<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>tungau &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/tungau/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "tungau"</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 07:57:55 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[SUPER SC88 LAUNDRY COMPOUND]]></title>
<link>http://cniku.wordpress.com/2009/06/30/super-sc88-laundry-compound/</link>
<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 10:13:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>ANDY SUBANDONO</dc:creator>
<guid>http://cniku.wordpress.com/2009/06/30/super-sc88-laundry-compound/</guid>
<description><![CDATA[SUPER SC88 LAUNDRY COMPOUND, Tough and Smart SUPER SC88 LAUNDRY COMPOUND Yakinkah pakaian Anda bebas]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h3 style="text-align:left;"><span style="color:#ff0000;"><strong>SUPER SC88 LAUNDRY COMPOUND, Tough and Smart </strong></span></h3>
<div class="mceTemp" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-medium wp-image-182" title="SC88" src="http://cniku.wordpress.com/files/2009/06/sc88.jpg?w=300" alt="SUPER SC88 LAUNDRY COMPOUND" width="300" height="300" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">SUPER SC88 LAUNDRY COMPOUND</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Yakinkah pakaian Anda bebas kuman? Hati-hati, walaupun tampaknya bersih, pakaian juga bisa terkontaminasi bakteri. Oleh karena itu, agar kesehatan keluarga selalu terjaga, pakaian pun harus bebas kuman.</p>
<p style="text-align:justify;">Pakaian adalah kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat tinggal. Selain untuk melindungi dan menutup tubuh, seiring perkembangan zaman pakaian juga dipandang sebagai simbol status, jabatan, ataupun kedudukan seseorang yang memakainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, bebas atau tidaknya pakaian dari kuman tidak tergantung pada bagus atau mahalnya pakaian tersebut. Bakteri tersebar di mana-mana, dapat menempel pada pakaian yang kita kenakan dengan mudah dan akan terus terbawa sampai ke dalam rumah. Itulah sebabnya saat sampai di rumah sebaiknya kita langsung membersihkan diri dan berganti pakaian. Berikut pencetus kuman pada pakaian.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Keringat. Kelenjar keringat aprokin menghasilkan      keringat yang mengandung lemak. Kelenjar ini terutama terdapat pada ketiak      dan sekitar alat kelamin. Aktivitas kelenjar ini menghasilkan bau karena      aktivitas bakteri yang memecah komponen orgnik dari keringat yang      dihasilkan.</li>
<li>Debu. Terdiri dari partikel-partikel kecil di antaranya      serat tekstil, jamur, sisa makanan, kapuk, kecoak, dan tungau. Tungau      adalah sumber utama debu yang menyebabkan alergi. Debu akan menempel pada      pakaian sepanjang hari dan menyebabkan iritasi pada kulit.</li>
<li>Hewan peliharaan. Bulu hewan peliharaan penuh dengan      kuman penyakit yang cepat menempal pada pakaian dan dengan cepat menyebar      ke seluruh tubuh.</li>
<li>Pakaian terendam banjir. Air kotor dari banjir      mengandung penyakit atau kuman dari saluran air kotor, irigasi sawah dan      limbah pabrik. Bakteri/kuman tersebut akan menempel pada serat pakaian      yang terendam banjir. Pakaian yang terendam banjir harus dibersihkan      dengan detergen anti bakteri.</li>
<li>Bermain. Sudah menjadi kebiasaan anak-anak untuk      menebarkan cairan tubuh dari keringat, liur, ingus, buang air, bahkan      tetesan darah. Namun itu bukan alasan melarang mereka bermain di luar      ruangan. Ganti pakaian anak setelah selesai bermain.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Super SC88 Laundry Compound adalah serbuk cuci konsentrat berteknologi tinggi untuk hasil cucian bersih sempurna namun hemat pemakaian. Telah teruji dan mendapat sertifikat dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk efektivitas dalam membersihkan kotoran dan noda, serta mampu menghambat pertumbuhan kuman pada cucian.</p>
<p style="text-align:justify;">Keunggulan</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Hasil cucian bersih sempurna karena mengandung triple      enzim (dapat mengatasi noda membandel seperti noda getah, noda kunyit,      noda darah dll)</li>
<li>Ekonomis (serbuk cucian konsentrat – pemakaian hanya      sedikit)</li>
<li>Menjaga cucian tetap higienis. Cucian terbukti tidak      berbau meski terendam selama 24 jam atau tidak kering sempurna      (kuman/bakteri tidak berkembang biak)</li>
<li>Memelihara warna pakaian tetap cemerlang</li>
<li>Hemat tenaga dan air (hanya 1 kali bilas cucian sudah      bersih sempurna)</li>
<li>Antiredeposisi, mencegah kotoran yang sudah terlepas      menempel kembali pada pakaian.</li>
<li>Antikarat (merawat bagian logam mesin cuci dan pakaian      seperti kancing, resluiting)</li>
<li>Ramah lingkungan karena cucian bersifat mudah terurai      (biodegradable)</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Jadi, bukan saja bersih, saatnya bebaskan pakaian Anda dari kuman penyebab penyakit!</p>
<table style="height:66px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="450">
<tbody>
<tr>
<td colspan="3" width="698" valign="top">
<p align="center"><strong>Harga   Super SC88 Laundry Compound</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="233" valign="top">
<p align="center"><strong>Kode   Produk</strong></p>
</td>
<td width="233" valign="top">
<p align="center"><strong>Harga</strong></p>
</td>
<td width="233" valign="top">
<p align="center"><strong>Harga   Papua</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="233" valign="top">HH047 (20&#215;25 gr) Sachset</td>
<td width="233" valign="top">
<p align="right">Rp. 49.000</p>
</td>
<td width="233" valign="top">
<p align="right">Rp. 55.000</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="233" valign="top">HH046 (1 kg) Box</td>
<td width="233" valign="top">
<p align="right">Rp. 71.000</p>
</td>
<td width="233" valign="top">
<p align="right">Rp. 79.000</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[BIOAEROSOL]]></title>
<link>http://antidebu.wordpress.com/2009/05/08/bioaerosol/</link>
<pubDate>Fri, 08 May 2009 08:23:26 +0000</pubDate>
<dc:creator>antidebu</dc:creator>
<guid>http://antidebu.wordpress.com/2009/05/08/bioaerosol/</guid>
<description><![CDATA[Bioaerosol adalah partikel debu yang terdiri atas makhluk hidup atau sisa yang berasal dari makhluk ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Bioaerosol adalah partikel debu yang terdiri atas makhluk hidup atau sisa yang berasal dari makhluk hidup. Makhluk hidup terutama adalah jamur dan bakteri. Penyebaran bakteri, jamur, dan virus pada umumnya terjadi melalui sistem ventilasi. Sumber bioaerosol ada 2 yakni yang berasal dari luar ruangan dan dari perkembangbiakan dalam ruangan atau dari manusia, terutama bila kondisi terlalu berdesakan (crowded). Pengaruh kesehatan yang ditimbulkan oleh bioaerosol ini terutama 3 macam, yaitu infeksi, alergi, dan iritasi. Kontaminasi bioaerosol bersumber dari sistem ventilasi udara (humidifier) yang terdistribusi keseluruh ruangan dapat menyebabkan reaksi yang berbagai ragam seperti demam, pilek, sesak nafas dan nyeri otot dan tulang (Tan Malaka, 1998).<br />
Benarkah AC (Air Conditioner) yang kita pakai dapat meningkatkan produktifitas dan kenyamanan kerja? Latar belakang penggunaan AC di kantor dan rumah memang untuk meningkatkan kenyamanan. Udara sejuk yang dihasilkan AC diyakini mampu untuk memberikan rasa nyaman yang lebih dan berujung pada produktifitas hidup yang lebih baik. Meningkatnya suhu di bumi, apalagi kota Jakarta, mengakibatkan meningkat pula pemakai AC. Tetapi penelitian mengatakan lain. AC di yakini menjadi sumber penurunan produktifitas hidup dan produktifitas kerja. Mengapa demikian?</p>
<p>MIKROBA DI SEKITAR KITA</p>
<p>Secara sadar, kita memang hidup diantara berjuta-juta mahluk hidup. Kita berdampingan dalam mengisi setiap celah dibumi ini untuk bernafas dan beraktifitas. Kursi yang kita duduki, kasur yang kita tiduri, kendaraan yang kita naiki atau bahkan udara yang kita hirup setiap saat, mengandung berbagai macam mahluk hidup. Besarnya berkisar 0.1 sampai dengan 10 mikron saja. Kita memang berdampingan.<br />
Mikroba banyak macam dan jenisnya. Mahluk yang termasuk kecil ini (bahkan tidak terlihat oleh mata telanjang) dapat juga hidup dalam tubuh kita dan berkembang didalamnya dengan nyaman dan tentram. Beberapa mikroba yang biasa hidup didalam ruangan yang memiliki kelembaban tinggi:</p>
<p>-	Tungau&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.	- Spora<br />
-	Jamur	&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..	- Kutu Hewan<br />
-	Serbuk bunga&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.	- Sel kulit mati<br />
-	Bakteri&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..- ragi<br />
-	Virus&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..- Dan lain sebagainya</p>
<p>BAHAYA DAN PENGARUHNYA<br />
Mikroba di udara bersifat sementara dan beragam. Udara bukanlah suatu medium tempat mikroorganisme tumbuh, tetapi merupakan pembawa bahan partikulat debu dan tetesan cairan, yang kesemuanya ini mungkin dimuati mikroba.<br />
Di dalam ruangan populasi mikroba dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti laju ventilasi, padatnya orang, dan sifat serta taraf kegiatan orang-orang yang menempati ruangan tersebut. Mikroorganisme dapat terhembuskan dalam bentuk percikan dari hidung dan mulut misalnya selama bersin, batuk dan bahkan saat bercakap-cakap. Titik-titik air yang terhembuskan dari saluran penapasan mempunyai ukuran yang beragam dari mikrometer sampai milimeter. Titik-titik air yang ukurannya jatuh dalam kisaran mikrometer yang rendah tinggal di udara sampai beberapa lama, tetapi yang berukuran besar segera jatuh ke lantai atau permukaan benda lain. Debu dari permukaan ini kadang-kadang akan berada dalam udara selama berlangsungnya kegiatan dalam ruangan tersebut.<br />
Akibat yang timbul dari mikroorganisme ini tidak dapat pula diremehkan.<br />
