Tags » Antologi

Kumpulan Naskah "Mengisahkan Rohingya"

DI TENGAH SAMUDERA (1)

-Adinata-

Aku selalu suka laut. Pemandangannya menenangkan. Aku suka mendengar debur ombak yang menimpa karang. Terdengar seperti simfoni bagiku. Saat suntuk, laut adalah pilihanku. 3,903 more words

Jemari Peradaban (Muslimah)

Haiku in Chinese

My “Spring Rain” haiku was published today on the Chinese haiku blog Neverending story. The poem was a commended haiku in the Romanian haiku contest “sharpening the green pencil” last year and is now one of my most translated poems. 49 more words

Haiku

Merayu Langit

Benda-benda tipis halus, kecil, dan berwarna hitam masih senantiasa berguguran. Seolah-olah ingin memberikan kesan bahwa inilah nuansa salju terbaru. Andai saja warnanya jauh lebih mempesona, pasti kesan yang diberikan akan berbeda.

161 more words
Literasi

Merekahnya Cendawan Terakhir

Langit hari ini menghitam. Sejauh mata memandang, bentangan luas kebiruan bersama dengan kapas putih tak nampak. Sang pemanas semesta juga sepertinya enggan menampakkan diri lagi. Aneh.

161 more words
Literasi

Gunung Emas

“Ini bukan soal nama konyol atau bukan. Ini proyek sungguhan!” Mahfud mencondongkan badan ke depan, mengayunkan dua jarinya supaya Ayah mendekat, dan berkata, “Aku menyakini bahwa Gunung Emas ini benar-benar ada.

121 more words
Literasi

Menjemput Merah

Sejak sang pemanas semesta mencoba kembali ke singgasananya, Adriana duduk termenung di atas kursi jati yang terletak di pekarangan sebuah rumah sederhana seorang diri. Sebuah istana kecil yang nantinya akan riuh seiring dengan bertambahnya usia mayapada.

153 more words
Literasi

Bahana Rupa Pencuri Mimpi

Proyek ini, Pikiran Elaine melayang pada seuntaian kalimat yang pernah diucapkan Berg. Ucapan penuh obsesi itu membekas di benaknya, menjadi kenangan. Menyatu dalam sanubari. Melekat menjadi memori.

132 more words
Literasi