<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress.com" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>wates &amp;laquo; WordPress.com Tag Feed</title>
	<link>http://en.wordpress.com/tag/wates/</link>
	<description>Feed of posts on WordPress.com tagged "wates"</description>
	<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 10:15:35 +0000</pubDate>

	<generator>http://en.wordpress.com/tags/</generator>
	<language>en</language>

<item>
<title><![CDATA[Builders Try Ballet]]></title>
<link>http://northernballettheatre.wordpress.com/2009/09/18/builders-try-ballet/</link>
<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 14:56:37 +0000</pubDate>
<dc:creator>NBT News</dc:creator>
<guid>http://northernballettheatre.wordpress.com/2009/09/18/builders-try-ballet/</guid>
<description><![CDATA[The construction team building the new Northern Ballet Theatre (NBT) headquarters in Leeds city cent]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p>The construction team building the new <a href="http://www.northernballettheatre.co.uk/">Northern Ballet Theatre</a> (NBT) headquarters in Leeds city centre put on their dancing shoes yesterday to take part in a sponsored ballet lesson to raise money for <a href="http://www.princes-trust.org.uk/" target="_blank">The Prince&#8217;s Trust</a>.</p>
<p>15 of the site team were taught to plié, jete and pirouette by one of NBT’s dance education officers, Caroline Burn, as part of Wates Construction’s annual Community Day, which sees employees ditch their day jobs for local community and fundraising projects.</p>
<p>The builders learnt ballet moves and explored some of the themes from <a href="http://www.northernballettheatre.co.uk/midsummer.aspx">A Midsummer&#8217;s Nights Dream</a> before putting their work together to share with colleagues and <a href="http://academy.northernballettheatre.co.uk/">NBT Academy</a> students. More used to lugging bricks and concrete, the bending and stretching proved tutu much for some.</p>
<p><a href="http://news.bbc.co.uk/1/hi/england/8262012.stm">BBC Look North was on hand to capture the builders doing ballet&#8230;</a> [<a href="http://news.bbc.co.uk/1/hi/england/8262012.stm">http://news.bbc.co.uk/1/hi/england/8262012.stm</a>]</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Perivale School nearly finished]]></title>
<link>http://iangibb.wordpress.com/2009/08/03/perivale-school-nearly-finished/</link>
<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 19:42:00 +0000</pubDate>
<dc:creator>Ian Gibb</dc:creator>
<guid>http://iangibb.wordpress.com/2009/08/03/perivale-school-nearly-finished/</guid>
<description><![CDATA[Topping out Perivale School with the head Tony Reynolds (with drill) and David Smith of Wates Just b]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_1125" class="wp-caption alignnone" style="width: 460px"><img class="size-full wp-image-1125  " title="Perivale2" src="http://iangibb.wordpress.com/files/2009/08/perivale2.jpg" alt="Perivale2" width="450" height="298" /><p class="wp-caption-text">Topping out Perivale School with the head Tony Reynolds (with drill) and David Smith of Wates</p></div>
<p>Just before I went on holiday we had the formal topping out ceremony at the new Perivale Primary School.  Perivale is a school that has had its problems over the last few years and the first decision I had to make as the newly appointed portfolio holder for children&#8217;s services back in 2006 was to suspend the governing body.  I then approved the building of the new school and we found the money to make it happen.  So it was nice to be at the school to see the physical changes taking place.</p>
<p>The new school looks fabulous and the children are really excited about moving into it later in the year.  Wates, the contractor, have done a great job and they&#8217;ve worked really well with the school staff (in particular the new head Tony Reynolds) and the Council team.</p>
<p>All in all a job well done.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Goa kiskendo  Pesona Goa nan indah dipegunungan menoreh]]></title>
<link>http://epwisata.wordpress.com/2009/07/06/goa-kiskendo-pesona-goa-nan-indah-dipegunungan-menoreh/</link>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 17:40:42 +0000</pubDate>
<dc:creator>epwisata</dc:creator>
