<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>tokoh &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/tokoh/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "tokoh"</description>
	<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 21:10:18 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Bencana itu Kini Telah Lima Tahun Terlewati…..]]></title>
<link>http://andriformalhaut.wordpress.com/2009/12/25/bencana-itu-kini-telah-lima-tahun-terlewati%e2%80%a6/</link>
<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 03:01:07 +0000</pubDate>
<dc:creator>andri</dc:creator>
<guid>http://andriformalhaut.wordpress.com/2009/12/25/bencana-itu-kini-telah-lima-tahun-terlewati%e2%80%a6/</guid>
<description><![CDATA[26 Desember, tanggal yang amat sangat terlampau bersejarah bagi bangsa ini, bukan tanggal proklamasi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[26 Desember, tanggal yang amat sangat terlampau bersejarah bagi bangsa ini, bukan tanggal proklamasi]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Al-Husain Bin Ali, Sayyidusy-syuhada ( Bagian I ) ]]></title>
<link>http://alisyatir.wordpress.com/2009/12/24/al-husain-bin-ali-sayyidusy-syuhada-bagian-i/</link>
<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 06:30:21 +0000</pubDate>
<dc:creator>alisyatir</dc:creator>
<guid>http://alisyatir.wordpress.com/2009/12/24/al-husain-bin-ali-sayyidusy-syuhada-bagian-i/</guid>
<description><![CDATA[Nama : Al-Husain Gelar : Ayyidusy syuhada’ Nama Julukan : Aba Abdillah Nama Ayah : Amirul Mukminin A]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Nama : Al-Husain<br />
Gelar : Ayyidusy syuhada’<br />
Nama Julukan : Aba Abdillah<br />
Nama Ayah : Amirul Mukminin Ali Bin Abi Thalib<br />
NAma Ibu : Fatimah Putri Rasulallah<br />
Kelahiran : Madinah ; Kamis, 3 Sya’ban tahun ke -4 H<br />
Wafat : Syahid di Karbala pada usia 57 tahun, Jum’at, 10 Muharram 61 H dan dimakamkan disana.</p>
<p>Di rumah Nabi, yang memberikan baying-bayang terbaik dari kedua alam – surga dan bumi – seorang anak yang mendatangkan manfaat bagi umat manusia seakan-akan dia adalah “ Jejak Allah “ yang membayangi bumi, lahir di suatu malam di bulan Sya’ban. Ayahandanya adalah Imam Ali ra. Teladan kebajikan bagi sahabat-sahabatnya dan yang paling berani melawan musuh islam; sedang ibundanay Sayyidah Fatimah ra, Petri bungsu Nabi suci, yang mewarisi sifat-sifat ayahnya.</p>
<p>Imam Husain ra adalah Imam keturunan Rasul yang ketiga.Ketika kabar baik tentang kelahirannya sampai kepada Nabi suci Saw, beliau dating kerumah Fatimah, memangku anak yang baru lahir itu, membacakan adzan dan iqamah berturut-turut ditelinga kanan dan kirinya, setelah melakukan acara aqiqah, beliau memberi nama anak itu Al-Husain, memenuhi perintah Allah.<br />
Abdullah bin Abbas menceritakan : “ Pada hari itu juga ketika Imam ?Husain lahir,Allah memerintahkan Jibril untuk turun ke bumi dan mengucapkan selamat kepada Nabi Suci atas nama Allah dan atas namanya sendiri. Ketika turun, Jibril melewati sebuah pulau yang di dalamnya Malaikat Futrus dibuang karena lambatnya membentuk satu panitia yang ditugaskan oleh Allah. Sayapnya dicabut dan dibuang ke pulau tersebut dan tetap tinggal disana selama beberapa tahun dengan berdoa dan beribadah kepada Allah dan memohon ampunan-Nya.</p>
<p>“ Ketika Malaikat Futrus melihat Jibril, dia memanggil : “ Hendak kemana anda, hai Jibril? Jawab Jibril, ‘Husain, Cucu Muhammada telah lahir : KArena itulah aku di perintahkan oleh Allah untuk menyampaikan selamat kepada Rasul-Nya, ‘ jawab Jibril. Lalu Malaikat Futrus berkata, ‘ dapatkah nada membawa saya bersamamu ? mudah-mudahanmau memohonkan ampun bagi saya Kepada Allah. ‘Jibril membawa Malaikat Futrus bersamanya dating kepada Nabi suci, memberikan selamat kepada beliau atas nama Allah dan atas nama dirinya sendriri, dan menyerahkan perkara Malaikat Futrus kepada belau. Nabi Suci berkata kepada Jibril, ‘suruhlah Malaikat Futrus untuk menyentuh anak yang baru lahir itu.’ Setelah melaksanakan hal tersebut, Malaikat Futrus dengan segera memperoleh kembali sayapnya, memperoleh ampunan Allahdan memuji-muji Allah, Nabi Suci serta cucunya yang baru lahir, lau terbang ke surga.”</p>
<p>Hasan dan Husain, dua putra Imam Suci Ali bin Abi Thalb dan Fatimah, yang bercahaya, dihormati dan dipuja sebagai para pemimpin kaum muda disura sebagaimana dinyatakan oleh Nabi Suci.</p>
<p>Sumber : 14 Manusia Suci</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Riyanto Subagja : Juara Turnamen Senior di Usia Belia]]></title>
<link>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/24/riyanto-subagja-juara-turnamen-senior-di-usia-belia/</link>
<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 18:51:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>valsus</dc:creator>
<guid>http://sejahterabadminton.wordpress.com/2009/12/24/riyanto-subagja-juara-turnamen-senior-di-usia-belia/</guid>
<description><![CDATA[Untuk pemuda seusia Riyanto (16 tahun), posturnya memang tergolong jangkung dan prestasinya pun tak ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://sejahterabadminton.wordpress.com/files/2009/12/riyanto-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-6612" title="Riyanto 1" src="http://sejahterabadminton.wordpress.com/files/2009/12/riyanto-1.jpg" alt="" width="301" height="450" /></a>Untuk pemuda seusia Riyanto (16 tahun), posturnya memang tergolong jangkung dan prestasinya pun tak kalah kinclong dengan mereka yang lebih senior daripadanya. Di Auckland International, Selandia Baru Juni silam, sebagai pemain termuda di sektor tunggal putra turnamen tersebut, ia mampu menjadi juara!. Bahkan situs turnamen memberikan perhqtian khusus kepada Riyanto yang di final mengalahkan pemain senior terbaik yang dimiliki tuan rumah Selandia Baru, Joe Wu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Siapakah Riyanto Subagja?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Lahir di Jakarta pada 28 April 1993, Riyanto yang tipe permainannya agresif ini mulai menepok bulu karena ingin bersenang-senang. &#8220;Tapi karena sering menang (kejuaraan) akhirnya ingin jadi atlet betulan,&#8221; tukasnya. Kejuaraan-kejuaraan masa kecil tersebut ia lakoni pada saat bergabung dengan PB Bina Pratama saat ia masih berusia tujuh tahun. Dua tahun setelah bergabung di klub tersebut, Riyanto kecil pun mantap hidup sebagai atlet bulutangkis.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pada akhir tahun 2006, ia bergabung dengan klub bulutangkis PB Djarum di kota Kudus, Jawa Tengah dan mulai mengecap pengalaman bertanding di luar negeri mulai dari Asia hingga Selandia Baru (New Zealand). Puncaknya adalah kemenangannya di Auckland International dengan mengalahkan beberapa pemain unggulan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Di dalam negeri, kiprahnya terlihat menjanjikan. Ia berada di puncak peringkat nasional untuk kategori Tunggal Putra Taruna per 15/12/09. Selain itu, ia juga mengoleksi gelar-gelar dalam negeri seperti Tangkas Alfamart Junior International Challenge 2009, Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bali 2009, dan Sirnas Kalimantan tahun 2007 dan 2009.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dengan sederet prestasinya itu, tentunya banyak yang bertanya padanya mengapa tidak masuk Pelatnas. Riyanto menjawab bahwa ia menunggu usianya cukup untuk masuk Pelatnas dewasa dan ia masih ingin mengenyam lebih banyak lagi pengalaman di klub PB Djarum</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tahun depan, Riyanto berharap mampu menjadi wakil Indonesia diajang kejuaraan Asia Yunior (Maret 2010) , Dunia Yunior (April 2010) dan Youth Olympic I di Singapura, pada Agustus 2010.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ditanya mengenai harapan ke depannya, ia ingin menjadi juara Olimpiade. &#8220;Mungkin Olimpiade 2016, tapi siapa tahu juga sudah bisa di Olimpiade 2012,&#8221; ujarnya sambil tersenyum. (DC/hk/yew)</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : http://www.pbdjarum.com/</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Feminism]]></title>
<link>http://rudirumer.wordpress.com/2009/12/22/feminism/</link>
<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 03:44:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>rudirumer</dc:creator>
<guid>http://rudirumer.wordpress.com/2009/12/22/feminism/</guid>
<description><![CDATA[The term feminism can be used to describe a political, cultural or economic movement aimed at establ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://rudirumer.wordpress.com/files/2009/12/v128.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-41" title="v128" src="http://rudirumer.wordpress.com/files/2009/12/v128.jpg?w=300" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p>The term <strong>feminism</strong> can be used to describe a political, cultural or economic movement aimed at establishing more rights and legal protection for women. Feminism involves political and sociological theories and philosophies concerned with issues of gender difference, as well as a movement that advocates more gender-specific rights for women and campaigns for women&#8217;s rights and interests.<sup>[1]</sup><sup>[2]</sup><sup>[3]</sup><sup>[4]</sup><sup>[5]</sup> Although the terms &#8220;feminism&#8221; and &#8220;feminist&#8221; did not gain widespread use until the 1970s, they were already being used in the public parlance much earlier; for instance, Katherine Hepburn speaks of the &#8220;feminist movement&#8221; in the 1942 film <em>Woman of the Year</em>.</p>
<p>According to Maggie Humm and Rebecca Walker, the history of feminism can be divided into three waves.<sup>[4]</sup><sup>[6]</sup> The first feminist wave was in the nineteenth and early twentieth centuries, the second was in the 1960s and 1970s, and the third extends from the 1990s to the present.<sup>[7]</sup> Feminist theory emerged from these feminist movements.<sup>[8]</sup><sup>[9]</sup> It is manifest in a variety of disciplines such as feminist geography, feminist history and feminist literary criticism.</p>
<p>Feminism has altered predominant perspectives in a wide range of areas within Western society, ranging from culture to law. Feminist activists have campaigned for women&#8217;s legal rights (rights of contract, property rights, voting rights); for women&#8217;s right to bodily integrity and autonomy, for abortion rights, and for reproductive rights (including access to contraception and quality prenatal care); for protection of women and girls from domestic violence, sexual harassment and rape;<sup>[1]</sup><sup>[10]</sup><sup>[11]</sup> for workplace rights, including maternity leave and equal pay; against misogyny; and against other forms of gender-specific discrimination against women.<sup>[12]</sup><sup>[13]</sup><sup>[14]</sup></p>
<p>During much of its history, most feminist movements and theories had leaders who were predominantly middle-class white women from Western Europe and North America.<sup>[15]</sup><sup>[16]</sup><sup>[17]</sup> However, at least since Sojourner Truth&#8217;s 1851 speech to American feminists, women of other races have proposed alternative feminisms.<sup>[16]</sup> This trend accelerated in the 1960s with the Civil Rights movement in the United States and the collapse of European colonialism in Africa, the Caribbean, parts of Latin America and Southeast Asia. Since that time, women in former European colonies and the Third World have proposed &#8220;Post-colonial&#8221; and &#8220;Third World&#8221; feminisms.<sup>[17]</sup> Some Postcolonial Feminists, such as Chandra Talpade Mohanty, are critical of Western feminism for being ethnocentric.<sup>[18]</sup> Black feminists, such as Angela Davis and Alice Walker, share this view.<sup>[15]</sup></p>
<h2>History</h2>
<p>Simone de Beauvoir wrote that &#8220;the first time we see a woman take up her pen in defense of her sex&#8221;<sup>[19]</sup> was Christine de Pizan who wrote <em>Epître au Dieu d&#8217;Amour</em> (Epistle to the God of Love) in the 15th century.<sup>[20]</sup> Heinrich Cornelius Agrippa and Modesta di Pozzo di Forzi worked in the 16th century.<sup>[20]</sup> Marie Le Jars de Gournay, Anne Bradstreet and François Poullain de la Barre wrote during the 17th.<sup>[20]</sup></p>
<p>Feminists and scholars have divided the movement&#8217;s history into three &#8220;waves&#8221;. The first wave refers mainly to women&#8217;s suffrage movements of the nineteenth and early twentieth centuries (mainly concerned with women&#8217;s right to vote). The second wave refers to the ideas and actions associated with the women&#8217;s liberation movement beginning in the 1960s (which campaigned for legal and social rights for women). The third wave refers to a continuation of, and a reaction to the perceived failures of, second-wave feminism, beginning in the 1990s.<sup>[7]</sup></p>
<h4>The Feminine Mystique</h4>
<p>Betty Friedan&#8217;s <em>The Feminine Mystique</em> (1963) criticized the idea that women could only find fulfillment through childrearing and homemaking. According to Friedan&#8217;s obituary in the <em>The New York Times</em>, <em>The Feminine Mystique</em> “ignited the contemporary women&#8217;s movement in 1963 and as a result permanently transformed the social fabric of the United States and countries around the world” and “is widely regarded as one of the most influential nonfiction books of the 20th century.”<sup>[26]</sup> In the book Friedan hypothesizes that women are victims of a false belief system that requires them to find identity and meaning in their lives through their husbands and children. Such a system causes women to completely lose their identity in that of their family. Friedan specifically locates this system among post-World War II middle-class suburban communities. At the same time, America&#8217;s post-war economic boom had led to the development of new technologies that were supposed to make household work less difficult, but that often had the result of making women&#8217;s work less meaningful and valuable.<sup>[27]</sup></p>
<h2>Theoretical schools</h2>
<p>Feminist theory is an extension of feminism into theoretical or philosophical fields. It encompasses work in a variety of disciplines, including anthropology, sociology, economics, women&#8217;s studies, literary criticism,<sup>[51]</sup><sup>[52]</sup> art history,<sup>[53]</sup> psychoanalysis<sup>[54]</sup> and philosophy.<sup>[55]</sup><sup>[56]</sup> Feminist theory aims to understand gender inequality and focuses on gender politics, power relations and sexuality. While providing a critique of these social and political relations, much of feminist theory focuses on the promotion of women&#8217;s rights and interests. Themes explored in feminist theory include discrimination, stereotyping, objectification (especially sexual objectification), oppression and patriarchy.<sup>[8]</sup><sup>[9]</sup></p>
<p>The American literary critic and feminist Elaine Showalter describes the phased development of feminist theory. The first she calls &#8220;feminist critique,&#8221; in which the feminist reader examines the ideologies behind literary phenomena. The second Showalter calls &#8220;gynocriticism,&#8221; in which the &#8220;woman is producer of textual meaning&#8221; including &#8220;the psychodynamics of female creativity; linguistics and the problem of a female language; the trajectory of the individual or collective female literary career and literary history.&#8221; The last phase she calls &#8220;gender theory,&#8221; in which the &#8220;ideological inscription and the literary effects of the sex/gender system&#8221; are explored.<sup>[57]</sup> The scholar Toril Moi criticized this model, seeing it as an essentialist and deterministic model for female subjectivity that fails to account for the situation of women outside the West.<sup>[46]</sup></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[MENGENAL TOKOH PSIKOLOGI  (WILHELM WUNDT)  ]]></title>
<link>http://aminamsyah.wordpress.com/2009/12/22/mengenal-tokoh-psikologi-wilhelm-wundt/</link>
<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 18:06:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>aam69</dc:creator>
<guid>http://aminamsyah.wordpress.com/2009/12/22/mengenal-tokoh-psikologi-wilhelm-wundt/</guid>
<description><![CDATA[Wilhelm Wundt (1832-1920) merupakan tokoh yang mempunyai peranan penting dalam dunia psikologi. Maw ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Wilhelm Wundt (1832-1920) merupakan tokoh yang mempunyai peranan penting dalam dunia psikologi. Maw tahu lebih lengkapnya?</p>
<p>Telah dipaparkan pada artikel pertama bahwa beliau merupakan pendiri psikologi modern.Tidak salah bila dia dijuluki Bapak Psikologi. Lantas bagaimana awal mulanya?</p>
<p>Oke saya akan certakan sekilas.</p>
<p>Pada mulanya dia mengajar fifiologi di Universitas Heidelburg. Kemudian dia dipnidahkan ke Laboratorium Helmholtz. Nah, sewaktu bekerja di sinilah muncul ide/ pemikiran bahwa Psikologi merupakan ilmu yang perlu mandiri, tidak tergantung pada ilmu lain dan juga ilmu yang eksperimental.</p>
<p>Bukunya yang berjudul ”Contributions to The Theory of Sensory perception” berisi tentang ide dan pemikirannya. Selanjutnya terdapat hal yang menarik dalam buku ini. Terdapat istilah “Experimental Psychology” untuk pertama kalinya atas dasar eksperimen-eksperimen yang dilakukannya sendiri dalam laboratorium yang didirikannya sendiri.</p>
<p>Pada tahub 1867 Wundt membuka course di Heidelberg dalam bidang Psychological Psychology, merupakan course yang pertama kali mengenai hal tersebut di seluruh dunia.</p>
<p>Wundt lebih menitikberatkan studinya mengenai pengalaman yang tidak langsung (immediate experience) daripada pengalaman yang langsung (mediate experience). Pengalaman langsung memberikan informasi atau pengetahuan sesuatu yanglain daripada elemen pengalaman itu sendiri. Misalnya kalau seseorang melihat bunga dan mengatakan bahwa “bunga itu merah”. Pernyataan ini memberikan gambaran bahwa perhatian orang yang utama adalah dalam bunga itu sendiri, bukan pada fakta bahwa seseorang mengalami kemerahannya bunga itu sediri.</p>
<p>Oke..</p>
<p>Kita sudah berkenalan dengan salah satu tokoh yang cukup berpengaruh dalam dunia psikologi.</p>
<p>NB; Saya akan selalu memberikan informasi-informasi di  artikel selanjutnya. Akan ada tokoh-tokoh Psikologi yang lain. Lagi.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ulama Pembangkang Terkemuka Iran Meninggal ]]></title>
<link>http://adulgopar.wordpress.com/2009/12/21/ulama-pembangkang-terkemuka-iran-meninggal/</link>
<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 04:37:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>doel</dc:creator>
<guid>http://adulgopar.wordpress.com/2009/12/21/ulama-pembangkang-terkemuka-iran-meninggal/</guid>
<description><![CDATA[Ulama pembangkang terkemuka Iran Grand Ayatollah Hossein Ali Montazeri Sejumlah laporan dari Iran me]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ulama pembangkang terkemuka Iran Grand Ayatollah Hossein Ali Montazeri Sejumlah laporan dari Iran me]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Sang Gubernur]]></title>
<link>http://andriformalhaut.wordpress.com/2009/12/19/sang-gubernur/</link>
<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 06:36:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>andri</dc:creator>
<guid>http://andriformalhaut.wordpress.com/2009/12/19/sang-gubernur/</guid>
<description><![CDATA[Syamsuddin Mahmud Sosok di samping, tak ada lagi yang meragukan kapabilitasnya sebagai seorang pemim]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Syamsuddin Mahmud Sosok di samping, tak ada lagi yang meragukan kapabilitasnya sebagai seorang pemim]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dr. Ir. H. Fadel Muhammad ]]></title>
