<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>tips-wawancara &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/tips-wawancara/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "tips-wawancara"</description>
	<pubDate>Wed, 22 May 2013 04:14:47 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Tips Berbusana Agar Wawancara Kerja Sukses]]></title>
<link>http://blogkamseupay.wordpress.com/2011/12/24/tips-berbusana-agar-wawancara-kerja-sukses/</link>
<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 20:33:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>JAL</dc:creator>
<guid>http://blogkamseupay.wordpress.com/2011/12/24/tips-berbusana-agar-wawancara-kerja-sukses/</guid>
<description><![CDATA[wolipop &#8211; Jakarta, Saat mendapat panggilan untuk wawancara kerja, tentunya penampilan merupaka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>wolipop &#8211; Jakarta, Saat mendapat panggilan untuk wawancara kerja, tentunya penampilan merupakan hal yang penting karena inilah imej pertama Anda. Lantas bagaimana caranya untuk tampil maksimal saat interview?<!--more-->Seperti dikutip dari ehow, ada tujuh langkah yang perlu Anda ikuti demi mendapatkan tampilan terbaik saat wawancara kerja.</p>
<p>1. Pakai Busana Sesuai Budaya Kantor<br />
Jika Anda tidak mengetahui busana apa yang biasanya dipakai oleh para karyawan di tempat Anda melamar, jangan takut untuk menelpon resepsionis calon kantor Anda tersebut. Hal ini membantu mengurangi risiko salah kostum. Di perusahaan konsultan dan bank, biasanya menuntut karyawannya berpenampilan rapi dengan blazer, kemeja dan celana bahan. Sementara di perusahaan kreatif seperti desain grafis, periklanan atau fashion lebih fleksibel dalam berpakaian.</p>
<p>2. Lokasi Kantor<br />
Perhatikan lokasi kantor tempat Anda wawancara. Jika lokasi kantor tersebut berada dalam pertokoan atau rukan (rumah kantor) Anda bisa mengenakan busana yang sedikit santai seperti sweater dengan celana bahan. Tetapi bila kantor tersebut berada dalam gedung atau kawasan bisnis, sebaiknya kenakan stelan blazer yang konservatif.</p>
<p>3. Pakai Sepatu Tertutup<br />
Sebaiknya hindari sepatu dengan ujung terbuka seperti peep-toe atau sandal. Mengenakan sepatu terbuka membuat penampilan Anda terlihat lebih santai dan tidak profesional. Kenakanlah pantofel, pump shoes atau platform. Jangan mengenakan sepatu dengan hak terlalu tinggi karena hanya akan membuat pewawancara lebih fokus pada sepatu, bukan perkataan Anda.</p>
<p>4. Jangan Kenakan Rok Mini atau Pakaian Terlalu Ketat<br />
Tampilan feminin namun formal bisa Anda nyatakan dengan mengenakan rok pensil sepanjang betis. Pilih rok berbahan nylon agar memudahkan Anda beraktivitas. Anda juga bisa mengenakan celana bahan berpotongan pipa atau boot-cut. Jangan sekali-kali berpikir untuk mengenakan rok mini atau pakaian yang terlalu ketat. Ingat, Anda datang untuk wawancara kerja, bukan pesta di klub malam.</p>
<p>5. Cek Kerapihan Busana<br />
Sebelum dipakai, periksa kembali pakaian Anda. Apakah ada lubang, sobekan, noda atau kusut. Jika pewawancara melihat &#8216;cacat&#8217; pada pakaian Anda, dia akan berpikir Anda tidak serius mempersiapkan diri untuk interview. Selain itu, noda atau kusut pada pakaian menunjukkan Anda orang yang kurang teliti.</p>
<p>6. Aplikasikan Riasan Natural<br />
Untuk make-up, tidak ada yang lebih baik dari hiasan natural. Singkirkan hairspray dan aksesori Anda. Anting chandelier, bangles dan kalung chunky malah memungkinkan Anda tidak mendapatkan pekerjaan impian karena dinilai terlalu berlebihan. Lebih baik, kenakan scarf bermotif untuk pilihan aksesori yang tepat.</p>
<p>7. Tas Elegan<br />
Taruh sejenak tas berpotongan santai seperti oversize bag, fringe dan boho di rumah. Kenakan tas elegan atau tote bag yang sederhana untuk memaksimalkan tampilan profesional Anda.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips Berbusana Agar Wawancara Kerja Sukses]]></title>
<link>http://blogiwakpeyek.wordpress.com/2011/12/24/tips-berbusana-agar-wawancara-kerja-sukses/</link>
<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 20:33:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>JAL</dc:creator>
<guid>http://blogiwakpeyek.wordpress.com/2011/12/24/tips-berbusana-agar-wawancara-kerja-sukses/</guid>
<description><![CDATA[wolipop &#8211; Jakarta, Saat mendapat panggilan untuk wawancara kerja, tentunya penampilan merupaka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>wolipop &#8211; Jakarta, Saat mendapat panggilan untuk wawancara kerja, tentunya penampilan merupakan hal yang penting karena inilah imej pertama Anda. Lantas bagaimana caranya untuk tampil maksimal saat interview?<!--more-->Seperti dikutip dari ehow, ada tujuh langkah yang perlu Anda ikuti demi mendapatkan tampilan terbaik saat wawancara kerja.</p>
<p>1. Pakai Busana Sesuai Budaya Kantor<br />
Jika Anda tidak mengetahui busana apa yang biasanya dipakai oleh para karyawan di tempat Anda melamar, jangan takut untuk menelpon resepsionis calon kantor Anda tersebut. Hal ini membantu mengurangi risiko salah kostum. Di perusahaan konsultan dan bank, biasanya menuntut karyawannya berpenampilan rapi dengan blazer, kemeja dan celana bahan. Sementara di perusahaan kreatif seperti desain grafis, periklanan atau fashion lebih fleksibel dalam berpakaian.</p>
<p>2. Lokasi Kantor<br />
Perhatikan lokasi kantor tempat Anda wawancara. Jika lokasi kantor tersebut berada dalam pertokoan atau rukan (rumah kantor) Anda bisa mengenakan busana yang sedikit santai seperti sweater dengan celana bahan. Tetapi bila kantor tersebut berada dalam gedung atau kawasan bisnis, sebaiknya kenakan stelan blazer yang konservatif.</p>
<p>3. Pakai Sepatu Tertutup<br />
Sebaiknya hindari sepatu dengan ujung terbuka seperti peep-toe atau sandal. Mengenakan sepatu terbuka membuat penampilan Anda terlihat lebih santai dan tidak profesional. Kenakanlah pantofel, pump shoes atau platform. Jangan mengenakan sepatu dengan hak terlalu tinggi karena hanya akan membuat pewawancara lebih fokus pada sepatu, bukan perkataan Anda.</p>
<p>4. Jangan Kenakan Rok Mini atau Pakaian Terlalu Ketat<br />
Tampilan feminin namun formal bisa Anda nyatakan dengan mengenakan rok pensil sepanjang betis. Pilih rok berbahan nylon agar memudahkan Anda beraktivitas. Anda juga bisa mengenakan celana bahan berpotongan pipa atau boot-cut. Jangan sekali-kali berpikir untuk mengenakan rok mini atau pakaian yang terlalu ketat. Ingat, Anda datang untuk wawancara kerja, bukan pesta di klub malam.</p>
<p>5. Cek Kerapihan Busana<br />
Sebelum dipakai, periksa kembali pakaian Anda. Apakah ada lubang, sobekan, noda atau kusut. Jika pewawancara melihat &#8216;cacat&#8217; pada pakaian Anda, dia akan berpikir Anda tidak serius mempersiapkan diri untuk interview. Selain itu, noda atau kusut pada pakaian menunjukkan Anda orang yang kurang teliti.</p>
<p>6. Aplikasikan Riasan Natural<br />
Untuk make-up, tidak ada yang lebih baik dari hiasan natural. Singkirkan hairspray dan aksesori Anda. Anting chandelier, bangles dan kalung chunky malah memungkinkan Anda tidak mendapatkan pekerjaan impian karena dinilai terlalu berlebihan. Lebih baik, kenakan scarf bermotif untuk pilihan aksesori yang tepat.</p>
<p>7. Tas Elegan<br />
Taruh sejenak tas berpotongan santai seperti oversize bag, fringe dan boho di rumah. Kenakan tas elegan atau tote bag yang sederhana untuk memaksimalkan tampilan profesional Anda.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SIMAK RAHASIA –RAHASIA DI BALIK PENILAIAN HRD PADA SAAT WAWANCARA KERJA]]></title>
<link>http://yunibrave.wordpress.com/2011/09/04/simak-rahasia-%e2%80%93rahasia-di-balik-penilaian-hrd-pada-saat-wawancara-kerja/</link>
<pubDate>Sun, 04 Sep 2011 09:15:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>yunibrave</dc:creator>
<guid>http://yunibrave.wordpress.com/2011/09/04/simak-rahasia-%e2%80%93rahasia-di-balik-penilaian-hrd-pada-saat-wawancara-kerja/</guid>
<description><![CDATA[Impress The Recriters…. Mau tau tidak rahasia-rahasia kesuksesan dalam wawancara…??? Kita liat yuch…]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><em><span style="color:#ffff99;"><strong><br />