1. Jamur berpengaruh terhadap terjadinya gangguan kesehatan berupa iritasi hidung, artinya semakin banyak jumlah koloni jamur dalam ruangan mempunyai resiko 16,463 kali lebih besar untuk dapat terjadinya iritasi hidung.<br />
2. Kuman berpengaruh terhadap terjadinya gangguan kesehatan berupa mual, artinya semakin banyak jumlah koloni kuman dalam ruangan mempunyai resiko 1,008 kali lebih besar untuk dapat terjadinya mual.<br />
Selain itu ada beberapa kasus juga yang mengeluhkan iritasi pada mata, sakit kepala, kulit kering, dan bersin-bersin.</p>
<p>SOLUSI<br />
Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah bioaerosol di dalam ruangan.<br />
1.	Biasakan untuk membersihkan perangkat AC secara berkala (walaupun belum terlihat kotor)<br />
2.	pergunakan vacuum sentral di rumah atau dikantor untuk membersihkan kotoran/debu yang menempel (ingat: DEBU ADALAH PEMBAWA BAKTERI DAN VIRUS DI TEMPAT ANDA) Semakin rutin kita membersihkan ruangan, maka semakin nyaman kita beraktifitas dalam ruangan itu.<br />
3.	Memeriksakan kesehatan secara berkala ke dokter.<br />
4.	Tidak melakukan aktifitas yang menimbulkan polusi lain semisal: merokok di ruangan tertutup ber AC dan memakai parfum yang berbau berlebihan.<br />
5.	Lakukan penyaringan udara masuk.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bioaerosols]]></title>
<link>http://antidust.wordpress.com/2009/05/08/bioaerosols/</link>
<pubDate>Fri, 08 May 2009 02:49:08 +0000</pubDate>
<dc:creator>antidust</dc:creator>
<guid>http://antidust.wordpress.com/2009/05/08/bioaerosols/</guid>
<description><![CDATA[A Healthy Home&#8217;s Indoor Environment is important to YOU and YOUR family. This includes keeping]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>A Healthy Home&#8217;s Indoor Environment is important to YOU and YOUR family. This includes keeping the air free of biological contaminants, or what we call Bioaerosols.</p>
<p>Biological Aerosols (Bioaerosols) are Biological airborne contaminants. This includes <strong><span style="color:#800000;">Dust mites</span></strong>, <strong><span style="color:#ff6600;">Viruses</span></strong>, <strong><span style="color:#808000;">Fungi</span></strong>, <strong><span style="color:#008000;">fragment of plant materials</span></strong>, <strong><span style="color:#ff0000;">Bacteria</span></strong>, <strong><span style="color:#0000ff;">Molds</span></strong>, <strong><span style="color:#ff00ff;">Amoebas</span></strong>, <strong><span style="color:#800080;">Spores</span></strong>, <span style="color:#33cccc;"><strong>Pollens</strong></span>, <strong><span style="color:#3366ff;">Human Skin cells</span></strong> and <strong><span style="color:#ff99cc;">pet danders</span></strong>.</p>
<p><span style="color:#000000;">When this substances (ANTIGENS/ ALLERGENS) contaminates the respiratory system, they provokes formation of antibodies in our body. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Common Allergic Reactions includes: Hay Fever, Asthma, Runny Noses to hypersensitivity pneumonia (This injures the lung tissues).</span> Repeated Exposures to Hypersensitivity pneumonia can cause Bacterial pneumonia. <strong></strong></p>
<p><em><strong><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">What are sources of bioaerosols in the  home? (</span></strong></em>http://www.floridamoldsrus.com/mold_&#38;_bioaerosols.htm<em><strong><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">)<br />
</span></strong></em></p>
<p style="margin:7px;"><em><span style="font-size:x-small;">Molds, mildews, bacteria, and dust mites  like the same conditions that we do&#8211;<span style="color:#3366ff;"><span style="text-decoration:underline;">warmth</span></span> and moderate to <span style="color:#3366ff;"><span style="text-decoration:underline;">high humidity</span></span>. They  need little more than a constant moisture supply for survival. You may find  bacteria, molds, and mildews in air conditioning equipment, humidifier  reservoirs, dehumidifier drip pans, shower heads, toilets, and ice machines.  Water damaged carpets, ceiling panels, walls, and paneling are prime sites for  new growth if they are allowed to stay damp. When molds, mildew, dust mites, and  bacteria are <span style="color:#3366ff;"><strong>disrupted</strong></span> or release their spores into the air, this results in  <strong><span style="color:#800000;">bioaerosol formation. </span></strong></span></em><span style="color:#3366ff;">NOTE: Disrupted </span><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#3366ff;">SETTLED BIOAEROSOLS (SETTLED DUST) are released back into the air if we do not use appropriate methods of removing this settled dusts.<br />
</span></span></p>
<p style="margin:7px;"><em><span style="font-size:x-small;">Molds and mildews develop from spores,  which are in the air all around you. As soon as spores settle in an area with  the right conditions for growth, they establish colonies, which are often  visible to the naked eye. These colonies are a source of more spores, can cause  unsightly stains, and may release low levels of toxic chemicals called  mycotoxins into the air. </span></em><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#3366ff;"></span><br />
</span></p>
<p style="margin:7px;"><em></em></p>
<p style="margin:7px;"><em><span style="font-size:x-small;">Mold and mildew may be found in the  ductwork of your heating or <strong>cooling systems</strong>. If there are <span style="text-decoration:underline;">leaks in the ductwork</span>,  or places where moisture and outside air get into the system, mold and mildew  can grow. Sometimes they are found in the coils of an air conditioner or in the  connection between the unit and the ductwork. Moisture problems are worse where  <span style="text-decoration:underline;">ductwork insulation is on the inside</span> as opposed to the outside of the duct. The  insulation&#8217;s porous surface collects dust and moisture. Mold and mildew may also  grow on dirty furnace and air conditioning filters. Plumbing leaks and dampness  in attics, basements, and crawl spaces can increase humidity inside your home  and promote the growth of agents that will be released as bioaerosols. Bathrooms  without outside-vented exhaust fans, combustion appliances like kerosene space  heaters, drying laundry indoors, and venting clothes dryers to attics or crawl  spaces can also increase the humidity levels in your home.</span></em></p>
<p style="margin:7px;"><em><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="color:#3366ff;">Dust mites and their waste products are  the most common allergens in indoor air.</span></strong> Dust mites eat human and pet skin  (dander) as it is shed. It has been estimated that we shed about seven million  cells per minute! Dust mites live in rugs and carpets, sheets, mattresses and  pillows, and upholstered furniture. Ten to 15 percent of people are allergic to  dust mites. Of the people who have other allergies, 40 percent are also allergic  to dust mites.</span></em></p>
<p><strong>Dust Mites</strong> (http://www.ces.ncsu.edu/depts/fcs/mold.html)</p>
<p>It is not known how well any single measure controls dust mite populations. 				  However, it is known that effective mite control requires that relative 				  humidity be maintained below 50 percent. In addition, since you spend about 				  a third of each day in your bedroom, concentrate your efforts there. <span style="color:#ff0000;"><strong>ONE ISSUE FOR US: Maintaining Humidity below 50% in a tropical climate like ours, can be quite difficult. Our Daily humidity level is up to 97%!</strong></span></p>
<ul>
<li>Wash sheets, pillowcases, and mattress covers frequently                     in hot soapy water. If someone in your family is allergic                     to dust mites, buy special vinyl covers for the pillow and                     mattress.</li>
<li><span style="text-decoration:underline;">Ordinary vacuuming does not remove or reduce mite populations</span>. Mites 				    are so tiny that they pass through the vacuum cleaner bag. High-efficiency 				    filters for vacuum cleaners may be used in place of conventional filters.<strong> <span style="color:#ff0000;">OUR SOLUTIONS: Aertecnica Central Vacuum System</span><br />
</strong></li>
<li>Remove stuffed animals and objects that collect dust. If carpeting 				    is used, short-pile is best.</li>
<li>Some new products may help reduce dust mite populations. Ask your doctor 				    about control solutions for upholstered furniture and bedding</li>
</ul>
<p><a href="http://www.abatement.com/images/air_quality3.jpg"><img class="alignleft" src="http://www.abatement.com/images/air_quality3.jpg" alt="" width="203" height="135" /></a>Bioaerosols typically range in size from            0.1 to 10 microns, with most particles smaller than one micron. Bioaerosols            such as molds (Aspergillus) or dust mites are often present in dust            or dirt particles, which they feed on, and can be inhaled along with            these particles. The potential harmful health affects of molds such            as Aspergillus and Stachybotris have been well publicized over the past            few years. Thousands of mold species have been identified, and scientists            suspect that many more have not. (http://www.abatement.com/residential/air_quality.htm)</p>
<p><strong> </strong> <strong></strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SISTEM VACUUM SENTRAL  (2)]]></title>
<link>http://antidebu.wordpress.com/2009/04/23/sistem-vacuum-sentral-2/</link>
<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 04:08:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>antidebu</dc:creator>
<guid>http://antidebu.wordpress.com/2009/04/23/sistem-vacuum-sentral-2/</guid>
<description><![CDATA[Sistem Vacuum Sentral (CVS) adalah sebuah sistem yang terintegrasi. Semua pembuangan kotoran tersalu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Sistem Vacuum Sentral (CVS) adalah sebuah sistem yang terintegrasi. Semua pembuangan kotoran tersalurkan kepada satu jalur. Uniknya, sistem ini memiliki sebuah saluran lain untuk membuang udara hisapan.<br />
