<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>tips-mencari-jodoh &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/tips-mencari-jodoh/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "tips-mencari-jodoh"</description>
	<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 14:03:03 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Kriteria suami ideal]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2009/02/14/kriteria-suami-ideal/</link>
<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 10:22:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2009/02/14/kriteria-suami-ideal/</guid>
<description><![CDATA[Dua dari tiga sahabat baik saya menikah dengan cara taaruf (taaruf bahasa mudahnya, kenalan, cocok l]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dua dari tiga sahabat baik saya menikah dengan cara taaruf (taaruf bahasa mudahnya, kenalan, cocok langsung lamaran). Kalau mau lebih general mungkin tiga dari empat sahabat saya menikah relatif cepat (baca: tidak melalui masa pacaran berlama-lama). Saya pribadi agak menyangsikan efektivitas model seperti ini, sampai suatu hari sahabat saya main kerumah -dalam rangka hunting rumah.</p>
<p>&#8220;Iya Jar kalau boleh ngasih masukan buat kamu, jadi dulu kita masing-masing ngisi CV nikah, kita masing-masing nulis kriteria pasangan ideal nurut kita, kita juga menyusun planning kita kedepan apa, lima tahun lagi apa, sepuluh tahun lagi apa&#8221;<br />
Ujar si teman dengan mata berbinar penuh optimisme, meski hari itu mendung dengan semangat sejak pagi hingga tengah hari kami habiskan memutar dari Bintaro, Alam Sutra hingga Sevilla BSD.</p>
<p>Kalau mau jujur si teman memang kriteria suami ideal sekali, lulusan PTN dengan passing grade tertinggi se tanah air, badan tinggi tegap, guanteng pula. Sementara si istri tidak kalah mengkilapnya. Ada ya pasangan ideal seperti ini, dapetnya dari taaruf lagi. Benar tak habis pikir saya. Dan kalau mau jujur pula, rasa-rasanya dulu<!--more--> waktu saya menikah, ga ada tuh kriteria dan planning 5, 10 tahun kedepan apa <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pertemuan dengan si teman hari itu menyadarkan saya bahwa dalam sebuah pernikahan pun perlu ada planning dan komitmen yang jelas (syukur-syukur tertulis) -suatu hal yang terkadang tidak pernah terpikirkan oleh kita. Lha wong mikirin acara dan lamarannya aja udah bikin pening kepala. Tapi belum terlambat untuk memulai dan dan untuk merefresh kita kembali apa tujuan pernikahan itu.</p>
<p>Jadi ibu-ibu, apa kriteria suami ideal menurut anda?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pernikahan persahabatan Informatika ITB dan Ilmu Komputer UGM ]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2008/10/21/pernikahan-persahabatan-informatika-itb-dan-ilmu-komputer-ugm/</link>
<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 01:27:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2008/10/21/pernikahan-persahabatan-informatika-itb-dan-ilmu-komputer-ugm/</guid>
<description><![CDATA[InsyaAllah bila tidak ada halangan, bulan November ini sahabat kami Feriati Nurdinasari dan Febriant]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>InsyaAllah bila tidak ada halangan, bulan November ini sahabat kami Feriati Nurdinasari dan Febrianto akan menikah. Dina dari Informatika ITB dan Anto dari Ilmu Komputer UGM. Dina dari Probolinggo (Tegal, yang mana Din) dan Anto dari Pariaman <del datetime="00">Bukittinggi</del>. Dina dari Bank Indonesia dan Anto dari Bank Mandiri. Seru ya, pasangan yang serasi sekali.</p>
<p>Sebenarnya Dina dan Anto bukan pasangan pertama di angkatan kami yang menjalin pernikahan seperti itu. Sebelumnya ada pernikahan persahabatan dengan Universitas Diponegoro dan Universitas Indonesia. Kebetulan semua pengantin pria-nya merupakan angkatan kami. Metodenya pun macam-macam mulai dari taaruf, semi taaruf atau sekedar dijodoh-jodohkan teman.</p>
<p>Menurut pengamatan saya, mencari jodoh dari kampus &#8216;tetangga&#8217; (walaupun lintas provinsi) merupakan metode yang cukup efektif dan manjur. Bu Enny (IPB) dan Pak Priadi (Mesin ITB) yang bertemu saat kunjungan asrama mahasiswa juga merupakan salah satu contoh efektifnya metode ini.</p>
<p>Mungkin ada cerita lain? tips-tips mungkin?<br />
Oh ya, selamat ya untuk Dina dan Anto <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah<br />
Ada yang ingin mencoba juga?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Istikharah Cinta, Cara Cerdas Mendapatkan Jodoh Ideal?]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2008/07/26/istikharah-cinta-cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/</link>
<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 22:07:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2008/07/26/istikharah-cinta-cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;&#8230;Jodoh adalah urusan besar. Dengan suami/istri kitalah, kita jalani sebagian besar dari]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><IMG SRC="http://img233.imageshack.us/img233/181/istikharahcintapj7.jpg"><br />
&#8220;&#8230;Jodoh adalah urusan besar. Dengan suami/istri kitalah, kita jalani sebagian besar dari tahun-tahun kehidupan kita. Namun, seringkali memilih jodoh tidaklah mudah. Banyak orang diantara kita yang kebingungan, “Diakah jodoh yang terbaik bagi saya?..”<br />
<a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/">Cara cerdas mendapatkan jodoh ideal</a></p>