</strong></span></em></p>
<h2 style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ffff99;">Impress The Recriters….</span></em></h2>
<h2 style="text-align:justify;">Mau tau tidak rahasia-rahasia kesuksesan dalam wawancara…???</h2>
<h2 style="text-align:justify;">Kita liat yuch…</h2>
<h2 style="text-align:justify;">GUIDE TO APPEARANCE:</h2>
<ol style="text-align:justify;">
<li>
<h2>Pakailah sepatu <em>high heels</em> daripada <em>flats</em>. Karena terkesan lebih rapi dan para pewawancara merasa lebih dihargai karena Anda terlihat rapi.</h2>
</li>
<li>
<h2>Rapi dan bersih sehingga “sedap” di pandang. Sebaiknya rambut sudah dicuci ( bagi yang tidak berkerudung), kuku dibersihkan, atau tata rias yang dapat diterima. Maksudnya … kalau pake Make Up simple saja tidak perlu dandanan lengkap ala pesta. Tai apabila wajah polos pun tidak terkesan rapi juga. So… kalian bisalah bayangannya seperti apa.</h2>
</li>
<li>
<h2>Hindari bau tak sedap seperti keringat atau badan. Perhatikan ini sebelum melangkah masuk ruang wawsancara.</h2>
</li>
<li>
<h2><em>Hide any tattoo and extreme piercing if you had one</em>. Walaupun tidak ada larangan dari perusahan tersebut, namaun hal-hal tersebut sering kali dinilai tidak sopan dan tidak sedap dipandang.</h2>
</li>
<li>
<h2><em>No jeans</em>! Celana <em>Jeans,</em> rok <em>jeans</em>, blues <em>jeans</em> ataupun jaket <em>jeans</em> sangat tidak rapi!</h2>
</li>
<li>
<h2>Rok atau <em>dress</em> ketat dan mini, serta baju tipis sangat disarankan selain tidak sopan juga akan menimbulkan kesan menggoda. Kecuali Anda memang ingin menujukkan kesan tersebut?</h2>
</li>
<li>
<h2>Sepatu <em>keds</em>. Anda ingin olahraga atau melamar pekerjaan? Sebaiknya hindari memakai sepatu tersebut.</h2>
</li>
<li>
<h2><em>Stocking</em> dengan aksen robek atau memang sudah ada bagian yang robek. <em>It’a a big no!</em> Anda akan jadi bahan obrolan para tim HRD</h2>
</li>
<li>
<h2>Jangan terlalu trendi seperti mengenakan <em>leopard dress </em>atau misalnya kutek berwarna-warni. Cari tampilan netral yang dapat diterima  di hampir setiap perusahaan.</h2>
</li>
<li>
<h2>Pilih warna netral yang tidak terlalu “heboh” atau mecolok seprti <em>oranye</em> atau <em>shocking pink</em>.</h2>
</li>
</ol>
<h2 style="text-align:justify;">GUIDE TO INTERVIEW</h2>
<ol style="text-align:justify;">
<li>
<h2><em>On time</em>! Ini yang paling penting. Jika Anda berhalangan hadir, macet, atau mengalami sesuatu diperjalanan, ada baiknya memberitahukan ke pihak HRD.</h2>
</li>
<li>
<h2>Bawalah berkas-berkas yang dibutuhkan, mislanya surat referensi, ijazah, atau CV Anda.</h2>
</li>
<li>
<h2>Sambutlah orang yang akan mewawancarai Anda dengan senyum, jabatan tangan sebari memperkenalkan diri agar ia dapat menagkap kesan ramah.</h2>
</li>
<li>
<h2>Selama wawancara, duduk tegak di kursi atau bersandar ke depan sedikit dan jangan duduk membungkuk.</h2>
</li>
<li>
<h2>Menjawab pertanyaan dengan percaya diri dan tegas. Namun, jangan sampai terkesan sombong atau agresif, ingat untuk menjadi diri Anda sendiri!</h2>
</li>
<li>
<h2>Sarapan atau makan siang dahulu sebelum berangkat ke tempat wawancara. Jika  perut terisi, Anda dapat lebih konsentrasi dan fokus.</h2>
</li>
<li>
<h2>Tunjukkan bahwa Anda sangat bersemangat dan antusias dengan lowongan  yang ditawarkan kantor.</h2>
</li>
<li>
<h2>Mematikan HP atau mengktifkan profil getar agar jika ada pesan masuk, Anda tidak terganggu.</h2>
</li>
<li>
<h2>Jika ditanya mengenai kelemahan Anda, akuilah tatapi tidak perlu Anda sebutkan satu persatu. Anda bisa menutupinya dengan menceritakan kelebihan Anda.</h2>
</li>
<li>
<h2>Kirimkan a thank you letter dua hari setelah sesi wawancara Anda kepada yang bersangkutan, sekedar ucapan terimakasih untuk kesempatan wawncara dan beri kesan Anda menanti kabar baik darinya. Tidak perlu panjang lebar atau berlebihan.</h2>
</li>
</ol>
<h2 style="text-align:justify;">DON’TS</h2>
<ol>
<li style="text-align:justify;">
<h2>Membicarakan atau menanyakan gaji dan fasilitas kantor, padahal orang yang mewawnacara Anda belum membuka pembicaraan mengenai hal itu.</h2>
</li>
<li style="text-align:justify;">
<h2><em>2.       </em>Menjawab pertanyaan bertele-tele atau terlalau panjang lebar. <em>But, avoid only ‘yes’ and ‘no’ too.</em></h2>
</li>
<li style="text-align:justify;">
<h2>Mengajak teman atau saudara ikut menemani saat wawancara berlangsung.</h2>
</li>
<li style="text-align:justify;">
<h2>Bercerita mengenai kehidupan peribadi Anda. Tanpa Anda sadari Anda tengah bercerita bahwa minggu lalu  baru saja diputuskan pacar atau utang kartu kredit sedang menumpuk.</h2>
</li>
<li style="text-align:justify;">
<h2><em>5.       </em>Anda harus menonjolkan kelebihan diri Anda agar perusahaan mau menerima Anda. Tapi jangan sampai terkesan menyombongkan diri. <em>Low profile is a must.</em></h2>
</li>
<li style="text-align:justify;">
<h2>Membicarakan keburukan atau membocorkan rahasia kantor Anda yang sebelumnya. Jika Anda ditanya megapa berhenti dari pekerjaan sebelumnya, hindari jawaban seperti “management/bosnya memiliki masalah.”</h2>
</li>
<li style="text-align:justify;">
<h2>Membiarkan orang yang mewawancara Anda menunggu Anda. Ini sudah menjadi nilai minus yang akan diberikan pada Anda.</h2>
</li>
<li style="text-align:justify;">
<h2>Merokok! Sekalipun orang yang mewawancara Anda merokok atau menawarkan Anda untuk merokok juga. Hal ini sangat tidak sopan, <em>so do not try this!</em></h2>
</li>
<li style="text-align:justify;">
<h2>Saat negosisi gaji, ada baiknya Anda membicarakan angka-angka yang masih masuk akal. Jika Anda meminta upah Rp. 10.000.000 untuk posisi staff, padahal Anda fresh graduate, tentunya si pewawancara tanpa pikir panjang akan membuang berkas-berkasa Anda.</h2>
</li>
<li style="text-align:justify;">
<h2>Terus menerus melihat jam, memainkan HP, atau pandanagan Anda tidak fokus pada orang yang mewawancara. Dia akan merasa Anda tidak menghargai kehadirannya atau kesempatan yang sudah diberikan.</h2>
</li>
</ol>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips Wawancara untuk Lolos Melamar Pekerjaan]]></title>
<link>http://romantikahidupku.wordpress.com/2011/08/07/tips-wawancara-untuk-lolos-melamar-pekerjaan/</link>
<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 15:50:13 +0000</pubDate>
<dc:creator>Mayliza</dc:creator>
<guid>http://romantikahidupku.wordpress.com/2011/08/07/tips-wawancara-untuk-lolos-melamar-pekerjaan/</guid>
<description><![CDATA[Sumber &gt; http://www.tribunnews.com/2011/08/05/tips-wawancara-untuk-lolos-melamar-pekerjaan TRIBUN]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Sumber &gt; http://www.tribunnews.com/2011/08/05/tips-wawancara-untuk-lolos-melamar-pekerjaan TRIBUN]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Trik-Trik Menghadapi Wawancara]]></title>
<link>http://lazyflowerisme.wordpress.com/2011/06/03/trik-trik-menghadapi-wawancara/</link>
<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 15:04:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>lazyflowerisme</dc:creator>
<guid>http://lazyflowerisme.wordpress.com/2011/06/03/trik-trik-menghadapi-wawancara/</guid>
<description><![CDATA[Wawancara adalah suatu proses yang perlu Anda hadapi untuk menjadi karyawan disuatu perusahaan. Sebe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Wawancara adalah suatu proses yang perlu Anda hadapi untuk menjadi karyawan disuatu perusahaan. Sebelum saya bergabung diperusahaan dimana saya bekerja saat ini pun saya menghadapi wawancara. Dan alhamdulilah saya pun akhirnya bisa bergabung diperusahaan tersebut.</p>
<p>Dulu saya yang di <em>interview</em>, tapi sekarang saya yang meng-<em>interview </em>calon kandidat yang akan bergabung dalam tim saya. Memang saya bekerja bukan sebagai HRD atau yang lebih dikenal dengan sebutan bagian ketenagakerjaan, tapi sebagai seorang <em>leader</em> saya harus terjun langsung untuk perekrutan calon karyawan baru khususnya kandidat yang akan bergabung dalam tim saya.</p>