<a href="http://www.aertecnica.com"><img src="http://antidebu.wordpress.com/files/2009/04/central_vacuum.jpg" alt="centralized vacuum system" title="centralized vacuum system" width="464" height="304" class="aligncenter size-full wp-image-160" /></a><br />
Jika kita perhatikan, mesin vacuum sentral memiliki dua saluran utama; saluran  hisap dan saluran buang. saluran hisap (vacuum) terhubung dengan instalasi pipa yang terpasang pada kontruksi rumah.<br />
<a href="http://www.aertecnica.com"><img src="http://antidebu.wordpress.com/files/2009/04/centraleportogallo-c80.jpg" alt="centralized vacuum System2" title="centralized vacuum System2" width="500" height="342" class="aligncenter size-full wp-image-161" /></a><br />
saluran buang akan terhubung dengan instalasi pipa menuju keluar rumah. sehingga penumpukan kotoran yang super kecil (yang tidak tersaring filter dengan besaran 0.001 mm) akan mengikuti aliran udara buangan menuju udara bebas. Termasuk didalam kotoran super mungil ini adalah Tungau, bakteri, bibit penyakit, virus dan lain sebagainya yang masih kerabat dengan mikro organisme.<br />
Pada saluran hisap, pemipaan akan di arahkan pada ruangan di dalam rumah yang menjadi fokus bagi kebersihan rumah, semisal Kamar Tidur, Kamar Bermain anak, Ruang keluarga, Ruang menonton TV, Ruang Fitness, Foyer dan lain-lain. Pada ruang-ruang itu, nantinya hanya di berikan socket vacuum. Jadi kita tidak perlu khawatir rumah kita akan penuh dengan tonjolan-tonjolan pipa, karena pipa-pipa ini akan disebunyikan dengan sangat rapi oleh pihak pengembang atau para Interior Design.<br />
<a href="http://antidebu.wordpress.com/2009/04/23/sistem-vacuum-sentral-2/_mg_4244/" rel="attachment wp-att-162"><img src="http://antidebu.wordpress.com/files/2009/04/_mg_4244.jpg" alt="Socket Vacuum Central" title="Socket Vacuum Central" width="500" height="751" class="aligncenter size-full wp-image-162" /></a><br />
Pengguna sekarang tidak memerlukan tenaga ekstra untuk mengangkat mesin, berpindah dari satu ruang ke ruang lain atau dari satu lantai ke lantai lain. Cukup dengan mengangkat selang fleksibel saja, maka pembersihan dapat dilakukan kapan saja ketika dibutuhkan.</p>
<p>BAGAIMANA MENGHIDUPKAN MESIN??<br />
Mungkin ini pertanyaan yang muncul ketika proses pembersihan dengan vacuum menjadi begitu mudahnya. Bagaimana dengan menghidupkan mesin? haruskah ada sebuah saklar di tiap ruangan atau ditiap lantai? jawabannya mudah saja; tancapkan selang dan secara otomatis mesin akan menyala. (Mengapa bisa????). Socket vacuum dilengkapi dengan alat otomatisasi penghidup mesin. Seperti prinsip kerja pada mesin air atau televisi. begitu kran dibuka atau begitu remote kita arahkan ke televisi dan menekan tombol &#8220;on&#8221; maka televisi atau mesin air akan bekerja. begitu juga dengan mesin vacuum sentral. begitu selang ditancapkan, maka mesin akan bekerja dan udara akan menghisap (begitu saja) dari mulut socket (selang). dan ketika selang di cabut, maka mesin akan berhenti dengan sendirinya. Praktis bukan!!? Apakah ini bahaya bagi anak-anak?? Kita tentu berfikir, ketika tutup socket terbuka dan kepala selang di masukkan, maka ada aliran listrik di dalamnya. Itu betul, tanpa aliran listrik tidak akan mungkin mesin vacuum akan menyala. Tetapi yang belum disebutkan disini adalah bahwa socket hanya mengandung listrik 12 V. sebanding dengan battery yang sering dimainkan oleh anak-anak. tidak akan menyengat dan tidak berbahaya sama sekali. Jadi jika kita meraba bagian dalam dari socket, hanya teraba sebuah pipa kosong saja yang terhubung dalam dinding. Tidak ada sengatan listriknya sama sekali. Masalah keamanan memang menjadi fokus perhatian yang sangat diperhatikan dalam pembangunan sistem ini.<br />
<a href="http://aertecnica.com"><img src="http://antidebu.wordpress.com/files/2009/04/tubaz-1.jpg?w=300" alt="instalasi pipa" title="instalasi pipa" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-163" /></a><br />
APAKAH SUDAH ADA DI INDONESIA???<br />
Bersyukurnya, Sistem ini telah berkembang di Indonesia sejak setahun lalu. penggunanya kebanyakan dari perumahan. Teknologi ini diadopsi langsung dari negara asalnya di Italia. pemegang lisensinya Aertecnica, dan telah tersebar ke seluruh dunia. pengguna yang telah merekomendasikannya adalah Rolex Head Quarter – Switzerland, Phillip Morris Head Quarter – Switzerland, IBM Research Center – San Paolo, Brazil, IKEA – Italy.<br />
Jika anda tertarik dengan sistem ini, hubungi saja kantor perwakilan Jakarta-Indonesia di (021) 659 84 18.  hanya itu saja informasi yang bisa saya berikan. (bersambung&#8230;&#8230;..)</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[ALERGI  (2)]]></title>
<link>http://antidebu.wordpress.com/2009/04/22/alergi-2/</link>
<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 03:24:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>antidebu</dc:creator>
<guid>http://antidebu.wordpress.com/2009/04/22/alergi-2/</guid>
<description><![CDATA[Penyebab Alergi Penyakit alergi yang menyerang seseorang tidak bisa disembuhkan secara total. Penyak]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Penyebab Alergi<br />
Penyakit alergi yang menyerang seseorang tidak bisa disembuhkan secara total. Penyakit itu hanya bisa dikendalikan dengan cara menjauhi hal-hal yang menyebabkan alergi seperti debu rumah, binatang piaraan, kecoa, karpet, dan lingkungan kerja yang tidak sehat.<br />
Dokter H Dwi Antono Sp THT dari Bagian Ilmu Kesehatan THT FK Undip menyampaikan hal itu dalam seminar Pilek dan Eksim karena Alergi yang diselenggarakan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung bersama PT Schering-Plough di Aula RSI Sultan Agung, Sabtu (26/7).<br />
Selain Dwi Antono, dua pembicara lain adalah dr Andriana Sp THT MSi Med dan dr Hj Pasid Harlisa Sp KK keduanya dari RSI Sultan Agung. Menurutnya, alergi biasanya terjadi karena adanya interaksi antara faktor genetik dan lingkungan. Hal-hal yang mencetuskan gejala alergi antara lain tungau debu rumah, binatang piaraan, kecoa, karpet, dan lingkungan kerja yang tidak sehat. ”Pengaruh asap rokok juga sangat membahayakan penderita alergi, termasuk ibu hamil karena bisa menyebabkan bayi dalam kandungan menderita asma.”<br />
<a href="http://antidebu.wordpress.com/2009/04/22/alergi-2/alergi3/" rel="attachment wp-att-149"><img src="http://antidebu.wordpress.com/files/2009/04/alergi3.jpg?w=150" alt="alergi kulit" title="alergi kulit" width="150" height="147" class="alignleft size-thumbnail wp-image-149" /></a>Ditambahkan, pada seseorang yang menderita alergi, sistem kekebalan tubuhnya memandang alergen (zat yang menimbulkan alergi) sebagai benda asing. Obat pinisilin, susu, vaksinasi, antibiotik bahkan bisa menimbulkan reaksi alergi. ”Setelah reaksi alergi ini kemudian timbul gejala alergi yang bisa mengenai hidung, mata, kulit, dan usus,” tambah dia.</p>
<p>Rasa Mual<br />
Dokter Andriana menambahkan, pada hidung, alergi bisa mengakibatkan pilek, bersin-bersin. Di mata bisa mengakibatkan mata merah dan berair. Sementara di usus bisa mengakibatkan rasa mual, buang air terus-menerus, dan muntah.<br />
Sementara itu dr Pasid Harlisa Sp KK memberikan tips pencegahan dan menghindari alergen dengan selalu menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan. Seperti memindahkan sarang debu seperti pernak-pernik, buku, hiasan dinding.<br />
(Artikel dari Rsi Sultan Agung dan berbagai sumber)<br />
<a href="http://antidebu.wordpress.com/2009/04/22/alergi-2/alergi4/" rel="attachment wp-att-152"><img src="http://antidebu.wordpress.com/files/2009/04/alergi4.jpg" alt="Asthma" title="Asthma" width="149" height="196" class="aligncenter size-full wp-image-152" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TUNGAU...WAW...WAW...WAW....(3)]]></title>
<link>http://antidebu.wordpress.com/2009/04/21/tungauwawwawwaw3/</link>
<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 07:13:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>antidebu</dc:creator>
<guid>http://antidebu.wordpress.com/2009/04/21/tungauwawwawwaw3/</guid>
<description><![CDATA[Jika selama ini kita mengetahui kerugian yang diakibatkan kutu (tungau) maka yang satu ini adalah si]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Jika  selama ini kita mengetahui kerugian yang diakibatkan kutu (tungau) maka yang satu ini adalah sisi negatif dari kutu. Kutu ini kerap ditemukan pada daerah berpasir halus, tergolong unik, lantaran mungkin menjadi satu-satunya binatang yang berjalan mundur. Karena itulah dia diberi nama undur-undur. Bentuknya kecil, lebih kecil dari lebah, dan lebih besar dari kutu. Hidupnya di debu kering di dekat rumah.<br />
undur-undur banyak ditemui disekitar rumah yang halamannya berpasir. Rumah atau lebih tepat disebut sebagai perangkap (seperti laba-laba) terlihat seperti lingkaran atau lubang di pasir. Serangga atau semut yang melaluinya akan terjebak dalam lubang pasir tersebut sehingga tidak dapat naik. Makanan undur-undur adalah serangga kecil.<br />
Menurut Kawruh Boso Jowo karangan Daryanto, Undur-undur merupakan ‘anak’ Kinjeng Dom atau Capung jarum. Capung Jarum merupakan capung kecil yang mirip jarum.</p>
<p>Mengenal Serangga/Heksapoda (Biar nambah pengetahuan)<br />
Heksapoda dari kata latin heksa berarti 6 (enam) dan kata podos berarti kaki, jadi dpt diartikan hewan berkaki enam. Insek sangat lebar variasinya, sifat dan kebiasaanya. Diperkirakan jumlah insecta lebih dari 900.000 jenis yang terbagi dalam 25 ordo.<br />
<a href="http://antidebu.wordpress.com/2009/04/21/tungauwawwawwaw3/undur2-2/" rel="attachment wp-att-128"><img src="http://antidebu.wordpress.com/files/2009/04/undur2-2.jpg" alt="Binatang Imutz" title="Binatang Imutz" width="299" height="224" class="aligncenter size-full wp-image-128" /></a><br />
Tubuh insect dapat dibedakan dengan jelas antara kepala, dada dan perut.<br />
1. Kepala mencakup:<br />
Satu pasang mata facet (majemuk), mata tunggal (ocellus), dan satu pasang antena sebagai alat peraba.<br />
Alat mulut yang disesuaikan untuk mengunyah, menghisap, menjilat dan menggigit. Bagian mulut ini terdiri atas rahang belakang (mandibula), rahang depan (maksila), dan bibir atas (labrum) serta bibir bawah (labium)<br />