<guid>http://epwisata.wordpress.com/2009/07/06/goa-kiskendo-pesona-goa-nan-indah-dipegunungan-menoreh/</guid>
<description><![CDATA[Goa kiskendo adalah goa alami yang berada di jajaran pegunungan menoreh, tepatnya di kec. Nanggulan,]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Goa kiskendo adalah goa alami yang berada di jajaran pegunungan menoreh, tepatnya di kec. Nanggulan,]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Waduk sermo  Surga nya para pemancing ]]></title>
<link>http://epwisata.wordpress.com/2009/07/04/waduk-sermo-surga-nya-para-pemancing/</link>
<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 16:26:59 +0000</pubDate>
<dc:creator>epwisata</dc:creator>
<guid>http://epwisata.wordpress.com/2009/07/04/waduk-sermo-surga-nya-para-pemancing/</guid>
<description><![CDATA[Waduk sermo adalah waduk buatan yang berada di Sermo, wates, kab.kulon progo, jogjakarta. Waduk ini ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Waduk sermo adalah waduk buatan yang berada di Sermo, wates, kab.kulon progo, jogjakarta. Waduk ini ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Kenikmatan Rp. 5000 di Pantai Wates]]></title>
<link>http://panahanti86.wordpress.com/2009/06/11/kenikmatan-rp-5000-di-pantai-wates/</link>
<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 05:14:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>panahanti86</dc:creator>
<guid>http://panahanti86.wordpress.com/2009/06/11/kenikmatan-rp-5000-di-pantai-wates/</guid>
<description><![CDATA[Yeh Malet, Jika Anda sedang bepergian dari Kota Denpasar ke Kabupaten Karangasem Bali atau sebalikny]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><strong>Yeh Malet</strong>, Jika Anda sedang bepergian dari Kota Denpasar ke Kabupaten Karangasem Bali atau sebaliknya, Anda pasti akan melewati Pantai Wates di Desa Yeh Malet, Karangasem. Jika tidak sedang terburu-buru, tak ada salahnya untuk mampir sejenak melepas lelah, sambil menikmati kelapa muda segar.</p>
<div id="attachment_111" class="wp-caption alignleft" style="width: 130px"><img class="size-full wp-image-111" title="yeh-melet-ok" src="http://panahanti86.wordpress.com/files/2009/06/yeh-melet-ok.jpg" alt="Pantai Wates Yeh Malet" width="120" height="80" /><p class="wp-caption-text">Pantai Wates Yeh Malet</p></div>
<p>Pantai Wates di Desa Yeh Malet ini terletak sekitar 40 kilometer timur Kota Denpasar, atau 33 kilometer arah barat Kota Amlapura Karangasem. Disebut Pantai Wates karena terletak di perbatasan Kabupaten Klungkung dan Karangasem.</p>
<p>Di pinggir Pantai Wates terdapat puluhan warung sederhana, dengan pemandangan langsung ke laut selatan Bali. Puluhan warung sederhana yang berdiri di atas pasir hitam ini kebanyakan menjual 3 ‘menu’ utama yakni bakso, kopi, dan kelapa muda.</p>
<p>“Yang paling banyak dibeli pengunjung di tempat ini adalah kopi dan kelapa muda,” kata salah seorang pedagang, Ni Made Sudane (47).</p>
<p>Menurut wanita asal Desa Antiga Karangasem ini, satu gelas kopi dijual seharga Rp. 2000. Sementara satu butir kelapa muda segar dijual seharga Rp. 5000.</p>
<p>“Selain kopi, kuwud (kelapa muda) juga sering dibeli di warung saya. Kuwud yang saya jual isi gula merah, es, dan perasan jeruk nipis. Tapi ada juga pembeli yang minta tanpa campuran es, gula,dan jeruk nipis,” jelas Sudane.</p>
<p>Sambil menikmati kelapa muda segar seharga Rp. 5000, pengunjung bisa duduk santai di warung pinggir pantai sambil memandang lautan biru serta Pulau Nusa Penida dan Pulau Nusa Lembongan di kejauhan. Sungguh suatu cara melepas penat atau lelah dengan ‘cost’ (biaya) rendah alias murah meriah..</p>
<p>Di hari biasa, Sudane mengaku rata-rata menjual 5 gelas kopi dan 5 butir kelapa muda per hari. Sementara di akhir pekan atau hari libur, ia bisa menjual kopi dan kelapa muda hingga 3 kali lipat dibanding hari biasa.</p>
<p>“Yang datang ke Pantai ini macam-macam pak, mulai warga Bali yang kebetulan melintas, turis asing, hingga para pemancing yang sering mancing di pinggir pantai ini,” kata Sudane.</p>
<p>Pantai Wates di Desa Yeh Malet Karangasem memang layak untuk dikunjungi saat bepergian dari Denpasar ke Karangasem atau sebaliknya. Namun ada satu hal yang perlu dibenahi yakni soal kebersihan pantai.</p>