<link>http://arviand.wordpress.com/2009/12/16/dr-ir-h-fadel-muhammad/</link>
<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 15:49:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>Arvian Doni Saputro</dc:creator>
<guid>http://arviand.wordpress.com/2009/12/16/dr-ir-h-fadel-muhammad/</guid>
<description><![CDATA[Dr. Ir. H. Fadel Muhammad lahir di Ternate pada 20 Mei 1952. Sejak 10 Desember 2001, ia terpilih seb]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><a href="http://arviand.wordpress.com/files/2009/12/fadel.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-35" title="fadel" src="http://arviand.wordpress.com/files/2009/12/fadel.jpg?w=206" alt="" width="206" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dr. Ir. H. Fadel Muhammad</strong> lahir di Ternate pada 20 Mei 1952. Sejak 10 Desember 2001, ia terpilih sebagai Gubernur Provinsi Gorontalo.</p>
<p style="text-align:justify;">Melalui Pilkada Gorontalo 2006 yang dilaksanakan pada 26 November 2006, ia terpilih kembali sebagai Gubernur Gorontalo dengan memperoleh 81 persen suara. Nilai ini merupakan nilai tertinggi di Indonesia untuk pilkada sejenis, sehingga dibukukan dalam Rekor MURI sebagai <em>“Rekor Pemilihan Suara Tertinggi di Indonesia untuk Pemilihan Gubernur”</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan <em>Surat Keputusan Presiden No. 73/P/2006</em> yang berlaku mulai 28 Desember 2006, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia mensahkannya menjadi Gubernur Gorontalo untuk masa kerja 2006-2011.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada 17 Januari 2007, atau sehari setelah pencanangan “Gerakan Peningkatan Produksi Padi Nasional 2 Juta Ton”, Menteri Dalam Negeri Mohammad Ma’ruf melantiknya sebagai Gubernur Gorontalo bersama Wakil Gubernur Gorontalo Ir. Hi Gusnar Ismail MM untuk periode kedua. Proses pelantikan dilaksanakan di Gedung DPRD, Botu (Gorontalo) dan disiarkan secara nasional melalui siaran TVRI.</p>
<p style="text-align:justify;">Bersama Wakil Gubernur Ir. Hi Gusnar Ismail MM, ia sukses memimpin Gorontalo sejak 2001-2006.</p>
<p style="text-align:justify;">Fadel sebelumnya adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia. Ia juga Ketua DPD I Golkar di Gorontalo. Setelah bercerai dengan istri pertamanya, ia menikah dengan Hasanah binti Thahir Shahab.</p>
<p style="text-align:justify;">Fadel meraih gelar Insinyur dari Jurusan Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1978. Saat sedang menempuh pendidikan di ITB, ia pernah mendapatkan tawaran beasiswa untuk belajar di Institut Teknologi California, namun tawaran tersebut ditolaknya. Ia pernah bergabung dengan Menwa ITB.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia adalah salah seorang pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan mantan pemimpin Grup Bukaka yang juga didirikannya. Selain itu, ia pernah menjadi salah seorang pemegang saham Bank Intan yang kemudian dilikuidasi. Saat ini Fadel juga adalah Ketua Umum Pengurus Dewan Jagung Nasional.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Daftar Riwayat Hidup</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Nama: Fadel Muhammad<br />
Tempat, tanggal lahir: Ternate, 20 Mei 1952</p>
<p style="text-align:justify;">Website:</p>
<div style="text-align:justify;"></div>
<ul>
<li><a href="http://fadelmuhammad.org/staging/">fadelmuhammad.org</a></li>
<li><a href="http://www.facebook.com/pages/fadel-muhammad/47904286195" target="_blank">www.facebook.com/pages/fadel-muhammad/47904286195</a></li>
</ul>
<div style="text-align:justify;">
<p><strong>Pendidikan:</strong><br />
* Fakultas Teknik Industri, Departemen Teknik Fisika ITB, (1978).<br />
* Doktor Ilmu Administrasi Negara (predikat Cum Laude), Universitas Gadjah Mada (2007).<br />
* Kursus-kursus Manajemen dan Leadership baik di dalam maupun di luar negeri.</p>
<p><strong>Pengalaman kerja/usaha:</strong><br />
Dunia Usaha:<br />
<em>President dan Chairman dari beberapa perusahaan lokal dan joint ventures dengan perusahaan international sejak tahun 1985.</em><br />
Profesi:<br />
<em>Anggota Dewan Pertimbangan KADIN INDONESIA sejak 2003<br />
</em>Pendidikan:<br />
<em>* Dosen untuk mata kuliah Seminar Kewirausahaan di FE Univesitas Trisakti Jakarta (1998 – 2000).<br />
* Mengajar pada program Doktor di Universitas Negeri Makasar untuk mata kuliah Manajemen Adminitrasi Publik dan Birokrasi (2007 – 2008).<br />
* Memberikan ceramah/kuliah umum pada berbagai Program Pasca Sarjana di sejumlah universitas untuk topik Kewirausahaan dan New Public Management.<br />
</em>Pemerintahan:<br />
<em>* Gubernur Provinsi Gorontalo (periode 2001 – 2011).<br />
* Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (periode 2003 – 2007).<br />
* Ketua Dewan Jagung Indonesia (periode 2004 &#8211; ).<br />
</em>Legislatif:<br />
<em>* Anggota MPR-RI sejak 1992-2004.</em><br />
Politik:<br />
<em>* Pengurus Inti DPP Partai Golkar sejak 1989 – 2004.<br />
* Ketua DPD Partai Golkar periode 2005 – 2010.</em></p>
<p>Atas sumbangsih yang beliau dedikasikan kepada masyarakat–baik nasional maupun internasional–sejumlah penghargaan telah dianugerahkan kepada beliau antar lain:<br />
<em>* UPAKARTI oleh Presiden RI (1989), atas jasa dalam membina industri kecil dalam bidang permesinan.<br />
* SATYALANCANA PEMBANGUNAN oleh Presiden RI (1990), atas jasa-jasa yang besar dalam bidang pembangunan.<br />
* MEDALI KARYA TEKNIK UNGGUL oleh Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia (PATI) (1990), atas jasa dalam pengembangan teknologi di Indonesia.<br />
* LEE KUAN YEW FELLOWSHIP AWARD oleh Pemerintah Singapura (1994) atas jasa di bidang kerjasama dalam meningkatkan hubungan persahabatan kedua negara.</em></p>
<p>Selama menjabat sebagai Gubernur Gorontalo periode 2001-2007, ada 34 penghargaan yang diperoleh, diantaranya :<br />
<em>* PENGHARGAAN KETAHANAN PANGAN TINGKAT NASIONAL Tahun 2004-2006 (Piala Abadi).<br />
* PIAGAM PENGHARGAAN “CITRA PELOPOR INOVASI PELAYANAN PRIMA” atas keberhasilannya sebagai Pelopor Invoasi Pelayanan Prima dalam rangka Kepemerintahan Yang Baik, oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, pada 22 Desember, 2006 dihadapan Presiden RI di Istana Negara, Jakarta.<br />
* PENGHARGAAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RI atas Pencapaian Menuju Tertib Administrasi Keuangan pada tahun 2005, oleh Ketua BPK RI dihadapan Presiden RI pada 9 Januari, 2007 di Jakarta.<br />
* SATYALANCANA PEMBANGUNAN dari Presiden RI Pada 7 Juli, 2007, di Banyuasin, Palembang.<br />
* SATYALANCANA PEMBANGUNAN dari Presiden RI pada 17 Agustus, 2007 di Kantor Menteri Dalam Negeri Jakarta.<br />
* PENGHARGAAN PRAKARSA PEMBANGUNAN MANUSIA INDONESIA Tahun 2007 atas prakarsa pemerintah dan seluruh masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Piagam Pembangunan Manusia Indonesia yang dideklarasikan tahun 2006 oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI pada 17 Desember, 2007 di Jakarta.<br />
* RTTI (REGIONAL TRADE TOURISM INVESTMENT) AWARD dari Dewan Perwakilan Daerah RI atas prestasi mengembangkan iklim investasi yang bersahabat dengan dunia usaha dan masyarakat pariwisata pada 26 Mei 2008 di Jakarta.</em></p>
<p>disadur dari :  <a href="http://fadelmuhammad.org/staging/tentang-fadel/">http://fadelmuhammad.org/staging/tentang-fadel/</a></p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Habibie Sulit Berhenti Berfikir]]></title>
<link>http://adulgopar.wordpress.com/2009/12/14/habibie-sulit-berhenti-berfikir/</link>
<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 04:11:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>doel</dc:creator>
<guid>http://adulgopar.wordpress.com/2009/12/14/habibie-sulit-berhenti-berfikir/</guid>
<description><![CDATA[Mantan Presiden RI, B.J Habibie (ANTARA) Batam &#8211; Presiden RI ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mantan Presiden RI, B.J Habibie (ANTARA) Batam &#8211; Presiden RI ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pakar Ekonomi Paul Samuelson Meninggal Pada Usia 94 Tahun ]]></title>
<link>http://adulgopar.wordpress.com/2009/12/14/pakar-ekonomi-paul-samuelson-meninggal-pada-usia-94-tahun/</link>
<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 04:07:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>doel</dc:creator>
<guid>http://adulgopar.wordpress.com/2009/12/14/pakar-ekonomi-paul-samuelson-meninggal-pada-usia-94-tahun/</guid>
<description><![CDATA[Paul Samuelson Pakar ekonomi Amerika yang terkenal, Paul Samuelson meninggal dunia hari Minggu di ru]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Paul Samuelson Pakar ekonomi Amerika yang terkenal, Paul Samuelson meninggal dunia hari Minggu di ru]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Prophet (SAW)'s Prayers!]]></title>
<link>http://muhdhazrie.wordpress.com/2009/12/12/prophet-saws-prayers/</link>
<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 10:56:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>Muhd Hazrie  Abdul Wahab</dc:creator>
<guid>http://muhdhazrie.wordpress.com/2009/12/12/prophet-saws-prayers/</guid>
<description><![CDATA[For Morning &amp; Evening Dua to be recited in the morning أَصْبَـحْـنا وَأَصْبَـحْ المُـلكُ للهِ رَ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote>
<table style="height:2882px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="420">
<tbody>
<tr>
<td height="19">
<div>For Morning &#38; Evening</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div><strong> Dua to be recited in  the morning </strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div dir="rtl">أَصْبَـحْـنا وَأَصْبَـحْ المُـلكُ للهِ رَبِّ  العـالَمـين ، اللّهُـمَّ إِنِّـي أسْـأَلُـكَ خَـيْرَ هـذا الـيَوْم ،  فَـتْحَهُ ، وَنَصْـرَهُ ، وَنـورَهُ وَبَـرَكَتَـهُ ، وَهُـداهُ ،  وَأَعـوذُ بِـكَ مِـنْ شَـرِّ ما فـيهِ وَشَـرِّ ما بَعْـدَه</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>The morning has come to me and the whole universe  belongs to Allah, the Lord of the worlds, O Allah, I ask of you the good  of the day, it&#8217;s success and aid and it&#8217;s nur (celestial light) and  barakaat (blessings) and seek hidayah (guidance) and seek refuge from  the evil in it (this day) and from the evil of that which is to come  later.</p>
<p>(Hisn from Abu Dawood)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>
<pre></pre>
</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div><strong>Alternatively, recite  this dua </strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div dir="rtl">اللّهُـمَّ بِكَ أَصْـبَحْنا وَبِكَ أَمْسَـينا ، وَبِكَ نَحْـيا وَبِكَ  نَمُـوتُ وَإِلَـيْكَ المَصِيْر</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>O Allah we enter the day time and the evening and die  with your Qudrat (power) and to You do we return.</p>
<p>(Tirmidhi)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div><strong> When the sun rises  recite </strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div dir="rtl">الْحَمْدُ  لِلَّهِ الَّذِي أَقَالَنَا يَوْمَنَا هَذَا وَلَمْ يُهْلِكْنَا  بِذُنُوبِنَا     (مُسْلِمْ)</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>All praise be to Allah who has forgiven us today and not  destroyed us due to our sin.</p>
<p>(Muslim)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div><strong>In the evening recite</strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div dir="rtl">أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى  الْمُلْكُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ  خَيْرَ هَذِهِ اللَّيْلَةَ فَتْحَهَا وَنَصْرَهَا وَنُورَهَا وَبَرَكَتَهَا  وَهُدَاهَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>The evening has come to me and the whole universe  belongs to Allah who is The Lord of the worlds. O Allah, I ask of you  the good of the night, it&#8217;s success and aid and its nur (celestial  light) and barakaat (blessings) and seek hidayat (guidance) and refuge  from the evil of this night and the evil that is to come later.</p>
<p>(Abu Dawood)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div><strong> Alternatively recite  this </strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div dir="rtl">اللَّهُمَّ  بَكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوتُ  وَإِلَيْكَ النُّشُورُ</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>O Allah we enter the night and the day and live and die  with Your Qudrat (strength) and to You do we return.</p>
<p>(Tirmidhi)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div><strong> After the expiry of  Maghrib time, recite this dua </strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div dir="rtl">اللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وَإِدْبَارُ  نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ لِي</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>O Allah, this is the time of the coming of the night and  the passing of the day and the voices of those calling You to forgive  us.</p>
<p>(Miskhaat)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div><strong> Other supplications to  be recited in the morning &#38; evenings </strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Uthman  (R.A.) reported that Prophet Mohammad (S.A.W.) has said that (nothing  will harm) the servant who recites these words three times every morning  and evening.</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div dir="rtl">بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي  لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ  وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>We have made (started) the morning (and night) in whose  Name nothing in the skies and the earth can harm and He is the  All-hearing, the All-knowing.</p>
<p>(Tirmidhi)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>It is narrated by Abu Dawood that if one recites this  dua in the morning, no unforeseen calamity will come to him.</p>
<p>(Miskhat)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Prophet Mohammad (S.A.W.) said that if a person recites  three ayats of Surah Rum (Para 21) and if he misses his normal  recitation of the day, he will still be rewarded for it. This applies to  the night as well.</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div dir="rtl">فَسُبْحَانَ اللَّهِ  حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ * وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ  وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ * يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ  الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِي الْأَرْضَ  بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَلِكَ تُخْرَجُونَ</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>&#8220;So remember Allah in the evening and the morning. To  him is the praise in the Heavens and the Earth and in the last hours and  when it is noon. He brings forth the living from the dead and the dead  from the living and He revives the earth after it is dead. And even so  you shall be brought forth&#8221;.</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Abu Huraira (R.A) narrated that Prophet Mohammad  (S.A.W.) said that whosoever reads the beginning of Surah Mo&#8217;min (para  24) and Ayatul-Qursi in the morning, then he will be protected from  calamaties and ploys till the evening and whosoever recites these in the  evenings, will be protected from calamities and ploys till the morning.</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>حم * تَنزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ  اللَّهِ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ * غَافِرِ الذَّنبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ  شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ إِلَيْهِ  الْمَصِيرُ</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>&#8220;Ha. Meem, The sending down of this book is from Allah  who is the All-Mighty, the All-Knowing, The Forgiver of sins and the  Acceptor of repentance, Severe in retribution, Bountiful there is no  ilah but He, Unto Him is our return&#8221;.</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div dir="rtl">اللّهُ لاَ إِلَـهَ  إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ  لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ  عِندَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا  خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ  وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا  وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Allah! There is no ilah (deity worthy of worship) but He  The Living, The Eternal One. Neither slumber, nor sleep overtakes Him.  To Him belonges whatever is in the Heavens and on the earth. Who is he  that can intercede with Him but by His permission? He knows what is  before and what is behind them. They encompass nothing of His knowledge  which He will. His Throne extends over the Heavens and the Earth, and  the preservation of both does not weary Him. He is the Exalted The  Immense One.</p>
<p>(Qur&#8217;an 3:25)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Prophet Mohammad (S.A.W.) stated that a person who has  recited (the underlying) in the morning, he has pleased (praised,  glorified) Allah for His favours of the morning, and if he has done so  in the night, he has thanked Allah for His favours of the night.</p>
<p>(Abu Dawood, Nisai)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div dir="rtl">اللَّهُمَّ مَا  أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ  لَا شَرِيكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Translation: &#8220;O Allah, whatever favours You have  bestowed upon me and all other creations is only from you. You are One,  You have no partners. Praise and Shukr (thanks) be to You&#8221;.</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>If recited in the night, then recite مَا أمَْسيَ in place of مَا أَصْبَحَ بِي</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Thuban (R.A.) narrated that Prophet Mohammad (SAW)  stated that if a Muslim servant recites (the underlying) three times  every morning, then it becomes the responsibility of Allah to satisfy  him on the Day of Qiyamah.</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div dir="rtl">رَضِيتُ بِاللَّهِ  رَبَّاً وَبِالْإِسْلَامِ دِينَاً وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيَّاً</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Translation: I am pleased with Allah as my Lord, Islam  as my Deen and Muhammad (SAW) as my Nabi.</p>
<p>(Tirmidhi)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Muagal bin Yasaar (R.A.) narrates that Prophet Mohammad  (S.A.W.) has stated that a person who recites three times</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div dir="rtl">أَعُوذُ بِاللَّهِ  السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>in the morning the last three ayats of Suratul Hashr  then Allah delegates 70,000 angles to send mercy onto him till the  evening and if he dies that day, he will die as a martyr and if he  recites these in the evening then Allah delegates 70,000 angels to send  mercy onto him till the morning and if he dies that night, he dies as  martyr.</p>
<p>(Tirmidhi)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div dir="rtl">هُوَ اللَّهُ الَّذِي  لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ  الرَّحِيمُ * هُوَ اللَّهُ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْمَلِكُ  الْقُدُّوسُ السَّلامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ  الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ * هُوَ اللَّهُ  الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى  يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ  الْحَكِيمُ *</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>&#8220;He is Allah, there is no ilah but He, He is the knower  of the unseen and the witness He is the All-Merciful, the All  compassionate. He is Allah, there is no ilah but He. He is the king, the  Holy, the Giver of Safety. The Taker-in shelter the All-Mighty, the  omnipotent, the All-Sublime. Allah is Pure and Pure of what they  associate (with Him). He is Allah, the Creator, the One who is Perfect.  To Him belong names Most Excellent. All that is in the heavens and the  earth, glorify Him and He is the All-Mighty, the All-Wise&#8221;.</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Ataa bin Abi Rahaa (R.A.) narrates that Prophet Mohammad  (S.A.W.) has stated that if a person recites Surah Yaseen early in the  morning then his need for the day will be fullfilled.</p>