2. Dada (thorax) terdiri atas tiga ruas yaitu prothorax,mesothorax dan metathorax.<br />
Pada masing-masing ruas terdapat sepasang kaki. Kaki insek memiliki banyak variasi bentuk sesuai dengan fungsinya yakni:<br />
a. kaki untuk menggali (anjing tanah)<br />
b. kaki untuk meloncat (belalang)<br />
c. kaki untuk berenang (kumbang air)<br />
d. kaki untuk pengumpul serbuk sari<br />
e. kaki untuk berjalan (kumbang tanah)<br />
f. kaki untuk memegang (belalang sembah)<br />
Pada setiap mesotoraks dan metatoraks terdapat dua pasang sayap, tetapi ada pula yang tidak memiliki sayap.<br />
3. Perut (abdomen) memiliki 11 ruas atau beberapa ruas saja.<br />
Pada insek betina (belalang misalnya), bagian belakang perut terdapat ovipositor yang berfungsi untuk meletakkan telurnya.</p>
<p>Beberapa pengetahuan lain yang perlu diketahui (biar lebih akrab):<br />
Alat pencernaan terdiri atas:<br />
- mulut,<br />
- kerongkongan,<br />
- tembolok,<br />
- lambung,<br />
- usus,<br />
- rektum<br />
- anus.</p>
<p>Sistem saraf : tangga tali.<br />
Sistem pernafasan : sistem trakhea<br />
Sistem peredaran darah terbuka.<br />
Alat kelamin terpisah (jantan dan betina), pembuahan internal.<br />
Tempat hidup : air tawar dan darat.<br />
Umumnya serangga mengalami perubahan bentuk (metamorfosis)dari telur larva undur-undur</p>
<p>Klasifikasi : Insecta<br />
Serangga dalam perkembangannya mengalami proses metamorfosis. Metamorfosis adalah perubahan bentuk serangga mulai dari telur sampai dewasa. Adapula serangga yang selama hidupnya tidak pernah mengalami metamorfosis, misal kutu buku (Episma saccharina).<br />
Berdasarkan metamorfisnya, serangga dibedakan atas dua kelompok, yaitu: Hemimetabola dan Holometabola.</p>
<p>Hemimetabola<br />
Hemimetabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Dalam daur hidupnya Hemimetabola serangga mengalami tahapan perkembangan sebagai berikut:<br />
a. Telur<br />
b. Nimfa, ialah serangga muda yang mempunyai sifat dan bentuk sama dengan dewasanya. Dalam fase ini serangga muda mengalami pergantian kulit.<br />
c. Imago (dewasa), ialah fase yang ditandai telah berkembangnya semua organ tubuh dengan baik, termasuk alat perkembangbiakan serta sayapnya.<br />
Holometabola merupakan serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah telur – larva – pupa – imago. Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ. Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan.<br />
Berdasarkan ciri sayap dan alat mulutnya, kelompok Holometabola ini meliputi 6 ordo, yaitu ordo:<br />
1. Neuroptera<br />
2. Lepidoptera<br />
3. Diptera<br />
4. Coleoptera<br />
5. Siphonoptera<br />
6. Hymenoptera<br />
Nah undur-undur merupakan Ordo Neuroptera (serangga bersayap jala)<br />
Ciri serangga ini adalah mulut menggigit, dan mempunyai dua pasang sayap yang urat-uratnya berbentuk seperti jala.<br />
Contoh: undur-undur– metamorfosis sempurna (siklus hidupnya: telur, larva, pupa (kepompong), imago</p>
<p>KESIMPULANNYA………..<br />
Undur-undur merupakan larva dari suatu fase dalam metamorfosis sempurna serangga.<br />
Jenis undur-undur ada 2, yaitu :<br />
1.	undur-undur yang hidup di darat.<br />
Undur-undur darat banyak ditemui di sekitar rumah dengan halaman tanah kering dan berpasir. Rumah undur-undur yang berbentuk lubang yang mengerucut ke bawah berfungsi sebagai perangkap untuk menangkap makanan (semut, laba-laba kecil).<br />
Binatang ini masuk dalam jenis Ordo Neuroptera (serangga bersayap jala), dengan mulut menggigil dan mempunyai dua pasang sayap yang urat-uratnya berbentuk jala.<br />
Siklus hidupnya dari telur &#8211; larva &#8211; pupa (kepompong), sehingga undur-undur merupakan larva dari suatu fase metamorfosis sempurna serangga.<br />
2.	undur-undur yang hidup di laut.<br />
Biasanya dipakai untuk umpan dalam memancing.. Kalau di pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, undur-undur laut ini dibuat rempeyek undur-undur.<br />
Undur-undur laut mempunyai khasiat yang sama dengan undur-undur darat. Undur-undur laut mengandung asam lemak omega-3 (EPA dan DHA) tinggi. Undur &#8211; undur laut biasanya dipakai sebagai umpan untuk memancing, tetapi undur &#8211; undur laut ini juga memiliki khasiat yang sama dengan undur &#8211; undur yang hidup didarat loh.<br />
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa undur-undur laut mengandung lemak total yang cukup tinggi, berkisar antara 17,22 &#8211; 21,56 persen. Kandungan asam lemak omega 3 total (EPA dan DHA) juga cukup tinggi, berkisar antara 7,75 &#8211; 14,48 persen dibandingkan dengan beberapa jenis crustacea lain seperti udang, lobster, dan beberapa jenis kepiting. Sedangkan kandungan EPA (6,41 &#8211; 8,43 persen) lebih tinggi dibandingkan kandungan DHA (1,34 &#8211; 6,57 persen).</p>
<p>Kegunaan:<br />
Biasanya, hewan kecil ini digunakan untuk mainan anak-anak dengan mengikat benang tipis pada kaki undur-undur<br />
lho, cm buat itu?<br />
Penggunaan Undur-undur sebagai obat<br />
undur-undur juga bisa digunakan sebagai obat alternatif mengatasi diabetes. Binatang kecil biasa dijumpai di sekitar rumah berhalaman pasir itu ampuh menurunkan gula darah. Undur-undur ternyata berkhasiat menurunkan kadar gula penderita diabetes.<br />
Berdasarkan penelitian diketuai Tyas Kurniasih  dari Universitas Gadjah Mada Jogjakarta berjudul Kajian Potensi Undur-Undur Darat (Myrmeleon sp) 2006, binatang ini mengandung zat sulfonylurea. Kerja sulfonylurea pada undur-undur adalah melancarkan kerja pankreas dalam memproduksi insulin. Karena, ketika insulin dalam tubuh manusia menurun sementara kadar glukosa darah meningkat, maka terjadi ketidakseimbangan. Koq bisa? ya karena dimana insulin sebagai penghasil energi tubuh terus berkurang. Akibatnya, tubuh mudah terserang penyakit.<br />
Diyakini, undur-undur dapat membuat regenerasi sel menjadi lebih baik. Hal ini dimungkinkan karena sifat hewan ini suka mengerik tanah, hingga mampu menghancurkan plak-plak di dalam pembuluh darah.<br />
Hewan yang biasa berjalan mundur ini dari beberapa kesaksian beberapa orang disebut-sebut dapat menurunkan kadar gula penderita diabetes dan berkhasiat untuk beberapa penyakit lain seperti stroke berat. Ilmu pengobatan Cina pun hingga saat ini masih menggunakannya.</p>
<p>Harganya?:<br />
Harga undur-undur sangat bervariasi antara daerah satu dengan lainnya. Biasanya dari Rp. 1.000/ekor &#8211; Rp. 1.500/ekor..tp ada juga yang menjual seharga Rp. 750<br />
<a href="http://antidebu.wordpress.com/2009/04/21/tungauwawwawwaw3/undur2-1/" rel="attachment wp-att-130"><img src="http://antidebu.wordpress.com/files/2009/04/undur2-1.jpg" alt="nyam...nyam...nyammmm...mmmmmmm........" title="nyam...nyam...nyammmm...mmmmmmm........" width="299" height="199" class="aligncenter size-full wp-image-130" /></a><br />
Cara makannya gimana?:<br />
1. langsung ditelan @ 3 atau 5 ekor. jadi setelah undur-undur diambil dan dicuci bersih langsung aja ditelan sambil minum ..<br />
2. Beli kapsul kosong dan undur-undur dimasukkan hidup-hidup ke dalam kapsul ( setelah undur-undur dicuci ya…..)<br />
biasanya antara 1-2 undur &#8211; undur..<br />
Undur-undur bisa bertahan hidup di dalam kapsul selama 4 jam. Undur-undur yang sudah mati, khasiatnya akan jauh berkurang.<br />
Ada yg mengatakan undur &#8211; undur harus dikonsumsi dalam jumlah yang ganjil..ga boleh genap..entah mengapa<br />
Nama lain undur &#8211; undur:<br />
Mandarin : di-gu-niu<br />
Inggris : Antlion<br />
Latin : Myrmeleon sp<br />
Indonesia : undur &#8211; undur ( karena jalannya mundur )<br />
Sumber : http://main.man2malang.com/, http://kaskus.us/showthread.php?t=1150655</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TUNGAU ...WAW....WAW....WAW.... (2)]]></title>
<link>http://antidebu.wordpress.com/2009/04/20/tungau-wawwawwaw-2/</link>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 02:03:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>antidebu</dc:creator>
<guid>http://antidebu.wordpress.com/2009/04/20/tungau-wawwawwaw-2/</guid>
<description><![CDATA[Meskipun tungau skabies adalah tungau yang paling terkenal menyerang manusia, tungau lainnya dilapor]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://antidebu.wordpress.com/2009/04/20/tungau-wawwawwaw-2/tungau2/" rel="attachment wp-att-121"><img src="http://antidebu.wordpress.com/files/2009/04/tungau2.jpg" alt="tungau2" title="tungau2" width="499" height="415" class="aligncenter size-full wp-image-121" /></a>Meskipun tungau skabies adalah tungau yang paling terkenal menyerang manusia, tungau lainnya dilaporkan juga menyebabkan penyakit pada manusia. Tungau termasuk dalam kelas Arachnida, ordo Acarina, merupakan organisme berkaki delapan, khas memiliki cephalothorax yang menyatu.<br />
Kebanyakan tungau yang bermakna pada manusia termasuk dalam 3 subordo: trombidiformes, mesostigmata, dan sarcoptiformes. Mereka cenderung diklasifikasikan berdasarkan host atau habitat alamiahnya.<br />
TUNGAU FOLIKEL<br />
Demodex sp. adalah penghuni (resident) yang lazim dijumpai di unit pilosebaseus manusia. Tungau ditemukan pada folikel di wajah, kulit kepala, dan dada bagian atas. D. folliculorum hominis hidup di dalam folikel rambut, dan D. brevis lebih menyukai infundibulum dari kelenjar sebasea. Prevalensi infeksi Demodex sp. meningkat sesuai usia. Keberadaan tungau ini seringkali tidak disadari, namun saat tungau berada dalam jumlah yang besar, mereka dapat berperan dalam menimbulkan reaksi kulit supuratif atau granulomatous yang mirip folikulitis supuratif, rosasea, atau dermatitis perioral.<br />
TUNGAU MAKANAN<br />
Beberapa spesies tungau menyerang makanan yang disimpan dan material organik lainnya. Tungau makanan yang paling umum adalah tungau biji-bijian (grain mite, Acarus siro), tungau keju (cheese mite, Tyrolichus casei), tungau lapuk (mold mite, Tyrophagus putrescentiae). Semuanya ini dapat dilihat dengan mata telanjang, biasanya panjangnya kurang dari 0,5 mm. Kontak berkepanjangan dengan makanan yang mengandung tungau dapat menimbulkan dermatitis ringan yang dikenal sebagai baker’s itch atau grocer’s itch (gatal tukang roti atau gatal pedagang kelontong), atau menyebabkan asma dan alergi debu. Tungau-tungau ini tidak menggigit manusia.<br />
