<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>ujung-kulon &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/ujung-kulon/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "ujung-kulon"</description>
	<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 11:31:55 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Objek Wisata Pantai Carita]]></title>
<link>http://backrest.wordpress.com/2009/12/02/objek-wisata-pantai-carita/</link>
<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 05:36:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>ompong6</dc:creator>
<guid>http://backrest.wordpress.com/2009/12/02/objek-wisata-pantai-carita/</guid>
<description><![CDATA[.:: objek wisata di pandeglang ::. Panorama pandeglang banten merupakan sarana hiburan wisata bagi s]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong><br />
</strong><br />
.:: objek wisata di pandeglang ::.<br />
Panorama pandeglang banten merupakan sarana hiburan wisata bagi siapapun. Diantara panorama wisata tersebut adalah <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Tour_Travel/Travel_Package/?PostID=277914">tour</a> pantai carita, kawasan wisata tanjung lesung, kawasan pantai bama, pantai ciputih, pemandian cikoromoy, curug gendang, pemandian air panas belerang cisolong, wisata gunung karang, pemandian alam citaman, <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Tour_Travel/Travel_Package/?PostID=277914">krakatau tour</a> dan taman nasional <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Tour_Travel/Travel_Package/?PostID=277914">ujung kulon</a>.<br />
1. Pantai carita<br />
<a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Tour_Travel/Travel_Package/?PostID=277914">tour</a> pantai  ini merupakan pantai yang bisa dibilang masih alami, pantai yang berpasir putih agak kecoklatan ini terletak di jalur labuan cilegon jawa barat. Bagian belakang pantai ini adalah pegunungan yang berhutan. Anda bisa berwisata bahari di kawasan ini, karena di pantai ini terdapat dua dermaga pelabuhan mini tempat bersandarnya kapal pesiar. Para pengunjung juga dapat melakukan perjalanan wisata menggunakan kapal pesiar tersebut dengan tujuan objek wisata pantai ciputih, kawasan sumur, tanjung lesung dan taman nasional <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Tour_Travel/Travel_Package/?PostID=277914">ujung kulon tour</a>.<br />
Selain pantai carita, jika anda ke arah timur terdapat daerah perbukitan hutan wisata, yang didalamnya terdapat air terjun yang masih alami yaitu curug gendang.  Ini merupakan wisata alam yang berada di pandeglang, jika anda hobby dengan suasana pegunungan, maka taman wisata alam ini sangatlah tepat jika dikunjungi. Anda dapat melakukan wisata alam dengan hunting photo, menghirup udara segar pegunungan dan juga berkeliling mengelilingi hutan serta melihat keindahan alamnya. Jangan lupa mengunjungi air terjun curug gendang. Selain hutan dan air terjun, bagi anda yang mempunyai hobby memancing, bermain air, serta bersantai berjalan di pasir, terdapat perairan yang dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan hobby anda tersebut.<br />
2. Taman nasional ujung kulon<br />
Apabila waktu kecil kita pernah mendengar kata bacusa (badak bercula satu) , nah di taman nasional <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Tour_Travel/Travel_Package/?PostID=277914">ujung kulon</a> inilah tempatnya jika kita ingin melihat tempat badak jawa (rhinoceros sondaicus). Badak merupakan salah satu binatang langka yang hampir punah yang harus dilindungi. Karena ulah tangan manusia yang memburu badak secara liar untuk diambil culanya. Disamping badak bercula satu terdapat juga berbagai macam satwa yang dilindungi di kawasan ini. <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Tour_Travel/Travel_Package/?PostID=277914">Taman ujung kulon</a> merupakan obyek wisata alam yang menarik, dengan keindahan berbagai bentuk gejala dan keunikan alam berupa sungai-sungai dengan jeramnya, air terjun, pantai pasir putih, sumber air panas, taman laut dan peninggalan budaya/sejarah (arca ganesha, di gunung raksa pulau panaitan). Kesemuanya merupakan pesona alam wisata <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Tour_Travel/Travel_Package/?PostID=277914">ujung kulon tour</a> yang sangat menarik untuk dikunjungi dan dikenali dan sangat sulit sekali ditemukan di tempat lain. Di kawasan ujung kulon terdapat bermacam pulau diantaranya adalah  pulau peucang, pulau panaitan, pulau handeuleum, gunung honje utara dan taman jaya dengan luas keseluruhan 136,655 ha<br />
Jika sudah mengetahui sedikit seluk beluk tentang objek wisata <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Tour_Travel/Travel_Package/?PostID=277914">taman ujung kulon</a> di pandeglang, sudah saatnya kita mengunjungi dan mengenali kekayaan alam wisata yang di miliki indonesia khususnya di provinsi pandeglang banten</p>
<div>Http://blog.wongsableng.com/</div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dari Kampus Untirta menuju ujung Kulon]]></title>
<link>http://akmalkuroba.wordpress.com/2009/11/13/dari-kampus-untirta-menuju-ujung-kulon/</link>
<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 08:58:25 +0000</pubDate>
<dc:creator>akmalkuroba</dc:creator>
<guid>http://akmalkuroba.wordpress.com/2009/11/13/dari-kampus-untirta-menuju-ujung-kulon/</guid>
<description><![CDATA[Fenomena Alam yang Tak Terlupakan Oleh: Muhammad Akmal Komara/ jurnalistik/ 050785 “Bsk kmpul jam 7p]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Fenomena Alam yang Tak Terlupakan<br />
Oleh: Muhammad Akmal Komara/ jurnalistik/ 050785</p>
<p>“Bsk kmpul jam 7pg.<br />
Bw:<br />
Tiker bwt tdr<br />
Ftkopi ktp/ktm bwt asuransi<br />
Makanan bwt 2kali mkn d htn<br />
Air bwt 3 hari<br />
Sofell<br />
Senter<br />
Garem<br />
Pake sepatu<br />
Makanan ringan sckp’a<br />
Obt2 pribadi<br />
Bju sckp’a<br />
Jng lupa sarapan dulu di rumah msng2! “ sebuah pesan SMS yang dikirim oleh panitia ekspedisi Ujungkulon ke nomor ponselku.<br />
Selasa pagi, kami mahasiswa Komunikasi Fisip Untirta konsentrasi Jurnalistik tengah berkumpul di depan gedung Fakultas untuk bersiap-siap berangkat menuju ujungkulon. Semuanya telah berkumpul dan sedang menunggu kepala Jurusan untuk melepas keberangkatan kami. Dan tak lama KepalaJurusan atau Kajur komunikasipun datang. Kamipun melakukan upacara pelepasan sejenak. Dalam upacara pelepasan Kajur Komunikasi berpesan,<br />
“Ya, semoga sukses. Selamat sampai tujuan dan kembali lagi ke serang dalam keadaan tidak kurang sedikitpun.”<br />
Sebelum berangkat kami tak lupa untuk memanjatkan do’a kepada sang khaliq. Dan do’a dipimpin oleh ketua panitia kami Prasetyo. Upacara pelepasan usai dan kami siap-siap menaruh barang bawaan kedalam bus kampus. Bus kecil berwarna merah dengan logo kampus untirta di samping kanan kirinya. Tentunya dengan driver tetapnya Mang Nur.<br />
Mang Nur adalah sesosok pria sudah agak tua kira-kira sudah berumur 40an. Dengan perawakan badan yang pendek rambut ikalnya, beliau masih sangat gesit dalam mengendarai bus kebanggaan masyarakat kampus.<br />
Sekitar pukul 08.30 WIB kami pun meluncur meninggalkan lingkungan Kampus Universitas Sultan Agung Tirtayasa. Mang Nur sang Driver yang dengan keahlian menyetir profesionalnya bak pembalap F1 GP memacu si Merah dengan kecepatan tinggi. Melesit dan menyalip dengan gesitnya kendaraan sepanjang kota Serang.<br />
“Woy, Yoi mang Nur. Pelan-pelan mang Nur!” teriak salah satu mahasiswa jurnalistik yang entah merasa takut atau justru terhanyut menikmati si Merah yang melaju dengan kencangnya.<br />
Dalam waktu kurang dari setengah jam kami pun telah sampai di Kabupaten Pendeglang. Sebuah perjalanan yang tercepat yang pernah aku alami antara Serang dan Pandeglang. Biasanya aku dengan mengendarai sepeda motor hanya bisa menempuh waktu setangah jam. Dari sini kamipun langsung menuju ke Balai Taman Nasional Ujung Kulon yang ter letak di daerah Labuan Kabupaten Pandeglang.<br />
Pukul 10.50 WIB, kami sampai di Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Kami pun beristirahat sejenak untuk melakukan absen dan ijin untuk memasuki Taman Nasional Ujung Kulon.<br />
Pukul 11.00 WIB dari Balai Taman Nasional Ujung Kulon memberikan pengarahan dan sedikit Pembekalan kepada kami tentang keadaan Geografis, sejarah terbentuknya Taman Ujung Kulon sampai waktu diresmikannya dan perluasan Wilayah Taman Nasional. Baik hutan lindungnya maupun satwanya.<br />
“Kawasan Taman Ujung Kulon ini awal mulanya di perkenalkan oleh Junghun yang berkebangsaan Jerman pada tahun 1846.” Ucap Staf Balai Taman Nasional Ujung Kulon kepada kami saat Pembekalan di ruang audio visual Balai Taman Nasional Ujung Kulon.<br />
Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, Semenanjung Ujung Kulon dan P. Panaitan ditetapkan sebagai Suaka Alam tepatnya pada tahun 1921. Tahun 1937 diubah menjadi Suaka Margasatwa dengan penambahan P. Peucang dan P. Panaitan. Baru setelah masa kemerdekaan diubah kembali menjadi Suaka Alam dengan Penambahan kawasan Perairan laut tepatnya pada tahun 1958. Pada tahun 1980, mulai dikeola dengan SISTEM MANAJEMEN TAMAN NASIONAL. Pada tahun 1992 menjelang masa Reformasi di tahun 1998/1999, Ditetapkan sebagai kawasan TAMAN NASIONAL dengan wilayah meliputi : Semenanjung Ujung Kulon, Gunung Honje, Kep. Handeuleum, Pulau Panaitan dan Pulau Peucang. Ditahun yang sama ditetapkan pula sebagai THE NATURAL WORLD HERITAGE SITE oleh Komisi Warisan Alam Dunia UNESCO.<br />
Itulah sejarah singkat mengenai Taman Nasional Ujung Kulon yang di terangkan oleh staf Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Ujung Kulon di tetapkan sebagai Taman Nasional oleh Pemerintah di karenakan memiliki potensi yang cukup tinggi baik tumbuhan maupun satwa, khususnya satwa langka Badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus), perairan laut di sekitarnya memiliki potensi yang cukup tinggi untuk dikembangkan sebagai obyek wisata bahari, penelitian, ilmu pengetahuan dan pendidikan.<br />
