Tags » Darwis Tere Liye

Tentang Cinta

Cinta bukan sekadar memaafkan.

Cinta bukan sekadar soal menerima apa adanya.

Cinta adalah harga diri.

Cinta adalah rasionalitas sempurna. 63 more words

Cinta

Empat Pasal GR-nya Manusia

Manusia memang makhluk yang tak sempurna tapi kadang sok sempurna. Padahal ialah sang pendosa. Kerap berdusta dan hina. Benar betul apa kata bang Darwis Tere Liye mengenai kita, ya kita manusia. 281 more words

Renungan

Saat Kita Meminta

Banyak diantara kita sibuk berdoa, “Ya Allah berikanlah jodoh yang terbaik bagiku”, padahal boleh jadi sebenarnya kita tahu juga tidak apa yang terbaik untuk kita? Baiklah, kita mungkin ngotot akan bilang, saya tahu yang terbaik untuk saya, enak saja bilang nggak tahu. 464 more words

Darwis Tere Liye

Jalanku Masih Panjang

Wahai perasaan
Kau buat pagiku jadi mendung, soreku jadi kelam
Kau buat siangku jadi gelap, dan malam semakin gulita
Kau buat beberapa menit lalu aku gembira, 126 more words

Darwis Tere Liye

Bangsat-Bangsat Berkelas

Kau sudah gila, Rudi?” Aku berbisik dengan suara setengah tiang, menatapnya tidak percaya.
Rudi menyeringai, “Tenang saja, Thom. Ini hanya strategi biasa seorang petinju. Pura-pura memberikan bagian tubuhnya yang paling lemah untuk dipukul, agar lawannya justeru tidak memukulnya.” 1,775 more words

Darwis Tere Liye

Urusan Perasaan, Perasaan, dan Perasaan

Saya akhirnya menulis tentang ini, sebenarnya akan lebih baik jika kita berproses menemukan pemahaman ini, proses yg kelok-kelok, terjaga, penuh kehormatan, selamat tiba di ujungnya. Itu akan lebih spesial, membekas, lantas mengenang semuanya sambil tertawa, ah, dulu ternyata semua itu lucu ya.  1,027 more words

Darwis Tere Liye

Menunggu dan Bersabar

Ketika kita disuruh menunggu, lantas bertanya, hingga kapan? sampai kapan? berapa lama? Maka sebenarnya kita tidak sedang menunggu, Kawan. Tapi berhitung, penuh perhitungan sang pedit nan pelit. 61 more words

Darwis Tere Liye