menuangkan pikirannya melalui media tulisan. Teman yang satunya, dia penulis yang hebat, juga instruktur menulis yang cakap. Tapi dia punya masalah, dia tidak tahu siapa yang bisa diajaknya untuk mengembangkan bakat menulisnya itu. Dia juga tidak memiliki bahan bacaan yang cukup untuk menambah bobot tulisannya. Bisa anda bayangkan apa yang terjadi pada keduanya jika mereka mau meluangkan tiga menit yang nyaman untuk saling bertanya <strong>rencana keberhaslan?</strong><br />
Jika semua orang melakukan ini, tidak bisa dipungkuri, akan muncul suatu <strong>jaringan kesuksesan</strong> yang belum pernah kita saksikan sebelumnya. Seperti reaksi kartu domino. Keberhasilan itu akan tersalur kepada semua orang. Satu persatu akan mendapati indahnya impian jadi kenyataan. Dan kehidupan ini akan terasa jauh lebih berarti. Jika ada orang berkata kehidupan yang penuh dengan keluh kesah ini sebagai kehidupan yang sudah cukup menyenangkan, apalagi jika kehidupan ini penuh dengan keberhasilan dan kepuasan. Renungkanlah.</p>
<p>Baiklah, pembaca yang budiman, ini yang terakhir. Begitu nanti anda mencapai titik penghabisan dari tulisan ini, segeralah ambil telpon genggam anda, tuslislah sebuah SMS, dan kirim pada semua orang yang anda sayang dan percaya. Jangan ditunda lagi. Isi SMS anda sederhana saja, begini: <em>sahabatku, apakah rencana keberhasilanmu? Aku punya sebuah rencana dan aku penasaran kiranya kita bisa mewujudkan rencana itu bersama-sama. Menjadi orang berhasil bersama</em>.</p>
<p>Saturday, October 31, 2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PENCULIKAN]]></title>
<link>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/01/penculikan/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 08:09:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>arulchandrana</dc:creator>
<guid>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/01/penculikan/</guid>
<description><![CDATA[Sekali waktu aku pernah menyaksikan sebuah penculikan tepat di depan mata kepalaku sendiri—di siang ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/01/penculikan/iraq-war/" rel="attachment wp-att-560"><img src="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/11/iraq-war.jpg?w=150" alt="iraq-war" title="iraq-war" width="150" height="100" class="alignleft size-thumbnail wp-image-560" /></a>Sekali waktu aku pernah menyaksikan sebuah penculikan tepat di depan mata kepalaku sendiri—di siang bolong. Itu peristiwa yang cepat dan sungguh berani. Aku sedang naik taksi ketika tiba-tiba taksi itu direm mendadak, dikejutkan oleh ledakan keras yang menggaung dari tempat entah berapa blok di depan. Puluhan mobil lainnya tertahan di depan. Kemacetan yang sangat berbeda rasanya dengan kemacetan di oleh lampu merah menyeruak ke dalam benakku. Tiba-tiba, ada keributan yang janggal di sekitar lima mobil di depanku. Aku bertanya-tanya dalam hati, apa yang terjadi? Ada apa ini? Aku tahu kesan ini, juga kekacauan seperti ini, tapi benarkah itu?<!--more--></p>
<p>Ternyata benar, dari celah-celah jejeran mobil tampak lima pria dewasa berpakaian serba hitam mengenakan penutup wajah seperti ninja bergerak gesit. Mereka menyeret seseorang. Seorang perwira tentara Amerika! Pria itu meronta dan tiap kali itu pula tubuhnya dihantam dengan popor senapan. Di belakang mereka, di dekat mobil yang terbuka lebar pintu-pintunya, seorang wanita berambut pirang dengan dua orang bocah perempuan dalam pelukan, menangis meraung-raung tanpa ada yang memperdulikan, ‘No! No! Please! Don’t take him bastards! No…! Please…!’ tak ada yang bisa dia lakukan selain mengumpat dalam bahasa yang tidak dimengerti para penculik suaminya.</p>
<p>Sang perwira Amerika terus saja meronta, jeritan yang melengking dari mulutnya tidak bisa lagi kupahami, tertutup oleh cekaman rasa takutnya yang membuncah. Sewaktu gerombolan itu melintas di dekatku—dan kami hanya terpisah satu mobil—tahulah aku jika perwira itu tidak sedang berteriak apalagi menjerit. Aku juga tahu betapa pucat wajahnya. Betapa putus asa roman mukanya. Mulutnya berkomat-kamit cepat, tapi yang terdengar hanya erangan tertahan mengenaskan, ‘please, please, please…’. Aku tertegun, dan saat kedua mata kami bertemu untuk sekitar tiga detik yang terasa lama, aku tersentak. Tatapan itu, tatapan itu, itu bukan lagi sekedar ketakutan, bukan lagi, itu adalah ucapan perpisahan. Aku tahu dia menghiba meminta pertolongan pada siapapun yang bisa mendengarnya, tapi yang berkecamuk dalam hatinya adalah satu hal saja, yaitu kesadaran bahwa dia hanya akan berakhir dengan kematian. Tidak ada yang lain. Dan dia benar.</p>
