<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>tutut &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/tutut/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "tutut"</description>
	<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 22:14:12 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Cimande : Tutut, Peuteuy, Kambing]]></title>
<link>http://makanlagilagimakan.wordpress.com/2009/09/01/cimande-tutut-peuteuy-kambing/</link>
<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 22:30:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Iksa</dc:creator>
<guid>http://makanlagilagimakan.wordpress.com/2009/09/01/cimande-tutut-peuteuy-kambing/</guid>
<description><![CDATA[Ini kisah dari perjalanan ke rumah rekan kami, sebut saja Abah, di Cimande, ya Desa Cimande dekat te]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Ini kisah dari perjalanan ke rumah rekan kami, sebut saja Abah, di Cimande, ya Desa Cimande dekat te]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kini, Kisah Tiga Jenderal: Jejak Rekam Masa Lampau (7)]]></title>
<link>http://sociopolitica.wordpress.com/2009/08/23/kini-kisah-tiga-jenderal-jejak-rekam-masa-lampau-7/</link>
<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 11:25:52 +0000</pubDate>
<dc:creator>sociopolitica</dc:creator>
<guid>http://sociopolitica.wordpress.com/2009/08/23/kini-kisah-tiga-jenderal-jejak-rekam-masa-lampau-7/</guid>
<description><![CDATA[“Sempat disebutkan, Prabowo Subianto melaporkan bahwa Jenderal Leonardus Benjamin Moerdani merencana]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>“Sempat disebutkan, Prabowo Subianto melaporkan bahwa Jenderal Leonardus Benjamin Moerdani merencanakan melakukan kudeta”. “Memburuknya hubungan-hubungan itu ternyata berubah menjadi semacam <em>blessing indisguise</em> bagi masa depan Susilo Bambang Yudhoyono”.</strong></p>
<p>JENDERAL Soeharto, tak disangsikan lagi sepenuhnya adalah seorang tokoh yang amat Jawa secara kultural. Ia menjalankan kekuasaan negara sesuai gaya dan strategi kepemimpinan feodalistik khas Jawa. Di satu sisi ia memberi kesempatan kepada para teknokratnya menjalankan pembangunan ekonomi berdasarkan disiplin ilmu yang modern, tetapi pengambilan keputusan terpusat di tangannya. Dengan caranya itu ia berkuasa efektif selama 32 tahun. Indonesianis dari Amerika, Benedict Anderson, menggambarkan kekuasaan Soeharto dalam kalimat <em>“The slightest lifting of his finger should be able to sent a chain of actions in motion”</em>. Topangan utama kekuasaannya, adalah dukungan  tentara bagi dirinya yang mulai terbentuk dalam peran karena inisiatif-inisiatifnya dalam momen-momen <em>‘historical by accident’</em> di tahun 1965-1966. Keyakinan diri dan kekuasaannya kemudian bertambah melalui berbagai ritual tradisional Jawa dan kepemilikan benda-benda yang dipercaya punya kekuatan tersendiri, sehingga ia mencapai tahap ‘<em>kasekten’</em> atau kesaktian yang menjadi salah satu syarat bagi para raja Jawa.</p>
<p>Sebagai seorang kepala keluarga Jawa, berdua dengan isterinya Siti Suhartinah Soeharto, ia amat protektif terhadap putera-puterinya dan segala kegiatan mereka, termasuk ketika mereka yang disebut terakhir ini mengembangkan karir bisnis. Sikap Soeharto ini mungkin bisa dipahami antara lain berdasarkan pengalaman psikologisnya di masa lampau. Kepada Professor Soemitro yang menjadi besannya –karena perkawinan Prabowo Subianto dengan Siti Hediati Soeharto di tahun 1983 itu– dalam suatu acara makan bersama keluarga, Soeharto menceritakan ‘kepahitan’ masa lampaunya. Ada banyak hal yang ‘hilang’ di masa mudanya yang membuat ia mempunyai keinginan untuk memberi keluarganya –dan juga negerinya– ‘rasa aman’ dalam hidup yang dulu kala tak dimilikinya. Professor Soemitro, seperti yang kemudian dituturkannya kepada seorang teman perjuangannya di masa lampau (dan kemudian seorang penulis buku yang mewawancarainya), kala itu menanggapi ‘isi hati’ Soeharto tersebut sebagai tanda keakraban sebagai keluarga. Salah satu tanda sikap protektif Soeharto terhadap keluarga, khususnya kepada putera-puterinya, adalah ketika ia beberapa kali dengan caranya yang khas memberi ‘isyarat’ kepada beberapa pimpinan ABRI setelah periode Benny Moerdani untuk ikut menjaga ‘keselamatan’ mereka. Mungkin termasuk kepada Jenderal Wiranto. Benny sendiri, seperti dipaparkan dalam buku Julius Pour, <em>“Benny, tragedi seorang loyalis”</em>, pernah mengalami ‘balik badan’ Soeharto, ditinggal masuk tidur, ketika ia menyinggung masalah putera-puteri Soeharto. Benny ketika itu mengingatkan Soeharto bahwa pengamanan pribadi Soeharto sudah cukup dengan satu batalion tentara, tapi untuk pengamanan politiknya, pak Harto dan putera-puterinya harus juga turut serta.</p>
<p>Meski mendalami nilai-nilai Jawa, Soeharto masih kalah <em>eling</em> dari isterinya, Siti Suhartinah Soeharto, yang dipercaya luas sebenarnya adalah pemegang wahyu kekuasaan. Adalah ibu Tien Soeharto, seperti yang diungkapkannya di tahun 1986, yang mengingatkan dan menyatakan kehendak agar pak Harto mulai menyiapkan proses pengunduran dirinya dari kekuasaan (Lihat Bagian 6). Tetapi ibu Tien Soeharto yang lahir 23 Agustus 1923 mendahului ‘pergi’ pada Minggu 28 April 1996. Sempatkah ibu Tien mengingatkan lagi Soeharto setidaknya selama 5 tahun terakhir ketika skenario awal sudah berubah? Selain ibu Tien, yang pernah mengingatkan agar pak Harto suatu waktu juga harus berpikir mundur, adalah lagi-lagi Benny Moerdani. Itu terjadi pada tahun 1986 juga atau setidaknya bagian-bagian awal 1987. Dan menurut Laksamana Sudomo mantan Kepala Staf Kopkamtib yang menghadap setelah itu, terlihat betapa pak Harto amat marah. Benny tinggal tunggu waktu dengan sedikit saja cetusan tambahan. Menjelang Sidang Umum MPR Maret 1988, Jenderal Benny Moerdani dicopot dari jabatan sebagai Panglima ABRI per 24 Februari.</p>
<p><strong>Jenderal M. Jusuf menepuk-nepuk paha kanannya ketika mendengar laporan Prabowo Subianto. </strong>Di latar belakang, bersumber pada Mayjen Kivlan, sempat disebutkan adalah Prabowo Subianto yang melaporkan kepada Soeharto bahwa Jenderal Leonardus Benjamin Moerdani merencanakan melakukan kudeta. Apakah betul Benny berniat melakukan kudeta? Tetapi sebenarnya rencana kudeta yang dimaksud adalah peristiwa Maret 1983, saat Prabowo masih berpangkat kapten dan menjabat Wakil Komandan Detasemen 81 Antiteror Kopassandha (dulu RPKAD, kini Kopassus). Ia pernah mengajak atasannya Komandan Den 81 Mayor Luhut Pandjaitan untuk mengambil ‘peranan’ sejarah menangkap Letnan Jenderal LB Moerdani, Asisten Hankam/Kepala Intelstrat/Asintel Kopkamtib, karena akan melakukan kup. Bersama Benny, akan ditangkap pula Letnan Jenderal Sudharmono SH, Marsekal Muda TNI-AU Ginandjar Kartasasmita dan Brigadir Jenderal TNI-AD Moerdiono ( ketiganya saat itu pejabat tinggi di lingkungan Sekretariat Negara sebagai Menteri dan Menteri Muda).</p>
<p>Kapten Prabowo saat itu sedang berproses dan kemudian menjadi keluarga Presiden Soeharto pada tahun itu juga. Dengan berani, Kapten Prabowo maju menghadap Pejabat Danjen Kopassandha Brigjen Jasmin, untuk melapor dan sempat menunjukkan sikap ‘keras’ ketika Jasmin tidak menanggapi seperti yang diharapkannya. Bahkan kemudian membayang-bayangi rumah Jasmin. Berita Maret 1983 itu juga sampai ke Menhankam/Pangab Jenderal M. Jusuf, sehingga memerlukan memanggil Kapten Prabowo dan Mayor Luhut. Prabowo lalu melaporkan kembali informasi tentang rencana kup itu kepada Jusuf. Ketika mendengar laporan itu, Jenderal Jusuf memukul-mukulkan tangannya ke paha kanannya dan mengatakan apa betul Benny mau bertindak begitu? Setelah itu, Jusuf memerintahkan mereka pulang. Ternyata Jusuf menindaklanjuti dengan mendatangi kediaman Danjen Kopassandha di Cijantung, menemui Mayjen Yogie SM yang saat itu masih berstatus Danjen dan akan segera serah terima jabatan, setelah mendapat tugas baru menjadi Pangdam Siliwangi dan Pangkowilhan II. Bersama Yogie, hadir sejumlah jenderal senior lainnya. Setelah mendengar penegasan Mayor Luhut Pandjaitan bahwa tidak ada tanda-tanda dan bukti gerakan mengarah kudeta, Jenderal Jusuf lalu menyatakan persoalan selesai.</p>
