Tags » Kabut

Kabut: Dibenci dan Dinikmati

Pagi masih berusia balita, saya berangkat menuju kota tersayang. Malang. Kota yang (dulu) sejuk dan rindang. Langit berwarna putih pucat, jalan antarkota relatif lengang, tanah senantiasa basah. 539 more words

Cerita Perjalanan

Merah Jingga

Saat langit jingga mulai memerah
Dan sosok lelaki berkabut tak kunjung nampak
Aku tahu kau takkan pernah pulang

Kau tahu apa itu rindu?
Rindu adalah duduk menanti di depan rumah… 7 more words

Rumah

Menembus Hujan dan Kabut di Perkebunan Teh Gunung Mas

Menikmati suasana kebun teh di daerah Gunung Mas, Puncak mungkin terdengar biasa. Berjalan-jalan ditengah hamparan kebun teh, memanjakan mata dengan hijaunya dedaunan teh, sembari menghirup sejuknya udara pagi. 366 more words

Travel

Duniaku adalah Angkasa

Kehidupan dunia satwa tidak ada habisnya untuk di dokumentasikan, setidaknya sampai sekarang, tidak tahu bagaimana dengan besok dan lusa tau tahun depan, yang jelas, wilayah bima nusa tenggara barat dan sekitarnya, kehidupan satwa liar bisa dikatakan masih leluasa di hutan yang tinggal secuil. 284 more words

Bima

Calcuscus, typo style.

Kalkulus.

Kau hadir 2 kali dalam seminggu.

Tak penat, tak gundah. Aku bahagia, namun dalam sebuah sandiwara.

Ku sulit meraba ekspresimu.

Ku sulit menerka tingkah lakumu. 63 more words

#postaday

Tatapan Kabut

Semegah lamunan tak terarah.

Ku terbangun mengamati buramnya kehidupan.

Saat jam dinding menjauh sebagai teman.

Kau merajuk mimpiku, menarik penuh paksaan.

Saat itu. Aku hanya menyerah. 112 more words

#postaday

JALAN BERKABUT

dalam rasa yang kalut
sejauh mata memandang hanyalah kabut
menelusurimu dengan debar hati dan rasa takut
akan cinta yang berulangkali terperangkap
dan hasrat seringkali kalap… 75 more words

Puisi