Tags » Tari Klasik

Pagelaran Tari Klasik di Puro Pakualaman (Bagian 2)

Sebelum pagelaran tari klasik dimulai pada hari selanjutnya, hujan lebat mewarnai langit Jogja. Tapi tetap harus semangat untuk pergi ke Puro Pakualaman, jarang-jarang kan bisa lihat pagelaran tari klasik! 481 more words

Yogyakarta

Pagelaran Tari Klasik di Puro Pakualaman (Bagian 1)

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.”, begitulah quote yang meluncur keras dari Bapak Ir. Soekarno yang merupakan pendiri bangsa Indonesia. Makna kalimat itu berlaku luas namun mencintai keluhuran Indonesia, setali tiga uang dengan “Bangsa yang berbudaya adalah bangsa yang mencintai kesenian dari dalam negeri.” 370 more words

Yogyakarta

Bhisma Mahawira: Keteguhan Atas Dharma

Kurawa atau kaurava adalah kelompok antagonis dalam kisah atau babad Mahabharata. Dalam cerita, kurawa selalu berselisih dengan pandawa, khususnya soal perebutan kekuasaan di Hastinapura. Dalam dunia seni baik wayang maupun tari, kurawa identik dengan tingkah pola yang jahat, tidak sopan, kejam, licik, serta pendendam. 429 more words

Yogyakarta

Dialog Budaya Bedhaya “Sang Amurwabumi”

Sembilan orang penari perempuan memasuki Bangsal Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta. Lengkap dengan riasan di wajah, mereka mengenakan atasan kebaya berwarna hijau. Sementara bawahannya berupa kain batik coklat tua bermotif kawung. 511 more words

Yogyakarta

Beksan Lawung Ageng

Tari dengan gerakan rancak, melambangkan keberanian sekaligus kesuburan.

Sontak suasana Bangsal Sewatama Istana Pura Pakualaman Yogyakarta menjadi riuh rendah. Perangkat gamelan ansemble dimainkan dalam tempo yang lebih cepat menggelegar. 470 more words

Yogyakarta