<p>Saat beritabali.com mampir, pesisir pantai ini tampak kotor oleh sampah terutama sampah plastik. Sudah saatnya pemerintah setempat memberi perhatian lebih terhadap kebersihan pantai , sehingga bisa menambah kenyamanan pengunjung yang datang ke tempat ini. (bob)</p>
<p>From : Beritabali</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Menilik Pasir Besi Kulon Progo: Sebuah Anugerah Atau Bencana?]]></title>
<link>http://ginanjardimasagung.wordpress.com/2009/05/04/menilik-pasir-besi-kulon-progo-pasir-besi-sebuah-anugerah-atau-bencana/</link>
<pubDate>Mon, 04 May 2009 02:08:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>ginanjardimasagung</dc:creator>
<guid>http://ginanjardimasagung.wordpress.com/2009/05/04/menilik-pasir-besi-kulon-progo-pasir-besi-sebuah-anugerah-atau-bencana/</guid>
<description><![CDATA[tanaman cabai di lahan pasir &quot;besi&quot; pantai Tepatnya di daerah barat pantai Jogjakarta. Ter]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><div id="attachment_116" class="wp-caption aligncenter" style="width: 511px"><img class="size-medium wp-image-116" title="tanaman-cabe-di-lahan-pasir-pantai" src="http://ginanjardimasagung.wordpress.com/files/2009/05/tanaman-cabe-di-lahan-pasir-pantai.jpg?w=300" alt="tanaman cabai di lahan pasir &#34;besi&#34; pantai" width="501" height="373" /><p class="wp-caption-text">tanaman cabai di lahan pasir &#34;besi&#34; pantai</p></div>
<p>Tepatnya di daerah barat pantai Jogjakarta. Terdapat sebuah kabupaten bernama Kulon Progo yang bagian pesisirnya didominasi oleh hamparan pasir yang mengandung unsur besi (Fe). Dari situlah orang menamai hamparan (gumuk) pasir ini dengan sebutan pasir besi.</p>
<p>Oleh: Ginanjar Dimas Agung</p>
<p>Lahan Kritis Pasir Besi Kulon Progo</p>
<p>Jika membayangkan lahan pasir, pasti yang mencuat dari benak kita adalah sebuah lahan gersang yang sulit untuk diolah. Begitu pula yang terjadi di Kulon Progo. Lahan pasir yang sangat luas mendominasi hampir sebagian besar wilayah selatan Kulon Progo. Uniknya lahan pasir ini tidak hanya berada di bagian bibir pantai saja, tersebar sampai sejauh 2000 meter dari bibir pantai.</p>
<p>Menurut kajian yang pernah dilakukan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) di tahun 2008, lahan pasir yang membentang di pesisir Kulon Progo mempunyai karakterisitik kondisi bahan organik yang sangat rendah. Selain itu paparan matahari tanpa adanya tanaman turut menyebabkan suhu tanah yang tinggi dan material pasir yang menyerap panas. Sifat pasir mempunyai permeabilitas (daya menyerap air) sangat cepat dan evapotranspirasi yang tinggi menyebabkan tanaman sangat sulit untuk di lahan berpasir ini.</p>
<p>Gumuk pasir sebagai fenomena alam yang tandus dan gersang pun juga mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Sesak napas kerapkali menjadi masalah kesehatan masyarakat, karena debu pasir yang terbang teriup angin. Permasalahan kesehatan yang kedua adalah tidak adanya pengaturan sistem sanitasi membuat masyarakat rentan terkena diare. Tidak adanya sistem sanitasi yang baik lebih dikarenakan ketidakmampauan masyarakat untuk membangun instalsasi sanitasi yang terencana akibat kendala ekonomi mereka berada dibawah rata-rata kesejahteraan.</p>
<p>Lahan pasir yang tidak dapat ditumbuhi tanaman juga berpengaruh pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Tipe masyarakat pedesaan umumnya tergantung pada kemurahan alam dan lingkungannya untuk diolah. Tetapi karena sifat dan karakter lahan pasir yang ada di pesisir Kulon Progo membuatnya sulit dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Tidak adanya lapangan pekerjaan yang tersedia didaerah, terlebih lagi ketika musim kemarau tiba, membuat masyarakat yang berusia produktif pergi keluar kota. Bisa dibilang, daerah pesisir Kulon Progo adalah miskin dan tertinggal.</p>
<p><strong>Belajar dari Tiga Cabe Liar</strong></p>
<p>Setidaknya itu yang terjadi sampai tahun awal 1984 samapi awal 1990-an. Namun kondisi itu berubah setelah Pak Karman berhasil menyemai benih cabai di lahan pasir yang terkenal “kritis” itu, dan mengajak serta warga untuk ikut menanam cabe di lahan pasir. Tak ayal keberhasilan Karman, Sukarman nama lengkapnya, juga diikuti oleh penduduk di sekitarnya hingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat mulai saat itu.</p>