<p>Saya sudah mewawancarai beberapa kandidat. Dari beberapa kandidat tersebut memang bermacam-macam karakternya. Nah dari karakter yang tercemin pada saat wawancara inilah yang akan menentukan apakah Anda diterima atau tidak. Saya ingin berbagi tips untuk Anda yang akan menghadapi wawancara kerja.</p>
<p><strong>Tunjukan Senyum dan Minat Anda</strong>. Terdengar sepele memang, tetapi pengaruh senyuman sangat berarti dalam proses wawancara. Contohnya saja ketika saya mewawancarai kandidat, jujur saya lebih tertarik dengan kandidat yang murah senyum dari pada yang terlihat <em>cool</em>. Seseorang yang murah senyum biasanya menghargai lingkungan sekitar dan mau bekerja secara tim *itu pendapat saya. Dan jangan lupa untuk menunjukan ketertarikan Anda terhadap posisi yang ditawarkan. Ini sangat penting sebagai tolak ukur si pewawancara untuk menilai Anda apakah Anda benar-benar tertarik dengan posisi tersebut. Jika Anda tertarik dengan posisi tersebut, maka Anda akan bekerja dengan serius. Dan sebaliknya.</p>
<p><strong>Rendah Hati.</strong> Sikap rendah hati penting untuk memperlancar tujuan Anda agar diterima untuk bergabung dalam tim. Saya pernah mewawancarai seorang kandidat, memang ia sudah mempunyai pengalaman yang lumayan ok, tetapi dengan gayanya yang selangit dan terlalu “sok” saya langsung tidak interest untuk melanjutkan wawancara. Saya hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk mewawancarai kandidat tersebut. berbalik dengan kandidat yang “sok” ini, saya juga pernah mewawancarai seorang kandidat yang menurut saya ok. Banyak ilmunya tapi rendah hati, nah hal yang seperti inilah yang disukai dengan si pewawancara. <em>So be humble!</em></p>
<p><strong>Menetapkan<em> salary.</em></strong> Biasanya <em>salary</em> menjadi pertimbangan akhir untuk menentukan diterima tidaknya kandidat baru. Saya pernah membaca CV seorang yang saya wawancarai, Ia menetapkan standar <em>salary</em> yang menurut saya terlalu tinggi sebesar Rp. 4.000.000, padahal Ia seorang <em>fresh graduate</em>. Jika Anda seorang <em>fresh graduate</em> jangan menetapkan standar<em> salary</em> yang terlalu tinggi. Jika Anda 10 kali wawancara dan dari ke 10 wawancara tersebut Anda menetapkan standar <em>salary</em> yang tinggi saya yakin Anda tidak akan mendapatkan pekerjaan. Terkadang perusahaan butuh bukti performa kerja karyawan baru baru menentukan <em>salary.</em></p>
<p>Itu tadi trik-trik dari saya, semoga bisa membantu teman-teman yang sendang mencari kerja. <em>GOOD LUCK!</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Di Balik Ruang Interview Beasiswa]]></title>
<link>http://adeltuslolok.com/2011/05/27/di-balik-ruang-interview-beasiswa/</link>
<pubDate>Fri, 27 May 2011 04:35:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>Adeltus Lolok</dc:creator>
<guid>http://adeltuslolok.com/2011/05/27/di-balik-ruang-interview-beasiswa/</guid>
<description><![CDATA[Belajar di luar negeri membuka kesempatan berinteraksi dengan berbagai pemikiran dan budaya antar ba]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_618" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://adeltuslolok.com/2011/05/27/di-balik-ruang-interview-beasiswa/"><img class="size-full wp-image-618 " title="DSC02271xx" alt="" src="http://adeltuslolok.files.wordpress.com/2011/05/dsc02271xx.jpg?w=640&#038;h=363" width="640" height="363" /></a><p class="wp-caption-text">Belajar di luar negeri membuka kesempatan berinteraksi dengan berbagai pemikiran dan budaya antar bangsa.</p></div>
<p><!--more-->Selamat!</p>
<p>Bila Anda berhasil dipanggil untuk mengikuti wawancara beasiswa, berarti Anda telah menyisihkan ratusan bahkan mungkin ribuan pesaing Anda. Dalam posisi ini, kita perlu menyadari bahwa sponsor pemberi beasiswa telah melihat ‘sesuatu’ dalam diri kita (melalui lamaran yang dikirim), sehingga kitalah yang terpilih ke tahap wawancara, dan bukan orang lain. Tulisan ini saya fokuskan untuk Anda yang mungkin siap-siap menghadapi tahapan wawancara. Topik lainnya seperti motivasi dan tips beasiswa mungkin sudah banyak dibahas. Karena itu saya ingin berbagi tentang pengalaman di ruang interview, yang mungkin justru jarang dibahas oleh rekan-rekan blogger penerima beasiswa.</p>
<p>Menurut saya, saat dipanggil wawancara, Anda sudah memiliki peluang lulus 75%. Sisanya 25% Anda tentukan sendiri saat wawancara. Berikut ini adalah pengalaman saya menjalani wawancara <a href="http://adsindonesia.or.id/">beasiswa dari pemerintah Australia (AD)S</a>  pada bulan January 2011 lalu.</p>
<p>Menghadapi wawancara, tentu diperlukan sedikit persiapan ekstra. Untuk wawancara ADS ada beberapa hal kunci yang ingin diketahui oleh pewawancara yaitu:</p>
<ul>
<li>Pemahaman kita tentang bidang studi yang dilamar dalam kaitan dengan pekerjaan/profesi yang sedang/akan kita tekuni.</li>
<li>Motivasi dalam melamar beasiswa / bidang studi</li>
<li>Persiapan yang dilakukan selama ini</li>
<li>Seberapa penting peran kita di organisasi saat ini dan dimasa mendatang.</li>
<li>Gambaran karir / peran dalam masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan</li>
<li>Pengetahuan akan isu-isu internasional yang sedang hangat.</li>
</ul>
<p>Sebagan besar poin di atas sebenarnya sudah kita tampilkan dalam lamaran. Pewawancara akan membuka lamaran kita saat mereka sedang mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Karena itu, sangat penting untuk membaca kembali isi lamaran yang telah kita kiriman sebelumnya. Jangan sampai ada jawaban kita yang justru tidak sinkron dengan isi lamaran.</p>
<p>Selama proses wawancara, terkadang terasa sedikit menjengkelkan bila pewawancara seolah berputar-putar menanyakan hal yang sudah kita jelaskan. Seolah ingin menyudutkan dan mementahkan semua argumen kita. Menghadapi situasi ini, sebaiknya kita tetap sabar, tenang, sampaikan lagi maksud Anda dengan penekanan poin-poin kelebihan yang sanggup memenangkan Anda.</p>
<p><strong>Apakah kemampuan berbahasa Inggris sangat menentukan?</strong></p>
<p>Pada tahap ini, saya menganggap bahwa pembaca artikel ini telah mencapai tahap TOEFL di atas 500 (persyaratan ADS). Bahasa Inggris memang penting tetapi bukan segalanya, dan bukanlah indikator bahwa Anda pintar atau tidak. Pun di tahap wawancara, Anda sebetulnya masih bisa menggunakan bahasa Indonesia. Pewawancara terdiri dari 2 orang. Satu orang adalah professor, perwakilan dari universitas di Australia dan satu orang lagi adalah orang Indonesia sendiri. Biasanya perwakilan Indonesia ini juga alumni dari Australia.</p>
<p>Nah saat wawancara, sebaiknya Anda setenang mungkin. Bila kesulitan mengutarakan maksud karena lupa dengan kata yang pas, gunakanlah kata atau kalimat lain untuk menjelaskan maksud Anda. Bila memang kepepet sekali, gunakan bahasa Indonesia saja. Biasanya perwakilan dari Indonesia akan menjelaskan sama partnernya.</p>
<p>Memiliki nilai TOEFL / IELTS tinggi juga bukan jaminan kelulusan. Pintar berbahasa Inggris tidak selalu berarti cerdas bukan? Saya mengenal bebarapa teman dengan score TOEFL /IELTS yang sangat tinggi, yang sama-sama dipanggil ke tahap wawancara. Akan tetapi ternyata mereka kandas juga, dan justru ada kandidat dengan IELTS 4,5 – 5 ternyata berhasil memikat &#8216;juri&#8217; dan mendapatkan beasiswa.</p>
<p>Di tahap wawancara, ditekankan bahwa ini bukan tes untuk mengukur kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris. Interview adalah adalah kesempatan terakhir bagi pihak pemberi beasiswa (dalam hal ini pemerintah Australia) untuk mendapatkan keyakinan bahwa mereka sudah memilih orang yang tepat. Karena itu, yang perlu disiapkan adalah jawaban-jawaban yang meyakinkan, yang menunjukkan bahwa Anda menguasai ‘masalah’, mengerti peran Anda dimasa mendatang. Intinya, Anda itu orang yang penting, sehingga pemberi beasiswa ‘harus’ memilih Anda, dan tidak memilih orang lain. Kesan inilah yang harus terlihat saat wawancara, bukan sekedar bahasa Inggris yang berbunga-bunga tanpa makna.</p>
<p>Khusus mengenai bahasa Inggris, bagaimanapun kita akan bersekolah dan tinggal di negara berbahasa Inggris. Jadi kemampuan berbahasa Inggris yang baik tentulah sangat penting. Bukan dalam rangka mencari beasiswa, tetapi untuk mendukung kelancaran kita menjalani studi kelak di kampus tujuan, bila lulus. Tidak perlu kursus-kursusan kalau memang tidak sempat kursus atau tidak punya duit (&#8230;seperti saya). Beli saja buku-buku TOEFL / IELTS yang bagus, lalu serius pelajari, praktekkan sehari-hari. Pasti berhasil kok..</p>