TUNGAU GATAL JERAMI (Straw Itch Mite)<br />
Tungau gatal jerami, Pyemotes ventricosus dan Pyemotes tritici, dapat menyebabkan epidemi dermatitis selama pengolahan saat panen atau pascapanen pada jerami, atau biji-bijian tertentu. Gigitan yang dihasilkan akan menimbulkan dermatitis seperti-ruam, meluas ke sebagian besar badan dan disertai rasa gatal, berkeringat, demam, sakit kepala, dan kadang-kadang disertai muntah pada kasus berat. Tungau ini sebenarnya menguntungkan karena mereka memakan larva dan hama biji-bijian.<br />
TUNGAU PANEN<br />
Terdapat beberapa spesies tungau yang termasuk dalam genus Trombicula yang dapat mengganggu manusia secara langsung, terutama selama akhir musim panas dan musim gugur. Larva kecil kemerahan dari Trombicula yang panjangnya kurang dari 0,5 mm, menghisap cairan limfa dan darah manusia serta mamalia lainnya, seringkali disebut juga chiggers. Eurotrombicula alfreddugesi dan Eurotrombicula splendidus dapat dijumpai di Amerika Serikat. Spesies lain dari genus Neotrombicula telah diidentifikasi sebagai penyebab dermatitis pada manusia, dan Leptotrombidium sp. telah dilaporkan menjadi vektor dari Rickettsia tsutsugamushi, penyebab scrub typhus.<br />
Di Amerika Serikat, tungau ditemukan di daerah selatan. Larvanya menyerang manusia di sekitar pinggang, tumit, atau di lipatan kulit yang hangat, namun rasa gatal yang hebat biasanya timbul beberapa jam setelah gigitan, sehingga tungau ini sudah tidak ada di tempat yang gatal tersebut. Kadang dapat terlihat ditengah makula atau papula eritematous yang belum digaruk. Lesi dapat vesikular, papular seperti-urtikaria, atau granulomatous. Reaksi hipersensitifitas musiman akut pada penis telah dilaporkan, dengan edema pada glans dan kulit yang menutupinya, bertahan hingga 18 hari. Penanganannya simtomatik, krim atau lotion antihistamin dan kortikosteroid dapat dipakai.<br />
<a href="http://antidebu.wordpress.com/2009/04/20/tungau-wawwawwaw-2/tungau4/" rel="attachment wp-att-122"><img src="http://antidebu.wordpress.com/files/2009/04/tungau4.jpg" alt="tungau4" title="tungau4" width="333" height="574" class="alignright size-full wp-image-122" /></a>TUNGAU DEBU<br />
Tungau debu adalah tungau sangat kecil yang tembus cahaya, umumnya panjangnya kurang dari 0,2 mm, sehingga sangat sulit dilihat dengan mata telanjang. Mereka makan kulit mati dan debris organik lainnya yang merupakan bagian dari debu yang terdapat pada rumah dan tempat kerja. Tungau ini tidak membahayakan, namun badannya dan ekskretanya dipercaya berperan dalam timbulnya asma berat dan keluhan alergi lain pada manusia, dan hipersensitifitas tipe lambat (delayed) dianggap memiliki peranan dalam menimbulkan dermatitis atopik. Penggunaan vacuum cleaner yang menyeluruh dan sering, termasuk pada tempat tidur, dapat mengurangi tungau secara efektif.<br />
TUNGAU UNGGAS<br />
Dermatitis tungau unggas jarang didiagnosis pada pekerja kantoran, pembuat rumah, pekerja peternakan unggas, dan penggemar burung. Penyakit ini dapat dilacak ke kontak dengan ayam atau burung merpati, namun bisa juga melibatkan jenis burung yang lain bahkan gerbil. Dermanyssus gallinae dan Dermanyssus avium adalah ektoparasit unggas yang paling sering dijumpai di Amerika Serikat, dan hanya menyerang manusia secara temporer. Tungau unggas adalah penghisap darah dan dijelaskan memiliki kebiasaan “gigit dan lari” (bite and run). Manifestasi yang paling sering adalah papula pruritik, kadang dengan bagian tengah yang hemoragik; terletak pada daerah yang terpapar, namun dapat pula timbul vesikel, urtikaria papular, dan dermatitis.<br />
TUNGAU BINATANG<br />
Tungau tikus tropis Ornithonyssus bacoti menyerang manusia meskipun juga terdapat tikus, menyebabkan bekas gigitan yang nyeri, gatal, dan menimbulkan dermatitis. Tungau ini adalah vektor murine typhus. Mudah terlihat, tungau ini berwarna merah cerah hingga hitam dengan corak putih dan biasanya terlihat di dinding ruang bawah tanah, dapur, kamar mandi, dan tempat dimana terdapat tikus. Tungau terlepas dan jatuh dari hostnya setelah menghisap darah dan dapat bertahan hidup selama beberapa hari tanpa makan lagi. Tungau tikus rumah, Liponyssoides sanguineus, secara klasik ditemukan pada tius rumah, dapat berpindah dari tikus ke dinding. Tungau ini dapat berperan sebagai vektor rickettsialpox.<br />
Cheyletiella sp. adalah tungau yang lazim ditemui di kucing dan anjing, sering pula disebut ‘ketombe berjalan’ (walking dandruff). Tungau ini sangat mudah ditularkan dan terdapat banyak laporan adanya penyakit kulit pada manusia; di rumah tangga yang binatang peliharaannya terserang tungau ini, sekitar 20 persen pemiliknya juga terkena. Tungau ini jarang ditemukan pada manusia karena mereka tidak membuat terowongan atau bereproduksi di manusia. Perilaku ini disebut perilaku ‘gigit dan lari’. Lesinya berupa papula atau papulovesikel eritematous yang gatal, urtikaria atau vesikobula atau erosi terekskoriasi dapat dijumpai di lengan, dada, dan perut dan area lain yang berkontak dengan binatang peliharaan yang terserang tungau.<br />
Binatang peliharaan dapat simtomatik atau menunjukkan rasa gatal. Tanda yang nyaris patognomonik adalah seborrea sicca dorsal (sisik kering berwarna putih) atau lesi anular berkrusta. Diagnosi tergantung pada tungau atau telur yang teridentifikasi dari kulit, diambil dengan menggunakan selotip, dan kemudian dilihat menggunakan mikroskop. Perawatan binatang peliharaan oleh dokter hewan akan membersihkan binatang peliharaan dan pemiliknya.<br />
Kudis sarkoptik anjing (Sarcoptes scabei var. canis) dan kudis kucing (Notoedres cati) dapat mengganggu manusia dengan dermatosis pruritik dengan ekskoriasi dan krusta. Mengobati binatang peliharaan akan membersihkan pemiliknya juga.<br />
[disadur dari www.banyakbaca.wordpress.com]<a href="http://antidebu.wordpress.com/2009/04/20/tungau-wawwawwaw-2/tungau6/" rel="attachment wp-att-123"><img src="http://antidebu.wordpress.com/files/2009/04/tungau6.jpg" alt="tungau6" title="tungau6" width="380" height="312" class="aligncenter size-full wp-image-123" /></a></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[TUNGAU....WAW....WAW....WAW.....]]></title>
<link>http://antidebu.wordpress.com/2009/03/30/tungauwawwawwaw/</link>
<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 02:27:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>antidebu</dc:creator>
<guid>http://antidebu.wordpress.com/2009/03/30/tungauwawwawwaw/</guid>
<description><![CDATA[Kutu debu adalah yang terkecil di antara kutu yang diketahui. Mereka kurang dari 1/64 inci dan memer]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><img class="size-thumbnail wp-image-25 aligncenter" title="kartun22" src="http://antidebu.wordpress.com/files/2009/03/kartun22.jpg?w=150" alt="kartun22" width="200" height="225" /></p>
<p class="MsoNormal">Kutu debu adalah yang terkecil di antara kutu yang diketahui. Mereka kurang dari 1/64 inci dan memerlukan mikroskop untuk mengidentifikasinya. Bentuk dustmites adalah oval, krem, dan soft-bodied, dengan striations pada belakangnya. Ada lima tahapan dalam siklus hidup tungau: telur, jentik, protonymph, tritonymph, dan dewasa. Mites bukan termasuk serangga, sehingga tidak memiliki tahap kehidupan yang sama. Namun, tungau dan serangga adalah arthropods.</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="PT">Kita mengenal beberapa spesies dari kutu debu. </span>Yang paling umum adalah tungau debu Amerika, Dermatophagoides farinae, dan Tungau debu Eropa, D. pternonyssinus. Mereka tidak sama dengan kutu kertas atau kutu kabel, yang benar-benar bukan serangga sama sekali.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dust mites (Tungau) telah diidentifikasi sebagai faktor penting dalam memicu alergi dan asma. Terutama anak-anak. Sexoskeleton (Protein yang ada pada tungau) menyebabkan reaksi alergi. Meskipun banyak orang mengeluh bahwa debu tungau menyebabkan gatal dan eksim yang tak tertahankan, data ini belum tentu benar.</p>
<p class="MsoNormal">Jika Anda menduga bahwa Anda atau anggota keluarga ada yang menderita alergi debu (tungau) yang dapat menyebabkan sesak pada pernafasan, konsultasilah ke dokter. Sementara itu cara terbaik untuk mengidentifikasi masalah apakah rumah Anda terdapat debu tungau adalah memperoleh sampel tungau.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Tungau berada di seluruh dunia. Di rumah, konsentrasi tungau tertinggi di mana ada banyak makanan dan kondisi suhu serta kelembaban. </span><span lang="FI">Makanan tungau adalah luar kulit manusia, hewan peliharaan, ceceran makanan, jamur, dan serbuk sari. Bidang konsentrasi tinggi termasuk tungau seperai, kasur, dan kain pelapis sofa, karpet, dan bahkan boneka.Jika suhu berada di 75° F dan kelembaban relatif adalah 75 persen, tungau betina Amerika dapat menghasilkan antara 31 sampai 100 telur, rata-rata 66 telur dalam hidupnya. </span>Dia hidup rata-rata 100 hari. Di bawah kondisi yang sama, Tungau betina Eropa dapat menghasilkan antara 19 hingga 158 telur, rata-rata 68 telur dalam hidupnya. Dia hidup rata-rata 31 hari. Umumnya, semakin tinggi suhu dan kelembaban, semakin tinggi tingkat hidup dan reproduksi. Semakin rendah suhu dan kelembaban, semakin rendah tingkat reproduksi dan kelangsungan hidup.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Cara terbaik untuk dapat hidup tenang tanpa terganggu oleh tungau dan kotorannya adalah membersihkan secara rutin setiap hari. Gunakan Vacuum Cleaner terbaik yang anda ketahui. Vacuum terbaik adalah vacuum yang dapat menghisap dan memindahkan semua kotoran termasuk didalamnya tungau, telur tungau dan kotoran tungau. Vacuum Cleaner Portable mampu untuk menghisap semua kotoran, tetapi dia memiliki sirkulasi di dalam ruangan. Akibatnya tungau dan telur plus kotorannya yang sangat berbahaya bagi pernafasan kita akan beterbangan bebas di udara.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Vacuum dengan teknologi sentral akan sangat membantu. distribusi kotoran akan dialirkan jauh keluar ruangan menuju mesin yang ditaruh di suatu ruangan lain (service area). Vacuum sentral juga unggul dalam service karena kebisingan yang minim, karena jauhnya letak mesin sehingga suara mesin tak mengganggu ketika terjadi proses pemvacuuman. Sehingga pembersihan tempat tidur, sofa, karpet, dan ruangan-ruangan lain akan lebih sering dapat dilakukan.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bedmites]]></title>
