<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>trias-kuncahyono &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/trias-kuncahyono/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "trias-kuncahyono"</description>
	<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 01:34:04 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Jovi, 17 Tahun Kemudian]]></title>
<link>http://yusranpare.wordpress.com/2008/07/23/jovi-17-tahun-kemudian/</link>
<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 13:46:55 +0000</pubDate>
<dc:creator>yusranpare</dc:creator>
<guid>http://yusranpare.wordpress.com/2008/07/23/jovi-17-tahun-kemudian/</guid>
<description><![CDATA[           &#8220;MAS, aku udah di kantormu&#8230;&#8221; suara Jovi di seberang telepon.Eh, 13 mete]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><a href="http://URLLampiran"><img class="alignnone size-full wp-image-339" src="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/07/jovi_bjm_apunk.jpg" alt="" width="655" height="291" /></a>          </p>
<p></span></div>
<div></div>
<div><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"></span></div>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"></p>
<h3 style="text-align:left;"><span style="color:#008080;"><a href="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/07/jovi_cendrawasih_fauzan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-353" src="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/07/jovi_cendrawasih_fauzan.jpg?w=300" alt="" width="618" height="283" /></a>&#8220;MAS, aku udah di kantormu&#8230;&#8221; suara <span style="color:#33cccc;">Jovi </span>di seberang telepon.Eh, 13 meteran dari tempat saya duduk. Saya langsung menghambur ke lift dan meluncur ke lobi. Astaga! Dia masih seperti 17 tahun lalu, saat masih berseragam putih-abu. Tetap kinyis-kinyis.</span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></h3>
<p><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"></span></p>
<p></span></span></p>
<h3 style="text-align:left;"><span style="color:#c0c0c0;">Sebelumnya, kami sudah kontak-kontak. Telpon dan SMS. Rupanya, Senin ( 21/7/08 ) itu sebenarnya kami berada di tempat yang sama pada waktu yang bersamaan. Saya di terminal B Soekarno-Hatta. Dia &#8211;dan temannya&#8211; di terminal A.</span></h3>
<h4 style="text-align:left;"><span style="color:#c0c0c0;"><span style="color:#c0c0c0;">Waktu keberangkatan ke Banjarmasin, juga hanya berselisih beb</span>erapa menit. Beda pesawat. Kami mendarat di Syamsuddin Noor, malam hari pukul 20-an waktu setempat. Kalau saja kami saling kontak lebih siang, mungkin pertemuan bisa terjadi lebih cepat di Cengkareng.</span></h4>
<h4 style="text-align:left;"><span style="color:#c0c0c0;">Maka reuni kecil pertama setelah 17 tahun itu pun terjadi di ruang tamu kantor Banjarmasin Post. Ya, <span style="color:#ffffff;">Jovi</span> &#8211;nama pendek dari <span style="color:#ffffff;">Jullya Vigneshvara </span>&#8211; adalah satu di antara alumni <em><span style="color:#ff6600;">GEMA-Bernas</span></em>  ( <a href="http://yusranpare.wordpress.com/gema/">http://yusranpare.wordpress.com/gema/</a> ) yang saya asuh bersama mas <span style="color:#ffffff;">Trias Kuncahyono </span>dan mas <span style="color:#ffffff;">Agoes Widhartono</span> di Yogya, duluuu.. sekali.</span></h4>
<h4 style="text-align:left;"><span style="color:#c0c0c0;">Beberapa menit sebelumnya, <span style="color:#ffffff;">Ria (Fransiska Ria Susanti </span>rekan seangkatan Jovi), nongol di messenger, dengan &#8220;bangga&#8221; melaporkan bahwa dua hari sebelumnya ia reuni kecil &#8211;setelah 17 tahun&#8211; dengan <span style="color:#ffffff;">Kristupa Saragih (<a href="http://www.kristupa.com">http://www.kristupa.com</a></span>). Maka, tak mau kalah, saya pun balas pesannya di kotak messenger itu, &#8220;sori&#8230; aku pun mau reunian dengan Jovi. Ini sedang menunggu dia.&#8221;</span></h4>