<p>(Mishkat)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Benefit: The recitation of Surah Ikhlaas, Surah Falaq  and Surah Naas three times each in the mornings and evenings, has been  encouraged in the Ahadith.</p>
<p>(Hisn-ulHasin)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div><strong>Supplications to be  recited at night </strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Abdullah bin Masood  (R.A.) states that Prophet Mohammad (S.A.W.) has said that the person  who recites Suratul Waqia (para 27) every night, will never be poverty  stricken (hungry) (Baihagi in Shabatul Iman)</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Uthman (R.A.) states that a  person who recites from</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div dir="rtl">إِنَّ فِي خَلْقِ  السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>in Surah Al-Imran till the end of the Surah on any night  or part of the night, will receive the reward of performing his Salaat  for the whole night.</p>
<p>(Mishkat)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Jabir (R.A.) states that Prophet Mohammad (S.A.W.) never  slept before reciting Surah Alif Laam Meem Sajda (21 para) and Surah  Tabarakal Lazi.</p>
<p>(Mishkat)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Abdullah bin Masood (R.A.) narrates that Prophet  Mohammad (S.A.W.) has stated that the person who recites the last two  ayats of Suratul Baqarah till the end, then these two ayats will be  sufficient for him, i.e. Allah will protect him from all evil and ploys.</p>
<p>(Bukhari, Muslim)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>When retiring to sleep, make wudhu, dust off the bed  three times, lie on the right side, place the right hand under the head  or cheeks and recite the following dua three times.</p>
<p>(Mishkat and Hsinul Hasin, Bukhari Muslim)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div dir="rtl">اللَّهُمَّ قِنِي  عَذَابَكَ يَوْمَ تَجْمَعُ عِبَادَكَ</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>&#8220;O Allah, save me from the punishment on the Day when  You will gather Your servants&#8221;.</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Alternatively recite this dua</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div dir="rtl">بِاسْمِكَ رَبِّي  وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا  وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ  الصَّالِحِينَ</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>&#8220;Oh my Lord, I have taken Your name and placed myself on  my side and by Your power will rise up again. If you take my soul  whilst I am sleeping (grant me death) then have mercy on my soul and if  you leave me (let me live) by your power protect me by that with which  you have protected your righteous servants&#8221;.</p>
<p>(Bukhari, Muslim)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div><strong>Or recite this dua </strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div dir="rtl">اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ  أَمُوتُ وَأَحْيَا</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>&#8220;O Allah, by Your name I live and die&#8221;.</p>
<p>(Bukhari, Muslim)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div><strong>Or recite this dua </strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div dir="rtl">اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ  نَفْسِي إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَوَفَوَّضْتُ أَمْرِي  إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا  مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ  الَّذِي أَنْزَلْتَ وَنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>&#8220;I submit my life to you, I turn towards You and leave  my work unto you, I lean on you, desire your boons and fear you as there  is no other salvation besides you. I believe in the kitab (Book) you  have revealed and in the Rasul(Prophet) you have sent.</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Prophet Mohammad (S.A.W.) showed (taught a Sahabi) this  dua and said: &#8220;If after reading it you die in the night, then it is as  if you have died on &#8216;Natural Deen&#8217; and if you awake in the morning alive  then you will have good fortune&#8221;.</p>
<p>(Mishkat)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Anas (R.A.) narrates that Prophet Mohammad (S.A.W.) said  that if a person retires to bed on the side and recites Surah Fathiha  and Surah Ikhlaas (Qul huwa- Allaho Ahad) he is immune from everything  besides death.</p>
<p>(Hisnul Hasan from Albazr)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Sahabi (R.A.) requested Prophet Mohammad (S.A.W.) that  Prophet Mohammad (S.A.W.) teach him something to recite at the time of  retiring to bed. Prophet Mohammad (S.A.W.) said: &#8220;Recite Qul Ya Ayuhal  Kafiroon, for in it (there is an announcement) to refrain from shirk.</p>
<p>(Mishkat from Tirmidhi)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>In some ahadith it is stated that one should sleep after  reciting (i.e. not to talk after reciting it).</p>
<p>(Hisnul Hasin from Albazr)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Ayesha (R.A.) narrates that when Prophet Mohammad  (S.A.W.) used to go to the room for sleep, he used to recite Suras  Ikhlaas, Falaq, Nass and blow onto his hand (palms) in such a manner  that the saliva would drop on them and then he would rub them over his  body three times starting from the front of the face.</p>
<p>(Bukhari, Muslim)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Beside this he would recite</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>33 times  سُبْحَانَ اللَّهِ</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>33 times  الْحَمْدُ لِلَّهِ</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>34 times  اللَّهُ أَكْبَرُ</p>
<p>(Mishkat)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>He also used to recite Ayatul Qursi as Allah has  stipulated that the reciter will be protected throughout the night by  the angels and the Satan will not come near.</p>
<p>(Bukhari)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div><strong>Also recite this dua  three times </strong></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div dir="rtl">أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ  الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبِ إِلَيْهِ</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Its virtues are that all the reciter&#8217;s sins will be  forgiven even if it be equal to the extent of the foam in the ocean.</p>
<p>(Tirmidhi)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Recite Bismillah while closing doors, covering utensils,  and putting off the light (candles etc.)</p>
<p>(Mishkat)</p></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td height="19"></td>
</tr>
<tr>
<td height="19">
<div>Prophet Mohammad (S.A.W.) said that when a person enters  his bed (to sleep), an angel and a Shaitaan surround him. The Shaitaan  whispers &#8216;your awakening will end in evil&#8217; and the angel says&#8217; end in  good&#8221;. One sleeps after engaging in dhikr, the angels will protect him  throughout the night. In order to gain the protection of the angels, it  is wise to engage in Dhikr and then sleep.</p>
<p>(Hisnul Hasin)</p></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[A List of the Major Signs]]></title>
<link>http://muhdhazrie.wordpress.com/2009/12/12/a-list-of-the-major-signs/</link>
<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 10:42:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>Muhd Hazrie  Abdul Wahab</dc:creator>
<guid>http://muhdhazrie.wordpress.com/2009/12/12/a-list-of-the-major-signs/</guid>
<description><![CDATA[Auf bin Malik (R.A.) says: I came to Rasulullah (Sallallahu Alayhi Wasallam) while he was in his ski]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><blockquote><p>Auf bin Malik (R.A.) says: I came to Rasulullah (Sallallahu Alayhi  Wasallam) while he was in his skin tent during the Tabuk expedition. He said to  me, &#8220;Count six things before the advent of Qiyamah:</p>
<ul>
<li>My death</li>
<li>The conquest of Jerusalem</li>
<li>Mass deaths amongst you people, just as when sheep die in large<br />
numbers  during an epidemic</li>
<li>Abundance of wealth to such an extent that if a person were to be<br />
given a  hundred Dinars he will still not be satisfied</li>
<li>General anarchy and bloodshed, that no Arab household will be spared<br />
from  it</li>
<li>Then a life of peace as a result of a peace agreement between you and the  Banil Asfaar (Romans) which they will break and attack you with a force  consisting of eighty flags and under each flag will be an army of twelve  thousand men.&#8221;</li>
</ul>
<p>(Bukhari).</p>
<h2>Signs Before the Major Signs (i.e. before the emergence of Imam  Mahdi)</h2>
<p>Christain Rule Will be dominant</p>
<p>ANOMALOUS INCIDENTS  WILL OCCUR<br />
Occurrence of red winds, disfiguration of faces (man to pig), and  people being swallowed into the ground.</p>
<p>GENOCIDE<br />
A man from Abu  Sufyaan&#8217;s progeny massacres descendents of Nabi (S.A.W) and rules over Syria and  Egypt.</p>
<p>WAR<br />
A major war between Muslims and Christians: Half the  Christian army will sign a peace treaty with the Muslim army, while the second  half of the Christian army remains the common enemy.</p>
<p>ISTANBUL CONQUERED  BY CHRISTIANS<br />
The enemy half of the Christian army conquers Constantinople  (Istanbul), Turkey.</p>
<p>ISTANBUL RECONQUERED JOINTLY BY MUSLIM AND  CHRISTIANS<br />
The Muslims and the good half of the Christian army conquer  Constantinople together, against the enemy Christians. Thereafter, a Christian  will say the victory was due to the cross, and the Muslim will say it was due to  Islam. A battle between both sides will ensue, and the Muslim Ruler will be  martyred.</p>
<p>SYRIA CONQUERED BY CHRISTIANS<br />
The two Christian armies  reunite, conquering Syria.</p>
<p>CHRISTIAN DOMINATION<br />
Christians dominate  the world up to Khaiber (near Madinah), and they will pursue Muslims with 80  flags, with 12,000 men under each flag.</p>
<p>MUSLIMS AWAIT IMAM  MAHDI</p>
<p>TOTAL ECLIPSE<br />
A total eclipse of the sun and moon will occur in  Ramadhan, prior to Imam Mahdi&#8217;s emergence.</p>
<h2>The Major Signs:</h2>
<p>IMAM MAHDI EMERGES<br />
At age 40, Imam Mahdi  appears in Makkah, then flees to Madinah.</p>
<p>MUSLIM ARMY MARCHES<br />
The army  of Mansoor from Khurasaan will head towards Makkah to aid Imam Mahdi. They will  win many battles on the way. No force will be able to stop them. They will carry  black flags.</p></blockquote>
<blockquote><p><img class="aligncenter" src="http://g-ecx.images-amazon.com/images/G/01/ciu/09/51/afa381b0c8a036421f25c110.L.gif" alt="" width="500" height="358" /><br />
<img src="/DOCUME%7E1/hazrie/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.png" alt="" /><br />
SUFYAANI ARMY SWALLOWED BY THE EARTH.<br />
The Sufyaani army  (an Anti-Muslim force) from Syria singles out Imam Mahdi for execution. On the  way to Makkah, they get swallowed into the ground. A second Sufyaani army is  created with 960,000 men (of 80 nations).</p>
<p>CONFRONTATION IN SYRIA<br />
Imam  Mahdi and the Muslim army go to Syria to confront the Christians. The  Christians, before the battle, will ask Muslims for the return of their  prisoners-of-war. The Muslims will refuse. The battle will begin. One-third of  Imam Mahdi&#8217;s army will flee (their repentance will not be accepted), one-third  will be martyred, and one-third will gain victory over the  Christians.</p></blockquote>
<blockquote>
<p><img class="aligncenter" src="http://yalibnan.com/site/archives/2008/08/17/SYRIA,%20lebanon%20MAP.gif" alt="" width="508" height="461" /></p></blockquote>
<blockquote><p>MUSLIM ARMY UNDER IMAM MAHDI CONQUERS PALESTINE</p>
<p>JIHAAD  ON INDIA<br />
A jamaat of Muslims wages Jihaad on India and be  successful.</p>
<p>SYRIA UNDER MUSLIM RULE<br />
Imam Mahdi returns to Syria and  establishes Muslim rule over the lands he passes.</p>
<p>ANIMOSTIY RIFE AMONGST  THE PEOPLE<br />
At this time, Muslims will be weak and there will be very few  pious people.</p>
<p>3 RUMORS OF EMERGENCE OF DAJJAL&#8230; 3 YEARS OF  DROUGHT<br />
Before the emergence of Dajjal there will be three years of drought.  The first year, the skies will retain 1/3 of its water, the second year 2/3, and  all of its water the third year.</p>
<p>DAJJAL APPEARS<br />
Dajjal appears. His  followers, the Yahudis, will number 70,000 and will wear expensive silk attire  and carry double edged swords.</p>
<p>HADHRAT ISA (A.S.) (JESUS)  APPEARS<br />
Hadhrat Isa (A.S.)descends during the lifetime of Imam  Mahdi.</p>
<p>DAJJAL KILLED AT THE GATE OF HUDD<br />
Hadhrat Isa (A.S.) kills  Dajjal at the Gate of Hudd, near an Israeli airport, in the valley of &#8220;Ifiq.&#8221;  The final war between the Yahudi&#8217;s will ensue, and the Muslims be  victorious.<br />
<img class="aligncenter" src="http://www.viewzone.com/moslemp3.jpg" alt="" width="416" height="300" /><br />
TOTAL PEACE<br />
With the death of Dajjal, all wars will end.  Jihad will be stopped; peace, harmony, and tranquility will be on earth. The  earth will produce abundant crops and fruit. The people will follow  Islam.</p>
<p>HADHRAT ISA RECEIVES REVELATION<br />
The revelation tells that the  Yajooj and Majooj will soon be released and the believers should be taken to Mt.  Toor (Sinai).<br />
<img class="aligncenter" src="http://www.sacredsites.com/africa/egypt/images/st-catherines-monastery-500.jpg" alt="" width="500" height="333" /><br />
YAJOOJ AND MAJOOJ (&#8220;Gog and Magog&#8221;) RELEASED<br />
The Yajooj  and Majooj surge forth in large numbers. They destroy everything in their path  in their effort to conquer the world. They will be released in two  groups.</p>
<p>YAJOOJ AND MAJOOJ REACH JERUSALEM<br />
When they reach Mount  Khamrin in Jerusalem, they will proclaim to have conquered the world. Then the  will shoot arrows into the sky to conquer the heavens. The arrows will return  blood stained.</p>
<p>HARDHSHIPS ON MOUNT TOOR<br />
Scarcity of provisions and  hardships will afflict the Muslims. Hadhrat Isa (A.S.) and the Muslims will pray  for the removal of the calamity.</p>
<p>YAJOOJ AND MAJOOJ KILLED BY  INFECTIONS<br />
Their prayers were answered and the Yajooj and Majooj develop boil  infections, causing them to burst simultaneously as a result.</p>
<p>EARTH FULL  OF STENCH OF CORPSES<br />
Hadhrat Isa (A.S.) and his companions pray again and  huge birds are sent to pick up the Yajooj and Majooj corpses and dispose of them  in Nahbal (according to Tirmidhi), the ocean or elsewhere.</p>
<p>PEACE ON  EARTH<br />
It will rain for forty days and the earth will be cleansed. Muslims  will burn the bows and arrow of Yajooj and Majooj for 7 years. Life will be  peaceful while Hadhrat Isa (A.S.) is alive. The earth will be bountiful. Hadhrat  Isa will live 19 years after marriage.</p>
<p>HADHRAT ISA PASSES AWAY AND BURIED  NEXT TO MUHAMMED (S.A.W.)</p>
<p>OTHER LEADERS FOLLOW AFTER HADHRAT ISA  (A.S.)<br />
Jahjaan from Qahtaan, from a tribe in Yemen, will rule as the next  Khalifa. Muquad, from a tribe of Banu Tamim will also be a deputy. SOCIETY  SLOWLY DECAYS AND KUFR SETS IN</p>
<h2>The Final Signs of Qiyaamah:</h2>
<p>1 THE CAVING IN OF THE  GROUND<br />
The ground will cave in: one in the east, one in the west, and one in  Hejaz, Saudi Arabia.</p>
<p>2 THE FORTY DAY SMOKE/FOG<br />
Fog or smoke will cover  the skies for forty days. The non-believers will fall unconscious, while Muslims  will be ill (develop colds). The skies will then clear up.</p>
<p>3 THE NIGHT OF  THREE NIGHTS<br />
A night three nights long will follow the fog. It will occur in  the month of Dhul-Hajj after Eid al-Adha, and cause much restlessness among the  people.</p>
<p>4 THE RISING OF THE SUN IN THE WEST<br />
After the night of three  nights, the following morning the sun will rise in the west. People&#8217;s repentance  will not be accepted after this incident.</p>
<p>5 THE BEAST FROM THE EARTH  APPEARS<br />
One day later, the Beast from the earth will miraculously emerge from  Mount Safaa in Makkah, causing a split in the ground. The beast will be able to  talk to people and mark the faces of people, making the believers&#8217; faces  glitter, and the non-believers&#8217; faces darkened.</p>
<p>6 THE BREEZE FROM THE  SOUTH<br />
A breeze from the south causes sores in the armpits of Muslims, which  they will die of as a result.</p>
<p>7 DESTRUCTION OF THE KA&#8217;BAH<br />
The Ka&#8217;bah  will be destroyed by non-Muslim African group. Kufr will be rampant. Hajj will  be discontinued. The Qur&#8217;an will be lifted from the heart of the people, 30  years after the ruler Muquad&#8217;s death.</p>
<p>8 FINAL SIGN OF QIYAMAH: FIRE IN  YEMEN<br />
The fire will follow people to Syria, after which it will  stop.</p>
<p>COMMENCEMENT OF QIYAMAH<br />
Some years after the fire, Qiyamah  begins with the Soor (trumpet) being blown. The year is not known to any person.  Qiyamah will come upon the worst of creation.</p>
<p>Taken from:<br />
&#8216;Signs of  Qiyamah&#8217; by Mohammed Ali Ibn Zubair Ali and &#8216;Major Signs of Qiyamat&#8217; by Mufti  Afzal Hoosen Elias Auf bin Malik (R.A.) says: I came to  Rasulullah (Sallallahu Alayhi Wasallam) while he was in his skin tent during the  Tabuk expedition. He said to me, &#8220;Count six things before the advent of  Qiyamah:</p>
<ul>
<li>My death</li>
<li>The conquest of Jerusalem</li>
<li>Mass deaths amongst you people, just as when sheep die in large<br />
numbers  during an epidemic</li>
<li>Abundance of wealth to such an extent that if a person were to be<br />
given a  hundred Dinars he will still not be satisfied</li>
<li>General anarchy and bloodshed, that no Arab household will be spared<br />
from  it</li>
<li>Then a life of peace as a result of a peace agreement between you and the  Banil Asfaar (Romans) which they will break and attack you with a force  consisting of eighty flags and under each flag will be an army of twelve  thousand men.&#8221;</li>
</ul>
<p>(Bukhari).</p>
<h2>Signs Before the Major Signs (i.e. before the emergence of Imam  Mahdi)</h2>
<p>Christain Rule Will be dominant</p>
<p>ANOMALOUS INCIDENTS  WILL OCCUR<br />
Occurrence of red winds, disfiguration of faces (man to pig), and  people being swallowed into the ground.</p>
<p>GENOCIDE<br />
A man from Abu  Sufyaan&#8217;s progeny massacres descendents of Nabi (S.A.W) and rules over Syria and  Egypt.</p>
<p>WAR<br />
A major war between Muslims and Christians: Half the  Christian army will sign a peace treaty with the Muslim army, while the second  half of the Christian army remains the common enemy.</p>
<p>ISTANBUL CONQUERED  BY CHRISTIANS<br />
The enemy half of the Christian army conquers Constantinople  (Istanbul), Turkey.</p>
<p>ISTANBUL RECONQUERED JOINTLY BY MUSLIM AND  CHRISTIANS<br />
The Muslims and the good half of the Christian army conquer  Constantinople together, against the enemy Christians. Thereafter, a Christian  will say the victory was due to the cross, and the Muslim will say it was due to  Islam. A battle between both sides will ensue, and the Muslim Ruler will be  martyred.</p>