<p>Ini adalah tempat yang tidak pernah kau bayangkan untuk kau kunjungi. Bukanlah tempat yang jika—entah kesialan apa yang mebuatmu melakukannya—ternyata kau mengunjunginya kau ingin untuk mengenangnya. Ini bukanlah tempat yang menyenangkan untuk diceritakan pada anak turunmu sebagai dongeng pengantar tidur. Ini bukan seperti apapun yang kau kehendaki untuk kau temui atau kunjungi dalam hidupmu. Jika bisa, terkadang aku berdoa pada Tuhan di sela-sela ketakutan di antara desingan peluru saat tengah malam, aku meminta pada-Nya agar menghilangkan semua senjata dan tangan orang-orang yang terus berperang itu. Mereka terus berperang, tak perduli pada kenyataan bahwa mereka sebenarnya tak lagi tahu untuk alasan apa perang itu mereka lakukan. Mereka gila. Mereka berperang hanya karena satu-satunya yang hal yang diketahui adalah: ayah, kakek, juga moyangku dulu, mereka semua memerangi kelompok itu. Entah kenapa mereka melakukannya. Aku tak tahu. Tapi yang kutahu dengan pasti adalah, bahwa aku juga harus memerangi kelompok itu seperti leluhurku memerangi mereka.</p>
<p>Arul Chandrana<br />
Friday, October 30, 2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cheapest way to be happy]]></title>
<link>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/01/cheapest-way-to-be-happy/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 08:03:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>arulchandrana</dc:creator>
<guid>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/01/cheapest-way-to-be-happy/</guid>
<description><![CDATA[Well. Now lets talk about things we love to talk and we love to do. That’s fantastic since it helps ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/01/cheapest-way-to-be-happy/buaya-bahagia/" rel="attachment wp-att-556"><img src="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/11/buaya-bahagia.jpg?w=116" alt="buaya bahagia" title="buaya bahagia" width="116" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-556" /></a>Well. Now lets talk about things we love to talk and we love to do. That’s fantastic since it helps us to stay health and normal. You got to recognize it, things you love are not only good to make you happy, but also to make you healthy. That’s it! Have you ever watched spongebob episode “sponge who can fly?” wahahaha, that is what I mean with do what you love!</p>
<p>Once my friend asked me what to do when suffered from desperation or things like that. He asked for some tips.  And my answer was just simple, I advised him to<!--more--> do what he love so much to do, or try to find some activities which will keep him out from thinking of desperation he felt. That’s all what we all need.</p>
<p>To tell you the truth, activities I love so much to do is writing and speaking in a forum. Writing makes me fresh and realize that I can do more than what people think I can do. This is a gift. Not everybody have and I know that I must use it for something good, such as writing which is you are reading now. The second, I love speaking in front of public. It motivates me greatly. You know, what people need in this such crazy life is to know that they are able and mean something to this world. People tend to be desperate when they think they are nothing to anybody or to the life.</p>
<p>I ask you one question, what is you like most to do? Do it right after finishing this sentence.</p>
<p>Sunday, November 01, 2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BAGAIMANA SESUATU JATUH DAN AKAN RUNTUH]]></title>
<link>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/01/bagaimana-sesuatu-jatuh-dan-akan-runtuh/</link>
<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 07:57:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>arulchandrana</dc:creator>
<guid>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/01/bagaimana-sesuatu-jatuh-dan-akan-runtuh/</guid>