<link>http://antidust.wordpress.com/2009/03/27/bedmites/</link>
<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 09:01:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>antidust</dc:creator>
<guid>http://antidust.wordpress.com/2009/03/27/bedmites/</guid>
<description><![CDATA[First of all from a simple research to the causes of asthamic and airborne allergens presents in our]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="size-full wp-image-15 alignleft" title="Sedot Debu" src="http://antidust.wordpress.com/files/2009/03/aertecnica-012.jpg" alt="Sedot Debu" width="497" height="330" /></p>
<p>First of all from a simple research to the causes of asthamic and airborne allergens presents in our society, a simple conclusion that came up was DUST. Dust from our polluted metropolitan city is much more concentrated in our home, focusing more inside the beds mattress than most have noticed. We walked bare – footed in our home floors daily, and what do we find? Dirty feets, even after sweeping and mopping the floors twice daily, now imagine how often do we cleans the insides of our beds, where airborne dusts would most likely to settle. Statistics have shown that we tossed and turn in our beds up to 60 times per night, allowing settled dusts to become airborne again. This is the reason to why many people sneezes and blow their noses in the morning.</p>
<p>Bedmites in our mattresses are dust mites; this is a major factor to the sneezing that occurs. They are microscopic bugs that feed on dead skin cells that come off during our tossing and turning in our beds. We shed 40,000 – 50,000 dead cells daily. Bedmites alone is not the main reason to the attributed symptoms such as, hay fever, watery eyes, runny noses, itchy skin, sneezing, asthma or difficulty breathing and eczema in infants. As bedmites are approximately 450 Microns (0.45 mm) but their feces droppings are the cause of all the mentioned above allergic reactions. The mattress in your beds can contain tens of thousands of even millions of mites</p>
<p>The use of Central Vacuum system daily in suctioning settled dusts from our beds via the hose into the piping system straight into your service area/ garage will easily makes your sleeps much more beneficial and healthier. Central Vacuum system is the only system that presently and proudly can say that it don’t have 99.9% efficiency but a full 100% when compared to portable vacuum machines. The system do not compromise suction strength in expense to portability, our system will not lose its suction strength even from a distance of 45 M away from the central unit. In respect to portability, all you need to do now is carry the hose throughout your home during the cleaning process.</p>
<p>A bedroom is a sanctuary to our most private moments, not only it’s a place to rest, it is also the first room we see in the morning and the last room we see at night, as they say, it is a place where we closes the circle of our waking life. The bedroom is presumably the most important room throughout the whole home. Rest assured, this is the best cleaning utilities to maintain the bedroom cleanliness. As the saying goes, it is better to prevent than to cure.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Bagaimana Menghindari Alergi Debu?]]></title>
<link>http://d132a.wordpress.com/2009/02/04/bagaimana-menghindari-alergi-debu/</link>
<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 04:56:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>d132a</dc:creator>
<guid>http://d132a.wordpress.com/2009/02/04/bagaimana-menghindari-alergi-debu/</guid>
<description><![CDATA[Bagi penderita alergi, dalam hal ini debu, terkadang sangat sulit untuk menghindarinya.   Selama ini]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Bagi penderita alergi, dalam hal ini debu, terkadang sangat sulit untuk menghindarinya.   Selama ini]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Skabies]]></title>
<link>http://filzahazny.wordpress.com/2008/07/15/skabies/</link>
<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 11:03:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>filzahazny</dc:creator>
<guid>http://filzahazny.wordpress.com/2008/07/15/skabies/</guid>
<description><![CDATA[Skabies juga disebut penyakit budukan atau gatal agogo, merupakan penyakit yang disebabkan oleh infe]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;">Skabies juga disebut penyakit budukan atau gatal agogo, merupakan penyakit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap tungau <em>Sarcoptes scabiei </em>var hominis dan tinjanya (skibala) pada kulit manusia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:14pt;">Morfologi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;margin:0;"><em><span style="font-size:14pt;">Sarcoptes scabiei</span></em><span style="font-size:14pt;"> adalah tungau yang termasuk famili Sarcoptidae, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:14pt;">ordo Acari kelas Arachnida. Badannya transparan, berbentuk oval, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:14pt;">pungggungnya cembung, perutnya rata, dan tidak bermata. Ukurannya,yang </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:14pt;">betina antara 300-450 mikron x 250-350 mikron, sedangkan yang </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:14pt;">jantan lebih kecil, antara 200-240 mikron x 150-200 mikron. Bentuk </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:14pt;">dewasa tungau ini memiliki 4 pasang kaki, 2 pasang merupakan pasangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:14pt;">kaki depan dan 2 pasang lainnya kaki belakang. Pasangan kaki yang </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:14pt;">pertama berakhir sebagai tabung panjang masing-masing dengan sebuah </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:14pt;">alat penghisap berbentuk bel dan dengan kuku. Kaki belakang berakhir </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:14pt;">menjadi bulu keras yang panjang kecuali pasangan kaki ke-4 pada jantan yang mempunyai alat penghisap. Pada permukaan sebelah dorsal terdapat garis-garis yang berjalan transversal yang mempunyai duri, sisik, dan bulu keras. Bagian mulutnya terdiri atas selisera yang bergigi, pdipalpi berbentuk kerucut yang bersegmen tiga dan palp bibir yang menjadi satu dengan hipostoma.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:14pt;">Siklus hidup</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:14pt;">Siklus hidup <em>Sarcoptes scabiei</em> dari telur hingga dewasa berlangsung selama satu bulan.<em> Sarcoptes scabei</em> memiliki empat fase kehidupan yaitu telur, larva nimfa dan dewasa.Berikut ini siklus hidup <em>Sarcoptes scabiei</em> :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:14pt;">1. Betina bertelur pada interval 2-3 hari setelah menembus kulit . </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:14pt;">2.Telur berbentuk oval dengan panjang 0,1-0,15 mm </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:14pt;">3.Masa inkubasi selama 3-8 hari. Setelah telur menetas, terbentuk larva yang kemudian bermigrasi ke stratum korneum untuk membuat lubang <em>molting pouches</em>. Stadium larva memiliki 3 pasang kaki.,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:14pt;">4. Stadium larva terjadi selama 2-3 hari. Setelah stadium larva berakhir, terbentuklah nimfa yang memiliki 4 pasang kaki.. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:14pt;">5. Bentuk ini berubah menjadi nimfa yang lebih besar sebelum berubah menjadi dewasa<strong>.</strong> Larva dan nimfa banyak ditemukan di <em>molting pouches</em> atau di folikel rambut dan bentuknya seperti tungau dewasa tapi ukurannya lebih kecil. Perkawinan<strong> </strong>terjadi antara tungau jantan dengan tungau betina dewasa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:14pt;">6. Tungau betina memperluas <em>molting pouches</em> untuk menyimpan telurnya. Tungau betina mempenetrasi kulit dan menghabiskan waktu sekitar 2 bulan di lubang pada permukaan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:14pt;">Patogenitas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:14pt;">Daerah predileksi adalah sela-sela jari-jari tangan bagian fleksor pergelangan tangan , dan lenagn depan, siku, ketiak, punggung, daerah inguinal, dan alat kelamin. Lukanya tampak sebagai garis kecil yang agak kemerah-merahan pada kulit. Pembengkakan vesikuler kecil, mungkin timbul karena peletakkan tinja yang memberikan irirtas atau ekskresi yang dibentuk di bawah terowongan yang berwarna putih atau abu-abu tidak jauh dari tungaunya. Perasaan gatal yang ditimbulkan oleh panas dan keringat menyebabkan penderita menggaruk-garuk yang menyebabkan penyebaran infestasi, merangsang luka, dan menimbulkan infeksi bakteri yang sekunder. Akibatnya, lesi yang berbentuk papel, vesikel dan pustel yang multipel timbul kemudian terbentuk kerak kudis yang berwarna coklat keabuan yang berbau anyir.. Mula-mula manifestasi klinik mungkin ringan tetapi setelah beberapa minggu kulit mengalami sensitisasi yang mengakibatkan suatu erupsi yang gatal tersebar luas dan berupa eritem.