<p>Dalam perjalanan waktu kemudian, hubungan Prabowo Subianto tidak pernah lagi menjadi baik dengan Benny Moerdani yang sampai Februari 1988 menjabat sebagai Pangab. Tetapi posisi Prabowo sendiri yang adalah menantu Presiden, tetap terjaga baik, sampai akhirnya menjadi Danjen Kopassus lalu menjadi Panglima Kostrad. Namun ketika Prabowo sudah tiba di tempat-tempat tinggi itu, matahari Soeharto mulai terbenam, sehingga Prabowo tak sempat menjadi KSAD atau Pangab yang sempat dianggap akan berturut-turut tiba ke tangannya. Dan karenanya ia digambarkan berada dalam posisi rival bagi Jenderal Wiranto. Namun Wiranto selalu menyanggah adanya persaingan. Menurutnya, sebagai jenderal bintang empat tak mungkin ia ada dalam suatu situasi rivalitas dengan jenderal yang hanya berbintang tiga. Tetapi bila Soeharto masih sempat ‘memperpanjang’ nafas kekuasaannya, tentu ceritanya bisa saja menjadi lain.</p>
<p>Sewaktu terjadi kerusuhan hingga sehari menjelang kejatuhan Soeharto, Letnan Jenderal Prabowo Subianto sempat mengecam secara terbuka Pangab Jenderal Wiranto yang ‘meninggalkan’ Jakarta. Sebelum ini Prabowo memang tak hanya sekali menggunakan ‘privilege’ yang dimilikinya untuk melakukan penilaian-penilaian terhadap atasannya. Tak ada yang berani menegur.</p>
<p>Akan tetapi di masa peralihan dari Presiden Soeharto ke Presiden BJ Habibie, Wiranto bertindak lebih taktis, sementara Prabowo masih meneruskan kebiasaannya. Sewaktu Prabowo mengalirkan pasukan-pasukan Kostrad masuk Jakarta di hari pertama dan kedua kepresidenan Habibie 21-22 Mei 1998, dengan gesit Wiranto melapor ke presiden baru di hari pertama bahwa di tangannya ada Inpres No.16/1998 yang menetapkan dirinya sebagai Panglima Komando Operasi Kewaspadaan dan Keselamatan Nasional, semacam suatu Kopkamtib baru. Di masa lampau Kopkamtib adalah lembaga yang sangat represif dengan wewenang luas, dan merupakan perpanjangan wewenang Surat Perintah 11 Maret yang dimiliki Jenderal Soeharto. BJ Habibie amat terkesan terhadap ‘kelurusan’ Wiranto ini. Pada hari kedua, Wiranto kembali melapor mengenai adanya gerakan pasukan Kostrad yang masuk ke Jakarta tanpa meminta izin lebih dahulu kepada dirinya sebagai Panglima ABRI. Reaksi Habibie agak di luar dugaan, ia memerintahkan supaya hari itu juga Letnan Jenderal Prabowo supaya diganti dan harus sudah dilaksanakan sebelum matahari terbenam. Dan pengganti Prabowo harus segera menarik keluar dari Jakarta seluruh pasukan Kostrad yang berkekuatan 11.000 orang. Selain pergerakan pasukan Kostrad yang cukup besar itu dan ‘pengepungan’ sepasukan Kopassus di sekitar kediaman BJ Habibie di Kuningan, Jakarta, sebenarnya tak cukup bukti bahwa Prabowo akan melakukan kudeta terhadap Presiden baru. Namun berdasarkan analisa kemiliteran, secara teoritis dengan pasukan berkekuatan 11.000, Letnan Jenderal Prabowo sudah mampu melakukan semacam kudeta, apalagi dalam situasi Jakarta yang <em>chaos</em> seperti saat itu. Di belakang hari, Prabowo sendiri memang membantah, tetapi tetap tidak menjadi jelas kenapa ia merasa perlu memasukkan pasukan sebanyak itu ke ibukota negara. Formalnya atas permintaan Pangdam Jaya Mayjen Sjafrie Sjamsuddin yang merasa kekurangan pasukan, tetapi menurut Letnan Jenderal Sintong Pandjaitan, ketika itu Prabowo banyak mencampuri kewenangan Sjafrie. Selain itu, penempatan pasukan itu tak di tempat-tempat di mana potensi kerusuhan bersumber, melainkan terkesan memblokade pusat-pusat kekuasaan.</p>
<p>Letnan Jenderal Prabowo sendiri baru pada tengah hari mengetahui pencopotan dirinya dari posisi Panglima Kostrad. Begitu tahu, ia segera menemui Presiden BJ Habibie di kantor Presiden di kompleks Istana dan tiba di sana sekitar jam 15.00. Ia datang dengan dengan 12 pengawal bersenjata lengkap. Langsung ke lantai 4 tempat presiden berada, menyalahi ketentuan protokol yang mengharuskan melapor dulu di lantai 1, tapi tidak menyalahi kebiasaannya di masa Presiden Soeharto. Ketika atas perintah Sintong Pandjaitan yang menjadi penasehat militer BJ Habibie, petugas istana memintanya menitipkan senjata, Prabowo tidak menolak. Ia sempat bicara empat mata dengan BJ Habibie. Sewaktu Sintong masuk untuk melaporkan kedatangan Ginandjar Kartasasmita, Habibie menjawab, “Sebentar…”. Saat itu Prabowo menggunakan kesempatan meminta Habibie menelepon Jenderal Wiranto agar Prabowo bisa berbicara langsung dengan Panglima ABRI itu. Tentu untuk mempersoalkan pencopotan jabatannya selaku Panglima Kostrad. Tetapi Sintong melarang ajudan menyambungkan telepon dengan Wiranto, karena dianggap tidak patut. Dengan demikian Prabowo pulang dengan tangan hampa. Selepas jabatan Panglima Kostrad ia diangkat sebagai Komandan Sesko ABRI di Lembang, Bandung. Jabatan itu akhirnya diterimanya setelah sempat bertemu empat mata dengan Wiranto yang mendatangi kediamannya di Jalan Cendana.</p>
<p>Pencopotan Letnan Jenderal Prabowo ternyata tak menimbulkan gejolak apapun di kalangan perwira yang diduga ‘mendukung’nya. Agaknya selama ini, keistimewaan Prabowo lebih banyak bertumpu pada statusnya sebagai menantu Presiden Soeharto. Mungkin di sekelilingnya lebih banyak tipe pengejar fortuna, yang takkan berbuat apa-apa bila angin berubah arah, sebagaimana nasib yang dialami Soeharto setelah lepas dari kekuasaan.</p>
<p>Dengan mudah kemudian Letnan Jenderal Prabowo diajukan ke sidang pemeriksaan Dewan Kehormatan Perwira. Prabowo diperiksa terkait antara lain dengan masalah penculikan para aktivis menjelang SU-MPR Maret 1998. Dewan Kehormatan Perwira dibentuk oleh Panglima ABRI Jenderal Wiranto, 3 Agustus 1998. Ketua DKP adalah KSAD Jenderal Subagyo HS dengan wakil-wakil Letjen Fachrul Razi dan Letjen Yusuf Kartanegara. Kassospol ABRI Letnan Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono menjadi salah satu anggota, bersama Letjen Djamari Chaniago, Letjen Agum Gumelar dan Laksamana Madya Achmad Sutjipto. Maka wajar ketika menangkis serangan-serangan terhadap dirinya oleh Prabowo Subianto sekitar pemilihan presiden Juli 2009, Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan bahwa ia banyak tahu mengenai rekam jejak sejumlah tokoh, termasuk Prabowo, di masa lampau. Hasil pemeriksaan DKP yang oleh publik tadinya diharapkan bisa membuka apa yang sebenarnya terjadi di masa-masa terakhir kekuasaan Soeharto, tidak diumumkan terbuka untuk publik. Suatu kebiasaan khas penguasa Indonesia yang masih suka memelihara ketertutupan.</p>
<p>Sebagai Kassospol, sebagaimana saat menjabat Kepala Staf Kodam Jaya, Susilo Bambang Yudhoyono tentu banyak tahu mengenai berbagai peristiwa politik di masa-masa menjelang dan pasca peralihan kekuasaan, terutama di tahun 1998. Peranan Susilo sendiri tidak banyak terbuka ke publik, misalnya yang terkait dengan tragedi Semanggi I dan II, soal pembentukan Pam Swakarsa dan sebagainya. Tetapi ia menjalankan banyak peranan staf di bawah Panglima ABRI Jenderal Wiranto, dan kebanyakan bergerak di belakang layar. Sebagaimana halnya mengenai Prabowo, tentu Susilo Bambang Yudhoyono juga banyak tahu mengenai sepak terjang Wiranto selaku Pangab –yang tak lagi dirangkap dengan jabatan Menteri Pertahanan Keamanan– yang dinilai amat kaku dan masih bersifat represif terhadap gerakan kritis. Di Jakarta maupun di Timtim. Di masa Presiden Habibie, Susilo Bambang Yudhoyono adalah konseptor Program Reformasi ABRI. Suatu waktu Presiden meminta bahan paparan tentang reformasi ABRI yang akan disampaikannya ke DPR. Letnan Jenderal Sintong Pandjaitan menyampaikan Program Reformasi ABRI yang sudah direvisi oleh Susilo Bambang Yudhoyono dalam tempo semalam. Presiden Habibie amat senang membaca revisi itu sehingga tertawa terbahak-bahak. Tentu rasa senangnya itu terkait kesesuaian yang cukup luar biasa dengan sudut pandangnya sebagai tokoh sipil. Menurut Sintong “saran reformasi ABRI sesuai dengan saran pemerintah kepada DPR”.</p>