<description><![CDATA[Tak bisa dipungkiri, Kamalaysia sedang jatuh dengan kecepatan terjun paying tanpa parasut terkembang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://arulchandrana.wordpress.com/2009/11/01/bagaimana-sesuatu-jatuh-dan-akan-runtuh/embassy_beirut_eaftday_snap/" rel="attachment wp-att-553"><img src="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/11/embassy_beirut_eaftday_snap.jpg?w=150" alt="embassy_beirut_eaftday_snap" title="embassy_beirut_eaftday_snap" width="150" height="96" class="alignleft size-thumbnail wp-image-553" /></a>Tak bisa dipungkiri, Kamalaysia sedang jatuh dengan kecepatan terjun paying tanpa parasut terkembang. Dan di bawah sana, semua orang tahu, itu bukan hamparan samudra yang mungkin tidak akan begitu membahayakan, bukan, itu hamparan batu cadas yang telah menghancurkan ribuan lainnya. Kamalaysia sedang menuju ke kehancurannya. Tapi mengapa tak seorangpun perduli tentang kematian tempat itu?<!--more--><br />
Bukankah Kamalaysia adalah sebuah tanah kelahiran? Sebuah desa? Ataukah, dia hanya menjadi sebuah tanah kelahiran tapi tidak pernah menjadi sebuah desa? Selalu gagal bersatu karena terpotong-potong oleh mereka yang telah lahir di atasnya? Kamalaysia tidak akan pernah menjadi sesuatu yang satu selama siapapun yang ada di atasnya merasa berhak atas tiap potong dari tanah itu. Jika keluarga ini merasa pemilik potong tanah yang itu, maka keluarga yang itu merasa berhak atas potong tanah lainnya, begitu pula keluarga yang di sana. Mereka berebutan sepotong roti di atas sebuah meja renta. Dan, apa yang dilupakan adalah, ada orang-orang lain yang berjejalan di sekitar mereka, para penguasa itu. Keluarga tak berdaya itu menjadi korban, andai saja mereka tahu. Andai saja.<br />
Yang lebih menyedihkan dari itu, aku hawatir jika sebenarnya mereka telah lupa alasan mengapa perebutan, perseteruan, dan permusuhan itu mereka lakukan. Mereka melakukannya karena dari entah kapan dulu seseorang dari masing-masing keluarga telah memulai pertikaian ini. Tanpa alasan. Untuk apa semua ini? Pembuangan kekuatan ini? Dan peruntuhan yang tak berhenti ini? Bukankah berjalan bersama selalu lebih menyenangkan dan menyelamatkan dari pada berjalan berjauhan sambil saling melemparkan bongkahan batuan?<br />
Aku masih ingat satu hal kecil dari masa aku kecil dulu, sesuatu yang kini makin jauh terseret derasnya sungai menuju lautan kehancuran. Sesuatu itu adalah: hangatnya kebersamaan.</p>
<p>Untuk beberapa jenak, aku merasa tenang setelah menulis ini. Mencoba merebahkan diri. Menikmati kenyamanan berterus terang dalam tulisan. Tapi kemudian aku tersentak lagi, seakan tiba-tiba ada jarum sebesar kaki kuda mencuat keluar dari bawah dan menembus punggungku. Aku teringat, Kamalaysia punya berderet masalah lainnya yang belum sempat aku tuliskan. Oh, tidak. Dan susah payah, aku akan mencoba menemukan keindahan yang dulunya pernah ada di sini. Di Kamalaysia.</p>
<p>Suatu hari nanti dalam hidupmu<br />
Kau akan teringat pada suatu tempat<br />
Di mana seseorang pernah membelai wajahmu<br />
Kau ‘kan kembali dan mencarinya, sungguh</p>
<p>Suatu hari nanti dalam hidupmu<br />
Kau ‘kan terkenang akan cinta yang kau temukan di sini<br />
(one day in your life, Michael Jackson)</p>
<p>Friday, October 30, 2009</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Some Of The Important Points To Consider When Looking For Running Shoes]]></title>
<link>http://trade1502.wordpress.com/2009/10/28/some-of-the-important-points-to-consider-when-looking-for-running-shoes/</link>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 14:20:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>trade1502</dc:creator>
<guid>http://trade1502.wordpress.com/2009/10/28/some-of-the-important-points-to-consider-when-looking-for-running-shoes/</guid>
<description><![CDATA[There are a lot of different shoes you can pick from for different activities. One of the styles of ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>There are a lot of different shoes you can pick from for different activities. One of the styles of shoes that you may have thought of already is the running shoe. So if you are looking to buy new pair of running shoes consider the following guidelines to help you choose the best pair for you.</p>