<p>Kesehatan warga pun mulai berangsur-angsur membaik, rumah penduduk yang awal terbuat dari anyaman bambu dan atap rumbia segerara berubah menjadi bangunan permanen lengkap. Perbaikan kesejahteraaan juga membawa manfaat naiknya tingkat pendidikan masyarakat daerah sekitar pesisir pantai Kulon Progo.</p>
<div id="attachment_119" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-119" title="sukarman-petani-lahan-pantai" src="http://ginanjardimasagung.wordpress.com/files/2009/05/sukarman-petani-lahan-pantai.jpg?w=300" alt="sukarman-petani-lahan-pantai" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Sukarman petani lahan pasir pantai</p></div>
<p>Berhasilnya pak Karman dalam menyemai cabai berhasil memengaruhi warga untuk ikut bertani di lahan pasir pantai. Meskipun pada awalnya pak Karman dipandang sebelah mata oleh tetangganya, bahkan oleh orang tuanya sendiri. “Mereka tidak percaya pada saya karena saya tidak punya ilmu (pertanian),” ungkap pak Karman. Pria kelahiran 1958 ini mengaku memang tidak mempunyai dasar ilmu pertanian. Tetapi keberhasilannya dalam menyemai benih cabe di lahan pasir pantai ini, didapat karena belajar dari lingkungan sekitar.</p>
<p>“Dulu saat saya pengangguran sering jalan-jalan ke pantai. Waktu itu saya menemukan tanaman cabe yang dapat hidup di lahan pasir. Dari sana saya berfikir untuk membudidayakan tanaman cabe,” tuturnya bapak dua anak ini. Karena kesabaran dan kegigihannya melakukan uji coba pembibitan cabe, akhirnya pak Karman menuai hasil. “Saya mencoba sejak tahun 1984, dan baru bisa berhasil pada tahun 1989,” katanya. Sampai saat ini, pak Karman dipercaya oleh petani cabe di wilayah Kulon Progo sebagai penghasil bibit cabe.”Mereka biasanya membeli cabe pada saya,” paparnya.</p>
<div id="attachment_120" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-120" title="menyiram-lahan-pasir-sehari-sebelum-ditanami" src="http://ginanjardimasagung.wordpress.com/files/2009/05/menyiram-lahan-pasir-sehari-sebelum-ditanami.jpg?w=300" alt="petani menyiapkan lahan pertanian. lahan pasir disiram satu hari sebelum menanam bibit" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">petani menyiapkan lahan pertanian. lahan pasir disiram satu hari sebelum menanam bibit</p></div>
<p>Akhirnya pak Karman telah membuktikan, bahwa lahan pantai bisa diolah untuk pertanian. Pertanian cabe memang semakin marak. Dengan pengembangan teknologi tepat guna, khususnya dalam bidang pengairan dan pemupukan, yang dikembangkan sendiri berdasarkan pengalaman warga petani lahan pantai.</p>
<p>Pembibitan dan pertanian cabe yang telah memberikan hasil, menggiring petani lahan pantai untuk melakukan variasi penanaman. Beberapa tanaman yang mereka coba antara lain adalah terong, semangka, selada hijau, kacang panjang. Ternyata tanaman tersebut membuahkan hasil. Dengan pengaturan pola tanaman berdasarkan musim, petani lahan pantai di pasir yang mengandung unsur besi ini berhasil mengejar ketertinggalannya.</p>
<p>Menurut penuturan pak Karman rata-rata omzet petani lahan pantai, di 10 desa, saat ini rata-rata sekitar Rp 5 juta perbulan. Praktis, dengan omzet sebesar itu petani lahan pantai dapat membangun daerah tertinggalnya secara mandiri. “Semua ini bisa mensejahterakan kami, karena petani lahan pantai membuat paguyuban dan ikut berperan dalam memasarkan hasil pertanian kami dangan cara sistem lelang,” terang pak Karman.</p>
<p>Biasanya petani cabai, lanjut pak Karman, tidak dapat sejahtera karena harga hasil panen mereka di permainkan oleh pelaku pasar, khususnya makelar. Untuk mengantisipasi permasalahan itu, paguyuban petani lahan pantai (PPLP) membuat sistem lelang yang dikelola oleh kelompok-kelompok unit di setiap desa. “Melalui sistem lelang ini, kami (PPLP) dapat menentukan harga yang adil,” terangnya.</p>
<p>Dari Pertanian Lahan Pantai menjadi Industri Pasir Besi</p>
<p>Unsur besi (Fe) yang terkandung dalam pasir yang saat ini dikelola oleh PPLP Kulon Progo ternyata juga mengundang pemerintah daerah untuk mengekstraksi kandungan besi yang terdapat dalam pasir. Tentunya, untuk mengambil unsur besi yang terdapat didalam pasir membutuhkan sebuah instalasi dan dana yang cukup besar. Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah daerah Kulon Progo sejak tahun 2005 mengundang pihak-pihak yang ingin berinvestasi dalam proyek pasir besi ini.</p>
<p>Penyelenggara pemerintahan wilayah kabupaten, pemerintah daerah (Pemda)  Kulon Progo merasa bahwa ekstraksi pasir besi di wilayah pesisir Kulon Progo bertujuan untuk memajukan kesejahteraan penduduk di sekitar proyek maupun meningkatkan pendapatan daerah.</p>