<p>Ok, saya belum membaca buku ini, walau sebenarnya buku mengenai tips mencari jodoh ini telah lama terbit dan ditulis oleh orang-orang yang cukup saya kenal secara pribadi (orang-orang karena memang penulisnya banyak). Pertama kali melihat buku ini reaksi saya biasa saja, karena waktu itu status saya saya sudah menikah dan saya pikir urusan jodoh itu urusan insting. Gampang deh, rasanya tidak perlu teori-teori XYZ tinggal niat yang kuat, bismillah, eksekusi jalan sudah.</p>
<p>Tapi ternyata buku ini tidak berhenti di biasa saja,<!--more--> karena bulan depan seorang sahabat akan menjalankan akad nikahnya karena terinspirasi tulisan-tulisan yang ada dibuku ini. Si sahabat ini memutuskan untuk menikah dengan Taaruf (perkenalan) dengan cara-cara Islami ala materi-materi di Liqo-liqo dan pengajian kampus yang serba idealis itu. Luar biasa, suatu hal yang saya pikir tidak mungkin akan dilakukan si sahabat.</p>
<p>Apapun, menikah itu memang bukan perkara yang mudah tentunya, makanya sejajar dengan menyempurnakan setengah agama. Mungkin ada cerita tentang buku ini? cerita tentang taaruf? cerita tentang cinta dan pernikahan?</p>
<p>Oh ya, buat yang belum atau sedang merencanakan untuk menikah, lebaran besok bisa jadi momen yang bagus untuk mengutarakan niat atau mendiskusikan hal itu pada keluarga besar.</p>
<p>*<i>Buku Istikharah Cinta dimotori oleh <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/tentang/">M. Shodiq Mustika</a> yang juga menulis blog <a href="http://muslimromantis.wordpress.com">MuslimRomantis.WP</a> dan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/">PacaranIslami.WP</a></i></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mencintai itu bukan kejahatan]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2008/05/09/mencintai-itu-bukan-kejahatan/</link>
<pubDate>Fri, 09 May 2008 01:48:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2008/05/09/mencintai-itu-bukan-kejahatan/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Oh jadi yang jahat si A ya&#8221; &#8220;Bukan Mas, si A itu pacarnya si B (tokoh utama cowok]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>&#8220;Oh jadi yang jahat si A ya&#8221;<br />
&#8220;Bukan Mas, si A itu pacarnya si B (tokoh utama cowok yang kaya raya) dari kuliah&#8221;<br />
&#8220;Lho terus kok kaya gitu, padahal si C (tokoh utama cewek yang miskin) kan baru kenal si B ya?&#8221;<br />
&#8220;Si B kan kemarin hilang ingatan, terus ditolong si C, si B jadi suka sama si C&#8221;<br />
&#8220;Terus si D ngapain itu?&#8221;<br />
&#8220;Si D itu bosnya si C dikantor, si D itu temennya si B&#8221;<br />
&#8220;Jadi yang jahat si C ya?&#8221;<br />
&#8220;Bukan mas, si A dan si C tuh ga jahat&#8221;</p>
<p>Beberapa hari mengambil cuti, saya berkesempatan menemani Dinda nonton sinetron-sinetron Korea di JakTV. Lucu-lucu juga ternyata, Sinetron yang tayang pagi hari ini punya genre yang berbeda dibandingkan dengan sinetron produksi tanah air. Selain tidak ada adegan teriak-teriak, karakter antagonis yang berlebihan sampai, konflik yang menurut saya jauh lebih sederhana daripada sinetron Indonesia.</p>
<p>Biasanya, kalau di sinetron Indonesia, kita bisa menebak dengan mudah tokoh mana yang antagonis -digambarkan kejamnya luar biasa, ataupun tokoh protagonis yang cantik, lembut dan sebagainya dengan hanya satu kali nonton. Tapi kalau di sinetron korea, tidak demikian.</p>
<p>Sebenarnya yang lebih dekat di dunia nyata yang mana ya?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengapa lelaki berbohong dan perempuan menangis]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2008/02/09/mengapa-lelaki-berbohong-dan-perempuan-menangis/</link>
<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 01:50:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2008/02/09/mengapa-lelaki-berbohong-dan-perempuan-menangis/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;..Jika kelemahan lelaki dan wanita begitu diambil kira, pastilah kedua-duanya tidak hidup ber]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><i>&#8220;..Jika kelemahan lelaki dan wanita begitu diambil kira, pastilah kedua-duanya tidak hidup berpasangan. Namun, sudah menjadi fitrah serta tuntutan hidup bahawa lelaki dan wanita saling memerlukan. Justeru, wujudlah percintaan dan perkahwinan&#8230;&#8221;<br />
</i><a href="http://nurulanis.wordpress.com/2007/07/31/lelaki-berbohong-perempuan-menangis/">Raja Yusoff Ariffin</p>
<p></a>*Ada yang mau berbagi pengalaman?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kenapa selingkuh?]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2008/01/28/kenapa-selingkuh/</link>
<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 10:14:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2008/01/28/kenapa-selingkuh/</guid>
<description><![CDATA[Saya baru ketemu dengan teman lama, dia bercerita sekarang punya side job sebagai tarot reader dan k]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="font-style:italic;">Saya baru ketemu dengan teman lama, dia bercerita sekarang punya side job sebagai tarot reader dan kabarnya cukup ramai. Beberapa kali masuk media massa. Kebetulan kliennya sebagian besar dari kalangan artis.</span></p>
<p><span style="font-style:italic;">Yang menarik dari ceritanya adalah sebagian besar masalah yg dihadapi kliennya (80%-90%) adalah selingkuh, baik oleh mereka sendiri atau oleh pasangannya. Ada yang karena cinta platonik, karena balas dendam, juga ada yang tidak tau kenapa.</span></p>
<p><span style="font-style:italic;">Gimana Mas Jar klo buat topik sendiri tentang perselingkuhan, karena dengan membahas hal ini kita bisa tau lebih luas dan bisa belajar cara menghadapinya/menghindarnya. Apalagi udah ada permintaan di atas tuh yang sebenarnya terkait.</span><br />
<a href="http://priandoyo.wordpress.com/2007/11/09/cerita-pasangan-muda-yang-gagal-berumah-tangga/">CakHan<br />