<p><strong>Persoalan harta kekayaan keluarga Cendana. </strong>Nama Susilo Bambang Yudhoyono lebih mencuat pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid dan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputeri. Mula-mula diangkat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi, lalu ketika ada perubahan kabinet menjadi Menko Polkam. Bertahan pada posisi yang sama setelah Abdurrahman Wahid di-<em>impeach</em> dan diganti Megawati sebagai presiden baru. Sewaktu menjabat Menteri Pertambangan, Susilo sempat menjadi ‘utusan’ Abdurrahman Wahid untuk melakukan semacam ‘negosiasi’ dengan keluarga Cendana. Susilo Bambang Yudhoyono bersama puteri Abdurrahman Wahid, Yenni Wahid serta tokoh muda NU Syaifullah Yusuf diantar seorang wartawan Sugeng Suprawito yang dekat dengan Siti Hardianti Rukmana, datang ke Cendana menemui puteri sulung Soeharto ini. Selang satu atau dua hari kemudian, Siti Hardianti Rukmana yang lebih dikenal sebagai Mbak Tutut datang ke Jalan Senopati pada suatu siang menemui mantan Wakil Presiden Sudharmono yang didampingi Rum Aly (penulis catatan ini). Kedatangan Tutut ini atas undangan pak Dhar. Atas persetujuan pak Dhar sebelumnya, Rum Aly mengutarakan suatu gagasan agar keluarga Cendana tetap memperhatikan keadaan rakyat. Mungkin keluarga ini bisa menjalankan berbagai program bantuan langsung kepada rakyat yang sedang menderita akibat pergolakan situasi politik saat itu. Terminologi bantuan langsung diketengahkan karena ada asumsi bahwa Cendana takkan percaya bila program itu disalurkan melalui penguasa baru dalam pemerintahan yang baru. Selain itu, bantuan langsung akan menjadi suatu jalan tengah bagi apa yang sedang melanda keluarga mantan penguasa tersebut. Tutut menjawab, darimana uangnya, kami tak punya. Kurang lebih maksud Tutut, kekayaan yang dimiliki keluarga tidaklah sebanyak yang disangka orang. Sudharmono terdiam mendengar jawaban itu dan untuk seberapa lama tidak mengeluarkan kata-kata apapun. Lalu Tutut melanjutkan dengan cerita bahwa ia pun baru saja didatangi ‘suruhan’ Gus Dur yang kurang lebih meminta ‘pengembalian’ harta yang pernah diperoleh keluarga itu. Tutut menjawab saat itu, harta kekayaan yang mana yang dimaksud? Rum Aly menginformasikan keterangan Tutut tentang utusan Presiden Abdurrahman Wahid ini ini kepada Jaksa Agung Marzuki Darusman sore harinya. Agaknya, pada kesempatan pertama, Marzuki Darusman mengkonfirmasi ini kepada koleganya di kabinet, Susilo Bambang Yudhoyono dan mendapat beberapa penjelasan. Tetapi kenapa Gus Dur menugaskan Susilo Bambang Yudhoyono? Rupanya Gus Dur menganggap atau mengetahui ada kedekatan tertentu antara Susilo Bambang Yudhoyono dengan keluarga Cendana. Tercatat bahwa beberapa waktu kemudian, hubungan Susilo Bambang Yudhoyono dengan Abdurrahman Wahid memburuk di saat-saat terakhir, sebagaimana juga yang terjadi dalam hubungannya dengan Megawati Soekarnoputeri. Memburuknya hubungan-hubungan itu ternyata berubah menjadi semacam <em>blessing</em> <em>indisguise</em> bagi masa depan Susilo Bambang Yudhoyono yang kemudian membawa dirinya ke puncak kekuasaan negara, dengan beberapa ciri kepemimpinan yang juga khas Jawa seperti Jenderal Soeharto.</p>
<p><strong>Para</strong><strong> jenderal dan supremasi sipil. </strong>CATATAN mengenai jejak rekam masa lampau ini, diakhiri di sini. Mungkin dalam kadar tertentu sudah memadai sebagai referensi ringan guna memahami peranan dan posisi tiga jenderal ini, berdasarkan pengamatan beberapa sepak terjang mereka dalam pergulatan seputar kekuasaan negara selama ini. Dalam suatu tulisan tersendiri pada kesempatan berikut, akan dibahas peluang, kegagalan dan perspektif ke depan dari para jenderal dengan latar belakang militer ketika memasuki ruang <em>civil-society</em> dalam konstruksi kekuasaan negara yang demokratis dengan landasan supremasi sipil. <strong>Selesai</strong>.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[http://www.youtube.com/watch?v=4nISG7iBk...]]></title>
<link>http://lasourcedufun.wordpress.com/2009/06/19/httpwww-youtube-comwatchv4nisg7ibk/</link>
<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 01:05:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>djgrand</dc:creator>
<guid>http://lasourcedufun.wordpress.com/2009/06/19/httpwww-youtube-comwatchv4nisg7ibk/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style='text-align:center; display: block;'><object width='425' height='350'><param name='movie' value='http://www.youtube.com/v/4nISG7iBk-A&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' /><param name='allowfullscreen' value='true' /><param name='wmode' value='transparent' /><embed src='http://www.youtube.com/v/4nISG7iBk-A&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;hd=0' type='application/x-shockwave-flash' allowfullscreen='true' width='425' height='350' wmode='transparent'></embed></object></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Unjelas Day..]]></title>
<link>http://michaelroring.wordpress.com/2009/04/09/unjelas-day/</link>
<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 16:14:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>michaelroring</dc:creator>
<guid>http://michaelroring.wordpress.com/2009/04/09/unjelas-day/</guid>
<description><![CDATA[Malem malem ngepost neh.. Hehe.. Ga bisa tidur sih.. Mending ngepost abis itu chat.. Oh,ya.. Blognya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Malem malem ngepost neh.. Hehe.. Ga bisa tidur sih.. Mending ngepost abis itu chat.. </p>
<p>Oh,ya.. Blognya Vero tuh<br />
ve&#8211;livelovelaugh.blogspot.com<br />
bukan yang di JAMAOKE..<br />
Sori y ^^<br />
maklum.. Manusia ips</p>
<p>sebelumnya gwe ucapin thanks kepada temen&#8221; gwe yang baca blog gwe terus.. Gwe bingung,padahal gwe ga hipnotis,ga gwe jampe2 koq jadi demen baca blog gwe..<br />
Apalagi yang terinspirasi bikin blog gara2 gwe.. Jesiska.. Hahaha.. Si Picollo mekung yang nabrak gwe waktu olahraga.. Dan juga bwad Marvin yang suka senyum2 sendiri sejak baca JAMAOKE.. Wow..<br />
Kamu harus cepat2 tobat,Nak.. Kerajaan Sriwijaya semakin dekat (loh ?)</p>
<p>pagi ini<br />
bangun jam 9..<br />
Mandi..<br />
Trus maw siap2 ke rumah Vero bwad bikin tugas Seni Rupa..</p>
<p>gwe:&#8221;mi,mau ke rumah temen aku yang di Lokasari ya..&#8221;<br />
nyokap:&#8221;yawda&#8230;&#8221;</p>
<p>gwe uda seneng.. Tapi ada lanjutannya</p>
<p>nyokap:&#8221;..tapi tunggu jem 12 ya,ada pemilu,takut rame2&#8243;</p>
<p>&#8230;&#8230;</p>
<p>Yawda d.. Daripada gwe ga dikasih makan selama hidup gwe gara2 ke rumah Vero,gwe sms Vero aja..<br />
gwe:&#8221;dang(gwe manggil dia udang,karna mukanya merah banget kalo olahraga,dia manggil gwe pisang,)gwe ke rumah u jem 12 ya..&#8221;<br />
vero:&#8221;ha?&#8221;</p>
<p>buset.. Manusia ini.. Eh,bukan udang ini mempunyai fungsi mata dan kuping yang ketuker..<br />
Untung gwe ga bilang &#8220;dang,gwe datengnya jem 12 ya,tapi u harus jawab oke..&#8221;<br />
ntar kejadian JAMAOKE terjadi lagi..</p>
<p>Gwe:&#8221;gwe ga boleh keluar jem segini.. Gwe dateng ke rumah u jem 12&#8243;<br />
vero:&#8221;puter aja jemnya..&#8221;</p>
<p>gwe lupa mimpi apa semalem,yang jelas dia semakin ga jelas.. Oh,ya..<br />
Untung gwe inged iklan Indosat.. Hahaha.. Makasih Indosat.. Gwe akan selalu menggunakanmu.. Kita berdua akan melawan udang mekung ini..</p>
<p>Gwe:&#8221;jem gwe digital&#8221;<br />
vero:&#8221;puter aja&#8221;</p>
<p>gwe nyerah</p>
<p>dan hidup gwe dari jem 10 ampe 12 gwe isi dengan baca blog si Picollo yang dia sendiri ga taw Picollo itu siapa..</p>
<p>Akhirnya gwe dateng ke rumah Vero.. Disana uda ada Vero(ya iyalah),Helen,Cing2,Elisa,Ami,Katherine.. Baru dateng,gwe disuruh ngumpulin sampah2 sterofoam..</p>
<p>sambutan yang indah sekali teman2ku..</p>
<p>Dan,jam2 di rumah Vero berlangsung begitu saja.. Nothing&#8217;s spectacular..</p>
<p>Bgitu nyampe rumah gwe,gwe pake handuk,tidur2an,gwe mandi .. Eits,terbalik.. Gwe mandi,pake handuk,baru tidur2an.. Ngapain juga gwe bugil pake handuk tidur2an di ranjang ??</p>
<p>handphone gwe berdering..</p>
<p>EDWIN KEPHO<br />
Calling<br />
72777777<br />
(loh ? Ini koq kayak lagu Telephone Aku ??)</p>
<p>edwin:&#8221;bo&#8221;<br />
gwe:&#8221;oy&#8221;<br />
edwin:&#8221;bo,gwe bosen neh sendirian di rumah&#8221;<br />
gwe:&#8221;adek u kmane?&#8221;<br />
edwin:&#8221;pergi..&#8221;<br />
gwe:&#8221;bonyok u ?&#8221;<br />
edwin:&#8221;pergi..&#8221;</p>
<p>gwe ngerasa percakapan gwe diatas seperti seorang cowok mesum yang akan melakukan hal yang tidak2 di rumah si cewek..</p>
<p>Edwin:&#8221;gwe ke rumah u deh,bo&#8221;<br />
gwe:&#8221;yawde&#8221;</p>
<p>hening<br />
edwin:&#8221;bo&#8221;<br />
gwe:&#8221;ape ?&#8221;<br />
edwin:&#8221;TUTUT MAKNYA IRAAA&#8230;. WAKAKAKAKAKA&#8221;(baca blog Vero)<br />
gwe:&#8221;&#8230;..&#8221;<br />
edwin:&#8221;WAKAKAKAKA&#8221;<br />
gwe:&#8221;&#8230;..&#8221;<br />
edwin:&#8221;eh,ke rumah Willy aja deh&#8221;<br />
gwe:&#8221;lu kenape sih ??&#8221;<br />
edwin:&#8221;gwe jarang ketawa hari ini.. WAKAKAKA&#8221;<br />
gwe:&#8221;(dalem hati gwe.. KENAPA LO GAK KAWIN AMA SI TUTUT MEKUNG ITU AJA BIAR LO BISA NGOMONG DIDEPAN BU TUTUT.. &#8220;woi.. TUTUT EMAKNYA IRA&#8230; WAKAKAKAKA&#8221;)&#8221;<br />