<p>Lagi pula, bila berhasil lulus, bahasa Inggris kita masih akan dimantapkan melalui program EAP (English for Academic Purpose) di Jakarta atau Bali.</p>
<p><strong><em>Targeted Candidates</em> lebih diutamakan?</strong></p>
<p>Beasiswa ADS memiliki 3 kategori utama yaitu Public (pegawai pemerintah, bumn), Open (masyarakat umum, swasta, NGO, dll), dan <em>Targeted</em> (kuota khusus yang diprioritas). Bila Anda dicalonkan oleh kantor/organisasi melalui jalur <em>Targeted</em>, bersyukurlah. Mereka yang melalui jalur ini, sebetulnya memiliki peluang yang sangat besar untuk mendapatkan beasiswa ADS. Akan tetapi menurut pengamatan saya, keistimewaan jalur <em>Targeted</em> hanya terasa pada saat pelamaran. Sebagai kandidat dari jalur prioritas, lamaran Anda kemungkinan besar lolos ke tahap berikutnya yaitu tes bahasa Inggris dan wawancara.</p>
<p>Akan tetapi di tahap wawancara, posisi Anda sebagai kandidat prioritas menjadi sama saja dengan kandidat non prioritas. Kandidat non <em>Targeted</em> yang mencapai tahap wawancara, tentu saja bukan kandidat yang patut dianggap remeh. Mereka juga telah menyisihkan ratusan pelamar lainnya. Karena itu, bagi pemegang kartu prioritas tetap harus mempersiapkan diri dengan baik untuk meyakinkan pewawancara bahwa panitia seleksi telah memprioritaskan orang yang tepat selama ini, dan layak untuk diberi beasiswa.</p>
<p>Bagi rekan-rekan yang masuk wawancara melalui jalur biasa, jangan berkecil hati. Peluang anda sama kok di hadapan pewawancara. Faktanya, dalam wawancara yang saya ikuti, saya mengenal beberapa kandidat dengan score IELTS / TOEFL tinggi, pun masuk melalui jalur <em>Targeted</em> dari beberapa kementerian, ternyata gugur juga di tahap wawancara. Masalahnya cuma satu, jawaban mereka tidak cukup meyakinkan bahwa mereka memiliki motivasi besar (dan benar) untuk menjalani program ini.</p>
<p><strong>Bawa apa saja ke ruang wawancara?</strong></p>
<p>Biasanya kita berpikir untuk membawa segala sesuatu dapat digunakan untuk mendukung argumen atau jawaban kita selama wawancara. Mungkin ada piagam, catatan prestasi, sertifikat dll. Untuk wawancara ADS, dan mungkin beasiswa lainnya, yang terpenting dibawa adalah kepercayaan diri yang tinggi, dengan penguasaan topik-topik yang disampaikan di awal tulisan ini.</p>
<p>Wawancara ADS biasanya hanya berlangsung sekitar 15 – 20 menit saja. Waktu sesingkat ini harus dipergunakan sebaik mungkin untuk meyakinkan pewawancara. Jangan menghabiskan waktu dengan mencari-cari dokumen atau piagam-piagam di tas Anda. Lagian, ini kesan bahwa Anda tidak siap, masih nyari-nyari ‘senjata’ padahal Anda sudah di medan perang.</p>
<p>Kalaupun ingin membawa bukti prestasi, secukupnya saja, yang dianggap paling nge-jreng. Toh prestasi juga bisa disebutkan terlebih dahulu di form aplikasi sehingga pewawancara sudah mengetahuinya bahkan sebelum bertemu Anda.</p>
<p><strong>Pemahaman Isu Internasional</strong></p>
<p>Penerima beasiswa haruslah berwawasan luas. Anda harus peduli dengan isu-isu terkini. Jangan sampai Anda begitu sibuknya fokus belajar bahasa Inggris sampai lupa menonton berita atau membaca koran. Lebih bagus lagi kalau membiasakan diri menyimak berita internasional melalui koran atau berita tv berbahasa Inggris. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Pengetahuan dapat, bahasa Inggris mumpuni (maksa bangets ya&#8230;).</p>
<p>Bila menghadapi pertanyaan soal isu internasional, siapkan beberapa topik yang Anda kuasai dengan baik. Ada baiknya juga menyisipkan isu yang ‘dekat’ dengan pewawancara. Isu yang Anda yakini, juga diketahui dengan baik oleh pewawancara. Misalnya saja, saat saya ditanya apa berita koran hari ini, waktu itu lagi hangat berita banjir di Australia. Saya kebetulan memang sangat suka isu lingkungan hidup, sehingga sangat ‘menguasai’ isu bencana Australia itu. Jadi saya bisa ceritakan kota-kota yang terkena paling parah, bagaimana upaya-upaya masyarakat secara swadaya menanggulangi bencana tersebut dan tindakan-tindakan penanganan yang dilakukan oleh PM Julia Gilliard untuk menangani bencana tersebut. Saat menyebut nama sang perdana menteri, Prof. John dari UTS yang mewawancarai saya mengangguk. Saya sangat lega karena -seperti saya sebut di awal artikel- sepanjang interview pewawancara sepertinya selalu mematahkan saya. Makanya anggukan Prof John itu serasa penuh arti, yang kemudian tersurat dalam pengumuman kelulusan sekitar 2 minggu setelah wawancara tersebut.</p>
<p>Terkadang juga pewawancara ngomong seenaknya. &#8220;Tell me about Indonesia &#8211; China relation!&#8221; (misalnya).. Kalaupun tidak menguasai banget masalah yang ditanyakan, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk keliatan pintar. Gunakan teknik berkelit sedikit lalu berikan jawaban yang tidak terlalu jauh dari pertanyaan utama. Pewawancara sangat menghargai kejujuran.</p>
<p><strong>Jangan Lupa Tinggalkan Kesan</strong></p>
<p>Ini agak susah-susah gampang ya&#8230; Maksud saya begini. Anda bayangkan, hari itu ada 30 orang terbaik yang diseleksi dan hanya sekitar 10 orang yang akan diluluskan. Kalau semuanya baik, faktor apalagi yang akan menentukan kegagalan dan keberhasilan seseorang? Menurut saya kesan pembeda, tentu saja kesan positip.</p>
<p>Selain penguasaan masalah yang sudah diuraikan di atas, kesan ini bisa berupa ketenangan, senyum tulus, jawaban jujur tapi penuh motivasi, humor kecil, jabat tangan yang hangat, &#8230;banyak lagi kan?..</p>
<p>Di ujung wawancaranya, teman saya dari Medan ditanya sama Professor pewawancara, &#8220;Do you have any question?&#8221;</p>
<p>Bukannya menjawab serius, si teman menjawab, &#8220;So, where is the Qantas ticket, Sir.&#8221; Tentu saja bukan karena joke-nya teman saya ini lulus tetapi tanpa disadari terkadang hal-hal kecil yang tidak penting justru membantu kita mengingat bahkan menyukai seseorang bukan?</p>
<p>Jadi teman-teman, sekali lagi percaya dirilah, dan persiapkan segala sesuatunya dengan baik. Sebelum masuk ruang wawancara pastikan dan yakinkan diri Anda, bahwa saat Anda berjalan meninggalkan ruangan nantinya, pewawancara mengatakan dalam hati mereka: Yess, itu dia kandidat yang tepat untuk beasiswa ini!</p>
<p>Demikian sharing singkat ini, silahkan dishare bila bermanfaat, dan selamat berjuang teman-teman semua. Setiap usaha pasti ada <em>reward</em>-nya. Jangan mudah menyerah ya. Silahkan share informasi ini bila bermanfaat. Saya bisa, teman-teman sekalian pun pasti bisa. Caiyo&#8230;!</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[6 Pantangan Menjelang Wawancara Pekerjaan]]></title>
<link>http://febrialams.wordpress.com/2011/05/16/6-pantangan-menjelang-wawancara-pekerjaan/</link>
<pubDate>Mon, 16 May 2011 07:32:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>febrialams</dc:creator>
<guid>http://febrialams.wordpress.com/2011/05/16/6-pantangan-menjelang-wawancara-pekerjaan/</guid>
<description><![CDATA[Saat ekonomi sulit seperti sekarang ini mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Agar bisa bertaha]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ekonomi sulit seperti sekarang ini mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Agar bisa bertahan dan melewati pelamar-pelamar yang lain, coba perhatikan enam pantangan menjelang tes wawancara:</p>
<p><strong><em>1. Jangan Datang Terlambat.</em></strong><br />
Anda akan memberikan kesan terbaik apabila Anda datang tepat waktu saat tes wawancara. Jika Anda belum tahu tempat Anda melakukan tes itu, maka tidak ada salahnya mencari tahu tempat yang Anda tuju sehari sebelumnya. Selain itu, apabila Anda telalu cepat datang, Anda cek kembali penampilan dan memperkirtakan pertanyaan yang akan diberikan.</p>
<p><em><strong>2. Jangan Gugup.</strong></em><br />
