Tags » Renungan

Antara Peduli dan Tidak Percaya

Dalam sebuah seminar tentang beasiswa luar negeri di Jogja, seorang perempuan yang nampak sudah cukup senior bertanya. Melihat usianya yang tidak muda lagi, saya duga perempuan itu adalah seorang pejuang yang hebat. 413 more words

Renungan

RENUNGAN PAGI 21 FEBRUARI 2017

Selasa, 21 Februari 2017

*Baptisan: Tanda yang Lebih Baik*


“Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” 310 more words

Renungan Pagi

SABBATH SCHOOL 20 FEBRUARY 2017

​Monday February 20

God, the Sovereign Giver of the Spiritual Gifts


It is not we who decide what gifts to have. The Greek word for the gifts of the Spirit is charismata-they are gifts of grace, distributed and given by God Himself. 371 more words

Renungan Pagi

RENUNGAN PETANG 20 FEBRUARI 2017

Allah, Pemberi Karunia Roh yang Berkuasa


Bukanlah kita yang memutuskan karunia apa yang kita miliki. Kata Yunani untuk karunia Roh adalah charismata—semua itu adalah karunia anugerah, dibagikan dan diberikan oleh Allah sendiri. 341 more words

Renungan Pagi

Keterpaparan

Serombongan anak kecil usia maksimal lima tahun nampak berbaris rapi di koridor menuju lift. Gedung itu jadi ramai oleh celoteh mereka yang memang cenderung bebas dan tidak mau diatur. 616 more words

Renungan

RENUNGAN PAGI 20 FEBRUARI 2017

Pengesahan yang Lebih Baik


“Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah. Tetapi orang Yahudi sejati ialah yang tidak nampak keYahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukanlah secara hurufiah. 332 more words

Renungan Pagi

Menulis atau Tidak Sama Sekali

Kalau melihat gelagat dari judulnya kok rasanya sombong sekali. Tetapi bukan itu juga sebenarnya maksud saya, ini lebih semacam niat. Seno Gumira Ajidarma pernah bilang dalam salah satu bukunya ketika ditanya bagaimana resepnya untuk bisa terus menulis berbagai macam cerpen yang hebat seperti itu beliau hanya menjawab, 588 more words

Menulis