<h4 style="text-align:left;"><span style="color:#c0c0c0;">Ria sudah beberapa tahun terakhir ini mukim di Hongkong. Kris mungkin dalam perjalanan pulang dari Beijing dan singgah ke koloni itu. Lalu mereka kontak-kontakan, lalu bertemu. begitu pula Jovi. Begitu pula yang biasa dilakukan teman-teman lain para &#8220;pensiunan&#8221; Gema.</span></h4>
<h4 style="text-align:left;"><span style="color:#c0c0c0;">Kalau komunikasi sih, rasanya relatif sering lah. Setidakya via messenger atau pesan pendek. Tapi pertemuan tatap wajah langsung mah, iraha teuing&#8230;Maka, jika ada kesempatan, meskipun itu sangat sempit, biasanya para veteran Gema selalu mengusahakannya untuk bertemu.</span></h4>
<h4 style="text-align:left;"><span style="color:#c0c0c0;">Demikian pula Jovi. Selama ini kami kontak-kontakan via sms. Kadang &#8211;dan sangat jarang&#8211; telepon. Termasuk ketika dia bilang mau bertugas di Aceh. Kini, ia sedang cuti dari tempat kerjanya di USAID, dan memilih Banjarmasin sebagai satu di antara kota-kota yang ada dalam rencana kunjungannya. Ia memang  senang jalan-jalan. Perjalanannya ke Tahiland, Laos dan kamboja&#60; sempat dicatat dan dikirim ke Tribun Jabar (<a href="http://www.tribunjabar.co.id/post/postView.php?id=97">http://www.tribunjabar.co.id/post/postView.php?id=97</a>).</span></h4>
<h4 style="text-align:left;"><span style="color:#c0c0c0;">Karena saya tak bisa menemaninya, maka saya mita bantuan <span style="color:#ffffff;">Apung</span>, redaktur foto yang kebetulan puya waktu dan tahu betul seluk-beluk kota kelahirannya ini. Selain itu, Jovi pun bersama temannya <span style="color:#ffffff;">Fauzan</span>, redaktur foto AMI (Aceh Masa Kini) sekaligus kontrobutor foto Asociated Press (AP). Jadi klop lah!</span></h4>
<h4 style="text-align:left;"><span style="color:#c0c0c0;">Sebenarnya dalam dua hari itu terjadi reuni pula dalam bentuk lain, via messenger dan sms. Selain dengan Ria di Hongkong, <span style="color:#ffffff;">Emmy Kuswandari</span> yang mukim di Jakarta ujug-ujug pula masuk di kotak pesan. Seperti biasa, pesannya muncul satu kata satu kata.</span></h4>
<h4 style="text-align:left;"><span style="color:#c0c0c0;">Intinya, mengabarkan hari itu (23 Agustus) <span style="color:#ffffff;">Hengky</span> ulang tahun. Jadilah kami saling kontak. Hengky cerita sempat ketemu <span style="color:#ffffff;">Vierna Suryaningsih</span>, beberapa hari sebelumnya. Ia juga menyesal tak bisa hadir di pernikahan <span style="color:#ffffff;">AA Kunto A</span> di Solo akhir Juni 2008.</span></h4>
<h4 style="text-align:left;"><span style="color:#c0c0c0;">Jadi, meski secara fisik saya cuma &#8220;reuni&#8221; dengan Jovi, hari-hari itu saya juga bertemu kembali dengan teman-teman yang pada tahun 90-an memberi saya pelajaran tentang bagaimana berhadapan dengan anak-anak usia SMA. Pelajaran itu sungguh sangat berguna sammpai kini.</span></h4>
<h4 style="text-align:left;"><span style="color:#c0c0c0;">Terima kasih, Jovi, Kris, Emmy, Ria, Hengky &#8220;Saruman&#8221;, Vierna, Kunto, dan lain-lain. (*)</span></h4>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Jadi Primadona, Tanda Tangan Sultan HB X Diburu]]></title>
<link>http://sultanforpresident.wordpress.com/2008/07/05/jadi-primadona-tanda-tangan-sultan-hb-x-diburu/</link>
<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 02:16:02 +0000</pubDate>