<div id="attachment_121" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-121" title="gumuk-pasir-di-kulon-progo" src="http://ginanjardimasagung.wordpress.com/files/2009/05/gumuk-pasir-di-kulon-progo.jpg?w=300" alt="gumuk pasir yang terbentuk karena tiupan angin. pasir besi yang terdapat di pesisir pantai kulon progo mengandung unsur besi (fe)" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">gumuk pasir yang terbentuk karena tiupan angin. pasir besi yang terdapat di pesisir pantai kulon progo mengandung unsur besi (fe)</p></div>
<p>Ibarat pepatah “gayung bersambut”, keinginan Pemda Kulon Progo ditanggapi oleh PT Jogja Magasa Iron (PT JMI) yang berniat mengusahakan bahan galian pasir besi di Kabupaten Kulon Progo. Kedua keinginan Pemda dan JMI ini terwujud melalui penandatangan kontrak karya (KK) antar pemerintah dan PT Jogja Magasa Iron pada anggal 4 November 2009.</p>
<p>30% saham PT JMI dimiliki oleh PT Jogja Magasa Mining dan 70% dimiliki oleh perusahaan asal Australia bernama Indo Mines Limited Perusahaan patungan ini akan melakukan operasi dengan sistem tambang terbuka. Dengan estimasi cadangan besi yang terdapat dalam pasir besi sebesar 33,6 juta ton Fe dengan produksi sekitar 1 juta ton per tahun dengan masa operasi sekitar 30 tahun. Operasi penambangan ini akan mencakup luas wilayah 2.987 hektare.</p>
<p>Jika sesuai dengan rencana, setelah penyetujuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) proses penambangan dimulai pada 2011 dan mulai memproduksi pada tahun 2012. Pada Tahap Konstruksi, perusahaan akan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 5000 orang dan pada tahap awal produksi akan mempekerjakan tenaga kerja lokal sebanyak 3000 orang.</p>
<p>Berdasarkan siaran terbuka saat penandatangan KK pada November 2008, Robert A. John menyampaikan, Plt. Kepala Biro Hukum dan Humas Kepala Bagian Penelaahan Hukum, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyampaikan bahwa total investasi sebesar USD 1.1 milyar. Bila dijabarkan antara lain berupa stock pile USD 5 juta, pemasangan rel (rail sliding) USD 6 juta, pembangkit listrik 350 MW senilai USD 350 juta dan fasilitas pelabuhan USD 10 juta dan investasi pertambangan sebesar USD 600 juta. Diharapkan proyek ini akan menyumbang penerimaan negara dari sisi pajak sekitar USD 20 juta/tahun, royalty sebesar USD 11,25 juta/tahun, pendanaan lokal USD 7 juta/tahun dan operating expenditure USD 55 juta/tahun.</p>
<p>Pada dasawarsa pertama PT JMI berjanji mengalokasikan 11,5% dari gross profit untuk community development. Dan pada 10 tahun berikutnya kontribusi akan ditingkatkan sampai 20%. PT JMI juga memperkirakan pada 10 tahun pertama akan memberikan kontribusi ke daerah (Kabupaten) sebesar 1,5% dari penjualan masing-masing untuk Regional Development dan Community Development dan setelah 10 tahun meningkat menjadi sebesar 2%</p>
<p>Pasir Besi Menuai Protes</p>
<p>Meskipun KK proyek pasir besi telah ditandatangani , masyarakat yang tinggal di wilayah lokasi proyel menolak adanya ekploitasi pasir besi. Masyarakat menganggap bahwa hadirnya operasi penambangan pasir besi akan menghilangkan mata pencaharian mereka sabagi petani lahan pantai.</p>
<p>Sutarman dan petani lahan pantai lainnya yang terancam kehidupannya ini mengungkapkan kepada perwakilan Kementrian Lingkungan Hidup Regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (KLH Jateng –DIY) mengungkapkan bahwa luas proyek penambangan pasir dengan luas 1,8 km dari bibir pantai tidak hanya menggusur lahan pertanian tetapi juga menggusur 45.000-50000 warga masyarakat pantai di 10 desa yang tersebar di empat kecamatan, yaitu kecamatan Wates, Galur, Banaran, dan Panjatan.</p>
<p>Pengaduan Sutarman yang juga menjadi Wakil Ketua PPLP kepada  KLH Jateng-DIY merupakan suatu usaha untuk mencari dukungan agar masyarakat dan pemerintah tahu bahwa akan banyak masyakat yang tergusur dan kehilangan mata pencaharian. Selain dampak sosial, penambangan juga akan merusak lingkungan pesisir pantai. Kerusakan lingkungan yang diperkirakan oleh masyarakt pesisir adalah menghilangkan bentuk dan fungsi gumuk pasir. Gumuk pasir bukan hanya menjadi media tanam tumbuhan panen, tetapi juga berfungsi untuk menyaring air laut dan penyangga alami penahan sunami.</p>