Dengan seiring berjalannya waktu Taman Nasional Ujung Kulon semakin mengalami kemajuan. Ini di tunjukan dengan bertambahnya luasan wilayah yang terlindungin dengan aneka ragam hayati dan satwanya. Namun begitu para petugas dari Taman Nasional ini masih harus berjumpa dengan banyak permasalahan. Terutama ini datangnya dari penduduk asli yang telah lama dan dahulu tinggal di daerah yang telah di tetapkan sebagai kawasan Taman Nasional oleh Pemerintah.<br />
Mereka para penduduk yang telah dahulu bermukim sering melakukan pelanggaran dengan menambah perluasan tanah wilayah tanam tanamannya. Walau sebelumnya telah disepakati oleh surat perjanjian antara Pemerintah dengan warga sekitar. Ironis memang, bagi mereka yang telah lama tinggal di tanah nenek moyang mereka harus menerima perjanjian luas batasan wilayah dengan Pemerintah. Masyarakatpun harus menuruti aturan main dari Pemerintah dan sedikit toleran.<br />
Dalam tiap pergantian Presiden maka tak sedikit struktur yang ikut berganti pula mengikuti pola permainan dari pemimpin yang baru. Lembar Perjanjian yang di pegang oleh masyarakatpun sudah tidak sah lagi. Oleh karena itu dalam beberapa tahun belakangan ini tepatnya di tahun 2000-an banyak terjadi kasus pembalakan liar atau biasa disebut dengan illegal logging.<br />
“Masyarakat yang telah memegang surat perjanjian dengan pengelolo sebelumnya merasa telah melakukan hal yang benar sesuai dengan apa yang telah tertulis. Padahal itu sudah bias dikatakan sebagai tindakan illegal logging.”ucap staf Balai Taman Nasional kepada kami.<br />
Sering kali dalam persidangan kasus illegal logging ini masyarakat hanya bias menggunakan surat perjanjian yang telah “basi” untuk melakukan pembelaan. Sungguh ironis benar aku mendengarnya dari staf Balai Taman Nasional. Lalu, kenapa tidak di buat surat perjanjian yang baru? Tanyaku dalam hati.<br />
Dimana ada perbuatan di situ ada pertanggung jawaban. Sebuah falsafah hidup yang hingga kini selalu aku pegang. Tepat di tahun 2006 pada tanggal 4 Nopember, disaat POLHUT menangkap salah satu pelaku illegal logging, Masyarakat mengamuk dan membakar beberapa kantor POLHUT Taman Nasional UjungKulon. Ini di karenakan pelaku illegal logging yang tertangkap tersebut berusaha melarikan diri sehingga membuat POLHUT memberikan tembakan pada pelaku dan pelakupun tewas ditempat. Sehingga memicu masyarakat melakukan tindakan pengrusakan dan pembakaran beberapa asset Taman Nasional.<br />
Tindakan inipun menyebabkan beberapa anggota masyarakat yang terlibat dalam aksi pengrusakan itu berurusan dengan pihak yang berwajib. Perih memang mendengarnya sekaligus bingung antara siapa yang salah. Masyarakat atau pihak Taman Nasional?<br />
Setelah mendengar panjang lebar penjelasan tentang Ujung Kulon dari staf Balai Taman Nasional kamipun ber istirahat sejenak dan makan siang. Sedikit berfoto-foto ria seolah melupakan apa yang telah kami dengarkan tadi. Dan setelah semuanya beres, kamipun melanjutkan perjalanan menuju Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.<br />
Dalam Perjalanan menuju Lokasi Taman Nasional, seperti halnya sedang pergi piknik, kami semua menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. Apalagi di tambah dengan kami berjumpa salah satu personel dari grup band Kerispatih yang sedang melakukan pemotretan prewedding, sekiranya itu yang dikatakan oleh Azwar mahasiswa Jurnalistik Ilmu Komunikasi untuk meledek dosen Fotografi yang hingga saat tulisan ini aku bikin, beliau belum menemukan dambaan hati pendamping hidupnya. Sebenarnya beliau adalah salah satu Fotografer dari kantor berita Antara. Hal ini menambah sorak soray dari temen-temen Jurnalistik Ilmu Komunikasi.<br />
Tak lama setelah sekian jam perjalanan kami, semua mulut anak-anak mahasiswa jurnalistik Ilmu Komunikasi angkatan 2006 ini terkunci rapat oleh lelahnya perjalanan yang tidak kunjung sampai-sampai. Akhirnya di tengah perjalanan yang sebenarnya tinggal sedikit lagi, entah ide dari siapa, kamipun berhenti sejenak di sebuah warung bakso dan mie ayam. Kamipun langsung keluar bus dan segara merebahkan badan pada kursi yang ada pada warung mie ayam bakso tersebut.<br />
“Wooaaam,,,,,!” Aku yang menguap sambil menarik tanganku ke atas sebagai pelepas lelah dari perjalanan kami.<br />
“Wah ini masih tiga jam lagi. Ya, kira-kira jam empat lah kita nyampe.”ucap Mang Nur sang Driver Bus Merah memecah lelah.<br />
Waduh, harus refill tenaga dulu nih. Tapi jangan sampai kepenuhan. Pikirku.<br />
Cukup lama kami ber istirahat dan energy mulai terisi kembali. Perjalananpun kami teruskan. Teman-teman mahasiswapun mulutnya mulai terbuka lebar dan bercanda ria kembali. Dari yang mengomentari lamanya perjalanan sampai kepada menggoda bunga desa yang kami lihat dari dalam bus.<br />
Hem, akupun bergumam dalam hati dan berpikir dalam hati apa jadinya kalau pacarku ikut dalam ekspedisi ini. Tentu aku akan di sindir habis olehnya. Mengingat kebiasaan ku yang suka ikut-ikutan menggoda anak cewek cantik lewat. Tapi, anak gadis desa yang kami lihat itu benar-benar cantik. Sampai-sampai salah satu teman kamipun berkomentar.<br />
“Anjrit, dipelosok kayak gini ada juga ya cewek cantiknya?” ucapnya sambil terus melihati seiring laju jalannya bus yang bergoyang ria oleh karena jalannya yang sudah rusak parah.</p>
<p>Dan setelah melewati jalan sempit yang sudah rusak parah dengan dihibur oleh goyangan indah dari si Merah yang membuat perut kami mual-mual tak karuan, kamipun sampai di pos Resort LegonPekis. Sebuah Pos POLHUT sekaligus tempat peristirahatan kami untuk malam pertama kami di Taman Nasional.<br />
Sebuah tempat penginapan yang cukup mewah yang seolah di sajikan untuk kami para calon wartawan yang sedang melakukan prosesi training untuk menjadi wartawan sejati. Tempat itu tidak ada listrik dan tak ada mesin pompa air. Hanya ada lampu petromakh dan sebuah sumur yang ada di belakangnya sebagai fasilitas yang telah di tawarkan. Dan kamipun dengan terpaksa harus menerimanya dan menikmati istirahat tidur malam.<br />
Keesokan harinya kami semua harus sudah bangun pada pukul 5 pagi. Kami bangun dengan mata yang masih terasa sangat berat dikarenakan serangan panas dari sejumlah batalyon pasukan nyamuk. Kami semuanya tak dapat tidur nyenyak. Kecuali Azwar, aku menyebutnya si Raja tidur. Sebab hanya dia yang dengan lelapnya tertidur pulas diantara serbuan para nyamuk ganas.<br />
Setelah bersiap dan dengan kondisi yang sudah segar oleh guyuran dinginnya air sumur di pagi hari, kamipun siap melakukan ekspadisi selanjutnya. Yakni berjalan kaki sejauh 3jam kedalam hutan belantara dan lumpur.<br />
Bersama dengan guide dari resort LG PAKIS, aku, fitrah dan ebok, berada di posisi terdepan. Dengan penuh semangat gegap gempita empatlima aku melangkahkan kakiku tanpa ada rasa lelah. Namun, di saat ujung dari sebuah jalan darat, semangatku sedikit mengendur. Sebab, kami harus melewati sebuah Jembatan Kayu yang oleh kami harus satu-persatu dalam melewatinya. Dapat dibayangkan sudah berapa tahun jembatan itu.<br />
Sebuah Jembatan yang terbuat dari tumpukan kayu yang di gantungkan oleh kawat besi yang sudah karatan. Tentu dengan ribuan Ubur-ubur yang telah menanti jika kami terjatuh dalam muara sungai handeulem. Dengan terus ber Basmallah aku meniti perlahan-lahan jembatan kayu itu.<br />
Dalam batin aku berkata, aku tak mau jatuh mati sia-sia tersengat oleh ribuan ubur-ubur dengan kedalaman airnya tiga meter. Aku harus konsentrasi penuh meniti jembatannya. Sebab, jika aku benar-benar terjatuh. Habislah sudah. Aku tidak bisa berenang.<br />
Dikarenakan di barengin dengan tekat yang kuat dan perjuangan untuk tetap dapat hidup, akupun berhasil melalui jembatan kayu tersebut. Satu-persatu kamipun menyebrangi jembatan kayu tersebut. Lalu berkumpul sejenak untuk menikmati pemandangan dan berfoto ria. Akan tetapi di balik tawaria kami itu kami sempat cemas dan merasa was-was. Ini di karenakan dosen mata kuliah Penulisan Feature kami tersungkur kedalam air yang penuh dengan tanaman duri. Beliau tersungkur setelah menyebrangi jembatan kayu dan berpijak pada tanah yang lapuk, sehingga beliaupun tersungkur ke dalam air. Tidak ada luka parah maupun kerugian materiil, sebab beliau membawa sebuah kamera digital dalam tas ranselnya. Hanya sebuah luka baret dan tusukan duri yang tertinggal di telapak tangannya. Namun, kejadian itu tidak ada satupun dari kami yang mengabadikannya. Sebagai bentuk perjuangan dari dosen kami yang rela ikut terjun langsung bersama mahasiswanya.<br />
Setelah beristirahat sejenak kamipun mulai melanjutkan perjalanan. Perjalanan kami sudah memakan waktu lebih dari dua setengah jam sudah. Badan sudah mulai terasa sangat pegal memanggul tas ransel di punggung. Namun kami tetap bersemangat. Tak lama langit mulai di selimuti oleh awan hitam, langitpun menjadi mendung dan kami pun lebih mempercepat langkah kaki kami.<br />
Lima belas menit berlalu, langit mulai meneteskan rintik-rintik hujan. Teman-teman mahasiswa mulai sedikit panic. Tidak mungkin kalau sampai kehujanan ditengah-tengah hutan belantara yang mesih teramat asli. Tak dapat dibayangkan kalau ada binatang-binatang yang berlarian karena panik oleh hujan. Teringat akan itu kamipun menjadi lebih mempercepat langkah kaki kami.<br />
Dalam beberapa meter lagi dari pos yang terakhir kami menemukan beberapa jejak kaki Badak Bercula satu. Sungguh beruntung tapi kurang beruntung. Sebab, aku tidak membawa kamera digital dan temanku juga tidak ada yang mengabadikannya.<br />