<dc:creator>cahmbantul</dc:creator>
<guid>http://sultanforpresident.wordpress.com/2008/07/05/jadi-primadona-tanda-tangan-sultan-hb-x-diburu/</guid>
<description><![CDATA[24 Juni 2008 JAKARTA, Peluncuran buku &#8220;Jerusalem&#8221; karya wartawan senior yang juga Wakil ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[24 Juni 2008 JAKARTA, Peluncuran buku &#8220;Jerusalem&#8221; karya wartawan senior yang juga Wakil ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pesta Besar, Reuni Kecil]]></title>
<link>http://yusranpare.wordpress.com/2008/05/12/pesta-besar-reuni-kecil/</link>
<pubDate>Mon, 12 May 2008 15:32:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>yusranpare</dc:creator>
<guid>http://yusranpare.wordpress.com/2008/05/12/pesta-besar-reuni-kecil/</guid>
<description><![CDATA[PEREMPUAN itu menatap sekilas. Kemudian berlalu bersama rombongan kecilnya mencari-cari tempat duduk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2 style="margin-right:3.75pt;text-align:left;"><span style="font-style:normal;font-family:Arial;"><span style="color:#ff6600;"><a href="http://URLBerkas"></a><a href="http://URLBerkas"></a></span></span></h2>
<h2 style="margin-right:3.75pt;text-align:left;"><span style="font-style:normal;font-family:Arial;"><em><span style="color:#008080;"><a href="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/05/20080509persda_karina-siswi_anak-sultan3.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-272" src="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/05/20080509persda_karina-siswi_anak-sultan3.jpg?w=300" alt="" width="433" height="257" /></a></span></em></span></h2>
<h3><em><span style="color:#008080;">PEREMPUAN itu menatap sekilas. Kemudian berlalu bersama rombongan kecilnya mencari-cari tempat duduk di antara ribuan tamu resepsi pernikahan agung di Keraton Yogyakarta, Jumat 9 Mei 2009 malam. </span></em></h3>
<p><span style="color:#ffffff;">Bergaun kuning, anggun. Tampak feminin. Sekali lagi ia</span> menatap sekilas seakan mengenal. Setelah kira-kira delapan langkah memunggungi kami di sela-sela tetamu yang sudah duduk nyaman, ia menoleh lagi. “Mas Yusran, ya?” begitu yang terbaca dari gelak bibirnya. Femiiiiii&#8230;..!!!</p>
<p style="margin-right:3.75pt;text-align:left;"><em><span style="font-style:normal;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Dasar! Saya sendiri pangling. Lha, wong anak tomboy yang biasanya cuma berjins kumal dan kaosan tanpa rias wajah itu, kali ini tampil “normal”. Rupanya, dia sendiri pangling atau lebih tepat tak menduga bakal bersua dengan saya di tempat itu. Wakakakaka… </span></span></em></p>
<p style="margin-right:3.75pt;text-align:left;"><em><span style="font-style:normal;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Dan, kami pun bercakaplah satu-dua jenak, sekaligus saya perkenalkan dia pada mamanya anak-anak. Begitulah, pesta besar dan kolosal yang dihadiri lima ribuan orang itu telah mempertemukan kami yang selama ini hanya berkomunikasi lewat internet.</span></span></em></p>
<p style="margin-right:3.75pt;text-align:left;"><span style="font-size:small;"><em><strong><span style="font-style:normal;font-family:Arial;">Femi</span></strong></em><em><span style="font-style:normal;font-family:Arial;"> (</span></em></span><em><span style="font-size:small;"><em><span style="font-style:normal;font-family:Arial;"><a href="http://www.kancutmerah.wordpress.com/"><em>http://femiadi.wordpress.com </em></a></span></em></span></em><span style="font-size:small;"><em><span style="font-style:normal;font-family:Arial;"> dan  <a