<p>Sutarman dan 9 orang lainnya yang mewakili 10 desa mengungkapkan bahwa penambangan pasir di wilahnya menolak penambangan pasir meskipun PT JIM menyediakan dana yang besar untuk Corporate Social Responsibility (CSR) dan Community Development. Petani lahan pantai menolak dengan alasan bahwa melalui pertanian lahan pantai dapat menjamin kehidupan mereka dan anak cucu mereka. ”Jika penambangan berlangsung maka akan memutus kesejahteraan anak dan cucu kami,” kata Sutarman.</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[UK Ocean Energy Quickly Churning Forward]]></title>
<link>http://mendocoastcurrent.wordpress.com/2009/02/18/uk-ocean-energy-quickly-churning-forward/</link>
<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 19:00:29 +0000</pubDate>
<dc:creator>LKBlog</dc:creator>
<guid>http://mendocoastcurrent.wordpress.com/2009/02/18/uk-ocean-energy-quickly-churning-forward/</guid>
<description><![CDATA[PETER BROWN, EnergyCurrent.com, February 16, 2009 On a Monday morning in May last year, the Atlantic]]></description>
<content:encoded><![CDATA[PETER BROWN, EnergyCurrent.com, February 16, 2009 On a Monday morning in May last year, the Atlantic]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wates]]></title>
<link>http://myrazan.wordpress.com/2008/12/12/wates/</link>
<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 09:34:10 +0000</pubDate>
<dc:creator>sigit setiawan</dc:creator>
<guid>http://myrazan.wordpress.com/2008/12/12/wates/</guid>
<description><![CDATA[Potongan bait lagu Yogyakarta yang di nyanyikan oleh KLA Project terngiang kembali saat perjalananku]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Potongan bait lagu Yogyakarta yang di nyanyikan oleh KLA Project terngiang kembali saat perjalananku]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Segera hadir ringroad kulonprogo]]></title>
<link>http://agoong.wordpress.com/2008/09/18/ringroad-kulonprogo/</link>
<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 08:10:33 +0000</pubDate>
<dc:creator>aGoonG</dc:creator>
<guid>http://agoong.wordpress.com/2008/09/18/ringroad-kulonprogo/</guid>
<description><![CDATA[Setelah lama tak terealisasi Jalan lingkar atau yang sering disebut ringroad akan segera hadir di ka]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Setelah lama tak terealisasi Jalan lingkar atau yang sering disebut ringroad akan segera hadir di ka]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Belajar Bersama di Panti Asuhan]]></title>
<link>http://adinugroho.wordpress.com/2008/08/24/belajar-bersama-di-panti-asuhan/</link>
<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 04:12:17 +0000</pubDate>
<dc:creator>Adi Nugroho</dc:creator>
<guid>http://adinugroho.wordpress.com/2008/08/24/belajar-bersama-di-panti-asuhan/</guid>
<description><![CDATA[Assalamualaikum Hari Minggu (10/08/2008) kemarin aku ma edi diajak belajar bersama oleh guslan di pa]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Assalamualaikum Hari Minggu (10/08/2008) kemarin aku ma edi diajak belajar bersama oleh guslan di pa]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Iqro' itu jurus Ampuh Padepokan Kuncara Manik.]]></title>
<link>http://blogscafe.wordpress.com/2008/05/29/iqro-itu-jurus-ampuh-padepokan-kuncara-manik/</link>
<pubDate>Thu, 29 May 2008 19:02:20 +0000</pubDate>
<dc:creator>blogscafe</dc:creator>
<guid>http://blogscafe.wordpress.com/2008/05/29/iqro-itu-jurus-ampuh-padepokan-kuncara-manik/</guid>
<description><![CDATA[Bulan September 2007 lalu Mas Bobby itu kan jalan2 aja waktu ke Jakarta. Entah dia itu kenapa, katan]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><h2>Bulan September 2007 lalu Mas Bobby itu kan jalan2 aja waktu ke Jakarta. Entah dia itu kenapa, katanya mau ke Jakarta tapi koq  malah ngamen sampai Purworejo, katanya. Itu aku tidak paham namun yang aku ingat itu, waktu ia sampai ke kampung ku yaitu : Wates, [masih masuk DIY], tahu2 ia itu telepon aku, dan tanya apa aku ini benar kenal sama Pak Suharyadi. Lalu ku jawab iya. Trus ia bilang kalau aku bisa, ia minta di temui di dekat stasiun. Tahu apa yang ia perbuat saat ketemu aku? Aku ini, juga pegawai Pemda Wates, dan ia itu Mas Bobby Jaguar itu, kasih aku beberapa lembar kertas, yang isinya adalah data wilayah Wates, dan juga berisi catatan2 tentang