Dan tibalah kami di pos terakhir dari perjalanan kami ini. Disebuah Pos Resort Karang Ranjang. Dengan disambut oleh suara desiran ombak Laut Pantai Selatan yang kian ge4muruh seolah menghilangkan perasaan capai kami untuk sesaat dan tertidur lelap kala malam. Walaupun tidur malam kami harus ditemani oleh derasnya hujan dan kilatan petir yang menyambar tidak sedikitpun menghilangkan rasa kebersamaan kami dan kamipun dapat tertidur lelap.<br />
Keesokan paginya kami disambut oleh derasnya tetesan air hujan yang masih mengguyur. Dengan kondisi perut yang tak karuan, antara lapar dan hasrat untuk buang air. Dari sejak kami tiba di pos yang terakhir, kebanyakan dari kami pada belum buang air besar atau setoran pagi. Akhirnya perasaanpun bercampur aduk. Tegang, kesal, sedih dan lapar yang terbungkus rapat oleh rasa sabar.<br />
Sabar adalah kunci dari permasalahan kami yang sedang di hadapi. Ada peribahasa mengatakan. Orang sabar di sayang tuhan. Dan doa orang yang teraniaya pasti terkabul.<br />
Yup semua itu benar, Tak lama setelah kami semua merintih kelaparan, akhirnya makananpun dating. Sebaskom Nasi dengan Indomie kuah dating di hadapan kami. Tapi dikarenakan jumlah makanan yang terbatas, kamipun harus saling berbagi dalam satu baskom di rumbuk lima orang.<br />
Dengan perasaan menahan airmata dan perasaan perut yang tidak karuan, kamipun mulai menyantap sarapan pagi kami yang dirasa cukup lezat dan patut untuk di syukuri. Dan setelah makan, kami bergegas bersiap-siap untuk pulang karena hujan mulai reda.<br />
Sebelum berangkat kami menyempatkan untuk berfoto-foto dahulu. Sebagai kenang-kenangan dari apa yang telah kami lalui. Dan ta lama kamipun mulai melakukan perjalanan pulang. Dengan trak yang sama dengan kondisi yang berbeda. Dikarenakan turun hujan, jalur yang akan kami lalui terendam oleh air. Dengan sangat terpaksa dan didorong oleh hasrat ingin segera sampai di rumah, jalan air pun tak jadi masalah buat kami.<br />
Langkag lebih kami percepat lebih cepat dari sebelumnya. Kami terus berjalan tanpa menghiraukan rasa lelah dan perut yang tak karuan. Banyak duri yang menancap di kaki kami. Untungnya tak satupun dari kami yang terkena duri beracun ataupun gigitan lintah.<br />
Setelah satu setengah jam perjalanan, aku mulai sedikit kehilangan keseimbangan. Aku mulai lelah dan kecapaian. Lalu akupun mengambil vitamin alias dopping penguat agar aku dapat memulihkan tenagaku lagi.<br />
Dalam perjalanan yang kian berlumpur aku sempat terpeleset dan kepalaku beberapakali terbentur oleh dahan pohon yang melintang rubuh akibat terpaan hujan deras waktu malam aku terus berjalan dan tak menghiraukan yang lain. Yang ada otakku hanyalah “gua harus sampai”, “gua harus pulang”.<br />
Kata-kata it uterus terngiang dalam pikiranku. Sehingga aku tetap semangat dalam menempuh semua rintangan bahkan jembatan kayu ubur-ubur sekalipun. Kamipun tiba kembali di Kampus Untirta Pukul Sepuluh Malam. Kondisi kampus yang sepi sunyi seolah menghanyutkan kami dalam lelap malam panjang. Pengalaman UjungKulon merupakan pengalaman yang tak terlupakan namun bikin kapok.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pulau Umang]]></title>
<link>http://parawisata.wordpress.com/2009/11/04/pulau-umang/</link>
<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 01:28:44 +0000</pubDate>
<dc:creator>admin</dc:creator>
<guid>http://parawisata.wordpress.com/2009/11/04/pulau-umang/</guid>
<description><![CDATA[Ingin berlibur di pulau berpasir putih dan nyaman? Pulau Umang mungkin bisa menjadi salah satu pilih]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img title="Pulau Umang Resort" src="http://kumpulan.info/images/stories/travel/pulau-umang-resort.jpg" border="0" alt="Pulau Umang Resort" width="428" height="321" /></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003300;">Ingin berlibur di pulau berpasir putih dan nyaman? Pulau Umang mungkin bisa menjadi salah satu pilihan. Pulau ini terletak di sebelah selatan Ujungkulon, Banten. Untuk mencapai pulau ini Anda harus naik perahu yang telah disediakan. Perjalanan menggunakan perahu ini hanya sekitar 5 menit karena jaraknya yang memang tidak jauh. Pulau ini menyajikan hal-hal yang menarik untuk liburan kita.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003300;">Sambil menyusuri dermaga menuju pulau, kita akan melihat pasirnya yang putih dan birunya laut. Pemandangan pantai yang indah, sehingga tempat ini juga bisa dipakai dalam foto prewedding. Ketika sampai di lobby, Anda akan langsung disambut dengan minuman selamat datang yang berupa juice dan handuk basah yang segar. Sangat menyegarkan setelah harus melakukan perjalanan yang memakan waktu sekitar 5 jam dari Jakarta. Pengelola juga menyediakan transportasi dari Jakarta bila kita enggan menggunakan kendaraan sendiri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003300;">Di pulau ini terdapat resort atau villa.  Suite tempat bermalam sangat nyaman.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#003300;"><a href="http://blog.jawakids.com/parawisata/?p=37"><strong><em>Continue reading&#8230;</em></strong></a><br />
</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ujung Kulon trip, Part 4 [selesai]]]></title>
<link>http://widyaps.wordpress.com/2009/10/20/ujung-kulon-trip-part-4-selesai/</link>
<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 05:05:41 +0000</pubDate>
<dc:creator>widyaps</dc:creator>
<guid>http://widyaps.wordpress.com/2009/10/20/ujung-kulon-trip-part-4-selesai/</guid>
<description><![CDATA[hhhuuffffff&#8230;smoga yg ini bisa selesaii&#8230;*dasar pemalassssss* cerita sebelumnya : ngecamp ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[hhhuuffffff&#8230;smoga yg ini bisa selesaii&#8230;*dasar pemalassssss* cerita sebelumnya : ngecamp ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Objek Wisata Ujung Kulon yang Alami]]></title>
<link>http://backrest.wordpress.com/2009/10/20/objek-wisata-ujung-kulon-yang-alami/</link>
<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 04:34:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>sambungsalah</dc:creator>
<guid>http://backrest.wordpress.com/2009/10/20/objek-wisata-ujung-kulon-yang-alami/</guid>
<description><![CDATA[Taman Nasional Ujung Kulon terletak di bagian paling barat Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan Taman nasi]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Taman Nasional <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Tour_Travel/Travel_Package/?PostID=277914">Ujung Kulon</a> terletak di bagian paling barat Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan Taman nasional ini juga memasukan wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil disekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang. Taman ini mempunyai luas sekitar 1,206 km² (443 km² diantaranya adalah laut), yang dimulai dari tanjung Ujung Kulon sampai dengan Samudera Hindia.</p>
<p>Taman Nasional ini menjadi Taman Nasional pertama yang diresmikan di Indonesia, dan juga sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1992, karena wilayahnya mencakupi hutan lindung yang sangat luas. Sampai saat ini kurang lebih 50 sampai dengan 60 badak hidup di habitat ini.</p>
<p>Taman Nasional Ujung Kulon Pandeglang merupakan taman nasional tertua di Indonesia. Taman ini merupakan cikal-bakal beberapa taman nasional di Indonesia, seperti Taman Nasional Bunaken di Sulawesi Utara atau kawasan Taman Nasional Gunung Leuser di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara.</p>
<p>Selain nilai historisnya, kawasan ini memiliki zona inti seluas kurang lebih 120.551 ha yang terbagi menjadi 76.214 ha berupa daratan dan 44.337 ha berupa lautan dan daerah berbatu karang. Zona inti yang berfungsi sebagai cagar alam dan suaka margasatwa ini memiliki berbagai macam keistimewaan, di antaranya keanekaragaman jenis biota laut, darat, dan satwa langka.</p>
<p>Satwa langka yang dimaksud di atas salah satunya adalah badak Jawa bercula satu [rhinoceros sondaicus] atau yang biasa disebut bacusa. Hewan langka ini merupakan salah satu ciri khas Taman Nasional Ujung Kulon dengan tingkat populasi sekitar 50—60 ekor. Habitat lain dengan populasi lebih rendah [kurang dari 10 ekor] berada di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam. Populasi satwa yang termasuk kategori hewan purba tersebut kini terancam punah karena tindakan para kolektor cula [tanduk] badak, namun wisatawan masih dapat menyaksikan wujud dan kehidupan mereka di sini. Di kawasan ini, terdapat beberapa satwa liar dan langka lainnya, seperti rusa, mancak, banteng Jawa (bos javanicus), primata [monyet dan simpanse], babi hutan, rase lemur, lutung (presbytis cristata), gibon Jawa (hylobates moloch), anjing hutan (coun alpinus), kucing batu (felis bengalensis), harimau (panthera trigis), suruli (presbity aygula), dan 270 jenis burung.</p>
<p>Kekayaan lainnya berupa biota laut, salah satunya ialah keindahan terumbu karang yang menjadi sumber makanan dan tempat berlindungnya ribuan jenis ikan laut. Karenanya, konservasi terhadap terumbu karang menjadi perhatian besar pengelola taman nasional. Pesan yang ingin disampaikan oleh pengelola pada wisatawan ialah rusaknya terumbu karang berarti juga ancaman bagi ekosistem ribuan ikan yang ada di zona laut di kawasan taman nasional ini.</p>
<p>Jadi Anda yang berada di daerah sekitar misalnya Jakarta, Lampung, Bandung, dll bisa mengunjungi tempat wisata ini baik menggunakan mobil pribadi maupun menggunakan rental <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Automotive_Vehicle/Rental_Hire/?PostID=231216">mobil Lampung</a>, <a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Automotive_Vehicle/Rental_Hire/?PostID=230845">car rental Bandung</a>, dll. Jadi banyak transportasi menuju ke tempat ini.</p>