edwin:&#8221;yawde,gwe parkir di depan hum u,trus kita berdua ke rumah Willy ye..&#8221;<br />
gwe:&#8221;oke&#8221;</p>
<p>dan jam2 berikutnya dipenuhi dengan kekalahan Willy maen WE ama gwe.. Hahaha..<br />
MILAN 3-2 MANU(MU,bukan burung)<br />
INTER 4-3 CHELSEA</p>
<p>padahal gwe uda lama ga maen.. Bakat alami emang susah y,Wil..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Amir Syamsuddin: Ibu Tutut Tak Menerima Suap ]]></title>
<link>http://setiyardi.wordpress.com/2009/04/07/amir-syamsuddin-ibu-tutut-tak-menerima-suap/</link>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 12:43:50 +0000</pubDate>
<dc:creator>adit20m</dc:creator>
<guid>http://setiyardi.wordpress.com/2009/04/07/amir-syamsuddin-ibu-tutut-tak-menerima-suap/</guid>
<description><![CDATA[Kasusnya adalah pembelian 100 unit tank Scorpion dari Alvis Vehicle Ltd., perusahaan senjata asal In]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kasusnya adalah pembelian 100 unit tank Scorpion dari Alvis Vehicle Ltd., perusahaan senjata asal Inggris. Dari pembelian itulah disebut-sebut Siti Hardijanti Rukmana memperoleh kucuran fee. Transaksi yang terjadi sepuluh tahun silam itu langsung menjadi bola panas. Koran The Guardian dua pekan lalu menjadikannya kepala berita. Koran yang sangat dihormati di Inggris itu membuat liputan berdasarkan dokumen dan pengakuan bekas eksekutif Alvis Vehicle. </p>
<p>Mendapat tudingan serius, Siti Hardijanti Rukmana langsung mengurung diri. Perempuan yang akrab disapa Mbak Tutut ini tak mau menemui wartawan. Permohonan wawancara yang diajukan Tempo tak berbalas. Namun ia menunjuk Pengacara Amir Syamsuddin menjawab semua persoalan seputar pembelian tank Scorpion itu. Dan inilah jawaban Amir Syamsuddin ketika ditanya wartawan Tempo Setiyardi pekan lalu.<br />
<!--more--><br />
<strong>Bagaimana duduk persoalan dugaan suap Alvis Vehicle terhadap Siti Hardijanti Rukmana?<br />
</strong><br />
Persoalannya, apakah pernyataan bekas Ceo Alvis di London itu bisa dipertanggungjawabkan. Kami bisa saja menuntut mereka gara-gara ucapannya. </p>
<p><strong>Apakah klien Anda akan menggugat mereka?<br />
</strong><br />
Kami menunggu sejauh mana desas-desus itu berkembang menjadi suatu hal yang merugikan. Sekarang memang wajar bila The Guardian menjadikannya berita. Mereka menemukan keterkaitan yang besar dengan tokoh di Indonesia. Soal ini memang sangat layak berita. Begitu juga dengan media massa di Indonesia. Tetapi bila hal itu telah mengakibatkan kerugian pada klien saya, kami dan affiliate lawyer di London tak akan segan-segan melakukan langkah hukum. </p>
<p><strong>Apakah Siti Hardijanti Rukmana merasa citranya rusak?<br />
</strong><br />
Hal itu memang tidak bisa dihindari. Tapi kami tidak bisa terlalu jauh karena kami tak tahu apa yang terjadi di London. Sejauh ini kami hanya mengetahui dari &#8216;katanya&#8221;baik dari The Guardian maupun bekas CEO Alvis itu. Padahal, menurut akal sehat, tak semudah itu mengeluarkan uang 16,5 juta poundsterling untuk fee tanpa back-up dokumentasi. Angka itu bukan jumlah yang kecil. Dari situ saja sudah tidak masuk akal. </p>
<p><strong>Bukankah fee biasa dilakukan dalam transaksi bisnis?<br />
</strong><br />
Silakan saja berpikir seperti itu. Saya tidak dalam posisi untuk menjawab pertanyaan itu. Menurut saya, fee tak biasa dalam bisnis seperti itu. Kalaupun ada fee konsultan, seperti kata mereka, pasti bukan untuk Ibu Tutut. Saya yakin kebenaran soal ini akan terungkap. </p>
<p><strong>Benarkah klien Anda terlibat dalam pembelian tank itu?<br />
</strong><br />
Kami tidak dalam posisi untuk menjawab pertanyaan itu. Orang yang pertama kali menyebutkannyalah yang harus membuktikan ucapannya. Bila mereka tak bisa membuktikan apa yang mereka ucapkan, kami bisa melakukan langkah hukum. Jadi Anda tidak bisa menggali pertanyaan tentang klien saya hanya berdasarkan informasi dari London itu. </p>
<p><strong>Apakah Siti Hardijanti Rukmana, sebagai putri presiden, &#8216;memfasilitasi&#8217; pembelian tank itu?<br />
</strong><br />
Sejauh ini saya tidak pernah mendengar keterangan seperti itu dari beliau. Klien saya tidak pernah menyebut pernah melakukan kegiatan seperti pertanyaan Anda. </p>
<p><strong>Benarkah klien Anda pernah bertemu tim Alvis di London pada Februari 1994?<br />
</strong><br />
Saya belum bisa menjawab pertanyaan sejauh itu. Saya tidak dalam posisi menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Kalau ada orang yang ingin melobi, itu bisa saja terjadi. Tetapi apakah hal itu benar atau tidak, kita tidak tahu. Tapi apa yang digambarkan The Guardian bahwa untuk meloloskan penjualan itu dengan &#8216;menyuap&#8217; adalah tak benar. Kami bisa datang ke London untuk menuntut mereka yang berani mengatakan hal itu. </p>
<p><strong>Jadi, siapa yang sesungguhnya menerima fee Alvis Vehicle?<br />
</strong><br />
Bersama affiliate lawyer di London, kami sedang menelusuri konsultan yang menerima fee itu. Kami ingin mereka tampil untuk menjelaskan persoalannya. </p>
<p><strong>Ngomong-ngomong, mengapa Siti Hardijanti Rukmana tak mau menjelaskan secara langsung kasus ini?<br />
</strong><br />
Ibu memang tak mau bicara ke wartawan dalam soal ini. Pengacaranyalah yang akan mengurusnya. Tapi, setahu saya, Ibu Tutut tetap tenang-tenang saja mendapat persoalan ini.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Tigareta 1]]></title>
<link>http://loculluililideaberatii.wordpress.com/2009/04/06/tigareta-1/</link>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 10:30:46 +0000</pubDate>
<dc:creator>RMN</dc:creator>
<guid>http://loculluililideaberatii.wordpress.com/2009/04/06/tigareta-1/</guid>
<description><![CDATA[Dimineata ma asteptam sa fie mai greu, sa-mi lipseasca mai mult la cafea. Dar a fost ok, poate ca si]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dimineata ma asteptam sa fie mai greu, sa-mi lipseasca mai mult la cafea. Dar a fost ok, poate ca si plasturele ajuta la ceva. Drumul spre birou a trecut usor. Mi-am bombardat ghiozdanul cu fructe si cu ceai. Ar fi fost buna si niste guma..  La birou am iesit o singura data pana acum cu nea&#8217;social la cafea. El cu cafea si tigara eu cu mar si banane <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .  A facut ceva glume despre noua ordine din viata mea. Cred ca i-au placut ca radea singur. Acum e 1 juma&#8217; si inca nu ma arde buza. Dar am mai trecut prin asta. Pofta vine cand nu te astepti. Trebuie sa fiu vigilent <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Dusmanul nu doarme niciodata. Spuneti NU tigarilor.</p>
<p>Hai ca se poate..</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PKS jagokan Tutut?]]></title>
<link>http://rezaprima.wordpress.com/2008/12/10/pks-jagokan-tutut/</link>
<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 05:34:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>Reza Primardiansyah</dc:creator>
<guid>http://rezaprima.wordpress.com/2008/12/10/pks-jagokan-tutut/</guid>
<description><![CDATA[Heboh-heboh soal PKS dan Tutut Soeharto menarik juga. Sampai-sampai dikatakan &#8220;Selain itu PKS ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Heboh-heboh soal PKS dan Tutut Soeharto menarik juga. Sampai-sampai dikatakan <a href="http://www.inilah.com/berita/pemilu-2009/2008/12/05/66746/jusuf-kalla-berterimakasih-pada-pks/">&#8220;Selain itu PKS juga menominasikan putri sulung HM Soeharto, Mbak Tutut sebagai salah satu calon pemimpin masa depan&#8221;</a> Kucari-cari ada apa, kudapatkan <a href="http://inilah.com/berita/politik/2008/12/05/66679/kritik-soal-tutut-bukti-cinta-pks/">di sini</a></p>
<blockquote><p>Sebab, PKS, telah <strong>memasang iklan di salah satu tabloid dan majalah</strong> yang berisi tentang siapa tokoh perempuan yang dianggap berjasa bagi bangsa ini. </p>
<p>Di dalam iklan itu, lanjutnya, masyarakat dapat mengusung calonnya dengan mengirimkan SMS. &#8220;Terkumpul 600 atau 700 SMS, dan sekitar 50-an terkumpul nama,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Beberapa nama yang terdaftar, di antaranya Mira Lesmana, Neno Warisman, Bunda Ifet, Tuty Alawiyah, Nia Dinata, Dian Sastro, Ani Soetjipto, Dewi Motik, dan Maria Hartiningsih.</p>
<p>Selain itu ada Toeti Aditama, Rosiana Silalahi, Siti Hardijanti Indra Rukmana (Tutut), Megawati Soekarnoputri, Khofifah Indar Parawansa, Sri Mulyani, Meuthia Hatta, dan sejumlah nama lainnya.