Anda bisa mengenal orang lain melalui bersalaman. Apabila Anda bersalaman dengan lemas dan tidak bertenaga, hal itu menunjukan Anda gugup dan kurang percaya diri. Sebaliknya, bersalaman dengan pegangan yang kuat menggambarkan bahwa Anda sangat agresif. Jadi cobalah bersalaman dengan santai dan biasa.</p>
<p><em><strong>3. Jangan Duduk Membungkuk.</strong></em><br />
Sikap duduk seperti itu akan membuat Anda terlihat malas. Menurut artikel dari <em>Body Language for Dummies,</em> sikap duduk membungkuk juga menunjukkan bahwa Anda kurang percaya diri dan tidak tertarik dengan pekerjaan itu. Sikap duduk Anda akan mempengaruhi tes wawancara. Lebih baik Anda duduk dengan tegap dan lurus selama tes berlangsung.</p>
<p><strong><em>4. Jangan Berikan Tatapan Kosong.</em></strong><br />
Beberapa budaya mengatakan, berbincang-bincang tanpa melihat tatapan lawan bicara merupakan perilaku yang kurang sopan. Kadang-kadang Anda akan menatap dengan kosong atau tidak melihat wajah pewawancara ketika merasa gugup atau tidak nyaman. Ada baiknya Anda menatap bagian lain dari pewawancara, seperti jidat atau bibirnya.</p>
<p><strong><em>5. Jangan Datang Tes Wawancara tanpa Persiapan Apa pun.</em></strong><br />
Ketika Anda akan menghadapi tes wawancara, ada baiknya Anda mengetahui profil perusahaan yang Anda tuju atau pekerjaan yang akan Anda geluti.</p>
<p><strong><em>6. Jangan Lupakan Sopan Santun Anda.</em></strong><br />
Sopan santun merupakan hal yang paling penting. Jangan lupa berikan senyuman kecil ketika Anda pertama kali bertemu dengan pewawancara Anda. Terakhir jangan lupa mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan itu.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gugup saat wawancara ]]></title>
<link>http://elgaayudi.wordpress.com/2011/01/21/gugup-saat-wawancara/</link>
<pubDate>Fri, 21 Jan 2011 06:41:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>Elga Ayudi</dc:creator>
<guid>http://elgaayudi.wordpress.com/2011/01/21/gugup-saat-wawancara/</guid>
<description><![CDATA[Saya selalu mengalami hal yang sama menjelang wawancara: GUGUP. Katanya, reaksi ini sebenarnya norma]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Saya selalu mengalami hal yang sama menjelang wawancara: GUGUP. Katanya, reaksi ini sebenarnya norma]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Colek Dikit - Tips Wawancara Dan Sukses Wawancara]]></title>
<link>http://colekdikit.wordpress.com/2011/01/16/colek-dikit-tips-wawancara-dan-sukses-wawancara/</link>
<pubDate>Sun, 16 Jan 2011 08:49:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>koleksicewekfacebook</dc:creator>
<guid>http://colekdikit.wordpress.com/2011/01/16/colek-dikit-tips-wawancara-dan-sukses-wawancara/</guid>
<description><![CDATA[Bagaimana anda menghadapi wawancara, ingin sukses wawancara, tembus kerja lewat wawancara dan tips-t]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bagaimana anda menghadapi wawancara, ingin <a title="Oplix.com" href="http://oplix.com" target="_blank"><strong>sukses wawancara</strong></a>, tembus kerja lewat wawancara dan tips-tips wawancar yang baik dan benar untuk meraih kerja yang di inginkan??</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://colekdikit.files.wordpress.com/2011/01/2.jpg?w=352&#038;h=300" alt="wawancara kerja" width="352" height="300" /></p>
<p><strong>Tips Wawancara</strong></p>
<p>- Usahakan untuk tiba 15 menit lebih awal. Jika terpaksa terlambat, segera beritahu pewawancara.<br />
- Jika harus mengisi formulis, isilah dengan lengkap dan rapi.<br />
- Persiapkan surat lamaran dan CV Anda.<br />
- Ingat baik-baik nama pewawancaranya.<br />
- Bicara cukup keras agar terdengar jelas oleh pewawancara.<br />
- Tarik nafas dan yakinlah Anda dapat melakukan presentasi yang baik.<br />
- Masih gemetar juga? Pergilah ke tempat yang tenang atau toilet dan dorong tembok dengan kuat untuk memindah stres.</p>
<p><strong>Jangan Melakukan hal-hal Seperti Ini:</strong></p>
<p>- Datang terlambat.<br />
- Tidak membawa surat lamaran dan CV.<br />
- Salah sebut atau tidak ingat nama perusahaan, organisasi atau pewawancara.<br />
- Menyalahkan perusahaan atau mantan atasan.<br />
- Bersikap angkuh, defensif atau agresif.<br />
- Mengunyah permen atau merokok selama wawancara. Baca dolo Cara berhenti Merokok<br />
- Menjawab pertanyaan seadanya, seperti “ya”,”tidak” atau “tidak tahu”.<br />
- Menelepon atau menerima telepon.<br />
- Terlalu lama berpikir setiap kali menjawab.<br />
- Berbohong atau memanipulasi data.</p>
<p style="text-align:justify;">Suka duka wawancara memang akan anda alami karena, wawancara kerja merupakan salah satu kunci sukses anda meraih pekerjaan.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[tips wawancara/interview]]></title>
<link>http://zahashop.wordpress.com/2010/12/06/tips-wawancarainterview/</link>
<pubDate>Mon, 06 Dec 2010 11:33:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>sekarinaku</dc:creator>
<guid>http://zahashop.wordpress.com/2010/12/06/tips-wawancarainterview/</guid>
<description><![CDATA[Sudah bukan rahasia lagi kalau interview atau wawancara pekerjaan merupakan hal paling kritikal untu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah bukan rahasia lagi kalau interview  atau wawancara pekerjaan merupakan hal paling kritikal untuk  mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan. Karena itu, tentu Anda tahu  bahwa Anda harus mempersiapkan diri Anda seprima mungkin, baik fisik dan  mental. Ketok kali ini akan memberi Anda tips untuk menghadapi delapan  belas pertanyaan yang paling umum dan tersulit dalam sebuah wawancara  pekerjaan.</p>
<p><strong>1. Beritahukan kami tentang diri Anda?</strong><br />
Biasanya ini merupakan pertanyaan pembuka, karena itu jangan  menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjawabnya. Berikan jawaban<!--more--> yang menjawab empat subjek: tahun-tahun terakhir, pendidikan, sejarah  kerja, dan pengalaman karir terakhir.</p>
<p><strong>2. Apa yang Anda ketahui tentang kami?</strong><br />
Ketika pertanyaan ini dikeluarkan, anda diharapkan mampu mendiskusikan  produk atau pelayanan, pendapatan, reputasi, pandangan masyarakat,  trget, permasalahan, gaya managemen, orang-orang  di dalamnya, sejarah, dan filosofi perusahaan. Berikan jawaban yang  memberitahu pewawancara bahwa Anda meluangkan waktu mencari tahu tentang  perusahaan tersebut, namun jangan beraksi seperti Anda tahu segalanya  tentang perusahaan tersebut, tunjukan keinginan mempelajari lebih banyak  tentang perusahaan tersebut, dan jangan memberikan jawaban negatif  seperti “Saya tahu perusahaan anda mengalami problema-problema, itu  alasan saya disini”. Tekankan keunggulan perusahaan dan minat Anda  terhadap hal tersebut.</p>
<p><strong>3. Apa yang dapat Anda berikan pada kami (yang orang lain tidak bisa beri)?</strong><br />
Sebutkan prestasi-prestasi dan jenjang karir yang Anda telah capai.  Sebutkan kemampuan dan hal-hal yang menarik perhatian Anda, gabungkan  dengan sejarah Anda mencapai hal-hal itu. Sebutkan kemampuan Anda  menentukan prioritas, mengidentifikasi masalah, dan</p>
<p><strong>4. Apa yang paling menarik menurut Anda dari pekerjaan ini? Dan apa yang paling tidak menarik?</strong><br />
Sebutkan tiga sampai empat faktor menarik dari pekerjaan yang anda  hendak ambil dan satu hal kecil sebagai faktor yang kurang menarik.</p>
<p><strong>5. Mengapa kami harus merekrut Anda?</strong><br />
Pertanyaan ini saam seperti pertanyaan nomor empat, sebutkan saja  kemampuan-kemampuan Anda yang mampu mendukung perusahaan tersebut.</p>
<p><strong>6. Apa yang Anda cari di dalam sebuah pekerjaan?</strong><br />
Berikan jawaban yang berkisar pada oportunitas di dalam organisasi.  Beritahukan pewawancara kalau Anda ingin memberikan kontribusi dan  dikenali. Hindari jawaban yang mempersoalkan kestabilan keuangan  pribadi.</p>
<p><strong>7. Menurut Anda, apa definisi dari posisi yang Anda inginkan?</strong><br />
Berikan jawaban yang singkat dan berkisar tentang tugas dan kewajiban.  Pastikan Anda mengerti posisi tersebut sebelum Anda hendak menjawab.</p>
<p><strong>8. Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk memberikan kontribusi berarti bagi kami?</strong><br />