</a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengapa mencari jodoh itu sulit?]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2007/09/27/mengapa-mencari-jodoh-itu-sulit/</link>
<pubDate>Thu, 27 Sep 2007 09:47:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2007/09/27/mengapa-mencari-jodoh-itu-sulit/</guid>
<description><![CDATA[Alasan mencari jodoh itu sulit 1. Tidak bisa memilih (khusus bagi lelaki) 2. Tidak yakin dengan calo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Alasan mencari jodoh itu sulit<br />
1. Tidak bisa memilih (khusus bagi lelaki)<br />
2. Tidak yakin dengan calonnya (khususnya bagi perempuan)<br />
3. Ketakutan yang tidak perlu<br />
4. &#8230;<br />
5. ..<br />
<a href="http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/18/5-alasan-mengapa-mencari-jodoh-itu-sulit/">Lima alasan mencari jodoh itu sulit (<em>32 comments</em>)<br />
</a><br />
<em>&#8220;Dari ribuan SMS yang masuk ke HP saya, SMS terbanyak itu konsultasi masalah mencari jodoh, sisanya masalah hutang, masalah rumah tangga baru kesehatan dan lain-lain&#8221;<br />
</em><strong>Reza M Syarief, 27 Sept 07 di Majlis Ta&#8217;lim Lt 52 Wisma Mulia<br />
</strong><br />
Kenapa ya?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lifeauditor mencari jodoh edition]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2007/09/21/lifeauditor-mencari-jodoh-edition/</link>
<pubDate>Fri, 21 Sep 2007 09:36:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2007/09/21/lifeauditor-mencari-jodoh-edition/</guid>
<description><![CDATA[Rezeki, Hidup, Mati dan Jodoh adalah empat misteri kehidupan terbesar. Point yang terakhir: jodoh, b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Rezeki, Hidup, Mati dan Jodoh adalah empat misteri kehidupan terbesar. Point yang terakhir: jodoh, bisa jadi merupakan topik yang paling seru dibicarakan. Topik diskusi manapun biasanya ujung-ujungnya akan berakhir pada pembicaraan ini. Sekedar penghangat, berikut topik <a href="http://wordpress.com/tag/tips-mencari-jodoh/">tips mencari jodoh</a> yang paling ramai didiskusikan disini:</p>
<ul>
<li><a href="http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/29/kenapa-lelaki-baik-menikah-cepat/">Kenapa lelaki baik menikah cepat (52 comments)</a></li>
<li><a href="http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/21/usia-ideal-menikah-itu-berapa/">Berapakah usia ideal untuk menikah (44 comments)</a></li>
<li><a href="http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/15/jodoh-anda-dari-mana-datangnya/">Jodoh anda dari mana datangnya (40 comments)</a></li>
<li><a href="http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/18/5-alasan-mengapa-mencari-jodoh-itu-sulit/">Lima alasan mencari jodoh itu sulit (32 comments)</a></li>
<li><a href="http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/19/calon-jodoh-kita-tuh-kebanyakan-fans-kita/">Calon jodoh kita kebanyakan fans kita (21 comments)</a></li>
</ul>
<p>Ada saran, komentar dan masukan? oh ya, dengan ini &#8216;biro jodoh&#8217; dinyatakan berhenti sementara -ternyata menjodoh-jodohkan orang itu luar biasa sulit-</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Adakah tips mencari jodoh untuk lelaki?]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2007/07/03/adakah-tips-mencari-jodoh-untuk-lelaki/</link>
<pubDate>Tue, 03 Jul 2007 06:07:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2007/07/03/adakah-tips-mencari-jodoh-untuk-lelaki/</guid>
<description><![CDATA[Mba Titi, seorang teman baik saya menghubungi saya untuk menjadi penulis dalam buku non fiksinya. Te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Mba Titi, seorang teman baik saya menghubungi saya untuk menjadi penulis dalam buku non fiksinya. Tema yang Mba Titi akan angkat adalah seputar tips mencari jodoh. Kira-kira berlangsung dialog sebagai berikut:</p>
<p><strong>Mba Titi:</strong> <em>Gimana mas, kita join nulis bareng aja, mas yang nulis dari sisi cowok, saya yang nulis dari sisi cewe<br />
</em><!--more--><strong>Anjar:</strong><em> Hahaha, yakin tuh mba, ga cari penulis yang lain aja?<br />
</em><strong>Mba Titi:</strong> <em>Kalau penulis cewek mungkin banyak, tapi kalau cowok setahun ini saya belum ketemu mas.<br />
</em><strong>Anjar:</strong> (oh ya? sesulit itu mencari penulis lelaki? bayangkan setahun)</p>
<p>Saya cukup terkejut, Mba Titi yang copywriter salah satu stasiun TV ini ternyata kesulitan untuk mencari penulis cowok yang &#8216;mumpuni&#8217; untuk menggombal seputar tips mencari jodoh.</p>
<p>Mencoba menyelami kesulitan Mba Titi, saya berpikir, jangan-jangan mencari penulis tips mencari jodoh buat kaum adam itu sulit bukan karena tidak ada penulisnya, tapi <strong>karena buat para lelaki hampir tidak ada kesulitan untuk mencari jodoh</strong>. Beda dengan perempuan yang lebih sering mekesulitan.</p>
<p>Buat saya, sebagaimana pernah diulas dalam <a href="http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/18/5-alasan-mengapa-mencari-jodoh-itu-sulit/">5 alasan mencari jodoh sulit</a>, permasalahan yang dihadapi cowok adalah tidak bisa memilih dan permasalah bagi cewek adalah tidak pernah yakin dengan calon pasangannya. Tapi ok deh, karena permintaannya tips mencari jodoh, minggu-minggu ini mesti cari ide dulu nih apa yang harus ditulis.</p>
<p>Ada yang punya usul? sebenarnya permasalahan lelaki dalam mencari jodoh itu apa?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[100% lelaki]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2007/07/02/100-lelaki/</link>
<pubDate>Mon, 02 Jul 2007 11:49:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2007/07/02/100-lelaki/</guid>