</p></blockquote>
<p>Juga</p>
<blockquote><p>
Masuknya Tutut dalam barisan calon penerima penghargaan, menurut Mabruri, bukan hasil setting internal PKS. Adalah keinginan masyarakat yang dijadikan alasan PKS memasukkan Tutut dalam daftar.
</p></blockquote>
<p>Bahkan</p>
<blockquote>
<p>ama Mbak Tutut baru dalam tahap usulan dari masyarakat. Belum masuk nominasi. Bahkan setahu saya, ranking Mbak Tutut dan Megawati berada <strong>pada posisi bawah, sekitar urutan 20 dan 21-an</strong>,&#8221; katanya.
</p></blockquote>
<p>Kuharap ini bisa luruskan persepsi yang agak salah seperti yang ada di link pertama di atas tadi. Tanggal 18 Desember masih jauh. Kalau mau berduyun-duyun ajukan <a href="http://www.inilah.com/berita/pemilu-2009/2008/12/05/66743/tutut-tak-layak-dapat-pks-awards/">orang yang lumayan <em>bersemangat</em></a>, masih sempat.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PKS = Golkar Baru?]]></title>
<link>http://islamarket.wordpress.com/2008/12/08/pks-golkar-baru/</link>
<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 03:46:23 +0000</pubDate>
<dc:creator>islamarket.net</dc:creator>
<guid>http://islamarket.wordpress.com/2008/12/08/pks-golkar-baru/</guid>
<description><![CDATA[05/12/2008 13:46 Abdullah Mubarok INILAH.COM, Jakarta &#8211; Setelah Soeharto disebut sebagai pahla]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">05/12/2008 13:46</p>
<p>Abdullah Mubarok</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">INILAH.COM, Jakarta &#8211; Setelah Soeharto disebut sebagai pahlawan dan guru bangsa, giliran Siti Hardiyanti alias Tutut masuk dalam daftar perempuan yang akan diberikan penghargaan oleh PKS. Partai berlambang dua bulan sabit mengapit setangkai padi itu dinilai aktivis perlawanan Orde Baru sebagai partai yang antireformasi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8220;PKS melanjutkan blundernya. PKS jadi partai Golkar baru,&#8221; kata mantan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik Dita Indah Sari, saat berbincang dengan INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (5/12).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dita menjelaskan, upaya PKS hanya untuk menarik suara pendukung Soeharto atau Golkar. Padahal, pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto telah menuai banyak kritik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">“Setelah bapaknya, otomatis anaknya akan menerima penghargaan. Jika caranya seperti itu ditertawakan oleh orang-orang Golkar sendiri. Golkar saja tidak mempahlawankan Soeharto. PKS kok mau. Padahal PKS lahir setelah reformasi. PKS tidak proreformasi berarti,&#8221; papar caleg PBR dari daerah pemilihan Jawa Tengah I ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Patut dipertanyakan, tambah Dita, kenapa PKS mau memasukkan Tutut dalam nominator. Padahal, prestasi yang ditorehkan Tutut merupakan bantuan dari ayahnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8220;Jadi saya nggak heran kenapa dipilih Tutut. Dari enam bersaudara, dipilih dia karena yang lain bermasalah,&#8221; tandas perempuan yang pernah ditahan karena menggalang unjuk rasa buruh di Surabaya di era Orde Baru ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dikutip dari:</p>
<p>http://www.inilah.com/berita/politik/2008/12/05/66731/pks-=-partai-golkar-baru/</p>
<p></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kontroversi Penghargaan PKS Untuk Mbak Tutut]]></title>
<link>http://dakwahpolitik.wordpress.com/2008/12/05/kontroversi-penghargaan-pks-untuk-mbak-tutut/</link>
<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 12:32:35 +0000</pubDate>
<dc:creator>dakwahpolitik</dc:creator>
<guid>http://dakwahpolitik.wordpress.com/2008/12/05/kontroversi-penghargaan-pks-untuk-mbak-tutut/</guid>
<description><![CDATA[PKS di akhir bulan Desember ini, tepatnya pada 19 Desember nanti bakal menyelenggarakan &#8216;8 Ins]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>PKS di akhir bulan Desember ini, tepatnya pada 19 Desember nanti bakal menyelenggarakan &#8216;8 Inspiring Woman&#8217;. Seperti yang dilansir berbagai siaran berita, baik cetak maupun elektronik, acara ini diadakan dalam rangka memperingati 80 tahun kebangkitan perempuan Indonesia 22 Desember 2008.</p>
<p>Tapi, begitu banyak berita miring yang membayangi acara itu, terutama terkait masuknya nama Siti Hardiyanti Rukmana alias Mba Tutut dalam penghargaan itu. Berita tersebut begitu digembor-gemborkan media yang disatu pihak telah memerikan keuntungan tersendiri bagi PKS. Menurut saya, minimal dari pemberitaan itu acara penghargaan itu semakin nyaring terdengar di media-media nasional. Sama seperti iklan PKS menyambut hari pahlawan yang menurut pengakuan Mabruri, humas DPP PKS di harian Rakyat Merdeka dibuat sengaja kontroversi agar lebih lama diingat masyarakat.</p>
<p>Bisa jadi, begitu pula dengan tersebutnya nama Mba Tutut sebagai nominator penerima penghargaan -di luar kontroversi yang ada- bakal berimbas sosialisasi ajang PKS Award ke berbagai pelosok negeri. Seperti keterangan Ledia Hanifa, ketua panitia yang menyatakan bahwa penjaringan nominator berdasarkan SMS yang sudah dilakukan sejak awal November dan akan berakhir pada 10 Desember 2008.</p>
<p>Mereka diantaranya Mira Lesmana, Neno Warisman, Bunda Iffet, Tutty Alawiyah, Nia Dinata, Dian Sastro, Ani Soetjipto, Dewi Motik, Maria hartiningsih, Toeti Aditama, Rosiana Silalahi, Siti Hardijanti Rukmana (Mbak Tutut), Megawati Soekarnoputri, Khofifah Indarparawansa, Sri Mulyani (Mekeu), Meutia Hatta. (Harian Seputar Indonesia, 5/12).</p>
<p>Keberadaan Mba Tutut yang menuai kontroversi ini sampai-sampai Harian Rakyat Merdeka Jum&#8217;at, (5/12) mengutip perkataan pengamat politik Arbi Sanit memberi judul di halaman beritanya &#8216;PKS Jadi Partai Orba&#8217;. Sebenarnya, kalau kita membaca ulang pernyataan Ledia Hanifa di Harian Sindo di atas, bahwa nama-nama itu baru sebatas nominasi. Yang namanya nominasi bisa pasti atau belum. Menunggu hasil perolehan SMS. Jadi, bukanlah hal yang perlu diperdebatkan pada saat ini.</p>
<p>Tinggal kita menunggu saja seperti apa langkah PKS ke depan. Apakah ia akan menjadi partai yang penuh kontroversi sepanjang penghujung 2008 ini? Kita berharap masyarakat ataupun kader partai ini tidak mengambil kesimpulan yang merusak persatuan ummat. Keyakinan kepada partai bersih dan peduli ini patut kita kedepankan dikarenakan hingga detik ini kader PKS, baik yang di DPR/MPR maupun DPRD tidak ada satupun yang terjangkit virus KORUPSI. Para kader dan masyarakat, Bersabarlah!! dan Tetap istiqomah!!</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mbak Tutut]]></title>
<link>http://ceritaindonesia.wordpress.com/2008/03/17/mbak-tutut/</link>
<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 11:38:32 +0000</pubDate>
<dc:creator>Iman Brotoseno</dc:creator>
<guid>http://ceritaindonesia.wordpress.com/2008/03/17/mbak-tutut/</guid>
<description><![CDATA[Siapa yang tak mengenal tokoh ini. Peran Mbak Tutut akan menjadi kontroversial dalam catatan sejarah]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://good-times.webshots.com/photo/2368242930102872335PkXwkC"><img src="http://inlinethumb10.webshots.com/42441/2368242930102872335S500x500Q85.jpg" alt="tutut" /></a><br />
Siapa yang tak mengenal tokoh ini. Peran Mbak Tutut akan menjadi kontroversial dalam catatan sejarah kekuasaan ayahnya, Soeharto. Konon ia sempat dianggap bagian dari suksesi pimpinan dari ayahnya.<br />
Kiri &#8211; Melakukan wawancara setelah dilantik menjadi Menteri Sosial Kabinet terakhir Soeharto. Kanan atas &#8211; Memberikan sumbangan sepedamotor kepada militer. Kanan bawah &#8211; Bersama Harmoko, bekas juru bicara Soeharto sekaligus Ketua Golkar.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Keong Mas]]></title>
<link>http://indrariawan.wordpress.com/2008/02/22/keong-mas/</link>
<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 05:13:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Indra</dc:creator>
<guid>http://indrariawan.wordpress.com/2008/02/22/keong-mas/</guid>