<p>Some things to think about when buying a pair of these shoes is ask yourself how much you run and how far. This is a main factor in buying these shoes to expect the life of them. If you are a serious runner who logs a lot of miles you will probably want to buy more than one pair. Most of all shoes will cost anywhere from $35 to $200. </p>
<p>If you are a runner who only runs about 25 minutes a week on a three day basis then you are looking for the less expensive kind. If you are a heavy runner you need to look for the shoe that will support your foot the best. For men, think about getting Nike or Reebok shoes or even Asics. Asics makes a wide variety of running shoes. Women who run half an hour a day or less should probably go with a shoe like Asics carries. </p>
<p>If you run more than the average person than you will want or either need to buy a better quality shoe and as mentioned above you should also get more than one pair. These higher quality shoes are made to handle more impact and are going to be a lot better on your feet. Men may want to think about getting a good running shoe from a company that specializes in running shoes such as Saucony. </p>
<p>The kind that you choose is not going to hurt you but you want to get the best possible choice you can. You can pick from all kinds of running shoes there are Nikes, Reebok, Mizuno, Asics, Saucony and many more. These are just a few kinds that are picked by many, but you should take a look at the latest Consumer Reports to get a better idea and then go with the one that is comfortable for you.</p>
<p>There are a lot of other things to think about when buying a pair of shoes. Try and think about how much you are running and how far. For example if you are running on smooth surfaces then you&#8217;re not going to need a rough bottomed shoe. On the other you may need a rough bottom type because you prefer running in the woods maybe a little cross training.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Melirik dan Jatuh Hati: Al Falah Cibubur]]></title>
<link>http://marselenade.wordpress.com/2009/10/25/melirik-dan-jatuh-hati-al-falah-cibubur/</link>
<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 02:51:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>madaff</dc:creator>
<guid>http://marselenade.wordpress.com/2009/10/25/melirik-dan-jatuh-hati-al-falah-cibubur/</guid>
<description><![CDATA[Lama ga ke sini yak? Tau nih heran juga, nulis blog kok angot-angotan&#8230;.Hm, begini, kompi sejuj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Lama ga ke sini yak? Tau nih heran juga, nulis blog kok angot-angotan&#8230;.Hm, begini, kompi sejuj]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MENEMUKAN KETERKAITAN ANTARA BLOG DENGAN KEMISKINAN]]></title>
<link>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/10/23/menemukan-keterkaitan-antara-blog-dengan-kemiskinan/</link>
<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 12:15:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>arulchandrana</dc:creator>
<guid>http://arulchandrana.wordpress.com/2009/10/23/menemukan-keterkaitan-antara-blog-dengan-kemiskinan/</guid>
<description><![CDATA[Anda berkunjung ke http://www.davidjuy.co.tv dan anda mulai terkesima dengan keindahan lay outnya. A]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://arulchandrana.wordpress.com/2009/10/23/menemukan-keterkaitan-antara-blog-dengan-kemiskinan/blog/" rel="attachment wp-att-542"><img src="http://arulchandrana.wordpress.com/files/2009/10/blog.jpg?w=115" alt="blog" title="blog" width="115" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-542" /></a>Anda berkunjung ke <a href="http://www.davidjuly.co.tv">http://www.davidjuy.co.tv</a> dan anda mulai terkesima dengan keindahan lay outnya. Anda mulai terkesima dengan rapinya penataan tiap halamannya. Tampilan gambar yang informative sekaligus entertaining (menghibur) di tiap postingnya. Dan di sudut bawah, anda akan mendapati gambar sang pengelola blog trilingual tersebut. Anda akan mulai berpikir—sebagaimana kebanyakan orang lain yang membuka blog itu—tentang siapa <strong><a href="http://www.davidjuly.co.tv">David</a></strong> ini: anak orang kaya manakah pemuda ini? Berapa penghasilan perbulan ayahnya? Pakaian merk apakah yang dia pakai? Sepeda motor keluaran prabik jepang manakah yang dia kendarai? Bagus sekali. Itu pertanyaan yang banyak muncul. Tapi ketahuilah, semua itu jawabannya sederhana saja: <em>apa kau sedang menyindir atau menghinaku, sobat?</em><!--more--><br />