<description><![CDATA[Menurut saya, lelaki adalah mahluk yang ajaib. Lelaki dilahirkan untuk punya kecenderungan menguasai]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Menurut saya, lelaki adalah mahluk yang ajaib. Lelaki dilahirkan untuk punya kecenderungan menguasai, punya kecenderungan untuk berperang, berkompetisi dan menjadi pemenang. Lelaki punya hormon, kromosom yang memungkinkan untuk melakukan sesuatu yang hebat, yang punya nama tengah penaklukan didalamnya.</p>
<p><strong>Kalau sekelompok lelaki berkumpul</strong>, maka kemungkinannya tinggal dua:<br />
<strong>1. Lelaki berkelahi, memperebutkan satu hal </strong>yang kadang sepele. Mulai perhatian cewek, atau pengakuan bahwa lelaki tersebut paling jagoan.</p>
<p><strong>2. Lelaki bekerjasama menaklukan sesuatu yang sulit</strong>, misal memutuskan mendaki gunung Ciremai, touring Jakarta Jogja, memancing di Makassar atau menyelam pantai Amai di Papua.</p>
<p>Tapi pernahkah anda berpikir bagaimana jadinya bila si lelaki berkeluarga? akankah semua stereotype diatas hilang? <!--more--> haruskah lelaki mengorbankan insting kelaki-lakiannya atas nama keluarga? haruskah hobi main gaple hingga dini hari itu hilang?</p>
<p>Kalau lelaki dan perempuan berkumpul?<br />
Kalau lelaki sendiri?</p>
<p>Apapun, menurut saya hal terpenting dari seorang lelaki dimata perempuan baik adalah: <strong>bertanggung jawab</strong>. Apa itu bertanggung jawab? paling engga seperti Om Jono dalam <a href="http://priandoyo.wordpress.com/2007/04/05/balada-sarjana-tukang-ojek/">Balada sarjana tukang ojek</a>, yang nekad ngojek di kawasan Slipi gara-gara uang gajinya habis, demi anak istri tercinta.</p>
<p>Diluar itu? mungkin omong kosong. Coba Mbak, tanyakan pada pasangan anda kenapa dia memilih Mbak-nya. Karena tidak pernah ada kata mantap bagi lelaki untuk memutuskan menikah, karena keraguan selalu datang justru didetik-detik terakhir yang semakin dekat. Karena jika akhirnya lelaki memutuskan untuk menikahi anda, maka sesungguhnya malaikat dan tuhan sedang menyaksikan perjanjian yang lelaki buat.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kenapa lelaki baik menikah cepat]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/29/kenapa-lelaki-baik-menikah-cepat/</link>
<pubDate>Fri, 29 Jun 2007 10:01:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/29/kenapa-lelaki-baik-menikah-cepat/</guid>
<description><![CDATA[&#8220;Didunia ini hanya ada dua jenis lelaki jar, yang pertama itu lelaki bajingan, dan yang kedua ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em><strong>&#8220;Didunia ini hanya ada dua jenis lelaki jar, yang pertama itu lelaki bajingan, dan yang kedua itu lelaki homo&#8221;</strong> </em><br />
Quote salah seorang rekan perempuan yang baru saja ditinggal pacarnya setelah bertahun-tahun pacaran.</p>
<p>Sekarang si perempuan sudah menikah dan tinggal di luar negeri. Suaminya, G&#38;G engineer, bekerja di salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia. Mantan pacar si perempuan dulu? sampai sekarang belum menikah. Oh ya, si perempuan paling cantik dikampus, dan mantan pacarnya paling ganteng dikampus.<!--more--></p>
<p>Kejadian ini mengingatkan saya akan pengalaman mengaudit di BUMN terbesar di ujung paling timur Indonesia. Manager keuangan setempat pernah berkata pada saya:</p>
<p><em>&#8220;Wah kamu mau menikah tahun ini? bagus-bagus, jangan kaya saya ya, saya menikah umur 30, istri saya sekarang dikenalkan oleh paman. Saya menyesal nih menikah terlambat, lelaki itu harus berani membuat keputusan&#8221;<br />
</em><br />
Saya senyum-senyum saja, lha wong tim saya 7 orang, rata-rata berumur 27-35 saja banyak yang belum merencanakan menikah, eh si manager memuji-muji saya didepan semua anggota tim. Si manager lulusan S2 dari US -beasiswa BUMN tersebut- sebelumnya bertugas di perwakilan BUMN di Tokyo dan baru setahun ini menjabat manager keuangan. Sekarang si Manager sudah punya 2 putra dan 1 putri yang duduk di sekolah dasar.</p>
<p>Dua kejadian diatas bukan tidak ada hubungannya, tapi sangat terkait. Juga masih di ujung paling timur di Indonesia. Pulang kantor, menuju hotel untuk beristirahat, suatu ketika supir setempat -yang memang sering mengantar tamu kunjungan dinas- pernah berceletuk kepada tim audit</p>
<p><em>&#8220;Memang sebaiknya, lelaki tuh menikah cepat, apalagi kaya mas mas begini, sudah ganteng, banyak duit lagi&#8221;</em></p>
<p>Coba anda ingat baik-baik apa yang membuat lelaki baik menunda menikah</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lelaki yang bercita-cita mengubah dunia]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/28/lelaki-yang-bercita-cita-mengubah-dunia/</link>
<pubDate>Thu, 28 Jun 2007 01:28:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/28/lelaki-yang-bercita-cita-mengubah-dunia/</guid>
<description><![CDATA[Ketika aku masih muda, aku bercita-cita untuk mengubah dunia. Cita-cita ini sangat kuat sehingga ham]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>Ketika aku masih muda, aku bercita-cita untuk mengubah dunia. Cita-cita ini sangat kuat sehingga hampir setiap detik yang aku pikirkan adalah untuk mengubah dunia ini. Tapi seiring berjalannya waktu, ternyata mengubah dunia itu sulit. Kemudian aku pun bercita-cita mengubah negeriku, tapi itu pun tidak mudah, kemudian aku beralih bercita-cita mengubah kampung halaman, tapi ternyata itu pun tidak mudah.</em></p>
<p><em>Sampai suatu ketika, aku terbaring di rumah sakit dalam keadaan tua renta. Aku baru menyadari bahwa aku tidak melakukan sesuatu apapun yang aku cita-citakan. Seharusnya aku mulai dengan mengubah diriku sendiri, kemudian seharusnya aku mengubah keluargaku, mengubah kampung halamanku, mengubah negeriku, lalu mengubah dunia. </em></p>