Beri jawaban yang realistik. Beritahukan pewawancara bahwa walaupun Anda  akan berusaha mengatasi segala harapan dan tantangan dari hari pertama,  Anda membutuhkan sekitar enam bulan untuk benar-benar mengerti  organisasi perusahaan dan kebutuhannya.</p>
<p><strong>9. Berapa lama Anda akan bersama kami?</strong><br />
Beritahukan pewawancara bahwa Anda tertarik berkarir bersama perusahaan  tersebut namun Anda ingin tetap tertantang untuk mencapai target  bersama.</p>
<p><strong>10. Dari resume Anda, kami rasa Anda terlalu berpengalaman untuk posisi ini. Bagaimana pendapat Anda?</strong><br />
Ini pertanyaan jebakan. Anda diharapkan untuk tetap rendah hati namun  percaya diri dengan kemampuan Anda. Cara terbaik menanganinya adalah  menjawab bahwa Anda butuh mengenal perusahaan lebih jauh sebelum dapat  dengan efisien bekerja di tingkat yang lebih tinggi.</p>
<p><strong>11. Kenapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda yang sebelumnya?</strong><br />
Anda sebaiknya menjawab pertanyaan ini dengan jujur namun singkat dan  jelas termasuk jika hal tersebut karena Anda dipecat. Namun yang perlu  diperhatikan, Anda sebaiknya jangan menyebutkan konflik pribadi. Perlu  Anda perhitungkan bahwa pewawancara mungkin akan bertanya banyak soal  masalah ini, jangan sampai Anda terbawa emosi.</p>
<p><strong>12. Apa yang Anda rasakan ketika harus meninggalkan pekerjaan Anda?</strong><br />
Beritahu pewawancara bahwa Anda merasa khawatir namun jangan terkesan  panik. Katakan bahwa Anda siap menerima segala resiko demi mendapatkan  pekerjaan yang cocok untuk Anda. Jangan menunjukan bahwa Anda lebih  mementingkan kestabilan keuangan.</p>
<p><strong>13. Pada pekerjaan Anda sebelumnya, apa yang berkenan dengan Anda? Dan apa yang tidak berkenan?</strong><br />
Berhati-hatilah dalam menjawab pertanyaan ini dan kemukakan hal-hal  positif. Deskripsikan lebih banyak hal yang Anda sukai daripada yang  Anda tidak sukai. Jangan menyebutkan masalah pribadi. Jika Anda membuat  pekerjaan sebelumnya terkesan buruk, pewawancara akan bertanya-tanya  mengapa Anda berada disana. Hal ini jelas mengurangi profesionalisme  Anda.</p>
<p><strong>14. Apa pendapat Anda tentang bos Anda sebelumnya?</strong><br />
Ini juga pertanyaan yang harus Anda jawab dengan hati-hati. Sebisa  mungkin jawablah pertanyaan ini dengan positif karena calon bos Anda  akan merasa Anda akan membicarakan hal-hal buruk tentang dia seperti apa  yang telah Anda lakukan terhadap bos yang terdahulu.</p>
<p><strong>15. Mengapa Anda tidak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di usia Anda?</strong><br />
Lagi-lagi ini bisa menjadi pertanyaan jebakan. Beritahukan pewawancara bahwa inilah alasan Anda mencari lowongan pekerjaan di perusahaan tersebut. Jangan bersikap defensif.</p>
<p><strong>16. Berapa gaji yang Anda minta?</strong><br />
Ini pertanyaan yang mengiurkan, namun pastikan Anda menyebutkan angka  kisaran yang Anda yakin merupakan gaji yang pantas atau bertanya pada  pewawancara berapa kisaran pada pekerjaan sejenis. Jika Anda diberi  pertanyaan ini dari awal wawancara, sebaiknya Anda mengelaknya dengan  mengatakan Anda ingin tahu seberapa banyak tanggung jawab yang akan Anda  pegang di perusahaan tersebut. Tekankan bahwa Anda lebih mementingkan  pekerjaannya namun jangan menjual standar Anda.</p>
<p><strong>17. Apa target jangka panjang Anda?</strong><br />
Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda lagi-lagi diharuskan meneliti  perusahaan tersebut dan mengetahui rencana dan/atau target mereka lalu  memberikan jawaban yang singkron dengan milik perusahaan.</p>
<p><strong>18. Seberapa sukses yang Anda rasa telah capai?</strong><br />
Berikan jawaban yang positif dan percaya diri, namun jangan memberikan  jawaban yang berlebih. Jangan membuat pewawancara merasa Anda seorang  yang suka membesar-besarkan sesuatu.</p>
<p><em>ketok.com<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips Kerja #1: Play by Their Rules (Dress For Succes)]]></title>
<link>http://titoley.com/2010/08/22/play-by-their-rulesdress-for-succes/</link>
<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 12:22:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>titoley</dc:creator>
<guid>http://titoley.com/2010/08/22/play-by-their-rulesdress-for-succes/</guid>
<description><![CDATA[Sebisa mungkin sejak awal kita mengurangi idealisme saat kuliah dan mulai bersikap realistis ketika]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Sebisa mungkin sejak awal kita mengurangi idealisme saat kuliah dan mulai bersikap realistis ketika mulai mencari kerja. Salah satunya adalah idealisme berpakaian. Kebiasaan berpakaian (idealis) sejak kuliah biasanya terbawa saat masuk ke dalam dunia kerja. Jeans atau converse saat memenuhi panggilan wawancara adalah contoh kasus terburuknya (kecuali kau sedang melamar di MTV/perusahaan yang bergerak di bidang Seni).</p>
<p>Namun ada beberapa kebiasaan sepele pula (tapi bisa berakibat fatal) yang masih sering kali kita lakukan tanpa disadari. Memiliki potongan rambut yang terlalu mohawk untuk cowok atau memakai  jeans hitam yang <em>dipikir</em> kelihatan seperti celana kain dan sepatu balet yang lebih cocok dipakai ke mall bagi cewek adalah diantaranya.</p>
<p>Walaupun sulit dan sakit hati untuk mengakuinya, tetapi penampilan adalah segalanya di dunia ini. Menurut penelitian dan pengalaman, User/Employer akan memutuskan secara tidak langsung dalam waktu 3 detik pertama saat wawancara, apakah kita akan diterima atau tidak, berdasarkan penampilan kita. Kecenderungan perusahaan adalah mencari calon karyawan yang telah dewasa, sedikit yang mau menerima karyawan dengan aksesoris kuliahan. Tidak peduli betapun hebatnya isi CV atau betapapun pintarnya kita bekerja atau betapa kita adalah orang yang baik, seringkali cara kita berpakaian, memegang peranan yang lebih penting. Berpenampilan konservatif dan businessman-like (yup, termasuk berpenampilan agak culun) selalu strategi yang aman untuk sukses melalui wawancara kerja.</p>
<p>Jadi sarannya, bagi pencari kerja dg minim pengalaman atau berjiwa muda dalam berpenampilan, untuk hal yang satu ini, sebaiknya kita mengesampingkan dulu ego/idealisme kita tentang <em>penampilan yang keren menurut kita</em>. Telan idealisme kita untuk sesaat dan ikuti peraturan kerja mereka (untuk sesaat), kalau ingin diterima. If u wanna win, play by their rules, not Urs.</p>
<p>Sebagaimana kata pepatah tua, dimana kaki berpijak, disitu langit dijunjung.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips saat wawancara ]]></title>
<link>http://lowongankerjasolo.wordpress.com/2009/08/21/tips-saat-wawancara/</link>
<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 01:58:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>sugengsetyawan</dc:creator>
<guid>http://lowongankerjasolo.wordpress.com/2009/08/21/tips-saat-wawancara/</guid>
<description><![CDATA[Kali ini kita tidak membahas tentang lowongan kerja di solo, melainkan tentang Tips saat wawancara a]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kali ini kita tidak membahas tentang lowongan kerja di solo, melainkan tentang Tips saat wawancara a]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ukur IQ Interview Anda!]]></title>
<link>http://r3ngg4n1s.wordpress.com/2009/05/19/ukur-iq-interview-anda/</link>
<pubDate>Tue, 19 May 2009 09:59:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>r3ngg4n1s</dc:creator>
<guid>http://r3ngg4n1s.wordpress.com/2009/05/19/ukur-iq-interview-anda/</guid>
<description><![CDATA[Setelah berkutat dengan resume dan penantian panjang Anda, akhirnya panggilan wawancara itu datang j]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Setelah berkutat dengan resume dan penantian panjang Anda, akhirnya panggilan wawancara itu datang j]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips Wawancara Kerja]]></title>
<link>http://masgus.wordpress.com/2009/04/27/tips-wawancara-kerja/</link>
<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 05:30:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>masgus</dc:creator>
<guid>http://masgus.wordpress.com/2009/04/27/tips-wawancara-kerja/</guid>