Anda mungkin akan mengira saya bercanda, tapi ketahuilah, saya sangat bersungguh-sungguh dengan ini. David—pemilik <a href="http://www.davidjuly.co.tv">davidjuly</a>—adalah sahabat dekat saya dan saya telah berkunjung ke rumhanya. Dia bukanlah orang yang akan memukaumu dengan harta, dia bukan pula orang yang akan membungkanmu karena tingginya jabatan ayahnya, dia bukan orang seperti itu. Dia hanyalah seorang pemuda <em>miskin</em> biasa. Dengan pakaian sederhana yang tidak akan ditinggalkannya kecuali telah benar-benar tua dan hilang warnanya—jika robek, dia akan menjahitnya, sampai sepuluh kali jahitan. Dia hidup dalam naungan kesusahan dan perjuangan mencari nafkah. Suatu kali, saya sangat ingat hal ini, dia berangkat ke kampus dengan sepatu yang dipakai ayahnya melaut hari sebelumnya.<br />
Anda mungkin terkejut dengan ini, bagaimana mungkin seorang miskin membuat blog sehebat itu? Baiklah kusebutkan beberapa nama yang lain. Blog <strong>bioahmed.blogspot.com</strong> adalah blog yang dibuat dan dikelola olah bukan orang kaya. Begitu pula mas Anas Kamtiyono. Juga pemuda Bibit dengan bi2t.com nya, dia bersaing dengan <a href="http://www.davidjuly.co.tv">david</a> dalam penulisan tentang mobileblogging—ngeblog lewat HP. Mereka adalah diantara <strong>blogger</strong> berbakat dan bukan orang berada. Miskin. Bahkan, andapun sekarang tengah membaca blog seorang miskin yang lain.</p>
<ol>Pesona blog</ol>
<p>Blog dengan kehebatan tampilannya, juga tingginya bobot serta pentingnya isi dari tiap postingnya dengan sendirinya mengangkat ‘derajat’ sang penulis. <em>Sesuatu yang hebat hanya dihasilkan oleh orang yang hebat pula</em>. Pendapat itu jelas sama sekali tidak salah, tapi yang salah adalah adanya semacam <em>mental knowledge</em> (pengetahuan alamiah) yang mengidentikkan orang hebat sebagai orang beruang. Ini tidak benar. Tidak selalu kualitas seseorang dilihat dari banyak tidaknya uang di rekeningnya. Tidak selalu.<br />
Blog bergerak tidak hanya menjadi sarana aktualisasi diri, atau <em>penyaluran segala hal yang berkecamuk dalam dada</em>, tapi dia mulai menjadi semacam alat penentuan standar kehebatan seseorang. Entah bagaimana proses itu terjadi, tapi begitulah yang kita temui. Dalam suatu acara mahasiswa tingkat nasional yang saya ikuti pada tahun 2007, di jam-jam istirahat, para mahasiswa dari berbagai daerah saling bertukar nomor telepon, alamat email, dan: blog. Bedanya, mahasiswa yang bisa menunjukkan alamat blognya selalu tampak lebih keren dari pada yang hanya bisa menunjukkan alamat emailnya. Dan mahasiswa yang bahkan tidak punya email, dia akan susah payah selalu berusaha menghindari segala bentuk perbincangan yang akan memberikan peluang munculnya pertanyaan tentang email dan sebangsanya. Sebagian mahasiswa jelas-jelas kelihatan sama sekali tidak tahu-menahu tentang internet. Haruskah saya katakan jika saat itu bahkan saya sama sekali belum pernah <em>ngenet</em>, apa lagi punya email? Ehm, mungkin lebih manusiawi jika saya rahasiakan saja, anda tidak keberatan bukan?<br />
Tapi, jika tidak hati-hati, urusan blog ini juga bisa <em>bikin</em> orang berubah menjadi sangat menyebalkan. Awal kali David membuat blognya—saat itu blognya masih sangat sederhana, hanya menggunakan template yang disediakan mesinnya—dia membuat teman-teman sekelas senewen dan panas. Tiap kali ada yang bertanya, <em>kau sudah mengerjakan tugas psycholinguistic? Tugas introduction to literature soalnya apa saja?</em> Sontak david akan mejawab, <em>check it in my blog!</em></p>
<ol>Blog dan kemiskinan</ol>
<p>Relevankah judul di atas? Baiklah, saya tidak sedang berusaha menulis seperti “pengangguran dan kemiskinan” atau “pelacuran dan kemiskinan,” tapi yang ingin kusampaikan adalah bagaimana orang ’miskin’ terjun dan berkiprah dalam dunia perblogan.<br />