<description><![CDATA[Keong Mas sebenarnya adalah binatang pengganggu bagi tanaman padi. Binatang ini sejenis siput yang h]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Keong Mas sebenarnya adalah binatang pengganggu bagi tanaman padi. Binatang ini sejenis siput yang h]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Cabuk Rambak “Sowan” di Ndalem Kalitan Solo]]></title>
<link>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/02/02/cabuk-rambak-%e2%80%9csowan%e2%80%9d-di-ndalem-kalitan-solo/</link>
<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 19:41:31 +0000</pubDate>
<dc:creator>jajanpasarblauran</dc:creator>
<guid>http://jajanpasarblauran.wordpress.com/2008/02/02/cabuk-rambak-%e2%80%9csowan%e2%80%9d-di-ndalem-kalitan-solo/</guid>
<description><![CDATA[Saat keluarga Cendana masih diliputi suasana duka pasca meninggalnya Soeharto, mereka masih menyempa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Saat keluarga Cendana masih diliputi suasana duka pasca meninggalnya Soeharto, mereka masih menyempatkan diri menikmati Cabuk Rambak, dengan mengundang penjualnya di Ndalem Kalitan Solo.<!--more--></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hari masih pagi. Dua hari setelah Soeharto meninggal dunia (Minggu, 27 Januari 2008), anak-anak Presiden RI kedua yang dijuluki The Smilling General, yakni<span> </span>Tutut, Titiek, dan Mamiek masih berada di Ndalem Kalitan Solo. Pagi itu (Selasa, 29 Januari 2008), mereka hendak berangkat ke Astana Giribangun, makam ayahandanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Seorang perempuan datang menumpang becak masuk ke halaman Ndalem Kalitan dengan membawa bakul. Mbok Tris namanya. Ia pedagang Cabuk Rambak dari Gedangan Solo Baru. Perempuan ebrusia 72 tahun itu lantas masuk ke paviliun timur Ndalem Kalitan, tempat keluarga Cendana berkumpul. Ada apakah?</span></p>
<div></div>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></p>
<p class="MsoNormal">Cabuk Rambak adalah kegemaran keluarga Cendana. Makanan ini <span style="color:#000000;">merupakan <em>ingenuity</em> alias kreativitas kuliner bangsa Indonesia. B</span>erupa ketupat nasi yang diiris tipis-tipis, dan disiram dengan sedikit sambal wijen (dicampur kemiri dan kelapa parut yang terlebih dulu digongseng). Ada yang menyukai sambal yang sangat pedas, ada yang menyukai rasa sambal yang gurih. Rasa sambalnya memang sangat khas. Hidangan ini disajikan dengan kerupuk nasi yang disebut <em>karak</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mbok Tris pagi itu “disambut” keluarga Soeharto yakni Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut), Sigit, Bambang Trihatmojo, Siti Hediyati, Tommy, dan Siti Hutami (Mamik). Mereka bersantap pagi alias sarapan dengan menikmati Cabuk Rambak Mbok Tris. (***)</span></p>
<p> </p>
<p></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perginya "daripada" Soeharto]]></title>
<link>http://yusranpare.wordpress.com/2008/01/28/perginya-daripada-soeharto/</link>
<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 13:06:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>yusranpare</dc:creator>
<guid>http://yusranpare.wordpress.com/2008/01/28/perginya-daripada-soeharto/</guid>
<description><![CDATA[  Duka Cita Virtual SETELAH  menjalani perawatan intensif selama 24 hari di Rumahsakit Pusat Pertami]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p> <img src="http://yusranpare.wordpress.com/files/2008/01/daripada.jpg" alt="daripada.jpg" /></p>
<h2><font color="#008080">Duka Cita Virtual</font></h2>
<p><strong>SETELAH</strong>  menjalani perawatan intensif selama 24 hari di Rumahsakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta, mantan presiden kedua RI, HM <strong>Soeharto</strong> akhirnya mengembuskan napas terakhirnya, Minggu (27/1) pukul 13.10. Orang kuat di era orde baru itu meninggal dalam usia 86 tahun.</p>
<p>&#8220;Telah wafat dengan tenang Bapak HM Soeharto pada pukul 13.00 WIB di RSPP. Semoga amal beliau diterima dan diampuni dosanya,&#8221; ujar Ketua Tim Dokter Kepresidenan, Dr Mardjo Soebiandono, dalam keterangan resminya kepada wartawan.</p>
<p>Jumpa pers meskipun berlangsung singkat, hanya lima menit, terasa mengharukan. Mata tim dokter berkaca-kaca. Tiga anak Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut), Siti Hediyati (Mbak Titik) dan Sigit Harijudanto ikut bersama tim dokter. Mata ketiga anak Soeharto itu sembab. Bahkan Tutut tak kuasa membendung air matanya.</p>
<p>&#8220;Asragfirullah&#8230;astagfirullah&#8230;astagfirullah.., inna lillahi wa inna illaihi roji&#8217;un,&#8221; kata Tutut, suaranya terus terisak, di RS Pertamina. Namun suasananya juga terhidang di setiap ruang keluarga, di rumah makan, di tempat hiburan, di kafe, dan di mana pun yang ada televisi dan televisinya dihidupkan.</p>
<p>Pemerintah menetapkan masa berkabung selama tujuh hari sejak kepergian Sang Jenderal Besar ini. Upacara perkabungan dan pemakamannya menyita perhatian, karena seluruh media massa nasional, terutama televisi dan media online, berusaha menyiarkan secara realtime sejak &#8220;Raja&#8221; Orde Baru ini masuk rumah sakit (lagi) hingga ke detik-detik penguburan.</p>
<p>Sepanjang hari Munggu dan Senin, perhatian publik tersita ke Ruma Sakit Pertamina, Jalan Cendana, nDalem Kalitan, dan Astana Giribangun. Tidak semata pada bagaimana suasana duka menyelimuti keluarga, siapa saja yang datang menjenguk dan melayat, bahkan hingga bambu dan kayu yang digunakan dalam pemakaman, sampai ke aspek mistis. Semua seolah menjadi sesuatu yang harus disampaikan kepada publik.</p>
<p>Era informasi telah membuat dukacita ini jadi dukacita yang mengharu-biru semua orang, seolah menindih kesusahan dan dukacita nyata yang sedang dialami oleh orang-oranga itu sendiri terlepas dari siapa dan apa pun peran dia dalam hidup keseharian.</p>
<p>Tepat sekali apa yang disampaikan Yasraf Amir Piliang, realitas sakit dan kepergian Pak Harto kini menjadi citra duka publik di dalam layar elektronik. Naik turun detak jantung Pak Harto seakan menjadi naik turun detak jantung publik; harap-cemas para dokter seakan menjadi harap-cemas publik; komat-kamit doa keluarga kini menjadi komat-kamit doa publik. Dan, kepergian Pak Harto kemudian membangun sebuah ruang ”publisitas” duka, keprihatinan dan doa.</p>
<p>Teknologi informasi tidak saja mampu memindahkan informasi dengan kecepatan tinggi dan secara real time, tetapi juga mampu memberi pembesaran efek sehingga duka diri kini menjadi duka setiap orang.</p>
<p>Akan tetapi, citra visual itu tidak selalu merupakan cermin realitas. Citra-citra ”dipilih” untuk satu tujuan tertentu. Mengambil foto berarti membingkai (to frame) dan meminggirkan (exclusion), yaitu menyembunyikan realitas-realitas lain dari mata publik.</p>
<p>Narasi visual Pak Harto yang terbaring sakit hingga wafat dan kemudian dimakamkan dalam sebuah prosesi yang kolosa, dibingkai bersama narasi-narasi visual masa kecil, kegigihan, keberanian, dan kepahlawanannya sehingga menggugah empati di hati publik.</p>
<p>Publik seakan diajak untuk melupakan &#8211;sejenak atau selamanya&#8211; tentang persoalan-persoalan nyata yang juga membelit mereka, meringkus semua anak bangsa. Lupa bahwa masih banyak duka cita yang belum dan dituntaskan. </p>
<p>Kita pun seolah lupa, bahwa bahwa kita pernah membiarkan seorang mantan kepala negara meninggal dalam kesunyian setelah dicengekeram sakit tanpa perawatan memadai di sebuah wisma. Kita mungkin memang telah melupakan kepedihan ditinggal pergi tunas-tunas bangsa dalam aksi penembakan membabi-buta dalam insiden Trisakti dan insiden Semanggi.</p>
<p>Kita lupa terhadap kepedihan orang-orang yang ditinggal mati oleh suami, isteri, anak, menantu, kerabat, sanak, famili, sahabat, yang dihabisi dalam huru-hara menjelang bangkitnya rezim orde baru. Kita lupa, pada dukacita dan trauma yang dialami korban-korban kerusuhan 13-14 Mei 1998. Lupa pada kepedihan para keluarga korban 27 Juli 1996.</p>
<p>Soeharto telah pergi, 27 Januari 2008. Rezimnya sudah tumbang  sepuluh tahun silam. Tapi rezim berikutnya, mulai dari Habibie, Gus Dur, Megawati dan kini  Susilo bambang Yudhoyono, tampaknya terlu sibuk dengan diri masing-masing. Para politisinya pun tak kalah seru baku rebut pengaruh, posisi, dan publisitas.</p>