<description><![CDATA[Folks, kalo kamu lagi nyari kerja (hampir) pasti dalam tahapannya kamu bakal ketemu tahap wawancara.]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Folks, kalo kamu lagi nyari kerja (hampir) pasti dalam tahapannya kamu bakal ketemu tahap wawancara. Biasanya bahkan lebih dari sekali wawancara untuk satu posisi perkerjaan. (pengalaman pribadi hehe). Buat kamu yang (merasa) uda jago karena emang dasarnya uda sering ikut wawancara dan pas sekolah/kuliah ikut organisasi, tapi buat kamu yang merasa kurang PeDe boleh mencoba tips dari gw dibawah ini, mudah-mudahan berguna.</p>
<ol>
<li><strong>Berpakaianlah yang Pas</strong>. Kenapa harus Pas? yang pasti rapih itu harus ya..kalo kamu ngelamar jadi sales asuransi berpakainlah berdasi , kalau kamu ngelamar jadi field engineer lapangan bolehlah pake kemeja jeans, jangan sebaliknya hehe..</li>
<li><strong>Istirahat yang cukup sehari sebelumnya</strong>.Jangan sampe gagal hanya karna telihat lemas dan sering menguap saat wawancara.</li>
<li><strong>Jangan grogi</strong>.Salah satu cara menghilangkannya adalah dengan cara berpikir bahwa semua kandidat pun mengalami hal yang sama. Grogi gak bakal ngebantu proses wawancara kamu.</li>
<li><strong>Datang 30 menit sebelum dimulai</strong>.Biar kamu tau toilet dan kantiin dimana,kalo kamu beruntung bisa ngobrol santai bareng si pewawancaranya, jadi nilai tambah lo! juga mungkin bisa ngobrol ama  kandidat lain, ga semuanya kompetitor koq, bisa jadi tambah-tambah jaringan atau mungkin &#8216;ehm&#8217; kalo dia oke bisa digebet (apalagi yang waktu kuliah dan skolah ga sempet pacaran)hehe..</li>
<li><strong>Santai tapi serius</strong>. Seimbang aja.</li>
<li><strong>Cari tau tentang perusahaannya</strong>.Ibaratnya mau jadi pacar koq ga tau apa-apa tentang  si doinya.</li>
</ol>
<p>Mungkin ada tips tambahan dari rekan-rekan yang lain? Ditunggu ya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Etika Profesi: Wawancara]]></title>
<link>http://yahya4ever.wordpress.com/2009/04/09/etika-profesi-wawancara/</link>
<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 19:03:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>yahya</dc:creator>
<guid>http://yahya4ever.wordpress.com/2009/04/09/etika-profesi-wawancara/</guid>
<description><![CDATA[Wawancara&#8230;!, besok tinggal wawancara&#8230; ???!&#8230; Hampir bisa dibilang pasti, semua oran]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Wawancara&#8230;!, besok tinggal wawancara&#8230; ???!&#8230; Hampir bisa dibilang pasti, semua oran]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips Wawancara 2009]]></title>
<link>http://isukarir.wordpress.com/2009/01/22/tips-wawancara-2009/</link>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 02:05:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>untukita</dc:creator>
<guid>http://isukarir.wordpress.com/2009/01/22/tips-wawancara-2009/</guid>
<description><![CDATA[Berikut ini adalah beberapa tips wawancara kerja yang kami dapatkan dari milis tetangga: Perhatikan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah beberapa tips wawancara kerja yang kami dapatkan dari milis tetangga:<br />
<strong><br />
Perhatikan penampilan.</strong> Seperti kata sebuah iklan, &#8220;kesan pertama, begitu menggoda. Selanjutnya, terserah anda..&#8221; Yup! Kesan pertama memang sangat penting. Tujuh detik pertama ketika pewawancara melihat penampilan kamu adalah saat penting dimana ia akan menyimpan &#8220;kesan pertama&#8221; tentangmu. Kesan pertama akan menimbulkan kesan yang mendalam. Maka ber-pakaian- lah sesuai dengan posisi yang diinginkan. Misalkan kalau kamu mengincar posisi &#8220;manajer&#8221;, berpakaianlah selayaknya seorang manajer. Kalau perlu, pakailah setelan jas. Gunakan pakaian yang formil (jangan berani-berani menggunakan jeans). Dan pilihlah warna-warna yang netral, seperti biru, hitam, dan putih. Karena judulnya &#8220;formil&#8221;, maka jangan menggunakan pakaian yang bermotif-motif! Itu akan menimbulkan kesan &#8220;lucu&#8221;, sayangnya perusahaan tidak mencari orang-orang yang &#8220;lucu&#8221;. Pakailah pakaian yang kesannya &#8220;kamu sudah mendapatkan pekerjaan itu&#8221;/&#8221;kamu sudah berada di posisi itu&#8221;.</p>
<p><strong>Kenali posisi yang diinginkan</strong>. Apa kira-kira sifat yang dibutuhkan bagi posisi tersebut? Konsep, teori, dan aplikasi terkait dengan<br />
posisi tersebut? Apa motivasi kamu untuk menempati posisi tersebut?<br />
Apa nilai lebihmu sehingga cocok ditempatkan pada posisi tersebut? </p>
<p><strong>Kenali profil perusahaan.</strong> Biasanya pada saat wawancara, pewawancara akan bertanya : &#8220;tahu perusahaan ini dari mana?&#8221;, &#8220;kenapa tertarik bergabung di perusahaan ini?&#8221;, dll. Kamu akan memiliki nilai lebih ketika tahu banyak tentang perusahaan itu. Karena itu menandakan bahwa kamu antusias untuk bekerja disana. Selain itu cari tahu juga tentang perusahaan itu dari orang-orang yang pernah bekerja disana. Atau orang-orang yang bekerja di bidang yang sama. Biasanya akan ada informasi menarik yang akan kamu dapatkan. Seperti : budaya kerja disana, jam kerja, hingga kelebihan dan kekurangan perusahaan yang tidak tertulis di website resmi perusahaan.<!--more--></p>
<p><strong>Cari tahu gaji rata-rata untuk posisi yang sejenis.</strong> Ini berguna untuk menghadapi sesi &#8220;negosiasi gaji&#8221;. Supaya nantinya kamu tidak merasa tertipu ataupun dirugikan.</p>
<p><strong>Perhatikan sikap (attitude/behavior) </strong>. Sikap mental juga termasuk aji pamungkas dalam wawancara. Jika hal-hal tentang keilmuan dan keahlian menunjukkan kualitas teknis, maka sikap akan menunjukkan kualitas pribadi manusia. Karena itu perhatikan gaya bicara. Percaya diri, bukan sombong. Tunjukkan ambisi dan antusiasme. Bersikap positif. Jawab pertanyaan tanpa ragu. Tidak perlu mengarang-ngarang sesuatu, karena nanti pun akan ketahuan (jangan remehkan kemampuan pewawancara dan ingat ada malaikat yang mencatat).</p>
<p><strong>Datang tepat waktu.</strong><br />
<strong>Lakukan kontak mata dengan pewawancara.</strong><br />
Wawancara itu bagaikan menjual barang. Tapi kali ini, barangnya adalah diri kamu. Bayangin aja, kira-kira kalau kamu mau beli barang, barang yang seperti apa yang kamu pilih?</p>
<p><strong>Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang kemungkinan menyebabkan seseorang ditolak dalam wawancara :</strong> (diambil dari web ini)<br />
Penampilan yang kurang rapi<br />
Ketidakmampuan untuk menyampaikan informasi dengan baik Kurang antusias dan ketertarikan<br />
Keengganan untuk memulai dari bawah Perilaku yang negatif (negative attitude)<br />
Kurangnya kontak mata Persyaratan administrasi yang kurang lengkap atau seadanya<br />
Keterlambatan</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[10 Pertanyaan Tabu Saat Interview Kerja]]></title>
<link>http://r3ngg4n1s.wordpress.com/2009/01/19/10-pertanyaan-tabu-saat-interview-kerja/</link>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 07:43:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>r3ngg4n1s</dc:creator>
<guid>http://r3ngg4n1s.wordpress.com/2009/01/19/10-pertanyaan-tabu-saat-interview-kerja/</guid>
<description><![CDATA[Oleh: Liz Ryan, pakar Human Relation dan berpengalaman selama 25 tahun Diterjemahkan dari artikel Ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Oleh: Liz Ryan, pakar Human Relation dan berpengalaman selama 25 tahun Diterjemahkan dari artikel Ya]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kisah unikku saat wawancara kerja pertama dengan bibir jontor..]]></title>
<link>http://beborn.wordpress.com/2009/01/17/kisah-unikku-saat-wawancara-kerja-pertama-dengan-bibir-jontor/</link>
<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 06:14:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>giyzt</dc:creator>
<guid>http://beborn.wordpress.com/2009/01/17/kisah-unikku-saat-wawancara-kerja-pertama-dengan-bibir-jontor/</guid>
<description><![CDATA[Setelah membaca tulisan salah seorang sahabat tiba -tiba jadi teringat kisah unikku saat pertama kal]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Setelah membaca tulisan salah seorang sahabat tiba -tiba jadi teringat kisah unikku saat pertama kal]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips Wawancara]]></title>