ekonomi daerah, dan kemungkinan potensi2 masyarakat Wates yg dapat di kembangkan, daerah2 yang bisa segera di upayakan pembangunannya dalam arti di tingkatkan, dan beberapa fasilitas fisik yang juga sebaiknya di adakan sekaligus tehnik pngajuan proposal projek ke Pusat dan tips &#38; trik mengatasi kesulitan pengadaan DAK. Masih belum habis heranku dan aku lalu tanya, ini dapat dari mana? Ia bilang kalau itu ia buat saat ia masuk ke wilayah Kabupaten Wates dan jalan2 sambil ngamen di hampir pelosok kampung. Ia bilang, hanya ini yang ia bisa kasih sebagai rasa terima kasih nya pada warga masyarakat di Wates. Dan ia tak mau aku ajak nginap di rumahku, hanya mau tidur di masjid dekat situ saja. Lalu bulan kemarin juga aku dapat kabar dari Pak Sumarjanto, ia bilang kalau di Cimais yang kemarin saat mau melamar Meutya Hafid itu, mas Bobby juga bikinkan hal serupa, dan itu yang kedua kalinya setelah bulan Nopember 2007. Itulah yang aku herankan dan rupanya itulah jurus Iqro&#8217; dari PAdepokan Kuncara Manik Tunjung Seta itu, benar2 ampuh coy!</h2>
<p><strong>Kartono, Pemda Wates.</strong></p></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[The 4th Dimension]]></title>
<link>http://danielpowersphoto.wordpress.com/2008/04/23/the-4th-dimension/</link>
<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 02:13:30 +0000</pubDate>
<dc:creator>danielpowersphoto</dc:creator>
<guid>http://danielpowersphoto.wordpress.com/2008/04/23/the-4th-dimension/</guid>
<description><![CDATA[  ARTIST&#8217;S STATEMENT to accompany www.danielpowersphoto.com. Most of my current work incorpora]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://danielpowersphoto.files.wordpress.com/2008/04/mobius-ii.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-24" src="http://danielpowersphoto.wordpress.com/files/2008/04/mobius-ii.jpg?w=300" alt="" width="300" height="197" /></a></p>
<p style="line-height:15.6pt;text-align:justify;"> </p>
<p>ARTIST&#8217;S STATEMENT to accompany <a href="http://www.danielpowersphoto.com/">www.danielpowersphoto.com</a>.</p>
<p>Most of my current work incorporates the 4<sup>th</sup> Dimension<strong><em> </em></strong>- time  &#8211; as a central element.   You may ask, &#8220;How do you take a photograph of <em>time</em>?&#8221;  Enter long exposures.  <strong><em>Mystic Waters</em></strong><em>.</em>  <strong><em>Skies in Motion.  </em></strong>Most photographs are two-dimensional pictures of a three-dimensional space.  But when a photograph is taken with exposures as long as fifteen minutes, time becomes <em>a part of</em> the image.  Suddenly, the three-dimensional space is moving through time, leaving a trail of its former presence on the photographic canvas.  Previously, photography was heralded for its capacity to render a moment in time&#8230;The Perfect Moment.  My photography reveals not only what is there, but what was.  Only film photography, or its modern digital equivalent, can capture this so precisely.  I use time to create either dynamic motion, such as in <em>Mobius II</em>  &#8211; with explosive energy, or sublime, mystical qualities as seen in <em>Into The Mystic</em>.</p>
<p>I create limited-edition, fine art photographs.  Commission assignments are considered.  I am looking forward to publishing my first book.  For more info on the <strong><em>Mystic Waters</em></strong> and <strong><em>Skies in Motion</em></strong> series, see the blog pages dedicated to each. </p>
<p style="line-height:15.6pt;text-align:justify;">Visit my website (<a href="http://www.danielpowersphoto.com">www.danielpowersphoto.com</a>).  I hope that you feel something you cannot immediately describe with words.  Even better&#8230;buy a print.  Own a treasure. </p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Peta Bakmi ]]></title>
<link>http://estiwibowo.wordpress.com/2008/04/11/peta-bakmi/</link>
<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 07:20:09 +0000</pubDate>
<dc:creator>estiwibowo</dc:creator>
<guid>http://estiwibowo.wordpress.com/2008/04/11/peta-bakmi/</guid>
<description><![CDATA[Ini menu favoritnya suami, tiap malem maem bakmi kayaknya dia nggak bakal keberatan . Di Kota Wates ]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><a href="http://estiwibowo.files.wordpress.com/2008/04/img_0069.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-19" src="http://estiwibowo.wordpress.com/files/2008/04/img_0069.jpg?w=510" alt="" width="356" height="328" /></a></p>