<p><em>Tapi aku baru sadar, bahwa sekarang semua itu sudah terlambat, aku tua, renta, merangkak menuju liang lahat.</em><br />
<strong>Kutipan seorang buku miliki teman.</strong></p>
<p>Jadi Jon, teori namanya kalau kamu bercita-cita mengubah dunia, tapi kamu belum berani memutuskan untuk berkeluarga.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Hanya butuh 6 langkah]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/26/hanya-butuh-6-langkah/</link>
<pubDate>Tue, 26 Jun 2007 04:18:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/26/hanya-butuh-6-langkah/</guid>
<description><![CDATA[Dulu sekali, saya pernah ikut training seputar sales mobil. Si trainer menjelaskan bahwa hanya dibut]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dulu sekali, saya pernah ikut training seputar sales mobil. Si trainer menjelaskan bahwa hanya dibutuhkan 6 langkah bagi si calon pembeli untuk memutuskan bahwa mobil ini adalah mobil yang terbaik. Langkah itu adalah:<br />
1. Melihat tampak depan mobil<br />
2. Melihat tampak samping kanan mobil<br />
3. Melihat tampak samping kiri mobil<br />
4. Melihat tampak belakang mobil<br />
5. Melihat interior mobil<br />
6. (lupa, ada yang inget trainingnya Astra)</p>
<p>Berdasarkan pengalaman si trainer itu, setelah si calon pembeli melakukan semua tindakan itu, hampir dipastikan mobil akan segera dibeli. Konon menurut si trainer, bahkan si <strong>calon pembeli tidak perlu merasakan duduk di kursi mobil </strong>ataupun mencoba mendengarkan bunyi mesin. Cukup 6 langkah itu untuk menentukan jadi tidaknya mobil dibeli.<!--more--></p>
<p>Pelajarannya menurut si trainer, salesman harus benar-benar mengejar 6 tahap awal si calon pembeli. Lewat 6 langkah ini, hampir dipastikan hanya basa-basi, ga jadi beli. Begitu, ga tau bener atau tidaknya, yang jelas itu pengalaman si trainer.</p>
<p><strong>Membeli rumah</strong><br />
Pengalaman membeli rumah pun kurang lebih demikian, kira-kira dibutuhkan tahapan melihat:<br />
1. Tampak depan rumah<br />
2. Tampak samping kanan rumah<br />
3. Tampak samping kiri rumah<br />
4. Bagian belakang rumah (dapur)<br />
5. Plafon rumah (ketinggiannya)<br />
Biasanya kalau 6 langkah ini sudah dijalani, calon pembeli rumah sudah bisa memutuskan ah rumah ini cantik. <strong>Terlepas dari jaraknya yang berjam-jam dari Jakarta ataupun harganya selangit.</strong> Terkadang pun tidak memperhatikan kualitas bangunan, saluran air ataupun jaringan telpon dan listrik yang seharusnya kritikal.</p>
<p><strong>Jatuh cinta itu pada pandangan pertama</strong><br />
Kalau calon pembeli sudah berkata:<br />
&#8220;Nda mobilnya cakep nih, ini aja ya&#8221; atau<br />
&#8220;Mas duh, rumahnya cantik banget nih ini aja ya&#8221;<br />
Maka hampir dipastikan transaksi selanjutnya akan berjalan lancar.</p>
<p>Ok, itu dalil yang berlaku pada mobil dan rumah, bagaimana aplikasinya dalam mencari jodoh? maka kurang lebih seorang pria akan melihat seorang wanita dari:<br />
1. Tampak depan<br />
2. Tampak samping kiri<br />
3. Tampak samping kanan<br />
4. Tampak belakang</p>
<p>Tanpa melihat cara berjalan, cara bicara (tipe suara) apalagi yang berat-berat seperti bibit bobot etc.</p>
<p>Jadi apa yang harus kita lakukan untuk mendapat impresi yang baik</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lelaki baik dan gadis cantik di lobby kantor]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/26/lelaki-baik-dan-gadis-cantik-di-lobby-kantor/</link>
<pubDate>Tue, 26 Jun 2007 03:11:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/26/lelaki-baik-dan-gadis-cantik-di-lobby-kantor/</guid>
<description><![CDATA[Kira-kira, seberapa besarkah kesempatan seorang lelaki baik untuk berkenalan dengan gadis cantik puj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kira-kira, seberapa besarkah kesempatan seorang lelaki baik untuk berkenalan dengan gadis cantik pujaannya dikantor. Ambillah lelaki baik-baik itu bekerja di sebuah gedung, dengan banyak tenant didalamnya. Si lelaki bekerja di lantai 20 sementara si gadis setiap hari duduk manis di lobby lantai 15 perusahaan yang berbeda. Si lelaki mengawali rutinitas pagi dan petangnya sama persis dari hari kehari, begitu juga si gadis.</p>
<p>Suatu hari si gadis bercengkerama dengan teman-temannya -sama-sama gadis dan sama-sama bekerja di gedung itu. Dan suatu hari pula si lelaki pun sedang berramai-ramai bercengkerama dengan lelaki yang lain. Karena entah kenapa keberanian itu muncul, akhirnya si gadis dan lelaki bisa bertemu.</p>
<p>Menurut anda lelaki baik itu apa?<br />
Dimanakah kita lebih mudah menemukan lelaki baik?<br />
Lelaki baik mana yang akan kita pilih?</p>
<p>*aku memilih dia, karena dia orangnya baik.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pahlawan kesiangan]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/26/pahlawan-kesiangan/</link>
<pubDate>Tue, 26 Jun 2007 01:28:14 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/26/pahlawan-kesiangan/</guid>
<description><![CDATA[Mas, aku ga bisa nunggu orang tuaku juga ga bisa menunggu Sekarang atau tidak sama sekali Jon, temen]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Mas, aku ga bisa nunggu<br />
orang tuaku juga ga bisa menunggu<br />
Sekarang atau tidak sama sekali</p>
<p>Jon, temen-temen ga bisa nunggu<br />
kita harus berangkat sekarang</p>
<p>Ayo Jon!, kita ga bisa nunggu kamu siap<br />
kita ga bisa menunggu kamu punya atau jadi apalah<br />
Sekarang Jon, sekarang</p>
<p>Jon, pikir lagi Jon<br />
tapi kumohon jangan kelamaan</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Suami malas dan istri yang bodoh]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/25/suami-malas-dan-istri-yang-bodoh/</link>