href="http://www.kancutmerah.wordpress.com/"><em>http://kancutmerah.wordpress.com</em></a>) adalah jurnalis dan penulis buku. Dua buku –satu di antaranya ditulis bersama seniornya di </span></em><em><span style="font-family:Arial;">GEMA</span></em><em><span style="font-style:normal;font-family:Arial;">, AA <strong>Kunto</strong> A— laris di pasaran. Di tengah pesta akbar itu pula saya bertemu dengan Mas <strong>Ignatius Sawabi (Abi)</strong>, Mas <strong>Trias Kuncahyono</strong> dan adiknya, Mas Probo (perjumpaan terakhir dengan Mas Probo, ya kira-kira awal tahun 1993 lah).</span></em></span></p>
<p style="margin-right:3.75pt;text-align:left;"><em><span style="font-style:normal;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Kalau saja malam itu Kunto jadi ikut, mungkin pertemuan kecil itu akan lebih meriah lagi. Semula, Kunto yang ketiban sibuk menjemput saya dan mengantar ke hotel, saya ajak serta ke perhelatan raja Jawa itu. Namun rupanya ia sangat sibuk –atau malas—menghadiri pesta besar-besaran di tengah situasi yang mestinya disikapi dengan prihatin dan sederhana.</span></span></em></p>
<p style="margin-right:3.75pt;text-align:left;"><em><span style="font-style:normal;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Reuni saya jadi tambah lengkap seusai pesta. Mas <strong>Agoes Widhartono</strong> bergabung, lalu kami ngariung sejenak di Jalan Suroto. Di situ ada Mas Trias, Mas <strong>Bambang Sigap Sumantri</strong>, Mas <strong>Bondan Nusantara</strong>, dan Mas <strong>Krisno “Inus” Wibowo</strong> dengan gayanya yang khas. Nah, yang istimewa, malam itu kami diajak Mas Sigap santap malam di Gudeg Pawon.</span></span></em></p>
<p style="margin-right:3.75pt;text-align:left;"><em><span style="font-style:normal;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Saya pernah lama tinggal di Yogya, setidaknya dua kali dua tahun (1990/1993 – 1996/1998), tapi sungguh baru tahu malam itu ada tempat santap yang khas. Pelanggan mengambil santapan langsung dari dapur. Dan di dapur ini sang tuan rumah (penjual) sibuk mengolah dan menyiapkan makanan. </span></span></em></p>
<p style="margin-right:3.75pt;text-align:left;"><em><span style="font-style:normal;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Jadi, suasananya seperti di rumah sendiri ketika kita sudah tak kuat lagi menunggu makanan tesaji di meja. Lapar, langsung ke dapur, ambil sendiri makanan yang kita inginkan. Lalu bersantaplah. </span></span></em></p>
<p style="margin-right:3.75pt;text-align:left;"><em><span style="font-style:normal;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Karena rumah itu terlalu sempit (ruang tamu sekaligus ruang makan dan dapur), maka cari sendiri lah tempat nyaman untuk makan. Boleh di beranda –ada meja panjang dan sederet kursi di sana. Boleh, di lorong gang, lesehan di atas tikar. Bebas. Yang unik lagi, “kedai dapur” ini baru buka setengah dua belas malam!</span></span></em></p>
<p style="margin-right:3.75pt;text-align:left;"><span style="font-size:small;"><em><span style="font-style:normal;font-family:Arial;">Di sini, terjadi pula reuni tak terduga. Satu di antara penghuni ruma itu ternyata Mas Bambang Sukoco, satu di antara wartawan kami ketika saya bekerja di Harian </span></em><em><span style="font-family:Arial;">Bernas.</span></em><em><span style="font-style:normal;font-family:Arial;"> Saat itu, mas <strong>bbs</strong> –kami biasa memanggilnya begitu, sesuai insialnya—lebih banyak meliput peristiwa-peristiwa hukum dan kriminal. (<strong>**</strong>)</span></em></span></p>
<p style="margin-right:3.75pt;text-align:left;">
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