<span style="color:black;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:14pt;">Diagnosis penyakit ni diantaranya yaitu ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9pt;text-align:justify;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;">1.Pruritus nokturna, atau rasa gatal di malam hari, yang disebabkan aktivitas tungau yang lebih tinggi dalam suhu lembab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9pt;text-align:justify;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;">2.Adanya terowongan-terowongan di bawah lapisan kulit (kanalikuli), yang berbentuk lurus atau berkelok-kelok. Jika terjadi infeksi sekunder oleh bakteri, maka akan timbul gambaran pustul (bisul kecil pen). Kanalikuli ini berada pada daerah lipatan kulit yang tipis, seperti sela-sela jari tangan, daerah sekitar kemaluan (pada anak-anak), siku bagian luar, kulit sekitar payudara, bokong dan perut bagian bawah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9pt;text-align:justify;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;">3. Menemukan tungau pada pemeriksaan kerokan kulit secara mikroskopis, merupakan diagnosa pasti penyakitini. Daerah itu biasanya menjadi kemerah-merahan. Kerokan yang baik bila dilakukan agak dalam akan membuat kulit sedikit mengeluarkan darah karena di sanalah bermukim betina-betina yang gravid dan banyak telur yang telah dikeluarkan tungau betina. Untuk melarutkan kerak kudis digunakan larutan KOH 10 persen.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:14pt;">Pengobatan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:14pt;">Pengobatan penyakit ini menggunakan obat-obatan berbentuk krim atau salep yang dioleskan pada bagian kulit yang terinfeksi. Banyak sekali obat-obatan yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:14pt;">tersedia di pasaran. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh obat anti-skabies, antara lain yaitu; tidak berbau, efketif terhadap semua stadium tungau (telur, larva, maupun tungau dewasa), tidak menimbulkan iritasi kulit, juga mudah diperoleh serta murah harganya. Obat-obatan yang dapat digunakan antara lain:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9pt;text-align:justify;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;">1.Salep 2-4, biasanya dalam bentuk salep atau krim. Kekurangannya, obat ini menimbulkan bau tak sedap (belerang), mengotori pakaian, tidak efektif membunuh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:14pt;">stadium telur, dan penggunaannya harus lebih dari 3 hari berturut-turut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9pt;text-align:justify;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;">2.Emulsi benzil-benzoas 20-25%, efektif terhadap semua stadium tungau, diberikan setiap malam selama 3 hari bertutut-turut. Kekurangannya, dapat menimbulkan iritasi kulit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9pt;text-align:justify;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;">3.Gamexan 1%, termasuk obat pilihan karena efektif terhadap semua stadium tungau, mudah digunakan, serta jarang menimbulkan iritasi kulit. Namun obat ini tidak dianjurkan bagi wanita hamil, maupun anak dibawah usia 6 tahun, karena bersifat toksik terhadap susunan saraf pusat. Pemakaiannya cukup satu kali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9pt;text-align:justify;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;">4.Krotamiton 10%, termasuk obat pilihan, karena selain memiliki efek anti-skabies, juga bersifat anti gatal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:14pt;">5. Permetrin HCl 5%, efektifitasnya seperti Gamexan, namun tidak terlalu toksik. Penggunaannya cukup sekali, namun harganya relatif mahal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:14pt;">6. Kwell, suatu salep terdiri atas Lindane 1% (heksaklorosikloheksan). Setelah mandi dengan air panas dan sabun, salep dapat dipergunakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:14pt;">7. Preparat sulfur presipitatum 5-10 % efektif untuk stadium larva, nimfa dan dewasa, tetapi tidak efektif untuk membunuh telur. Karena itu, pengobatan minimal selama 3 hari agar larva yang menetas dari telurnya dapat mati oleh obat tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-size:14pt;">8. Gama Benzen heksaklorida merupakan obat pilihan karena efektif untuk semua stadium. Obat ini tidak digunakan terhadap anak dibawah 6 tahun karena bersifat neurotoksik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-9pt;text-align:justify;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;">Pemberantasan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:14pt;">Selain mengggunakan obat-obatan, yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah upaya peningkatan kebersihan diri dan lingkungan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:14pt;">1. Mencuci bersih -bahkan sebagian ahli menganjurkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;">dengan cara direbus, handuk, seprai maupun baju penderita skabies, kemudian menjemurnya hingga kering.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:14pt;">2. Menghindari pemakaian baju, handuk, seprai secara bersama-sama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:14pt;">3. Mengobati seluruh anggota keluarga, atau masyarakat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 9pt;"><span style="font-size:14pt;">yang terinfeksi untuk memutuskan rantai penularan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:14pt;">Epidemiologi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:14pt;">Penyakit scabies dapat terjadi pada satu keluarga, tetangga yang berdekatan bahkan seluruh kampung.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Demodisiosis]]></title>
<link>http://filzahazny.wordpress.com/2008/06/15/demodisiosis/</link>
<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 06:02:36 +0000</pubDate>
<dc:creator>filzahazny</dc:creator>
<guid>http://filzahazny.wordpress.com/2008/06/15/demodisiosis/</guid>
<description><![CDATA[Demodisiosis adalah infestasi oleh Demodex folliculorum. Taksonomi Demodex folliculorum Kingdom: Ani]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p class="MsoNormal">Demodisiosis adalah infestasi oleh <em>Demodex folliculorum</em>.</p>
<p class="MsoNormal">Taksonomi <em>Demodex folliculorum</em></p>
<table class="MsoNormalTable" style="margin-left:6.75pt;margin-right:6.75pt;" border="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td style="width:67.2pt;border:2.25pt 1.5pt 2.25pt 2.25pt solid windowtext;padding:1.5pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal">Kingdom:</p>
</td>
<td style="width:79.8pt;border:2.25pt 2.25pt 2.25pt 1.5pt solid windowtext;padding:1.5pt;" width="106" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span class="kingdom"><a title="Animalia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Animalia"><span style="color:windowtext;">Animalia</span></a></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:67.2pt;border:2.25pt medium 1pt 1.5pt solid none solid solid windowtext 0 windowtext windowtext;padding:1.5pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal">Filum:</p>
</td>
<td style="width:79.8pt;border:2.25pt 1.5pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:1.5pt;" width="106" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span class="phylum"><a title="Arthropoda" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Arthropoda"><span style="color:windowtext;">Arthropoda</span></a></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:67.2pt;border:1pt medium 1pt 1.5pt solid none solid solid windowtext 0 windowtext windowtext;padding:1.5pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal">Subfilum:</p>
</td>
<td style="width:79.8pt;border:1pt 1.5pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:1.5pt;" width="106" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span class="subphylum"><a title="Chelicerata" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chelicerata"><span style="color:windowtext;">Chelicerata</span></a></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:67.2pt;border:1pt medium 1pt 1.5pt solid none solid solid windowtext 0 windowtext windowtext;padding:1.5pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal">Kelas:</p>
</td>
<td style="width:79.8pt;border:1pt 1.5pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:1.5pt;" width="106" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span class="taxoclass"><a title="Arachnida" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Arachnida"><span style="color:windowtext;">Arachnida</span></a></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:67.2pt;border:1pt medium 1pt 1.5pt solid none solid solid windowtext 0 windowtext windowtext;padding:1.5pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal">Subkelas:</p>
</td>
<td style="width:79.8pt;border:1pt 1.5pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:1.5pt;" width="106" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span class="subclass"><a title="Acari" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Acari"><span style="color:windowtext;">Acari</span></a></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:67.2pt;border:1pt medium 1pt 1.5pt solid none solid solid windowtext 0 windowtext windowtext;padding:1.5pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal">Superordo:</p>
</td>
<td style="width:79.8pt;border:1pt 1.5pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:1.5pt;" width="106" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span class="superorder"><a title="Acariformes" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Acariformes"><span style="color:windowtext;">Acariformes</span></a></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:67.2pt;border:1pt medium 1pt 1.5pt solid none solid solid windowtext 0 windowtext windowtext;padding:1.5pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal">Ordo:</p>
</td>
<td style="width:79.8pt;border:1pt 1.5pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:1.5pt;" width="106" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span class="order"><a title="Prostigmata (page does not exist)" href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Prostigmata&#38;action=edit&#38;redlink=1"><span style="color:windowtext;">Prostigmata</span></a></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:67.2pt;border:1pt medium 1pt 1.5pt solid none solid solid windowtext 0 windowtext windowtext;padding:1.5pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal">Subordo:</p>
</td>