<p>http://snmptn.or.id</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gempa lagi (Ujung Kulon 16/10/2009)]]></title>
<link>http://desaputra97.wordpress.com/2009/10/19/gempa-lagi-ujung-kulon-16102009/</link>
<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 09:09:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>desaputra97</dc:creator>
<guid>http://desaputra97.wordpress.com/2009/10/19/gempa-lagi-ujung-kulon-16102009/</guid>
<description><![CDATA[Hari ini Jumat 16 Oktober 2009, sekitar pukul 5 sore, posisiku sedang di DEPPERIN lantai 20, mendamp]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Hari ini Jumat 16 Oktober 2009, sekitar pukul 5 sore, posisiku sedang di DEPPERIN lantai 20, mendamp]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belum ada PREDIKSI GEMPA Pak Reg Roberts PhD – TANGGAL &amp; MAGNITUDE Sumatra dan Jawa 18 Oct - 2 Nov 2009]]></title>
<link>http://richocean.wordpress.com/2009/10/18/belum-ada-prediksi-gempa-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-tanggal-magnitude-sumatra-dan-jawa-18-oct-2-nov-2009/</link>
<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 21:04:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>richocean</dc:creator>
<guid>http://richocean.wordpress.com/2009/10/18/belum-ada-prediksi-gempa-pak-reg-roberts-phd-%e2%80%93-tanggal-magnitude-sumatra-dan-jawa-18-oct-2-nov-2009/</guid>
<description><![CDATA[Berdasarkan sumber Earthquake predictions, long term forecasts belum ada prediksi gempa Sumatra Jawa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Berdasarkan sumber <strong><strong><a title="Earthquake predictions, long term forecasts" href="http://www.nextearthquake.com/earthquakes_long_term_forecasts.htm" target="_blank">Earthquake predictions, long term forecasts</a></strong></strong> belum ada prediksi gempa Sumatra Jawa 18 Oct &#8211; 2 Nov 2009 dari Pak Reg Roberts PhD.</p>
<div id="attachment_3114" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-3114" title="belumpredikjawasumatra" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/10/belumpredikjawasumatra.jpg" alt="Sementara Belum ada prediksi gempa Jawa Sumatra" width="468" height="571" /><p class="wp-caption-text">Sementara belum ada prediksi gempa Jawa Sumatra</p></div>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[82% BENAR PREDIKSI Reg Roberts PhD - TANGGAL GEMPA Ujung Kulon 16 Oktober 2009]]></title>
<link>http://richocean.wordpress.com/2009/10/18/82-benar-prediksi-reg-roberts-phd-tanggal-gempa-ujung-kulon-16-oktober-2009/</link>
<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 18:57:39 +0000</pubDate>
<dc:creator>richocean</dc:creator>
<guid>http://richocean.wordpress.com/2009/10/18/82-benar-prediksi-reg-roberts-phd-tanggal-gempa-ujung-kulon-16-oktober-2009/</guid>
<description><![CDATA[Dalam Angka Gempa 08102009 &#8211; 14102009 Prediksi Mentawai/ Pariaman/ Padang/ Bengkulu/ Jambi/ Su]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>Dalam <strong><a href="../2009/10/06/angka-gempa-08102009-14102009-prediksi-mentawai-pariaman-padang-bengkulu-jambi-sumatra-selatan/">Angka Gempa 08102009 &#8211; 14102009 Prediksi Mentawai/ Pariaman/ Padang/ Bengkulu/ Jambi/ Sumatra Selatan</a> berdasarkan sumber </strong><strong><strong><a title="Earthquake predictions, long term forecasts" href="http://www.nextearthquake.com/earthquakes_long_term_forecasts.htm" target="_blank">Earthquake predictions, long term forecasts</a></strong></strong> dinyatakan <span style="color:#ff0000;"><strong>82% prediksi benar</strong></span>. Prediksi dibuat tanggal 4 Oktober 2009 dan gempa terjadi tanggal 16 Oktober dalam rentang waktu dan tempat prediksi gempa.</p>
<p>Dalam <strong><a href="../2009/10/09/2009/10/06/angka-gempa-11102009-17102009-prediksi-sumatra-selatan-selat-sunda-jawa-barat/">Angka Gempa 11102009 – 17102009 Prediksi Sumatra Selatan/ Selat Sunda/ Jawa Barat</a></strong> berdasarkan sumber <strong><strong><a title="Earthquake predictions, long term forecasts" href="http://www.nextearthquake.com/earthquakes_long_term_forecasts.htm" target="_blank">Earthquake predictions, long term forecasts</a></strong></strong> dinyatakan <span style="color:#ff0000;"><strong>74% prediksi benar</strong></span>. Prediksi dibuat tanggal 6 Oktober 2009 dan gempa terjadi tanggal 16 Oktober dalam rentang waktu dan tempat prediksi gempa.</p>
<div id="attachment_3097" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-3097" title="sunda" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/10/sunda.jpg" alt="Prediksi Gempa Sunda Ujung Kulon Benar" width="468" height="486" /><p class="wp-caption-text">Benar Gempa Sunda Ujung Kulon Berhasil Diprediksi</p></div>
<p><span style="color:#ff00ff;"><strong>Sumber di atas adalah salah satu contoh bukti nyata bahwa prediksi lokasi dan tanggal gempa dapat dicoba untuk dicari.</strong></span></p>
<p>Prediksi 6 gempa terakhir yang terbukti benar.</p>
<div id="attachment_3099" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-3099" title="prediksibenar2" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/10/prediksibenar2.jpg" alt="Prediksi benar 6 gempa terbaru" width="468" height="924" /><p class="wp-caption-text">Prediksi benar 6 gempa terbaru</p></div>
<p>Tulisan terkait tentang gempa Sunda Ujung Kulon dapat dibaca di :</p>
<ul>
<li><a title="PREDIKSI TANGGAL GEMPA SUNDA UJUNG KULON BENAR 82% : Angka Gempa 08102009 – 14102009 Prediksi Mentawai/ Pariaman/ Padang/ Bengkulu/ Jambi/ Sumatra Selatan" rel="bookmark" href="../2009/10/06/angka-gempa-08102009-14102009-prediksi-mentawai-pariaman-padang-bengkulu-jambi-sumatra-selatan/">PREDIKSI TANGGAL GEMPA SUNDA UJUNG KULON BENAR 82% : Angka Gempa 08102009 – 14102009 Prediksi Mentawai/ Pariaman/ Padang/ Bengkulu/ Jambi/ Sumatra Selatan</a></li>
<li><a title="PREDIKSI TANGGAL GEMPA TASIKMALAYA BENAR 94% : Angka Gempa 11102009 – 17102009 Prediksi Sumatra Selatan/ Selat Sunda/ Jawa Barat" rel="bookmark" href="../2009/10/06/angka-gempa-11102009-17102009-prediksi-sumatra-selatan-selat-sunda-jawa-barat/">PREDIKSI TANGGAL GEMPA TASIKMALAYA BENAR 94% : Angka Gempa 11102009 – 17102009 Prediksi Sumatra Selatan/ Selat Sunda/ Jawa Barat</a></li>
<li><a href="../2009/10/09/prediksi-tanggal-gempa-tasikmalaya-09102009-94-benar/">Prediksi Tanggal Gempa Tasikmalaya 09102009 94% BENAR</a></li>
<li><a title="Macam2 Tentang Gempa Indonesia" href="http://richocean.wordpress.com/category/satelit/" target="_blank">Macam2 Tentang Gempa Indonesia</a></li>
</ul>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[31x Gempa Guncang Sunda - Gempa Ujung Kulon 16 Oct 2009]]></title>
<link>http://richocean.wordpress.com/2009/10/17/gempa-sunda-ujung-kulon-16-oct-2009/</link>
<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 03:13:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>richocean</dc:creator>
<guid>http://richocean.wordpress.com/2009/10/17/gempa-sunda-ujung-kulon-16-oct-2009/</guid>
<description><![CDATA[Gempa Selat Sunda, Ujung Kulon, Banten 6.4SR 16 Oktober 2009 16:52:50 PM memiliki episentrum 6.79°S,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span style="color:#000000;"><strong><span style="color:#ff0000;">Gempa Selat Sunda, Ujung Kulon, Banten 6.4SR 16 Oktober 2009 16:52:50 PM memiliki episentrum  <img style="cursor:pointer;padding:0 3px 0 0;" title="Tunjukkan letak di peta interaktif" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9a/Erioll_world.svg/18px-Erioll_world.svg.png" alt="" />6.79°S, 105.11°E, 42 km Barat Laut Ujung Kulon Jawa Barat,  sedalam 10 km, dirasakan (MMI) </span></strong></span><span style="color:#ff0000;"><strong>III-IV	Jakarta, IV-V	Ujung Kulon, III-IV	Sukabumi, III-IV	Banten, III-IV	Cisarua, II-III	Depok, III-IV	Bandar Lampung<strong>.</strong></strong></span></p>
<div id="attachment_3039" class="wp-caption alignleft" style="width: 478px"><img class="size-full wp-image-3039" title="ujungkulon" src="http://richocean.wordpress.com/files/2009/10/ujungkulon.jpg" alt="Gempa Ujung Kulon Sunda dan getarannya" width="468" height="502" /><p class="wp-caption-text">Gempa Ujung Kulon Sunda dan getarannya</p></div>
<p>.</p>
<table border="1" cellspacing="1" cellpadding="0" width="72%">
<tbody>
<tr>
<td width="7%">
<p align="center"><strong>No</strong><strong> </strong></p>
</td>
<td width="52%">
<p align="center"><strong>Tanggal</strong><strong> </strong></p>
</td>
<td width="13%">
<p align="center"><strong>Mag</strong><strong> </strong></p>
</td>
<td width="25%">
<p align="center"><strong>Kedlm</strong><strong> </strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">1</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">October 16, 2009 09:52:52 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 6.1</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">50.60 km</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">2</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">June 24, 2009 19:09:23 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 4.6</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">34.90 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">3</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">June 24, 2009 16:00:30 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 4.8</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">17.40 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">4</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">August 10, 2007 13:17:57 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 5.0</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">51.80 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">5</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">May 16, 2007 23:37:42 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 5.0</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">16.10 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">6</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">July 19, 2006 10:57:36 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 6.1</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">45.00 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">7</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">January 15, 2005 13:47:05 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 6.0</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">58.70 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">9</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">January 15, 2002 07:12:58 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 6.1</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">10.00 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">10</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">November 17, 2000 06:09:21 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 5.3</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">29.40 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">11</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">May 24, 1998 02:32:53 UTC</p>