<p>SYRIA CONQUERED BY CHRISTIANS<br />
The two Christian armies  reunite, conquering Syria.</p>
<p>CHRISTIAN DOMINATION<br />
Christians dominate  the world up to Khaiber (near Madinah), and they will pursue Muslims with 80  flags, with 12,000 men under each flag.</p>
<p>MUSLIMS AWAIT IMAM  MAHDI</p>
<p>TOTAL ECLIPSE<br />
A total eclipse of the sun and moon will occur in  Ramadhan, prior to Imam Mahdi&#8217;s emergence.</p>
<h2>The Major Signs:</h2>
<p>IMAM MAHDI EMERGES<br />
At age 40, Imam Mahdi  appears in Makkah, then flees to Madinah.</p>
<p>MUSLIM ARMY MARCHES<br />
The army  of Mansoor from Khurasaan will head towards Makkah to aid Imam Mahdi. They will  win many battles on the way. No force will be able to stop them. They will carry  black flags.</p>
<p>SUFYAANI ARMY SWALLOWED BY THE EARTH.<br />
The Sufyaani army  (an Anti-Muslim force) from Syria singles out Imam Mahdi for execution. On the  way to Makkah, they get swallowed into the ground. A second Sufyaani army is  created with 960,000 men (of 80 nations).</p>
<p>CONFRONTATION IN SYRIA<br />
Imam  Mahdi and the Muslim army go to Syria to confront the Christians. The  Christians, before the battle, will ask Muslims for the return of their  prisoners-of-war. The Muslims will refuse. The battle will begin. One-third of  Imam Mahdi&#8217;s army will flee (their repentance will not be accepted), one-third  will be martyred, and one-third will gain victory over the  Christians.</p>
<p>MUSLIM ARMY UNDER IMAM MAHDI CONQUERS PALESTINE</p>
<p>JIHAAD  ON INDIA<br />
A jamaat of Muslims wages Jihaad on India and be  successful.</p>
<p>SYRIA UNDER MUSLIM RULE<br />
Imam Mahdi returns to Syria and  establishes Muslim rule over the lands he passes.</p>
<p>ANIMOSTIY RIFE AMONGST  THE PEOPLE<br />
At this time, Muslims will be weak and there will be very few  pious people.</p>
<p>3 RUMORS OF EMERGENCE OF DAJJAL&#8230; 3 YEARS OF  DROUGHT<br />
Before the emergence of Dajjal there will be three years of drought.  The first year, the skies will retain 1/3 of its water, the second year 2/3, and  all of its water the third year.</p>
<p>DAJJAL APPEARS<br />
Dajjal appears. His  followers, the Yahudis, will number 70,000 and will wear expensive silk attire  and carry double edged swords.</p>
<p>HADHRAT ISA (A.S.) (JESUS)  APPEARS<br />
Hadhrat Isa (A.S.)descends during the lifetime of Imam  Mahdi.</p>
<p>DAJJAL KILLED AT THE GATE OF HUDD<br />
Hadhrat Isa (A.S.) kills  Dajjal at the Gate of Hudd, near an Israeli airport, in the valley of &#8220;Ifiq.&#8221;  The final war between the Yahudi&#8217;s will ensue, and the Muslims be  victorious.</p>
<p>TOTAL PEACE<br />
With the death of Dajjal, all wars will end.  Jihad will be stopped; peace, harmony, and tranquility will be on earth. The  earth will produce abundant crops and fruit. The people will follow  Islam.</p>
<p>HADHRAT ISA RECEIVES REVELATION<br />
The revelation tells that the  Yajooj and Majooj will soon be released and the believers should be taken to Mt.  Toor (Sinai).</p>
<p>YAJOOJ AND MAJOOJ (&#8220;Gog and Magog&#8221;) RELEASED<br />
The Yajooj  and Majooj surge forth in large numbers. They destroy everything in their path  in their effort to conquer the world. They will be released in two  groups.</p>
<p>YAJOOJ AND MAJOOJ REACH JERUSALEM<br />
When they reach Mount  Khamrin in Jerusalem, they will proclaim to have conquered the world. Then the  will shoot arrows into the sky to conquer the heavens. The arrows will return  blood stained.</p>
<p>HARDHSHIPS ON MOUNT TOOR<br />
Scarcity of provisions and  hardships will afflict the Muslims. Hadhrat Isa (A.S.) and the Muslims will pray  for the removal of the calamity.</p>
<p>YAJOOJ AND MAJOOJ KILLED BY  INFECTIONS<br />
Their prayers were answered and the Yajooj and Majooj develop boil  infections, causing them to burst simultaneously as a result.</p>
<p>EARTH FULL  OF STENCH OF CORPSES<br />
Hadhrat Isa (A.S.) and his companions pray again and  huge birds are sent to pick up the Yajooj and Majooj corpses and dispose of them  in Nahbal (according to Tirmidhi), the ocean or elsewhere.</p>
<p>PEACE ON  EARTH<br />
It will rain for forty days and the earth will be cleansed. Muslims  will burn the bows and arrow of Yajooj and Majooj for 7 years. Life will be  peaceful while Hadhrat Isa (A.S.) is alive. The earth will be bountiful. Hadhrat  Isa will live 19 years after marriage.</p>
<p>HADHRAT ISA PASSES AWAY AND BURIED  NEXT TO MUHAMMED (S.A.W.)</p>
<p>OTHER LEADERS FOLLOW AFTER HADHRAT ISA  (A.S.)<br />
Jahjaan from Qahtaan, from a tribe in Yemen, will rule as the next  Khalifa. Muquad, from a tribe of Banu Tamim will also be a deputy. SOCIETY  SLOWLY DECAYS AND KUFR SETS IN</p>
<h2>The Final Signs of Qiyaamah:</h2>
<p>1 THE CAVING IN OF THE  GROUND<br />
The ground will cave in: one in the east, one in the west, and one in  Hejaz, Saudi Arabia.</p>
<p>2 THE FORTY DAY SMOKE/FOG<br />
Fog or smoke will cover  the skies for forty days. The non-believers will fall unconscious, while Muslims  will be ill (develop colds). The skies will then clear up.</p>
<p>3 THE NIGHT OF  THREE NIGHTS<br />
A night three nights long will follow the fog. It will occur in  the month of Dhul-Hajj after Eid al-Adha, and cause much restlessness among the  people.</p>
<p>4 THE RISING OF THE SUN IN THE WEST<br />
After the night of three  nights, the following morning the sun will rise in the west. People&#8217;s repentance  will not be accepted after this incident.</p>
<p>5 THE BEAST FROM THE EARTH  APPEARS<br />
One day later, the Beast from the earth will miraculously emerge from  Mount Safaa in Makkah, causing a split in the ground. The beast will be able to  talk to people and mark the faces of people, making the believers&#8217; faces  glitter, and the non-believers&#8217; faces darkened.</p>
<p>6 THE BREEZE FROM THE  SOUTH<br />
A breeze from the south causes sores in the armpits of Muslims, which  they will die of as a result.</p>
<p>7 DESTRUCTION OF THE KA&#8217;BAH<br />
The Ka&#8217;bah  will be destroyed by non-Muslim African group. Kufr will be rampant. Hajj will  be discontinued. The Qur&#8217;an will be lifted from the heart of the people, 30  years after the ruler Muquad&#8217;s death.</p>
<p>8 FINAL SIGN OF QIYAMAH: FIRE IN  YEMEN<br />
The fire will follow people to Syria, after which it will  stop.</p>
<p>COMMENCEMENT OF QIYAMAH<br />
Some years after the fire, Qiyamah  begins with the Soor (trumpet) being blown. The year is not known to any person.  Qiyamah will come upon the worst of creation.</p>
<p>Taken from:<br />
&#8216;Signs of  Qiyamah&#8217; by Mohammed Ali Ibn Zubair Ali and &#8216;Major Signs of Qiyamat&#8217; by Mufti  Afzal Hoosen Elias</p></blockquote>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[seniors]]></title>
<link>http://batangcokelat.wordpress.com/2009/12/12/seniors/</link>
<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 03:05:15 +0000</pubDate>
<dc:creator>andhytafirselly</dc:creator>
<guid>http://batangcokelat.wordpress.com/2009/12/12/seniors/</guid>
<description><![CDATA[This very term is simple and most likely would trigger some kind of hatred for those studying in ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[This very term is simple and most likely would trigger some kind of hatred for those studying in ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kedekatan Arif Dan Bung Karno]]></title>
<link>http://koiman.wordpress.com/2009/12/08/kedekatan-arif-dan-bung-karno/</link>
<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 17:46:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>koiman</dc:creator>
<guid>http://koiman.wordpress.com/2009/12/08/kedekatan-arif-dan-bung-karno/</guid>
<description><![CDATA[Menopang lahirnya sebuah Republik dengan darah dan peluru mungkin sudah terlalu banyak kita dengar. ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div>
<p><a href="http://penasoekarno.files.wordpress.com/2009/11/arif.jpg"><img title="arif" src="http://penasoekarno.files.wordpress.com/2009/11/arif.jpg?w=360&#038;h=374#38;h=374" alt="" width="360" height="374" /></a></p>
<p>Menopang lahirnya sebuah Republik dengan darah dan peluru mungkin sudah terlalu banyak kita dengar. Tapi berjuang dibalik stir kemudi sebuah taksi layak kita pertanyakan, karena dalam nalar sehat kita akan nampak jurang yang cukup jauh antara gempar Revolusi dan seorang sopir taksi.</p>
<p>Logika sehat yang telah hancur ataukah Arif sosok sopir taksi telah merubah sejarah, tapi setidaknya tulisan kecil ini dapat memberikan gambaran tentang Arif si sopir taksi yang memiliki hubungan dengan Bung Karno</p>
<p>Warna-warni bunganya revolusi. Aneka kisah kembangnya sejarah. Tak terkecuali sebait kisah, yang terjalin antara Bung Karno dan seorang sopir taksi bernama Arif.</p>
<p>Masa-masa tahun 1930-an, Bung Karno sangat intens berkomunikasi dengan tokoh pergerakan Betawi, M. Husni Thamrin yang tinggal di Gang Kenari, Kramat, Jakarta Pusat. Setiap minggu, Bung Karno pasti ke Jakarta, menemui Husni Thamrin. Kedatangan Bung Karno selalu menggunakan jasa kereta api, turun di stasiun Gambir.</p>
<p>Setelah keluar peron, Bung Karno akan menoleh ke kiri dan ke kanan, mencari-cari Arif, sopir taksi langganannya. Arif sendiri tahu. Tak jarang ia justru jalan mengendap-endap, melingkar, menjauhi pandangan Bung Karno, tetapi arahnya mendekat dari belakang. Ketika sudah dekat, barulah ia tepuk pundak Bung Karno dan menyapa, “”Ngelamun Bung!”</p>
<p>Bung Karno pasti berjingkat kaget dan tertawa lebar, “Oh… kau Rif. Saya cari kamu sedari tadi,” tutur Bung Karno, yang digambarkan Arif sebagai pemuda jangkung berparas tampan, selalu mengenakan peci.</p>
<p>“Mau kemana Bung?” tanya Arif, sebuah pertanyaan basi, dilanjut pertanyaan susulan yang lebih basi lagi, “Ke Gang Kenari?”</p>
<p>“Iya dong, mau ke mana lagi…,” ujar Bung Karno seraya berjalan menuju taksi Arif di pelataran parkir.</p>
<p>Setelah duduk, Bung Karno berkata, “Eh… Rif, tetapi kali ini uang saya pas-pasan, bagaimana yaaa…?”</p>
<p>“Soal uang pas-pasan tidak perlu dipikir Bung,” kata Arif. Dalam hati Arif sangat bangga kepada pemuda yang dikenalnya sebagai tokoh pergerakan. Arif sangat senang mendengar cerita-cerita pergerakan, cita-cita kebangsaan, dan obrolan-obrolan ringan dari Bung Karno, setiap berada di dalam kabin taksinya.</p>
<p>Malah tak jarang, Arif yang ketika itu berusia 20-tahun merasa rendah diri, mengingat orang-orang seperti Bung Karno, Hunsi Thamrin sibuk membela kaumnya dari penjajahan Belanda, dia enak-enak mencari rezeki. Karena itu, ia merasa sudah menjadi bagian dari revolusi, meski sekadar mengantar Bung Karno ke Gang Kenari, balik ke Gambir, dengan tak jarang rela tidak dibayar, karena si Bung sedang tipis dompetnya.</p>
<p>Bagi Arif, apa yang dilakukan, sungguh tak berarti dibanding sepak terjang orang-orang seperti Bung Karno, yang tidak pernah berpikir untuk dirinya, bahkan rela berhadapan dengan Belanda, rela pula dipenjara bertahun-tahun. Kisah-kisah Bung Karno tentang marhaenisme, kapitalisme, dan kekejaman kolonialisme, benar-benar telah merasuk dalam peredaran darah merah Arif, si sopir taksi.</p>
<p>Kalimat Bung Karno yang melekat antara lain, “Arif, kita harus sadar bahwa kita ini bukan bangsa tempe, tetapi masih cucu elang rajawali. Coba saja siapa yang tidak kenal tokoh Gajah Mada yang dapat menyatukan Majapahit. Bukankah pada waktu itu negara Majapahit berpengaruh sampai luar negeri? Nah, di sinilah Arif, kita harus sadar sesadar-sadarnya, dan ketahuilah tidak seorangpun dapat mengubah nasib bangsanya kalau bangsa itu sendiri tidak mau berusaha, tidak mau bangkit, mengubahnya sendiri.”</p>
<p>Bagaimana dengan utang-utang Bung Karno kepada Arif? “Ah, Bung Karno itu sangat baik. Kalau dia ada uang, langsung dibayar semua”</p>
<p>Kisah berlanjut hingga ke suatu hari, Arif mengantar Bung Karno ke Gang Kenari. Sebelum turun, Bung Karno berpesan supaya besok pagi dijemput di Gang Kenari, menuju Gambir, selanjutnya kembali ke Bandung. “Besok jemputlah di tempat ini. Jangan lupa Rif, besok pun masih ngutang lagi yaa” kata Bung Karno sambil menepuk pundak Arif.</p>
<p>Arif menyahut, “Bung, jangan berkata begitu terus, bikin malu saya saja… sampai besok pagi bung!”</p>
<p>Keesokan harinya, tanggal 1 Agustus 1933, Arif meninggalkan rumah, mengarahkan taksinya ke Gang Kenari, hendak menjemput Bung Karno. Betapa terkejut Arif, sesampai di Gang Kenari didapat berita bahwa tadi malam Belanda menangkap Bung Karno. Arif menjatuhkan punggungnya ke sandaran kursi kemudi sambil bergumam, “Nasib pejuang. Kemarin masih bercanda sama saya, hari ini sudah meringkuk di penjara.”</p>
<p>Kisah selanjutnya tentang Bung Karno didapat Arif dari para pejuang yang lain, serta dari suratkabar. Arif tetap mengikuti berita tentang pembuangan Bung Karno ke Ende, disusul pembuangan ke Bengkulu, hingga akhirnya Jepang masuk Indonesia tahun 1942. Arif tak pernah lagi berjumpa dengan Bung Karno.</p>
<p>Tiba-tiba pada era pendudukan Jepang, ia kedatangan tamu orang yang sangat dikenalnya… “Arif… apa kabarnya,” sapa tamu itu ramah. Tamu yang dimaksud, tak lain dan tak bukan adalah tokoh pergerakan yang kesohor: Bung Karno. Ia datang bertamu malam-malam ke rumah dengan dua tujuan. Pertama, melunasi semua utang ongkos taksi terdahulu. Kedua, menawarinya pekerjaan menjadi sopir pribadi Bung Karno.</p>
<p>Kisah selanjutnya, Arif selalu bersama Bung Karno. Ia merasa terhormat, Bung Karno tidak melupakan jasa kecil orang kecil seperti Arif, sopir taksi bagi jalannya revolusi. Tercatat, Arif mengabdi sebagai pengemudi pribadi Bung Karno hingga tahun 1960. Saat Bung Karno bertanya, apa keinginan Arif setelah berhenti bekerja? Spontan Arif menyatakan keinginannya pergi ke tanah suci.</p>
<p>Bung Karno pun mengabulkan Arif pergi haji.</p>
<p><strong><em>Salam Revolusi</em></strong></p>
</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tertawa Bersama Bung Karno 5]]></title>
<link>http://koiman.wordpress.com/2009/12/08/tertawa-bersama-bung-karno-5/</link>
<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 17:40:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>koiman</dc:creator>
<guid>http://koiman.wordpress.com/2009/12/08/tertawa-bersama-bung-karno-5/</guid>
<description><![CDATA[Plat Nomer Kepresidenan Seandainya saya dapat berbicara langsung dengan para mantan ajudan Presiden ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://penakisemar.files.wordpress.com/2009/11/soekarno-1711.jpg"><img title="soekarno 1711" src="http://penakisemar.files.wordpress.com/2009/11/soekarno-1711.jpg?w=400&#038;h=328#38;h=328" alt="soekarno 1711" width="400" height="328" /></a></p>
<p><em><strong>Plat Nomer Kepresidenan</strong></em></p>
<p>Seandainya saya dapat berbicara langsung dengan para mantan ajudan Presiden Soekarno saya yakin tak akan ada rasa kantuk walau semalaman mendengar cerita tentang keseharian Bing Karno.</p>
<p>Terlalu banyak hal yang dapat digali dari keseharian Pemimpin Besar Revolusi ini. Dan tak jarang kita dengar bagaimana Bung Karno melempar jauh sebuah kaedah apabila dia telah berkehendak atau memerintahkan sesuatu.<br />
Cuplikan Kisah dibawah ini mungkin hanya sebuah percikan kecil dari keseharian Putera Sang Fajar ini.</p>
<p>Bung Karno yang flamboyan ini ternyata pernah ’’melanggar’’ peraturan lalu lintas.</p>
<p>Apakah Bung Karno melanggar lampu merah atau ngebut? Bukan. Bung Karno</p>
<p>membuat plat nomor mobil sendiri. Plat nomor tersebut adalah REP 1. Padahal, polisi telah melarang. Selain itu, tangan Bung Karno juga terjepit pintu mobil sehingga berdarah. Dia juga terseret mobil. Bagaimana ceritanya? Berikut lanjutan kisah-kisah kecil Bung Karno sebagaimana ditulis Mangil dalam Kesaksian tentang Bung Karno 1945–1967.</p>
<p>PALING tidak, ada satu perbedaan antara plat nomor mobil dinas Bung Karno dengan plat nomor mobil dinas Soeharto. Plat nomor mobil Bung Karno adalah REP 1.</p>
<p>Sementara, plat nomor mobil Soeharto, pria yang pernah mendapat gelar bapak pembangunan Indonesia itu, adalah INDONESIA 1 atau B 1.</p>
<p>Dari mana Bung Karno mendapatkan plat nomor nyentrik tersebut? Dari pihak kepolisiankah? Ternyata bukan. Bung Karno yang berpostur tinggi besar ini membuat sendiri plat nomor tersebut. Ceritanya, Bung Karno baru pindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Ketika itu, ibu kota Indonesia memang dipindahkan dari Jakarta ke kota gudeg itu.</p>
<p>Suatu hari, Mangil diperintah Bung Karno untuk minta plat nomor mobil kepada polisi Yogyakarta. Mangil lantas menghadap Kepala Polisi Lalu Lintas Soenarjo untuk meneruskan permintaan Bung Karno supaya mobil merek Buick yang dibawa Bung Karno dari Jakarta diberi nomor polisi REP 1. Sayangnya, permintaan Bung Karno ini tak dikabulkan Soenarjo dengan penjelasan tidak ada dalam undang-undang dan peraturan lalu lintas. Jadi, permintaan presiden ini tidak dapat dikabulkan polisi. Mangil melaporkan hal tersebut kepada Bung Karno. Setelah mendengar laporan ini, Bung Karno berkata, ’’Ya sudah, tidak apa-apa. Saya akan bikin sendiri plat nomor mobil itu.’’</p>
<p>Bung Karno lalu memerintah sopirnya, Arif, untuk membuat plat nomor REP 1. Setelahselesai, dipasanglah plat tersebut di mobil Bung Karno di depan dan di belakang. Plat ini selalu dipakai Bung Karno dalam perjalanan resmi dalam kota Yogyakarta dengan dikawal polisi lalu lintas anak buah Soenarjo. Dalam perjalanan ke luar daerah Yogyakarta pun, mobil Bung Karno selalu memakai nomor REP 1.</p>
<p>Selain mobil Buick, di istana masih ada mobil-mobil lain. Misalnya, mobil bercat sawo</p>
<p>matang pinjaman Sri Paku Alam. Orang-orang di istana bisanya menamai mobil ini Tenno Heika. Mangil mengaku tidak tahu siapa yang memberi julukan itu pada si Coklat. Selain itu, ada mobil bercat hitam yang dipakai pejabat tinggi kepresidenan, mobil bermerek de Soto dan satu lagi bermerek Cadillac.</p>
<p><em><strong>Salam Revolusi</strong></em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tertawa Bersama Bung Karno 1]]></title>
<link>http://koiman.wordpress.com/2009/12/08/tertawa-bersama-bung-karno-1/</link>
<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 17:29:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>koiman</dc:creator>
<guid>http://koiman.wordpress.com/2009/12/08/tertawa-bersama-bung-karno-1/</guid>
<description><![CDATA[Pesta Yang Memalukan Pernah dalam suatu resepsi di Istana Merdeka, seorang pejabat tinggi membisiki ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><a href="http://penasoekarno.files.wordpress.com/2009/10/0aa833f42021819c_large.jpg"><img title="0aa833f42021819c large" src="http://penasoekarno.files.wordpress.com/2009/10/0aa833f42021819c_large.jpg?w=460&#038;h=306#38;h=306" alt="0aa833f42021819c large" width="460" height="306" /></a></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em><br />
Pesta Yang Memalukan</em></strong></p>
<p>Pernah dalam suatu resepsi di Istana Merdeka, seorang pejabat tinggi membisiki Bung Karno, bahwa saputangan kecil berwarna putih yang menghiasi saku jas Jusuf Muda Dalam agar diambil BK. Itu bukan saputangan asli, tetapi palsu! Tentu saja BK ingin tahu dan terus berusaha mendekati Jusuf Muda Dalam. Pak Jusuf sendiri tidak menaruh curiga ketika didekati BK dengan tersenyum. Setelah dekat sekali, BK tiba-tiba mengambil hiasan putih yang menyerupai setrip putih di atas saku jas Pak Jusuf.</p>
<p>Pak Jusuf terperanjat dan berusaha mempertahankannya. Tetapi sudah terlambat karena benda itu sudah di tangan BK. Ketika BK membuka kain putih itu, orang-orang tertawa terbahak-bahak. Mereka melihat sebuah pakaian dalam perempuan, bersih, putih, dan masih baru. Tetapi itu celana dalam untuk boneka kecil.</p>
<p><strong><em>Presiden Menunggu Pengawal</em></strong></p>
