Tags » Catatan Ringan

Kapan Jogja Tidak Lagi Istimewa (?)

Bagiku ada beberapa kota yang membuatku selalu kangen. Jombang, Jakarta, Surabaya, dan yang tak kalah istimewa adalah Jogja. Daya tarik dan pukat kota ini sangat luar biasa. 199 more words

Catatan Ringan

Dari YOGYA Menuju ULAKAN

Dalam bukunya “Jaringan Ulama”, Prof. Azyumardi Azra dengan sangat meyakinkan, karena ditopang oleh berbagai sumber dan argumentasi yang akurat, mengaffirmasi pengaruh dan peran vital Ulama “Tuo” Syaikh Burhanuddin dalam proses Islamisasi di Minangkabau. 549 more words

Catatan Ringan

Melintas Batas

Sekitar tahun 1997, di salah satu ruangan aula Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, berlangsung bedah buku “Masa Lalu Yang Membunuh Masa Depan” oleh Yudi Latif. Ada dua orang pembahas yang selalu ingin saya dengar kata-katanya, yaitu Nurcholish Madjid dan Fakhri Ali, kedua orang inilah yang selalu membuat saya merasakan bahwa tidak ada tempat yang terlalu jauh untuk didatangi asal bisa mengikuti dan menikmati pengkajian-pengkajian yang mereka berikan. 583 more words

Catatan Ringan

Curhat Pak Zuiyen Rais (Mantan Walikota Padang)

“…. sekarang saya sendiri” Keluh bapak ini dengan wajah yang agak murung.

Saya merasa heran juga, anak-anak beliau memang banyak yang bertugas jauh bahkan ada yang mukim bertahun-tahun di Norwegia, cucu-cucunya lahir, tumbuh dan bersekolah di negara Eropa Utara itu, dan beliau sering melawat ke sana untuk waktu berbilang bulan. 278 more words

Catatan Ringan

Pertanyaan Sederhana

Bagaimana pun juga waktu 3 tahun adalah tak mudah. Pasang surut silih berganti menyapu lembaran-lembaran yang sudah kita jilid. Tak elak kuncup-kuncup rindu masih senantiasa bermekaran setiap hari. 23 more words

Catatan Ringan

Anak

Seolah ingin menebus kejahatan dan kekelaman perilakunya terhadap anak, sebagaimana kelakuan yang dia perlihatkan sebelum Islam memanggil jiwanya, maka setelah menjadi seorang muslim Umar bin Khathab berubah menjadi sosok yang teramat penyayang kepada anak-anak. 222 more words

Catatan Ringan

Doctor Honoris Causa itu

Syeikh Doktor Abdullah Ahmad pernah “berseteru” dengan Syeikh Doktor Karim Amrullah (Inyiak De-Er). Pasalnya, Syeikh Abdullah Ahmad menerima aturan “Ordonansi Goeroe” yang dibuat oleh Adviseur Inlandsch Zaken Pemerintah Hindia Belanda, sementara Inyiak De-Er menolak aturan itu. 393 more words

Catatan Ringan