Tags » Istiqomah

027. Hijrah...

Hijrah memang bukan jalan yang mudah, seperti bercocok tanam, menanam kebaikan sedikit demi sedikit seperti menanam tanaman tanaman kebaikan, ada yang tidak suka melihat tanaman saya tumbuh lalu menginjak injak benih yang saya tanam sebelum sempat saya memetik atau sekedar melihat hasilnya, buat mereka tidak ada kesempatan buat si pendosa untuk bertaubat, sekali salah salah, gak ada maaf, manusia kadang lebih kejam dari Allah.. 442 more words

HIjrah Notes

🛣⛵☝🏽 KETAHUILAH SAUDARAKU KOKOH DI ATAS KEBENARAN ADALAH NIKMAT DARI ALLAH TA'ALA

⚙———-⛓———-⚙

💎  Berkata Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,

🌴  “Apabila Allah ﷻ mengokohkan seseorang di atas agama-Nya yang benar, di atas manhaj Allah ﷻ yang haq dan aqidah yang benar, maka itu adalah nikmat dari Allah ﷻ.❗ 90 more words

Renungan

025. Hening...

Dari dulu saya selalu suka kata “Hening” buat saya kata ini oase yang menyejukan, iya hening adalah saat saya menghabiskan waktu diatas sajadah, hanya saya dan Allah, berbicara dalam, hening adalah saat saya berbincang dengan hati nurani saya, menanyakan pada hati apa yang sedang ia rasakan? 293 more words

HIjrah Notes

022. Sendiri..

Hari ini dari pagi hingga malam Jakarta nyaris tanpa matahari, hujan yang terus terusan turun menambah syahdu bumi, hawa dingin menyiksa tubuh, dua jaket menutupi kulit rasanya tak cukup untuk menghalau tusukan dinginnya udara, diluar juga sunyi, manusia bak terkubur ditelan sepi, saya jadi teringat dulu saat udara menusuk begini, saya akan mengajak sahabat saya Meutia untuk duduk disudut cafe, menyeruput secangkir kopi mahal lalu membiarkan mata kita berselancar memperhatikan orang yang lalu lalang, dengan berbagai tujuan dan kami yang sok tahu ini mencoba membaca pikiran dari para penghuni bumi Allah ini lalu membahasnya, sekedar menjadi cerita yang bisa kita share ditengah sengatan dingin, dan ini terjadi sejak kami masih kuliah di negeri salju dulu, sekian tahun yang lalu.. 370 more words

HIjrah Notes

018. Menangislah..

Saya memiliki seorang sahabat, Meutia namanya, saya mengenalnya dari sejak kami masih anak anak yang berlarian menuju surau untuk belajar mengaji, dengan jilbab yang kedodoran dan sandal jepit, hingga kini saat waktu mendewasakan kami, kami masih tetap bersahabat, meski jarang bertemu tapi hati kita nyambung, kadang apa yang sedang ia rasakan mampu saya rasakan dan apa yang saya rasakan dirasakan olehnya, perempuan mungil bermata teduh, pemilik kulit putih dan gigi kelinci yang menjadi ciri khas sahabat saya ini, dia perempuan kuat karena beberapa kali lolos dari maut saat darahnya tidak stabil, iya, dia memiliki kelainan darah yang bisa membuat maut menghentikan napasnya kapan saja, dan dari beberapa kali saya menemaninya saat sakit, dia kuat dan lolos maut, Allah sepertinya sangat mencintainya, melihat dari ujian demi ujian yang mampu dilaluinya.. 188 more words

#hijrahnotes

Meninggal dengan Tersenyum :)

Apa rahasia bisa tersenyum ketika maut menghampiri kelak?

Itu adalah salah satu tema pengajian rutin 2 mingguan Ibu-Ibu komplek sini. Alhamdulillah, selama 4 bulan tinggal di komplek baru ini, udah 5 kali saya ikutan pengajiannya. 392 more words

Kisah Jumat

015. Mall...

Sudah lama sekali saya tidak ke mall, mungkin terakhir ke mall tahun lalu, karena sejak saya berkerudung panjang dan berproses hijrah saya tidak lagi mengunjungi tempat tempat yang mengingatkan saya pada kehidupan hedon jaman masih jahiliyah dulu, dan kemarin ada urusan sehingga saya kembali ke Mall… 270 more words

HIjrah Notes