<p>Pernah ada kejadian langka, Bung Karno harus menunggu seorang pengawalnya. Peristiwa itu berlangsung ketika BK pergi ke rumah dokter gigi di Kota Baru, Yogyakarta, dengan sopir Pak Arif, beserta ajudan Pramurahardjo dan dikawal Sudiyo.</p>
<p>Belum lama BK tiba di rumah dokter itu, Sudiyo lapor kepada ajudan presiden, perutnya sakit. Atas keputusan ajudan, Pak Arif diperintahkan mengantar Sudiyo pulang ke istana, dan membawa seorang pengawal pribadi yang sedang bertugas, sebagai pengganti.</p>
<p>Sebelum mobil tadi kembali ke rumah dokter, BK sudah pamit kepada tuan rumah, untuk segera kembali ke istana. Setelah BK sampai di serambi depan, ajudannya gelisah. Ajudan pun melaporkan, mobil belum datang karena dipakai mengantar Sudiyo yang sedang sakit perut, pulang ke istana. Mendengar laporan itu, BK tidak marah, malah berkata, “Baik, tidak apa­-apa. Saya tunggu dulu di sini.”</p>
<p>Setelah mobil dan pengawalnya datang, Bung Karno pamit lagi kepada tuan rumah. Sampai di halaman istana, beliau melihat Sudiyo yang tadi sakit perut telah berdiri tegap di serambi istana, siap membuka pintu mobil BK. Bung Karno langsung bertanya kepada Sudiyo, “Kamu tadi sakit perut?” Sudiyo menjawab, “Ya, Pak.”</p>
<p>Bung Karno selanjutnya menganjurkan kepada Sudiyo, agar lain kali kalau hendak tugas supaya makan pagi dulu, jadi tidak masuk angin. Sambil malu-malu Sudiyo kembali menjawab, “Ya, Pak.”</p>
<p><strong><em>Debat Bung Karno dan Sopir</em></strong></p>
<p>Dalam suatu perjalanan jauh, BK pernah bertanya pada Pak Arif, “Rif, apa ini yang bunyi berisik?”</p>
<p>Pak Arif menjawab dengan tenang, “Mobilnya, Tuan.”</p>
<p>Bung Karno kembali bertanya, “Kenapa tidak kau cari yang berisik itu dan kau betulkan?”</p>
<p>Pak Arif menjawab, “Dicari sih sudah, Tuan. Tetapi belum ketemu. Orang namanya besi beradu dengan besi, tentu saja berisik sekali, Tuan.”</p>
<p>Mendapat jawaban dari Pak Arif, Bung Karno tidak lagi bertanya.</p>
<p><strong><em>Perhatian Sang Presiden</em></strong></p>
<p>Pernah juga BK membatalkan keberangkatan rombongan sewaktu akan meninggalkan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Karena BK mengetahui, semua pengawal belum mendapat sarapan pagi. Padahal rombongan sudah siap berangkat. Bung Karno memerintahkan ajudan supaya keberangkatannya ditunda sampai para pengawal selesai makan pagi.</p>
<p>Selanjutnya, BK memerintahkan ajudannya supaya selalu memperhatikan semua sopir dan pengawal yang sedang bertugas mengawalnya, jangan sampai mereka telantar makan dan minumnya.</p>
<p><strong><em>Presiden Dibentak Pembagi Roti</em></strong></p>
<p>Di Istana Merdeka Jakarta, pertengahan 1950, Sudiyo gendut sedang bertugas mengambil sarapan roti dari dapur untuk kawan-kawannya di paviliun. Ketika sedang komat-kamit menghitung jumlah roti yang dibawanya, ia berpapasan dengan Bung Karno yang sedang jalan pagi di halaman istana. Sudiyo memberi salam dengan santai, <em>“Goede morgen mijnheer,” </em>sambil terus berlalu. Ia mengira sedang berpapasan dengan Ven Der Bijl, orang Belanda yang bertugas di istana.</p>
<p>Mendengar ucapan salam itu, Bung Karno langsung berhenti. Beliau menoleh ke arah Sudiyo, dan bertanya kepada pengawalnya, “Siapa dia?”</p>
<p>“Sudiyo gendut, Pak,” jawab sang pengawal.</p>
<p>Bung Karno mengajak pengawalnya itu membuntuti Sudiyo. Ketika Sudiyo sambil jongkok masih juga sibuk menghitung jumlah roti yang dibawanya, BK berdiri di belakangnya sambil berkata, “Kalau rotinya masih saja kurang, ambil lagi ….”</p>
<p>Tanpa menoleh Sudiyo malahan membentak dengan suara keras, “Ya, nanti saja <em>wong</em> masih dihitung kok.”</p>
<p>Bung Karno tertawa, tetapi pengawal langsung menegur Sudiyo, rekannya itu, “He, lihat dulu, kamu sedang bicara dengan siapa?”</p>
<p>Begitu menoleh, Sudiyo baru tahu Bung Karno sudah berdiri di belakangnya. Dengan gemetaran Sudiyo langsung berdiri dan dengan sikap sempurna, melapor, “Siap Pak, Sudiyo mohon maaf.” BK tersenyum dan meneruskan jalan pagi sambil mengontrol kebersihan serta kerapian tanaman di halaman.</p>
<p><strong><em>Pohon Sawo Berbuah Polisi</em></strong></p>
<p>Di halaman Istana Yogyakarta yang luas, tumbuh beberapa pohon buah-buahan, antara lain mangga, jambu, kedondong, dan sawo. Kalau sedang panen buah-buahan, Ibu Fatmawati sering membagi-bagi buah-buahan itu.</p>
<p>Pada suatu hari, Bung Karno memergoki seorang anggota Polisi Pengawal Pribadi sedang berada di atas pohon sawo. Anggota polisi itu tahu kalau BK mendekati pohon sawo dan mengira tidak melihatnya. Saking ketakutannya, dia diam di atas pohon tanpa bergerak dengan harapan tak diketahui BK. Bung Karno sengaja tak mau melihat ke atas pohon sawo itu. Kepada polisi yang ada di dekatnya, ia berkata, “Itu buah sawonya kok tambah?”</p>
<p>Anggota pengawal yang diajak bicara kontan tertawa, pengawal yang ada di atas pohon pun ikut tertawa, tapi dengan nada ketakutan. Lalu Bung Karno berkata lagi, “Bapak ‘kan sudah bilang, biar buahnya tua dan matang dulu. Nanti kamu orang juga dibagi. Kalau kamu tidak sabar, pindahkan saja pohon sawo ini ke dekat asramamu itu ….”</p>
<p>Bung Karno kemudian meninggalkan pohon sawo itu. Setelah BK tidak kelihatan lagi, polisi yang ada di atas pohon baru berani turun. Kawan-kawannya pun mengejek, “<em>Rasain lu</em>.” Mulai saat itu, tidak ada lagi yang berani memanjat pohon buah-­buahan.</p>
<p><strong><em><br />
Salam Revolusi</em></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Catatan Menonton Film Balibo Five]]></title>
<link>http://dawala.wordpress.com/2009/12/08/catatan-menonton-film-balibo-five/</link>
<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 03:47:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>dawala</dc:creator>
<guid>http://dawala.wordpress.com/2009/12/08/catatan-menonton-film-balibo-five/</guid>
<description><![CDATA[Namanya catatan, jadi kalau ada yang kurang, mohon maaf, kapasitas memorinya sudah harus di upgrade ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Namanya catatan, jadi kalau ada yang kurang, mohon maaf, kapasitas memorinya sudah harus di upgrade ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Fibonacci]]></title>
<link>http://fsebelas.wordpress.com/2009/12/06/fibonacci/</link>
<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 09:03:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>fsebelas</dc:creator>
<guid>http://fsebelas.wordpress.com/2009/12/06/fibonacci/</guid>
<description><![CDATA[Perkembangan matematika pada abad pertengahan di Eropa seiring dengan lahirnya Leonardo dari Pisa ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/9697_fibonacci.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-107" title="9697_Fibonacci" src="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/9697_fibonacci.jpg?w=246" alt="" width="246" height="300" /></a>Perkembangan matematika pada abad pertengahan di Eropa seiring dengan lahirnya Leonardo dari Pisa yang lebih dikenal dengan julukan Fibonacci (artinya anak Bonaccio). Bonaccio sendiri artinya anak bodoh, tapi dia bukan orang bodoh karena jabatannya adalah seorang konsul yang wewakili Pisa. Jabatan yang dipegang ini membuat dia sering bepergian. Bersama anaknya, Leonardo, yang selalu mengikuti ke negara mana pun dia melakukan lawatan.</p>
<p>Fibonacci menulis buku Liber Abaci setelah terinspirasi pada kunjungannya ke Bugia, suatu kota yang sedang tumbuh di Aljazair. Ketika ayahnya bertugas di sana, seorang ahli matematika Arab memperlihatkan keajaiban sistem bilangan Hindu-Arab. Sistem yang mulai dikenal setelah jaman Perang Salib. Kalkulasi yang tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan notasi (bilangan) Romawi. Setelah Fibonacci mengamati semua kalkulasi yang dimungkinkan oleh sistem ini, dia memutuskan untuk belajar pada matematikawan Arab yang tinggal di sekitar Mediterania. Semangat belajarnya yang sangat mengebu-gebu membuat dia melakukan perjalanan ke Mesir, Syria, Yunani, Sisilia.</p>
<p>Mengarang buku<br />
Tahun 1202 dia menerbitkan buku Liber Abaci dengan menggunakan – apa yang sekarang disebut dengan aljabar, dengan menggunakan numeral Hindu-Arabik. Buku ini memberi dampak besar karena muncul dunia baru dengan angka-angka yang bisa menggantikan sistem Yahudi, Yunani dan Romawi dengan angka dan huruf untuk menghitung dan kalkulasi.</p>
<p>Pendahuluan buku berisi dengan bagaimana menentukan jumlah digit dalam satuan numeral atau tabel penggandaan (baca: perkalian) dengan angka sepuluh, dengan angka seratus dan seterusnya. Kalkulasi dengan menggunakan seluruh angka dan pembagian, pecahan, akar, bahkan penyelesaian persamaan garis lurus (linier) dan persamaan kuadrat. Buku itu dilengkapi dengan latihan dan aplikasi sehingga menggairahkan pembacanya. Dasar pedagang, ilustrasi dalam dunia bisnis dengan angka-angka juga disajikan. Termasuk di sini adalah pembukuan bisnis (double entry), penggambaran tentang marjin keuntungan, perubahan (konversi) mata uang, konversi berat dan ukuran (kalibrasi), bahkan menyertakan penghitungan bunga. (Pada jaman itu riba, masih dilarang). Penguasa pada saat itu, Frederick, yang terpesona dengan Liber Abaci, ketika mengunjungi Pisa, memanggil Fibonacci untuk datang menghadap. Dihadapan banyak ahli dan melakukan tanya-jawab dan wawancara langsung, Fibonacci memecahkan problem aljabar dan persamaan kuadrat.</p>
<p>Pertemuan dengan Frederick dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh ahli-ahli tersebut, dibukukan dan diterbitkan tidak lama kemudian. Tahun 1225 dia mengeluarkan buku Liber Quadrotorum (buku tentang Kuadrat) yang dipersembahkannya untuk Sang raja. Dalam buku itu tercantum problem yang mampu mengusik “akal sehat” matematikawan yaitu tentang problem kelinci beranak-pinak Pertanyaan sederhana tapi diperlukan kejelian berpikir.</p>
<p>“Berapa pasang kelinci yang akan beranak-pinak selama satu tahun. Diawali oleh sepasang kelinci, apabila setiap bulan sepasang anak kelinci menjadi produktif pada bulan kedua”</p>
<p>- Akhir bulan kedua, mereka kawin dan kelinci betina I melahirkan sepasang anak kelinci beda jenis kelamin.<br />
- Akhir bulan kedua, kelinci betina melahirkan sepasang anak baru, sehingga ada 2 pasang kelinci.<br />
- Akhir bulan ketiga, kelinci betina I melahirkan pasangan kelinci kedua, sehingga ada 3 pasang kelinci.<br />
- Akhir bulan keempat, kelinci betina I melahirkan sepasang anak baru dan kelinci betina II melahirkan sepasang anak kelinci, sehingga ada 5 pasang kelinci.</p>
<p>Akan diperoleh jawaban: 55 pasang kelinci. Bagaimana bila proses itu terus berlangsung seratus tahun? Hasilnya (contek saja): 354.224.848.179.261.915.075.</p>
<p>Apakah ada cara cepat untuk menghitungnya? Di sini Fibonacci memberikan rumus bilangan yang kemudian dikenal dengan nama deret Fibonacci.</p>
<p>Deret Fibonacci</p>
<p>Orang Kristen menolak angka nol; namun pedagang dalam melakukan transaksi membutuhkan angka nol. Alasan yang dipakai oleh Fibonacci adalah nol sebagai batas. Apabila diperoleh hasil negatif berarti kerugian. Orang yang mengenalkan angka nol ini ke dunia Barat adalah Leonardo dari Pisa. Meskipun ayahnya seorang Konsul sekaligus pedagang, profesi Fibonacci – tidak mau menjadi konsul, adalah seorang pedagang. Anak muda – yang lebih dikenal dengan nama Fibonacci – belajar matematika dari orang-orang Islam dan menjadi matematikawan piawai dengan cara belajar sendiri. Menemukan deret bilangan yang diberi nama seperti namanya.<br />
Deret Fibbonacci yaitu: 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987 …</p>
<p>Pola deret di atas terbentuk dari susunan bilangan berurutan (dari kecil makin besar) yaitu merupakan penjumlahan dua bilangan sebelumnya. Angka 3, urutan keempat, adalah hasil penjumlahan 1 (urutan 2) + 2 (urutan 3); angka 5 urutan kelima, adalah hasil penjumlahan 2 (urutan 3) + 3 (urutan 4); angka 8 urutan keenam, adalah hasil penjumlahan 3 (urutan 4) + 5 (urutan 5) dan seterusnya. Deret di atas mampu menjawab problem kelinci beranak-pinak, alur bunga lily, pola dan jumlah mata nanas, jumlah kelopak dan alur spiral bunga jenis-jenis tertentu. Lewat deret Fibonacci ini dapat diketahui diketahui urutan atau alur yang akurat pada alam. Ukuran ruangan binatang berkulit lunak (moluska) yang berbentuk spiral, nautilus *; jumlah searah jarum jam atau berlawanan jarum jam ‘mata‘ nanas, jumlah kelopak bunga matahari dan ada 2 alur spiral (ke kanan 34 dan ke kiri 55) sesuai dengan deret Fibonacci.</p>
<p>Kaitan dengan nisbah emas<br />
Nisbah emas sudak dikenal sejak jaman Pythagoras. Disebutkan bahwa alam tampaknya diatur oleh nisbah emas. “Kesaktian” nisbah ini mendasari arsitektur bangunan jaman dahulu, khususnya di Yunani. Bentangan pilar dan tinggi Panthenon merupakan perbandingan hasil nisbah emas.<br />
Perhatikan hasil pembagian bilangan-bilangan pada deret Fibonacci di bawah ini.</p>
<p>1/1; 2/1; 3/2; 5/3; 8/5; 13/8; 21/13; 34/21; 55/34; 89/55; 144/89…</p>
<p>Pola apa yang terjadi? Bilangan hasil pembagian menunjukkan sesuatu yang istimewa sehingga disebut dengan seksi emas (golden section). Nama ini mirip dengan nisbah emas. Memang ada hubungan erat antara seksi emas dan nisbah emas seperti dapat dilihat pada tabel dan gambar di bawah ini.</p>
<p><a href="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/fibonacci.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-108" title="fibonacci" src="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/fibonacci.jpg?w=211" alt="" width="211" height="300" /></a>Deret   1  2  3    5  8  13  21  34  55  89  144<br />
Pembagi  1  1    2  3  5  8  13  21  34  55  89<br />
Hasil  1  2  1,5  1,66  1,6  1,625  1,615  1,619  1,617  1,618  1,618</p>
<p>Barangkali kenyataan ini mampu menjawab pertanyaan mengapa deret Fibonacci mendekati nisbah emas.</p>
<p>Ambil contoh dua bilangan: a, b, a+b (deret Fibonacci) dan b/a (nisbah emas) kemudian diperbandingkan</p>
<p>b/a ≈ (a+b)/b<br />
b/a (nisbah emas) ≈ a/b + 1 (seksi emas)</p>
<p>Substitusikan nisbah emas dengan notasi Φ (phi) untuk persamaan di atas.</p>
<p>Φ = 1/Φ + 1 (kalikan ruas kiri dan kanan dengan F) hasil:<br />
Φ² &#8211; Φ – 1 = 0</p>
<p>Φ = (1+ √5)/2 ≈ 1,618</p>
<p>Revolusi Fibonacci</p>
<p>Topik dalam buku Liber abaci juga menjelaskan proses aritmatik, termasuk cara mencari akar bilangan. Problem-problem dalam buku ini lebih ditekankan untuk penggunaan dalam transaksi perdagangan, sistem pecahan untuk menghitung pertukaran mata uang. Fibonacci menggunakan pecahan – biasa, bilangan berbasis enam puluh (seksadesimal) dan satuan – bukan bilangan berbasis sepuluh (desimal). Penulisan 5/12 28 biasa kita kenal sebagai 28 5/12. Dia juga menempatkan bilangan pecahan berupa komponen-kompenen yang belum dijumlah. Penulisan 115/6, sebagai contoh, ditulis dengan 1/3 ½ 11. Tidak puas dengan kebingungan ini pecahan satuan ternyata lebih membingungkan. Pecahan 98/100, sebagai contoh, dipecah menjadi 1/100 1/50 1/5 ¼ ½, dan 99/100 ditulis dengan 1/25 1/5 ¼ ½.</p>
<p>Sumbangsih<br />
Mengenalkan angka nol dan menghitung pola-pola alam tidak lazim sekaligus memberi dasar pada pengenalan aljabar ke dunia Barat adalah sumbangsih terbesar Fibonacci. Mampu menciptakan deret Fibonacci yang memberi jawaban atau alasan tentang pola alam seperti yang dijabarkan dalam nisbah emas. Adopsi angka nol untuk penulisan dan melakukan perhitungan di Eropa – mengubah sistem bilangan Romawi yang tidak efisien – dengan sistem bilangan Hindu-Arabik ini kelak sangat mempengaruhi perkembangan matematika di benua Eropa. Sistim bilangan pecahan Fibonacci yang rumit, kemudian disederhanakan untuk kepentingan perdagangan. Perhatikanlah perubahan harga saham-saham yang diperdagangkan di Wall Street menggunakan sistem pecahan.</p>
<p>Referensi :</p>
<p><em>- http://mate-mati-kaku.com/matematikawan/fibonacci.html</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pierre Simon Laplace]]></title>
<link>http://fsebelas.wordpress.com/2009/12/06/pierre-simon-laplace/</link>
<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 08:58:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>fsebelas</dc:creator>
<guid>http://fsebelas.wordpress.com/2009/12/06/pierre-simon-laplace/</guid>
<description><![CDATA[Masa kecil Laplace tidak jelas diketahui. Ayah Laplace adalah keluarga petani yang tinggal di Beaumo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/laplace.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-103" title="laplace" src="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/laplace.jpg?w=255" alt="" width="255" height="300" /></a>Masa kecil Laplace tidak jelas diketahui. Ayah Laplace adalah keluarga petani yang tinggal di Beaumont-en-Auge, distrik Calvados, Perancis dan ibunya bernama Marie-Anne Sochon. Kedua orang tuanya berasal tanah pertanian subur di Tourgeville. Masa kecil Laplace hanya diketahui lewat penuturannya yang cenderung dibesar-besarkan. Dia malu dengan “kasta” kedua orang tuanya dan akan melakukan hal apapun untuk menutupi asal-usulnya sebagai petani. Kecerdasan Laplace diketahui oleh tetangga kaya melihat bakat menonjol anak desa ini.</p>
<p>Dikatakan bahwa sukses perdana Laplace adalah menang berdebat dalam suatu perdebatan theologi. Jika kenyataan ini benar, maka menarik sekali bahwa sampai dewasa Laplace adalah seorang atheisme. Laplace kecil belajar matematika di akademi militer di Beaumont sebagai seorang mahasiswa pandai sehingga diangkat menjadi asisten dosen. Di sana Laplace mengajar matematika untuk pertama kalinya, sebelum meneruskan sekolah di Caen. Ada versi yang menyebut bahwa ketertarikan orang bukan karena kemampuan matematika tetapi karena ingatan yang luar biasa sehingga mampu menarik perhatian orang-orang yang berpengaruh dan nantinya membawa dia ke Paris. Umur 18 tahun, Laplace menghapus “lumpur” sawah Beaumont di kakinya dan mencari keberuntungan dengan jalan merantau. Laplace menilai dirinya terlalu tinggi. Dengan penyesuaian terhadap rasa percaya diri, Laplace remaja masuk kota Paris untuk menaklukkan dunia matematika.</p>
<p>Minta Katebelece d’Alembert<br />
Umur 16 tahun, Laplace masuk Universitas Caen. Selama dua tahun di Universitas Caen, laplace menunjukkan bakat di bidang matematika dan menyukai mata kuliah ini. Memperoleh pujian dari dua dosen matematika di Universitas Caen, C. Gadbled dan P. Le Canu yang sebenarnya tidak banyak mengetahui Laplace kecuali sekedar mengetahui bahwa Laplace mempunyai potensi menjadi seorang matematikawan besar.</p>
<p>Saat itu d’Alembert adalah matematikawan terkemuka di Paris. Begitu tiba di Paris, dengan membawa surat pengantar – referensi dari C. Gadbled dan P. Le Canu, Laplace meminta surat rekomendasi kepada d’Alembert. Surat pertama tidak dibalas. Rupanya d’Alembert tidak suka dengan “gaya” anak muda yang membawa surat referensi orang terkenal. Laplace pulang ke tempat kostnya dan kembali menulis surat kedua kepada d’Alembert, tetapi kali lebih banyak dilampiri dengan prinsip-prinsip dasar mekanika. Menggunakan akal bulus, rupanya. Kali ini d’Alembert membalas dengan surat berisi, ”Anda mengetahui bahwa saya tidak perduli dengan surat referensi anda, karena anda memang tidak membutuhkannya. Anda mengenalkan diri anda dengan lebih baik. Hal ini sudah cukup. Dukunganku selalu mengiringi anda.”<br />
Beberapa hari kemudian, setelah mengucapkan terima kasih kepada d’Alembert, Laplace diangkat menjadi profesor matematika di Sekolah Militer Paris (Ecole Militaire). Gaji yang diperoleh cukup untuk menunjang kehidupannya di Paris. Hubungan Laplace dengan d’Alembert sempat memanas ketika Lagrange diusulkan oleh d’Alembert untuk menggantikan posisi Euler di Akademi Berlin.</p>
<p>Mengembangkan ide orang lain<br />
