TANGIS PUN PECAH pagi itu. Air mata tak bisa kutahan lagi. Apalagi setelah kudengar kalimat sejuk meluncur dari bibirnya, “Kalau kamu mau, anggaplah Bapak seperti ayahmu sendiri.” Gugusan kalimat singkat itu ibarat oasis di padang gurun yang panasnya membakar.  1,771 more words