<p align="center">
</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 5.6</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">52.90 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">12</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">March 17, 1997 08:05:48 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 6.4</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">33.00 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">13</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">October 07, 1992 10:00:18 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 5.2</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">40.00 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">14</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">April 06, 1990 05:47:43 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 5.5</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">33.00 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">15</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">August 02, 1990 15:03:27 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 5.4</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">47.60 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">16</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">October 20, 1986 23:53:10 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 4.8</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">61.80 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">17</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">March 22, 1985 14:42:58 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 5.7</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">69.70 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">18</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">March 15, 1984 03:22:18 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 5.5</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">67.50 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">19</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">December 20, 1978 13:02:30 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 5.4</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">51.00 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">20</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">November 09, 1974 19:10:55 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 6.1</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">51.00 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">21</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">May 02, 1974 13:08:31 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 5.3</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">88.00 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">22</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">August 06, 1972 11:12:23 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 5.6</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">65.00 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">23</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">June 15, 1972 11:52:03 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 5.6</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">88.00 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">24</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">May 4, 1971 02:04:32 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 6.1</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">69.00 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">25</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">November 07, 1969 04:30:58 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 5.</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">52.00 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">26</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">October 02, 1967 17:24:13 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 5.5</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">33.00 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">27</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">August 30, 1965 18:09:45 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 6.1</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">81.00 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">28</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">May 19, 1965 06:03:58 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 6.3</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">74.00 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">29</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">July 03, 1964 01:23:02 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 5.3</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">57.00 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">30</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">December 16, 1963 16:06:35 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 6.0</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">46.00 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td width="7%" valign="top">
<p align="center">31</p>
</td>
<td width="52%" valign="top">December 16, 1963 04:16:43 UTC</td>
<td width="13%" valign="top">
<p align="center">M 5.8</p>
<p align="center">
</td>
<td width="25%" valign="top">
<p align="center">63.00 km</p>
<p align="center">
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gempa itu Wajar]]></title>
<link>http://riankurus.wordpress.com/2009/10/16/gempa/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 23:34:06 +0000</pubDate>
<dc:creator>riankurus</dc:creator>
<guid>http://riankurus.wordpress.com/2009/10/16/gempa/</guid>
<description><![CDATA[Malam tadi saya mengantar sang kekasih utk tidur di rumah Pakde-nya. Setelah nyampe, ternyata diruma]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><img class="alignleft" src="http://www.tmore-online.com/tmore/upload/ilmu_profesi/pic_gempa_1.jpg" alt="" width="262" height="183" />Malam tadi saya mengantar sang kekasih utk tidur di rumah Pakde-nya. Setelah nyampe, ternyata dirumah Pakde telah berkumpul keluarga2 dari Jakarta. Rumah yg cukup asri penuh dengan suara2 tawa orang dewasa dan tingkah laku yg usil dari anak2.</p>
<p>Kami disambut hangat oleh mereka, dipersilahkan duduk dan di beri pilihan minuman yg ingin di hindangkan. Dingin, manis, hangat ato apa ? sang kekasih menawarkan utk membuat minuman sebagai pelengkap obrolan kali ini. Saya mencoba utk berbaur dengan omongan yg mengundang tawa. Tidak jelas tapi saya ikut tertawa.</p>
<p>Sepuluh menit memperhatikan, Pakde dari Jakarta angkat bicara soal gempa. Pakde menjelaskan bahwa, gempa yg diurut dari Aceh, Sumatra, Jawa tengah, Ujung kulon. Semua itu memang kiamat kecil yg diberikan sang pencipta. Kenapa Aceh yg dijuluki “serambi mekah” terkena kiamat kecil yg menghilangkan jutaan nyawa manusia dan binatang ? Pakde meneruskan topic gempa dengan memperjelas apa yg terjadi di kota tersebut.</p>
<p>Aceh memang kota yg terkenal dengan penduduk muslim yg tidak sedikit. Nuansa Islam yg kental tergambar sejak dulu. Tapi kenapa mesti di goncang oleh sang pencipta ? jawabannya adalah masih banyak maksiat disana. Masih banyak produksi ganja dan segala bentuk dosa lainnya. Konon pantai yg tersapu pertama kali oleh bencana Tsunami adalah pantai yg digunakan oleh pasangan2 muda utk berbuat mesum. Bahkan hampir mirip dengan kuta bali, yg sudah seperti pantai2 daerah eropa. Saya sih tidak masalah dengan itu, karena dosa yg nanggung dari masing2 umat. Tapi apa dampaknya ! orang2 tidak bersalah pun terkena juga. Ribuan bahkan jutaan nyawa tersapu oleh Tsunami yg dahsyat. Selain itu, konon katanya orang2 penduduk asli tidak serajin pendatang. Saya belum pernah mengijak Aceh, dan saya pun tak pernah tau banyak tentang apa yg terjadi di dalam Aceh, tapi saya kaget dengan pernyataan Pakde.<br />
<!--more--><br />
Kota yg lain di bahas Pakde adalah Sumatra yg terjadi baru2 ini. Daerah yg di goncang oleh sang pencipta lewat bencana yg dinamakan gempa. Tidak sedikit manusia yg harus tertimpa reruntuhan, tidak sedikit orang yg terkubur hidup2 dalam tanah. Nama besar Allah SWT selalu di sebutkan saat gempa, terdengar dari video amatir yg ditayangkan oleh station TV swasta. Pernyataan ini bukan karena warga sana tidak sadar akan keberadaannya. Pakde menjelaskan, bahwa warga Sumatra masih banyak menggunakan adat yg bertentangan dengan Islam. Bahkan kata Pakde, di Sumatra juga banyak terdapat “aliran” baru yg menganggap dirinya nabi. Mungkin yg kita dengar di berita2 koran maupun televise hanya segelintir orang saja. Ternyata di Sumatra lebih banyak yg lepas dari perkiraan saya.</p>