Tidak ada ide Laplace yang baru. Semua ide-idenya merupakan pengembangan atau hanya mengganti “kemasan” ide-ide orang lain. Ketika Lagrange menbicarakan problem tiga-raga (three-body), Laplace mengambil langkah serupa, namun dalam skala lebih luas. Ide Lagrange tentang teori potensial dikembangkan oleh Laplace sehingga membuat nama Laplace dikenal sampai sekarang. Laplace mulai dari hukum Newton dan digabung dengan dampak ketidakstabilan – tarik dan ulur/daya tarik – dari planet-planet terhadap matahari. Begitu pula karya Legendre tentang cara melakukan analisis dibenahi oleh Laplace. Karya besarnya Mecanique celeste tetap mengacu kepada karya-karya orang lain digabungkan dengan “sentuhan” dari dirinya. Berangkat dari karya ini, kemudian Laplace mengembangkan apa yang kemudian disebut dengan model matematika untuk alam semesta. Peran Newton, seperti disebut di awal, tidak pelak lagi adalah panutan dan model acuan Laplace. Sumbangsihnya bagi dinamika sistem matahari (solar system) adalah topik yang terlupakan atau tidak diperhatikan oleh orang-orang lain. Berangkat dari topik sistem matahari timbul problem: apakah sistem matahari itu stabil atau tidak stabil? Diasumsikan bahwa hukum Newton tentang gravitasi berlaku umum (universal) dan hanya mengendalikan gerak planet-planet.<br />
Langkah penting Laplace untuk menjawab pertanyaan di atas terjadi saat dia berumur 24 tahun (1773), dimana dia mampu membuktikan bahwa jarak antara planet-planet dengan matahari bervariasi tergantung pada periode. Prestasi ini membuat Laplace mendapat penghargaan, karir melonjak dan diangkat menjadi anggota Akademi Sains. Karya tersebut membuat Laplace akhirnya memutuskan bahwa dia akan mendarmabaktikan dan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menekuni bidang astronomi matematikal.</p>
<p>Beda antara Lagrange dengan Laplace<br />
Saat itu di Perancis nama Laplace dan Lagrange sangat terkenal tetapi mempunyai banyak perbedaan yang mencolok dalam pengembangan matematika: Laplace termasuk kelompok fisikawan matematika, sedangkan Lagrange adalah matematikawan murni. Perbedaan mendasar antara Lagrange dan Laplace juga tercermin pada hasil karya mereka, apakah tentang mempelajari bilangan atau daya tarik bulan. Lagrange menjawab semua pertanyaan dengan menggunakan matematika – dianggap sakral, dengan keanggunan dan berlaku umum (generality). Sebaliknya, Laplace memandang matematika sebagai alat, yang perlu dimodifikasi atau disesuaikan dengan problem-problem tertentu yang timbul. Seorang adalah matematikawan besar; lainnya adalah filsuf besar yang ingin memahami alam dengan menggunakan matematika tinggi.</p>
<p>Teman baik keduanya, Fourier, memberi ungkapan: “Lagrange bukanlah filsuf tetapi lebih tepat sebagai matematikawan. Seluruh hidupnya dipergunakan untuk membuktikan, sesuai kehendak hatinya, bukan untuk kepentingan umat manusia.” Lagrange membawa dampak besar bagi matematika modern lewat “kedalaman dan akurasi dari karya-karya ilmiahnya”, dimana hal ini tidak terkadung pada karya besar (masterpiece) Laplace. Terlepas dari perbedaan itu nyatanya nama Laplace lebih populer dibanding Lagrange. Barangkali karena Laplace berkutat dengan proyek besar yaitu memperagakan bahwa sistem matahari adalah mesin penggerak yang tidak pernah diam dengan bentuk luar biasa besarnya.</p>
<p>Politikus “kutu loncat”<br />
Tahun 1785, pada usia 36 tahun, Laplace dipromosikan menjadi anggota Akademi Sains dan memperoleh penghargaan sebagai Manusia berkarir dalam bidang sains (career of a man of science). Pada tahun ini pula Laplace mampu menjadi figur publik. Prestasi ini membuat dia dicalonkan sebagai kandidat tunggal pada Sekolah Militer. Di sini Laplace berkenalan dengan seorang anak muda yang menjegal rencana-rencananya dalam bidang matematika untuk masuk ke dalam lumpur kotor [permainan] politik. Anak muda itu bernama Napoleon Bonaparte (1769 – 1821).</p>
<p>Saat revolusi, Laplace duduk di atas punggung kuda dan mengawasi segalanya berjalan lancar. Tak seorangpun dengan keangkuhan dan ambisi besar mampu lolos dari marabahaya. De Pastoret menduga bahwa Lagrange dan Laplace lolos dari guilitin karena keahlian keduanya masih dibutuhkan untuk menghitung lintasan perluru (meriam) dan membantu produksi sendawa (salpeter) sebagai bahan dasar mesiu.</p>
<p>Nasib beda dialami Condorcet. Melakukan kesalahan fatal karena biasa hidup sebagai aristokrat. Suatu saat dia memesan omelet. Tidak pernah mengetahui berapa jumlah telur, dia memesan omelet dengan 12 telur. Sang koki curiga dan bertanya, ”Apa pekerjaan anda?”. “Tukang kayu.” “Bukalah kedua telapak tangan anda!.” “Anda bukan tukang kayu.” Condorcet ditangkap dan dipenjara. Mati keracunan di penjara. Ada dugaan Condorcet disuruh minum racun atau bunuh diri.</p>
<p>Setelah revolusi, Laplace terjun ke politik. Barangkali ingin memecahkan prestasi Newton. Laplace dikritik karena tidak mampu mengendalikan kantor-kantor pelayanan masyarakat di bawah rezim pengganti tanpa mengubah haluan politiknya. Keahlian Laplace adalah meyakinkan lawan politiknya bahwa dia adalah pendukung setia. Hasil akhirnya, Laplace selalu mendapat jabatan setiap kali ganti pemerintahan. Dapat berganti haluan politik dalam semalam dari republikan yang fanatik maupun pendukung kerajaan yang paling bersemangat.</p>
<p>Elektromagnetik<br />
Teori potensial &#8211; adaptasi dari Lagrange &#8211; dikembangkan oleh Laplace menuruti mimpi-mimpinya menjadi signifikan bagi jaman modern. Tanpa peran matematik, teori ini sudah mati prematur dan kita semua tidak pernah mengetahui apa itu elektromagnetik. Terlepas dari teori ini telah muncul suatu cabang matematika yang diigunakan untuk memecahkan problem, sekarang ini makin signifikan untuk fisika dibandingkan dengan saat teori gravitasi Newton diperkenalkan. Konsep potensial adalan inspirasi matematikal nomor wahid – memungkinkan kita menyelesaikan problem-problem fisika yang selama ini tampaknya tidak tersentuh.</p>
<p>Potensial adalah suatu fungsi u digambarkan dalam hubungannya dengan gerakan zat cair dan persamaan Laplace dibuat menurut kaidah dari Newton. Fungsi u adalah “potensi kecepatan”; apabila menggunakan rumus gravitasi Newton maka u adalah “potensi gravitasi.” Pengenalan konsep potensial ke dalam teori gerakan zat cair, gravitasi, elektromagnetik dan lain-lainnya adalah pencapaian paling penting dalam fisika matematika. Dampak dari penggantian persamaan-persamaan diferential ke dalam dua atau tiga variabel tidak diketahui dengan menggunakan persamaan dengan satu variabel tidak diketahui.</p>
<p>Karya puncak Laplace<br />
Mecanique celeste, adalah karya astronomi dengan segala permasalahannya diterbitkan dalam periode 12 tahun. Dibuat dua jilid pada tahun 1799, berisikan gerakan planet-planet, bentuk-bentuk (saat diputar), dan gelombang lautan; Dua jilid berikutnya muncul pada tahun 1802 dan tahun 1805 berisikan investigasi dan lengkap selesai dengan terbitnya jilid 5 antara tahun 1823 – 1825.</p>
<p><a href="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/laplace_sin.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-104" title="laplace_sin" src="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/laplace_sin.png?w=300" alt="" width="300" height="200" /></a>Ekspresi matematika yang digunakan Laplace jauh dari sahih. Laplace lebih tertarik dengan hasil akhir dibandingkan bagaimana cara memperolehnya. Untuk “menyembunyikan” cacat matematika ini dinyatakan dalam komentar “Itu mudah dilihat.” Karya lain adalah “Eksposisi dari sistem Alam Semesta” terbit pada tahun 1796. Disebut karya puncak Laplace yang tidak menyentuh matematika. Makalah ini tidak panjang karena hanya 153 halaman kuarto. Tidak lupa Laplace menyinggung teori probabilitas pada tahun 1820. Semua karya itu mampu mengukuhkan Laplace sebagai penulis besar sama seperti matematikawan besar. Meskipun penjelasan teori probabilitas dari Laplace dikatakan belum matang, tapi pada jaman itu sudah membuka wawasan pemikiran baru dan kelak menjadi dasar bagi pengembangan teori ini oleh generasi mendatang.</p>
<p>Cerita akhir<br />
Bagaimana posisi Laplace saat Napoleon jatuh? Mudah ditebak, dengan keahlian diplomasi, dia banting setir menjadi pengikut setia Louis VIII dan menduduki jabatan dengan gelar Marquis de Laplace. Pengabdian Laplace, kemudian, tahun 1816, memperoleh penghargaan dengan diangkatnya Laplace menjadi presiden komite untuk pembenahan Ecole Politehnique. Ada cerita tentang Laplace ketika dia memperlihatkan karya Mecanique celeste kepada Napoleon, menghadapi pertanyaan, ”Anda menulis buku sedemikian tebal tentang sistem alam semesta tetapi sedikitpun tidak menyebut siapa penciptaNya.” Langsung dijawab dengan lugas, ”Tuan, saya tidak membutuhkan hipotesis.”<br />
Laplace menikmati masa tuanya di sebuah kota kecil, Arcueil, dekat Paris. Setelah beberapa hari sakit, Laplace meninggal</p>
<p>Sumbangsih<br />
Matematika fisika dapat disebut sebagai kiprah pertama Laplace dalam menggunakan matematika untuk penerapan. Transformasi Laplace – mengabadikan nama Laplace &#8211; digunakan untuk menyelesaikan persamaan-persamaan diferential dan menentukan respons gelombang (oscillator) harmonik bagi sinyal masukan (input). Dalam riwayat Laplace tampaknya dituntut suatu keberpihakan seorang ilmuwan apabila terjadi perubahan.</p>
<p>Referensi :</p>
<p><em>- http://mate-mati-kaku.com/matematikawan/pierreSimonLaplace.html</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ibnu Khaldun]]></title>
<link>http://fsebelas.wordpress.com/2009/12/05/ibnu-khaldun/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 04:46:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>fsebelas</dc:creator>
<guid>http://fsebelas.wordpress.com/2009/12/05/ibnu-khaldun/</guid>
<description><![CDATA[Nama lengkapnya adalah Waliuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Abi Bakar Muhammad bin al]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/ibnu-khaldun-0k1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-98" title="ibnu-khaldun-0k1" src="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/ibnu-khaldun-0k1.jpg?w=224" alt="" width="224" height="300" /></a>Nama lengkapnya adalah Waliuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Abi Bakar Muhammad bin al-Hasan yang kemudian masyhur dengan sebutan Ibnu Khaldun. lahir di Tunisia pada 1 Ramadan 732 H./27 Mei 1332 M. adalah dikenal sebagai sejarawan dan bapak sosiologi Islam yang hafal Alquran sejak usia dini. Sebagai ahli politik Islam, ia pun dikenal sebagai bapak Ekonomi Islam, karena pemikiran-pemikirannya tentang teori ekonomi yang logis dan realistis jauh telah dikemukakannya sebelum Adam Smith (1723-1790) dan David Ricardo (1772-1823) mengemukakan teori-teori ekonominya. Bahkan ketika memasuki usia remaja, tulisan-tulisannya sudah menyebar ke mana-mana.</p>
<p>Tulisan-tulisan dan pemikiran Ibnu Khaldun terlahir karena studinya yang sangat dalam, pengamatan terhadap berbagai masyarakat yang dikenalnya dengan ilmu dan pengetahuan yang luas, serta ia hidup di tengah-tengah mereka dalam pengembaraannya yang luas pula.</p>
<p>Selain itu dalam tugas-tugas yang diembannya penuh dengan berbagai peristiwa, baik suka dan duka. Ia pun pernah menduduki jabatan penting di Fes,<br />
Granada, dan Afrika Utara serta pernah menjadi guru besar di Universitas al-Azhar, Kairo yang dibangun oleh dinasti Fathimiyyah. Dari sinilah ia melahirkan karya-karya yang monumental hingga saat ini. Nama dan karyanya harum dan dikenal di berbagai penjuru dunia. Panjang sekali jika kita berbicara tentang biografi Ibnu Khaldun, namun ada tiga periode yang bisa kita ingat kembali dalam perjalan hidup beliau. Periode pertama, masa dimana Ibnu Khaldun menuntut berbagai bidang ilmu pengetahuan. Yakni, ia belajar Alquran, tafsir, hadis, usul fikih, tauhid, fikih madzhab Maliki, ilmu nahwu dan sharaf, ilmu balaghah, fisika dan matematika.</p>
<p>Dalam semua bidang studinya mendapatkan nilai yang sangat memuaskan dari para gurunya. Namun studinya terhenti karena penyakit pes telah melanda selatan Afrika pada tahun 749 H. yang merenggut ribuan nyawa. Ayahnya dan sebagian besar gurunya meninggal dunia. Ia pun berhijrah ke Maroko selanjutnya ke Mesir; Periode kedua, ia terjun dalam dunia politik dan sempat menjabat berbagai posisi penting kenegaraan seperti qadhi al-qudhat (Hakim Tertinggi). Namun, akibat fitnah dari lawan-lawan politiknya, Ibnu Khaldun sempat juga dijebloskan ke dalam penjara.</p>
<p>SETELAH keluar dari penjara, dimulailah periode ketiga kehidupan Ibnu Khaldun, yaitu berkonsentrasi pada bidang penelitian dan penulisan, ia pun melengkapi dan merevisi catatan-catatannya yang telah lama dibuatnya. Seperti kitab al-’ibar (tujuh jilid) yang telah ia revisi dan ditambahnya bab-bab baru di dalamnya, nama kitab ini pun menjadi Kitab al-’Ibar wa Diwanul Mubtada’ awil Khabar fi Ayyamil ‘Arab wal ‘Ajam wal Barbar wa Man ‘Asharahum min Dzawis Sulthan al-Akbar.</p>
<p>Kitab al-i’bar ini pernah diterjemahkan dan diterbitkan oleh De Slane pada tahun 1863, dengan judul Les Prolegomenes d’Ibn Khaldoun. Namun pengaruhnya baru terlihat setelah 27 tahun kemudian. Tepatnya pada tahun 1890, yakni saat pendapat-pendapat Ibnu Khaldun dikaji dan diadaptasi oleh sosiolog-sosiolog German dan<br />
Austria yang memberikan pencerahan bagi para sosiolog modern.</p>
<p>Karya-karya lain Ibnu Khaldun yang bernilai sangat tinggi diantaranya, at-Ta’riif bi Ibn Khaldun (sebuah kitab autobiografi, catatan dari kitab sejarahnya); Muqaddimah (pendahuluan atas kitabu al-’ibar yang bercorak sosiologis-historis, dan filosofis); Lubab al-Muhassal fi Ushul ad-Diin (sebuah kitab tentang permasalahan dan pendapat-pendapat teologi, yang merupakan ringkasan dari kitab Muhassal Afkaar al-Mutaqaddimiin wa al-Muta’akh-khiriin karya Imam Fakhruddin ar-Razi).</p>
<p>DR. Bryan S. Turner, guru besar sosiologi di Universitas of<br />
Aberdeen, Scotland dalam artikelnya “The Islamic Review &#38; Arabic Affairs” di tahun 1970-an mengomentari tentang karya-karya Ibnu Khaldun. Ia menyatakan, “Tulisan-tulisan sosial dan sejarah dari Ibnu Khaldun hanya satu-satunya dari tradisi intelektual yang diterima dan diakui di dunia Barat, terutama ahli-ahli sosiologi dalam bahasa Inggris (yang menulis karya-karyanya dalam bahasa Inggris).” Salah satu tulisan yang sangat menonjol dan populer adalah muqaddimah (pendahuluan) yang merupakan buku terpenting tentang ilmu sosial dan masih terus dikaji hingga saat ini.</p>
<p>Bahkan buku ini telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Di sini Ibnu Khaldun menganalisis apa yang disebut dengan ‘gejala-gejala sosial’ dengan metoda-metodanya yang masuk akal yang dapat kita lihat bahwa ia menguasai dan memahami akan gejala-gejala sosial tersebut. Pada bab ke dua dan ke tiga, ia berbicara tentang gejala-gejala yang membedakan antara masyarakat primitif dengan masyarakat moderen dan bagaimana sistem pemerintahan dan urusan politik di masyarakat.</p>
<p>Bab ke dua dan ke empat berbicara tentang gejala-gejala yang berkaitan dengan cara berkumpulnya manusia serta menerangkan pengaruh faktor-faktor dan lingkungan geografis terhadap gejala-gejala ini. Bab ke empat dan ke<br />
lima, menerangkan tentang ekonomi dalam individu, bermasyarakat maupun negara. Sedangkan bab ke enam berbicara tentang paedagogik, ilmu dan pengetahuan serta alat-alatnya. Sungguh mengagumkan sekali sebuah karya di abad ke-14 dengan lengkap menerangkan hal ihwal sosiologi, sejarah, ekonomi, ilmu dan pengetahuan. Ia telah menjelaskan terbentuk dan lenyapnya negara-negara dengan teori sejarah.</p>
<p>Ibnu Khaldun sangat meyakini sekali, bahwa pada dasarnya negera-negara berdiri bergantung pada generasi pertama (pendiri negara) yang memiliki tekad dan kekuatan untuk mendirikan negara. Lalu, disusul oleh generasi ke dua yang menikmati kestabilan dan kemakmuran yang ditinggalkan generasi pertama. Kemudian, akan datang generasi ke tiga yang tumbuh menuju ketenangan, kesenangan, dan terbujuk oleh materi sehingga sedikit demi sedikit bangunan-bangunan spiritual melemah dan negara itu pun hancur, baik akibat kelemahan internal maupun karena serangan musuh-musuh yang kuat dari luar yang selalu mengawasi kelemahannya.</p>
<p>ADA beberapa catatan penting dari sini yang dapat kita ambil bahan pelajaran. Bahwa Ibnu Khaldun menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan tidak meremehkan akan sebuah sejarah. Ia adalah seorang peneliti yang tak kenal lelah dengan dasar ilmu dan pengetahuan yang luas. Ia selalu memperhatikan akan komunitas-komunitas masyarakat. Selain seorang pejabat penting, ia pun seorang penulis yang produktif. Ia menghargai akan tulisan-tulisannya yang telah ia buat. Bahkan ketidaksempurnaan dalam tulisannya ia lengkapi dan perbaharui dengan memerlukan waktu dan kesabaran. Sehingga karyanya benar-benar berkualitas, yang di adaptasi oleh situasi dan kondisi.</p>
<p>Karena pemikiran-pemikirannya yang briliyan Ibnu Khaldun dipandang sebagai peletak dasar ilmu-ilmu sosial dan politik Islam. Dasar pendidikan Alquran yang diterapkan oleh ayahnya menjadikan Ibnu Khaldun mengerti tentang Islam, dan giat mencari ilmu selain ilmu-ilmu keislaman. Sebagai Muslim dan hafidz Alquran, ia menjunjung tinggi akan kehebatan Alquran. Sebagaimana dikatakan olehnya, “Ketahuilah bahwa pendidikan Alquran termasuk syiar agama yang diterima oleh umat Islam di seluruh dunia Islam. Oleh kerena itu pendidikan Alquran dapat meresap ke dalam hati dan memperkuat iman. Dan pengajaran Alquran pun patut diutamakan sebelum mengembangkan ilmu-ilmu yang lain.”</p>
<p>Jadi, nilai-nilai spiritual sangat di utamakan sekali dalam kajiannya, disamping mengkaji ilmu-ilmu lainnya. Kehancuran suatu negara, masyarakat, atau pun secara individu dapat disebabkan oleh lemahnya nilai-nilai spritual. Pendidikan agama sangatlah penting sekali sebagai dasar untuk menjadikan insan yang beriman dan bertakwa untuk kemaslahatan umat. Itulah kunci keberhasilan<br />
Ibnu Khaldun, ia wafat di Kairo Mesir pada saat bulan suci Ramadan tepatnya pada tanggal 25 Ramadan 808 H./19 Maret 1406 M.***</p>
<p>Referensi :<br />
<em><br />
- http://jacksite.wordpress.com/2007/04/17/biografi-ibnu-khaldun/</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ibnu Taimiyyah]]></title>
<link>http://fsebelas.wordpress.com/2009/12/05/ibnu-taimiyyah/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 04:43:57 +0000</pubDate>
<dc:creator>fsebelas</dc:creator>
<guid>http://fsebelas.wordpress.com/2009/12/05/ibnu-taimiyyah/</guid>
<description><![CDATA[Ibnu Taimiyyah Lahir di Harran, salah satu kota induk di Jazirah Arabia yang terletak antara sungai ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/ibnu-taimiyah.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-95" title="ibnu taimiyah" src="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/ibnu-taimiyah.jpg?w=232" alt="" width="232" height="300" /></a>Ibnu Taimiyyah Lahir di Harran, salah satu kota induk di Jazirah Arabia yang terletak antara sungai Dajalah (Tigris) dengan Efrat, pada hari Senin 10 Rabiu`ul Awal tahun 661H. Beliau adalah imam, Qudwah, `Alim, Zahid dan Da`i ila Allah, baik dengan kata, tindakan, kesabaran maupun jihadnya; Syaikhul Islam, Mufti Anam, pembela dinullah daan penghidup sunah Rasul shalallahu`alaihi wa sallam yang telah dimatikan oleh banyak orang, Ahmad bin Abdis Salam bin Abdillah bin Al-Khidhir bin Muhammad bin Taimiyah An-Numairy Al-Harrany Ad-Dimasyqy.</p>
<p>Beliau berhijrah ke Damasyq (Damsyik) bersama orang tua dan keluarganya ketika umurnya masih kecil, disebabkan serbuan tentara Tartar atas negerinyaa. Mereka menempuh perjalanan hijrah pada malam hari dengan menyeret sebuah gerobak besar yang dipenuhi dengan kitab-kitab ilmu, bukan barang-barang perhiasan atau harta benda, tanpa ada seekor binatang tunggangan-pun pada mereka.</p>
<p>Suatu saat gerobak mereka mengalami kerusakan di tengah jalan, hingga hampir saja pasukan musuh memergokinya. Dalam keadaan seperti ini, mereka ber-istighatsah (mengadukan permasalahan) kepada Allah Ta`ala. Akhirnya mereka bersama kitab-kitabnya dapat selamat.</p>
<p>PERTUMBUHAN DAN GHIRAHNYA KEPADA ILMU</p>