<pubDate>Mon, 25 Jun 2007 01:12:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/25/suami-malas-dan-istri-yang-bodoh/</guid>
<description><![CDATA[Karena tidak ada jodoh yang sempurna Karena Tuhan telah menciptakan mahluknya berpasang-pasangan Kar]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><em>Karena tidak ada jodoh yang sempurna<br />
Karena Tuhan telah menciptakan mahluknya berpasang-pasangan<br />
Karena cinta akan datang dengan sendirinya<br />
Karena cinta mungkin hilang tapi cinta sejati tak lekang oleh waktu<br />
Karena aku telah berjanji sehidup semati denganmu<br />
Karena aku mencintaimu Nda<br />
<strong>Jakarta, Juni 2007</strong><br />
</em><br />
Banyak permintaan dari para fans hehehe, untuk menuliskan tips dan trik untuk sukses di fase awal pernikahan. Susah, karena kami tidak punya cukup jawaban untuk menuliskan tipsnya, karena kami memang belum &#8216;proven&#8217;, belum bisa di tes melewati aral melintang. Janji yang kami buat pun belum bisa dibuktikan.</p>
<p>Buat saya, ga tau kalau Dinda, pernikahan adalah sebuah sistematika kerja yang logis, realistis dan semua jargon yang berlawanan dengan masa pacaran. Masa pacaran adalah semua sistematika kerja yang berlawanan dengan pernikahan. Pacaran adalah kondisi yang tidak logis, emosional dan indah-indah.</p>
<p>Jadi maksudnya?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Usia ideal menikah itu berapa?]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/21/usia-ideal-menikah-itu-berapa/</link>
<pubDate>Thu, 21 Jun 2007 06:43:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/21/usia-ideal-menikah-itu-berapa/</guid>
<description><![CDATA[Kalau anda pernah mengalami masa kuliah di Bulaksumur, Seturan, Kemanggisan, Depok, Bandung, Surabay]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kalau anda pernah mengalami masa kuliah di Bulaksumur, Seturan, Kemanggisan, Depok, Bandung, Surabaya dan komplek mahasiswa yang <strong>kenceng hawa hedonismenya</strong> tentu bisa merenungkan sebenarnya usia ideal untuk menikah itu berapa.</p>
<p><strong>Pria 23 th</strong>, Begitu lulus, biar bisa &#8216;mengumbar&#8217; janji dengan sang pacar<br />
<strong>Perempuan 20th</strong> STMJ (Semester Tiga Mencari Jodoh), tahu kan fenomena mahasiswi yang semakin bimbang didetik-detik kelulusannya. Lebih baik segera &#8216;berikrar setia&#8217; dengan abang alumni sudah lulus yang sekarang kerja di Chevron! hidup tenang, orangtua senang</p>
<p>PS: <a href="http://joesatch.wordpress.com/">Mas Joe</a>, teman baik saya punya banyak dongeng dalam periode ini.</p>
<p>Tapi begitu nyemplung di dunia kerja mungkin standarnya agak bergeser. Penyebabnya beragam, dari kenyataan hidup yang keras, ekspektasi orang tua dan lingkungan yang terlalu tinggi dan sebangsanya, akibatnya:<br />
<strong>Pria</strong> <strong>25 th</strong> (usia kelulusan + 3 tahun masa kerja)<br />
<strong>Perempuan 23 th</strong> (usia kelulusan + 1 tahun masa kerja)</p>
<p>Kalau ternyata terpaksa bekerja di ibukota -dengan segala tuntutan duniawi yang sebenarnya tidak perlu- maka standarnya pun akan semakin bergeser<br />
<strong>Pria 30th</strong> (entry level + 5 tahun)<br />
<strong>Perempuan 29th</strong>: (entry level + 7 tahun)</p>
<p>Padahal, pun kalau pernikahan itu dibangun berdasarkan parameter duniawi seperti rumah, pesta pernikahan, tabungan, harusnya <strong>pasangan yang sudah bekerja 1-2 tahun</strong> itu sudah <strong>feasible</strong> untuk menikah, sudah mampu. Tapi emang bisa makan pake Cinta?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Calon jodoh kita tuh kebanyakan fans kita!]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/19/calon-jodoh-kita-tuh-kebanyakan-fans-kita/</link>
<pubDate>Tue, 19 Jun 2007 10:13:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/19/calon-jodoh-kita-tuh-kebanyakan-fans-kita/</guid>
<description><![CDATA[Di dunia ini ada sebuah ide bernama: Six degrees of separation yang menyatakan bahwa penduduk diduni]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Di dunia ini ada sebuah ide bernama: <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Six_degrees_of_separation">Six degrees of separation</a> yang menyatakan bahwa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Small_world_phenomenon">penduduk didunia ini dapat dihubungkan</a> dalam 6 hubungan kekerabatan (kurang lebih artinya seperti itu). Artinya saya sebenarnya masih kerabat <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Suharto">Pak Harto</a> lewat <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Prabowo">Prabowo</a> (orang ke 2), terus adiknya Prabowo (orang ke 3), suaminya adiknya Prabowo (orang ke 4) dan seterusnya sampai saya sendiri.</p>
<p>Saya sepakat dengan teori tersebut, apalagi dengan model <a href="http://www.friendster.com">friendster</a>, <a href="http://www.linkedin.com">linkedin.com</a> dan situs2 social networking lainnya menunjukkan keniscayaan ide tersebut. Tapi saya tidak hanya mempercayai ide itu saja, tapi juga ide tentang <strong>six degree of relationship</strong>.</p>
<p>Ide ini menjelaskan bahwa: <strong>&#8220;seumur hidup kita, kita hanya bisa menjalani hubungan secara intensif dengan hanya 6 orang saja, dan 3-4 orang diantaranya adalah fans kita&#8221;</strong><br />
<!--more--><br />
Ambil contoh <strong>Jono, </strong>berikut adalah 6 degree yang Jono miliki saat kuliah.<br />
1. <strong>Bapak, </strong>di kampung sebagai penyuplai dana, kebetulan sakit2an<br />
2. <strong>Rina,</strong> kecengan satu jurusan<br />
3. <strong>Vivi,</strong> kecengan masa SMA yang ternyata satu kampus, via SMS<br />
4. <strong>Riki,</strong> Temen kost cowok<br />
