<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>tobatlah &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/tobatlah/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "tobatlah"</description>
	<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 12:31:41 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Adu Domba adalah DOSA!]]></title>
<link>http://niners.wordpress.com/2007/03/23/adu-domba-adalah-dosa/</link>
<pubDate>Thu, 22 Mar 2007 20:28:03 +0000</pubDate>
<dc:creator>guebukanmonyet</dc:creator>
<guid>http://niners.wordpress.com/2007/03/23/adu-domba-adalah-dosa/</guid>
<description><![CDATA[Mewaspadai Lisan Tak Bertulang taken from http://www.almuslimin.org Lisan, bentuknya memang relatif ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h1 class="title">Mewaspadai Lisan Tak Bertulang</h1>
<p><!-- begin content --><span class="submitted"><a href="http://almuslimin.org/?q=user/34" target="_blank" title="View user profile.">taken from http://www.almuslimin.org</a></span></p>
<p><span class="submitted"><a href="http://almuslimin.org/?q=user/34" title="View user profile."><br />
</a></span>Lisan, bentuknya memang relatif kecil bila dibandingkan dengan anggota tubuh yang lain, namun ternyata memiliki peran yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Celaka dan bahagia ternyata tak lepas dari bagaimana manusia memanajemen lidahnya. Bila lidah tak terkendali, dibiarkan berucap sekehendaknya, alamat kesengsaraan akan segera menjelang. Sebaliknya bila ia terkelola dengan baik , hemat dalam berkata, dan memilih perkataan yang baik-baik, maka sebuah alamat akan datangnya banyak kebaikan.</p>
<p>Di saat kita hendak berkata-kata, tentunya kita harus berpikir untuk memilihkan hal-hal yang baik untuk lidah kita. Bila sulit mendapat kata yang indah dan tepat maka ahsan (mendingan) diam. Inilah realisasi dari sabda Rasulullah sholallohu alaihi wasalam &#8220;Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam&#8221; ( HR Muslim )</p>
<p>Di samping itu kita pun harus paham betul manakah lahan-medan kejelekan sehingga lidah kita tidak keliru memijaknya. Kita harus tahu apakah sebuah hal termasuk dalam bagian dosa bagi lidah kita atau tidak? Bila kita telah tahu, tentunya kita bersegera untuk meninggalkannya.</p>
<p>Diantara medan-medan dosa bagi lidah kita antara lain..</p>
<p><strong>Ghibah<br />
</strong> Ghibah bila didefinisikan maka seperti yang diungkapkan oleh Rasulullah sholallohu alaihi wasalam: &#8220;Engkau menyebutkan tentang saudaramu, dengan apa-apa yang dia benci&#8221; &#8216;terus bagaimana jika yang kita bicarakan tersebut memang benar-benar ada pada saudara kita?&#8217; Jika memang ada padanya apa yang engkau katakan maka engkau telah meng-ghibahinya, dan bila tidak ada padanya maka engkau telah berdusta&#8221; (HR. Muslim)<br />
Di dalam Al quran, Allah ta&#8217;ala menggambarkan orang yang meng-ghibahi saudaranya seperti orang yang memakan bangkai saudaranya: &#8220;Janganlah kalian saling memata-matai dan jangan mengghibahi antara satu dengan yang lain, sukakah kalian memakan daging saudaranya tentu kalian akan benci.&#8221; ( Al Hujurat 12)</p>
<p>Tentu sangat menjijikkan makan daging bangkai, semakin menjijkkan lagi apabila yang dimakan adalah daging bangkai manusia, apalagi saudara kita sendiri. Demikianlah ghibah, ia pun sangat menjijkkan sehingga sudah sepantasnya untuk dijauhi dan dan ditinggalkan.</p>
<p>Lebih ngeri bila berbicara tentang ghibah, apabila kita mengetahui balasan yang akan diterima pelakunya. Seperti dikisahkan oleh Rasulullah sholallohu alaihi wasalam di malam mi&#8217;rajnya. Beliau menyaksikan suatu kaum yang berkuku tembaga mencakar wajah dan dada mereka sendiri. Rasul pun bertanya tentang keberadaan mereka, maka dijawab bahwa mereka lah orang-orang yang ghibah melanggar kehormatan orang lain.</p>
<p><strong>Namimah</strong><br />
Kalau diartikan ia bermakna memindahkan perkataan dari satu kaum kepada kaum yang lain untuk merusak keduanya. Ringkasnya &#8220;adu domba.&#8221; Sehingga Allah mengkisahkan tentang mereka dalam Al-Qur&#8217;an. Mereka yang berjalan dengan namimah, menghasut, dan mengumpat. Di sekitar kita orang yang punya profesi sebagai tukang namimah sangat banyak bergentayangan, dan lebih sering di kenal sebagai provokator-kejelekan. Namimah bukan hal yang kecil, bahkan para ulama mengkatagorikannya di dalam dosa besar. Ancaman Rasulullah bagi tukang namimah, &#8220;tidak akan masuk surga orang yang mengadu domba.&#8221; (HR Bukhari)</p>
<p>Akibat namimah ini sangat besar, dengannya terkoyak persahabatan saudara karib dan melepaskan ikatan yang telah dikokohkan oleh Allah. Ia pun mengakibatkan kerusakan di muka bumi serta menimbulkan permusuhan dan kebencian.</p>
<p><strong>Dusta</strong><br />
Dusta adalah menyelisihi kenyataan atau realita. Dusta bukanlah akhlak orang yang beriman, bahkan ia melekat pada kepribadian orang munafiq &#8220;Tiga ciri orang munafik, apabila berkata berdusta, apabila berjanji mengingkari dan apabila dipercaya berkhianat.&#8221; (HR Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Padahal orang munafik balasannya sangat mengerikan di bawah kerak api neraka. Dusta pun mengantarkan pelakunya kepada kejelekan &#8220;Sungguh kedustaan menunjukkan kepada kejelekan dan kejelekan mengantarkan kepada neraka.&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kolom (category) Baru]]></title>
<link>http://niners.wordpress.com/2007/03/23/kolom-categorie-baru/</link>
<pubDate>Thu, 22 Mar 2007 20:24:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>guebukanmonyet</dc:creator>
<guid>http://niners.wordpress.com/2007/03/23/kolom-categorie-baru/</guid>
<description><![CDATA[Perkembangan dunia dan seluruh kehidupan yang semakin lama semakin jauh dari nilai-nilai kebaikan me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Perkembangan dunia dan seluruh kehidupan yang semakin lama semakin jauh dari nilai-nilai kebaikan membuat banyak dari kita &#8220;tergoda&#8221; untuk mengikuti perbuatan-perbuatan yang tidak positif. Maka kolom &#8220;Tobatlah!&#8221; dibuat supaya kita senantiasa ingat kepada nilai-nilai luhur yang seharusnya senantiasa mengisi setiap sisi dari kehidupan kita semua.</p>
<p>Kolom ini dibuat bukan untuk menggurui tapi sekedar mengingatkan. Artikel-artikel akan diambil dari sumber-sumber yang berbobot dan dapat dipercaya.</p>
<p>Mari teman-teman semua kita bertobat!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