<td style="width:79.8pt;border:1pt 1.5pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:1.5pt;" width="106" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span class="suborder"><a title="Eleutherengona (page does not exist)" href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Eleutherengona&#38;action=edit&#38;redlink=1"><span style="color:windowtext;">Eleutherengona</span></a></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:67.2pt;border:1pt medium 1pt 1.5pt solid none solid solid windowtext 0 windowtext windowtext;padding:1.5pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal">Superfamili:</p>
</td>
<td style="width:79.8pt;border:1pt 1.5pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:1.5pt;" width="106" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span class="superfamily"><a title="Chelyetoidea (page does not exist)" href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Chelyetoidea&#38;action=edit&#38;redlink=1"><span style="color:windowtext;">Chelyetoidea</span></a></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:67.2pt;border:1pt medium 1pt 1.5pt solid none solid solid windowtext 0 windowtext windowtext;padding:1.5pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal">Famili:</p>
</td>
<td style="width:79.8pt;border:1pt 1.5pt 1pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:1.5pt;" width="106" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span class="family"><a title="Demodicidae (page does not exist)" href="http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Demodicidae&#38;action=edit&#38;redlink=1"><span style="color:windowtext;">Demodicidae</span></a></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:67.2pt;border:1pt medium 1.5pt 1.5pt solid none solid solid windowtext 0 windowtext windowtext;padding:1.5pt;" width="90" valign="top">
<p class="MsoNormal">Genus:</p>
</td>
<td style="width:79.8pt;border:1pt 1.5pt 1.5pt medium solid solid solid none windowtext windowtext windowtext 0;padding:1.5pt;" width="106" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span class="genus"><strong><em>Demodex</em></strong></span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><!--[if gte vml 1]&#62;                     &#60;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Morfologi</p>
<p class="MsoNormal"><em>Demodex folliculorum</em> termasuk famili demodicidae. <em>Demodex folliculorum </em>adalah tungau folikel rambut berbentuk panjang menyerupai cacing semi transparan dengan 2 gabungan segmen tubuh berukuran 0,1-0,3 mm dan berkaki empat pasang yang letaknya berdekatan serta mempunyai abdomen dengan garis-garis transversal. 4 pasang kaki terdapat pada segmen tubuh bagian pertama. Tubuhnya<span> </span>tertutup rangka luar dan mempunyai mulut untuk memakan sel kulit, hormon, dan air yang terdapat di folikel rambut. <em>Demodex folliculorum </em>betina lebih pendek dan membulat daripada <em>Demodex folliculorum</em> jantan. Tungau ini juga mampu berjalan di permukaan kulit dengan kecepatan 8-16 cm per jam.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;color:black;"><a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.worsleyschool.net/science/files/eyelash/pic1.JPG&#38;imgrefurl=http://www.worsleyschool.net/science/files/eyelash/creatures.html&#38;h=156&#38;w=250&#38;sz=15&#38;hl=id&#38;start=12&#38;um=1&#38;tbnid=2Qwde-20SRNh0M:&#38;tbnh=69&#38;tbnw=111&#38;prev=/images%3Fq%3Ddemodex%2Bfolliculorum%26um%3D1%26hl%3Did"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&#62;  &#60;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a><span> </span><a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.andrewlost.com/images/hair_page/eyelash_mite.jpg&#38;imgrefurl=http://www.able2know.org/forums/about73171.html&#38;h=469&#38;w=545&#38;sz=35&#38;hl=id&#38;start=18&#38;um=1&#38;tbnid=vW2cQn2VwY-cNM:&#38;tbnh=114&#38;tbnw=133&#38;prev=/images%3Fq%3Ddemodex%2Bfolliculorum%26um%3D1%26hl%3Did"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&#62;  &#60;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a><span> </span><span> </span><a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.jashbotanicals.com/images/demodex_folliculorum_2.jpg&#38;imgrefurl=http://www.jashbotanicals.com/articles/demodex_folliculorum.html&#38;h=239&#38;w=203&#38;sz=24&#38;hl=id&#38;start=4&#38;um=1&#38;tbnid=p2qurRAHSRRR1M:&#38;tbnh=109&#38;tbnw=93&#38;prev=/images%3Fq%3Ddemodex%2Bfolliculorum%26um%3D1%26hl%3Did"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&#62;  &#60;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;color:black;"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&#34;"> </span></p>
<p class="MsoNormal">Siklus hidup <em>Demodex folliculorum</em></p>
<p class="MsoNormal">Siklus hidup <em>Demodex folliculorum</em> berlangsung selama 18-24 hari dalam tubuh hospes. Baik jantan maupun betina memilki lubang genital untuk melakukan perkawinan. Perkawinan berlangsung di folikel rambut dan kelenjar keringat. Betina bertelur dan meletakan telurnya sebanyak 20-24 di folikel rambut. Larva yang memiliki 6 kaki menetas pada hari ke 3-4. 7 hari Kemudian, larva berkembang menjadi dewasa.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal">Patologi dan gejala klinis</p>
<p>Parasit ini hidup di folikel rambut dan kelenjar keringat terutama di sekitar hidung dan kelopak mata sebagai parasit permanen. Kadang-kadang tungau ini ditemukan di bagian tubuh lain seperti kulit kepala. <em>Demodex folliculorum</em> dapat menyebabkan kelainan berupa blefaritis, akne, rosasea dan impetigo kontagiosa yang disertai rasa gatal dan dapat terjadi infeksi sekunder. Umumnya, rosasea terdiri dari beberapa tahap ( tidak semua orang mengalami semua tahap ini) . Tahap ini adalah</p>
<p style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>§<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em>Flushing</em>: timbul kemerah-merahan<span> </span>secara periodik pada wajah <span> </span></p>
<p style="margin-left:0.5in;text-indent:-0.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>§<span style="font-family:&#34;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em>Inflammatory lesions</em>: papula, pustul</p>
<ul type="square">
<li class="MsoNormal">Edema</li>
<li class="MsoNormal"><em>Telangiectasias</em> (pelebaran      pembuluh darah) mungkin terjadi beberapa waktu</li>
<li class="MsoNormal"><em>Ocular rosacea</em> mungkin      terjadi (rasa panas pada mata dan mata berair )</li>
<li class="MsoNormal"><em>Rhinophyma</em> mungkin      terjadi pada tinkat lanjut ( hidung bengkak dan kemerahan)</li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Tungau yang hidup di saluran kelenjar folikel di pinggir mata dapat mengganggu penglihatan penderita.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><a href="http://dermatology.cdlib.org/143/case_presentations/demodex/1.jpg"><span style="color:#19216b;text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&#62;  &#60;![endif]--><!--[if !vml]--><span><img src="/DOCUME~1/internet/LOCALS~1/Temp/msohtml1/03/clip_image009.jpg" border="0" alt="" width="190" height="127" /></span><!--[endif]--></span></a><span> </span><span> </span><span style="font-family:Arial;color:black;"><a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://db2.doyma.es/images/1V55N1281/diagf8.GIF&#38;imgrefurl=http://db.doyma.es/cgi-bin/wdbcgi.exe/doyma/mrevista.go_fulltext_o_resumen%3Fesadmin%3Dsi%26pident%3D3763&#38;h=195&#38;w=249&#38;sz=28&#38;hl=id&#38;start=20&#38;um=1&#38;tbnid=2PTIXZWfUUPVdM:&#38;tbnh=87&#38;tbnw=111&#38;prev=/images%3Fq%3Ddemodex%2Bfolliculorum%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DG"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&#62;  &#60;![endif]--><!--[if !vml]--><span><img src="/DOCUME~1/internet/LOCALS~1/Temp/msohtml1/03/clip_image011.jpg" border="0" alt="" width="179" height="138" /></span><!--[endif]--></span></a></span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:10pt;">Gambar 1: Sejumlah papula tersebar di wajah dan leher.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Diagnosis</p>
<p class="MsoNormal">Diagnosis dengan menemukan <em>Demodex folliculorum</em> dari folikel rambut dan kelenjar keringat .</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Pengobatan</p>
<p class="MsoNormal">Pengobatan demodisiosis pada kulit dapat dilakukan dengan olesan salep linden atau salep yang mengandung sulfur. Pengobatan lainnya adalah<span> </span>asam salisilat, metronidazol, krotamiton, lindane, and sublimed sulphur, oral metronidazole, oral ivermektin dan <em>topical permethrin</em>, and <em>oral or topical retinoids</em> . Papula pada wajah dapat disembuhkan setelah pengobatan dengan metronidazol secara sistemik dan topical selama 3 minggu dan terapi prednisolon dosis rendah secara oral.</p>
<p class="MsoNormal">Epidemiologi</p>
<p class="MsoNormal">Infeksi tungau ini adalah kosmopolit terjadi di seluruh di dunia dan dianggap tidak berbahaya.</p>
<p class="MsoNormal">
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mengatasi Alergi Debu Rumah]]></title>
<link>http://udarabersih.wordpress.com/2007/12/15/mengatasi-alergi-debu-rumah/</link>
<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 04:01:47 +0000</pubDate>
<dc:creator>andhesca</dc:creator>
<guid>http://udarabersih.wordpress.com/2007/12/15/mengatasi-alergi-debu-rumah/</guid>
<description><![CDATA[Debu yang ada dalam lingkungan rumah dan terhirup pada waktu menarik napas sering merupakan sumber p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Debu yang ada dalam lingkungan rumah dan terhirup pada waktu menarik napas sering merupakan sumber p]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[3 Langkah Basmi Tungau Debu]]></title>
<link>http://udarabersih.wordpress.com/2007/10/02/3-langkah-basmi-tungau-debu/</link>
<pubDate>Tue, 02 Oct 2007 14:05:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>andhesca</dc:creator>
<guid>http://udarabersih.wordpress.com/2007/10/02/3-langkah-basmi-tungau-debu/</guid>
<description><![CDATA[Apakah itu Tungau debu ? Tungau debu atau dust mite (Dermatophagoides pteronyssinus) merupakan binat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Apakah itu Tungau debu ? Tungau debu atau dust mite (Dermatophagoides pteronyssinus) merupakan binat]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