<p>Berikutnya adalah Jawa tengah. Kenapa ? kali ini perkiraanku benar, tenyata Jawa Tengah hampir sama seperti Sumatra. Menomorsatukan adat istiadat ketimbang Agama. Dari dulu memang saya sedih kenapa sebagian orang hidup tidak didasar Al-quran, tapi lebih didasari oleh adat2 yg diberikan oleh leluhur. Belum tentu adat tersebut mengandung makna Ilahi yg dashyat. Saya bukan termasuk individu yg hidup belum sepenuhnya berdasarkan Al-quran, tapi sedikit belajar tentang apa yg mesti dilakukan. Berhala, ratu pantai selatan, persembahan. Semuanya itu saya tidak setuju, tanpa disadari kita telah melakukan dosa yg sangat di benci, dosa yg sangat di peringatkan oleh alim ulama, yaitu Syirik ! dosa yg tak terasa, dosa yg berat namun ringan menjalankannya. Praktek2 dukun, pesugihan yg tersedia disana. Persaingan utk mendapatkan apa yg paling enak didunia terlampau banyak disana. Apakah kita sadar, bahwa hal2 itu telah mengandung syirik !</p>
<p>Saya pun tersadar dan terbuka sedikit wawasan, memandang gempa dari sudut kiamat kecil. Memang dalam hati selalu bertanya-tanya, kenapa mesti Aceh, kenapa mesti Jawa, kenapa mesti Sumatra. Ternyata ujian kita sebagai Negara penganut Islam terbesar dunia sangat di perhatikan oleh sang pencipta. Semoga atas semua kejadian ini kita semua tersadar bahwa, menjalankan hidup bukan hanya sekedar mencari harta dan tahta. Keseimbangan dunia akhirat yg memang mesti dijalani, susah-susah gampang. Saya pun mengakui itu, ilmu Ikhlas yg sangat saya pelajari sangat sulit utk dijalani. Yuk mari kita Tanya dalam hati kecil kita sendiri. Dalam kekhusyukan, dalam ketulusan. Panjatkan doa dan meminta ampun kepadaNya. Semoga apa yg diberikan di kemudian hari utk anak cucu kita bisa menjadi yg terbaik utk semua.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[gempa (again) di Ujung Kulon]]></title>
<link>http://ratihkusuma.wordpress.com/2009/10/16/gempa-again-di-ujung-kulon/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 23:23:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ratih Kusuma</dc:creator>
<guid>http://ratihkusuma.wordpress.com/2009/10/16/gempa-again-di-ujung-kulon/</guid>
<description><![CDATA[lagi-lagi Indonesia dilanda bencana, gempa bumi, again gempa bumi. belum hilang trauma masyarakat de]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>lagi-lagi Indonesia dilanda bencana, gempa bumi, again gempa bumi. belum hilang trauma masyarakat dengan gempa yang terjadi di Padang. beberapa waktu lalu juga di Jakarta yang berpusat di Tasikmalaya. kali ini adalah gempa bumi yang berpusat di Ujung Kulon, kekuatan gempa tersebut adalah  6,4 skala Richter dan terjadi pukul 16.52 WIB. beberapa bangunan ada yang rusak, seperti sekolah, panti asuhan.</p>
<p>di Jakarta juga waktu itu berasa banget, hanya sajatidak separah waktu <a href="http://ratihkusuma.wordpress.com/2009/09/02/gempa-jakarta/" target="_blank">gempa yang berpusat di Tasikmalaya</a>. namun, aku pribadi tidak merasakan adanya gempa tersebut. mungkin karena aku lagi di jalanan naik motor jadi gak berasa yaa <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>aku jadi berpikir, kenapa ya selalu Indonesia yang dilanda gempa berturut-turut? apa mesti nih bangunan-bangunan yang ada di Indonesia dibuat seperti di Jepang yang anti gempa gitu? ehmm.. dulu juga aku pernah denger, katanya kalau sudah mau mendekati kiamat Indonesia akan tenggelam seluruhnya kecuali Kalimantan. apa mungkin itu akan disebabkan gempa bumi juga?? soalnya aku lihat di berita, memang ternyata hanya Kalimantan yang di prediksi tidak kena gempa.</p>
<p>ya tapi semua kehendak yang Diatas. manusia cuma bisa berusaha dan berdoa, tapi tetap Allah yang menentukan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gempa Ujung Kulon Buat Bandung Panik]]></title>
<link>http://manismanja.wordpress.com/2009/10/16/gempa-ujung-kulon-buat-bandung-panik/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 18:46:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>yudalesmana</dc:creator>
<guid>http://manismanja.wordpress.com/2009/10/16/gempa-ujung-kulon-buat-bandung-panik/</guid>
<description><![CDATA[BANDUNG, (PRLM).- Gempa berkekuatan 6,4 SR yang berpusat di Ujungkulon nyatanya dirasakan juga hingg]]></description>
<content:encoded><![CDATA[BANDUNG, (PRLM).- Gempa berkekuatan 6,4 SR yang berpusat di Ujungkulon nyatanya dirasakan juga hingg]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Ujung Kulon, Korban Gempa Tasik Teringat Gempa Tasik]]></title>
<link>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/17/ujung-kulon-korban-gempa-tasik-teringat-gempa-tasik/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 18:17:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>citromduro</dc:creator>
<guid>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/17/ujung-kulon-korban-gempa-tasik-teringat-gempa-tasik/</guid>
<description><![CDATA[Garut &#8211; Gempa berkekuatan 6,4 skala Richter yang berpusat di Ujung Kulon membuat panik korban ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Garut &#8211; Gempa berkekuatan 6,4 skala Richter yang berpusat di Ujung Kulon membuat panik korban gempa Tasikmalaya di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Mereka berhamburan keluar dari tenda yang dibangun di depan rumahnya masing-masing. Ketegangan pun kembali dirasakan warga. »Kami pada lari ke luar karena dinding dan kaca rumah bergetar. Sekarang kami jadi lebih sensitive kalau ada getaran langsung lari ke luar,” ujar Kepala Desa Cikelet, Usu Sopandi saat dihubungi melalui telpon selulernya.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurutnya, selama satu jam lebih warga bergerombol di tempat terbuka. Mereka takut terjadi gempa susulan yang lebih besar. Apalagi goncangan gempa pada 2 Spetember lalu masih menyisakan trauma bagi warga, disamping itu juga menghancurkan bangunan rumah.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more-->Namun setelah semua bangunan diperiksa tidak ada kerusakan, sebagian warga kembali ke rumahnya masing-masing. Sedangkan yang lainnya kembali ke tenda. »Warga yang sudah kembali ke rumah tidak mau berlama-lama di tenda, karena suka banjir. Apalagi cuaca sekarang sudah mendung,” ujarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Goyangan gempa yang berlangsung sekitar 10 detik pun dirasakan warga lainya di pusat kota Garut. Namun tidak membuat panik. »Gempanya tidak sebesar 2 September lalu, namun cukup pusing juga saat saya merasakanya.,” ujar Oom Romlah warga Kampung Cakrabuana, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut petugas Pengamatan Gunung Api Guntur Garut, Toto, goncangan gempa terdetiksi juga di wilayahnya. Namun kekeuatannya tidak terlalu besar. Besar goyangan yang dirasakan sekitar 2 Skala Richter. »Disini kecil, mungkin banyak orang yang tidak akan merasakannya dan tidak berpotensi menimbulkan kerusakan,” ujarnya saat dihubungi melalui telpon.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[PASPAMPRES Panik Karena Gempa]]></title>
<link>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/17/paspampres-panik-karena-gempa/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 17:44:16 +0000</pubDate>
<dc:creator>citromduro</dc:creator>
<guid>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/17/paspampres-panik-karena-gempa/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Gempa 6,4 SR yang berpusat di Ujungkulon terasa getarannya di Istana Presiden. Gonca]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><strong>Jakarta</strong> &#8211; Gempa 6,4 SR yang berpusat di Ujungkulon terasa getarannya di Istana Presiden. Goncangan gempa membuat pegawai Istana, Sekretariat Negara, dan Paspampres yang bertugas di Istana berlarian berkumpul di lapangan parkir.</p>
<p style="text-align:justify;">Pantauan detikcom di Istana, pada saat terjadi gempa, Jumat (16/10/2009), sejumlah pegawai bersiap untuk pulang. Saat gempa mengguncang mereka kontan lari ke lapangan parkir.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Eh..gempa&#8230;gempa..,&#8221; teriak sejumlah pegawai Istana sambil berlarian.</p>
<p style="text-align:justify;"><!--more-->Wartawan yang berada di pressroom pun tidak ketinggalan berhamburan ke luar ruangan dan berkumpul di lapangan terbuka.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat gempa, lampu-lampu di Istana tampak berayun-ayun. Kaca-kaca juga bergetar.</p>
<p style="text-align:justify;">Jurubicara Presiden Andi Mallaranggeng yang kebetulan sedang berjalan ke luar Istana tidak terlalu merasakan goyangan gempa. &#8220;Mungkin karena lagi jalan saya tidak terlalu terasa,&#8221; ujarnya</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[USGS Catat Gempa Ujung Kulon 6,5 SR Berkedalaman 55,6 Km]]></title>
<link>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/17/usgs-catat-gempa-ujung-kulon-65-sr-berkedalaman-556-km/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 17:39:27 +0000</pubDate>
<dc:creator>citromduro</dc:creator>
<guid>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/17/usgs-catat-gempa-ujung-kulon-65-sr-berkedalaman-556-km/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta &#8211; US Geological Survey (USGS) mencatat gempa yang berpusat di Ujung Kulon, Pandeglang,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Jakarta</strong> &#8211; US Geological Survey (USGS) mencatat gempa yang berpusat di Ujung Kulon, Pandeglang, Banten, berkekuatan 6,5 SR. Pusat gempa sedalam 55,6 km.</p>
<p>Gempa ini tercatat pada pukul 04:52:52 WIB, Kamis (16/10/2009). Gemnpa ini berpusat di 137 km selatan Teluk Betung, 187 km barat dari Sukabumi,  dan 186 km barat daya Jakarta.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pegawai DPR/MPR Balik Ruangan Setelah Berhamburan Keluar]]></title>