Mungkin awalnya terdengar agak saru, bagaimana orang miskin <em>menghamburkan</em> uangnya dengan bermain internet. Ini tentu tidak akan jadi pertanyaan jika yang dibicarakan sekarang adalah Amerika atau negara-negara Eropa Barat, di mana jasa layanan umum seperti internet bisa didapat dengan murah dan bahkan gratis. Tapi ini Indonesia sobat. Bagaimana bisa orang susah sempat-sempatnya mengurusi blog? Jawabannya sederhana, bahkan mungkin sebagian dari anda telah menebaknya. Yaitu, uang untuk <em>ngenet</em> sangat berbeda dengan uang untuk <em>ngerokok</em>. Seorang pecandu rokok tidak akan bisa bertahan hidup dengan wajar tanpa hisapan rokoknya. Dia akan selalu berusaha mendapatkan rokok. Dan uang yang dia punya—atau yang dimiliki ayah ibunya, bahkan anaknya—akan sebisa mungkin dimanfaatkan untuk memenuhi hasrat merokoknya itu. Ini berbeda dengan urusan ngeblog. <strong>blogger</strong> tidak setiap dua jam sekali atau sehari sekali log in di blognya untuk mengup-date postingannya. Apalagi jika dia itu <strong>blogger</strong> tidak berada. Mungkin satu kali seminggu (sebagai catatan, saya rata-rata sekali seminggu mengup-date blog) adalah waktu rata-rata bagi para <strong>blogger</strong> tidak berada di Indonesia untuk ngenet dan up-date. Ini bukan masalah, orang bisa menabung untuk itu. Dengan beberapa lembar uang ribuan, dia bisa akses internet dan mengup-date blognya.<br />
Kefleksibelan ini membuat apa yang kita anggap sebagai <em>kebutuhan <strong>blogger</strong> untuk nge-blog</em> tidak lebih dari sekedar kebutuhan uang jajan sekali seminggu. Bagi para orang tua, itu relative tidak terlalu sulit untuk dicukupi. Bahkan tak jarang saya temui anak-anak kecil yang dengan antusiasnya browsing di google. Dengan demikian, orang miskinpun punya kesempatan yang luas untuk mengeksplorasi internet, menemukan mesin penyedia blog, mulai membuat dan mengisi blog, dan akhirnya menjadi <strong>blogger</strong> ternama dengan sederet reputasi <em>mewah</em> yang sebenarnya tidak dimilikinya. Tak usah heran, ini bukan ironi.</p>
<ol>Bagaimana blog mengubah (ekonomi) seseorang</ol>
<p>Ini bagian yang sangat menggairahkan untuk diceritakan, hal ini membuat saya—juga para <strong>blogger</strong> lainnya, tentu saja—bisa menjelaskan bahwa tulis menulis ini tidaklah sia-sia. Karena kenyataanya, menjadi <strong>blogger</strong> bisa sekaligus berarti menjadi  jutawan.<br />
Dari sekian orang <em>melarat</em> yang intens ngeblog itu, seperti yang saya sebut di atas, mereka menemukan apa yang namanya peluang bisnis online. Mulailah mereka memasang iklan di blog-blog masing-masing. Banyaknya <em>traffic</em> (pengunjung blog) membantu mereka mendapatkan dollar dengan lebih progress. Ya, itulah yang dilakukan kawan-kawan <strong>blogger</strong>, memasang iklan di blognya masing-masing dan mendapatkan komisi dari produsen bersangkutan. Ada <strong>blogger</strong> yang mendapatkan jutaan rupiah dalam sebulan dengan kegiatan ngeblognya itu. Beberapa yang lain bergabung dengan situs pereview iklan.<br />
Dalam situs iklan itu, seorang <strong>blogger</strong> membuat iklan untuk perusahaan bersangkutan dan dia mendapatkan komisinya berdasarkan berapa banyak orang yang membaca iklan tulisannya itu. Demikianlah bagaimana uang dihasilkan tanpa harus keluar rumah kepanasan dan membasahi baju dengan keringat yang bau.<br />
Dan menggelikan sekali melihat diriku sendiri. Tak dipungkiri, saya sangat berminat untuk memasang iklan di blog yang saya kelola, tapi pertanyaanya, <em>bagaimanakah cara melakukan itu?</em> Ha ha ha ha.<br />
Ada kisah tentang seseorang yang menjadi wartawan di sebuah harian nasional, karena berbagai alasan, dia meninggalkan korannya. Berganti menjadi pengangguran! Tapi itu tidak berlangsung lama, segera dia menjadi seorang <strong>blogger</strong>. Menulis dengan ketajaman dan keakuratan seorang wartawan harian nasional. Dan berikutnya, dia kembali berganti status menjadi <em>pengangguran dengan uang berlimpahan</em>. anda tentu tahu saya sedang membicarakan mas Jarar di sini.</p>
<p>Friday, October 23, 2009<br />
Thanks to David—It was a nice chat in a deep Friday morning.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