<p>Entah kapan mereka akan menoleh pada kepentingan keluarga orang-orang hilang, keluarga Munir, keluarga Udin,  keluarga para mahasiswa yang tewas ditembaki saat menyuarakan aspirasi rakyat, ribuan keluarga lain yang kehilangan anggotanya oleh sebab yang tak jelas di Aceh, Lampung, Serang, Singkawang, Sambas, Banjarmasin, Situbondo, Sampit, Poso, Ambon, Papua dan masih banyak lagi.</p>
<p>Selamat jalan, Jenderal Besar! *** </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[SOEHARTO WAFAT, Cendana Menangis.... ]]></title>
<link>http://akbarramli.wordpress.com/2008/01/28/soeharto-wafat-cendana-menangis/</link>
<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 07:39:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>akbarramli</dc:creator>
<guid>http://akbarramli.wordpress.com/2008/01/28/soeharto-wafat-cendana-menangis/</guid>
<description><![CDATA[Wafatnya Jendral bintang 5, H. Muhammad Soeharto atau yang lebih dikenal dengan nama Pak Harto, mant]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Wafatnya Jendral bintang 5, H. Muhammad Soeharto atau yang lebih dikenal dengan nama Pak Harto, mant]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Titit dan Tutut]]></title>
<link>http://matiketawa.wordpress.com/2008/01/25/titit-dan-tutut/</link>
<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 15:42:01 +0000</pubDate>
<dc:creator>matiketawa</dc:creator>
<guid>http://matiketawa.wordpress.com/2008/01/25/titit-dan-tutut/</guid>
<description><![CDATA[Kita masih ingat ketika aktor agak terkenal Indonesia, Ongky Alexander menikah dengan Paula, anak bu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Kita masih ingat ketika aktor agak terkenal Indonesia, Ongky Alexander menikah dengan Paula, anak buah Mbak Tutut, (yang konon kabarnya suka berlesbi-ria dengan Tutut &#8230; konon lho).</p>
<p>Beberapa minggu setelah pernikahan mereka, seorang wartawan kita menanyakan pengalaman pertama Paula bersama Ongky, &#8220;Bagaimana pendapat Mbak Paula, mengenai pengalaman malam pertama bersama Ongky?&#8221;</p>
<p>&#8220;Wah, &#8230; ternyata ti**t lebih enak daripada Tutut!,&#8221; jawab Paula dengan antusiasnya.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Benazir Bhutto dan Tutut]]></title>
<link>http://matiketawa.wordpress.com/2008/01/25/benazir-bhutto-dan-tutut/</link>
<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 15:37:19 +0000</pubDate>
<dc:creator>matiketawa</dc:creator>
<guid>http://matiketawa.wordpress.com/2008/01/25/benazir-bhutto-dan-tutut/</guid>
<description><![CDATA[Mbak Tutut, anak Soeharto, sangat ambisius sekali untuk menjadi pemimpin negara, walaupun kemampuann]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Mbak Tutut, anak Soeharto, sangat ambisius sekali untuk menjadi pemimpin negara, walaupun kemampuannya hanya begitu-begitu saja. Saking ambisinya, Tutut berusaha menghubungi orang-orang beken dunia untuk dimintai nasehat. Yang menjadi pilihan Tutut untuk dimintai nasehat adalah perdana menteri wanita Pakistan, Benazir Bhutto.<br />
Pada konsultasi yang pertama melalui telepon, Tutut bertanya, &#8220;Mbak Benazir, coba tolong saya, bagaimana sih caranya untuk bisa menjadi presiden.&#8221;<br />
&#8220;Oh, itu mudah,&#8221; ujar Benazir, &#8220;coba Mbak Tutut memakai kacamata seperti saya.&#8221;<br />
Tutut segera melaksanakan nasehat Benazir, memakai kacamata. Namun sudah sebulan menggunakan kacamata, tetap tidak dipilih mejadi presiden. Terus dia telepon lagi Benazir.<br />
&#8220;Mbak Benazir, gimana nih,&#8221; kata Tutut, &#8220;masak saya sudah memakai kaca mata, kok masih belum dipilih juga menjadi presiden.&#8221;<br />
&#8220;Oh, memang masih ada syarat yang lainnya sih,&#8221; ujar Benazir, &#8220;coba Mbak Tutut memakai kerudung seperti saya.&#8221;<br />
Tutut segera melaksanakan nasehat Benazir, memakai kerudung. Ternyata berhasil, sesudah sebulan menggunakan kerudung, Tutut akhirnya diangkat menjadi menteri lauk-pauk (= menteri Soksial). Namun dasar rakus dan ambisius, Tutut tetap ingin mejadi presiden. Terus dia telepon lagi Benazir.<br />
&#8220;Mbak Benazir, gimana nih,&#8221; ujar Tutut di telepon, &#8220;masak saya sudah berkacamata dan berkerudung seperti Mbak Benazir, tetapi kok saya cuma dipilih jadi menteri. Gimana sih syaratnya supaya jadi presiden.&#8221;<br />
Dengan agak sungkan Benazir menjawab, &#8220;Memang sih, masih ada syarat yang lain, cuma yang ini paling berat dan mungkin anda tidak mampu melaksanakannya!&#8221;<br />
Tutut karena penasaran dan ambisius, dengan semangat berapi-api bertanya lagi, &#8220;Ayo donk Mbak Benazir, katakan saja syarat itu, saya pasti akan melaksanakannya.&#8221;<br />
Benazir Bhutto tetap saja sungkan memberitahukan syarat yang terakhir itu, namun karena didesak oleh Tutut berkali-kali, akhirnya Benazir berkata, &#8220;Begini dik Tutut, supaya anda dapat menjadi presiden, anda harus mengikuti langkah saya yaitu bapak anda harus digantung seperti yang dialami bapak saya.&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Soeharto Bertemu Rasul Paulus]]></title>
<link>http://matiketawa.wordpress.com/2008/01/25/soeharto-bertemu-rasul-paulus/</link>
<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 15:15:40 +0000</pubDate>
<dc:creator>matiketawa</dc:creator>
<guid>http://matiketawa.wordpress.com/2008/01/25/soeharto-bertemu-rasul-paulus/</guid>
<description><![CDATA[Pada saat hari penghakiman (kiamat) Rasul Paulus merasa perlu untuk mewawancara tokoh-tokoh dunia ya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Pada saat hari penghakiman (kiamat) Rasul Paulus merasa perlu untuk mewawancara tokoh-tokoh dunia yang pernah melakukan pembunuhan massal, yaitu Adolf Hitler, Kaisar Nero, Pol Pot dan &#8220;the last but not least&#8221; Soeharto. Mereka dikumpulkan di hadapan Rasul Paulus.    &#8220;Tahukah Anda sekalian mengapa aku memanggil kalian? Karena aku ingin mendengar langsung dari kalian, apa yang pernah kalian lakukan terhadap sesama kalian saat kalian hidup sebagai pemimpin dan berkuasa dahulu,&#8221; ucap Rasul Paulus seraya menambahkan bahwa sebenarnya ia melakukan tugas wawancara ini atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa.</p>
<p>Rasul Paulus mengungkap bahwa dirinya dipilih Tuhan &#8211; bukan Rasul Petrus atau lainnya &#8211; untuk mewawancara tokoh-tokoh tersebut, karena ia dan jemaatnya dahulu adalah korban keganasan/kebiadaban Kaisar Nero yang membunuhi umat Nasrani dan membakar habis kota Roma.</p>
<p>&#8220;Jadi aku minta satu per satu kalian menceritakan segala hal tentang peristiwa-perisıiwa pembantaian itu,&#8221; kata Rasul Paulus.</p>
<p>Dasar mantan diktator megalomania, keempat orang itu hampir berebut untuk menceritakan kisah-kisah yang diminta Rasul Paulus. Terpaksa Rasul Paulus menengahi. Disepakati urut-urutannya adalah Nero-Hitler-Pol Pot-Soeharto. Dasarnya adalah periodisasi waktu. Keempat tokoh tersebut menyetujui jalan ke luar yang diambil Rasul Paulus.</p>
<p>Mulailah Nero bercerita, masih tetap dengan kecongkakan khas seorang kaisar Romawi. Tidak ada rasa penyesalan meski pun yang berdiri dihadapannya, Rasul Paulus, merupakan korban kebiadabannya juga.</p>
<p>Setelah Nero, tiba giliran Hitler. Ia mengawali dengan salam khas NAZI. &#8220;Auf Lebensraum!&#8221; ucapnya. Menurutnya, ras Arya adalah yang terbaik, jadi pembantaian 3,5 juta orang Yahudi adalah wajar dan perlu. Bukan karena ras Arya khawatir dengan kecerdasan orang Yahudi, sehingga dikhawatirkan dapat menjadi batu sandungan untuk mengembangkan hegemoni ras Arya.</p>
<p>Giliran Pol Pot tiba. Ia membenarkan bahwa &#8220;ladang pembantaian&#8221; (killing fields) yang pernah dilakukannya di Kamboja &#8211; yang memakan korban lebih 2 juta nyawa. &#8220;Hal itu saya lakukan untuk membersihkan bangsa Khmer dari virus pikiran jahat kaum borjuis kecil, tuan tanah dan bangsawan Khmer,&#8221; ujar Pol Pot.</p>
<p>Rasul Paulus mendengarkan semua cerita dan penjelasan ketiga tokoh tadi dengan tekun dan diam. &#8220;Sekarang giliranmu, Harto,&#8221; ucap Rasul Paulus.</p>
<p>Seperti biasa, sebelum berpidato atau berbicara, ketika ia masih menjadi Presiden Indonesia lebih tiga dasawarsa, kali ini pun diawali dengan deheman khasnya. &#8220;Ehem. Terima kasih atas kesempatan yang diberiken daripada Yang Mulia Rasul kepada saya,&#8221; katanya mengawali penjelasan yang diberikan.</p>
