<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>tki-tewas &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/tki-tewas/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "tki-tewas"</description>
	<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 17:01:25 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Upriyanti Tewas Disiksa Majikan Singapura]]></title>
<link>http://luminousreload.wordpress.com/2009/09/08/upriyanti-tewas-disiksa-majikan-singapura/</link>
<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 12:31:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>luminous25</dc:creator>
<guid>http://luminousreload.wordpress.com/2009/09/08/upriyanti-tewas-disiksa-majikan-singapura/</guid>
<description><![CDATA[Ilustrasi Manado &#8211; Lagi-lagi tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia tewas akibat siksaan maj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ilustrasi Manado &#8211; Lagi-lagi tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia tewas akibat siksaan maj]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Lima WNI Ditembak Polisi Diraja Malaysia]]></title>
<link>http://beritamaya.wordpress.com/2008/12/17/lima-wni-ditembak-polisi-diraja-malaysia/</link>
<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 10:25:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>sanjisan</dc:creator>
<guid>http://beritamaya.wordpress.com/2008/12/17/lima-wni-ditembak-polisi-diraja-malaysia/</guid>
<description><![CDATA[Liputan6.com, Sanggau: Lima warga negara Indonesia tewas diterjang timah panas aparat Kepolisian Dir]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Liputan6.com, Sanggau:</strong> Lima warga negara Indonesia tewas diterjang timah panas aparat Kepolisian Diraja Malaysia, belum lama ini. Kelima WNI itu dituding terlibat kasus perampokan. Jenazah kelimanya pun dipulangkan ke kampung halamannya di Kampung Ruis, Dusun Pengadang, Kalimantan Barat.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-625" title="081217bwni-tembak" src="http://beritamaya.wordpress.com/files/2008/12/081217bwni-tembak.jpg" alt="081217bwni-tembak" width="275" height="200" /><span class="k">Jenazah WNI yang ditembak polisi Malaysia.</span></p>
<p>Jenazah Sayuti bin Nasir, Abang Hamzah bin Abang Mahmud, Safri, Suryadi bin Lasri, dan Marhaban bin Samsudin langsung disemayamkan di masjid kampung sebelum dimakamkan. Menurut keluarga korban, kelima WNI itu berangkat ke Malaysia awal Desember lalu, untuk bekerja. Namun, kelima TKI itu malah tewas dengan luka tembak di dada dan kepala.</p>
<p>Informasi dari media lokal menyebutkan, Sayuti Cs diduga terlibat kasus perampokan di Distrik Samarahan, Kuching. Namun keterangan ini ditolak pihak keluarga. Kasus ini menuai protes pihak Pemerintah Daerah Kalimantan Barat. Kepolisian Daerah Kalbar pun telah membentuk tim untuk mengungkap kasus ini.(OMI/Amien Alkadrie)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TKI Asal Tegal Tewas di Malaysia]]></title>
<link>http://beritamaya.wordpress.com/2008/04/19/tki-asal-tegal-tewas-di-malaysia/</link>
<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 09:29:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>vinka89</dc:creator>
<guid>http://beritamaya.wordpress.com/2008/04/19/tki-asal-tegal-tewas-di-malaysia/</guid>
<description><![CDATA[SLAWI, KOMPAS-Imam Khurmen (24), tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Sokasari, Kecamatan Bumijawa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>SLAWI, KOMPAS</strong>-Imam Khurmen (24), tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Sokasari, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal dinyatakan tewas di Malaysia. Korban tewas akibat tercebur sungai di daerah Serawak. Untuk mendapatkan kepastian hukum mengenai hal itu, keluarga melaporkannya ke kantor tenaga kerja dan transmigrasi setempat.</p>
<p>Ayah Imam Khurmen, Nasiri (56), Jumat (17/4) mengatakan, anaknya berangkat ke Malaysia pada 11 Januari 2006. Ia mengikuti temannya, Lukman, warga Desa Jejeg, Kecamatan Bumijawa, yang lebih dulu bekerja di Malaysia.</p>
<p style="text-align:center;"><img style="vertical-align:middle;" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/04/04/2718094p.jpg" alt="KOMPAS/AGUS MULYADI" width="400" height="250" /><br />
<span style="color:#ff0000;">Ribuan TKI bermasalah di Malaysia mendatangi Gedung KBRI di Kuala Lumpur, awal November 2004. Ini sebagai buntut penertiban pekerja asal Indonesia di Malaysia.</span></p>
<p>Imam bekerja di PT Sing Yang, Jalan Lanang Sibu, Serawak. Ia sempat beberapa kali mengubungi keluarganya, dan juga mengirimkan uang. Namun pada tanggal 20 Maret 2008, korban dikabarkan hilang tercebur sungai di Serawak. Nasiri mengaku mengetahui berita it u dari Lukman, lima hari setelah kejadian.</p>
<p>Menurut Nasiri, dari informasi terakhir yang diperolehnya, Imam sudah ditemukan dan dikuburkan di Malaysia. Lukman saat ini juga sudah kembali ke Tegal. Ia sempat memperlihatkan foto pemakanan anaknya.</p>
<p>Namun di bagian bawah foto tersebut, tertulis angka 2007. Hal itu membuat Nasiri bingung dan sanksi dengan berita kematian anaknya. Ia akhirnya melaporkan kasus itu ke Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tegal.</p>
<p>Ia ingin mendapatkan kepastian mengenai kematian Imam. Apabila anaknya benar meninggal dunia dan dimakamkan di Malaysia, Nasiri mengaku merelakannya. Namun, ia ingin agar peristiwa itu diproses sesuai hukum yang berlaku.</p>
<p>Kepala Pengantar Kerja dan Penanganan Kasus TKI Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tegal, Darmanto mengaku sudah mendapatkan laporan itu. Ia juga sudah meminta bantuan Departemen Luar Negeri, guna memastikan kejadian itu.</p>
<p>Menurut Darmanto, Imam merupakan TKI yang berangkat sendiri ke luar negeri, tanpa melalui perusahaan penyalur. Meskipun demikian, pihaknya tetap akan berupaya membantu mengusut kasus tersebut.</p>
<p>Selama ini, jumlah TKI dari Kabupaten Tegal yang ke luar negeri tanpa melalui perusahaan penyalur diperkirakan mencapai ratusan. Mereka berangkat mengikuti teman, sambil mencari pekerjaan di sana. Hal itu terjadi karena sebagian besar dari mereka memilih jalan pintas. Selain itu, masih banyak TKI yang tidak mengetahui risiko bekerja di luar negeri.<strong> (WIE)</strong></p>
<p><strong>Siwi Nurbiajanti</strong><br />
http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/ 04/18/16234818/tki.asal.kabupaten.tegal.tewas.di.malaysia..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
