Tags » Puisi

Tak Biasa

Deburan ombak mengais- ngais dalam hati
Diterpa angin mendayu-dayu
Belum tentu namun terasa
Tak disangka bakal secepat itu menyambar perasaan

Gundah gulana disini aku
Mencari apa yang inginkan rasa… 32 more words

Puisi

#5 Nulisjejak: Kinanti

Butir air tergelincir,
menyusup lewat mahkota si merah yang ranum,
jatuh menuju dasar bersama nurani,
melewati benang-benang kusut yang mengikat tubuhmu yang hangat seraya dalaman yang berdegup tak tahu harus apa. 19 more words

Tak Berkategori

Terakhir kali

Sekarang aku adalah sebuah makam dengan nisan satu .

Bergelut dengan malaikat penanya laku.

Sekarang aku adalah hamparan tanah tandus .

Yang tanahnya sudah tak terurus. 189 more words

Puisi

BIASAN

BIASAN

Biasan cahaya itu
mengilau
tidak terlihat
walaupun senja sudah tiba.

Di sini,
wujudnya aku
pun samar-samar
yang ada
hanya bayang-bayang yang menjejak.

Larra Dhea
Sabtu , 20 April 2019

Puisi

I see you but I don’t see you,
hear you but I don’t hear you
mighty night kills the same:
snowy voice we don’t have… 35 more words

Puisi

Pada Ombak yang Mengantar Debar Laut, Ada Cinta Kita

:Rika

Angin meredam kecemasan pasir karena cahaya belum sepenuhnya hadir
ketika jejak-jejak kaki membekas pada tubuh rapuhnya

Aku berpelesir di tepi pantai sampai kudapati ada yang berbisik: 48 more words

Puisi

Terbang. Terbang

Sayap tumbuh di kedua belah, perempuan pelahan mengangkat tubuhnya. Udara mengulir di poros kaki. Geliat bumi. Regang segala organ, otot, sendi, sel darah, terlontar dalam geletar yang regat di celat kesekian, regas hendak patah, hingga regah. 32 more words

Puisi