<p>&#8220;Saya tidak aken bercerita panjang lebar seperti anda-anda sekalian. Anda-anda bercerita dengan rasa bang;ga yang besar di hadapan daripada Yang Mulia Rasul Paulus seolah-olah andalah yang terhebat dan terbesar dalam urusan daripada bantai-membantai sesama umat manusia,&#8221; kata Soeharto tegas dan lantang.</p>
<p>&#8220;Begini saja daripada Yang Mulia Rasul Paulus. Kelebihan daripada Hitler adalah membunuhi jutaan orang yang kemudian dapat diketahui persis berapa jumlah korbannya dan berasal dari kamp-kamp konsentrasi mana mayat-mayat itu berasal. Tapi ia sendiri hingga kini tidak diketahui dimana daripada kuburnya berada. Hitler masih jadi misteri, jangankan kuburnya, bahkan apakah ia mati bunuh diri atau tidak semua masih misteri.&#8221;</p>
<p>&#8220;Nero betapa pun hebatnya, para sejarawan berabad-abad kemudian dapat mengkisahken dan mengungkap sedetil-detilnya daripada peristiwa Roma lautan api dengan baik. Bahken sudah difilmken toh?&#8221;</p>
<p>&#8220;Pol Pot. Okelah kelebihannya bahwa ia dapat daripada bersembunyi di hutan puluhan tahun. Tapi bukankah, ladang pembantaian itu dapat dibongkar dan diketahui oleh rezim sesudah Pol Pot. Dunia internasional mengetahui hal itu, dan kalau tidak, salah daripada Yang Mulia, bukankah juga sudah difilmken oleh sutradara Amerika yang orangnya juga ada disini,&#8221; jelas Soeharto.</p>
<p>Ketiga tokoh yang merasa dilecehkan itu menjadi tidak sabar, secara serempak mereka bertanya. &#8220;Lalu apa kelebihanmu Harto?&#8221; tanya mereka hampir bersamaan.</p>
<p>&#8220;Kalian mati atau menghilang boleh secara misterius, tapi korban-korban kalian kan kemudian dapat diketahui kuburnya atau keberadaannya. Kalau saya Yang Mulia, bukanlah saya yang jadi misterius, tapi korban-korban inilah yang jadi misterius tidak jelas daripada dimana jasadnya berada dan dengan <b>cara</b> apa dan bagaimana mereka dilenyapkan!&#8221; kata Soeharto seraya membeberkan berbagai peristiwa lenyapnya korban yang tetap misteri hingga hari penghakiman (kiamat) itu seperti kasus G-30-S, Tanjung Priok, Gunung Balak, Peristiwa Lampung, Penembakan Misterius (Petrus), Penumpasan GPK di Aceh-Timtim-Irian Peristiwa 27 Juli.</p>
<p>Sekonyong-konyong, Soeharto mendekat Rasul Paulus, lalu berbisik, &#8220;Omong-omong, kalau daripada Yang Mulia sepakat, tolong sampaikan ke Boss Besar (yang dimaksud Soeharto adalah Tuhan YME), bahwa saya bisa membantu beliau untuk memberi tip <b>cara</b> melenyapkan manusia-manusia terhukum di hari kiamat ini!&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Nanti Saya Laporkan]]></title>
<link>http://matiketawa.wordpress.com/2008/01/25/nanti-saya-laporkan/</link>
<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 15:03:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>matiketawa</dc:creator>
<guid>http://matiketawa.wordpress.com/2008/01/25/nanti-saya-laporkan/</guid>
<description><![CDATA[Seseorang pernah mendengar percakapan berikut ini dari balik pintu kamar. Kedengaran Mbak Tutut berk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Seseorang pernah mendengar percakapan berikut ini dari balik pintu kamar. Kedengaran Mbak Tutut berkata kepada Hartono, &#8220;Ayo, copot bajuku&#8221;. (Lalu terdengar suara baju dicopot).    Tak lama kemudian, &#8220;Sekarang, copot kainku&#8221;. (Terdengar suara kain dilepas). Setelah itu, &#8220;Ayo, lepaskan kutangku. Juga celana dalamku!&#8221;.</p>
<p>Sehabis itu tak ada suara selama lima detik. Lalu terdengar suara Mbak Tutut marah, &#8220;Hartono, saya akan laporkan kepada Bapak kalau sekali lagi kamu berani memakai baju, kain, kutang dan celana dalam saya!&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kampanye]]></title>
<link>http://matiketawa.wordpress.com/2008/01/25/kampanye/</link>
<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 13:13:53 +0000</pubDate>
<dc:creator>matiketawa</dc:creator>
<guid>http://matiketawa.wordpress.com/2008/01/25/kampanye/</guid>
<description><![CDATA[Ini cerita beberapa bulan yang lalu, ketika sedang rame-ramenya kampanye Pemilu. Tutut sedang giat b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Ini cerita beberapa bulan yang lalu, ketika sedang rame-ramenya kampanye Pemilu. Tutut sedang giat berkampanye di sebuah kota kecil di Irian Jaya. Ribuan rakyat dikumpulkan oleh Pemda buat menyambut beliau di lapangan kota W. Bendeta dan umbul-umbul dipasang. Meriah. Dan rupanya suatu kebiasaan di situ bahwa rakyat dengan gegap gempita menyambut setiap ucapan para pembesar.    Tutut berpidato: &#8220;Saudara-saudara, dalam rangka pembangunan nasional, pemerintah akan meningkatkan usaha untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur!&#8221;.</p>
<p>Rakyat setempat: &#8220;Wiloo-wiloo, wiloo-wiloo!&#8221;.</p>
<p><!--more-->Tutut meneruskan: &#8220;Jangan sampai saudara-saudara mau dihasut oleh gerakan separatis yang ingin mengacaukan stabilitas!&#8221;.</p>
<p>Rakyat setempat: &#8220;Wiloo-wiloo!&#8221;.</p>
<p>Tutut lagi: &#8220;Hidup Soeharto! &#8220;.</p>
<p>Rakyat setempat: &#8220;Wiloo-wiloo!&#8221;.</p>
<p>Tutut: &#8220;Hidup Soehartono!&#8221;</p>
<p>Rakyat setempat: &#8220;Wiloo-wiloo!&#8221;.</p>
<p>Pidato selesai Tutut turun mimbar dan langsung diantar berkeliling melihat-lihat desa-desa di dekat sini, untuk memberi kesan baik, ia tidak hanya ingin mengunjungi hal-hal yang sudah ditata. Suatu kali ia nekad masuk ke sebuah rumah dan langsung ke halaman belakang untuk melihat bagaimana babi-babi dikandangkan di tempat itu. Ini membuat cemas Pak Bupati, orang asli, yang segera mencoba memberi tahu Tutut: &#8220;Maaf, Ibu, jangan masuk ke situ. Nanti kalau Ibu terinjak wiloo-wiloo! Wiloo-wiloo babi itu ada bau sekali, Ibu!&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Mega vs Tutut, menarik disimak....]]></title>
<link>http://akbarramli.wordpress.com/2008/01/24/mega-vs-tutut/</link>
<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 07:32:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>akbarramli</dc:creator>
<guid>http://akbarramli.wordpress.com/2008/01/24/mega-vs-tutut/</guid>
<description><![CDATA[Mendengar nama Mega dan Tutut disebut, sebagian besar bangsa Indonesia akan mengaitkan terhadap dua ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Mendengar nama Mega dan Tutut disebut, sebagian besar bangsa Indonesia akan mengaitkan terhadap dua ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Soeharto Diprotes Tutut]]></title>
<link>http://homojakartensis.wordpress.com/2008/01/24/soeharto-diprotes-tutut/</link>
<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 05:15:12 +0000</pubDate>
<dc:creator>me</dc:creator>
<guid>http://homojakartensis.wordpress.com/2008/01/24/soeharto-diprotes-tutut/</guid>
<description><![CDATA[]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img src="http://aycu21.webshots.com/image/41820/2004303365559710862_rs.jpg" alt="" /></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Merasa  Aman]]></title>
<link>http://matiketawa.wordpress.com/2008/01/22/merasa-aman/</link>
<pubDate>Tue, 22 Jan 2008 19:58:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>matiketawa</dc:creator>
<guid>http://matiketawa.wordpress.com/2008/01/22/merasa-aman/</guid>
<description><![CDATA[Mbak Tutut disertai sejumlah pengawalnya tengah berlibur di sebuah hotel mewah di Amerika. Tampaknya]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Mbak Tutut disertai sejumlah pengawalnya tengah berlibur di sebuah hotel mewah di Amerika. Tampaknya ia ingin menikmati sinar matahari Amerika. Ia berbaring telanjang di atap sebuah hotel mewah dengan penjagaan ekstra ketat.    Tiba-tiba manajer hotel mendatanginya. Sang manajer berdehem dan menyatakan, &#8220;Maaf madame, tempat ini bukan untuk bertelanjang  bulat.&#8221;</p>
<p>MIbak Tutut menjawab dengan ketus, &#8220;Kenapa tidak? Kan tak seorang pun yang melihat saya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Madame, memang tak melihat seseorang,&#8221; ujar sang manajer. &#8220;Namun madame, ini adalah tempat terhormat. Sadarkah Madame bahwa Madame kini tengah berbaring di atap tembus pandang dari, ruang makan dan sekarang sedang waktu makan siang.&#8221;</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