<p>Semenjak kecil sudah nampak tanda-tanda kecerdasan pada diri beliau. Begitu tiba di Damsyik beliau segera menghafalkan Al-Qur`an dan mencari berbagai cabang ilmu pada para ulama, huffazh dan ahli-ahli hadits negeri itu. Kecerdasan serta kekuatan otaknya membuat para tokoh ulama tersebut tercengang.</p>
<p>Ketika umur beliau belum mencapai belasan tahun, beliau sudah menguasai ilmu Ushuluddin dan sudah mengalami bidang-bidang tafsir, hadits dan bahasa Arab.</p>
<p>Pada unsur-unsur itu, beliau telah mengkaji musnad Imam Ahmad sampai beberapa kali, kemudian kitabu-Sittah dan Mu`jam At-Thabarani Al-Kabir.</p>
<p>Suatu kali, ketika beliau masih kanak-kanak pernah ada seorang ulama besar dari Halab (suatu kota lain di Syria sekarang, pen.) yang sengaja datang ke Damasyiq, khusus untuk melihat si bocah bernama Ibnu Taimiyah yang kecerdasannya menjadi buah bibir. Setelah bertemu, ia memberikan tes dengan cara menyampaikan belasan matan hadits sekaligus. Ternyata Ibnu Taimiyah mampu menghafalkannya secara cepat dan tepat. Begitu pula ketika disampaikan kepadanya beberapa sanad, beliaupun dengan tepat pula mampu mengucapkan ulang dan menghafalnya. Hingga ulama tersebut berkata: Jika anak ini hidup, niscaya ia kelak mempunyai kedudukan besar, sebab belum pernah ada seorang bocah seperti dia.</p>
<p>Sejak kecil beliau hidup dan dibesarkan di tengah-tengah para ulama, mempunyai kesempatan untuk mereguk sepuas-puasnya taman bacaan berupa kitab-kitab yang bermanfaat. Beliau infakkan seluruh waktunya untuk belajar dan belajar, menggali ilmu terutama kitabullah dan sunah Rasul-Nya shallallahu`alaihi wa sallam.</p>
<p>Lebih dari semua itu, beliau adalah orang yang keras pendiriannya dan teguh berpijak pada garis-garis yang telah ditentukan Allah, mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Beliau pernah berkata: Jika dibenakku sedang berfikir suatu masalah, sedangkan hal itu merupakan masalah yang muskil bagiku, maka aku akan beristighfar seribu kali atau lebih atau kurang. Sampai dadaku menjadi lapang dan masalah itu terpecahkan. Hal itu aku lakukan baik di pasar, di masjid atau di madrasah. Semuanya tidak menghalangiku untuk berdzikir dan beristighfar hingga terpenuhi cita-citaku.</p>
<p>Begitulah seterusnya Ibnu Taimiyah, selalu sungguh-sungguh dan tiada putus-putusnya mencari ilmu, sekalipun beliau sudah menjadi tokoh fuqaha` dan ilmu serta dinnya telah mencapai tataran tertinggi.</p>
<p>PUJIAN ULAMA</p>
<p>Al-Allamah As-Syaikh Al-Karamy Al-Hambali dalam Kitabnya Al-Kawakib AD-Darary yang disusun kasus mengenai manaqib (pujian terhadap jasa-jasa) Ibnu Taimiyah, berkata: Banyak sekali imam-imam Islam yang memberikan pujian kepada (Ibnu Taimiyah) ini. Diantaranya: Al-Hafizh Al-Mizzy, Ibnu Daqiq Al-Ied, Abu Hayyan An-Nahwy, Al-Hafizh Ibnu Sayyid An-Nas, Al-Hafizh Az-Zamlakany, Al-Hafidh Adz-Dzahabi dan para imam ulama lain.</p>
<p>Al-Hafizh Al-Mizzy mengatakan: Aku belum pernah melihat orang seperti Ibnu Taimiyah.. dan belum pernah kulihat ada orang yang lebih berilmu terhadap kitabullah dan sunnah Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam serta lebih ittiba` dibandingkan beliau.</p>
<p>Al-Qadhi Abu Al-Fath bin Daqiq Al-Ied mengatakan: Setelah aku berkumpul dengannya, kulihat beliau adalah seseorang yang semua ilmu ada di depan matanya, kapan saja beliau menginginkannya, beliau tinggal mengambilnya, terserah beliau. Dan aku pernah berkata kepadanya: Aku tidak pernah menyangka akan tercipta manasia seperti anda.</p>
<p>Al-Qadli Ibnu Al-Hariry mengatakan: Kalau Ibnu Taimiyah bukah Syaikhul Islam, lalu siapa dia ini ?</p>
<p>Syaikh Ahli nahwu, Abu Hayyan An-Nahwi, setelah beliau berkumpul dengan Ibnu Taimiyah berkata: Belum pernah sepasang mataku melihat orang seperti dia ….. Kemudian melalui bait-bait syairnya, beliau banyak memberikan pujian kepadanya.</p>
<p>Penguasaan Ibnu Taimiyah dalam beberapa ilmu sangat sempurna, yakni dalam tafsir, aqidah, hadits, fiqh, bahasa arab dan berbagai cabang ilmu pengetahuan Islam lainnya, hingga beliau melampaui kemampuan para ulama zamannya. Al-`Allamah Kamaluddin bin Az-Zamlakany (wafat th. 727 H) pernah berkata: Apakah ia ditanya tentang suatu bidang ilmu, maka siapa pun yang mendengar atau melihat (jawabannya) akan menyangka bahwa dia seolah-olah hanya membidangi ilmu itu, orang pun akan yakin bahwa tidak ada seorangpun yang bisa menandinginya. Para Fuqaha dari berbagai kalangan, jika duduk bersamanya pasti mereka akan mengambil pelajaran bermanfaat bagi kelengkapan madzhab-madzhab mereka yang sebelumnya belum pernah diketahui. Belum pernah terjadi, ia bisa dipatahkan hujahnya. Beliau tidak pernah berkata tentang suatu cabang ilmu, baik ilmu syariat atau ilmu lain, melainkan dari masing-masing ahli ilmu itu pasti terhenyak. Beliau mempunyai goresan tinta indah, ungkapan-ungkapan, susunan, pembagian kata dan penjelasannya sangat bagus dalam penyusunan buku-buku.</p>
<p>Imam Adz-Dzahabi rahimahullah (wafat th. 748 H) juga berkata: Dia adalah lambang kecerdasan dan kecepatan memahami, paling hebat pemahamannya terhadap Al-Kitab was-Sunnah serta perbedaan pendapat, dan lautan dalil naqli. Pada zamannya, beliau adalah satu-satunya baik dalam hal ilmu, zuhud, keberanian, kemurahan, amar ma`ruf, nahi mungkar, dan banyaknya buku-buku yang disusun dan amat menguasai hadits dan fiqh.</p>
<p>Pada umurnya yang ke tujuh belas beliau sudah siap mengajar dan berfatwa, amat menonjol dalam bidang tafsir, ilmu ushul dan semua ilmu-ilmu lain, baik pokok-pokoknya maupun cabang-cabangnya, detailnya dan ketelitiannya. Pada sisi lain Adz-Dzahabi mengatakan: Dia mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai rijal (mata rantai sanad), Al-Jarhu wat Ta`dil, Thabaqah-Thabaqah sanad, pengetahuan ilmu-ilmu hadits antara shahih dan dhaif, hafal matan-matan hadits yang menyendiri padanya .. Maka tidak seorangpun pada waktu itu yang bisa menyamai atau mendekati tingkatannya .. Adz-Dzahabi berkata lagi, bahwa: Setiap hadits yang tidak diketahui oleh Ibnu Taimiyah, maka itu bukanlah hadist.</p>
<p>Demikian antara lain beberapa pujian ulama terhadap beliau.</p>
<p>DA`I, MUJAHID, PEMBASMI BID`AH DAN PEMUSNAH MUSUH</p>
<p>Sejarah telah mencatat bahwa bukan saja Ibnu Taimiyah sebagai da`i yang tabah, liat, wara`, zuhud dan ahli ibadah, tetapi beliau juga seorang pemberani yang ahli berkuda. Beliau adalah pembela tiap jengkal tanah umat Islam dari kedzaliman musuh dengan pedannya, seperti halnya beliau adalah pembela aqidah umat dengan lidah dan penanya.</p>
<p>Dengan berani Ibnu Taimiyah berteriak memberikan komando kepada umat Islam untuk bangkit melawan serbuan tentara Tartar ketika menyerang Syam dan sekitarnya. Beliau sendiri bergabung dengan mereka dalam kancah pertempuran. Sampai ada salah seorang amir yang mempunyai diin yang baik dan benar, memberikan kesaksiannya: tiba-tiba (ditengah kancah pertempuran) terlihat dia bersama saudaranya berteriak keras memberikan komando untuk menyerbu dan memberikan peringatan keras supaya tidak lari. Akhirnya dengan izin Allah Ta`ala, pasukan Tartar berhasil dihancurkan, maka selamatlah negeri Syam, Palestina, Mesir dan Hijaz.</p>
<p>Tetapi karena ketegaran, keberanian dan kelantangan beliau dalam mengajak kepada al-haq, akhirnya justru membakar kedengkian serta kebencian para penguasa, para ulama dan orang-orang yang tidak senang kepada beliau. Kaum munafiqun dan kaum lacut kemudian meniupkan racun-racun fitnah hingga karenanya beliau harus mengalami berbagai tekanan di pejara, dibuang, diasingkan dan disiksa.</p>
<p>KEHIDUPAN PENJARA</p>
<p>Hembusan-hembusan fitnah yang ditiupkan kaum munafiqin serta antek-anteknya yang mengakibatkan beliau mengalami tekanan berat dalam berbagai penjara, justru dihadapi dengan tabah, tenang dan gembira. Terakhir beliau harus masuk ke penjara Qal`ah di Dimasyq. Dan beliau berkata: Sesungguhnya aku menunggu saat seperti ini, karena di dalamnya terdapat kebaikan besar.</p>
<p>Dalam syairnya yang terkenal beliau juga berkata:</p>
<p>Apakah yang diperbuat musuh padaku !!!!</p>
<p>Aku, taman dan dikebunku ada dalam dadaku</p>
<p>Kemanapun ku pergi, ia selalu bersamaku</p>
<p>dan tiada pernah tinggalkan aku.</p>
<p>Aku, terpenjaraku adalah khalwat</p>
<p>Kematianku adalah mati syahid</p>
<p>Terusirku dari negeriku adalah rekreasi.</p>
<p>Beliau pernah berkata dalam penjara:</p>
<p>Orang dipenjara ialah orang yang terpenjara hatinya dari Rabbnya, orang yang tertawan ialah orang yang ditawan orang oleh hawa nafsunya.</p>
<p>Ternyata penjara baginya tidak menghalangi kejernihan fitrah islahiyah-nya, tidak menghalanginya untuk berdakwah dan menulis buku-buku tentang aqidah, tafsir dan kitab-kitab bantahan terhadap ahli-ahli bid`ah.</p>
<p>Pengagum-pengagum beliau diluar penjara semakin banyak. Sementara di dalam penjara, banyak penghuninya yang menjadi murid beliau, diajarkannya oleh beliau agar mereka iltizam kepada syari`at Allah, selalu beristighfar, tasbih, berdoa dan melakukan amalan-amalan shahih. Sehingga suasana penjara menjadi ramai dengan suasana beribadah kepada Allah. Bahkan dikisahkan banyak penghuni penjara yang sudah mendapat hak bebas, ingin tetap tinggal di penjara bersamanya. Akhirnya penjara menjadi penuh dengan orang-orang yang mengaji.</p>
<p>Tetapi kenyataan ini menjadikan musuh-musuh beliau dari kalangan munafiqin serta ahlul bid`ah semakin dengki dan marah. Maka mereka terus berupaya agar penguasa memindahkan beliau dari satu penjara ke penjara yang lain. Tetapi inipun menjadikan beliau semakin terkenal. Pada akhirnya mereka menuntut kepada pemerintah agar beliau dibunuh, tetapi pemerintah tidak mendengar tuntutan mereka. Pemerintah hanya mengeluarkan surat keputusan untuk merampas semua peralatan tulis, tinta dan kertas-kertas dari tangan Ibnu Taimiyah.</p>
<p>Namun beliau tetap berusaha menulis di tempat-tempat yang memungkinkan dengan arang. Beliau tulis surat-surat dan buku-buku dengan arang kepada sahabat dan murid-muridnya. Semua itu menunjukkan betapa hebatnya tantangan yang dihadapi, sampai kebebasan berfikir dan menulis pun dibatasi. Ini sekaligus menunjukkan betapa sabar dan tabahnya beliau. Semoga Allah merahmati, meridhai dan memasukkan Ibnu Taimiyah dan kita sekalian ke dalam surganya.</p>
<p>WAFATNYA</p>
<p>Beliau wafatnya di dalam penjara Qal`ah Dimasyq disaksikan oleh salah seorang muridnya yang menonjol, Al-`Allamah Ibnul Qayyim Rahimahullah.</p>
<p>Beliau berada di penjara ini selama dua tahun tiga bulan dan beberapa hari, mengalami sakit dua puluh hari lebih. Selama dalam penjara beliau selalu beribadah, berdzikir, tahajjud dan membaca Al-Qur`an. Dikisahkan, dalam tiap harinya ia baca tiga juz. Selama itu pula beliau sempat menghatamkan Al-Qur`an delapan puluh atau delapan puluh satu kali.</p>
<p>Perlu dicatat bahwa selama beliau dalam penjara, tidak pernah mau menerima pemberian apa pun dari penguasa.</p>
<p>Jenazah beliau dishalatkan di masjid Jami`Bani Umayah sesudah shalat Zhuhur. Semua penduduk Dimasyq (yang mampu) hadir untuk menshalatkan jenazahnya, termasuk para Umara`, Ulama, tentara dan sebagainya, hingga kota Dimasyq menjadi libur total hari itu. Bahkan semua penduduk Dimasyq (Damaskus) tua, muda, laki, perempuan, anak-anak keluar untuk menghormati kepergian beliau.</p>
<p>Seorang saksi mata pernah berkata: Menurut yang aku ketahui tidak ada seorang pun yang ketinggalan, kecuali tiga orang musuh utamanya. Ketiga orang ini pergi menyembunyikan diri karena takut dikeroyok masa. Bahkan menurut ahli sejarah, belum pernah terjadi jenazah yang dishalatkan serta dihormati oleh orang sebanyak itu melainkan Ibnu Taimiyah dan Imam Ahmad bin Hambal.</p>
<p>Beliau wafat pada tanggal 20 Dzul Hijjah th. 728 H, dan dikuburkan pada waktu Ashar di samping kuburan saudaranya Syaikh Jamal Al-Islam Syarafuddin. Semoga Allah merahmati Ibnu Taimiyah, tokoh Salaf, da`i, mujahidd, pembasmi bid`ah dan pemusnah musuh. Wallahu a`lam. []</p>
<p>Referensi :</p>
<p><em>- http://www.eramuslim.net/?buka=show_biografi&#38;id=38<br />
- www.hudzaifah.org</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Girard Desargues]]></title>
<link>http://fsebelas.wordpress.com/2009/12/05/girard-desargues/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 04:41:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>fsebelas</dc:creator>
<guid>http://fsebelas.wordpress.com/2009/12/05/girard-desargues/</guid>
<description><![CDATA[Tidak banyak yang dapat diketahui tentang kehidupan Desargues. Keluarga (pihak ayah maupun pihak ibu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/desargues.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-92" title="Desargues" src="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/desargues.jpg?w=246" alt="" width="246" height="300" /></a>Tidak banyak yang dapat diketahui tentang kehidupan Desargues. Keluarga (pihak ayah maupun pihak ibu) adalah keluarga kaya selama beberapa generasi. Profesi keluarga adalah pengacara atau hakim di Paris maupun di Lyon (kelak menjadi kota terbesar kedua di Perancis). Desargues sering pergi ke Paris dalam hubungannya dengan proses hukum guna pemulihan hutang. Meskipun bangkrut, keluarganya masih memilihi beberapa rumah besar di Lyon, puri di dekat desa Vourles dan kastil kecil yang dikelilingi oleh tanaman anggur.</p>
<p>Pendidikan Desargues tidak pelak lagi cukup tinggi dan mampu membeli buku-buku yang dia inginkan dan mampu menikmati kesenangan apapun yang ingin dia reguk. Sebagai penemu, Desargues, merancang tangga spiral dan pompa model baru, tapi minat utama adalah geometri. Dia menemukan sesuatu yang baru, berbeda dengan geometri Yunani, yang sekarang dikenal dengan nama “proyeksi” atau geometri “modern.”</p>
<p>Revolusi Geometri<br />
Kerucut (Conic) dari Apollonius menarik perhatian orang lapangan dengan imajinasi luar biasa – Girard Desargues, seorang arsitek dan Insinyur militer di Lyon. Beberapa tahun dia memang tinggal di paris. Masuk kelompok Mersenne, tapi pandangan tentang peran perspektif dalam, arsitektur dan geometri tidak manraik hatinya. Kembali ke Lyon dan bekerja dengan tipe matematika baru rekaannya sendiri. Hasilnya adalah sebuah buku bagus tapi tidak sukses dalam peredarannya. Dasar pemikiran karya Desargues adalah penyederhanaan – merupakan inspirasi perspektif dari seni Renaikssance dan persepsi kontinuiti dari [Johannes] Kepler. Sebuah pemikiran sederhana. Semua orang mengetahui lingkaran.</p>
<p>Jika dilihat dari samping seperti ellips atau bayangan lampu yang terpantul di dinding dapat berbentuk lingkaran atau ellips. Kerucut-kerucut yang diolah Desargues menjadi indah, meski “bahasa” yang digunakan tidak konvensional. Geometri proyektif memberi manfaat lebih besar bagi generalisasi geometri metriks dari Apollonius, Desartes dan Fermat. Matematikawan saat itu tidak hanya gagal memahami geometri baru ini, mereka justru secara aktif menentangnya sebagai aliran matematika yang berbahaya dan tidak wajar.</p>
<p>Karya-karya Desargues terkesan praktis dengan judul-judul seperti: Perspective (1636), Pemotongan batu untuk membangun gedung (1640) dan Penunjuk waktu terbuat dari batu/sundial (1640). Beberapa salinan karya Desargues dicetak di Paris pada tahun 1639, namun hanya satu yang dapat diselamatkan, dan ditemukan kembali pada tahun 1951. Penyebab semua itu adalah karyanya tidak diterima oleh kalangan matematikawan. Cara yang dipakai Desargues untuk memasyarakatkan karya-karyanya adalah lewat surat yang dikirim kepada teman-teman. Karya-karya itu hampir semua hilang sampai tahun 1847, namun salah satu salinan dibuat oleh Phillippe de Lahire, salah seorang pengagum Desargues ditemukan di perpustakaan Paris.</p>
<p>Karya-karyanya tidak untuk konsumsi ilmuwan, yang mengikuti penjelajahan imajinasi, tapi metematikawan ‘lapangan’ dan ahli-ahli mesin, yang sulit memahami makna dari karya-karyanya. Istilah-istilah yang digunakan, karena ilmu baru, banyak diambil bidang ilmu-ilmu lain yang sudah mapan. Sekali lagi, metode proyektif tidak sejalan dengan jaman, yang memberi tepukan hanya pada kemajuan aljabar dan analisis.<br />
Descartes adalah teman Desargues ketika sekolah di La Rochelle, tapi saat mendengar bahwa temannya memperlakukan kerucut tanpa memakai aljabar, membuatnya sangat bingung. Baginya tidaklah mungkin menyatakan hal apapun tentang kerucut yang lebih mudah diekspresikan dengan menggunakan aljabar.</p>
<p>Kehebatan aljabar masih terlalu kuat untuk dikalahkan oleh keindahan geometri proyektif sehingga hampir dua abad tidak pernah dikenal. Desargues mengemukakan theorema bukan untuk diterbitkan tapi dikirim ke teman, “Tukang gambar”, guru perspektif sekaligus pengikutnya, Abraham Bosse (1602 – 1676). Bosse menuliskan karya-karya (termasuk theorema) Desargues sebagai penghargaan dan pujian baginya, namun baru pada abad ke-19 menjadi salah satu proposisi dasar dalam geometri. Kelak proyeksi atau geometri “modern” ini diperbaharui oleh Gaspard Monge (1746 – 1818) dengan tambahan geometri deskriptif, teknik yang kemudian menjadi lazim dalam menggambar proyeksi.</p>
<p>Sumbangsih<br />
Karya Desargues merupakan perintis bagi geometri proyektif, yang pada jamannya dianggap “ilmu” aneh. Dalam perkembangannya kelak – mendapat campur tangan Monge – sebelum menjadi geometri deskriptif yang sekarang banyak digunakan untuk menggambar gambar-gambar teknik/rekayasa.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gustav Robert Kirchhoff]]></title>
<link>http://fsebelas.wordpress.com/2009/12/05/gustav-robert-kirchhoff/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 04:38:56 +0000</pubDate>
<dc:creator>fsebelas</dc:creator>
<guid>http://fsebelas.wordpress.com/2009/12/05/gustav-robert-kirchhoff/</guid>
<description><![CDATA[Gustav Robert Kirchhoff (12 Maret, 1824 – 17 Oktober , 1887), adalah seorang fisikawan Jerman yang b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/kirchhoff.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-89" title="Kirchhoff" src="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/kirchhoff.jpeg?w=225" alt="" width="225" height="300" /></a>Gustav Robert Kirchhoff (12 Maret, 1824 – 17 Oktober , 1887), adalah seorang fisikawan Jerman yang berkontribusi pada pemahaman konsep dasar teori rangkaian listrik, spektroskopi, dan emisi radiasi benda hitam yang dihasilkan oleh benda-benda yang dipanaskan. Dia menciptakan istilah radiasi &#8220;benda hitam&#8221; pada tahun 1862. Terdapat 3 konsep fisika berbeda yang kemudian dinamai berdasarkan namanya, &#8220;hukum Kirchhoff&#8221;, masing-masing dalam teori rangkaian listrik, termodinamika, dan spektroskopi.</p>
<p>Gustav Kirchhoff dilahirkan di Königsberg, Prusia Timur (sekarang Kaliningrad, Rusia), putra dari Friedrich Kirchhoff, seorang pengacara, dan Johanna Henriette Wittke. Dia lulus dari Universitas Albertus Königsberg (sekarang Kaliningrad) pada 1847 dan menikahi Clara Richelot, putri dari profesor-matematikanya, Friedrich Richelot. Pada tahun yang sama, mereka pindah ke Berlin, tempat dimana ia menerima gelar profesor di Breslau (sekarang Wroclaw).</p>
<p>Kirchhoff merumuskan hukum rangkaian, yang sekarang digunakan pada rekayasa listrik, pada 1845, saat dia masih berstatus mahasiswa. Ia mengusulkan hukum radiasi termal pada 1859, dan membuktikannya pada 1861. Di Breslau, ia bekerjasama dalam studi spektroskopi dengan Robert Bunsen. Dia adalah penemu pendamping dari caesium dan rubidium pada 1861 saat mempelajari komposisi kimia Matahari via spektrumnya.</p>
<p>Pada 1862 dia dianugerahi Medali Rumford untuk risetnya mengenai garis-garis spektrum matahari, dan pembalikan garis-garis terang pada spektrum cahaya buatan.</p>
<p>Dia berperan besar pada bidang spektroskopi dengan merumuskan tiga hukum yang menggambarkan komposisi spektrum optik obyek-obyek pijar, berdasar pada penemuan David Alter dan Anders Jonas Angstrom (lihat juga: analisis spektrum)</p>
<p>Hukum Kirchoff Dalam Spektroskopi</p>
<p>1. Bila suatu benda cair atau gas bertekanan tinggi dipijarkan, akan menghasilkan cahaya dengan spektrum kontinu.<br />