<p>Ini menu favoritnya suami, tiap malem maem bakmi kayaknya dia nggak bakal keberatan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Di Kota Wates dan sekitarnya diam-diam ada bakmi-bakmi yang uenak..,nyaluk</p>
<p>1. BakMie Ayu, ini di deket patung kuda karangnongko, bakmi gorengnya rada nyemek2 alias berair. Suamiku tidak begitu suka dengan bakmi ayu, tapi kalau bapak ibuku, senengnya bukan main, empuk soalnya..:D</p>
<p>2. BakMie Susteran ada di timur samsat wates, di depan tk kanisius, yang jualan simbah2 pake celana kolor dengan dibantu anak2nya, kesannya jadul banget. Penerangannya juga nggak banyak, jadi kesannya belum ada listrik. Kalau yang ini, suamiku seneng banget.., kalau aku lebih seneng intip gorengnya, hehehe</p>
<p>3. BakMie KUD pengasih,..sekarang punya cabang, meski nggak jauh2 dari tempat yang asalnya. Kalau bakmie ini, aku juga lumayan seneng, rasanya gurih terasa banget, juga nasi gorengnya..uenak. Tempatnya kira2 satu kilometer dari Kampus UNY di Pengasih ke utara, di pinggir jalan, di tengah sawah</p>
<p>4. BakMie BPD, ini juga enak..,tapi satu porsinya, dikit bangeettt..:D, kurang kalau cuma 1 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Yang masak juga sudah sepuh,..mbah kakung</p>
<p>5. BakMie Surabaya di timur lapangan bendungan. Nah..kalau ini enak lagi, murah pula. Cek saja ya..</p>
<p>6. BakMie Ireng di brosot, aku belum pernah dateng kesana, cuman dibawain bungkusan, enak man..!!mie hitam. Hehehe..</p>
<p>7. BakMie kenteng, utaranya tugu pinsil. Yang ini enak dan murah.., punya cabang juga (apa induk yaa,,?) di pengasih, deket IKIP PGRI. Dua bulan lalu harganya masih 3000/porsi&#8230;</p>
<p>Maap..belum punya foto bakmi, jadi yang ada aja dulu..:D</p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Wates dijuluki kota Mie]]></title>
<link>http://agoong.wordpress.com/2008/03/24/wates-dijuluki-kota-mie/</link>
<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 04:44:18 +0000</pubDate>
<dc:creator>aGoonG</dc:creator>
<guid>http://agoong.wordpress.com/2008/03/24/wates-dijuluki-kota-mie/</guid>
<description><![CDATA[Banyak pedagang bakso dan mie ayam Dikutip dari kulonprogo.go.id : Banyaknya para pedagang Mie dan B]]></description>
<content:encoded><![CDATA[Banyak pedagang bakso dan mie ayam Dikutip dari kulonprogo.go.id : Banyaknya para pedagang Mie dan B]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Dilarang Utang]]></title>
<link>http://sungguhterjadi.wordpress.com/2008/02/20/dilarang-utang/</link>
<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 01:31:43 +0000</pubDate>
<dc:creator>sstkr</dc:creator>
<guid>http://sungguhterjadi.wordpress.com/2008/02/20/dilarang-utang/</guid>
<description><![CDATA[17/02/2008 05:52:19 JIKA Anda masuk warung kupat tahu di lokasi parkir bus kota di Gamping (Jl Wates]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span class="date2">17/02/2008 05:52:19</span> <span style="margin-right:5px;padding:5px;"><b>JIKA</b> Anda masuk warung kupat tahu di lokasi parkir bus kota di Gamping (Jl Wates Km 5), Yogya, jangan terkejut. Di dinding tertempel tulisan begini: Dilarang Utang!.— <i>(Kiriman: Drs Krismanto, Guru SMA Purnama Gombong, Jl Merbabu 413, Wero, Gombong 54416, Jateng).-f</i></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title><![CDATA[Parkir Murah]]></title>
<link>http://sungguhterjadi.wordpress.com/2008/02/04/parkir-murah/</link>
<pubDate>Mon, 04 Feb 2008 07:45:49 +0000</pubDate>
<dc:creator>sstkr</dc:creator>
<guid>http://sungguhterjadi.wordpress.com/2008/02/04/parkir-murah/</guid>
<description><![CDATA[03/02/2008 09:18:22 PARKIR termurah? Silakan parkir di depan toko HW Mini Market, Jl Sugiman, Watulu]]></description>
<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><p><span class="date2">03/02/2008 09:18:22</span> <span style="margin-right:5px;padding:5px;"><b>PARKIR</b> termurah? Silakan parkir di depan toko HW Mini Market, Jl Sugiman, Watulunyu, Wates, Kulonprogo, DIY. Parkir motor, mobil atau sepeda, hanya&#8230; Rp 300.— <i>(Kiriman: Drs Habib Al Asyhari, Subdin KB Kab Kulonprogo, Jl Sugiman, Watulunyu, Wates, Kulonprogo, DIY 55611).</i></span></p>
</div>]]></content:encoded>
</item>

</channel>
</rss>