<link>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/17/pegawai-dprmpr-balik-ruangan-setelah-berhamburan-keluar/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 17:34:04 +0000</pubDate>
<dc:creator>citromduro</dc:creator>
<guid>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/17/pegawai-dprmpr-balik-ruangan-setelah-berhamburan-keluar/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Gempa yang dirasakan beberapa detik di Jakarta cukup membuat orang panik dan ketakut]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><strong>Jakarta</strong> &#8211; Gempa yang dirasakan beberapa detik di Jakarta cukup membuat orang panik dan ketakutan. Tidak terkecuali di DPR. Namun setelah gempa usai, para pegawai sudah kembali ke ruangan dan sebagian langsung pulang.</p>
<p style="text-align:justify;">Pantauan detikcom, sebagian pegawai masih terlihat bergerombol di depan Gedung Nusantara III. Hal ini disebabkan mereka masih khawatir dan takut akan terjadi gempa susulan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Saya nunggu saja dulu mas. Sampai nanti benar-menar yakin. Barang saya masih di atas,&#8221; kata Andri kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/10/2009).</p>
<p style="text-align:justify;">Pantauan detikcom, meski ketua DPR Marzuki Alie masih berada di ruangannya di lantai 3, dia dan para ajudannya tampak tidak ikut berhamburan ke bawah. Semantara, pimpinan MPR berada di lantai 9 sudah meninggalkan ruangannya untuk pulang.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Anggota Dewan Emosi Karena Panik]]></title>
<link>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/17/anggota-dewan-emosi-karena-panik/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 17:30:24 +0000</pubDate>
<dc:creator>citromduro</dc:creator>
<guid>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/17/anggota-dewan-emosi-karena-panik/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Gempa 6,4 SR yang berpusat di Ujung Kulon dan menggoyang Jakarta membuat ratusan ang]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><strong>Jakarta</strong> &#8211; Gempa 6,4 SR yang berpusat di Ujung Kulon dan menggoyang Jakarta membuat ratusan anggota DPR panik. Para wakil rakyat yang tengah berada di Gedung Nusantara 3 yang memiliki 9 lantai pun berebut berlarian turun dan keluar.</p>
<p>Namun ternyata pintu di tangga darurat di lantai dasar terkunci. &#8220;Hoi buka! Buka!&#8221; teriak mereka dari dalam seraya menggedor-gedor pintu, Jumat (16/10/2009).</p>
<p>Butuh sekitar 10 menit sebelum akhirnya petugas membukakan pintu tersebut. Setelah pintu dibuka, para anggota dewan baru itupun tak mampu menahan emosi.</p>
<p><!--more-->Beberapa orang di antara mereka sempat hendak menjotos petugas yang membukakan pintu. &#8220;Pintu darurat kok dikunci sih,&#8221; sergah salah seorang dari mereka dengan emosional.</p>
<p>Untunglah para anggota dewan yang emosi itu ditahan oleh teman-teman mereka. Petugas pengamanan dalam DPR pun akhirnya luput dari ancaman kekerasan para anggota dewan yang dilanda kepanikan.</p>
<p>Kondisi di Gedung DPR dipenuhi kepanikan. Para anggota dewan yang baru turun dari lantai 9 tampak sibuk menelepon keluarga mereka. Beberapa orang yang tidak sempat lari turun tampak masih di atas dan melongok-longokkan kepalanya. Teman-teman mereka yang sudah di bawah berteriak-teriak menyuruh mereka turun. <strong> </strong></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Pandeglang Getaran Lemah, Kuat di Cilegon]]></title>
<link>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/17/pandeglang-getaran-lemah-kuat-di-cilegon/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 17:24:22 +0000</pubDate>
<dc:creator>citromduro</dc:creator>
<guid>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/17/pandeglang-getaran-lemah-kuat-di-cilegon/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Getaran gempa 6,4 SR dirasakan di semua kabupaten di Provinsi Banten. Di Pandeglang,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><strong>Jakarta</strong> &#8211; Getaran gempa 6,4 SR dirasakan di semua kabupaten di Provinsi Banten. Di Pandeglang, getaran dirasakan tidak terlalu kuat. Sedangkan di Cilegon, getaran gempa dirasakan sangat kuat.</p>
<p>&#8220;Getaran sangat kuat,&#8221; kata Fadian, warga Cilegon kepada <strong>detikcom</strong>, Jumat (16/10/2009).</p>
<p>Sementara itu Dede, warga Pandeglang juga merasakan getaran gempa. &#8220;Tapi di sini, getaran terasa, tapi tidak terlalu kuat,&#8221; ujar Dede yang tinggal di Jalan Ahmad Yani, Pandeglang.</p>
<p>Menurut Dede, jika dari getaran gempa yang dirasakan, maka kemungkinan besar tidak ada kerusakan bangunan di Pandeglang. Padahal, Pandeglang, cukup dekat dengan Ujung Kulon. Perjalanan Pandeglang ke Ujung Kulon bisa ditempuh sekitar 4 jam.</p>
<p>Dari situs USGS, getaran gempa ini dirasakan sangat kuat di Teluk Betung, Sumatera. Teluk Betung sekitar 135 KM dari pusat gempa. Gempa juga dirasakan di Jakarta (185 km dari pusat gempa), Sukabumi (185 KM dari pusat gempa), dan Bandung (270 KM dari pusat gempa).</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gempa Ujung Kulon Tidak Kaitan dengan Gempat Tasik dan Sumbar]]></title>
<link>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/17/gempa-ujung-kulon-tidak-kaitan-dengan-gempat-tasik-dan-sumbar/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 17:21:28 +0000</pubDate>
<dc:creator>citromduro</dc:creator>
<guid>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/17/gempa-ujung-kulon-tidak-kaitan-dengan-gempat-tasik-dan-sumbar/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Gempa 6,4 skala richter (SR) dirasakan warga Jakarta. Gempa yang berpusat di 42 Km b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><strong>Jakarta</strong> &#8211; Gempa 6,4 skala richter (SR) dirasakan warga Jakarta. Gempa yang berpusat di 42 Km barat laut Ujung Kulon dengan kedalaman 10 km ini dipastikan tidak berkaitan dengan gempa Tasikmalaya (Tasik) lalu dan gempa Sumatera Barat.</p>
<p>&#8220;Ini bukan susulan yang dahulu, ini gempa yang tersendiri. Posisinya jauh dengan Tasikmalaya, juga tidak berkaitan dengan Gempa Sumbar,&#8221; jelas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Jaya Murjaya melalui telepon, Jumat (16/10/2009).</p>
<p>Kawasan Ujung Kulon merupakan wilayah gempa. &#8220;Ini di selatan Jawa, tumbukan lempeng Indoaustralia dan Indoeurasia,&#8221; terangnya.</p>
<p>&#8220;Gempa awalnya dipicu gerakan lempeng, jadi tidak pas di pertemuan lempeng,&#8221; tutupnya</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gempa Ujung Kulong Juga Terasa di Lampung]]></title>
<link>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/17/gempa-ujung-kulong-juga-terasa-di-lampung/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 17:17:11 +0000</pubDate>
<dc:creator>citromduro</dc:creator>
<guid>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/17/gempa-ujung-kulong-juga-terasa-di-lampung/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Getaran gempa 6,4 SR terasa kuat di Bandar Lampung. Durasi gempa memang tidak lama, ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><strong>Jakarta</strong> &#8211; 	Getaran gempa 6,4 SR terasa kuat di Bandar Lampung. Durasi gempa memang tidak lama, namun sempat membuat kepala pusing.</p>
<p>&#8220;Goncangan terasa kuat, saya hitung hanya 5 detik. Tapi membuat pusing. Saya lihat gelas yang ada di meja bergetar kuat,&#8221; ujar David, seorang warga Bandar Lampung, kepada detikcom, Jumat (16/10/2009).</p>
<p>Saat gempa, David berada di Kantor Wilayah Depkum dan HAM, Jl Wolter Monginsidi, Bandar Lampung. Namun, dikatakan dia tidak ada kepanikan akibat gempa.</p>
<p><!--more-->&#8220;Saya di lantai dasar tapi getaran terasa kuat. Orang-orang sekitar tidak panik karena sebagian sedang beraktivitas sehingga tidak berasa. Tapi kalau sedang diam di meja pasti terasa,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dari situs USGS, getaran gempa ini dirasakan sangat kuat di Teluk Betung, Sumatera. Teluk Betung sekitar 125 KM dari pusat gempa. Gempa juga dirasakan di Jakarta (185 km dari pusat gempa), Sukabumi (185 KM dari pusat gempa), dan Bandung (270 KM dari pusat gempa).</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Para Pengunjung Bioskop Berhamburan Keluar]]></title>
<link>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/17/para-pengunjung-bioskop-berhamburan-keluar/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 17:08:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>citromduro</dc:creator>
<guid>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/17/para-pengunjung-bioskop-berhamburan-keluar/</guid>
<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Gempa 6,4 SR yang kembali dirasakan di Jakarta mengundang kepanikan sejumlah pengunj]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;"><strong>Jakarta</strong> &#8211; Gempa 6,4 SR yang kembali dirasakan di Jakarta mengundang kepanikan sejumlah pengunjung mal. Puluhan pengunjung bioskop di Mal Kelapa Gading berhamburan keluar gedung saat gempa terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tadi pada keluar dari gedung bioskop,&#8221; kata pengunjung Mal, Rosnani Abidin kepada detikcom, Jum&#8217;at (15/10/2009).</p>