5. <strong>Vina,</strong> adik kelas yang imut-imut itu<br />
6. <strong>Partono</strong>, dosen skripsi yang menyebalkan<br />
Ibu kost, Mbah Parti misalnya yang setiap hari bertemu, tidak bisa dikategorikan 6 degree ini. Vivi meski hanya lewat SMS, karena  intensif digolongkan dalam kategori ini.</p>
<p>Nah setelah Jono bekerja, Jono hanya bisa berhubungan intensif pun hanya dengan 6 orang saja misalkan:<br />
1. <strong>Icha,</strong> bos dikantor<br />
2. <strong>Mira,</strong> staf HR yang cantik<br />
3. <strong>Chicha</strong>, mantan teman kuliah<br />
4. <strong>Iwan</strong>, teman sebelah kubikal, merangkap temen dugem<br />
5. <strong>Wulan</strong>, vendor yang rese-nya luar biasa<br />
6. <strong>Vina</strong>, adik kelas yang imut-imut dan sekarang ngegangguin terus.</p>
<p>Ok, posisinya sudah berubah, lalu kemana Vivi dan Rina? kandidat terbaik hubungan kita sewaktu kuliah? dalam kasus ini Vivi dan Rina terlempar dengan sendirinya dari 6 degree kita, karena Vivi dan Rina tidak memberi respon yang positif.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan Vina yang hingga sekarang masih ada diposisi 6 besar? Padahal Vina sama sekali mustahil menerima Jono. Secara logis mungkin Jono tidak mungkin meminang Vina, tapi dalam <strong>ide 6 degree</strong> ini, sepanjang Vina masih berhubungan intensif dengan Jono maka kemungkinan ini bisa sangat besar.</p>
<p><strong>Aplikasi Teori:</strong><br />
Ok, ini bagian yang paling penting. <strong>Jika Jono bisa berhubungan intensif dengan 6 orang, pastinya ada 3-4 orang yang benar2 suka sama Jono. </strong>Nah dari Icha, Mira, Vina, Wulan, Chicha pastinya ada orang yang bener-bener mengharapkan Jono.</p>
<p><strong>Kalau Jono tidak punya 6 degree?</strong><br />
Ok, ambil contoh Jono sangat kuper, dimana ia hanya bergaul dengan Iwan misalnya. Teori ini pun tetap berlaku, karena Vina, Mira, Icha pun tetap terkena dampak teori ini. Artinya Vina punya hanya membangun hubungan intensif dengan 6 orang saja.</p>
<p><strong>Jadi kesimpulannya?</strong><br />
Ok, ini yang maha penting: <strong>semua orang punya fans</strong>. Semua orang adalah sosok sempurna bagi orang lain. Jadi saran saya:<br />
<strong><br />
1. Browse orang-orang terdekat anda, be sensitif, </strong>ingat baik-baik siapa selama ini yang selalu anda hubungi, dan anda berhubungan dengan intensif. Dalam skala religi, kalau ini dikaitkan dengan ijtihad (berdoa memilih) pastinya ada kandidat yang selama ini selalu (dan sialnya anda sering tidak sadar) melakukan intensif approach kepada anda.</p>
<p><strong>2. Kalau masih engga ada? segera sambar orang terdekat anda.</strong> Pelan-pelan, lihat selama 3 bulan atau lebih, hubungan yang anda bangun ini harus ditujukan intensif. Kalau memang Mira -staf HR- yang saat ini paling menarik, maka Mira lah starting point anda untuk membangun 6 degree ini. Ingat, anda punya 3-4 fans!</p>
<p><strong>Ide Pendukung:<br />
1. Memory manusia memiliki keterbatasan</strong>, berhenti di 7-2 atau 7+2, manusia tidak mungkin beraktivitas dan mengingat lebih dari angka tersebut. Ambil contoh Tukul Arwana, sepopuler apapun dia saat ini, hubungan intensif dia tidak akan lebih dari angka tersebut. (duh lupa namanya apa, kalau test psikologi suka ada bagian ini)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[5 alasan mengapa mencari jodoh itu sulit]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/18/5-alasan-mengapa-mencari-jodoh-itu-sulit/</link>
<pubDate>Mon, 18 Jun 2007 09:22:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/18/5-alasan-mengapa-mencari-jodoh-itu-sulit/</guid>
<description><![CDATA[Karena blog ini (mungkin) lebih banyak dibaca anak muda, bekerja di Jakarta, umur 25-35 tahun, mapan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Karena blog ini (mungkin) lebih banyak dibaca anak muda, bekerja di Jakarta, umur 25-35 tahun, mapan &#38; mandiri, saya ingin sedikit memfokuskan topik diskusi ini, untuk <strong>teman-teman yang merasa sulit menemukan jodoh</strong>, -dan memang berniat mendapatkan jodoh- (harusnya semua orang pasti menginginkan memiliki pendamping kan)</p>
<p>Yang menarik, ternyata tidak hanya saya yang punya cukup punya banyak stok teman yang sering dimintai bantuan untuk mencarikan pasangan hidupnya. Tapi banyak juga teman saya yang lain yang menjadi &#8216;distributor &#8217;seperti ini, Sama-sama punya banyak stok, tapi kenapa memasangkan satu-sama lain tidak semudah kelihatannya.</p>
<p><strong>Ada yang tahu, yang bikin sulit itu apa?<br />
</strong>Banyak alasan yang dipakai orang untuk membenarkan bahwa mencari jodoh itu sulit (ini yang sangat saya kesalkan, setiap menjodohkan &#8216;client&#8217; saya) mungkin jawaban yang paling banyak ditemukan adalah:</p>
<p><strong>1. Ga bisa memilih<br />
</strong><!--more-->Ini adalah alasan yang <strong>paling banyak</strong> <strong>dipakai para pria</strong>, di early quarter life crisis 24-29 tahun, selepas kuliah dan mendapatkan pekerjaan. Biasanya pada stage ini, si pria memiliki 3-4 orang kandidat yang datangnya dari: teman kantor, adik kelas, rekomendasi orang tua dll dkk, yang kadang <strong>bikin si pria arogan</strong>. Ah cari pasangan gampang kok</p>
<p>Ini adalah titik yang paling &#8216;membahagiakan&#8217; pria sekaligus berbahaya, seiring supply dari rekan wanita yang mulai &#8216;waspada&#8217; semakin banyak. Akibatnya muncul perasaan tenang (yang berbahaya) bahwa jodoh tidak datang kemana.</p>
<p><strong>Saran: </strong>Jangan terlalu lama memilih, kalau kandidat terbaik perhari ini adalah Titi, karyawan bagian purchase, yang kelihatannya biasa aja, -tapi dia tertarik dengan anda- lets go, sikat aja.</p>
<p><strong>2. Ga yakin (dengan calonnya)</strong><br />