<link>http://arikaka.wordpress.com/?p=66</link>
<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 14:51:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>arikaka</dc:creator>
<guid>http://arikaka.wordpress.com/?p=66</guid>
<description><![CDATA[Lho, ini sebenernya blog apa sih.. sepertinya masih belum bisa dapet bentuk yang pas.. malah sekaran]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Lho, ini sebenernya blog apa sih.. sepertinya masih belum bisa dapet bentuk yang pas.. malah sekaran]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sukses Wawancara]]></title>
<link>http://dewiyuhana.com/2008/06/11/sukses-wawancara/</link>
<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 14:43:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>dewi</dc:creator>
<guid>http://dewiyuhana.com/2008/06/11/sukses-wawancara/</guid>
<description><![CDATA[2003 saya pernah mendapat tugas untuk mendatangi salah satu kantor bank sentral dan bertemu dengan p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[2003 saya pernah mendapat tugas untuk mendatangi salah satu kantor bank sentral dan bertemu dengan p]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ebook Lengkap Tips dan Trik Mencari Kerja]]></title>
<link>http://promosindo.wordpress.com/2008/05/16/ebook-lengkap-tips-dan-trik-mencari-kerja/</link>
<pubDate>Fri, 16 May 2008 12:29:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>promosindo</dc:creator>
<guid>http://promosindo.wordpress.com/2008/05/16/ebook-lengkap-tips-dan-trik-mencari-kerja/</guid>
<description><![CDATA[Ebook Lengkap Tips dan Trik Mencari Kerja Buat anda-anda yang masih nganggur atau para lulusan fresh]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<h2>Ebook Lengkap Tips dan Trik Mencari Kerja</h2>
<p>Buat anda-anda yang masih nganggur atau para lulusan fresh yang lagi getol-getolnya mencari kerja dan sibuk ngelamar kerja kesana-kemari, silahkan di download koleksi lengkap <a href="http://www.geocities.com/jackgirlslover/ebook-kesehatan.html" target="_blank"></a>ebook dan panduan Tips dan Trik Mencari Kerja berikut ini. Semoga berguna dan segera mendapatkan pekerjaan yang di idam-idamkan. Amien <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Ebook Koleksi untuk &#8220;Tips dan Trik Mencari Kerja&#8221;:</strong></p>
<p>a.<a href="http://www.divshare.com/download/2734510-c3f"> Tips melamar pekerjaan</a><br />
b.<a href="http://www.divshare.com/download/2734514-a90"> Contoh Surat Lamaran</a><br />
c.<a href="http://www.divshare.com/download/2734521-7de"> Menulis Surat Lamaran</a><br />
d.<a href="http://www.divshare.com/download/2734732-52e"> Seputar surat lamaran yang baik</a><br />
e.<a href="http://www.divshare.com/download/2734525-a34"> Sertakan Past Foto yg paling OKE</a><br />
f.<a href="http://www.divshare.com/download/2734533-40c"> Bila surat lamaran tidak dibalas</a><br />
g.<a href="http://www.divshare.com/download/2734544-862"> CV meyakinkan</a><br />
h.<a href="http://www.divshare.com/download/2734564-ee6"> CV anda modal anda</a><br />
i.<a href="http://www.divshare.com/download/2734566-517"> Ketrampilan yang paling dicari perusahaan</a><br />
j.<a href="http://www.divshare.com/download/2734802-6e9"> Kesalahan dalam negoisasi gaji</a><br />
k.<a href="http://www.divshare.com/download/2734826-f30"> Tetap positif selama mencari pekerjaan</a><br />
l.<a href="http://www.divshare.com/download/2734847-dfc"> Upaya menemukan karir terbaik</a><br />
m.<a href="http://www.divshare.com/download/2734856-609"> Kenali diri sendiri</a><br />
n.<a href="http://www.divshare.com/download/2734862-901"> Potensi diri 1</a><br />
o.<a href="http://www.divshare.com/download/2734923-ca1"> potensi diri 2</a><br />
p.<a href="http://www.divshare.com/download/2734929-267"> Sebuah momok bernama PSIKOTES</a><br />
q.<a href="http://www.divshare.com/download/2734939-d27"> Mengenal diri sendiri sebelum Psikotes</a><br />
r.<a href="http://www.divshare.com/download/2734951-3e8"> Wawancara 1</a><br />
s.<a href="http://www.divshare.com/download/2734954-524"> Wawancara 2</a><br />
t.<a href="http://www.divshare.com/download/2734957-e18"> Wawancara 3</a><br />
u.<a href="http://www.divshare.com/download/2734961-c20"> Wawancara 4</a></p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wawancara Psikotes]]></title>
<link>http://suratlamaran.wordpress.com/2008/03/24/wawancara-psikotes/</link>
<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 12:35:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://suratlamaran.wordpress.com/2008/03/24/wawancara-psikotes/</guid>
<description><![CDATA[Berbohong saat tes wawancara bukan hanya tak berguna, tapi juga bisa membuat Anda tidak diterima. Le]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<p>Berbohong saat tes wawancara bukan hanya tak berguna, tapi juga bisa membuat Anda tidak diterima. Lebih bijaksana bila pertanyaan dijawab apa adanya, spontan, langsung ke pokok persoalan, tidak mengada-ada, tidak menggurui, dan sopan.</p>
<p>&#8220;Padahal tinggal wawancara lo, kok gagal. Dulu juga begitu, selalu kandas di tahap ini&#8221;. Keluhan macam itu banyak kita dengar dari mereka yang tak lolos dalam wawancara psikologi untuk melamar kerja. Sebuah kenyataan yang menyesakkan, apalagi kebanyakan tahapan wawancara berada diakhir proses seleksi. Lolos di sini berarti si calon diterima di tempat kerja yang baru.</p>
<p>Wawancara psikologi punya banyak makna. Ada beberapa versi, salah satunya, menurut Bingham dan Moore, wawancara adalah &#8220;&#8230; conversation directed to define purpose other than satisfaction in the conversation itself&#8221;. Sedangkan menurut Weiner, &#8220;The term interview has a history of usage going back for centuries. It was used normally to designate a face to face meeting of individual for a formal conference on some point.&#8221;</p>
<p>Dari kedua definisi itu didapatkan kondisi bahwa wawancara adalah pertemuan tatap muka, dengan menggunakan cara lisan, dan mempunyai tujuan tertentu.</p>
<p>Jangan dibayangkan wawancara itu sama dengan interogasi karena tujuan utamanya memang &#8220;berbeda&#8221;, meskipun sedikit serupa dalam hal menggali dan mencocokkan data. Yang pasti, cara yang dipergunakan dalam kedua hal itu berlainan.</p>
<p>Interogasi lebih menekankan pada tercapainya tujuan, dengan berbagai cara dan akibat, baik secara halus maupun kasar. Posisi interogator lebih tinggi dan bebas daripada yang diinterogasi, serta lebih langsung.</p>
<p>Bandingkan dengan wawancara psikologi, di mana kedudukan antara pewawancara dan yang diwawancarai relatif setara. Kondisinya pun berbeda, karena tidak ada penekanan serta tidak menggunakan kekuasaan. Bahkan dalam kondisi ekstrem, seorang calon karyawan yang diwawancarai bisa saja tidak menjawab, pewawancara pun tidak akan memaksa. Namun, hal itu tentu akan sangat mempengaruhi penilaian dalam pengambilan keputusan seorang psikolog.</p>
<p>Cocok berbobot</p>
<p>Wawancara dalam tes psikologi (psikotes) sebenarnya satu paket dengan tes tertulisnya. Tes ini bertujuan mencari orang yang cocok dan pas, baik dari tingkat kecerdasan, serta sifat dan kepribadian. Istilah kerennya mendapatkan &#8220;the right man in the right place&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tips wawancara: 'mengendalikan' narasumber]]></title>
<link>http://radioclinic.com/2008/02/13/tips-wawancara-mengendalikan-narasumber/</link>
<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 01:17:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>Alex Santosa</dc:creator>
<guid>http://radioclinic.com/2008/02/13/tips-wawancara-mengendalikan-narasumber/</guid>
<description><![CDATA[Kadang pada saat melakukan wawancara, penyiar, interviewer ataupun reporter harus berhadapan dengan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Kadang pada saat melakukan wawancara, penyiar, interviewer ataupun reporter harus berhadapan dengan]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