<p style="text-align:justify;">Wanita yang akrab disapa Nani ini menuturkan, saat itu dirinya tengah menunggu temannya di Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dirinya yang berdiri tepat di depan gedung bioskop melihat puluhan pengunjung berlari keluar gedung dengan panik.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Aku sih bengang-bengong saja,&#8221; ujar Nani.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengunjung, kata Nani berlari menuju eskalator yang terletak di lantai 2 mal tersebut. Tak menyadari ada gempa, Nani hanya berdiri memandangi pengunjung yang berupaya menuruni eskalator.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Aku santai santai saja karena nggak ngerti kalau ada gempa,&#8221; tambahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Nani baru menyadari adanya gempa setelah pengunjung ribut berteriak gempa. &#8220;Ada gempa&#8230;ada gempa, kata orang-orang,&#8221; tukas Nani.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gempa Ujung Kulon disebabkan Pergeseran Lempeng Indo-Australia dan Euroasia]]></title>
<link>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/16/gempa-ujung-kulon-disebabkan-pergeseran-lempeng-indo-australia-dan-euroasia/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 16:31:34 +0000</pubDate>
<dc:creator>citromduro</dc:creator>
<guid>http://citromduro.wordpress.com/2009/10/16/gempa-ujung-kulon-disebabkan-pergeseran-lempeng-indo-australia-dan-euroasia/</guid>
<description><![CDATA[Serang: Badan Meteorologi dan Geofisika Banten melansir, gempa tektonik 6,4 skala Richter pada Jumat]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Serang: Badan Meteorologi dan Geofisika Banten melansir, gempa tektonik 6,4 skala Richter pada Jumat (16/10) pukul 16.52 WIB, terjadi akibat pergeseran lempengan Indo-Australia dengan Euroasia. BMG mencatat gempa tektonik terjadi di kedalaman 10 kilometer dan berjarak 42 km dari Ujung Kulon, Banten. Getaran terasa hingga ke Jakarta. Getaran kecil juga terjadi di Serang dan Cilegon, Banten. Namun di dua daerah ini dilaporkan tidak ada kepanikan warga [baca: Gempa 6,4 SR Kembali Goyang Jakarta].</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut petugas BMG di Serang, kerusakan terjadi di Kabupaten Pandeglang dan Ujung Kulon, Banten. Berdasarkan laporan yang masuk, sejumlah rumah di Kecamatan Sumur, Pandeglang, retak-retak. Di wilayah Ujung Kulon, tepatnya di Desa Sumur, sejumlah rumah juga mengalami keretakan akibat getaran gempa yang tak berpotensi tsunami itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun sejauh ini belum diketahui jumlah kerusakan rumah penduduk dan warga yang terluka. Warga Serang sendiri hingga petang tadi beraktivitas normal.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[info : Jakarta Gempa Berkekuatan 6,4 SR Berpusat di Ujung Kulon]]></title>
<link>http://asahannews.wordpress.com/2009/10/16/info-jakarta-gempa-berkekuatan-64-sr-berpusat-di-ujung-kulon/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 11:37:38 +0000</pubDate>
<dc:creator>syahrizal pulungan</dc:creator>
<guid>http://asahannews.wordpress.com/2009/10/16/info-jakarta-gempa-berkekuatan-64-sr-berpusat-di-ujung-kulon/</guid>
<description><![CDATA[asahan ( berita gempa jakarta ) - Gempa cukup kencang terjadi di Jakarta pukul 16.52 WIB. Hingga puk]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:left;"><img class="aligncenter" src="http://asahannews.com/wp-content/uploads/2009/10/gempa-usgs.jpg" alt="ujung kulon" />asahan ( berita gempa jakarta )<br />
- Gempa cukup kencang terjadi di Jakarta pukul 16.52 WIB. Hingga<br />
pukul 16.54 WIB gempa masih terasa.( 16 Oktober 2009 )<br />
- Gempa 6,4 SR yang berpusat di laut Ujung Kulon, Banten, dengan<br />
kedalaman 10 km tidak berpotensi tsunami.<br />
- Getaran gempa 6,4 SR yang berpusat di Ujung Kulon sangat terasa di<br />
Jakarta. Getaran gempa yang terasan beberapa kali itu membuat<br />
kepala pusing.<br />
- Goyangan gempa cukup kuat dirasakan para warga Jakarta. Tidak<br />
terkecuali mereka yang berkantor di kawasan Rasuna Said,<br />
Kuningan, Jakarta.<br />
- Gempa 6,4 SR yang berpusat di Ujung Kulon dan menggoyang Jakarta<br />
membuat ratusan anggota DPR panik. Para wakil rakyat yang tengah<br />
berada di Gedung Nusantara 3 yang memiliki 9 lantai pun berebut<br />
berlarian turun dan keluar.<br />
- Gempa 6,4 SR yang menggoncang Jakarta membuat pasien rumah<br />
sakit (RS) Hermina Depok, ketakutan. Sejumlah pasien dan<br />
keluarganya berlomba keluar dari ruang perawatan.</p>
<p style="text-align:left;">sumber : detiknews.com</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Gempa untuk sekian kalinya......Kiamatkah Dunia Kita ?!?!]]></title>
<link>http://etirto.wordpress.com/2009/10/16/gempa-untuk-sekian-kalinya-kiamatkah-dunia-kita/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 11:15:51 +0000</pubDate>
<dc:creator>etirto</dc:creator>
<guid>http://etirto.wordpress.com/2009/10/16/gempa-untuk-sekian-kalinya-kiamatkah-dunia-kita/</guid>
<description><![CDATA[Telah terjadi gempa yang terletak di 45 Km barat laut dari Ujung Kulon. Guncangan gempa selama 2 men]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Telah terjadi gempa yang terletak di 45 Km barat laut dari Ujung Kulon. Guncangan gempa selama 2 men]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kabar Gembira Buat Saudaraku Yang Terkena Musibah]]></title>
<link>http://farhansyaddad.wordpress.com/2009/10/16/kabar-gembira-buat-saudaraku-yang-terkena-musibah/</link>
<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 15:51:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>abifasya</dc:creator>
<guid>http://farhansyaddad.wordpress.com/2009/10/16/kabar-gembira-buat-saudaraku-yang-terkena-musibah/</guid>
<description><![CDATA[Musibah demi musibah terjadi menimpa bangsa ini, semuanya menyisakan duka yang sangat dalam. Mulai d]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p style="text-align:justify;">Musibah demi musibah terjadi menimpa bangsa ini, semuanya menyisakan duka yang sangat dalam. Mulai dari kejadian banjir besar yang orang-orang menyebutnya dengan nama <span style="color:#ff0000;"><strong>TSUNAMI</strong></span> yang terjadi pada akhir tahun 2004 sampai dengan kejadian gempa bumi di Padang dan Jambi di penghujung tahun 2009 ini, bahkan tadi sore pada pukul 16.52 terjadi lagi gempa di ujung kulon dengan kekuatan 6.4 sekala richter. Ternyata di balik semua musibah yang terjadi ada hikmah yang bisa dipetik di dalamnya, karena sesuai yang disabdakan Rasulullah Muhammad SAW bahwa <strong>selain orang yang gugur dalam perang di Jalan Allah </strong>masih ada lagi enam  orang mati yang dihukumi mati <strong>SYAHID </strong>berarti jumlah seluruhnya ada tujuh orang dengan orang <strong> yang gugur dalam perang di Jalan Allah </strong>. Maka jadikanlah tulisan ini sebagai kabar gembira buat semua keluarga yang ditinggalkan oleh orang-orang tercinta yang disebabkan karena TUJUH hal berikut ini :<!--more--></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>Orang yang Mati Karena Sakit Perut</strong></span> (tapi ketika sakit perut jangan sampai      tidak berusaha untuk berobat, jangan hanya karena ingin mati syahid, rasa      sakit itu dibiarkan tidak diobati)</li>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>Orang Yang mati tenggelam</strong></span>. Seperti terseret banjir, terseret tsunami, mati saat belajar      berenang, dan lain-lain.</li>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>Orang yang mati karena sakit pinggang</strong></span> (termasuk di dalamnya orang yang mati      karena sakit ginjal, encok, kencing batu, dan sebagainya)</li>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>Orang yang mati karena penyakit tha’un</strong></span> (yaitu penyakit menular yang menjadi      wabah, artinya menyerang pada suatu wilayah tertentu. Bila terjangkit      Tha’un, maka agama memerintahkan agar dilokalisir dan penduduk yang ada di      daerah wabah tidak boleh keluar. Juga penduduk lain dilarang masuk ke      daerah itu)</li>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>Orang yang mati karena tertimpa bangunan roboh</strong></span>, seperti tertimpa reruntuhan disebabkan      gempa bumi, longsor dan lain-lain (tetapi saat tertimpa bangunan roboh      janganlah kita pasrah tanpa adanya usaha untuk melepaskan diri dari reruntuhan,      selama masih bisa menyelamtkan diri berusahalah agar tetap selamat. Dan      jika ternyata setelah berusaha tidak berhasil dan menyebabkan kematian maka      Insya Allah matinya termasuk SYAHID).</li>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong>Orang yang mati karena melahirkan</strong></span>, (tentunya orang yang matinya itu dalam keadaan beriman kepada      Allah. Termasuk orang yang mati dalam keadaan tidak beriman jika seseorang      itu mati dalam keadaan belum bertaubat, sementara bayi yang dilahirkannya      adalah hasil perbuatan zina)</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Selain orang-orang yang mati di atas, masih ada orang-orang mati syahid yang lain, yaitu : orang yg mati karena  : sakit paru-paru,  karena tersesat dikesepian,  karena sakit panas, terkena bisa, sakit asma, diserang binatang buas, terjatuh dari tebing, mati di pembaringan saat berjuang di jalan Allah, mati karena membela hartanya atau agamanya atau jiwanya atau keluarganya, mati dalam penjara jika ia dipenjarakan secara zalim, <strong>mati <span style="color:#ff0000;">karena sakit rindu (Kabungbulengan = sunda),</span></strong> dan mati saat menuntut Ilmu.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi apapun yang telah terjadi menimpa keluarga kita, ikhlaskanlah. Karena segala seuatunya terjadi tdak lepas dari qadla dan qadarnya Allah. Berdoalah untuk mereka : Allahummaghfir lahum warhamhum wa’aafiihim wa’fu anhum.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga Kita semua diberi ketabahan</p>
<p style="text-align:justify;">Amiiiin</p>
<p style="text-align:justify;">Wassalaaaaaaaaaaaaam</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#00ff00;">Sumber :  Nashoihul ‘Ibad Maqalah ke 9 bab yang bertujuh</span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