Mungkin ini alasan yang <strong>paling banyak dipakai wanita</strong>. Banyak pengalaman dilapangan menunjukkan bahwa lelaki tidak bisa (takut) berkomitmen dengan wanita. Memang menjadi suami tidaklah mudah, dengan segala beban dan tanggung jawabnya. Menjadi &#8217;single&#8217;, terbang merdeka bak burung dara jelas lebih menyenangkan buat para pria.</p>
<p><strong>Saran: </strong>Buat perempuan yang bingung (ga yakin) dengan seseorang pria, menurut saya daripada cowok alim, ganteng, kaya pintar <strong>tapi ga bisa berkomitmen</strong>, lebih baik cowok biasa aja, tapi bertanggungjawab (berkomitmen).</p>
<p><strong>3. Ketakutan yang tidak perlu</strong><br />
Belum cukup dana untuk pesta nikah, belum punya pekerjaan dengan gaji 9 juta/bulan, belum sekolah ke inggris, dan sejuta alasan yang mengada-ada. Saya tidak terlalu tertarik membahas ini. Semua ini tidak perlu.</p>
<p><strong>Saran: </strong>ketakutan itu wajar, ingat kita membangun bahtera rumah tangga, jadi kalau infrastruktur ga siap ya bakal berantakan juga. Tapi inti persoalan ini sederhana, bergantung kesiapan pasangan kita. Calon istri kita ekspektasinya apa? masih masuk akal engga? kalau engga? terlalu muluk2? yo wis, tinggalin aja, cari yang lebih siap.</p>
<p>Pernikahan itu bukan soalan yang terlalu tinggi, tapi juga bukan soalan yang remeh-temeh. Kalau <strong>sang pasangan tidak siap, ya artinya selamanya juga tidak akan siap.</strong></p>
<p>Dua alasan lain, saya menunggu dari teman-teman. Ada masukan?<br />
Sebentar Jar, untuk late &#8216;quarter life crisis&#8217; gimana?  maksudnya untuk pria umur 29-35? apakah alasan mereka masih sama?</p>
<p>Terus untuk perempuan, apakah ga yakin (sangsi dengan kadalnya pria) itu berlaku sepanjang tahun? atau bakal ada perubahan?</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jodoh anda dari mana datangnya?]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/15/jodoh-anda-dari-mana-datangnya/</link>
<pubDate>Fri, 15 Jun 2007 11:03:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/15/jodoh-anda-dari-mana-datangnya/</guid>
<description><![CDATA[Sewaktu masih bekerja di operator telekomunikasi di Mega kuningan, saya menjumpai fenomena yang cuku]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sewaktu masih bekerja di operator telekomunikasi di Mega kuningan, saya menjumpai fenomena yang cukup unik. Ternyata, cukup banyak <strong>high quality singles, </strong>usia 25-30, yang belum memutuskan untuk menikah. Fenomena ini cukup unik karena pria-pria ini justru <strong>bukan </strong>dari kalangan penggemar dugem ataupun aktifitas hedonisme lainnya, tapi pria-pria ini  justru datang dari lingkungan yang normal, bersih, dan beberapa bahkan religius, -rajin ke gereja, pengajian, ataupun beramal-.</p>
<p>Dikesempatan lain, ketika masih mbujang, saya cukup sering datang ke &#8216;pertemuan jodoh&#8217; informal, entah pengajian di masjid Dep. Koperasi yang rutin diselenggarakan <a href="http://www.slb.com/">anak-anak minyak</a> dari Atrium Mulia. Ataupun sekedar pertemuan alumni yang &#8216;disalahgunakan&#8217; untuk mencari jodoh. Ataupun acara-acara di gereja yang bisa membuat si Jono berdandan rapih hari minggu itu.<!--more--></p>
<p>Masalah mengatur perjodohan ini pun semakin rumit, ketika saya dan Dinda sudah menikah. Setelah menikah ini, cukup banyak juga teman-teman yang nitip untuk dicarikan jodoh, biasanya mereka lebih percaya minta tolong &#8216;dicomblangkan&#8217; dengan pasangan yang sudah menikah, -iyalah kalau sama-sama nyari, diembat juga nanti- dibandingkan yang belum terbukti.</p>
<p>Untungnya, saya pun punya teman-teman yang juga sudah menikah, sehingga memudahkan saya menukar database. Apalagi sekarang dengan friendster, si target bisa diidentifikasi dengan jelas. Percaya deh sama teknologi.</p>
<p>Nah menurut anda, mana tempat terbaik untuk menemukan jodoh anda? menurut saya, tempat terbaik adalah:<br />
<strong>1. Kampus,</strong> teman, adik atau kakak kelas, ini statistically proven.<br />
<strong>2. Anak baru dikantor</strong>, di Megakuningan cukup banyak engineer yang menyambar CS manis-manis dilantai atas. Diprogram-program trainee, cukup banyak cerita anak baru yang kemudian memutuskan menikah.<br />
<strong>3. Forum religi</strong>,  pengajian,  masjid,  gereja, pura.</p>
<p>Atau mungkin anda termasuk orang yang percaya love at first sight? atau cinta bisa datang kapan saja.</p>
<p><strong>Kalau saya?</strong><br />
Dinda? dia adik kelas saya, beda 2 tahun, paling cantik dan paling pintar di kampus. Engga percaya? cek aja <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  hehehe.</p>
<p>Bagi dong tips anda menemukan jodoh</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kalau cinta itu buta]]></title>
<link>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/25/kalau-cinta-itu-buta/</link>
<pubDate>Mon, 25 Jun 2007 12:05:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>priandoyo</dc:creator>
<guid>http://priandoyo.wordpress.com/2007/06/25/kalau-cinta-itu-buta/</guid>
<description><![CDATA[Kalau cinta itu butaKalau cinta itu suciKalau cinta itu sejatiMungkin tidak perlu buku nikah! Kalau ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kalau cinta itu buta<br />Kalau cinta itu suci<br />Kalau cinta itu sejati<br />Mungkin tidak perlu buku nikah!</p>
<p>Kalau cinta itu berkorban<br />Kalau cinta itu bahagia<br />Kalau cinta itu menderita<br />Kalau cinta itu apa?</p>
<p>Jadi cinta itu sebenarnya apa?<br />memberikah?<br />menerimakah?<br />satu arah atau dua arah?</p>
<p>Ah teori!<br />*arrgghhh!<br />aku tidak peduli yang penting cinta ditanganku</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