2. Bila suatu benda gas bertekanan rendah dipijarkan, akan menghasilkan cahaya dengan spektrum emisi, berupa garis-garis terang pada panjang gelombang yang diskret (pada warna tertentu) bergantung pada tingkatan energi atom-atom yang dikandung gas tersebut.<br />
3. Bila spektrum kontinu dilewatkan pada suatu benda gas dingin bertekanan rendah, akan menghasilkan cahaya dengan spektrum serapan, berupa garis-garis gelap pada panjang gelombang yang diskret bergantung pada tingkatan energi atom-atom yang dikandung gas dingin tersebut.</p>
<p>Referensi :<em></p>
<p>- http://budakfisika.blogspot.com/2009/01/gustav-robert-kirchhoff-fisikawan.html</em></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Peter Waage]]></title>
<link>http://fsebelas.wordpress.com/2009/12/05/peter-waage/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 04:32:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>fsebelas</dc:creator>
<guid>http://fsebelas.wordpress.com/2009/12/05/peter-waage/</guid>
<description><![CDATA[Peter Waage dilahirkan pada tanggal 29 Juni 1833, anak dari pemilik kapal dan juga ahli kapal Peter ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/uio_ufo_2007_1119.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-81" title="uio_ufo_2007_1119" src="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/uio_ufo_2007_1119.jpg?w=227" alt="" width="227" height="300" /></a>Peter Waage dilahirkan pada tanggal 29 Juni 1833, anak dari pemilik kapal dan juga ahli kapal Peter Pedersen Waage dan Regine Lovise Wattne Waage, di Pulau Hitter (sekarang dikenal sebagai Hidra) dekat Flekkefjord, Norwegia, sekitar 200 mil ke arah tenggara Christinia (sekarang dikenal sebagai Oslo). Ia dibesarkan di pulau ini, di mana nenek moyangnya telah tinggal sebagai pelaut selama berabad-abad. Karena ayahnya terbiasa di laut, Waage pun tumbuh di bawah perawatan ibunya, yang menjadi guru pertamanya. Ia mampu membaca pada usia empat tahun.</p>
<p>Ketika bakat Waage dikenali, akhirnya dipertimbangkan bahwa ia harus mendapat pendidikan lebih lanjut daripada mengikuti pekerjaan keluarga sebagai pelaut yang menjadi tradisi. Sebagai anak muda, ia memiliki koleksi mineral, tanaman, serangga dan beberapa publikasinya terkait dengan mineralogi dan kristalografi.</p>
<p>Pendidikan Waage yang pertama di mulai di Flekkefjord ketika ia berusia 11 tahun. Kepala sekolah pun membujuknya untuk bersiap-siap kuliah di Universitas Christinia dengan memasuki tahun keempat Bergen Grammar School pada tahun 1849. Ia lulus ujian matrikulasinya dengan cum laudabilis dari Universitas Christinia pada tahun 1854, pada tahun yang sama menjalin persahabatan seumur hidupnya dengan Cato Maximilian Guldberg. Bersama dengan beberapa murid lainnya, mereka mendirikan klub informal kecil yang angotanya bertemu pada Sabtu sore untuk mendiskusikan permasalahan fisika dan kimia. Waage mempelajari kedokteran selama tiga tahun pertamanya di Universitas lalu beralih ke mineralogi dan kimia pada tahun 1857. Ia mendapat penghargaan Medali Emas Pangeran Mahkota untuk papernya yang berjudul “Development of the Theory of the Oxygen-Containing Acid Radicals,” (Pengembangan Teori Radikal Asam yang Mengandung Oksigen) yang muncul pada tahun 1859, pada tahun yang sama ketika bukunya dipublikasikan yang berjudul, Outline of Crystallography (Garis Besar Kristalografi) dengan bimbingan H. Mohn.</p>
<p>Setelah lulus pada tahun 1859, Waage mendapat beasiswa kimia, yang membuatnya memapu melakukan kunjungan penelitian selama setahun di Perancis dan Jerman (di mana sebagian besar hidupnya dihabiskan dengan Robert Wilhelm Bunsen di Heidelberg) pada musim semi berikutnya. Ia pun ditunjuk menjadi Dosen Kimia di Universitas Christinia pada tahun 1861 dan pada tahun 1866 ia dipromosikan menjadi Profesor satu-satunya di bagian Kimia pada Universitas tersebut.</p>
<p>Nama Waage terkait erat dengan sahabatnya Guldberg, khususnya untuk penemuan bersamanya pada hukum aksi massa. Hukum kimia dasar ini, yang sekarang dikenal oleh setiap pelajar pemula kimia, telah memiliki beberapa pelopor, tapi usaha bersama ahli ampiris Waage dan ahli teori Guldberg dibutuhkan untuk menghasilkan formulasi matematis yang umum dan mendasar pada peranan pereaksi dalam suatu sistem kesetimbangan kimia.</p>
<p>Tetapi Waage dan Guldberg terlibat dengan dua pernikahan; Guldberg menikah dengan sepupunya Bodil Mathea Riddervold, putri dati Menteri Kabinet Hans Riddervold, dan pasangan ini memiliki tiga anak perempuan. Waage menikahi saudara Bodil, Johanne Christiane Tandberg Riddervold, yang dengannnya memiliki lima anak, dan setelah istrinya meninggal pada tahun 1869, ia dan Guldberg menjadi saudara ipar, ketika pada tahun 1870, Waage menikahi saudara Guldberg Mathilde Sofie Guldberg, yang dengannya memiliki enam anak.</p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/guldburg_waage.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-82" title="Guldburg_Waage" src="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/guldburg_waage.jpg?w=196" alt="" width="196" height="300" /></a>Kerjasama Guldberg dan Waage dalam meneliti afinitas kimia yang mengarah pada hukum aksi massa dimulai tak lama setelah Guldberg kembali dari perjalanan luar negerinya pada tahun 1862. Waage mempresentasikan laporan penelitian pertama mereka ke Divisi Sains Akademi Sains dan Kesusasteraan Norwegia pada tanggal 14 Maret 1864, yang mana hanya mendapat sedikit respon. Bahkan setelah publikasinya pada tahun berikutnya yang ditulis dalam bahasa Norwegia, sebuah bahasa yang tidak banyak dibaca oleh para ahli kimia, diterbitkan jurnal kimia, yang juga tidak mudah diakses oleh para ahli sains, sehingga laporan itu gagal menarik banyak perhatian. Lebih lanjut lagi, penelitian mereka nyaris tidak diketahui oleh para ahlli sains ketika deskripsi teori mereka dipublikasikan lebih detil dalam bahsa Perancis pada tahun 1867. Teori ini tidak umum diketahui hingga tahun 1877, ketika seorang ahli kimia Jerman Wilhelm Ostwald mempublikasikan sebuah artikel yang mengadopsi hukum aksi massa dan membuktikan validitasnya dengan percobaan yang dilakukannya sendiri. Pada tahun berikutnya, ahli kimia Belanda Jacobus Henricus van’t Hoff menurunkan hukum dari kinetika reaksi, tampaknya tanpa menyadari hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Guldberg dan Waage. Karena hasil penelitian mereka masih belum diketahui secara universal, dan van’t Hoff tidak mengenali keutamaan mereka, Guldberg dan Waage mempublikasikan penelitiann mereka sebelumnya untuk ketiga kalinya, kali ini dalam jurnal Jerman Annalen der Chemie dan bahsa Jerman saat itu merupakan bahasa penghubung ilmu kimia pada abad 19. Pada tahun 1884, dalam Études de Dynamique Chimique yang ditulis van’t Hoff, akhirnya menyebutkan penelitian Guldberg dan Waage sehingga menjamin keberhasilan mereka.</p>
<p>Setelah menyelesaikan kerjasamanya dengan Guldberg, Waage berkonsentrasi lebih kepada masalah praktik dan bakti sosial dan keagamaan, khususnya dengan gizi dan kesehatan publik, seperti pada penemuan metode untuk menghasilkan susu kental yang tidak manis, dan susu kaleng steril. Ia juga mengembangkan pengawetan ikan yang sangat baik (Profesor Waages Fiskemel) yang digunakan pada kapal Norwegia dan ekspedisi untuk diekspor ke Swedia, Finlandia, Denmark dan Jerman. Kemudian diberlakukan pajak pada minuman bir sesuai dengan jumlah malt yang digunakan pada proses peragiannya, tapi Waage mengusulkan agar diberlakukan pajak berdasarkan kandungan alkoholnya dan ia mengembangkan metode baru untuk menetapkan konsentrasi alkohol dengan mengukur titik didihnya.</p>
<p>Di antara bakti keagamaan Waage yang terkait dengan anak muda adalah aktivitasnya dalam pendirian dan manajemen Christinia Ynglingeforening (belakangan dikenal sebagai YMCA Oslo) dan organisasi Norwegian christian Youth Association. Ia bekerja sebagai asisten editor Polyteknisk Tidsskrift pada periode 1859-1860 dan juga pada periode 1872-1880, yakni sebuah jurnal yang terkonsentrasi pada penerapan praktik ilmu sains, dan juga menjadi anggota aktif dan petugas di berbagai organisasi ilmiah dan menerima banyak penghargaan. Ia meninggal di Christinia pada tanggal 13 Januari 1900.</p>
<p>Referensi :</p>
<p>- http://www.chem-is-try.org/tokoh_kimia/peter-waage-peletak-dasar-hukum-kimia-dasar/</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[James Gregory]]></title>
<link>http://fsebelas.wordpress.com/2009/12/05/james-gregory/</link>
<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 04:29:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>fsebelas</dc:creator>
<guid>http://fsebelas.wordpress.com/2009/12/05/james-gregory/</guid>
<description><![CDATA[James Gregory adalah anak pasangan John Gregory dan Janet Anderson lahir di sebuah kota kecil, Drumo]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/james_gregory.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-77" title="James_Gregory" src="http://fsebelas.wordpress.com/files/2009/12/james_gregory.jpg?w=238" alt="" width="238" height="300" /></a>James Gregory adalah anak pasangan John Gregory dan Janet Anderson lahir di sebuah kota kecil, Drumoak, sekitar 15 km dari Aberdeen, Skotlandia. John Gregory adalah seorang kepala biara di Drumoak karena latar belakang pendidikannya dalam bidang theologi dan lulus dari Universitas St. Andrews. Saudari ibunya, Alexander Anderson adalah pengedit karya Viete dan pernah menjadi murid Viete selama belajar di Paris. Gregory adalah anak bungsu yang mempunyai dua orang kakak lelaki bernama Alexander dan David. Perbedaan umur David dengan Gregory adalah sepuluh tahun.</p>
<p>Pengenalan awal matematika Gregory adalah dari sang ibu yang mengajarnya geometri. Namun saat usianya 13 tahun, ayahnya meninggal dan tugas mendidik Gregory diserahkan kepada David. David memberi buku Elements karya Euclid untuk dipelajari adiknya, yang dengan cepat dikuasai. Sebelum masuk universitas sempat belajar di Marischal College di Aberdeen. Kelak, lewat koneksi David, Gregory dapat berkenalan dengan John Collins (1625-1683), pusatakawan Royal Society. Collins juga seorang matematikawan dengan kesenangan seperti [Marin] Mersenne di Perancis, yaitu pusat korespondensi matematikawan lain.</p>
<p>Membuat teleskop<br />
Meskipun kondisi kesehatan Gregory lemah, namun hal ini tidak menghalangi dirinya untuk mempelajari bidang lain selain matematika. Mempelajari Optiks dan membangun teleskop adalah bidang yang menjadi perhatiannya. Dengan dorongan kakak, David, Gregory menulis buku Optima Promota yang berisi 5 postulat, 37 difinisi dan 59 theorema (sistematika mirip dengan buku Elements dari Euclid) tentang teori refleksi dan refleksi cahaya.</p>
<p>Teori cahaya yang dipaparkan dalam buku itu digunakan sebagai dasar untuk membuat teleskop yang mempunyai efek refleksi. Dengan menggunakan cermin konkave (cembung/cekung) berbentuk parabola yang mampu membuat cahaya terkonvergensi pada salah satu fokus cermin konkave elipsodial. Refelsi cahaya yang berasal dari permukaan akan terkonvergensi pada fokus kedua yang terletak di balik cermin.</p>
<p>Ada lubang di tengah cermin utama yang dibuat agar cahaya dapat melewati dan dinar ini yang dapat ditangkap oleh lensa mata. Tabung untuk teleskop Gregorian ini lebih pendek dibandingkan dengan jumlah lebar antara titik-titik fokus pada kedua cermin. Gagasan untuk menggunakan cermin dan lensa untuk teleskop adalah baru, dan ternyata cara ini lebih efektif daripada menggunakan cermin atau lensa secara terpisah. Cara pembuatan teleskop model itu tidak dapat dilakukan.</p>
<p>Tahun 1663, Gregory pergi ke London. Bertemu dengan Collins dan menjadi sahabat sejati. Lewat Collins buku Optima Promota dapat diterbitkan dan menciptakan teleskop yang rancangannya ada dalam buku itu. Collins menyarankan agar Gregory menemui ahli optik bernama Reive, namun kembali gagal. Teleskop Gregorian ini, akhirnya, dapat dibuat oleh Hooke (baca: Newton dan Halley) sepuluh tahun kemudian.</p>
<p>Saat di London, Gregory bertemu dengan Presiden Royal Society, Robert Moray, yang kemudian berusaha mempertemukan Gregory dengan Huygens di Paris, karena mempunyai minat yang sama (baca: Huygens).</p>
<p>Berkarya di Italia<br />
Pada penghujung tahun 1663, Gregory pergi ke Italia dan berkenalan dengan para penerus Torricelli, terutama Stefano Angeli. Karya-karya Angeli mencakup metode infitisimal dengan memberi penekanan pada persamaan kuadrat yang berlaku pada bentuk spiral, parabola dan hiperbola dan berusaha mencari luasnya ternyata menarik hati Gregory dan serta-merta belajar pada Angeli pada kurun waktu 1664 – 1668 di Universitas Padua. Terus belajar ternyata menarik hati Gregory yang kemudian mempelajari dua variasi awal kalkulus, metode tangen (diferensiasi) dan mengkuadratkan (integrasi).</p>
<p>Di Padua, Gregory tinggal di rumah profesor falsafat, Cddenhead yang berasal dari Skotlandia. Kerjasama mereka membuahkan hasil, yaitu Vera circuli et hyperbolae quadratura (1667) dan Geometriae pars universalis (1668) sebelum kembali ke Inggris.</p>
<p>Lewat kedua tulisan di atas, Gregory memberi landasan penting bagi geometri infitisimal yang kelak menjadi sangat penting. Lebih dari satu dekade kemudian, ketika analisis sedang mengalami perkembangan yang sangat cepat, sebelum dituntaskan oleh penemuan para matematikawan berikutnya, Newton dan Leibniz (termasuk Huygens, Barrow). Karya itu juga berusaja membuktikan bahwa π dan e adalah bilangan transendental, namun alasan yang dikemukakan Gregory masih salah, namun terobosan utama adalah gagasan tentang: konvergen, penentuan fungsi, fungsi-fungsi aljabarik, fungsi-fungsi transendental dan lain-lain.</p>
<p>Dua karya besarnya ini, yang isinya merupakan temuan, secara serempak terbit di Perancis, Italia, Belanda dan Inggris. Buku pertamanya merombak Kartesian yang masih membedakan antara kurva-kurva “geometrikal: dan “mekanikal”. Gregory lebih suka membagi matematika ke dalam kelompok theorema ‘umum’ dan theorema ’spesial’, bukan dipilah menjadi fungsi-fungsi aljabar dan transendental.</p>
<p>Konflik dengan Huygens</p>
<p>Gregory kembali ke London pada pertengahan tahun 1668, langsung ke St. Andrew, dan mengirimkan salinan buku Vera calculi et hyperbolae quadratura sambil mengirim surat guna meminta tanggapan dari Huygens. Bukannya memberi tanggapan, Huygens menerbitkan review atas buku itu yang diterbitkan pada Juli 1668. Disebutkan bahwa dirinya sudah mengembangkan beberapa temuannya dan menyatakan bahwa dirinya adalah orang yang pertama kali memberi pembuktian terhadap hasil-hasil tersebut. Mengetahui komentar-komentar Huygens yang menyudutkan dirinya membuat Gregory menyebutkan bahwa bahwa gagasan-gagasannya dicuri oleh Huygens tanpa pemberitahuan.</p>
<p>Hubungan kedua matematikawan menjurus ke konflik, meskipun pada masa itu konflik antar matematikawan lazim terjadi. Hal ini sama seperti konflik antara Newton dan Leibniz yang terjadi pada masa ini pula. Konflik ini tidak pernah dapat didamaikan karena masing-masing bertahan dengan pendirian mereka masing-masing. Gregory membuktikan sendiri dan pembuktian yang dilakukan oleh Huygens juga sahih.</p>
<p>Pada tahun 1930-an, Turnbull melakukan penelitian terhadap makalah-makalah karya Gregory di perpustakaan St. Andrew. Akhirnya dinyatakan bahwa penemuan-penemuan Gregory adalah asli dan dapat dikatakan brilian untuk masa tersebut.</p>
<p>Deret Gregory<br />
Menjelang akhir tahun 1668, Gregory menuntaskan apa yang dikenal dengan deret sin, cos dan tg. Gregory memberi rumus bahwa:</p>
<p>∫ sec x dx = ln(sec x + tg x)</p>
<p>Rumus ini digunakan untuk menyelesaikan problem klasik dalam pembuatan tabel-tabel untuk pelayaran. Menerbitkan Exercitationes Geometricae sebagai serangan-balasan (counter-attact) terhadap Huygens. Meskipun metode-metode yang dipakai tidak diungkapkan, namun buku kecil ini mencakup banyak deret, fungsi integral logaritma dan gagasan-gagasan lain yang masih berkaitan. Salah satu deret disebut dengan nama deret Gregory dalam bentuk seperti di bawah ini.</p>
<p>x<br />
∫ dx / (1+x²) = arctg x = x – x3/3 + x5/5 – x7/7 + ….<br />
0</p>
<p>Gregory menemukan, secara terpisah dengan Newton, theorema binomial untuk pecahan berpangkat, hasil sudah diketahui lebih awal oleh Newton (namun belum dipublikasikan), dan melalui berbagai proses diferensiasi, dimana sebelumnya dikenal sebagai deret Taylor. Dikembangkan sehingga dikenal pula deret Maclaurin untuk tg x dan sec x serta arctg x dan arc sec x., sebelum menjadi dirumuskan oleh Cavalieri menjadi formula di atas.</p>
<p>Melakukan penelitian</p>
<p>Di St. Andrew, Gregory hanya mengajar dua kali dalam satu minggu dan waktu luang digunakan untuk mengerjakan tugas metematikal dan astronomikal. Penelitian terbaru selalu disampaikan kepada Collins dengan surat. Surat-menyurat selama 6 tahun, sampai meninggal, antara Gregory dan Collins sampai saat ini masih disimpan di perpustakaan universitas St. Andrew guna mengetahui bagaimana matematikawan terkemuka pada masa itu melakukan penemuan.</p>
<p>Collins mengirimkan buku karangan [Isaac] Barrow kepada Gregory yang kemudian mengembangkan ide dari buku itu sebelum dikirim kepada Collins. Tahun 1671, Gregory menemukan theorema Taylor (tidak pernah dipublikasikan oleh Taylor sampai tahun 1715), dimana theorema itu terdapat pada isi suratnya kepada Collins. Namun begitu ada surat Collins yang menyatakan bahwa Newton juga menemukan hasil serupa, Gregory memutuskan agar Newton menerbitkan temuannya itu sebelum dia sendiri menerbitkan. Rupanya konflik dengan Huygens masih membekas di hatinya dan tidak ingin hal itu terjadi juga antara dirinya dengan Newton.</p>
<p>Di ruang atad perpustakaan St. Andrew yang tidak terhalang oleh obyek apapun, Gregory memasang teleskop. Menggantungkan jam pendulum di samping jendela untuk melakukan pengamatan. Jam pendulum dibeli di London pada tahun 1673, namun ide itu sudah dipatenkan oleh Huygens pada tahun 1656, sebelum Huygens menulis teori pendulum.</p>
<p>Pindah ke Edinburgh</p>
<p>Pada tahun 1674, Gregory berkolaborasi dengan rekan-rekannya yang berasal dari Paris untuk secara simultan melakukan observasi terhadap gerhana bulan. Baru setahun sebelumnya, Gregory diperbolehkan oleh pihak universitas membeli peralatan untuk observatorium, sambil menyuruh Gregory menggalang dana untuk membangun observatorium. Pulang ke Aberdeen dan mengetuk pintu gereja untuk membantunya membangun observatorium. Terlebih dahulu meminta nasihat dari Flamsteed, astronomer kerajaan, sebelum mulai membeli peralatan observasi.</p>
<p>Gregory pergi meninggalkan St. Andrew menuju Edinburgh pada tahun 1674. Aasan kepindahannya kembali karena dipicu oleh iri hati matematikawan lain. Di Edinbergh, Gregory menjadi orang pertama yang menduduki ketua departeman matematika di sana. Jabatan ini tidak lama dipegang, karena hampir setahun kemudian Gregory meninggal.</p>
<p>Pada saat meninggalnya ini, Gregory masih aktif melakukan penelitian dalam bidang astronomi dan matematika. Dalam matematika, Gregory sedang mengupas menyelesaikan problem persamaan pangkat lima (quintik) dalam aljabar dan menemukan hal-hal menarik pada problem-problem Diophantine.</p>
<p>Meninggal secara mendadak. Malam hari ketika sedang mengamati satelit Jupiter bersama murid-muridnya dengan menggunakan teleskop, mendadak terserang stroke dan menjadi buta. Beberapa hari kemudian Gregory meninggal dalam usia muda, umur 36 tahun.</p>
<p>Sumbangsih</p>
<p>Menekuni bidang yang saling melengkapi, matematika dan astronomi, tanpa kehilangan fokus. Sempat menekuni cahaya dan menggagas, meskipun mentah, dasar-dasar apa yang kemudian hari dikenal sebagai kalkulus. Diawali sebagai upaya menghitung luas bidang tidak beraturan seperti parabola, hiperbola, namun tidak disangka menjadi cikal-bakal kalkulus.</p>
<p>Referensi :</p>
<p>- http://mate-mati-kaku.com/matematikawan/gregory.html</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
